cover
Contact Name
rusmala dewi
Contact Email
pipianto76@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pintarharati@upr.ac.id
Editorial Address
Progran Studi PG. PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya, JLn. H. Timang Komplek Kampus Tunjung Nyahoo Palangka Raya, Telp: (0536)3229107 E-mail pintarharati@fkip.upr.ac.id
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi
ISSN : 23015993     EISSN : 27155633     DOI : https://doi.org/10.36873/jph.v15i1.846
Core Subject : Education,
Jurnal Pintar Harati dengan ISSN 9-772301-599002, E-ISSN 2301-5993 terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juni dan Desember, Jurnal Pintar Harat adalah jurnal yang menyajikan jurnal hasil penelitian pendidikan dan Psikologi Dosen-dosen jurusan pendidikan anak usia dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas palangka Raya, serta dari instansi lainnya.
Articles 138 Documents
Penerapan Metode Cooperative Learning Dalam Meningkatkan Jiwa Sosial Pada Siswa : Mardani Mardani Mardani18
Jurnal Pendidikan dan Psikologi: Pintar Harati Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Pintar Harati Volume. 20, Nomor. 1, Juni 2024
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v20i1.9625

Abstract

Guru cenderung melakukan aktivitas belajar mengajar hanya menggunakan satu strategi pembelajaran yaitu dengan strategi ceramah. Padahal strategi pembelajaran itu sangat banyak, salah satunya yaitu strategi Cooperative Learning. Tujuan dilakukannya penelitian tentang metode Cooperative Learning ini untuk dapat mengetahui peranan metode ini dalam mengembangkan jiwa-jiwa sosial pada anak agar dapat bekerjasama tim dengan baik yang mana metode Cooperative Learning tersebut dapat merangsang siswa untuk berpikir kritis, dialogis, kreatif dan interaktif. Yaitu, memecahkan masalah atau menyajikan masalah dalam bentuk pertanyaan. Jawaban atas masalah berupa pertanyaan kemudian dicari baik secara individu maupun bersama-sama dengan pihak lain, misalnya sesama siswa dan guru itu sendiri. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu dengan metode kualitatif yang mana dengan cara kajian literatur yaitu metode untuk memperoleh data-data dengan cara penelusuran dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jiwa sosial pada anak akan lebih baik ketika sudah diterapkan metode Cooperative Learning dalam proses pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa metode Cooperative Learning ini sangat berpengaruh terhadap jiwa sosial anak yang mana ketika diterapkan metode ini anak-anak bisa bersosialisasi dengan teman yang lainnya dengan baik. Oleh karena itu, keterbatasan penelitian ini bahwa peneliti hanya melakukan penelitian tentang penerapan metode Cooperative Learning dalam meningkatkan jiwa sosial pada siswa saja, sehingga peneliti berharap untuk peneliti selanjutnya bisa mengembangkan lebih luas lagi tentang metode Cooperative Learning ini.
PENGEMBANGAN BUKU ALAT PERMAINAN EDUKATIF DARI BAHAN SISA UNTUK MENSTIMULASI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI: Elisabeth Fransisca Saragi Sitio, Wahyuni Christiany Martono, Kartika Ananda, Gloria Karolina, Via Wulan Rahmadini SARAGI SITIO, ELISABETH FRANSISCA; Martono, Wahyuni Christiany; Ananda, Kartika
Jurnal Pendidikan dan Psikologi: Pintar Harati Vol. 19 No. 2 (2023): Journal Pintar Harati Volume 19, No. 2, Desember 2023
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v19i2.11282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan “Buku Alat Permainan Edukatif Dari Bahan Sisa Untuk Menstimulasi Perkembangan Anak” sebagai sumber informasi bagi guru dalam menyediakan alat permainan edukatif secara mandiri dengan memanfaatkan bahan sisa/ sudah tidak digunakan seperti (kardus, botol plastik, gelas plastik, tutup botol, kain, gabus, sedotan, dll). Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan atau research and development (R & D) dengan 10 tahapan yang dikemukakan oleh Borg & Gall(1989), yaitu 1) Studi pendahuluan (Analisis kebutuhan, studi literatur, Identifikasi materi alat permaian edukatif dan indikator perkembangan anak usia dini; 2) Perencanaan (Perancangan produk dan Desain Buku); 3) Pengembangan produk awal (Penyusunan Buku dan Validasi Ahli); 4) Uji awal produk awal; 5) Revisi produk produk awal ; 6) Uji coba lapangan; 7) Revisi (Berdasarkan masukan dari coba lapangan utama); 8) Uji coba lapangan; 9) Penyempurnaan produk akhir; 10) Diseminasi dan Implentasi. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil validasi ahli materi sebesar 77%, berada pada kualifikasi layak dan perlu direvisi; hasil validasi ahli bahasa sebesar 100%, berada pada kualifikasi sangat layak dan tidak perlu direvisi; hasil validasi ahli desain sebesar 84%, berada pada kualifikasi sangat layak dan perlu direvisi; sedangkan untuk hasil uji coba produk awal sebesar 80,58%, berada pada kualifikasi sangat layak dan perlu direvisi; dan hasil uji coba lapangan sebesar 84,39%, berada pada kualifikasi sangat layak dan tidak perlu direvisi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan buku “Buku Alat Permainan Edukatif Dari Bahan Sisa Untuk Menstimulasi Perkembangan Anak” layak digunakan oleh pendidik dalam menstimulasi perkembangan anak usia dini. Kata Kunci: Buku Alat Permainan Edukatif, Bahan Sisa, Perkembangan Anak
PENGEMBANGAN BUKU PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY LEARNING BAGI PENDIDIK ANAK USIA DINI DALAM PEMAHAMAN AKAN BUDAYA KALIMANTAN TENGAH: Rayne Praticia, Intan Kamala, Rusmaladewi, Septy Theresia, Ana Sundari Ana, Ana Sundari
Jurnal Pendidikan dan Psikologi: Pintar Harati Vol. 19 No. 2 (2023): Journal Pintar Harati Volume 19, No. 2, Desember 2023
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v19i2.12102

