cover
Contact Name
Fatwa Nurul Hakim
Contact Email
hakiimfatwa@gmail.com
Phone
+6282134205810
Journal Mail Official
mipksb2p3ks@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kesejahteraan Sosial No. 1 Sonosewu, Kasihan Bantul DIY
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial
ISSN : 20884265     EISSN : 25279750     DOI : -
Core Subject : Social,
Hasil penelitian maupun studi literatur bidang kesejahteraan sosial meliputi Penanganan fakir miskin, rehabilitasi sosial, perlindungan dan jaminan sosial serta pemberdayaan sosial
Articles 136 Documents
Pendampingan Kelayan di Panti Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba Ani Mardiyati; Dwi Winarni
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 40 No 2 (2016): Volume 40 Nomor 2 Agustus 2016
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v40i2.2293

Abstract

Permasalahan mengenai penyalahgunaan narkoba masih menjadi bahan pemikiran bagi pemerintah dan swasta. Berdirinya panti rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba, baik milik pemerintah maupun swasta merupakan bukti usaha yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan narkoba melalui sistem panti dan non panti, prinsipnya memiliki tujuan untuk membantu kelayan mampu mengurangi ketergantungan dan dapat berperan secara sosial. Pendamping di panti rehabilitasi memiliki kompetensi pekerjaan sosial, khususnya adiksi. Kementerian Sosial menyiapkan pendamping adiksi melalui rekruitmen dalam menjawab kebutuhan makin meningkatnya korban penyalahgunaan narkoba yang harus direhabilitasi. Kajian ini berupaya menganalisa permasalahan korban penyalahgunaan narkoba, yang bisa sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan melalui rehabilitasi. Pedamping berperan sebagai motivator dalam menjalani tahap-tahap rehabilitasi. Peran pendamping begitu penting membantu korban dalam mengurangi ketergantungan, mengembalikan korban ke lingkungan keluarga dan menjalankan peran sosial dengan baik. Kompetensi pendamping merupakan sebuah keutamaan. Ketersediaan pendamping dalam panti rehabilitasi korban narkoba merupakan sebuah keniscayaan, tetapi suplay skill khusus yang berkompeten dalam pendampingan kurang memenuhi
Desa Inklusi Sebagai Perwujudan Pembangunan Berkelanjutan bagi Penyandang Disabilitas Ratih Probosiwi
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 41 No 3 (2017): Volume 41 Nomor 3 Desember 2017
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v41i3.2255

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran perubahan paradigma pembangunan berkelanjutan dan peluang serta kewajiban desa dalam inklusi sosial. Tulisan ini juga diharapkan mampu mengembangkan diskursus tentang desa inklusi, layanan ramah penyandang disabilitas di tingkat desa pada tataran teoritis. Tulisan disusun melalui kajian beberapa literatur terkait konsep dan pentingnya inklusi sosial di tingkat desa dan dianalisis sesuai kepentingan penyandang disabilitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa inisiatif untuk membentuk desa inklusi telah muncul di beberapa wilayah yang didorong dari kesadaran untuk meningkatkan pemenuhan hak penyandang disabilitas terutama pelibatan penyandang disabilitas dalam proses pembangunan. Desa inklusi yang dimaksud bukanlah berarti desa yang khusus bagi penyandang disabilitas, melainkan desa yang memberikan layanan ramah bagi penyandang disabilitas. Selain itu, desa inklusi juga dimaknai sebagai desa yang menerima perbedaan secara positif dan mendorong masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa. Sistem informasi desa menjadi hal penting dalam membangun desa inklusi karena menjadi dasar perencanaan pembangunan. Komitmen dan perubahan cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas juga harus terus ditingkatkan untuk menjamin terciptanya desa inklusi.
PILAR-PILAR KEBERDAYAAN LANJUT USIA : JALAN MENUJU LANSIA PEREMPUAN SEJAHTERA PILLARS OF EMPOWERMENT FOR ADVANCED AGE: THE ROAD TO A WOMEN'S PROSPEROUS LANSIA Dra. Sri Yuni Murtiwidayanti
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 44 No 3 (2020): Volume 44 Nomor 3 Desember 2020
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v44i3.2379

