cover
Contact Name
Nyoman Pasek Nugraha
Contact Email
paseknugraha@gmail.com
Phone
+6281999131789
Journal Mail Official
paseknugraha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana, Kampus Tengah, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha
ISSN : 26141876     EISSN : 26141884     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjtm.v7i1.18616
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknik. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan teknik mesin bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 292 Documents
PENGARUH VARIASI KECEPATAN PUTARAN MESIN BUBUT TERHADAP KEAUSAN PADA ALAT POTONG PAHAT HSSTIPE BOHLER MO 1/2X4 Dewangga, Sang Putu Fitrah; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9238

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa pengaruh perbandingan keausan pahat terhadap putaran Rpm mesin bubut yang divariasikan kecepatannya.Penelitian ini menggunakan pahat HSS BOHLER MO dengan ukuran 1/2x4. Bahan Specimen yang digunakan untuk pengujian ini adalah Besi, Aluminium, kayu. masing masing specimen dibubut dengan putaran Rpm yang berbeda disetiap spesimennya 330 Rpm, 650 Rpm , 950 Rpm. Keausan tepi pahat diukur dengan Jangka sorong digital dan Mikroskop. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa Variasi kecepatan putaran mesin bubut menunjukan bahwa pahat HSS Tipe Bohler Mo 1/2X4, pada hasil proses pembubutan spesimen menunjukan perbedaan spesimen, pada variasi kecepatan putaran mesin bubut terdapat perbedaan hasil pembubutan. Terdapat interaksi pada spesimen uji dan variasi kecepatan putaran mesin bubut. Pada pembubutan spesimen besi, aluminium, kayu pada putaran mesin bubut menunjukan keausan pahat yang relative kecil pada putaran mesin bubut tertinggi yakni Rpm 950 mengalami peningkatan keausan pahat tertinggi besi 0,19mm; aluminium 0,04; kayu 0,01mm. Kata Kunci : pembubutan, putaran Rpm, hss bohler mo 1/2x4,Variasi kecepatan This research was conducted to determine how the influence of comparison cuting tools the rounds Rpm Turning Mechine speed is varied. This study uses cutting tools HSS Bohler Mo with the size 1/2x4. specimens used for this study is iron diameter 20 mm X 100 mm 3 much, diameter Aluminium 20 mm X 100 mm 3 much , wood berdiameter 20 mm dengan long 10 cm 3 much. materilals each Turning specimens with round Rpm which will obviously vary 330 Rpm, 650 Rpm , 950 Rpm. The flank wear measured by calipers and microscope. From this research it is known that varying the rotational speed turning mechine shows that Cutting tools HSS Tipe Bohler Mo 1/2X4, the turning process shows that materials, on varying the rotational speed differences result lathe turning. There is no interaction on test specimens and varying the rotational speed lathe. In turning specimens of iron, aluminum, wood round lathe shows the tool wear is relatively small at the highest rotation lathe Rpm 950 The highest increase tool wear iron 0,19mm; aluminium 0,04; wood 0,01mm. keyword : lathing, rotation Rpm, hss bohler mo 1/2x4, speed variation
PENGARUH MEDIA PENDINGINAN TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL PENGELASAN MATERIAL ST 37 Darma, Kadek Budi Susila; Widayana, Gede; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk.Untuk mengetahui pengaruh media pendinginan udara terhadap sifat mekanik hasil pengelasan material ST 37.Dengan metode yang digunakan dalam penilitan ini adalah metode eksperimen dengan variabel bebas adalah media pendingin udara,air laut dan oli dan variabel terikatnya adalah kekuatan impact,kekerasan dan metalografi .Hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan impact tertinggi pada media pendinginan oli dengan nilai impactnya 0,482 joule/mm^2,dan untuk nilai kekerasan tertinggi pada media pendinginan