cover
Contact Name
Muhammad Ikrar Yamin
Contact Email
ikrar@istn.ac.id
Phone
+6221-7866 6955
Journal Mail Official
sinusoida@istn.ac.id
Editorial Address
Jl. Moh. Kahfi II, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan 12630
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Sinusoida: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
ISSN : 14114593     EISSN : 27220222     DOI : -
Sinusoida adalah jurnal ilmiah bidang teknik elektro diterbitkan oleh kampus Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta yang dikelola oleh program studi Teknik Elektro Sinusoida menerbitkan artikel penelitian dari berbagai topik di bidang elektronika, teknik tenaga listrik, telekomunikasi dan sistem kontrol, termasuk tetapi tidak terbatas pada topik-topik berikut: • Analisis Sistem Tenaga Listrik • Analisa Pembebanan dan Distribusi Tenaga Listrik • Analsisa Keandalan Tenaga Listrik • Sistem Kontrol Konvensional • Sistem Kontrol Modern • Sistem Distribusi Tenaga listrik • Analisa Jaringan listrik • Perancangan jaringan distribusi tenaga listrik • Pembangkit Tenaga Listrik Mikro • Energi Listrik Alternatif Terbarukan • Sistem Informasi dan Komunikasi Data Tenaga Listrik • Sistem Monitoring dan Kontrol Daya Listrik • Penerapan Artificial Intellegence dalam Sistem Kontrol • Robotika • Perancangan atau pembuatan kontrol sistem
Articles 129 Documents
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT KODE MORSE HURUF ”UU” Supriyadi, Edy; Suherman, Dadang
SINUSOIDA Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
Publisher : INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/s.v26i1.2268

Abstract

Ident Tone decoder Test adalah salah satu prosedur pengujian yang dilakukan pada perangkat navigasi VOR-900 dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan VOR-900 dalam menterjemahkan kode morse yang dipancarkan dari ground station. Karena ketidak adaan spesial alat untuk pengujian ini, maka dibuatlah alat simulasi pembangkit kode morse sebagai pengganti spesial alat yang direkomendasikan oleh CMM VOR-900 tersebut. Pembangkit kode morse ini dirancang agar menghasilkan pulsa kode morse huruf UU. Rangkaian dibuat dengan mengunakan sistim digital yang terdiri dari beberapa rangkaian seperti : rangkaian pembangkit sinyal clock, rangkaian up counter 6 bit, rangkaian digital 1, rangkaian digital 2, rangkain modulo 59, serta rangkaian catu daya. Untuk mengetahui kehandalan alat ini , maka dilakukan pengujian yang meliputi pengujian catu daya, pengujian sinyal clock, pengujian sinyal kode morse dan pengujian secara sistem dengan menggunakan perangkat VOR-900. Hasil pengujian sangat memuaskan sehingga alat ini layak digunakan untuk pengujian Ident Tone decoder pada perangkat VOR-900 Receiver Kata kunci: VOR-900 , Component Maintenance Manual , Ident Tone , Kode Morse.
IMPLEMENTASI SERVICE DISTRIBUTION POINT PADA JARINGAN MPLS STATIC ROUTE MENGGUNAKAN METODE LDP DAN LSP Irmayani, Irmayani; Pardede, Ivan Josua
SINUSOIDA Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
Publisher : INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/s.v26i1.2269