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan berbagai Pilar keberdayaan sosial ekonomi yang menyebabkan lansia perempuan bakul ekonomi lansia perempuan mampu bertahan hidup dan  melakukan kegiatan ekonomi produktif serta  sosial. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive yakni di kabupaten yang memilki pasar yang sebagian pedagang berusia lanjut dan melakukan aktivitas berjualan di pasar. Atas dasar hal tersebut ditentukan pasar Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terstruktur dengan memberi kesempatan kepada informan untuk memberikan informasi secara luas terhadap butir-butir pertanyaan berdasarkan pengetahuan, wawasan, dan pengalaman yang mereka miliki. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Dalam kajian ini ditemukan Aktivitas menjadi bakul menunjukkan masih adanya keberdayaan lansia perempuan baik pada Pilar fisik, ekonomi, sosial, dan psikologis. Pilar keberdayaan fisik lansia perempuan di pasar tradisional Tegalrejo ini ditunjukkan dengan kemampuan kesehatan yang prima selama melakukan aktivitas ekonomi di pasar. Pilar keberdayaan ekonomi tampak pada kemandirian profesi bakul lansia perempuan yang menghasilkan pendapatan untuk keparluan hidup sehari-hari. Secara esensial, keberdayaan ekonomi ini juga bermanisfestasi pada Pilar sosial-psikologis berupa relasi harmonis sesama bakul dan dengan para pelanggan maupun dengan pembeli lain. Ditinjau dari Pilar psikis, sebagai “wong cilik” relasi sosial di antaranya mereka berkembang menjadi perasaan nyaman dan bahagia selama menjalankan profesi sebagai bakul.   Berdasarkan temuan tersebut direkomendasikan kepada Dinas Sosial dan stakeholder terkait lain di Kabupaten Magelang untuk memberikan perhatian khusus pada upaya peningkatan kesejahteraan sosial melalui serangkaian program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi kesejahteraan sosial lansia perempuan. Kata Kunci: Lansia; Sejahtera; Keberdayaan; Perempuan AbstractThis study aims to describe the various pillars of socio-economic empowerment that cause elderly women to survive and carry out productive and social economic activities. The research location was determined purposively, namely in districts that have markets where some of the traders are elderly and carry out selling activities in the market. On the basis of this, the Tegalrejo market, Magelang Regency, Central Java Province was determined. Data collection techniques are carried out through observation and structured interviews by giving informants the opportunity to provide broad information on question items based on their knowledge, insights, and experiences. The data analysis technique was conducted in a descriptive qualitative manner. In this study, it was found that the activity of being a basket shows that elderly women are empowered both in the physical, economic, social, and psychological pillars. This pillar of physical empowerment for elderly women in the Tegalrejo traditional market is shown by their excellent health abilities during economic activities in the market. The pillars of economic empowerment can be seen in the independence of the elderly women baskets profession who generate income for their daily needs. Essentially, this economic empowerment also manifests the socio-psychological pillar in the form of a harmonious relationship among baskets and with customers and with other buyers. Judging from the psychic pillar, as "little people", the social relations between them develop into feelings of comfort and happiness during their profession as baskets. Based on these findings, it is recommended that the Office of Social Affairs and other relevant stakeholders in Magelang District pay special attention to efforts to improve social welfare through a series of empowerment programs tailored to the needs, potentials and resources that can be used to improve the social welfare conditions of elderly women. Keywords: Elderly; Prosperous; Empowerment; Women.
KEBERHASILAN PELAYANAN REHABILITASI SOSIAL BAGI KORBAN PENYALAHGUNA NAPZA SUCCESS OF SOCIAL REHABILITATION SERVICES FOR VICTIMS OF DRUG ABUSE suryani S
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 44 No 2 (2020): Volume 44 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v44i2.2037