udara dengan nilai kekerasanya 46,42 kg/〖mm〗^2,dari hasil metalografi menunjukan media pendinginan air laut mempunyai sifat yang keras dan getas karena di pengaruhi pendinginan yang cepat,sedangkan pada media pendinginan udara mempunyai sifat yang lunak dan kuat karena di pengaruhi pendinginan yang paling lambat dari media pendinginan oliKata Kunci : Media Pendinginan,Impact,Kekerasan,Metalografi,ST 37 Abstract this research aims to determine the effect of air colling media to the mechanical properties of the weldding material ST 37.The method used in this research is the experimental method is the independent variable air colling media,sea water,and oil,And the dependent variable is the power of the highest impact on oil colling media to impact its value 0,482 joules/mm2,,and for the value of the highest hardness on the air with the air colling media hardness value of 46,42 kg/mm2,and the result showed metallograpic sea water colling media has properties hard and brittle as influenced rapid cooling,where as in air cooling media has the properties of soft and strong as influence slowest cooling of oil colling. keyword : colling media Vehicles, impact, hardness metallograpic, ST 37
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER)TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF SISWA KELAS X SMKN 1 ABANG AMLAPURATAHUN AJARAN 2016/2017 Pramesti, I Gede Yoga; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9864

Abstract

Abstrak--- I Gede Yoga Pramesti, 2017. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) Terhadap Hasil Belajar Teknologi Dasar Otomotif Siswa Kelas X Smkn 1 Abang Amlapura Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) Terhadap Hasil Belajar Teknologi Dasar Otomotif Siswa Kelas X Smkn 1 Abang Amlapura Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan variabel terikat hasil belajar Teknologi Dasar Otomotif dan variabel bebasnya adalah model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together) dan pembelajaran konvensional. Penelitian quasi eksperimen ini menggunakan desain Pretest Posttest Kontrol Group Desaign. Subjek penelitian sebanyak 29 siswa untuk kelas eksperimen dan 29 siswa untuk kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah dengan test. Data analisis dengan menggunakan independent sample t test pada taraf signifikansi 5% (α=0,005). Hasil ini diperkuat dari output SPSS, diperoleh sig. = 0,000 untuk uji 2 ekor. Jadi, H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan model konvensional kelas X Pada Mata Pelajaran Teknologi Dasar Otomotif di SMKN 1 Abang Amlapura.Disarankan guru dapat lebih memotivasi siswa untuk lebih mengembangkan keterampilan kooperatif atau bekerjasama dalam kehidupan bermasyarakat siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together) perlu terus dikembangkan dan diterapkan pada pokok bahasan yang lain dan perlu adanya penelitian lebih lanjut sebagai pengembangan dari penelitian ini. Salah satu pembelajaran yang mungkin dapat diterapkan.Kata Kunci : Pengaruh, pembelajaran kooperatif, NHT (Numbered Head Together), hasil belajar. Abstract --- I Gede Yoga Pramesti, 2017. Influence of Cooperative Learning Model Application NHT (Numbered Head Together) on the Result of Learning Technology Association of Automotive Class X SMK 1 Abang Amlapura Academic Year 2016/2017. This study aims to determine: Effects of Cooperative Learning Model Application NHT (Numbered Head Together) on the Result of Learning Technology Association of Automotive Class X SMK 1 Abang Amlapura Academic Year 2016/2017. This research is a quasi experimental study results with the dependent variable Automotive Technology Association and the independent variables are cooperative learning model NHT (Numbered Head Together) and conventional