cover
Contact Name
Andi Muhammad Ikhsan
Contact Email
andimuhammad.ikhsan@umi.ac.id
Phone
+6281342502866
Journal Mail Official
losari.arsitekturjurnal@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumohardjo Km.5 Kampus Universitas Muslim Indonesia Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Losari : Jurnal Arsitektur, Kota dan Pemukiman
ISSN : 25024892     EISSN : 25278886     DOI : https://doi.org/10.33096/losari.v6i1
Core Subject : Engineering,
LOSARI Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman adalah jurnal yang terbit 2 kali setiap tahun pada bulan Februari dan Agustus.  LOSARI Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman adalah  peer reviewed jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah mengenai arsitektur dan Rancang  Kawasan  Binaan pada lingkup ilmu arsitektur, lansekap, interior, perencanaan wilayah kota dan kawasan. 
Articles 151 Documents
ANALISIS UKURAN JENDELA HOTEL UNTUK MEMINIMALISIR PENGUNAAN ENERGI PADA BANGUNAN Muhammad Fadly Saleh
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 1 Februari 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.756 KB) | DOI: 10.33096/losari.v2i1.53

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber energi menjadi salah satu penyebab terjadinya pemanasan global. Bangunan merupakan pengguna energi yang besar. Penelitian ini bertujuan menganalisis ukuran jendela hotel utuk meminimalisir penggunaan energi dalam bangunan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode observasi dan eksperimental. Objek penelitian adalah bangunan Hotel Four Points Makassar yang berlokasi di jalan Landak Baru, Kota Makassar. Observasi terhadap fisik bangunan berupa gambar perancangan dan kondisi di lokasi proyek bangunan. Eksperimen terhadap hasil observasi dengan menganalisis beberapa ukuran jendela dengan menggunakan simulasi energi program komputer eQuest. Setelah mengubah ukuran jendela bangunan Hotel Four Points Makassar, konsumsi energi bangunan pada lantai tipikal mengalami penurunan hingga 9,59% dari konsumsi energi eksisting bangunan. Ukuran jendela yang digunakan adalah 10% dari luas dinding eksterior.
INTEGRASI TEORI RUANG TERBUKA HIJAU DAN TEORI REKREASI UNTUK ANALISA FUNGSI SOSIAL TERHADAP TAMAN KOTA DI KOTA SURAKARTA Prasetyo Febriarto
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 1 Februari 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.876 KB) | DOI: 10.33096/losari.v2i1.54

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi sosial dengan adanya keberadaan taman kota di Kota Surakarta. Obyek kajian ini adalah fungsi sosial di empat Taman Kota di Kota Surakarta yaitu, Taman Balekambang, Taman Tirtonadi, Taman Banjarsari dan Taman Sekartaji. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif eksploratif. Dilakukan dengan cara menganalisis fungsi sosial terhadap keberadaan taman kota. Analisa kegiatan aktivitas yang terjadi di luar dan di dalam taman kota. Penelitian dilakukan untuk mengetahui fungsi sosial yang terjadi untuk menunjukkan taman kota yang berkualitas baik dan ideal dari empat taman kota tersebut.
STUDI PENGEMBANGAN PERPARKIRAN KOTA BAUBAU Muhammad Yusri Lukman; Muhammad Zaki; Andi Muhammad ikhsan
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 1 Februari 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.814 KB) | DOI: 10.33096/losari.v2i1.55

