Articles
214 Documents
Variasi Suhu Udara, Suhu Titik Embun, dan Tekanan Udara Terhadap Gaya Angkat Pesawat di Bandara Supadio Pontianak Tahun 2016
Putra, I Dewa Gede Arya
Megasains Vol 11 No 1 (2020): Megasains Vol. 11 No.1 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46824/megasains.v11i01.6
Cuaca memiliki peran sangat penting terhadap efisiensi penerbangan. Kerapatan udara rendah membuat pesawat membutuhkan landasan pacu yang panjang ketika lepas landas. Hal tersebut dapat meningkatkan beban kerja mesin untuk menambah kecepatannya di runway. Kondisi atmosfer selalu dinamis dan tidak dapat dikendalikan. Pesawat harus mendapatkan gaya angkat maksimal dengan memperhitungkan kondisi tertentu. Operator penerbangan hanya dapat menyesuaikan dengan kondisi meteorologi tersebut untuk memperhitungkan efisiensi penerbangan. Penelitian ini dilakukan di Bandara Supadio Pontianak menggunakan data observasi Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak tahun 2016. Data yang digunakan meliputi meliputi suhu udara, suhu titik embun, dan tekanan udara. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa suhu udara memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap gaya angkat pesawat. Gaya angkat maksimum harian terjadi sekitar pukul 05.00 – 06.00 WIB dan gaya angkat minimum terjadi sekitar pukul 13.00 – 14.00 WIB. Gaya angkat terbesar bulanan terjadi pada bulan Januari dan terkecil pada bulan Agustus. Kata kunci: Gaya angkat, kerapatan udara, lepas landas.
Analisis Seismic GAP Sumatera Menggunakan Anomali Gravitasi
Rahmat, Rahmat setyo yuliatmoko
Megasains Vol 11 No 1 (2020): Megasains Vol. 11 No.1 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46824/megasains.v11i01.7
Informasi mengenai keberadaan seismic gap dapat dilakukan dengan beberapa metode, seismic gap sebelumnya merupakan zona aktif gempa namun sekarang tidak adanya aktifitas gempa, hal tersebut menjadi berbahaya karena adanya penimbunan stress, sehingga jika terjadi gempa maka akan bisa dipastikan gempa yang dihasilkan akan cukup besar. Hal tersebut menjadi perhatian yang serius dalam mitigasi gempabumi terutama di daerah yang banyak penduduknya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zona seismic gap dengan data seismik dan dianalisis dengan data anomali gravitasi. Berdasarkan hasil analisis, Berdasarkan hasil analisis, zona seismic gap berada pada zona transisi anomali gravitasi menengah ke rendah hal ini menandakan perbedaan densitas batuan di daerah transisi tersebut dan adanya punggungan bawah laut sehingga daerah tersebut mengalami locking stress. Gaya tekanan dari lempeng maupun dari aktifitas sesar lokal pada batuan tertahan dalam waktu yang cukup lama, sehingga berpotensi terjadinya gempa besar
Diurnal Rainfall On Tropical Cyclone Cempaka And Dahlia As Observed By TRMM
PERDANA, REZA BAYU
Megasains Vol 11 No 2 (2020): Megasains Vol. 11 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46824/megasains.v11i2.8
Dua siklon tropis teramati di perairan bagian selatan Indonesia pada akhir 2017, menjadi siklon tropis pertama dan kedua yang terjadi di wilayah tanggung jawab Indonesia setelah siklon tropis Bakung pada 2010. Siklon tropis Cempaka terbentuk di perairan sebelah selatan Provinsi Jawa Tengah dan menyebabkan curah hujan tinggi di wilayah selatan pulau Jawa. Siklon tropis Dahlia terbentuk di sebelah selatan Provinsi Banten dengan pengaruh yang lebih kecil terhadap curah hujan di daratan disebabkan jarak yang lebih jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui siklus harian curah hujan yang terjadi pada kedua siklon tropis tersebut, serta siklus harian yang terjadi pada wilayah terdampak saat terjadi siklon tropis. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah curah hujan rata-rata per tiga jam dari Tropical Rainfall Measurement Mission (TRMM), khususnya data 3B42RT. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis time series. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketika terjadi siklon tropis, curah hujan mencapai puncak pada malam sampai dini hari, kemudian melemah pada pagi sampai sore hari. Pada daerah terdampak di daratan, puncak hujan terjadi pada siang dan malam hari, dan melemah pada sore dan dini hari.
