cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 535 Documents
Pembiayaan Pendidikan: Suatu Kajian Teoritis Ferdi W. P
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 19 No. 4 (2013)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v19i4.310

Abstract

The purpose of this analysis are to: 1) determine the factors that influence the cost of education, 2) identify the types of costs of education, and 3) recommend education funding model which is more effective and efficient. The study was conducted with a descriptive analysis of the documents relating to the cost of education. The results of this analysis are: 1) The factors that influence the cost of education, among others: a) rising prices, b) changes in teacher’s sallaries; c) changes in population and increase in the percentage of children in public schools; d) increasing educational standards; e) the increasing age of children who leave school; f) the increasing demand for higher education; g) the existence of openness, participation, accountability in education from the planning, implementation and monitoring, and h) no financing models that can be used as a reference in the operationalization of the cost of education; 2) Identified the types of educational expenses include: a) direct costs; b) indirect cost; c) private cost; d) social cost; e) monetary cost; and  f) non monetary cost; 3) The education funding model which has more effective and efficient is human capital model/approach where aspects of financing can affect the productivity level which then affects the level of income of a person or group may ultimately contribute to the pace of economic growth and development.ABSTRAK Tujuan kajian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi:1) faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pendidikan; 2) jenis biaya pendidikan; dan 3) model pembiayaan pendidikan yang efektif dan efisien. Kajian ini dilakukan dengan melakukan analisis deskriptif terhadap dokumen-dokumen yang berhubungan dengan biaya pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1) faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pendidikan, antara lain: a) kenaikan harga; b) perubahan gaji guru; c) perubahan populasi dan kenaikan prosentasi anak di sekolah negeri; d) meningkatnya standar pendidikan; e) meningkatnya usia anak yang meninggalkan sekolah; f) meningkatnya tuntutan terhadap pendidikan lebih tinggi; g) adanya keterbukaan, partisipasi, akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan; dan h) belum ada model pembiayaan yang dapat dipergunakan sebagai acuan dalam operasionalisasi biaya pendidikan; 2) jenis-jenis biaya pendidikan meliputi: a) biaya langsung; b) biaya tidak langsung); c) biaya pribadi; d) biaya masyarakat; e) monetary cost; dan f) non monetery cost; dan 3) model pembiayaan pendidikan yang efektif dan efisien yaitu model human capital di mana aspek pembiayaan dapat mempengaruhi taraf produktivitas yang dapat mempengaruhi taraf pendapatan seseorang atau kelompok sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap kecepatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.
Peran Pemerintah Daerah, LPMP dan P4TK Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Lucia H. Winingsih
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 19 No. 4 (2013)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v19i4.311

Abstract

The purposes of the research are to identify: 1) the role of the Local Government, the LPMP, and the P4TK in the developing of the teacher profesionalism; 2) to understand the forms and mechanism coordination among those institutions in the improvement of the teacher professionalism; and 3) to understand whether those institutions have synergic cooperation in relation to improvement of teacher profesionalism. The research method used in this research is qualitative, therefore the focus group discussion is heavyly used in the data collection. The data analysis is descriptive base on the variables of improvement of academic background of teachers, of the effort in fulfilling the hours number of teaching, and of the professionalism development of teachers. The result of the study show that these stakeholders work less simultanly in the improvement of the educational qualification of teachers; in supporting teachers to fulfil 24 hours teaching per week; and in continuing professional development of the  teachers. However, the problems in coordination and other shortage, like finance, have still existed.ABSTRAK Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengidentifikasi: 1) peran Pemda, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK), dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dalam pengembangan profesionalisme guru; 2) bentuk dan mekanisme koordinasi yang dilakukan ke tiga institusi tersebut dalam pengembangan profesionalisme guru; dan 3) sinergis peran yang dilakukan ke tiga institusi tersebut dalam pengembangan profesionalisme guru. Metode penelitian dalam kajian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan focus group discussion (FGD) dalam pengumpulan data, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa ke tiga institusi, yaitu Pemda, P4TK, dan LPMP mempunyai peran yang berbeda namun secara simultan melakukan upayaupaya untuk meningkatkan profesionalisme guru yang menjadi persyaratan yaitu peningkatan kualifikasi pendidikan guru ke jenjang S1; pengelolaan dan pembimbingan pembelajaran untuk guru, seperti upaya pemenuhan jam mengajar 24 jam/minggu; dan pengembangan profesi untuk peningkatan profesionalisme dan karir guru. Namun, masalah koordinasi antar ke tiga lembaga dan keterbatasan dana dalam memenuhi tuntutan peningkatan profesionalisme guru tersebut belum dilakukan secara simultan, sehingga sinergis antar mereka belum secara sistematis dilakukan bersama.
Alternatif Program Pendidikan bagi Peserta Didik SMA yang Memiliki Kecerdasan Istimewa Herry Widyastono
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 19 No. 4 (2013)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v19i4.312