Abstract

VPLS merupakan salah satu teknologi MPLS yang dapat menghubungkan beberapa kawasan geografi yang terpisah dengan mengemulasikan bridging domain. Pelanggan yang memiliki layanan VPLS akan memiliki segmen Local Area Network yang sama, walaupun secara geografis kondisinya berjauhan. Dalam kasus, beberapa pelanggan membutuhkan kualitas layanan yang baik. Pelanggan menginginkan agar koneksi ke tujuan tidak lambat dan terputus. Maka dibutuhkan suatu sistem redundansi agar jalur komunikasi tidak terputus dan dibutuhkan juga suatu sistem agar trafik tidak hanya dalam satu jalur saja. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan metode LDP dan LSP yang diterapkan pada VPLS. Dengan metode tersebut dapat diterapkan sistem redundansi, ketika jalur utama mati maka trafik berpindah ke jalur backup. selain itu, adanya metode LSP, trafik pelanggan dapat dipisah dengan pelanggan lainnya yang melalui jalur LDP sehingga tidak akan menumpuk pada satu jalur saja. Pengujian SDP dengan metode LDP dan LSP ini diukur dengan dua cara. Pertama mengirimkan trafik ke host tujuan sehingga dapat dilihat bahwa trafik menggunakan LSP dapat terpisah dari trafik yang menggunakan LDP. Kedua ialah melakukan redundansi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan menggunakan kedua metode tersebut dapat diterapkan sistem redundansi ketika jalur utama terputus dan bekerja dengan baik dalam membagi trafik dan jalur yang dapat dipakai customer. Dengan demikian SDP dengan metode LDP dan LSP dapat di implementasikan pada jaringan MPLS.Kata kunci : MPLS, VPLS, SDP, LSP, LDP
IMPLEMENTASI LINK KOMUNIKASI SERAT OPTIK UNTUK PENGIRIMAN INFORMASI ANTAR GARDU TRAKSI Irmayani, Irmayani; Oetomo, Poedji; Putra, Tomi Pebriansa
SINUSOIDA Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
Publisher : INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/s.v26i1.2270

Abstract

Pada makalah ini dibahas tentang pemanfaatan jaringan Serat Optik sebagai link komunikasi sistem proteksi Linked Breaking Device (LBD). LBD merupakan sebuah perangkat yang menghubungkan gardu traksi yang satu dengan gardu traksi yang berbeda untuk menghasilkan intertripping. Intertripping adalah suatu metode proteksi memutus HSCB di DC Swtichgear untuk mencegah kondisi sistem yang tidak diharapkan seperti short cicuit, ground fault dan emergency karena terdapat informasi perjalanan kereta api di dalamnya. Untuk itu diperlukan sebuah sistem yang dapat menjamin kehandalan dan memenuhi syarat pada sistem proteksi. Permasalahan ini dapat di atasi dengan penambahan perangkat SKSO pada saluran komunikasinya dikarenakan selain transfer data yang lebih cepat karakteristik fiber optiknya juga yang kebal terhadap medan elektromagnetik menjadi pertimbangan untuk mengimplementasikan perangkat ini pada sistem LBD. Eksekusi proses implementasi ini dengan menghubungkan perangkat SKSO pada jaringan pengaman gardu traksi. Analisis dilakukan dengan membuat simulasi gangguan antar LBD gardu traksi dengan mengoperasikan selector switch pada panel IRP, Menghitung Power Link Budget dan Rise Time Budget saluran optiknya. Nilai rata-rata power link budgetnya sebesar 1,21 dBm, sedangkan hasil pengukuran nilainya sebesar 0,85 dBm. Nilai total keseluruhan masih memenuhi standar KPI (Key Performance Indicator) sebesar ≤ -4 dBm.Nilai Rise Time Budget rata-rata 49 ps. Kata Kunci : Fiber Optic, Linked Breaking Device, Gardu Traksi
Peralatan Bantu Rehabilitasi Pasien Fraktur Siku Yang Berbasiskan AI dan IoT Guna Peningkatkan Kualitas Terapi Sofwan, Agus; Santoso, Budi
SINUSOIDA Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
Publisher : INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/s.v26i2.2271

Abstract

Kesehatan bagian terpenting dalam kehidupan seorang pasien penderita fraktur atau patah tulang, namun berbagai upaya dapat dilakukan dalam rehabiltasi penderita tulang tersebut. Tahapan rehabilitasi yang umumnya dilalui oleh pasien penderita pada sendi paska operasi adalah terapi menggerakkan persendian yang dipandu oleh ahli fisioterapi. Rehabilitasi ini dilakukan dengan caramenggerakan persendian pasien, baik secara aktif maupun pasif. Pada saat menjalani terapi ini diharapkan persedian pasien yang mengalami cidera akan terhindar kekakuan, sehingga proses penyebuhan akan berlangsung lebih cepat. Dengan Kemajuan teknologi di bidang Teknik elektro, Khususnya teknik Robotika saat ini sangat memungkinkan dibuat alat bantu otomatis sejenis robot yang dapat membantu pasien penderita fraktur tersebut terutama pada sendi untuk melakukan gerakan terapi secara pasif. Peralatan ini bisanya dikenal dengan nama Continuous Passive Motion (CPM). Peralatan bantu terapi persendian Countinuous Passive Motion (CPM) yang ada saat ini belum mempunyai teknologi yang berasiskan Internet of Things (IoT) dan Artificial Intilligence (AI). Untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas terapi persendian maka perlu dikembangkan Countinuous Passive Motion (CPM) yang berbasiskan dengan teknologi IoT dan AI. Dari hasil analisa data pengujian kecepatan motor dan posisi sudut terdapat error sebesar 2% pada kecepatan motor dan 1,5% pada sudut pengaturan posisi penyangga lengan tangan pada mesin CPM ini. Kata kunci: Fraktur, Terapi, CPM, IoT, AI
Perancangan Jaringan VPN Dalam MPLS IP Antar Perusahaan Menggunakan Virtual Routing Forwarding Pada Router Irmayani, Irmayani; Septiyanto, Taufan; Marwita, Fivit
SINUSOIDA Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
Publisher : INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/s.v26i2.2272