Abstract

Meningkatnya pembangunan disetiap kota kususnya pusat-pusat bisnis ternyata belum mampu menyediakan lahan parkir yang mencukupi, sehingga badan jalan yang berada di sekitarnya digunakan untuk lahan parkir. Apabila badan jalan tersebut dilalui lalu lintas dalam jumlah yang cukup besar maka bisa dipastikan bahwa parkir di badan jalan akan menimbulkan permasalahan lalu lintas (kecepatan menurun dan waktu tempuh meningkat. Timbulnya permasalahan parkir di kota-kota besar mengajak masyarakat dan para akhli untuk berfikir dan betul-betul memahami sistem perparkiran. Konsep dan karakteristik parkir, analisis kebutuhan parkir, perencanaan geometrik lahan parkir, serta kebijakan parkir merupakan salah satu ide yang bias diimplementasikan untuk menangani permasalahan parkir khususnya di Kota Baubau. Penelitian ini bertujuan 1.Mengkaji kelayakan lokasi perparkiran yang terbaik, optimal dan mempunyai prospek yang baik bagi pengembangan wilayah Kota Baubau; 2.Mengkaji kelayakan sosial budaya masyarakat kaitannya dengan rencana Penentuan lokasi-lokasi perparkiran, baik skala mikro (kelayakan sosial budaya pada lokasi terpilih) maupun skala makro (kelayakan sosial budaya dikaitkan dengan Kota Baubau secara keseluruhan); 3.Mengkaji kelayakan lingkungan pada titik-titik lokasi perparkiran agar tidak terjadi degradasi lingkungan akibat adanya perencanaan lokasi parkir; 4. Mengkaji aspek ekonomi dan memperhitungkan tingkat pendapatan pada saat pengoperasian sistem perparkiran berjalan, perkiraan biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan area perparkiran serta memperkirakan pengembalian investasi dengan asumsi-asumsi yang rasional dan realistis. Metode Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yakni survey sekunder dan survey primer.
STRATEGI PENGENDALIAN POLA PERGERAKAN DAN PENGGUNAAN LAHAN BERBASIS KONSEP COMPACT CITY DI KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR Andi Muhammad Akbar
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 1 Februari 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.315 KB) | DOI: 10.33096/losari.v2i1.56

Abstract

Fenomena Urban Sprawl yang terjadi di Kota Makassar telah menimbulkan berbagai permasalahan, terutama di sektor transportasi salah satunya dapat dilihat melalui tingginya volume transportasi dari wilayah suburban menuju pusat Kota Makassar maupun sebaliknya, hal ini cenderung menyebabkan kemacetan dibeberapa titik di Kota Makassar. Untuk itu, sebagai alternatif utama pengimplementasian pembangunan berkelanjutan dalam sebuah kota dan sebagai solusi dari fenomena Urban Sprawl maka dicetuskanlah konsep kota kompak atau Compact City. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengkaji potensi penerapan konsep kota kompak di wilayah suburban Kota Makassar sebagai solusi permasalahan urban sprawl. Potensi penerapan ini ditinjau dari aspek kondisi wilayah suburban berdasarkan Indikator compact city, selanjutnya analisis pada aspek transportasi dengan manganalisis pola pergerakan penduduk dan kemudian menyusun strategi penataan kota dengan pendekatan konsep kota kompak (Compact City). Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu dengan menjelaskan kondisi wilayah suburban berdasarkan indikator compact city, selanjutnya menganalisis pola pergerakan penduduk dengan mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara terhadap 321 responden. Data dianalisis dengan menggunakan matriks asal tujuan (MAT), deskriptif kuantitatif, dan analisis spasial dengan peta citra satelit, kemudian menyusun strategi penataan kota dengan pendekatan konsep kota kompak dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ini dianggap telah sesuai, hal ini berdasarkan pengukuran jarak tempuh penduduk dalam radius berjalan kaki dan bersepeda, dengan menggunakan instrumen penyebaran penduduk terhadap jarak tempuh dari konsentrasi penyebaran penduduk ke pusat aktifitas dengan fasilitas campuran di dalam wilayah penelitian. Sedangkan analisis pola pergerakan penduduk di wilayah Suburban berdasarkan tujuan pergerakan, kedakatan jarak menunjukkan bahwa pola pergerakan penduduk dari Suburban ke Urban umumnya menggunakan kendaraan pribadi dengan tujuan bekerja, berbelanja, rekreasi dan kegiatan sosial, sedangkan kegiatan pendidikan umumnya dilakukan di kawasan suburban. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis sebelumnya dapat disusun beberapa strategi yang dapat mendukung pengimplementasian konsep kota dengan pendekatan konsep kota kompak (compact city).
PEMETAAN DAERAH RAWAN BANJIR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (GIS) DI PESISIR DANAU TEMPE KABUPATEN WAJO Mukti Ali; Slamet Trisutomo
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.837 KB) | DOI: 10.33096/losari.v2i2.57

