cover
Contact Name
Hotpascaman
Contact Email
hotpascaman@uhn.ac.id
Phone
+6281376920740
Journal Mail Official
jurnal.psikologi@uhn.ac.id
Editorial Address
Fakultas Psikologi Universitas HKBP Nommensen Jln sutomo no 4a, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Psikologi Universitas HKBP Nommensen
JURNAL PSIKOLOGI is a scientific study that contains the results of research, thought and dissemination that aims to improve research, reviews and applications in the field of psychology. As a forum, communication media, and scientific development, the editorial received a contribution to the article that leads to improvement and development of psychology
Articles 29 Documents
KORELASI PSYCHOLOGICAL WELLBEING DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT RUMAH SAKIT JIWA PROF.ILDREM PEMPROVSU MEDAN Togi Fitri A Ambarita
Jurnal Psikologi Universitas HKBP Nommensen Vol 6 No 2 (2020): EDISI FEBRUARI 2020
Publisher : Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/psikologi.v6i2.138

Abstract

Psychological wellbeing menjelaskan konsep kebahagiaan dikaitkan dengan kebutuhan akan keberadaan/eksistensi individu ditengah kehidupan yang penuh permasalahan. Tokoh yang mengembangkan konsep psychological wellbeing adalah Ryff, dimana dia menjelaskannya hal tersebut dalam enam aspek. Enam aspek psychological wellbeing tersebut yakni; Self-Acceptance, Positive Relation with other, Autonomy, Environmental Mastery, Purpose in life dan Personal Growth. Penelitian ini adalah penelitian korelasional untuk melihat hubungan antara psychological wellbeing dengan Burnout pada perawat di Rumah Sakit Jiwa Dr. Ildrem Pemprovsu Medan. Burnout merupakan sindrom kelelahan mental yang bersifat klinis yang dialami oleh pekerja dibidang layanan masyarakat yang mendapatkan apresiasi yang minimal terhadap layanan yang sudah diberikannya. Sampel penelitian berjumlah 54 orang perawat PNS di Rumah Sakit Jiwa Pemprovsu. Karakteristik sampel penelitian antara lain, lebih dari 70 % berusia 40 tahun keatas dimana lebih dari 70 % sampel penelitian memiliki pengalaman kerja yakni 10 tahun keatas. Hasil Uji korelasi dengan product moment menunjukkan bahwa ada korelasi yang negative antara psychological wellbeing dengan Burnout pada perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Ildrem Pemprovsu Medan. Dengan demikian semakin tinggi psychological wellbeing semakin rendah tingkat burnout.
bagaimana meningkatkan emotional intelligence Freddy butarbutar
Jurnal Psikologi Universitas HKBP Nommensen Vol 6 No 2 (2020): EDISI FEBRUARI 2020
Publisher : Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/psikologi.v6i2.142

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Emotional Intelligence (EI) dapat dikembangkan dan bagaimana strategi mengembangkan emotional intelligence. Emotional Intelligence merupakan suatu topik penelitian yang banyak mendapat perhatian dalam beberapa decade terakhir. Penelitian tentang emotional intelligence ini begitu menarik perhatian penelitia sehubungan dengan besarnya dampak dari emotional intelligence terhadap berbagai aspek dari kehidupan manusia, mulai dari kualitas hubungan, prestasi akademik, kemampuan mengatasi stres dan performa kerja dalam organisasi. Aplikasi dari hasil penelitian emotional intelligence juga banyak dilakukan baik dalam hal seleksi, pelatihan dan pengembangan dan aspek lainnya dalam manajemen sumber daya manusia dalam suatu organisasi. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah emotional intelligence dapat dikembangkan dan bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan emotional intelligence dalam konteks pekerjaan. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur dengan merangkum berbagai teori. Adapun hasil penelitian yang menunjukkan bahwa emotional intelligence dapat dilatih dan dikembangkan baik dalam tingkat individu maupun dalam organisasi. Ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan untuk mengembangkan emotional intelligence dalam pekerjaan yaitu: (a) paving the way, (b) doing the work of change, (c) encourage transfer and maintenance of change, (d) evaluate the change.
Hubungan Kecemasan Mengerjakan Tugas dengan Regulasi Diri Dalam Belajar Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Tahun 2019 Dewi Indri Yani Malau
Jurnal Psikologi Universitas HKBP Nommensen Vol 7 No 1 (2020): EDISI AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/psikologi.v7i1.183