Analisis Indeks Kerapatan Vegetasi Untuk Identifikasi Kejadian Dan Potensi Puting Beliung Di Wilayah Kabupaten Klaten
ayik, zauyik nana ruslana
Megasains Vol 11 No 2 (2020): Megasains Vol. 11 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46824/megasains.v11i02.9
Dengan melakukan analisa citra landsat 8 yaitu Citra Satelit Landsat 8 OLI/TIRS yaitu berupa citra yang diperoleh dari USGS (United State Geological Survey) dengan pengolahan pertama dengan software ENVI untuk meningkatkan ketajaman dan kejelasan citra satelit, kemudian dilakukan pengolahan dengan ArcGIS 10.4 untuk menghasilkan peta NDVI dengan dua klasifikasi yaitu klasifikasi kerapatan dan vegetasi serta titik kejadian puting beliung di wilayah Kabupaten Klaten sesuai hasil pengolahan citra satelit Landsat 8 menjadi peta NDVI didapat bahwa di hampir seluruh wilayah Kabupaten Klaten lebih sedikit vegetasi dengan kerapatan tinggi, yang lebih banyak adalah lahan terbuka seperti sawah/ladang dan pemukiman penduduk. Kejadian puting beliung di wilayah Kabupaten Klaten berdasarkan data tahun 2018–2019 terjadi pada bulan Desember–April. Dengan semakin sedikitnya vegetasi yang kerapatannya tinggi dan semakin meningkatnya pemukiman penduduk dan lahan terbuka, maka potensi puting beliung akan semakin meningkat selain karena faktor lain seperti suhu udara, tekanan udara dan awan kumulonimbus. Manfaat yang diperoleh adalah dapat sebagai pertimbangan dalam membangun dan penataan infrastruktur yang lebih hijau dan berkesinambungan, serta sebagai mitigasi dan adaptasi terhadap wilayah yang paling rawan terdampak puting beliung di Kabupaten Klaten
Pemetaan Karakteristik Periode Ulang Curah Hujan Maksimum Di Kota Manado
Tahmid, Muhammad
Megasains Vol 11 No 2 (2020): Megasains Vol. 11 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46824/megasains.v11i02.11
Curah hujan dengan intensitas yang tinggi atau ekstrem mempunyai banyak dampak pada berbagai sektor. Salah satu dampak yang disebabkan oleh curah hujan tersebut adalah ancaman potensi banjir yang bisa mengganggu kehidupan masyarakat hingga menimbulkan korban jiwa. Penelitian ini menggunakan data curah hujan harian maksimum tahunan dari stasiun BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) dan pos hujan yang berada di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran potensi kejadian curah hujan maksimum tahunan yang terjadi pada setiap periode ulang 10, 20, 30, 40, dan 50 tahun di Kota Manado yang diharapkan bisa digunakan untuk referensi kajian awal penanggulangan bencana alam yang terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Hasil dari pengolahan curah hujan harian maksimum tahunan dengan metode iwai kadoya menunjukkan bahwa pada umumnya nilai curah hujan di Kota Manado menunjukkan kenaikan pada setiap periode ulang 10, 20, 30, 40, dan 50 tahun dengan rentang nilai curah hujan 240 mm/hari hingga 520 mm/hari.Curah hujan terendah terjadi pada periode ulang 10 tahunan dengan kisaran 240 mm/hari pada wilayah Kota Manado bagian Tengah, sedangkan curah hujan tertinggi terjadi pada periode ulang 50 tahunan dengan kisaran 520 mm/hari pada wilayah Kota Manado bagian Selatan
Perbandingan Dampak El Nino Kuat 2015/16 Dan 1997/98 Terhadap Curah Hujan Di Provinsi Bali - Indonesia
Yuda, I Wayan Andi
Megasains Vol 11 No 2 (2020): Megasains Vol. 11 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46824/megasains.v11i2.13
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan fenomena El Nino 2015/16 dan 1997/98 dari segi indeks dan dampak keduanya terhadap curah hujan di Provinsi Bali - Indonesia. Metode analisis yang digunakan berupa metode Korelasi Pearson dan statistik deskriptif terhadap data Indeks Nino 3.4 yang dikonversi menjadi Oceanic Nino Index (ONI) dan data curah hujan bulanan di 22 titik penakar hujan Provinsi Bali. Hasil penelitian menunjukan El Nino 2015/16 (indeks tertinggi 2.37) sedikit lebih kuat daripada El Nino 1997/98 (indeks tertinggi 2.33). Berdasarkan siklus hidupnya, El Nino 2015/16 lebih lama bertahan dibandingkan dengan El Nino 1997/98. Hubungan antara El Nino dengan curah hujan Bali diketahui lebih kuat pada periode September-Oktober-Nopember (SON) dibandingkan dengan periode Desember–Januari–Februari (DJF). Kemudian setelah dilakukan perbandingan antara kedua kejadian El Nino Kuat tersebut, ternyata dampak penurunan curah hujan di Provinsi Bali saat El Nino Kuat 2015/16 (-6% s/d -46%) tidak separah dampak penurunan curah hujan saat fenomena El Nino Kuat 1997/98 (-18% s/d -72%)
Analisis Tingkat Kenyamanan Di Kota Manado Dan Wilayah Penyangganya Berdasarkan Indeks Thi (Temperature Humidity Index)
WIDIYANTO, SOFIAN;
KURNIA, WENAS GANDA
Megasains Vol 11 No 2 (2020): Megasains Vol. 11 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46824/megasains.v11i2.26