Abstract

Salah satu daerah di Indonesia yang rawan banjir pada waktu musim penghujan adalah Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan. Banjir yang terjadi disebabkan oleh meluapnya air dari Danau Tempe akibat Sungai Walanae, Sungai Bila, Sungai Belokka, Sungai Batu-batu dan Sungai Lawo yang membawa sedimentasi dari daerah hulu kemudian bermuara di Danau Tempe. Banjir yang hampir terjadi setiap tahunnya tersebut, menyebabkan kerugian materil maupun non-materil bagi masyarakat utamanya yang berada di wilayah sekitar Danau Tempe. Selain itu, belum adanya pemetaan secara menyeluruh terkait mitigasi bencana banjir di Pesisir Danau Tempe. Tujuan dari penelitian ini adalah pemetaan daerah rawan banjir di Pesisir Danau Tempe Kabupaten Wajo berbasis sistem informasi geografis. Metode pencapaian target luaran disusun berdasarkan proses perencanaan konsep dan arahan. Perencanaan dijabarkan/implementasikan pada konsep-kosep kemitigasi-bencanaan sehingga menghasilkan sebuah arahan atau kebijakan untuk mitigasi bencana banjir di pesisir Danau Tempe Kabupaten Wajo. Konsep perencanaan ini di hasilkan dari proses penelitian dimulai dari identifikasi masalah, survei baik secara primer dan sekunder, kegiatan analisis data - kajian teori, dan keluaran berupa arahan kebijakan
TRANSFORMASI FUNGSI JALAN UMUM SEBAGAI RUANG PUBLIK BAGI MASYARAKAT URBAN Studi Kasus: Bundaran Lungsir Bandar Lampung M. Shubhi Yuda Wibawa; Yunita Kesuma
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.46 KB) | DOI: 10.33096/losari.v2i2.58

Abstract

Jalan sejatinya berfungsi sebagai prasarana transportasi darat yang menghubungkan suatu tempat ke tempat lain. Sementara itu Jalan Umum adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum dan untuk kepentingan umum. Namun seiring berkembangnya suatu kota dan bertambahnya jumlah penduduk, fungsi jalan umum yang semula hanya sebagai prasarana lalu lintas mengalami transformasi fungsi. Jalan Umum yang semula hanya mempunya fungsi tunggal berubah menjadi suatu tempat yang dapat berfungsi ganda. Jalan Umum digunakan sebagai tempat efektif untuk menyebar informasi melalui konvoi dan pawai. selain itu, digunakan juga sebagai media sosialisasi pasif untuk mencitrakan identitas suatu kota kepada pengguna jalan dengan cara mendesain ruang-ruang pembentuknya yaitu melalui desain monumen dan atau landscape yang diletakkan pada median jalan atau bundaran. Jalan umum di suatu kota khususnya pada kota-kota besar belakangan ini banyak digunakan untuk aktivitas sosial masyarakat seperti perayaan peristiwa penting, pesta rakyat, olah raga massal, dan aktivitas sejenis yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Namun seiring mendesaknya kebutuhan masyarakat terhadap keberadaan ruang publik dan sarana rekreatif non komersil, Jalan Umum dijadikan ruang publik tanpa mengenal waktu atau momen tertentu. Salah satu contohnya adalah pada Jalan Umum di sekitar Bundaran Lungsir Bandar Lampung. Jalan umum di sekitar Bundaran Lungsir memiliki suasana spasial potensial yang mudah dikenali yaitu terdapat masjid besar bersejarah, monumen Patung Pengantin, pandangan langsung ke arah laut dan dimensi jalan yang sangat lebar. Penelitian ini akan menganalisa tentang bagaimana jalan umum di sekitar Bundaran Lungsir bertransformasi menjadi ruang publik yang sangat diminati di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini akan menganalisa asal muasal dan pengaruh-pengaruh yang menyebabkan terjadinya transformasi pada jalan umum di sekitar Bundaran Lungsir. Dengan menggunakan metoda sinkronik – diakronik penelitian ini akan menghasilkan ilustrasi kronologis tentang proses terjadinya transformasi fungsi jalan umum menjadi ruang publik dengan memetakan waktu dibangunnya fasilitas fisik dan spasial yang membentuk citra visual ruas jalan umum di sekitar Bundaran Lungsir. Selain itu penelitian ini juga akan dilakukan secara kualitatif – eksploratif dengan mewawancarai pengguna jalan umum untuk mengetahui motivasi masyarakat yang datang dan menggunakan sebagai ruang publik.
PROFESI ARSITEK DI ERA GLOBALISASI MUNICHY B. EDREES
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.492 KB) | DOI: 10.33096/losari.v2i2.59