Abstract

abstract His study aims to determine the effectiveness of social rehabilitation services for victims of drug use. The location of the study was determined purposively, with consideration of the existing regional institutions / IPWL / social rehabilitation services that almost completed their rehabilitation period, for this reason the City of Pekan Baru Riau Province was determined (IPWL Lighthouse). The target of the research subject was determined purposively, male or female, as victims of drug abusers who were almost completely rehabilitated, then determined 30 residents. The object of the research is the effectiveness of social rehabilitation services for victims of drug abuse. Data collection techniques using interviews. Analysis of the data used is descriptive qualitative-interpretative. The results found social rehabilitation services for drug abusers victims (86.67%), there is still a 13.33 percent relapse rate, where the cause is association with peers, families do not want to accept and the community gives a negative stigma (excluded) Based on the above conclusions, it is recommended to the Indonesian Ministry of Social Affairs cq the Directorate of Social Rehabilitation of Drug Abuse Victims, for socialization to families and the community to be able to receive former residents back in their neighborhoods, further guidance is needed to monitor the progress of ex-residents through regular and ongoing visits.Keywords: Success - Social Rehabilitation - Drug Users abstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pelayanan rehabilitasi sosial bagi korban pengguna Napza. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, dengan pertimbangan daerah yang ada lembaga/IPWL/layanan rehabiltasi sosial Napza yang hampir  menyelesaikan masa rehabilitasinya, untuk itu ditentukan Kota Pekan Baru Provinsi Riau (IPWL Mercusuar). Sasaran subjek penelitian ditentukan secara purposive, yaitu laki-laki atau perempuan, sebagai korban penyalahguna Napza yang hampir selesai direhabilitasi, maka ditentukan 30 residen. Sasaran objek penelitian adalah efektivitas pelayanan rehabilitasi sosial korban penyalahguna Napza. Teknik pengumpulan data menggunakan  wawancara. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif-interpretatif. Hasil penelitian ditemukan pelayanan rehabiltasi sosial penyalahguna Napza korban penyalahguna Napza efektif, (86,67%), masih ada tingkat relapse 13,33 persen, dimana penyebabnya adalah pergaulan dengan teman sebaya, keluarga tidak mau menerima serta masyarakat memberikan stigma yang negatif (dikucilkan) berdasarkan kesimpulan  di atas, direkomendasikani kepada Kementerian Sosial RI cq Direktorat Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahguna Napza, untuk sosialisasi kepada keluarga dan  masyarakat agar bisa menerima kembali eks residen di lingkungannya, perlu bimbingan lanjut untuk memantau perkembangan eks residen  melalui kunjungan rutin dan berkelanjutan.Kata kunci: Keberhasilan –Rehabiliatsi Sosial –Pengguna Napza                 
Peran Keluarga Dalam Mewujudkan Lanjut Usia Sejahtera Murdiyanto Murdiyanto; Tri Gutomo
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 41 No 1 (2017): Volume 41 Nomor 1 April 2017
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v41i1.2271

Abstract

Penelitian Peran Keluarga dalam Mewujudkan Lanjut Usia Sejahtera bertujuan untuk mengetahui bentuk pelayanan dan faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan pelayanan terhadap lanjut usia. Lokasi penelitian ditetapkan di Desa Krembangan Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulonprogo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan alasan bahwa di daerah tersebut banyak terdapat penduduk lanjut usia dalam lingkungan keluarga. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Berbagai data dan informasi hasil pengumpulan data dianalisis secara kualitatif dan dideskripsikan menggunakan narasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa bentuk pelayanan terhadap lanjut usia meliputi layanan pemenuhan kebutuhan fisik, seperti menyediakan tempat tinggal yang layak, menyediakan makanan dan pakaian, serta pemeliharaan kesehatan. Layanan pemenuhan kebutuhan psikis, seperti pemberian ketenteraman, kasih sayang, kenyamanan, dan kesempatan untuk melakukan aktivitas yang diinginkan. Layanan kebutuhan sosial lebih banyak bersifat psikologis yang berasal dari lingkungan tempat tinggal, seperti perhatian dan penghormatan sehingga menimbulkan rasa senang dan ketenangan lanjut usia. Faktor yang berpengaruh berupa penghasilan keluarga, beban tanggungan keluarga, proses interaksi dan komunikasi, serta keberadaan dan potensi lanjut usia. Peran keluarga sangat penting dalam memberikan layanan kepada lanjut usia untuk mewujudkan lanjut usia yang sejahtera. Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan berupa penyuluhan sosial kepada keluarga tentang pelayanan lanjut usia, sehingga keluarga dapat melaksanakan pelayanan kepada lanjut usia di lingkungan keluarga masing-masing. Perlu adanya bimbingan sosial dan pemberian informasi bagi keluarga lanjut usia agar mengetahui serta memahami kondisi fisik, psikis, dan sosial lanjut usia sehingga dapat mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi pada dirinya. 
DIY Rentan Terhadap Hiv Dan Aids Lis tyawati; R. Suprayogo
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 42 No 2 (2018): Volume 42 Nomor 2 Agustus 2018
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v42i2.2238