Abstract

Jaringan Virtual Private Network (VPN) dalam Multi Protocol Label Switching (MPLS) adalah suatu bentuk komunikasi data yang menggunakan jaringan publik untuk menghubungkan dua atau lebih cabang komputer, pelanggan, secara tertutup yang dipisahkan oleh jarak. Dalam hal ini menggunakan perangkat keras (router) sebagai media koneksi penghubung komunikasi data tersebut. Pada tulisan ini akan dilakukan analisis model pembentukan suatu sistem jaringan VPN dalam MPLS. Perancangan dilakukan pada dua pelanggan yaitu Departemen Perhubungan (DepHub) dan Perusahaan Gas Negara (Gas). Komunikasi ini dipisahkan oleh Virtual Routing Forwording (VRF) dengan ditandai terbentuknya Cloud untuk masing-masing pelanggan sehingga terjadi pemisahan trafik yang aman untuk melakukan komunikasi data. Tahapan ini menunjukan terbentuknya sebuah VPN dalam MPLS menggunakan VRF yang akan memisahkan jalur masing-masing pelanggan dan protokol yang digunakan adalah Open Shortest Path First (OSPF) dan Border Gateway Protocol (BGP). Dalam konfigurasi jaringan VPN/MPLS ini dihasilkan model/topologi komunikasi yang terbentuk oleh Provider. Hasil yang diperoleh pada router PE1 sebagai provider menunjukkan trafik komunikasi yang ada di PE1 (Jakarta) menuju ke PE2 (Medan), atau sebaliknya dengan hasil 100 %. Nilai latancy 156 ms, average 202 ms dan maximum 248 ms untuk Customer Departemen Perhubungan. Sedangkan nilai latancy 196 ms, average 232 ms dan max 280 ms untuk Customer Perusahaan Gas Negara. Kata Kunci: VPN, MPLS, VRF, OSPF, BGP
Sistem Kendali dan Monitoring Kondisi Ruangan untuk Penderita Sleep Apnea Berbasis IoT Febriansyah, Muhammad; Dwicahya, Fazryan
SINUSOIDA Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
Publisher : INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/s.v26i2.2274

Abstract

Sleep apnea adalah gangguan tidur serius yang ditandai dengan berhentinya pernapasan secara periodik selama tidur, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Diperlukan suatu sistem untuk memantau dan mengontrol kondisi ruangan yang dapat mempengaruhi sleep apnea. Sistem akan memantau suhu, kelembaban, dan cahaya ruangan berbasis IoT dengan MQTT. Mikrokontroler ESP32 mengumpulkan data sensor dan mengirimkannya ke server pusat melalui protokol MQTT untuk dianalisis dan dipantau secara real-time. Protokol MQTT memastikan transmisi data yang andal dan efisien melalui jaringan berbandwidth rendah, yang membuatnya ideal untuk pemantauan terus-menerus. Sistem pengendali bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur dengan memastikan kondisi ruangan tetap nyaman dan optimal dengan mengaktifkan perangkat seperti kipas, humidifier, dan lampu secara otomatis sehingga tercipta lingkungan yang ideal bagi penderita sleep apnea.
Penerapan Antena MIMO Pada Sistem Antena SISO Abrianto, Heru; Irmayani, Irmayani; Zai, Aroli Ignatius
SINUSOIDA Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
Publisher : INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/s.v26i2.2275