learning. Quasi-experimental study using pretest posttest control group design Desaign. The research subjects were 29 students for grade 29 students for the experimental and control classes. The instrument used was the test. Data analysis using independent sample t test at significance level of 5% (α = 0.005). These results were confirmed from SPSS output, obtained sig. = 0.000 for the second test of the tail. Thus, H0 is rejected and Ha is received so that it can be concluded that there are significant differences in learning outcomes between using learning model Numbered Head Together (NHT) and conventional models of class X On Subjects Automotive Technology Association in SMK 1 Abang Amlapura.Disarankan teachers can motivate students to further develop cooperative skills or cooperate in the social life of students. NHT cooperative learning model type (Numbered Head Together) needs to be developed and applied to another subject and the need for further research as the development of this research. One lesson that may be applicable.keyword : Effects, cooperative learning NHT (Numbered Head Together), learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG(DIRECTINTRUCTION) BERBASIS MEDIA FLASH PADA MATAPELAJARAN KELISTRIKAN TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TSM DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Maladi, Sidik Gus; Dantes, Kadek Rihendra; Wigraha, Nyoman Arya
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.9876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya perbedaan hasil belajar antara pembelajaran kelistrikan dengan metode ceramah biasa dan pembelajaran kelistrikan dengan metode pembelajaran langsung dilengkapi media pembelajaran dengan macromedia flash professional 8. Penelitian ini menggunakan rancangan equivalent post test only control group design. Sampel yang digunakan adalah siswa XI TSM 3 SMK Negeri 3 Singaraja yang mengikuti pelajaran kelistrikan sepeda motor semester genap tahun 2017. Data dianalisis menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 16.00 for window. Hasil analisis deskriptif dan analisis statistik pada penelitian ini menunjukkan bahwa skor aktivitas siswa dengan pembelajaran menggunakan pembelajaran Langsung dengan media flash memiliki rata-rata 17,89 dan standar deviasi sebesar 1,470. Skor aktifitas belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional memiliki rata-rata 16,39 dan standar deviasi sebesar 1,586. Berdasarkan data hasil analisis multivariat dengan bantuan SPSS 16.00 For windows diperoleh nilai F= 73,536 dan sig= 000 .Nilai sig lebih kecil dari 0,05 (p<0,05).Kata Kunci : Model Pembelajaran Langsung, Aktivitas Belajar, Dan Hasil Belajar Kelistrikan. This study aims to prove the difference in learning outcomes between the study of electricity with regular lectures and learning methods of electricity by direct teaching methods include media with Macromedia Flash Professional 8. This study design was equivalent post test only control group design. The samples used were XI student TSM 3 SMK Negeri 3 Singaraja in learning the electrical motorcycle second semester of 2017. Data were analyzed using SPSS 16.00 for assisted MANOVA window. Descriptive analysis and statistical analysis in this study shows that students with learning activity score using Direct learning with flash media has an average of 17.89 and a standard deviation of 1.470. Scores of student learning activities that follow the conventional learning model has an average of 16.39 and a standard deviation of 1.586. Based on multivariate analysis result data with SPSS 16:00 For windows obtained value F = 73.536 and sig sig = 000 The value less than 0.05 (p <0.05).keyword : direct learning model, learning activities, and learning outcomes electricity.
