cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 535 Documents
PROSES INTERAKSI SOSIAL SISWA DALAM UPAYA MEMBINA WARGA NEGARA YANG BAIK (STUDI KASUS PADA SISWA PENGUNGSI KORBAN KERUSUHAN SOSIAL SAMBAS PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI SINGKAWANG SELATAN, PROVINSI KALIMANTAN BARAT) Samion A R; Syafrial Nur
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 65 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i65.335

Abstract

Usaha untuk menciptakan manusia menjadi warga negara yang baik, apabila dilakukan pada kondisi yang umum atau biasa, dapat diwujudkan atau direalisasikan. Namun lain halnya dengan siswa yang mengalami peristiwa yang sangat traumatis. Hal ini menimbulkan dampak psikologis yang sangat buruk, seperti yang dialami oleh siswa korban kerusuhan di Kabupaten Sambas pada awal Maret 1999. Kerusuhan sosial tersebut berakar pada masalah etnis sehingga mengakibatkan pengungsian secara besar-besaran yang sekarang ini masih berada di lokasi penampungan yang menyebar di berbagai lokasi di Provinsi Kalimantan Barat, seperti Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kota Singkawang, dan Kabupaten Bengkayang. Agar anak usia sekolah pada anak pengungsi mendapatkan pendidikan yang layak, anak-anak tersebut dititipkan pada sekolah-sekolah yang berada di sekitar lokasi pengungsian. Diharapkan siswa tersebut dapat mengikuti pendidikan dan sekaligus mampu berinteraksi dalam proses pembelajaran secara baik sehingga pada akhirnya terhindar dari trauma yang dialaminya. 
KECERDASAN LINGUISTIK ANAK KEMBAR USIA DUA TAHUN TUJUH BULAN Noldy Pelenkahu
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 65 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i65.336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi empiris tentang pemerolehan bahasa anak kembar usia dua tahun tujuh bulan dan gambaran pola pengembangan kecerdasan linguistik anak kembar dalam kehidupan keluarganya. Penelitian ini dilakukan kepada dua anak kembar dari sebuah keluarga yang memiliki status sosial ekonomi yang cukup baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dalam mengujarkan satu dan dua serta tiga kata diawali dengan mengujarkan suku kata awal dan akhir yang dilakukannya secara bergantian; (2) dalam pemerolehan bahasa sangat tergantung pada pola kehidupan berbahasa yang ada di lingkungan keluarganya, yakni sedikit banyaknya bergantung pada pola berbahasa yang dilakukan oleh ibu mereka, kemudian ayah, dan saudara-saudaranya; (3) kebanyakan kata-kata yang mampu diujarkan menggambarkan kegiatan yang dilakukan di dalam kehidupan keluarga anak tersebut; (4) kedua anak itu baik dalam mengikuti kegiatan keluarga sehingga mereka mampu mengujarkan kata-kata yang sesuai dengan fakta sebenarnya; dan (5) kedua anak tersebut kurang memiliki bakat bahasa yang dib aw a sejak lahirnya sehingga orangtua perlu mengembangkannya agar tidak mengalami keterlambatan dalam pemerolehan bahasa yang baik dan benar.
KETERKAITAN ANTARA PERTUMBUHAN EKONOMI, KEMISKINAN, DAN STATUS GIZI BALITA DI INDONESIA Yuliana S.P., M.Si
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 65 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i65.337

Abstract

Rendahnya pertumbuhan ekonomi akibat krisis ekonomi yang terjadi menyebabkan meningkatnya insiden kemiskinan di negara ini. Peningkatan insiden kemiskinan sangat mungkin berlangsung melalui kenaikan harga-harga (khususnya komoditi makanan) karena depresiasi rupiah yang drastis, kontraksi sektor formal yang kemudian berakibat pada menjamurnya kebangkrutan usaha-usaha ekonomi, meningkatnya pengangguran terbuka dan memburuknya prospek pasar kerja di sektor informal perkotaan, melemahnya permintaan barang dan jasa, serta penurunan drastis produksi pertanian. Kesemuanya itu pada gilirannya berakibat pada penurunan tingkat pendapatan dan daya beli sebagian besar penduduk, khususnya kelompok dengan pendapatan rendah, baik di daerah perkotaan maupun di pedesaan. Rendahnya daya beli masyarakat terhadap makanan menyebabkan semakin besarnya masalah gizi (gizi buruk) khususnya pada anak usia bawah Lima tahun (balita).
ENTRY LEVEL ASSESSMENT SEBAGAI SALAH SATU PROGRAM DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS LULUSAN LPTK: KAJIAN LITERATUR TENTANG KONSEP DAN PENGAPLIKASIANNYA Dedi Heryadi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 65 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i65.339