Abstract

In general, the implementation of education in Indonesia during the last few years has been conducted classically, by giving the same treatment to the learners though they have different talent, interest, and ability. This condition results in misfortune for those who have special talent,  interest and ability, and this would eventually affect their respective achievement, underachievement. Actually the implementation of education for those who have talent, interest, and ability  in senior high school could be any program, such as acceleration and credit semester programs, as well as the enrichment programme, for example by providing comprehensive activity involving themselves at any study program in any faculty of a university adjacent to them. In the university they are requested to take subject matter which is interesting to them. Some programs for the students concerned could be conducted both in inclusive and exlusive classes, and a particular school.ABSTRAK Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia selama ini pada umumnya bersifat klasikalmassal, yaitu memberikan perlakuan yang sama terhadap semua peserta didik yang memiliki perbedaan bakat, minat, kemampuan, dan kecepatan belajar. Peserta didik yang memiliki kecerdasan istimewa bila tidak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan kebutuhannya dapat mengakibatkan prestasinya di bawah potensinya. Penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik SMA yang memiliki kecerdasan istimewa dapat berupa: program percepatan yang dapat dilakukan dengan penyelenggaraan sistem akselerasi dan sistem kredit semester; dan program pengayaan, yang dapat dilakukan dengan pendalaman minat, yaitu mengikuti kuliah pada program studi dan fakultas tertentu di perguruan tinggi setempat, dengan mengambil mata kuliah sesuai mata pelajaran kelompok peminatan yang dipilihnya. Penyelenggaraan berbagai program pendidikan bagi peserta didik SMA yang memiliki kecerdasan istimewa dapat dilakukan dengan program khusus di kelas biasa (kelas inklusif), kelas khusus, dan satuan pendidikan khusus.
Hubungan Pendidikan dan Ekonomi:Perspektif Teori dan Empiris Gatot Subroto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 3 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i3.318

Abstract

This article aimed to examine the relationship and linkages between education and economic based theory of endogenous growth models of Solow and its adaptation. Discussions were associated with various studies that have been conducted both in Indonesia and other countries along with few applied examples. The results showed that the stimulation of investment for education is higher than the physical investment in the long run. Referring to the results, it was concluded that: 1) the causal relationship between the role of education and economic growth becomes more and more evident and stronger; 2) the education sector as a major driver of economic development dynamics encourages long-term process of structural transformation n as the education has a high rate of return in the future. The proportional and appropriate government spending targeted for education programs (universal education) impacted to economic growth. Recommendations for improvement and expansion of equitable access and quality was a must for all citizens. Concretely, citizens’ involvement with the voluntary movement education community was supposed to be extended to immediately realize the ideals of the Indonesian nation as well as a welfare state. ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk mengkaji hubungan dan keterkaitan antara pendidikan dengan ekonomi didasarkan teori model pertumbuhan endogenous Solow dan adaptasinya. Pembahasan dikaitkan dengan berbagai kajian studi yang telah dilakukan baik di Indonesia maupun negara lain dan contoh-contoh terapan. Hasil kajian menunjukkan bahwa investasi bidang pendidikan merupakan stimulasi lebih tinggi dibandingkan dengan investasi fisik dalam jangka panjang. Mengacu hasil kajian dapat disimpulkan: 1) hubungan kausalitas antara peran pendidikan dan pertumbuhan ekonomi menjadi semakin terbukti dan kuat; 2) sektor pendidikan sebagai penggerak utama dinamika perkembangan ekonomi semakin mendorong proses transformasi struktural berjangka panjang, karena pendidikan memberikan high rate of return di masa mendatang. Pengeluaran pemerintah secara proporsional dan tepat sasaran terhadap program pendidikan (rintisan wajib belajar 12 tahun atau pendidikan menengah universal) memberikan dampak percepatan terhadap pertumbuhan ekonomi. Rekomendasi terhadap perbaikan dan perluasan akses secara berkeadilan dan bermutu merupakan keharusan bagi semua warga negara. Secara konkret, keterlibatan masyarakat terhadap gerakan sadar pendidikan hendaknya semakin diperluas agar cita-cita mencerdaskan bangsa Indonesia segera terwujud seiring dengan meningkatnya negara kesejahteraan.
Studi Satuan Biaya Pendidikan Sekolah Dasar di Jakarta Ngadirin --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 17 No. 6 (2011)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v17i6.320

