cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 543 Documents
Infrastruktur Digital dan Kesiapan Guru terhadap Intensitas Pemanfaatan Pembelajaran Digital Jose Segitya Hutabarat; Valeri Timoti Hamise
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v11i1.7107

Abstract

Digitalisasi pendidikan membutuhkan ukuran keberhasilan yang tidak hanya menilai ketersediaan akses, tetapi juga kemampuan sekolah mengubah akses tersebut menjadi praktik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan infrastruktur digital dan kesiapan guru terhadap intensitas pemanfaatan pembelajaran digital pada tingkat provinsi dan jenjang pendidikan di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori berbasis data sekunder administratif Kemendikdasmen dengan unit analisis 38 provinsi pada jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Indeks Infrastruktur Digital dibentuk dari akses internet, akses komputer, listrik, dan air minum layak, sedangkan Indeks Kesiapan Guru dibentuk dari kualifikasi akademik minimal S1/D4 dan sertifikasi pendidik. Intensitas pemanfaatan pembelajaran digital dihitung sebagai rasio sekolah yang memanfaatkan komputer dan internet untuk pembelajaran terhadap sekolah yang memiliki akses internet. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif, zonasi, kuadran, regresi OLS robust HC3, uji moderasi, dan uji sensitivitas. Hasil menunjukkan bahwa infrastruktur digital berhubungan positif dan signifikan dengan intensitas pemanfaatan teknologi digital pada seluruh jenjang, sedangkan kesiapan guru formal dan interaksinya terhadap infratruktu digital tidak signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan digitalisasi pendidikan perlu bergeser dari pemenuhan akses menuju pemantauan pemanfaatan, disertai penguatan indikator kompetensi pedagogi digital guru.
Artificial Intelligence Use Among Generation Z Students and Its Impact on Academic Performance and Learning Behavior Alfi Rohmatul Hidayah; Farah Khoirunnisa; Kartika Nuswantara; Ratna Rintaningrum; Viona Fittria Sari; Aurelius Ratu
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v11i1.7165

Abstract

Artificial Intelligence (AI) has become a widely used tool among Generation Z students for completing academic tasks and exploring learning materials in the digital era. However, the responsible use of AI in producing academic work remains a subject of debate, particularly regarding its impact on students’ thinking processes and learning quality. This study aims to identify and classify patterns of AI use among Generation Z students and to examine the relationship between AI utilization and academic performance. The research employed a descriptive exploratory design using a mixed-methods approach. The participants were Generation Z students at Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), selected through stratified random sampling. The findings indicate that AI contributes significantly to improving assignment performance, academic productivity, and students’ confidence in participating in learning activities. Nevertheless, intensive AI use is also associated with shifts in learning behavior and motivation, from intrinsic curiosity toward performance-oriented and instrumental goals. These findings suggest that while AI enhances accessibility to information and learning efficiency, its use may reduce students’ engagement in reflective thinking, critical thinking, and collaborative learning processes. Therefore, ethical and pedagogical strategies for AI integration are needed to ensure that this technology supports academic competence development without diminishing the quality of student learning experiences.
Prediktor Numerasi Peserta Didik SMA, SMK, dan MA berdasarkan Data Asesmen Nasional 2025 Surya Haryandi; Syukrul Hamdi; Ali Muhson
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v11i1.7177

Abstract

Capaian numerasi peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor individual dan kontekstual, namun kajian mengenai hubungan status sosial ekonomi, konteks wilayah, dan numerasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prediktor skor numerasi, menguji nonlinieritas hubungan antara status sosial ekonomi dan numerasi, serta memeriksa peran moderasi wilayah urban-rural terhadap pengaruh status sosial ekonomi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data sekunder Rapor Publik Asesmen Nasional 2025. Data penelitian mencakup 35.268 peserta didik dari 975 sekolah SMA, SMK, MA sederajat di seluruh Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan regresi ganda dengan koreksi Cluster-Robust Standard Error untuk mengatasi ketergantungan residual antarsiswa dalam sekolah yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi guru bersertifikasi merupakan prediktor institusional terkuat terhadap skor numerasi, diikuti oleh status wilayah urban dan gender peserta didik. Hubungan antara status sosial ekonomi dan numerasi terbukti bersifat nonlinier dengan pola kurva terbalik, dengan pengaruh yang semakin melemah pada tingkat status sosial ekonomi di atas rata-rata sampel. Lebih lanjut, pengaruh status sosial ekonomi terhadap numerasi dimoderasi secara signifikan oleh wilayah. Keuntungan yang diperoleh dari status sosial ekonomi yang lebih tinggi cenderung lebih terkonsentrasi di wilayah urban dibandingkan di wilayah rural. Temuan ini menegaskan bahwa ketimpangan numerasi di Indonesia bersifat struktural dan tidak sekadar mencerminkan perbedaan karakteristik individu. Oleh karena itu, pemerataan distribusi guru bersertifikasi secara geografis serta pemberian intervensi afirmatif bagi sekolahsekolah di wilayah rural perlu menjadi prioritas kebijakan pendidikan.