As one of the provinces that is the center of the economy in Eastern Indonesia, North Sulawesi is a destination for migrants, with many migrants coming from year to year, making the North Sulawesi region increasingly crowded, especially in Manado and its supporting regencies / cities. The rapid growth of development in various sectors can lead to a reduction in green open space and can also cause social problems and environmental problems that can cause inconvenience of an area for its inhabitants. The preparation of this comfort index was made to find out how much the comfort level was in several districts / cities in North Sulawesi using the Temperature Humidity Index (THI) method. The data used in this study are daily air temperature and humidity data for 2008 - 2017 at the Sam Ratulangi Meteorological Station in Manado, Bitung Meteorological Station, North Minahasa Climatology Station and Tondano Minahasa Geophysical post. The THI index in Manado, Bitung, North Minahasa and Minahasa generally only a portion of the population (28.15%) of cities felt comfortable and in the category of Most Comfortable with an average of 59.97%. and the Uncomfortable category occurred at 11.87%. The lowest level of comfort felt by residents of the City of Bitung while feeling comfortable in the open space felt by residents of Minahasa Regency. The increasing trend of the THI index occurs in almost all cities except Bitung City with the largest rate experienced by the city of Manado.
Profil Tingkat Kenyamanan Udara dan Hubungannya Dengan Hari Hujan di Bukit Kototabang Tahun 2010-2018
Sulistiyono, Andi;
Davi, Rendi Septa;
Arifin, Ikhsan Buyung
Megasains Vol 11 No 2 (2020): Megasains Vol. 11 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46824/megasains.v11i2.27
The change of the environment around the station of Global Atmospheric Watch Bukit Kototabang allegedly causing change in the weather factors that affect the level of discomfort. This study aims to determine the level of comfort at Bukit Kototabang GAW station and its relationship to rainy days. Study of discomfort level using calculation of Humidex was conducted using diurnal AAWS data and Fklim data resulted that does not occur "Uncomfortable" conditions for the period 2010-2018. The conditions are "Comfortable" in the morning and evening periods while in the afternoon the conditions are " Less Comfortableâ€. The largest percentage of " Comfortable " days occur in July and January. The percentage of " Comfortable “ days for 2013-2015 is lower compared to the year before (2010-2013) and the year after (2016-2018). There is no decrease in the percentage of "Comfortable" in 2017-2018 against previous years, then it is considered that there is no effect of comfort levels for 2017-2018 on changes in the environment around the station..The correlation of " Comfortable" days to monthly rainy days during study period is 0.69, but the number of monthly rainy days (rain events) is less appreciative of the number of days of "Comfortable" conditions at GAW Bukit Kototabang Station
Analisis Hubungan El Niño dengan Kekeringan Meteorologis dan Dampaknya Terhadap Produksi Padi di Provinsi Bali
Putranto, Wahyu Widodo
Megasains Vol 12 No 2 (2021): Megasains Vol. 12 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46824/megasains.v12i2.52
This research was intended to analyze the relation between the phenomenon of El Niño occurrence and meteorological drought in Bali Province and its effect to the rice production in Bali Province. This research used monthly rainfall of 45 rainfall posts during 1987-2017 period and anomaly data of sea surface temperature (SPL) during 2000-2017 period. In order to know the area drought rate, Standardized Precipitation Index (SPI) was used which was calculated from rainfall post data and the analysis using correlation coefficient method was used. The result was that there was a great strong relation between meteorological drought in Bali Province and the phenomenon of El Niño occurrence. Productivity of rice in the year of El Niño occurrence showed the trend of sustaining the declining in the year of moderate and weak El Niño however the moderate El Niño showed more significant declining trend. Keywords: El Niño, SPI, SPL
Verifikasi Parameter Presipitasi Akumulasi 24 Jam pada Model Cuaca Numerik Tahun 2017-2020
kiki, Kiki
Megasains Vol 12 No 2 (2021): Megasains Vol. 12 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46824/megasains.v12i2.54
The 24-hour accumulated precipitation parameters from four numerical models contained in the Synergie operational tool, namely GFS, IFS, ARPEGE, and WRF, were verified using daily surface observation data at 34 study points representing each province in Indonesia. Three verification methods, namely dichotomy, multi-category, and verification methods for continuous parameters are used to measure the performance of each model in predicting daily rainfall quantity in the period 2017 to 2020. The results show that the IFS model has the best performance in all of the classification done in this study compared to other 3 numerical models. Keywords: Precipitation, Verification, Accuracy