PENGARUH MEDIA PENDINGINAN TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO HASIL PENGELASAN OXY ACETYLENE PADA MATERIAL BAJA ST-37 Priadi, Made Angga; Nugraha, I Nyoman Pasek; Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.10397

Abstract

Media pendingin merupakan suatu substansi yang berfungsi dalam menentukan kecepatan pendinginan yang dilakukan terhadap material yang telah diuji dalam perlakuan panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekerasan dan pengamatan struktur mikro material baja ST-37 yang dipengaruhi media pendinginan air, udara dan oli serta penelitian ini dapat memberikan bahan referensi bagi lingkup pendidikan teknik mesin dan sebagai acuan di dunia industri dalam menggunakan media pendingin pada proses pengelasan. Adapun jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Terdapat dua jenis variable yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel bebas yang berupa media pendingin air, media pendingin udara dan media pendingin oli dan variabel terikatnya berupa sifat kekerasan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dimana kekerasan daerah logam induk dengan media pendingin air memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,10 Kg/mm2, pendingin udara memperoleh nilai rata-rata sebesar 65,61 Kg/mm2, dan media pendingin oli memperoleh nilai rata-rata sebesar 62,68 Kg/mm2. Kekerasan pada daerah HAZ dengan media pendingin air memperoleh nila rata-rata sebesar 68,49 Kg/mm2, media pendingin udara memperoleh nilai rata-rata sebesar 71,05 Kg/mm2 dan media pendingin oli memperoleh nilai rata-rata sebesar 70,34 Kg/mm2. Kekerasan pada daerah logam las dengan media pendingin air memperoleh nilai rata-rata sebesar 60,99 Kg/mm2, media pendingin udara memperoleh nilai rata-rata sebesar 61,79 Kg/mm2 dan media pendingin oli memperoleh nilai rata-rata sebesar 60,79 Kg/mm2. Berdasarkan dari hasil yang telah didapatkan baik pada logam induk, daerah HAZ dan logam Las dimana tingkat kekerasan yang lebih baik diperoleh dari proses pendinginan udara dibandingkan dengan media pendingin air dan media pendingin oli dari proses pengelasan oxy acytelene.Kata Kunci : Baja ST-37, Kekerasan Material, media pendinginan. The cooling media is a substance which has a function to determine the speed refrigeneration which carried out of the material that has been tasted by heat treatment. The objective of the research is to know the level of hardness and the observation of steel ST-37 material which is affected by cooling media such as water, air, and oil. Also this research may give a reference for Engineering Department of Education and industry in using cooling media for welding process. There is a method that use in this research, that is called quantitative research. There are two variables that use in this research. Independent variable and dependent variable. An independent variable are water, air, and oil cooling media. On the other hand, a dependent variable is nature of hardness. In this research the researcher got a results where the mean of hardness of the base metal area with the water cooling media is 63.10 Kg/mm2, in air conditioning is 61Kg/mm2, and the oil cooling is 62.68 Kg/mm2. The mean of a hardness in Heat Affected Zone (HAZ) by water cooling media 68,49 Kg/mm2, air cooling media is 71,05 Kg/mm2 and an air cooling is 70,34 Kg/mm2. The mean of Hardness in the weld metal area with water cooling media is 60,99 Kg/mm2, air-cooling media is 61,79 Kg/mm2 and oil-cooling media is 60,79Kg/mm2. Based on the result which has been gotten from base metal, Heat Affected Zone (HAZ), and weld metal where the best hardness level is obtained from air-cooling process rather than water cooling media and oil cooling media from oxy acytelene welding process.keyword : Cooling media, steel ST-37, hardness properties.
PENGARUH VARIASI ARUS TERHADAP KEKUATAN IMPACT DAN KEKERASAN MATERIAL ST 37 MENGGUNAKAN PROSES PENGELASN GAS TUNGSTEN ARC WELDING (GTAW) Kolo, Jaeme Martins; Nugraha, I Nyoman Pasek; Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.10398

Abstract