Abstract

Tujuan kajian ini adalah terdeskripsikannya jumlah pengidap HIV dan AIDS, terdeskripsikan faktor penyebab, dan dampak tertularnya HIV dan AIDS. Sifat kajian ini deskriptif, dengan pendekatan menggunakan studi dokumen. Tehnik analisa data yang dipergunakan adalah tehnik deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa jumlah, pengidap HIV dan AIDS di DIY, jumlah HIV 3.334 kasus dan AIDS sebanyak 1.314 kasus, sebagian besar yang terkena kasus jenis kelamin laki-laki. Jumlah kasus yang ada tersebut yang telah meninggal dikarenakan HIV  sebanyak 283 orang dan AIDS sebanyak 181 orang. Berdasarkan data sampai dengan maret tahun 2016 tingkat penyebaran HIV dan AIDS di DIY tertinggi di Kabupaten Sleman. sedangkan pada tahun 2014 peringkat tertinggi Kota Yogyakarta ini diartikan mengalami pergeseran. Direkomendasikan: upaya untuk meningkatkan penanggulangan dengan meningkatkan pencegahan dan penanganan agar lebih efektif dan efisien dengan melibatkan berbagai elemen terkait dari tingkat pusat maupun daerah, antara lain seperti Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Komisi Penanggulangan AIDS, Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Kepolisian, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Hak-Hak Disabel yang Terabaikan Kajian Pemenuhan Kebutuhan Dasar Penyandang Disabilitas Keluarga Miskin Sunit Agus Tri Cahyono; Pantyo Nugroho Probokusumo
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 40 No 2 (2016): Volume 40 Nomor 2 Agustus 2016
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v40i2.2287

Abstract

Penelitian hak-hak difabel yang terabaikan ini bertujuan mendeskripsikan pemenuhan hak-hak rehabilitasi penyandang disabilitas dalam keluarga miskin di Kota Banjarmasin. Analisis data secara deskriptif kualitatif, informan terdiri atas keluarga dan penyandang disabilitas, aparat dinas sosial, pelaku program rehabilitasi, dan tokoh masyarakat peduli difabel. Data dan informasi diperoleh melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sebagian besar penyandang disabilitas mengalami perlakukan diskriminatif dalam memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti hak mengikuti pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan, akses mobilitas fisik dan sosial, rekreasi, serta persamaan dalam hukum dan politik. Penelitian merekomendasikan kepada Kementeriann Sosial, dinas sosial, dan instansi terkait perlunya dilakukan konseling terhadap keluarga/orangtua berkait dengan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, melalui peningkatan atau penguatan peran orangtua dalam pengasuhan,  rehabilitasi,  potensi dan kebutuhan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga penyandang disabilitas, terutama yang berkait  hak pendidikan, kesehatan, pekerjaan, jaminan dan perlindungan sosial, informasi dan komunikasi, hak mobilitas fisik, situasi darurat,olahraga, hiburan, rekreasi, serta hak persamaan atas hukum dan politik.
ESKALASI BANJIR PERKOTAAN DI INDONESIA Gunawan Gunawan
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 44 No 2 (2020): Volume 44 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v44i2.2176