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi bergerak dimulai dengan teknologi 2G kemudian berkembang ke 2.5G (GPRS), lalu meningkat ke teknologi 3G yang pada akhirnya berkembang lebih jauh lagi ke 3.5G (HSDPA) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan peningkatan layanan data kepada pelanggan. Generasi berikutnya, Long Term Evolution (LTE) dirancang untuk menghasilkan luas cakupan yang yang besar dengan menggunakan teknik antena jamak seperti MIMO 2x2. Penerapan Sistem Antena Multiple Input Multiple Output (MIMO) pada Sistem Antena Single Input Single Output (SISO) melalui analisa perhitungan link budget (antena SISO/MIMO ke Mobile Station) dan Analisa luas cakupan (coverage) atau biasa dikenal dengan RSRP (Reference Signal Received Power) menggunakan peralatan perencanaan (desain tool) IBwave. Penerapan Antena MIMO (2x2) pada Sistem Antena SISO, daya yang diterima secara keseluruhan sebesar 99,60% dimana sudah melampaui batas ambang yang ditentukan/threshold (RSRP ths ) ≥ 95% di level – 95 dBm. Berdasarkan hasil pengujian luas area coverage mengalami peningkatan sebesar 8,6% secara keseluruhan.
Rancang Bangun Mesin Terapi Rotasi Blue Light Pada Bayi Sesuai Tabel American Academy Of Pediatric Marwita, Fivit; Ramadhan, Ryan
SINUSOIDA Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
Publisher : INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/s.v26i2.2280

Abstract

Alat terapi blue light untuk bayi yang terdiagnosa ikterus sesuai dengan indikator data pada tabel American Academy Of Pediatric (AAP) yang berfungsi untuk memberikan terapi pada bayi ikterus agar lebih baik dan aman pada bayi. Menggunakan sensor Load cell untuk menentukan berat pada bayi agar bisa terdata oleh sistem alat untuk menentukan proses fototerapi pada bayi pada pengukuran data berat bayi dan kadar billirubin yang di data oleh user. Dimana proses fototerapi dengan memutar lampu blue light 360 0C untuk mendapatkan proses terapi sempurna dengan menggunakan motor DC untuk memutar lampu blue light selama 12 jam fototerapi pada bayi ikterus. Dalam rancangan alat ini juga digunakan Arduino atmega 2560 dan Wemos D1 (R2) sebagai kontrol dan mengolah data sensor-sensor dan LCD 20x4 untuk manampilkan berbagai macam informasi mengenai siklus kerja alat.
Sistem Kendali Mikrokontroler Berbasis Atmega2560 Menggunakan Pendekatan Artificial Neural Network (Ann) Untuk Budidaya Cabai Merah Aeroponik Marwita, Fivit; Abdillah, M. Fadhli; Toding K, Harry
SINUSOIDA Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
Publisher : INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/s.v27i1.2451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem kendali budidaya tanaman cabai merah secara aeroponik berbasis mikrokontroler ATmega2560. Sistem ini mengontrol tiga variabel masukan utama yaitu level air (u₁), dosis nutrisi (u₂), dan penyiraman akar (u₃) untuk menghasilkan tiga variabel keluaran yaitu tinggi cairan (y₁), kadar nutrisi (y₂), dan kelembapan akar (y₃). Seluruh komponen sensor dan aktuator telah terintegrasi dan bekerja secara otomatis serta real-time tanpa intervensi manual. Untuk meningkatkan akurasi pengendalian, diterapkan model Artificial Neural Network (ANN) dalam memodelkan hubungan input-output sistem. Evaluasi terhadap 23 sampel data menunjukkan performa model ANN yang baik, dengan nilai MAE sebesar 2.19, MSE 11.82, dan RMSE 3.44. Analisis statistik per output menunjukkan bahwa sistem mampu mengendalikan y₁ dan y₂ dengan tingkat kesalahan rendah, masing-masing MAE < 1 dan < 0.5, serta RMSE < 1. Namun, pada output y₃ (kelembapan akar), kesalahan relatif tinggi (MAE 4.99 dan RMSE 5.83), mengindikasikan perlunya evaluasi ulang strategi kendali. Secara keseluruhan, sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi budidaya aeroponik cabai merah, meskipun diperlukan penyempurnaan lebih lanjut untuk parameter kelembapan akar. Kata kunci: Artificial Neural Network (ANN), Mikrokontroler ATmega 2560, Sensor, Aeroponik.

Page 13 of 13 | Total Record : 129