Kekuatan hasil lasan dipengaruhi oleh tegangan busur, besar arus, kecepatan pengelasan, besarnya penembusan dan polaritas listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketangguhan, kekerasan dan pengamatan struktur mikro material ST 37 yang dipengaruhi oleh variasi arus 90 amper, 110 amper dan 130 amper serta penelitian ini dapat memberikan bahan referensi bagi lingkup pendidikan teknik mesin dan sebagai acuan di dunia industri dalam menggunakan variasi arus pada proses pengelasan. Adapun jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Adapun jenis variabel yang digunakan yaitu variabel bebas yang berupa variasi arus pengelasan 90 amper, 110 amper dan 130 amper dan variabel terikat berupa sifat mekanik hasil pengelasan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dimana rata-rata ketangguhan impact pada variasi arus 90 amper memperoleh nilai impact 0,481 J/mm2, rata-rata ketangguhan impact pada variasi arus 110 amper memperoleh nilai impact 0,482 J/mm2 dan rata-rata ketangguhan impact pada variasi arus 130 amper memperoleh nilai impact 0,483 J/mm2. Dari hasil penelitian kekerasan vickers pada daerah logam las dengan variasi arus 90 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,98 Kg/mm2, variasi arus 110 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 87,44 Kg/mm2, dan variasi arus 130 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 74,93 Kg/mm2. Kekerasan pada daerah HAZ dengan variasi arus 90 amper memperoleh nila rata-rata sebesar 54,58 Kg/mm2, variasi arus 110 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 80,74 Kg/mm2 dan variasi arus 130 memperoleh nilai rata-rata sebesar 70,61 Kg/mm2. Kekerasan pada daerah logam induk dengan variasi arus 90 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 59,66 Kg/mm2, variasi arus 110 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 89,94 Kg/mm2 dan variasi arus 130 memperoleh nilai rata-rata sebesar 78,91 Kg/mm2. Berdasarkan dari hasil yang telah didapatkan baik pada hasil ketangguhan impact dan kekerasan logam induk, HAZ dan daerah logam las dimana hasil ketangguhan impact yang lebih baik diperoleh dari memvariasikan arus 130 amper di bandingkan dengan variasi arus 90 amper dan variasi arus 110 amper dan tingkat kekerasan yang lebih baik diperoleh dari memvariasikan arus 110 amper dibandingkan dengan variasi arus 90 amper dan variasi arus 130 amper dari proses pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Kata Kunci : Kata kunci : variasi arus, ketangguhan impact dan Kekerasan, Material ST 37 The strength of the weld is influenced by the arc voltage, the magnitude of the current, the speed of welding, the magnitude of the penetration and the electrical polarity. This study aims to determine the level of toughness, hardness and observation of microstructure ST 37 material influenced by current variations of 90 amperes, 110 amperes and 130 amperes and this study can provide reference materials for the scope of mechanical engineering education and as a reference in the industrial world in using variations Current in the welding process. The type of method used in this study is the experimental method. The types of variables used are independent variables in the form of welding current variations of 90 amperes, 110 amperes and 130 amperes and the dependent variable in the form of mechanical properties of welding. From the results of the research that has been done where the average impact toughness on the variation of 90 amperes current gain value of 0.481 J/mm2, the average impact toughness on the variation of 110 amperes current gain value of 0.482 J/mm2 and the average impact toughness on variation A current of 130 amperes obtains an impact value of 0.483 J/mm2. From the result of research of vickers hardness on weld metal area with variation of 90 amperes current get average value equal to 63,98 Kg/mm2, variation of 110 amperes current get average value equal to 87,44 Kg/mm2, and variation of current of 130 amperes obtain Average value of 74.93 Kg/mm2. Hardness in the HAZ region with a current variation of 90 amperes obtains an average of 54.58 Kg/mm2, a 110 amperes current variation obtains an average value of 80.74 Kg/mm2 and a current variation of 130 obtains an average value of 70,61 Kg/mm2. Hardness in the parent metal region with a current variation of 90 amperes obtains an average value of 59.66 Kg/mm2, a 110 amperes current