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Regulasi diri dalam belajar mempunyai peranan penting dalam suatu proses pembelajaran karena di perguruan tinggi mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri dalam belajar. self-regulated learning pada mahasiswa dapat digambarkan melalui tingkatan atau derajat yang meliputi keaktifan berpartisipasi baik itu secara metakognisi, motivasional, maupun perilaku dalam proses belajar. Sistem pendidikan kedokteran saat ini diduga memiliki efek negatif terhadap kesehatan jiwa mahasiswa kedokteran. Hal ini menyebabkan tingginya frekuensi kecemasan pada mahasiswa kedokteran. Kecemasan merupakan respon pengalaman yang dirasakan tidak menyenangkan dan diikuti perasaan gelisah, khawatir, dan takut. Faktor paling banyak adalah keharusan mahasiswa untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah yang diberikan dosen dalam batas waktu tertentu untuk mengumpulkannya. pengaturan diri dalam belajar merupakan strategi belajar yang sangat penting untuk diterapkan dalam proses belajar mahasiswa, sehingga dapat menekan timbulnya kecemasan saat mengerjakan tugas dapat. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan kecemasan mengerjakan tugas dengan regulasi diri dalam belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 123 mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati. angkatan 2018. Hasil Penelitian : Sebagian besar kecemasan mengerjakan tugas pada mahasiswa adalah kelompok sedang sebanyak 56 mahasiswa (45,5) nilai median 69.008, standar deviation 18.570, nilai minimum 36, dan nilai maksimum 108. Sebagian besar regulasi diri adalah kelompok sedang sebanyak 67 mahasiswa (54,5%). Didapatkan nilai median 102.16, standar deviation 16.750 , nilai minimum 54, dan nilai maksimum 131. terdapat hubungan bermakna antara kecemasan mengerjakan tugas dengan regulasi diri dalam belajar (p-value=0.000). Kesimpulan : Bahwa semakin tinggi kecemasan mengerjakan tugas maka semakin rendah regulasi diri dalam belajar seseorang. Kata Kunci : Kecemasan, Regulasi diri, Mahasiswa
Analisis Sistem Layanan Psikologi di Pendidikan Sekolah Dasar Erlyani Fachrosi
Jurnal Psikologi Universitas HKBP Nommensen Vol 7 No 1 (2020): EDISI AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/psikologi.v7i1.223

Abstract

One of the educational foundations with the concept of active, fun learning school by using nature as a direct medium for learning. One psychology service unit (Unit Pelayan Psikologi/UPP) is used as a means of communicating cooperation between counselor and client. The problem that occurs is the UPP that is not utilized optimally by the teaching department in schools. Complaints were not working properly and there was a lack of coordination regarding the follow-up of the handling results. The lack of involvement of teachers as educators with unit counselors causes delays in handling students who experience academic and psychological problems. The purpose of this study was to carry out SWOT-based assessment and analysis to develop appropriate recommendations to evaluate and develop adequate programs. Research methods carried out with a system-based qualitative approach. Data collection was carried out with interviews with a number of parties such as CEOs, vice principals in the fields of curriculum and student affairs, psychology service unit staff, and classroom teachers. In addition, school physical observations, FGD observations, and class board activities. Another analysis of documents such as secondary data from case documentation, teacher and coordinator jobdesc, and previous system analysis. The results show the lack of competency in UPP and the referral system that has not been well coordinated.
GENDER ROLE CONFLICT OF PASTORS’ HUSBANDS AT BATAK KARO PROTESTANT CHURCH Karina Meriem Beru Brahmana
Jurnal Psikologi Universitas HKBP Nommensen Vol 7 No 1 (2020): EDISI AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/psikologi.v7i1.263