Abstract

The aim of this research is to examine the government policy in financing basic education in the frame of compulsory education which focuses on the educational policy for primary school. This includes an evaluation of all regulations related to financing education and calculation on finding the student unit cost at primary level through a survey to provide a reference for the government in allocating budget for education. The result of research shows that there are some inconsistencies in the regulations related to financing education. This includes the implementation policy on financing basic education in the frame of compulsory basic education. It is found that the education unit cost for primary school level is IDR1,767,000 per student per year. It is much higher than the current budget allocated. These findings seem to be important for all parties as a feedback and reflection for the government policy including reviewing some regulations to avoid inconsistency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah dalam bidang pembiayaan pendidikan dasar yang merupakan wajib belajar bagi setiap warga negara, dengan fokus pada pembiayaan sekolah dasar. Analisis yang dilakukan termasuk menghitung biaya satuan pendidikan untuk sekolah dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa ketidakkonsistenan peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan pendidikan, termasuk kebijakan dan pelaksanaan wajib belahar pendidikan dasar. Satuan biaya pendidikan untuk sekolah dasar adalah sebesar Rp1.767.000,00 per siswa per tahun yang jauh lebih besar dari alokasi satuan biaya yang diterapkan saat ini. Hasil penelitian ini sangat penting untuk diperhatikan oleh berbagai pihak sebagai masukan bagi penyusunan kebijakan publik, terutama melalui peninjauan kembali beberapa peraturan untuk menjaga konsistensi antarkebijakan.
PENGARUH DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN PAKET PROGRAM SIMULASI PHET TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA Agus Hariyanto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 3 (2016)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v1i3.321

Abstract

Discovery learning is designed with the aim that students can find their own concepts on what they study and work effectively in a group. The purpose of this study was to determine the effect of discovery learning PhET aided simulation program on learning achievement compare to the discovery learning. The study used a quasi-experiment with 2x 2 factorial design. The technique of data collection began with the test of prior ability of students and at the end of the study they were given physics learning achievement tests. The technique of data analysis using ANOVA test two paths. The results show that the physics achievement of students studying by means of discovery learning with PhET simulation aid was better than those who studied with discovery learning. In conclusion, discovery learning with PhET simulation aid affects positively towards students’ learning achievement. ABSTRAK:Discovery learning dirancang dengan tujuan agar siswa dapat menemukan sendiri konsep yang dipelajari dan bekerja secara efektif dalam kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh discovery learning berbantuan program simulasi PhET terhadap prestasi belajar dibandingkan dengan discovery learning. Penelitian menggunakan quasi experiments dengan desain faktorial 2 x 2. Teknik pengumpulan data kemampuan awal dengan melakukan tes kemampuan awal pada awal penelitian dan pada akhir penelitian diberikan tes prestasi belajar fisika. Teknik analsis data menggunakan uji anava dua jalur. Hasil uji Anava dua jalur menunjukkan bahwa prestasi belajar fisika kelompok siswa yang belajar melalui discovery learning berbantuan paket program simulasi PhET lebih tinggi daripada kelompok siswa yang belajar melalui discovery learning. Dengan demikian, discovery learning berbantuan program simulasi PhET mempengaruhi secara positif prestasi belajar siswa.
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP): KEBIJAKAN DAN HARAPAN Baedhowi Baedhowi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 65 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i65.323

Abstract

Tujuan melaksanakan kebijakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan kekhasan (karakteristik), kondisi, potensi daerah, kebutuhan dan permasalahan daerah, satuan pendidikan dan peserta didik, dengan mengacu pada standar nasional yang tercantum dalam Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan penyusunan KTSP. Sebelum melaksanakan KTSP dalam pembelajaran, semua pihak yang terlibat langsung dalam pembelajaran terutama guru, kepala sekolah dan pengawas harus benar-benar (1) memiliki komitmen, (2) memahami KTSP secara benar, (3) memiliki dokumen pendukung yang diperlukan, dan (4) mampu melaksanakannya dalam pembelajaran sehingga harapan untuk melihat proses pembelajaran yang baik dan efektif bukan hanya merupakan slogan belaka, tetapi benar-benar menjadi suatu kenyataan.
HUBUNGAN KREATIVITAS DENGAN KINERJA GURU KIMIA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA Dr. Sumiyati
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 65 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i65.327