variation obtains an average value of 89.94 Kg/mm2 and a current variation of 130 obtains an average value of 78,91 Kg/mm2. Based on the results obtained both on impact toughness and hardness of parent metal, HAZ and weld metal areas where better impact toughness results obtained from varying the current of 130 amperes in comparison with the variation of 90 amperes current and 110 amperes current variation and the level of hardness Preferably obtained from varying the 110 ampere current compared to the current variation of 90 amperes and the current variation of 130 amperes of the Tungsten Arc Welding (GTAW) welding process. keyword : Keywords: current variation, impact toughness and Hardness, Material ST 37
PENGARUH PERBANDINGAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PERTALITE DAN BAHAN BAKAR GAS LPG TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BAKAR BENSIN 4 TAK PADA MOTOR HONDA SUPRA FIT Wiryawan, Pasek Nara; Widayana, Gede; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.10606

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan torsi dan daya pada sepeda motor Honda Supra Fit 100cc tahun 2000 dengan penggunaan bahan bakar minyak pertalite dan bahan bakar gas LPG. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan parameter uji Dynotest ABD Digital System. Dari hasil pengujian didapatkan torsi maksimal sebesar 5,81 Nm pada 4000 rpm, dan torsi minimum sebesar 3,34 Nm pada 3000 rpm pada bahan bakar minyak pertalite. Pengujian dengan menggunakan bahan bakar gas LPG didapatkan torsi maksimal sebesar 5.40 Nm pada 4000 rpm, dan torsi minimum sebesar 2,83 Nm pada 3000 rpm. Sedangkan daya maksimal sebesar 5,13 HP pada 8000 rpm, dan daya minimum sebesar 1,41 HP pada 3000 rpm pada bahan bakar minyak pertalite. Pengujian dengan menggunakan bahan bakar gas LPG mendapatkan daya maksimal sebesar 4,13 HP pada 8000 rpm dan daya minimum sebesar 1,38 HP pada 3000 rpm. Dengan analisa paired sample t-test yaitu membandingkan torsi yang menggunakan pertalite dengan torsi yang menggunakan LPG, dan membandingkan daya yang menggunakan pertalite dengan daya yang menggunakan LPG didapatkan t-tabel < t-hitung. Dan dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan bakar minyak pertalite menghasilkan torsi dan daya yang lebih baik dibandingkan menggunakan bahan bakar gas LPG.Kata Kunci : Bahan Bakar Minyak Pertalite dan Bahan Bakar Gas LPG, Daya dan Torsi. The purpose of this study is to determine the ratio of torque and power on Honda Supra Fit 100cc motorcycle in 2000 with the use of Pertalite fuel oil and LPG gas fuel. The method used in this research is an experiment using Dynotest ABD Digital System test parameter. From the test results obtained maximum torque of 5.81 Nm at 4000 rpm, and minimum torque of 3.34 Nm at 3000 rpm on Pertalite fuel oil. Tests using LPG gas fuel obtained maximum torque of 5.40 Nm at 4000 rpm, and minimum torque of 2.83 Nm at 3000 rpm. While the maximum power of 5.13 HP at 8000 rpm, and minimum power of 1.41 HP at 3000 rpm on Pertalite fuel oil. Tests using LPG gas fuel get a maximum power of 4.13 HP at 8000 rpm and minimum power of 1.38 HP at 3000 rpm. By paired sample t-test analysis comparing torque using pertalite with torque using LPG, and comparing power using pertalite with power using LPG obtained t-table keyword : Pertalite Oil Fuel and LPG Gas Fuels, Power and Torque.
ANALISA PERBANDINGAN PENGGUNAAN PEMINDAH TENAGA BERJENIS TIMING BELT DAN RANTAI DENGAN VARIASI PUTARAN MESIN TERHADAP TORSI DAN DAYA KENDARAAN PADA MOTOR VIXION TAHUN 2009 Mahayana, I Wayan Dalem; Wigraha, Nyoman Arya; Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.10608

Abstract