Abstract

Keberadaan profesi arsitek sangat erat sekali dengan perkembangan sejarah dan peradaban manusia. Hubungan antara profesi arsitek dengan sejarah dan peradaban manusia dapat kita lihat dari pola rancang bangun yang mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Sejarah dan peradaban manusia di tiap negara satu dengan yang lain berbeda-beda, hal ini membawa keberagaman dalam perkembangan ilmu arsitektur. Indonesia adalah Negara yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan bahasa, suku bangsa dan budaya. Memiliki budaya arsitektur yang beraneka ragam. Budaya itu ditunjukkan dari keberagaman rumah adat, lingkungan adat, dan penggunaan material-material pendukung dalam pembangunan pemukiman/hunian adat.
KONSEP DAN BENTUK RUANG RAKKEANG RUMAH TRADISIONAL BANGSAWAN BUGIS DI BONE SULAWESI SELATAN Andi Muhammad Akbar
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.502 KB) | DOI: 10.33096/losari.v2i2.60

Abstract

Arsitektur tradisional Bugis erat kaitannya dengan sejarah kerajaan Bugis pada masa lalu, dimana Kota Bone sebagai basisnya di Sulawesi Selatan. Didalam rumah tradisional bangsawan Bugis Bone terbagi atas 3 ruang secara vertikal yaitu: Rakkeang, Alle Bola dan Awa Bola. Konsep bentuk ruang yang khas pada Rakkeang mampu memberikan ekspresi karakteristik tersendiri, sehingga perlu diteliti lebih mendalam sebagai aset karya arsitektur nasional penghubung masa yang lalu dan masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini menemukan konsep bentuk ruang Rakkeang yang berpengaruh terhadap karakter arsitektur rumah tradisional bangsawan Bugis. Penelitian ini mencakup basis kerajaan suku Bugis di Kabupaten Bone. Metedologi penelitian ini kualitatif dengan pendekatan paradigma rasionalistik. Hasil penelitian bentuk ruang Rakkeang ini secara spasial terletak simetris dengan Indo Bola dan cenderung mengikuti pola ruang yang ada dibawahnya, semakin besar ukuran ruang Rakkeang semakin tinggi derajat kebangsawanannya, Sedangkan orientasi ruang Rakkeang menghadap kejalan dan hirarki ruang merupakan simbol kewibawaan dengan fungsi khusus yang sifatnya privasi. Secara fisik konsep bentuk Rakkeang simetris berukuran lebih besar dan kemampuan variasi konstruksinya lebih varatif. Hal ini sebagai simbol derajat sosial dan kemampuan penghuni secara ekonomis. Sedangkan bentuk elemen-elemen Rakkeang dimaksudkan agar hegemoni kebangsawanan tetap diterjaga, dan dapat mempengaruhi persepsi setinggi apa status sosialnya dalam masyarakat.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TINGKAT KENYAMANAN VISUAL PERMUKIMAN NELAYAN Studi kasus: pemukiman nelayan lette Nurmiah Nurmiah
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.167 KB) | DOI: 10.33096/losari.v2i2.61