Abstract

Pelbagai komponen masyarakat menilai bahwa kualitas hasil pendidikan di Indonesia masih dianggap kurang. Penyebab kurangnya kualitas pendidikan disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu komponen sistem pendidikan yang dianggap menjadi faktor penghambat upaya meningkatkan kualitas hasil pendidikan adalah kualitas tenaga pendidikan. Di dalam upaya meningkatkan kualitas tenaga pendidikan pemerintah terus berupaya menyelenggarakan berbagai program, seperti mengadakan pelatihan-pelatihan bagi para guru, pemberian b antuan beasiswa untuk studi lanjutan, dan dimunculkannya Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dasen. Suatu ha! yang perlu segera mendapat perhatian yaitu perlunya memperbaiki sistem proses pendidikan pada lembaga-lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), karena lembaga ini berperan sebagai pencetak (produsen) tenaga-tenaga kependidikan. Upaya perbaikan sistem proses pendidikan di LPTK yang cukup aw al dan mendasar perlu dilaksanakan dengan mengadakan entry level assessment (ELA) sebagai bentuk pengukuran atau penelusuran awal untuk menempatkan calon-calon peserta didikyang benar-benar sesuai dengan kemampuan dasar dan minat yang dimilikinya. Secara lebih operasional hasil ELA dapat digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan pelayanan yang lebih terorganisir dan terarah kepada para peserta didik (student support service) sehingga hasil pendidikan (output) yang dicapai dapat memuaskan dan siap kerja.
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSI BAGI ANAK BERKELAINAN Herry Widyastono
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 65 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i65.340

Abstract

Anak berkelainan berada di seluruh pelosok tanah air (kecamatan/desa), sedangkan sekolah untuk anak berkelainan, yakni Sekolah Luar Biasa (SLB}, pada umumnya berada di kabupatenlkota, sehingga banyak anak berkelainan dari keluarga yang kurang mampu ekonominya tidak bersekolah karena kesulitan transportasi dan sekolah umum (SDISMP) terdekat pada umumnya tidak bersediamenerimanya karena ketidaktahuan cara melayaninya. Hal ini tidak dapat dibiarkan terus menerus karena akan menghambat progam penuntasan wajib belajar pendidikan dasar. Oleh karena itu pemerintah perlu melakukan terobosan berupa penyelenggaraan pendidikan inklusi dengan berbagai alternatif penempatan anak berkelainan pada: (1) kelas reguler tanpa tambahan bimbingankhusus; (2) kelas reguler dengan tambahan bimbingan khusus di dalam; (3) kelas reguler dengan tambahan bimbingan khusus di luar; (4) kelas khusus dengan kesempatan berada di kelas reguler; (5) kelas khusus penuh; (6) sekolah khusus; (7) sekolah berasrama (panti); atau (8) tempat khusus. Setiap penyelenggara pendidikan dapat memilih alternatif penempatan anak berkelainan yang didasarkan pada: (a) jumlah anak berkelainan yang akan dilayani; (b) jenis kelainan masing-masing anak; (c) gradasi (tingkat) kelainan anak; (d) ketersediaan dan kesiapan tenaga kependidikan, serta (e) sarana-prasarana yang tersedia.
HUBUNGAN ANTARA INTELEGENSI KEMAMPUAN MENYIMAK, DAN KEMAMPUAN MEMBACA, DENGAN PRESTASI BELAJAR (STUDI PADA SISWA SMAN DI BANDUNG) Pien Supinah Adiwiria
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 69 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i69.341

Abstract

Studi ini bertujuan, untuk mengidentifikasi pengaruh intelegensi terhadap kemampuan menyimak dan kemampuan membaca, dan pengaruh intelegensi, kemampuan membaca, dan kemampuan menyimak terhadap prestasi belajar. Studi ini menggunakan sampel sebanyak 112 siswa SMA di kota Bandungf. Studi ini menemukan pengaruh intelegensi terhadap kemampuan menyimak dan kemampuan membaca. Hasil studi ini juga mengindikasikan pengaruh kemampuan membaca terhadap prestasi belajar serta pengaruh kemampuan menyimak terhadap prestasi belajar, juga mengidentifikasi pengaruh gabungan antara intelegensi, kemampuan menyimak, dan kemampuan membaca terhadap prestasi belajar. Studi ini menemukan suatu model sebab akibat dari hubungan intelegensi, kemampuan membaca, dan kemampuan menyimak terhadap prestasi belajar.
AGRESIVITAS SISWA SMK DKI JAKARTA Alif Zamzani
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 69 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i69.342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemenuhan Kebutuhan, konsep diri, dan kontrol emosional dengan perilaku agresivitas siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SMK DK/ Jakarta dengan jumlah sampel 160 siswa yang dipilih dengan teknik multi stage random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berskala lima, dan dianalisis dengan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (I) terdapat hubungan negatif signifikan antara pemenuhan kebutuhan dengan perilaku agresivitas, (2) terdapat hubungan negatif signifikan antara konsep diri dengan perilaku agresivitas, (3) terdapat hubungan negatif signifikan antara kontrol emosional dengan perilaku agresivitas. Selain itu, terdapat hubungan negatif signifikan secara bersama-sama antara pemenuhan kebutuhan, konsep diri, dan kontrol emosional dengan perilaku agresivitas. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa untuk menurunkan perilaku agresivitas dapat diatasi dengan meningkatkan pemenuhan kebutuhan, memperbaiki konsep diri, dan memperkuat kontrol emosional siswa.
PERANAN FOTO DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA CALON GURU FISIKA DALAM MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA SEKOLAH MENENGAH YANG KONTEKSTUAL Indrawati Indrawati
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 69 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i69.344