Abstract

The purpose of this study is to determine the gender role conflict of the pastor's husband in the Protestant Karo Batak Church (GBKP). This research method is quantitative by using the Gender Role Conflict Scale (GRCS) scale proposed by O'Neil, et al. (1986) used to measure gender role conflict and analyzed descriptively using the SPSS 24 program. The Gender-role Conflict Scale developed by O'Neil., et al (1986) has 37 items with 4 indicators namely Restricted Emotionality (RE), Restrictive Affectionate Behavior Between Men (RABBM), Success / Power / Competition (SPC), and Conflict Between Work and Family Relations (CBWFR). Based on the results of a pilot test measuring gender role conflict using Lisrel 8.50 it is known that of the 37 items of gender role conflict, 23 items were declared valid and 14 items were declared invalid with a reliability of 0.723. The results of statistical calculations show that the mean of gender role conflict is 89.10. Based on the results of the mean, it is known that in general gender role conflict in the pastor's husband GBKP is in the medium category because it is at a score of 89.10. In addition, from the four indicators it is known that the highest mean lies in the SPC of 35.53 followed by RE of 21.58, RABBM of 15.87 and finally CBWFR of 12.73.
BURNOUT DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL PADA PERAWAT RUMAH SAKIT UMUM PERMATA BUNDA MEDAN Wynona Christie Ong
Jurnal Psikologi Universitas HKBP Nommensen Vol 7 No 1 (2020): EDISI AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/psikologi.v7i1.319

Abstract

This study aims to find out the relationship between social support and burnout. The hypothesis proposed in this study states that there is a negative relationship between social support and burnout, assuming that the higher is social support, the lower burnout will be and conversely the lower is the social support, the higher will the burnout be. The subjects of this study were 150 nurse of General Hospital Permata Bunda Medan. Data were obtained from a scale to measure social support and burnout. The calculation was performed by testing requirements analysis (assumption test), which consisting of normality test and linearity test. Data analysis was performed by using Product Moment Correlation Analysis through SPSS 17 for Windows. The results of data analysis showed that r = -0.581; and p = 0.000 (p < 0.05), which indicates that there is a negative relationship between social support and burnout. The results of this study indicate that the contributions made by the variable of social support on burnout is 33.8 percent, while the remaining 66.2 percent is influenced by other factors not examined in this study. From these results, it is concluded that the hypothesis stating that there is a negative relationship between social support and burnout.
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN DAN INTELIGENSI DENGAN KECEPATAN KERJA PADA CALON KARYAWAN SALAH SATU BUMN Freddy butarbutar
Jurnal Psikologi Universitas HKBP Nommensen Vol 7 No 2 (2021): EDISI FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/psikologi.v7i2.501

Abstract

Kinerja merupakan hal yang penting dan telah menjadi perhatian penting dalam penelitian di bidang psikologi insudtri. Salah satu dimensi dari kinerja adalah kecepatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepriadian seseorang dan inteligensi dengan kecepatan kerja individu. Kepribadian dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan alat tes Papi Kostick yang banyak digunakan di bidang industri dalam seleksi karyawan. Inteligensi diukur dengan menggunakan tes TIKI T. Sementara kecepatan kerja diukur dengan menggunakan tes Pauli. Adapun subjek penelitian adalah calon karyawan salah satu BUMN dibidang pertambangan yang memiliki indeks prestasi minimal 3,0 dan berasal dari universitas dengan akreditasi program studi minimal B. Analisa korelasi yang digunakan adalah uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inteligensi memiliki hubungan positif dengan kecepatan kerja dengan koefisien korelasi sebesar 0,452 pada taraf signifikansi 0,01 artinya semakin tinggi inteligensi maka akan semakin tinggi kecepatan kerja. Kepribadian memiliki hubungan negatif dengan kecepatan kerja dengan koefisien korelasi sebesar -0,107 dan tidak signifikan. Kepribadian dalam penelitian ini mengacu pada preferensi kelompok work direction dan work style. Kelompok preferensi work style memiliki korelasi negatif dengan kecepatan kerja sebesar -0,107. Artinya semakin tinggi work style maka akan semakin rendah kecepatan kerja.
PENGARUH KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU KERJA KONTRA PRODUKTIF PADA KARYAWAN PT. AGRA BUMI NIAGA ACEH Dwi Nursiti
Jurnal Psikologi Universitas HKBP Nommensen Vol 7 No 2 (2021): EDISI FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/psikologi.v7i2.453