Abstract

Pendidik PAUD membutuhkan pedoman untuk membantu mereka mentransfer keilmuannya khusus terkait tentang suatu Budaya Daerah, yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didiknya yang masih tergolong anak usia dini. Oleh karena itu calon pendidik PAUD/Mahasiswa perlu suatu arahan atau bimbingan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Buku Pembelajaran Guided Discovery Learning Untuk Pemahaman Budaya Daerah Kalimantan Tengah Bagi Pendidik Anak Usia Dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) ini mengacu pada model 4-D yang terdiri dari empat tahap yaitu, define, design, develop, dan desseminate. Namun, pada penelitian ini dibatasi sampai tahap ke-3 (develop) karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya pengembangan perangkat pembelajaran seperti media, bahan ajar, dan sejenisnya dari pada sistem pembelajaran. Validasi dilakukan oleh expert judgement pendidik anak usia dini melalui lembar penilaian yang terdiri dari tampilan, isi panduan, dan bahasa. Dari hasil analisis data seca secara keseluruhan di peroleh nilai 79 % yang menyatakan bahwa Buku Pembelajaran Guided Discovery Learning Bagi Pendidik Anak Usia Dini Dalam Pemahaman Akan Budaya Kalimantan Tengah masuk kedalam kategori sangat layak dengan beberapa aspek penilaian untuk mendukung kelayakan buku tersebut. Untuk Aspek tampilan buku kriteria penilaian keterbacaan materi bernilai 76%, isi panduan buku masih dalam kategori sangat layak yaitu68%, dan bahasa berada pada kategori sangat layak dengan nilai 84%. Kata Kunci, Guided Discovery Learning, Budaya, Anak Usia Dini.
PEMAHAMAN DIRI DALAM PERENCANAAN KARIR MELALUI PENELURUSAN MINAT BAKAT PADA SISWA SMA : Danella Merdiasi , Kasandra Danella Merdiasi
Jurnal Pendidikan dan Psikologi: Pintar Harati Vol. 19 No. 2 (2023): Journal Pintar Harati Volume 19, No. 2, Desember 2023
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v19i2.12156