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peranan foto dalam menlngkatkan kemampuan mahasiswa calon guru fisika sekolah menengah dalam membuat media pembelajaran fisika yang kontekstual. Masalah penelitian adalah apakah foto yang memuat gambar kejadian riil tentang hasil aplikasi fisika, peristiwa alam, dan sejenisnya dapat difungsikan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa calon guru fisika dalam membuat media pembelajaran Fisika sekolah menengah yang kontekstual? Penelitlan ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Setting penelitian adalah pada perkuliahan Media Pembelajaran Fisika di Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan PM/PA FKJP Universitas Jember semester genap tahun 2004/2005. Subyek penelitian adalah mahasiswa yang menempuh mata kuliah Media Pembelajaran saat ltu di program studi yang sama. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan alat pengumpulan data berupa catatan lapangan dan daftar cek. Data penelitian dianalisis dengan statistik deskriptif dan dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Joto dapat digunakan untuk meningkat kan kemampuan mahasiswa dalam membuat media pembelajaran fislka yang kontekstual. Peningkatan kemampuan tersebut berturut-turut untuk aspek kualitas isi dan tujuan, kualitas pembelajaran, dan kualitas teknik ketiga-tiganya termasuk pada kategori tinggi (baik).
HUBUNGAN KEMAMPUAN PENALARAN DALAM MATEMATIKA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Baso Intang Sappaile
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 69 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i69.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan penalaran dalam matematika dan mativasi berprestasi terhadap prestasi belajar matematika. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan penalaran dalam matematika dan motivasi berprestasi mempunyai hubungan dengan prestasi belajar matematika? Populasi penelitian adalah semua peserta didik kelas I SMU Swasta Kata Makassar. Metade pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified cluster random sampling. Sekolah terpilih sebagai sampel adalah SMU Frater Makassar dan SMU Amana Gappa Makassar. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika, tes kemampuan penalaran dalam matematika dan angket motivasi berprestasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan memakai analisis deskriptif dan analisis korelasi. Kesimpulan yang diperoleh adalah (1) kemampuan penalaran dalam matematika mempunyaihubungan positif dengan prestasi belajar matematika, (2) motivasi berprestasi mempunyai hubungan positif dengan prestasi belajar matematika, dan (3) kemampuan penalaran dalam matematika dan motivasi berprestasi secara bersama-sama mempunyai hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar matematika, dengan koefisien determinasi sebesar 41%. 
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERPENDEKATAN TEMATIK BERORIENTASI PEMECAHAN MASSALAH MATEMATIKA TERBUKA UNTUK MENGEMBANGKAN KOMPETENSI BERPIKR DIVERGEN, KRITIS DAN KREATIF I Gusti Putu Sudiarta
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 69 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i69.346

Abstract

Artikel ini bertujuan (I) mengkaji hakikat pendekatan tematik dalam pembelajaran matematika dan kesesuaiannya dengan tuntutan KBK, (2) mengkaji pendekatan pembelajaran matematika berorientasi pada pemecahan masalah matematika terbuka, (3) mendeskripsikan pengertian kompetensi berpikir divergen, kritis, dan kreatif, beserta indikator-indikatornya, dan (4) memberikan contoh model pemecahan masalah matematika terbuka untuk mengembangkan kompetensi berpikit; divergen, kritis, dan kreatif dalam pembelajaran matematika. Kompelensi berpikir divergen, kritis, dan kreatif di kalangan peserta didik adalah sangat penting dalam era persaingan global, karena tingkat kompleksitas permasalahan dalam segala aspek kehidupan modern semakin tinggi. Pendekatan tematik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk secara mendalam mengkaji topik-topik matematika yang dikemas secara menarik dan kontekstual, sedangkan pemecahan masalah matematika terbuka memberikan kesempatan luas untuk melakukan investigasi masalah matematika secara mendalam, sehingga siswa dapat mengkonstruksi segala kemungkinan pemecahannya secara divergen, kritis dan kreatif.