Sistem pemindah tenaga merupakan suatu system yang berfungsi untuk meneruskan tenaga mesin sampai ke roda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan torsi pada motor vixion tahun 2009 150cc dengan penggunaan pemindah tenaga berjenis timing belt dengan rantai dan untuk mengetahui perbandingan daya pada motor vixion tahun 2009 150cc dengan penggunaan pemindah tenaga berjenis timing belt dengan rantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan parameter uji Dynotest Sport Device 3.8. Dari hasil pengujian dari rpm 4500 sampai rpm 9500 dengan kelipatan 500 rpm torsi yang dihasilkan dapat dirata – ratakan menjadi 8.685455 N.m pada penggunaan rantai dan 9.09 N.m pada penggunaan timing belt. Dan dari hasil pengujian dari rpm 4500 sampai rpm 9500 dengan kelipatan 500 rpm daya yang dihasilkan dapat dirata – ratakan menjadi 8.586364 HP pada penggunaan rantai dan 8.973636 HP pada penggunaan timing belt. Data yang didapat diolah menggunakan SPSS 17.0 dengan analisa paired sampel t-test dengan membandingkan data daya yang disalurkan rantai dengan daya yang disalurkan timing belt dan membandingkan torsi yang disalurkan rantai dengan torsi yang disalurkan timing belt dimana hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Dan dapat disimpulkan bahwa penggunaan timing belt dapat meneruskan daya dan torsi lebih baik dari rantai dan perbedaannya dinyatakan signifikanKata Kunci : pemindah tenaga, daya, torsi, rantai, timing belt Power transfer system is a system that serves to continue the engine power to the wheels. The purpose of this research is to know the ratio of torsi to motorcycle vixion in 2009 150cc with the use of power transfer manifold timing belt with chain and to know the power ratio in motorcycle vixion year 2009 150cc with the use of power transfer manifold timing belt with chain. The method used in this research is an experiment using Dynotest Sport Device 3.8 test parameters. From the test results from 4500 rpm to 9500 rpm with a multiple of 500 rpm torsi can be averaged to 8.685455 N.m on the use of chains and 9.09 N.m on the use of timing belt. And from the test results from 4500 rpm to 9500 rpm with a multiple of 500 rpm the power generated can be averaged to 8.586364 HP on the use of chains and 8.973636 HP on the use of timing belt. The data obtained was processed using SPSS 17.0 with paired sample t-test analysis by comparing power data channeled by power channeled timing belt and compare torsi channeled by torsi which channeled timing belt where the result of this research is presented in table and graph form. And it can be concluded that the use of timing belt can continue power and torsi better than chain and the difference is significantkeyword : Transfer of power, power, torque, chain, timing belt
RANCANG BANGUN MESIN POMPA AIR DENGAN SISTEM RECHARGING Yana, Komang Lingga; Dantes, Kadek Rihendra; Wigraha, Nyoman Arya
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.10872

Abstract

ABSTRAK Pengembangan mesin pompa air dengan sistem recharging, bertujuan untuk mebantu maslah pendistribusian air pada daerah yang mengalami krisis energi. Mesin pompa air dengan sistem recharging ini mampu beroprasi dengan sumber daya dari baterai sehingga sangat hemat energi, ramah lingkungan dan mudah dibawa kemana saja karena dimensinya tidak terlalu besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan fungsional dan pendekatan structural, dengan metode observasi,dokumentasi dan prototype. Data teknis mesin yang dibuat adalah, panjang 50 cm, lebar 28 cm, tinggi 35 cm, mesin berpenggerak motor dc 12 volt 2500 Rpm, transmisi 1:1. Hasil pengujian kinerja mesin didapatkan hasil sebagai berikut, tegangan yang dihasilkan 14 volt, arus yang dihasilkan 8 ampere, kapasitas air yang mampu dihisap 136,2 liter dengan pengoprasian mesin selama satu jam dan tanpa terjadi kerusakan komponen pada mesin pompa air dengan sistem recharging. Keberhasilan penelitian ini dapat menekan biaya oprasional untuk pendistribusian air pada daerah yang mengalami krisis energi, serta dapat mengurangi pencemaran lingkungan karena pengoprasiannya tidak menggunakan BBM dan listrik PLN. Kata Kunci : Kata Kunci : Kinerja, Mesin Pompa Air Dengan Sistem Recharging, Ramah Lingkungan Development of water pump machine with recharging system, aims to help the distribution of water in areas experiencing energy crises. Water pump machine with recharging system is able to operate with the resources of the battery so it is very energy efficient, environmentally friendly and easy to carry anywhere because the dimensions are not too large. This research uses functional approach and structural approach, with observation method, documentation and prototype. Engine technical data made is, length 50 cm, width 28 cm, height 35 cm, engine motor dc 12 volt 2500 