Abstract

Permasalahan yang sering kali dialami oleh siswa SMA yaitu kebingungan dalam menentukan pemilihan karier atau jurusan setelah menamatkan pendidikan. Hal ini dikarenakan belum adanya perencanaan karier yang baik. Perencanaan Karier merupakan kemampuan siswa dalam menyusun dan melaksanakan proses sebagai upaya pengambilan keputusan karier. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pemahaman diri siswa dalam perencanaan karier melalui penelusuran minat dan bakat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif untuk mencapai pemahaman yang mendalam dan menekankan pada pemahaman faktor subjektif individu itu sendiri mengenai fenomena yang diteliti dan dianggap tepat untuk menjawab permasalahan penelitian. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas XII yang berjumlah 8 orang. Hasil penelitian ini berdasarkan tahapan perencanaan karier yaitu mayoritas subjek penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki pemahaman diri terkait bakat, minat, kepribadian, nilai-nilai, peluang karier, dan gaya hidup untuk mengambil keputusan karier. Setelah pemahaman diri sudah terbentuk dengan baik, subjek penelitian dapat menghubungkan potensinya dengan kriteria karier untuk memungkinkan perencanaan karier yang lebih baik dalam memilih jurusan setelah lulus SMA.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TEKNOLOGI TERHADAP KUALITAS PEMBELAJARAN MAHASISWA SEMESTER V NON-REGULER STAI KUALA KAPUAS: Ushansyah Ushansyah, Ahmad Subhan, Wahidin Wahidin Adminpintarharati
Jurnal Pendidikan dan Psikologi: Pintar Harati Vol. 19 No. 2 (2023): Journal Pintar Harati Volume 19, No. 2, Desember 2023
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v19i2.12592

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan teknologi terhadap kualitas pembelajaran mahasiswa non-reguler di Sekolah Tinggi Agama Islam Kuala Kapuas. Menggunakan metode analisis korelasional dengan pendekatan kuantitatif jenis penelitian lapangan. Populasi dalam penelitian ini, seluruh mahasiswa semester v program non-reguler berjumlah 130 orang. Adapun teknik penarikan sampel dengan random sampling, penentuan sampel pada tingkat kesalahan 14% berjumlah 37 responden. Uji soal pernyataan yang diberikan kepada responden telah dinyatakan valid dan reliabel. Kemudian, analisis tahap akhir yakni variabel kepemimpinan teknologi (X) terhadap variabel kualitas pembelajaran (Y) menggunakan rumus korelasi product moment.Hasil yang diperoleh dalam kegiatan uji hipotesis menunjukkan terdapat pengaruh positif kepemimpinan teknologi terhadap kualitas pembelajaran yakni rhitung sebesar 0,636 berada pada interval koefisen 0,60 – 0,799 maka korelasi berada pada tingkat kuat. Dengan demikian, semakin baik kepemimpinan teknologi pembelajaran oleh dosen maka semakin efektif dan efisien kegiatan pembelajaran.Kata kunci : Kepemimpinan Teknologi, Kualitas Pembelajaran, Teknologi Pembelajaran
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYEBUTKAN NAMA BILANGAN DENGAN MENGGUNAKAN PERMAINAN JAM UNIK PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI DESA DERANGGA KECAMATAN HANAU: Sinta Cahyati Sinta Cahyati
Jurnal Pendidikan dan Psikologi: Pintar Harati Vol. 19 No. 2 (2023): Journal Pintar Harati Volume 19, No. 2, Desember 2023
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v19i2.12622