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kontrol diri terhadap perilaku kerja kontraproduktif, penelitian dilakukan di PT Agra Bumi Niaga Aceh, dengan hipotesa menyatakan bahwa kontrol diri memilki pengaruh dengan perilaku kerja kontraproduktif. Sampel berjumlah 118 orang dengan teknik random sampling. Dengan menggunakan bantuan software SPSS 22, uji korelasi Product Moment menunjukkan hubungan bernilai r = - 0.562 dengan p= 0.000 (p<0,05) yang mengindikasikan bahwa hubungan yang terjadi bermakna negative. Uji pengaruh dilakukan dengan menggunakan uji regresi dan menunjukkan hasil bahwa kontrol diri berkontribusi sebesar 35,7 % dan sisanya 64,3 % dipengaruhi oleh factor lain. Kata Kunci : Kontrol Diri, Perilaku Kerja Kontraproduktif
Sikap Tenaga Pendidik dalam Menjalankan Kebijakan Pembelajaran on-line di Kota Jayapura Robinhot Sagala
Jurnal Psikologi Universitas HKBP Nommensen Vol 7 No 2 (2021): EDISI FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/psikologi.v7i2.525

Abstract

ABSTRAK Tenaga pendidik mempunyai peran yang penting dalam mendidik dan mengarahkan. Tenaga pendidik tidak hanya yang berperan mengajarkan pengetahuan tetapi juga membentuk mental dan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sikap yang dimiliki tenaga pendidik, guru dan dosen, dalam menjalankan kebijakan WFH. Sikap yang dimaksud adalah sikap yang didasarkan pada komponen kognisi, afeksi, dan konasi. Penelitian ini melibatkan profesi guru dan dosen sebagai respondent dalam penelitian ini. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Data yang dikumpulkan pertama-tama dikalsifikasi kemudian dianalisa dengan menggunakan komponen sikap dan dipaduhkan dengan analisis wacana kritis yang berfokus pada rana tektual. Dalam rana tekstual melibatkan aspek semantiks, sintksis, stalistik dan retorika. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada komponen sikap khusunya kognisi melibatkan kata implisit dalam bentuk tindakan dan strategi yang diterapkan. Kata implisit itu menyatakan dengan jelas bahwa kebijakan WFH disetujui oleh tenaga pendidik di Jayapura. Bentuk sikap tersebut melibatakan kata kerja mental seperti setuju, mengikuti, mematuhi, dan mendukung. Sedangkan pada komponen afeksi menimbulkan rasa yang positif dan berujung pada suatu reaksi konasi yang bentuk tindakan mengajar dan saran tenaga pendidik mengenai situasi WFH di tengah pandemic Covid-19. Pada aspek tekstual menunjukkan rana semantiks yang menyiratkan makna selain itu menunjukkan adanya pemaknaan mengenai penggunaan istilah seperti virtual, zoom, dan meeting. Pada rana sintaksis menampilkan kata kunci yaitu leksikon yang menyatakan hubungan sebab akibat. Pada sisi lain bentuk retorika diperlihatkan dengan adanya analogi yang menyatakan dengan tegas bahwa tenaga pendidik di kota Jayapura siap dan tetap menjaga prefesionalisme sebagai tenaga pendidik walupun di tengah pandemi Covid-19.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN MAKNA HIDUP PADA MAHASISWA AKHIR Dhenia Ayu Khatira
Jurnal Psikologi Universitas HKBP Nommensen Vol 7 No 2 (2021): EDISI FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/psikologi.v7i2.545

Abstract

This study aims to find out relationship between self-efficacy and the meaning of life. The Final students who are in the late adolescent category have two demands, first demands it is in the non-academic scope, the search for the meaning of life and the academic scope, the completion of the final project. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and the meaning of life in final year students who are working on their thesis. Participants in this study were 102 students who were completing their thesis. The results of the data analysis conducted show that there is a relationship between self-efficacy and the meaning of life. This result implies that self-efficacy has an important role for the meaning of life, where the existence of self-efficacy makes it easier for individuals to find the meaning of their life.

Page 2 of 3 | Total Record : 29