cover
Contact Name
Fatwa Nurul Hakim
Contact Email
hakiimfatwa@gmail.com
Phone
+6282134205810
Journal Mail Official
mipksb2p3ks@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kesejahteraan Sosial No. 1 Sonosewu, Kasihan Bantul DIY
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial
ISSN : 20884265     EISSN : 25279750     DOI : -
Core Subject : Social,
Hasil penelitian maupun studi literatur bidang kesejahteraan sosial meliputi Penanganan fakir miskin, rehabilitasi sosial, perlindungan dan jaminan sosial serta pemberdayaan sosial
Articles 136 Documents
Peran Panti Wredha Dharma Bhakti dalam Membina Lanjut Usia Fatwa Nurul Hakim
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 42 No 2 (2018): Volume 42 Nomor 2 Agustus 2018
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v42i2.2246

Abstract

Lanjut usia merupakan sumber daya manusia yang mengalami penurunan produktifitas sehingga mereka cenderung tergantung pada keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dan usaha Panti Wredha Dharma Bhakti Surakarta dalam membina dan mencukupi kebutuhan klien. Metode penelitian dengan metode historis, pengumpulan data dengan wawancara untuk mendapatkan keterangan dari para pegawai, petugas, serta para penghuni Panti Wredha Dharma Bhakti analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panti sosial panti wredha melaksanakan fungsinya dengan pembinaan mental, pembinaan fisik atau perawatan diri, pembinaan ketrampilan, pembinaan olahraga dan rekreasi
Penyandang Disabilitas: Menelisik Layanan Rehabilitasi Sosial Difabel pada Keluarga Miskin Sunit Agus Tri Cahyono
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 41 No 3 (2017): Volume 41 Nomor 3 Desember 2017
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v41i3.2257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan rehabilitasi sosial difabel pada keluarga miskin di Kota Bandung. Tipe penelitian deskriptif, dengan sasaran subjek informan dari keluarga miskin yang memiliki anggota penyandang disabilitas. Objek penelitian mencakup upaya keluarga mengakses layanan pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, jaminan dan perlindungan sosial bagi disabilitas. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Data dan informasi dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kurangnya pemahaman orang tua terhadap hak-hak dasar difabel, akses informasi, keterbatasan sarana-prasarana, serta kemiskinan yang menjerat keluarga, sebagai penyebab utama sebagian besar penyandang disabilitas kurang menerima layanan rehabilitasi di bidang  pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perlindungan dan jaminan sosial. Perlunya Kementerian Sosial  RI, melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas melakukan advokasi,  konseling, dan pendampingan bagi keluarga tentang hak-hak asasi penyandang disabilitas, merupakan satu dari sejumlah rekomendasi yang diajukan dalam penelitian ini.
EKSISTENSI PENDAMPING SOSIAL DALAM PENANGANGAN PERMASALAHAN KESEJAHTERAAN SOSIAL EXISTENCY IN SOCIAL ASSISTANCE HANDLING SOCIAL WELFARE PROBLEMS Tateki Yoga tursilarini
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 44 No 3 (2020): Volume 44 Nomor 3 Desember 2020
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v44i3.2346