Abstract

Kemampuan menyebutkan nama bilangan adalah kemampuan matematika awal salah satu bagian dari lingkup perkembangan kognitif yang harus dikembangkan pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyebutkan nama bilangan dengan menggunakan permainan jam unik pada anak usia 3-4 tahun di Desa Derangga Kecamatan Hanau. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian ‘One Group Pre-Test And Post-Test Design’. Data diambil dengan teknik Sampling Sistematis pada anak usia 3-4 tahun di desa Derangga yang berjumlah 16 orang ditetapkan sebagai sampel dalam penelitian ini. Lembar observasi digunakan sebagai instrument untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan rumus uji t. Ketentuannya bila thitung lebih kecil (<) dari ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak, tetapi sebaliknya bila thitung lebih besar (>) dari ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung adalah (9,487), dan ttabel dengan taraf signifikan yaitu 5% adalah (2,131). Dengan thitung 9,487 > ttabel 2,131, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan menyebutkan nama bilangan pada anak usia 3-4 di Desa Drangga Kecamatan Hanau melalui permainan jam unik.   Kata Kunci: Permainan Jam Unik, Menyebutkan Nama Bilangan, Anak Usia Dini
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka pada Sekolah Penggerak Jenjang PAUD di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh: Rosmiati Rosmiati, Ulfah Irani Z , Lia Mauliana, Suhartati Suhartati Irani Z, Ulfah
Jurnal Pendidikan dan Psikologi: Pintar Harati Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Pintar Harati Volume. 20, Nomor. 1, Juni 2024
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v20i1.13259

Abstract

Implementasi kurikulum Merdeka di sekolah penggerak merupakan pilot project yang dicanangkan oleh kemendikbudristek Indonesia. Namun, hanya kepemimpinan kepala sekolah yang menjadi poin penilaian dalam tahapan seleksi, sementara kesiapan sumber daya lainnya kurang diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan sekolah dalam aspek sumber daya sekolah, partisipasi orang tua dan masyarakat, kurikulum, dan digitalisasi sekolah dan hambatan yang dihadapi sekolah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di TK Gemah Ripah, TKN Wajar Mutiara, dan TKN Pembina Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Subjek penelitian adalah tiga kepala sekolah, enam komite pembelajaran guru, dan tiga guru kelas. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan sumber daya manusia masih rendah akibat minimnya pelatihan, keterbatasan teknologi, kompetensi guru dalam penyesuaian materi pembelajaran dan modul ajar dan kompetensi digital guru masih rendah, dan partisipasi orang tua dan masyarakat yang masih rendah.
Lebih dari Sekedar Percaya Diri: Membangun Self-Confidence Sehat pada Anak Sekolah Dasar (Usia 12 Tahun): Zalvagina Zalvagina Gina, Zalvagina
Jurnal Pendidikan dan Psikologi: Pintar Harati Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Pintar Harati Volume. 20, Nomor. 1, Juni 2024
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v20i1.14353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep self-confidence pada anak usia sekolah dasar (12 tahun) dan bagaimana psikoedukasi dapat membantu membangun self-confidence yang sehat pada anak. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, artikel, dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-confidence pada anak usia sekolah dasar dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kemampuan kognitif dan bakat, persepsi diri, kontrol diri, dan kemampuan mengatasi masalah. Faktor eksternal meliputi dukungan dan pengasuhan orang tua, pengalaman belajar di sekolah, hubungan dengan teman sebaya, dan pengaruh media dan budaya. Psikoedukasi dapat membantu membangun self-confidence pada anak dengan meningkatkan pemahaman anak tentang self-confidence, memberikan strategi untuk membangun self-confidence, membantu anak mengembangkan keterampilan sosial dan interpersonal, meningkatkan resiliensi, dan membangun lingkungan yang suportif. Self-confidence merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia sekolah dasar. Psikoedukasi dapat menjadi salah satu pendekatan efektif untuk membantu membangun self-confidence yang sehat pada anak.
Peran Orang Tua Dalam Mengenalkankonsep Bilangan Pada Anak Kelompok A TK Kartika Desa Tahawa Tahun Ajaran 2023/2024: Radika Atriadi Putri, Intan Kamala putri, 1radika1; Intan kamaala
Jurnal Pendidikan dan Psikologi: Pintar Harati Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Pintar Harati Volume. 20, Nomor. 1, Juni 2024
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v20i1.15038