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kreativitas dengan kinerja guru Kimia SMA di DKI Jakarta pada tahun 2003. Jumlah sampel adalah sebanyak 118 orang guru Kimia SMA yang dipilih dengan secara acak sederhana. Data dikumpulkan dengan metode survei dan dianalisis dengan menggunakan korelasi regresi sederhana dam korelasi regresi ganda. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kreativitas dengan kinerja guru Kimia SMA.
PEER COACHING SEBAGAI WAHANA GURU UNTUK BERKOLABORASI MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Sutjipto Sutjipto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 65 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i65.328

Abstract

Dengan kemudahan yang  ditawarkan data internet tidak heran jika  saat  ini semakin  banyak bidang pekerjaan yang mengoptimalkan fungsi teknologi tersebut, termasuk bidang pendidikan. Sa/ah satu program yang  telah memanfaatkan internet da/am pengajaran  dan pembelajaran  di sekolah adalah apa yang disebut dengan program peer coaching. Peer Coaching adalah suatu strategi pengembarigan profesionalisme guru yang ditujukan untuk meningkatkan hubungan antarmitra kerja {peer)yang  bersifat collegial dan mengembangkan proses pengajaran, be/ajar, dan pembelajaran. Dalam peer coaching  biasanya para  guru  secara bersama-sama berbagi ide-ide baru, melakukan observasi kelas, merefleksikan dan memperbaiki  cara-cara mereka mengajar. Hubungan mereka dibangun alas dasar kepercayaan dan kejujuran, bukan ancaman, serta menjamin lingkungan di mana mereka be/ajar dan tumbuh  bersama-sama. Oleh karena itu, peer  coaching  tidak menghakimi (non judgmental) dan tidak bersifat evaluatif  Program Peer Coaching memfokuskan pada pengembangan kolaborasi, perbaikan serta berbagi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dengan mengoptimalkan fungsi  teknologi informasi dan komunikasi. Peer coaching tidak untuk mata pelajaran tertentu, melainkan untuk semua mata pelajaran, sehingga dapat disesuaikan dengan disiplin ilmu apa pun, termasuk pengintegrasian teknologi  dalam pembelajaran.
UJIAN NASIONAL (UN) YANG AKURAT DAN ADIL UNTUK SEKOLAH-SEKOLAH DI INDONESIA YANG SANGAT BERVARIASI KONDISI DAN KUALITASNYA Hari Setiadi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 65 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i65.329

Abstract

Salah satu fungsi Ujian Nasional (UN) adalah sebagai alat ukur yang akurat   untuk mengetahui kualitas atau mutu pendidikan di Indonesia secara menyeluruh di dalam wilayah NKRI. Bagaimana membuat Ujian Nasional (UN) tersebut hasil pengukurannya akurat dan adil untuk sekolah-sekolah di Indonesia yang sangat bervariasi kondisi dan kualitasnya?Pertama agar hasil pengukuran secara nasional akurat adalah data yang dikumpulkan diambil secara menyeluruh (sensus, bukan hanya sekedar survei). Selain itu, alat ukur atau ujian yang digunakan juga harus baik kualitasnya. Untuk mendapatkan alat ukur yang kualitasnya baik, soal-soalnya seharusnya diambil dari Bank Soal, karena semua soal-soal yang ada di dalam Bank Soal sudah jelas kualitas dan karakteristik. Kunci kedua, karena kondisi sekolah-sekolah dan kemampuan siswa di lndonesia sangat beragam, maka tingkat kesukaran soal-soal dalam UN seharusnya berbeda, sesuai dengan kemampuan peserta tesnya. Dengan menggunakan soal-soal yang ada di dalam Bank Soal yang sudah dikalibrasi dengan konsep Item Response Theory (Calibrated Item Bank), hal ini memungkinkan peserta UN mengerjakan perangkat tes yang berbeda sesuai dengan kemampuannya, tetapi tetap hasilnya dapat dibandingkan