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui profil, kompetensi dan kualifikasi serta besar insentif pendamping sosial  dalam pendampingan program penanganan permasalahan kesejahteraan sosial (PPKS). Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi. Sumber data primer, pendamping sosial 45 orang, sumber data sekunder 5 informan stakeholder  dan 10 orang penerima manfaat program. Teknik pengumpulan data angket/quesioner, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Temuan penelitian pendamping sosial dari berbagai program Kementerian Sosial yaitu PKH 40 %, program BPNT 15%, dan 45% dari berbagai program (Kube, WRSE, Aslut, ODGJ, Perlindungan Anak/ABH. Jenis kelamin sebagian besar 71% berjenis kelamin perempuan dan 29% berjenis kelamin laki-laki. Pendamping sosial seluruhnya berusia produktif, (21-50 tahun) terbukti sebagian besar 95,5%, pendamping 4,5% memiliki usia (51 dan 55 tahun) dalam kategori tidak produktif. Mayoritas berstatus kawin 80%, dan belum kawin 20%. Pendamping sosial mayoritas berpendidikan S1,75,55%, dan 24,45% berpendidikan tamat SLTA. Penghasilan terendah responden per bulan adalah Rp.500.000,- - tertinggi Rp.4.500.000,- dan rata-rata sebesar Rp.2.507.668,-. Kompetensi pendamping sosial dari hasil pengukuran diperoleh skor antara 86% - 100% (sangat efektif) dan rerata pada pengetahuan sebesar (92,81%) adalah sangat efektif, aspek keterampilan sebesar (94,53%) sangat efektif dan pada aspek sikap sebesar (99,14%) adalah sangat efektif. Kualifikasi pendamping sosial sebagian besar (75,55%) Pendamping Sosial Generalis (S1), dan  (24,45%) sebagai Asisten Pendamping Sosial. Rekomendasi (1) Perlu dilakukan pengukuran kompetensi dengan indikator yang teruji secara teoritis dan empiris (pengetahuan, keterampilan) dalam bentuk tes, sedangkan pengukuran sikap non tes (wawancara). (2) Kualifikasi dan kompetensi pendampingan disesuaikan dengan beban tugas yang dilaksanakan dan keahlian yang dibutuhkan. (3) Model pendampingan dimulai dari tahap (perencanaan, inisiasi program, pasca inisiasi dan pengakhiran pendampingan).Kata Kunci: eksisensi; pendamping sosial; penanganan kesejahteraan sosialAbstractThis study aims to determine the profile, competence and qualifications as well as the amount of incentives for social assistance in assisting social welfare problems handling programs (PPKS). This type of research is evaluation research. Primary data sources, 45 social assistants, 5 secondary data sources, 5 stakeholder informants and 10 program beneficiaries. Techniques for collecting data were questionnaires, in-depth interviews, and document review. Descriptive quantitative and qualitative data analysis. The findings of social companion research from various Ministry of Social programs are PKH 40%, BPNT program 15%, and 45% from various programs (Kube, WRSE, Aslut, ODGJ, Child Protection /ABH. Most of the sexes are 71% female and 29 % are male. All social companions are of productive age, (21-50 years) proved to be mostly 95.5%, companions 4.5% have age (51 and 55 years) in the unproductive category. The majority are married 80% , and 20% unmarried. The majority of social companions have a bachelor's degree, 75.55%, and 24.45% have graduated from high school. The lowest income of respondents per month is Rp. 500,000, - the highest is Rp. an average of Rp. 2,507,668, -. The competence of social assistants from the measurement results obtained a score between 86% - 100% (very effective) and the mean on knowledge of (92.81%) is very effective, the skill aspect is (94.53 %) very effective and in the attitude aspect (99.14%) is very e effective. Most of the qualifications of social companions are (75.55%) Generalist Social Assistants (S1), and (24.45%) as Social Assistants. Recommendations (1) It is necessary to measure competence with indicators tested theoretically and empirically (knowledge, skills) in the form of tests, while measuring attitudes is non-test (interview). (2) Qualifications and competence of mentoring are adjusted to the workload carried out and the required expertise. (3) The mentoring model starts from the stages (planning, program initiation, post-initiation and termination of mentoring). Keywords: existency; social companion; handling of social welfare
Kebutuhan Pelayanan Sosial Kat: Belangun dan Kematian pada Orang Rimba Retnaningdyah Weningtyastuti
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 41 No 1 (2017): Volume 41 Nomor 1 April 2017
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v41i1.2273

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kehidupan Suku Anak Dalam (SAD) atau dikenal juga sebagai Orang Rimba di Provinsi Jambi, tepatnya yang berada di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD). Orang Rimba yang dahulunya hidup damai dalam kemewahan hutan yang menyediakan segala macam kebutuhan, kini mengalami perubahan dan tekanan dari luar serta terpinggirkan. Tahun 2014/2015 berita kematian pada Orang Rimba secara beruntun menjadi pusat perhatian. Adanya kematian pada Orang Rimba, secara tradisi mereka harus melakukan belangun untuk menghilangkan kedukaan. Pada saat belangun, Orang Rimba dan kelompoknya meninggalkan pemukiman sebelumnya untuk berpindah menuju wilayah lain hingga waktu tertentu atau ketika kesedihan akibat ditinggalkan kerabat sudah hilang. Mereka tidak membawa banyak barang dan makanan. Tidak jarang kondisi ketika belangun sering terjadi kekurangan gizi sehingga banyak yang sakit dan berujung pada kematian karena tidak ditangani. Hutan sebagai sumber penghidupan yang semakin habis juga membuat peta belangun menjadi terbatas. Bahan makanan dari hutan semakin menipis. Kematian yang terjadi pada saat belangun membuat Orang Rimba harus bergerak terus untuk mencari lokasi baru. Direkomendasikan kepada Kementerian Sosial khususnya Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial yang membawahi masalah Komunitas Adat Terpencil (KAT) untuk dapat meningkatkan pelayanan sosial kepada Orang Rimba ketika belangun dimana mereka hidup.
Eksistensi Lembaga Kesejahteraan Sosial Jabal Nur dalam Memberdayakan Anak Elly Kuntjorowati
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 42 No 2 (2018): Volume 42 Nomor 2 Agustus 2018
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v42i2.2240