Abstract

Orang tua memiliki peran sebagai pembimbing di rumah, yaitu orang tua membimbing anaknya dalam belajar. Orang tua sebagai fasilitator, yaitu orang tua sebagai peyedia sarana dan pra-sarana bagi anaknya. Orang tua sebagai motivator, yaitu orang tua dapat memberikan semangat serta dukungan kepada anaknya dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga anak memiliki semangat untuk belajar, serta memperoleh prestasi yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam mengenalkan konsep bilangan pada anak kelompok A TK Kartika Desa Tahawa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. “Pendekatan deskriptif kuantitatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan suatu keadaan, peristiwa, objek orang atau segala sesuatu yang terkait dengan variabel-variabel yang bisa di jelaskan baik dengan angka-angka maupun kata-kata”. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif dengan mengedarkan kuesioner dan wawancara. Subjek penelitian yaitu 21 orang tua pada TK Kartika Kelompok A. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran orang tua dalam mengenalkan konsep bilangan pada anak kelompok A di TK Kartika Desa Tahawa Tahun ajaran 2023/2024 yaitu sebesar 71,42%, dengan rincian yaitu orang tua sebagai pembimbing 59% dengan kategori cukup baik, orang tua sebagai fasilitator 72,61% dengan kategori baik dan orang tua sebagai motivator 73% dengan kategori baik.
Pengaruh Metode Guided Discovery Learning Dalam Tarian Kalimantan Tengah Terhadap Kemampuan Saintifik Anak Kelompok B Tk Santo Yosef Palangka Raya: Septy Theresia Lelony, Rayne Praticia, Rusmaladewi Rusmaladewi septy, septy; Rayne Praticia; Rusmaladewi
Jurnal Pendidikan dan Psikologi: Pintar Harati Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Pintar Harati Volume. 20, Nomor. 1, Juni 2024
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v20i1.15039

Abstract

Guided discovery learning adalah model pembelajaran, dimana guru membimbing siswa melalui kegiatan-kegiatan open ended untuk mendorong siswa menemukan suatu konsep. Tari tradisional merupakan suatu tarian yang berkembang di suatu daerah tertentu yang berpedoman luas dan berpijak pada adaptasi kebiasaan secara turun temurun yang dipeluk/dianut oleh masyarakat, salah satunya tarian tradisional Kalimantan Tengah yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh masyarakat suku Dayak. Kemampuan saintifik adalah suatu proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa secara aktif mengonstruk konsep, hukum, atau prinsip melalui pendekatan ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode guided discovery learning dalam tarian Kalimantan Tengah terhadap kemampuan saintifik anak kelompok B TK Santo Yosef Palangka Raya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian ‘One Group Pre-Test And Post-Test Design’. Dengan populasi anak kelompok B di TK Santo Yosef Palangka Raya yang berjumlah 20 orang anak yang ditetapkan sebagai sampel dalam penelitian ini. Lembar observasi digunakan sebagai instrumen untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan rumus uji t. Ketentuan bila thitung lebih kecil (<) dari ttabel maka Ho diterima Ha ditolak, tetapi sebaliknya bila thitung lebih besar (>) dari ttabel maka Ho ditolak Ha diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung adalah (2,737), dan ttabel dengan taraf signifikan yaitu 5% adalah (2,0930), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode guided discovery learning dapat meningkatkan kemampuan saintifik anak kelompok B di TK Santo Yosef Palangka Raya.