Rpm, transmission 1: 1. Engine performance test results obtained as follows, the resulting voltage 14 volts, the resulting current 8 ampere, the capacity of water that can be sucked 136.2 liters with operating machine for one hour and without damage to the component on the water pump machine with recharging system. The success of this research can reduce the oprasional cost for the distribution of water in areas experiencing energy crisis, and can reduce environmental pollution because the operation does not use fuel and electricity.keyword : Keywords: Performance, Water Pump Machine With Recharging System, Environmentally Friendly
PENGARUH ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN IMPAK DAN MODEL PATAHAN KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT KELAPA (COCOS VERIDIS) Yasa, Kadek Odi Supertama; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i1.11236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi serat terhadap kekuatan impak dan model patahan komposit polyester berpenguat serat tapis kelapa untuk mengetahui perbandingan kekuatan impak dari orientasi serat continuous, discontinuous, dan woven. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan variabel terikat kekuatan impak, dan variabel bebas yaitu orientasi serat continuous, discontinuous, dan woven. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis data yang dilakukan didapat hasil dari perhitungan uji lanjut dengan uji t scheffe dengan nilai |t1-2|∶t = 13,65, |t1-3|∶t = 15,26, dan |t2-3|:t = 28,91. Nilai ini membuktikan bahwa hasil tersebut lebih besar dari distribusi t yang sebesar 2,228.Berdasarkan dari uji lanjut yang sudah didapat, dapat disimpulkan bahwa orientasi serat berpengaruh terhadap kekuatan impak. Orientasi serat woven lebih berpengaruh dari pada orientasi serat continuous dan discontinuous. Selanjutnya orientasi serat continuous lebih berpengaruh dari pada orientasi serat discontinuous. Secara mikroskopik pada patahan komposit, kondisi patahan menunjukkan mekanisme Fiber Pull Out, dimana pada ujung patahan terlihat ada pemutusan serat bahkan kondisi serat tercabut dari matriknya. Keadaan tersebut terjadi pada semua spesimen baik itu Continuous, Discontinuous, dan Woven. Hal tersebut dikarenakan matrik tidak mampu mengikat serat dengan baik. Pada orientasi serat Woven terlihat ada bagian serat yang tidak terkena matrik dengan sempurna (delaminasi). Delaminasi biasanya terjadi akibat terlalu rapat penyusunan serat. Kata Kunci : Kata kunci : orientasi serat, kekuatan impak, model patahan. The objective of this research is to know the effect of fiber orientation on impact strength and fractional model of polyester fiber-reinforced composite fi ber to find out the comparison of impact strength from continuous, discontinuous and woven fiber orientation. This research is a research of experimental method with dependent variable of impact strength, and independent variable that is continuous, discontinuous, and woven fiber orientation. Based on the results of testing and analysis of data obtained obtained the results of the calculation of further tests with t test scheffe with the value | t1-2 |: t = 13.65, | t1-3 |: t = 15.26, and | t2-3 | : T = 28.91. This value proves that the result is greater than the t distribution of 2,228.Based on the further test that has been obtained, it can be concluded that the fiber orientation effect on impact strength. The orientation of woven fibers is more influential than the continuous and discontinuous fiber orientation. Furthermore, continuous fiber orientation is more influential than discontinuous fiber orientation. Microscopically on the composite fracture, the fracture condition indicates the mechanism of Fiber Pull Out, where at the fracture ends there is a fiber termination and even the fiber condition is removed from the matrix. The condition occurs in all specimens be it Continuous, Discontinuous, and Woven. This is because the matrix is not able to bind fibers well. In the orientation of Woven fibers there is a part of the fiber that is not exposed to the matrix perfectly (delamination). Delamination usually occurs due to too tightly arranged fiber.keyword : Keywords: fiber orientation, impact strength, fracture model.