Abstract

Eskalasi banjir di Indonesia adalah kajian dokumentasi yang bertujuan untuk mengeksplorasi faktor penyebab terjadinya trend banjir di Indonesia yang semakin meningkat. Fakta dan realitas sosial ditelusuri dari Web site, buku, jurnal hasil penelitian, maupun dokumen yang mempunyai relevansi terhadap tujuan pengkajian. Analisis kesenjangan yang digunakan dalam pengkajian ini dapat mengungkapkan beberapa faktor dominan yang mempengaruhi terjadinya eskalasi banjir, bahwa banjir semakin meningkat bukan semata siklus air tetapi banyak terpicu oleh perilaku manusia. Di Indonesia terdapat sekitar 300 kota/kabupaten yang berkembang di dekat sumber air. Fenomena perilaku manusia ini termanifestasikan dalam (1) alih fungsi lahan pertumbuhan kota yang berdampak pada berkurangnya lahan resapan, (2) berkurangnya pohon peredam benturan hujan dengan tanah (penyebab erosi) dan meningkatnya sedimentasi (4) Penyempitan sungai sungai untuk hunian dan akumulasi sampah yang terbuang di sungai. Beberapa persoalan tidak berdiri sendiri tetapi saling berkaitan. Hasil kajian ini merupakan informasi penting terutama untuk (1) peningkatan program peningkatan kesadaran (awarenes compain) terutama instansi sektoral, dunia usaha dalam pelestarian lingkungan dan (2) rencana aksi pengurangan risiko bencana banjir.
Peran Keluarga dalam Peningkatan Kesejahteraan Sosial Anak melalui Program Keluarga Harapan Siti Aminatun
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 40 No 3 (2016): Volume 40 Nomor 3 Desember 2016
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v40i3.2299

Abstract

Orangtua/keluarga adalah yang pertama-tama bertanggung jawab atas terwujudnya kesejahteraan sosial anak, melalui Program Keluarga Harapan  yang merupakan program penanggulangan kemiskinan lintas instansi  memberikan perlindungan sosial bagi keluarga sangat miskin (KSM). Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya peran keluarga dalam peningkatan kesejahteraan sosial anak melalui Program Keluarga Harapan. Sumber data dalam penelitian ini adalah pendamping PKH, KSM sebagai penerima manfaat, aparat Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banjar. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview), observasi, dan telaah dokumen. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa PKH mendapatkan respon positif dari KSM penerima manfaat. Kesadaran dan kepercayaan diri KSM terhadap potensi yang dimilikinya telah meningkatkan kemauan dirinya untuk dapat melaksanakan kewajiban sebagai orangtua/keluarga dengan menyekolahkan anak-anaknya, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara wajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut direkomendasikan kepada Kementerian Sosial RI dalam hal ini Direktorat Jaminan Kesejahteraan Sosial untuk mengembangkan program yang mendasarkan pada prinsip bahwa, lingkungan yang terbaik bagi tumbuh kembang anak secara maksimal adalah dalam asuhan dan perlindungan orangtua/keluarga.
Dukungan Istri Nelayan dalam Perekonomian Keluarga Andayani Listyawati; Suryani Suryani
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 41 No 2 (2017): Volume 41 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v41i2.2266

Abstract

Istri nelayan pada hakikatnya merupakan potensi yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Posisi istri sebagai ibu rumah tangga dapat ditingkatkan fungsinya sebagai pencari nafkah. Kondisi iklim dan hasil tangkapan yang tidak menentu, memicu nelayan harus menyesuaikan dengan kondisi pendapatan. Realitas tersebut menuntut dukungan istri dalam pendapatan rumah tangga. Penelitian dilakukan untuk mengetahui dukungan istri nelayan dalam perekonomian keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-qualitatif. Lokasi penelitian di Kalurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Data diperoleh melalui teknik wawancara, pengamatan, dan telaah dokumen. selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa nelayan dalam kategori usia muda, tingkat pendidikan menengah-rendah, dan berpenghasilan per bulan relatif terbatas yaitu antara Rp 701.000 sampai dengan Rp 1.000.000,-.  Kondisi tersebut mendukung istri nelayan untuk ikut membantu di bidang ekonomi keluarga dengan bekerja, seperti membuka warung sembako, beternak ayam, mengolah ikan dan buruh. Kesimpulan: dukungan istri baik dari memelihara ayam, membuka warung sembako, menjual hasil tangkapan ikan, maupun menjadi buruh berupa tambahan materi yang diperoleh berkisar Rp 200.000,- sampai dengan Rp 250.000,-. per bulan. yang diperoleh akhirnya mampu menambah daya tahan ekonomi rumah tangga nelayan. Rekomendasi ditujukan kepada Kementerian Sosial dan instansi terkait untuk secara bersama menyusun kebijakan sosial yang mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi keluarga nelayan melalui bimbingan dan pelatihan keterampilan usaha ekonomi produktif untuk istri nelayan.

Page 11 of 14 | Total Record : 136