Abstract

Pemukiman nelayan adalah suatu pemukiman bagi masyarakat secara visual, dipandang kumuh dan kawasan tertinggal yang tidak memenuhi persyaratan ideal suatu hunian secara tekhniks maupun non tekhnis. Hal itu mendorong pemerintah untuk merivatilisasi kawasan itu dengan pengadaan dan pembenahan infrastruktur yang ada Kota Makassar juga terkenal sebagai kota bahari yang memiliki banyak potensi namun mengalami problema yang terjadi diatas. Dalam revitalisasi kawasan Lette yang diadakan pemerintah tidak membuat efek keindahan bagi kawasan tersebut namun, yang terjadi adalah kawasan Lette kembali menjadi kawasan yang kumuh. Salah satu penyebabnya kawasan Lette kembali menjadi kawasan kumuh, adalah pembenahan yang dilakukan pemerintah belum sesuai dengan apa yang dipersepsikan sehingga menimbulkan berkurangnya apresiasi masyarakat untuk tetap menjaga lingkunganya.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan visual dikawasan Lette. Kenyamanan visual di kawasan Lette dapat kita ukur dengan mengetahui bentuk persepsi masyarakat dan apa yang menjadi faktor utama pembentuk persepsi visual mereka. Sehingga acuan ini dapat menjadi tahap peningkatan kenyamanan visual kawasan Lette dari tingkat kumuh. Landasan teori dari penelitian ini adalah bagaimana mengarahkan persepsi masyarakat tentang kenyamanan visual pada standart desain suatu waterfont yang ideal, dan juga mengarahkan persepsi masyarakat Lette pada faktor – faktor pembentuk kenyamanan visual tata massa bangunan, ruang, sirkulasi, vegetasi , street forniture, fungsi aktifitas. Untuk mengarahkan perancangan pada faktor – faktor visual yang secara kuantitas menpengaruhi kenyamanan visual. Metode yang dipakai penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan rasionalistik, dengan cara wawancara, observasi, dan suvey. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan suatu patokan untuk mengatasi permasalahan kenyamanan visual pada kawasan nelayan.sehiingga pemerintah mendapatkan suatu langkah yang tepat guna.
STUDI PENGEMBANGAN FASILITAS WISMA ATLIT Azis Alimuddin
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.345 KB) | DOI: 10.33096/losari.v2i2.62

Abstract

Makassar merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia, saat ini telah mengalami perkembangan pesat dalam bidang olahraga. Hal ini ditunjang dengan semakin banyak event olahraga yang di selenggarakan di Makassar. Fasilitas pendukung olahraga pun cukup banyak dan berkembang seperti gelanggang olahraga, stadion sepak bola, serta fasilitas lain seperti kolam renang dan sebagainya. Oleh karena itu, dengan adanya Wisma Atlet ini bisa menjadi wadah untuk meningkatkan potensi anak bangsa di dunia olahraga, khususnya di kota Makassar. Karena jika dilihat dari segi kemampuan, atlet di kota Makassar sangat banyak yang bisa dan mampu bersaing di kanca internasional. Itu semua sebagai motivasi buat mereka yang ingin mengembangkan keahliannya dalam bidang olah raga. Diharapkan dengan adanya Wisma Atlet ini, para atlet-atlet yang berkunjung ke Makassar dapat beristirahat dengan nyaman dengan fasilitas yang lengkap yang telah di sediakan. Atlet-atlet ini juga disuguhkan dengan panorama kota Makassar yang tidak akan di jumpai di kota-kota lain di Indonesia.

Page 3 of 16 | Total Record : 151