Abstract

Peneliti tertarik untuk mengungkap Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) ini dikarenakan dari awal pendiriannya hingga kini memiliki sekolah dari tingkat SD sampai SMA berkat perjuangannya sendiri dari ibu Safia Lamali. Bentuk pelayanan sosial bagi anak yatim piatu yaitu pemenuhan kebutuhan fisik, psikis dan sosial. LKS Jabal Nur telah menunjukkan keterlibatan dalam pemberdayaan bagi anak yatim piatu, maka penelitian ini bertujuan mengungkapkan eksistensi Lembaga Kesejahteraan Sosial  Jabal Nur dalam memberdayakan anak-anak yatim piatu, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terhadap pengurus panti, Dinas Sosial selaku pembina, dan anak-anak panti. Temuan penelitian keberadaan LKS Jabal Nur telah berkontribusi dalam penanganan anak yatim piatu yaitu dengan memberikan pelayanan pendidikan formal dari tingkat SD, SLTP dan SLTA. Selain itu pemberdayaan bagi anak yatim piatu berupa bimbingan fisik, psikis dan sosial untuk bekal kemandirian anak. Kesimpulan bahwa wujud nyata keberadaan LKS Jabal Nur telah memberikan kontribusi dalam pelayanan akan kebutuhan pendidikan formal bagi anak yatim piatu dari tingkat SD, SLTP dan SLTA. Anak anak juga mendapatkan bimbingan fisik, psikis dan sosial sebagai modal untuk kemandirian hidupnya. Rekomendasi guna untuk meningkatkan eksistensi Lembaga Kesejahteraan Sosial Jabal Nur, maka diperlukan membangun jejaring kerja dengan dunia swasta agar mempunyai donatur tetap. Setelah lulus SMA agar anak-anak tersebut diarahkan untuk bisa bekerja atau melanjutkan kuliah ke perguruan bagi anak yang berprestasi dengan biaya dari LKS Jabal Nur
Eksistensi Kube dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Keluarga Miskin Siti Wahyu Iryani
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 40 No 2 (2016): Volume 40 Nomor 2 Agustus 2016
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v40i2.2289

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan Kube ditinjau dari aspek sosial, ekonomi dan kelembagaan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat. Sampel penelitian dipilih 10 Kube di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan pertimbangan keluarga miskin di lokasi ini besar dan di antaranya mendapat bantuan dari Kementerian Sosial melalui program Kube Fakir Miskin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Hasil  penelitian menemukan, bahwa mayoritas Kube dalam kategori berkembang, ditinjau dari kinerja Kube dari aspek sosial, mayoritas tujuh Kube (70 persen) memiliki kinerja cukup baik.  Dari aspek ekonomi, lima Kube (50 persen) memiliki kinerja kurang baik. Dari aspek kelembagaan, lima Kube  (50 persen) memiliki kinerja kurang baik. Faktor pendukung pelaksanaan Kube adalah semangat anggota kelompok yang tinggi, kuatnya rasa kebersamaan, adanya pendamping yang kompeten, dukungan masyarakat potensi lokal dan nilai kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh anggota Kube. Faktor  penghambat pelaksanaan Kube adalah rendahnya kualitas SDM sasaran (pendidikan rendah, keterampilan dalam mengelola usaha terbatas), kendala geografis, dan lemah dalam membangun networking. Direkomendasi perlunya Kementerian Sosial, khususnya Direktorat Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan dan Pusdiklat BBPPKS menyusun program pemberdayaan keluarga miskin, pengembangan aspek sosial, aspek ekonomi dan kelembagaan secara seimbang. Perlu ada pendampingan intensif dalam rangka peningkatkan kualitas dan kuantitas product untuk mencapai perkembangan Kube yang optimal.Â