cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 535 Documents
Implementasi Program Pemajuan Kebudayaan Desa: Tinjauan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budaya Desy Wulandari
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v9i1.4489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi program Pemajuan Kebudayaan Desa (PKD) dalam upaya melindungi budaya tradisional dan memberikan ruang kepada komunitas untuk mengembangkan serta mengekspresikan budayanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data-data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang ditujukan kepada individu lokal desa yang terpilih sebagai fasilitator Program PKD atau Pendamping Kebudayaan Desa. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengidentifikasi tema yang muncul dari respons kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan implementasi Program PKD mendorong pemerintah desa dan masyarakatnya memahami potensi budaya mereka sehingga meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian budaya. Program PKD juga memberi andil terhadap pembentukan ruang ekspresi budaya dan kerja sama antardesa pada sektor kebudayaan yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Kesimpulan, program PKD merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat berbasis budaya yang efektif meningkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat desa akan pentingnya upaya perlindungan dan pelestarian kebudayaan yang memiliki andil dalam kamajuan bangsa.
Analisis Implementasi Program Roots Indonesia dalam Penuntasan Isu Perundungan: Studi Kasus pada Beberapa Satuan Pendidikan di DKI Jakarta Kadek Jeny Femila Devi; Hamka Hamka; Ratri Istania
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v9i1.4556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Program Roots Indonesia di DKI Jakarta, faktor-faktor yang menghambat berdasarkan indikator implementasi Van Meter dan Van Horn, dan strategi memaksimalkan hasil implementasi program tersebut. Subjek penelitian adalah enam satuan pendidikan pelaksana Program Roots tahun 2021 dan masih melaksanakan Program Roots pada tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan implementasi Program Roots di DKI Jakarta belum berjalan optimal. Belum optimalnya pelaksanaan program tersebut dipengaruhi oleh faktor perencanaan program, komitmen satuan pendidikan, regenerasi fasilitator guru, sinergi antara pemerintah daerah dengan pemangku kepentingan lainnya, pengawasan terhadap implementasi program, dan kondisi sosial. Srategi yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan implementasi Program Roots di DKI Jakarta adalah melalui penyesuaian Renstra, meningkatkan keterlibatan para pemangku kepentingan program, sosialisasi fleksibilitas sumber pendanaan, pemanfaatan platform merdeka mengajar bagi fasilitator guru, mengadakan kelas empati, membangun budaya anti kekerasan dengan melibatkan orang tua, menginisiasi gerakan untuk berani menolak perundungan, dan membangun suasana kelas yang inklusif. Kesimpulan, ditinjau dari indikator kinerja kebijakan publik implementasi Program Roots Indonesia belum sepenuhnya berjalan optimal dan diperlukan strategi implementasi sehingga berdampak pada penuntasan kasus perundungan pada satuan pendidikan.
Implementasi Kebijakan Penguatan Karakter: Studi Kasus pada Jenjang SMP di Kabupaten Lebak Andreas Yoga Aditama; Hamka; Asropi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v9i2.4558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi program penguatan karakter pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lebak, mengidentifikasi penghambat implementasi, dan menyusun rekomendasi strategi untuk mempercepat implementasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus dan subjek penelitian yaitu para pemangku kepentingan pada jenjang sekolah SMP di Kabupaten Lebak, Banten. Sumber data penelitian adalah wawancara terhadap informan, studi dokumentasi, dan angket/kuesioner yang dianalisis berdasarkan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak belum memiliki dokumen kebijakan yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan anggaran dan program penguatan karakter sehingga intervensi lanjutan pemerintah daerah yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak masih terbatas. Hal ini menyebabkan adanya kesenjangan pemahaman guru terhadap pembiasaan nilai-nilai profil pelajar Pancasila dan terbatasnya partisipasi aktif orang tua dan komunitas dalam penguatan karakter di dalam dan luar sekolah. Untuk itu, diperlukan strategi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu advokasi penyusunan dokumen kebijakan penguatan karakter, peningkatan kapasitas guru, serta pelibatan aktif orang tua dan mitra pendidikan. Kesimpulan, Implementasi kebijakan penguatan karakter pada Jenjang SMP di Kabupaten Lebak membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Untuk mendukung keberhasilan implementasi kebijakan tersebut diperlukan penyusunan kebijakan yang lebih dan jelas dan terustuktur di samping peningkatan kapasitas semua pihak terkait.
Daftar Isi, Editorial, Lembar Abstrak Editor
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar isi
Implementasi Nilai Karakter melalui Pembelajaran Proyek untuk Anak Usia Dini pada Kurikulum Merdeka Siwi Widiastuti; Harun Harun; Nur Cholimah; Fitriana Tjiptasari
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v9i1.4631

Abstract

Penelitian bertujuan mengidentifikasi implementasi nilai karakter melalui pembelajaran proyek anak usia dini pada Kurikulum Merdeka dan nilai karakter apa saja yang muncul dalam pembelajaran proyek. Pendekatan penelitan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berasal dari kepala sekolah, guru, dan anak di sebuah satuan pendidikan anak usia dini. Jenis data penelitian adalah refleksi guru, verbal, dan dokumentasi kegiatan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan implementasi nilai karakter melalui pembelajaran proyek pada Kurikulum Merdeka menggunakan tahap permulaan, pengembangan, dan penyimpulan. Nilai karakter yang diimplementasikan pada pembelajaran proyek berbasis kelas mengacu pada tiga elemen capaian pembelajaran yaitu budi pekerti, jati diri, serta dasar-dasar literasi dan STEAM. Sedangkan pembelajaran proyek berbasis sekolah mengacu pada enam dimensi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Respon positif ditunjukkan oleh anak ketika mengikuti pembelajaran dengan metode proyek dan perilaku tanggung jawab, komunikatif dan kerja sama mengalami peningkatan yang cukup baik dan lebih sering muncul dalam keseharian anak. Dengan demikian, implementasi pembelajaran proyek pada Kurikulum dapat menjadi alat yang efektif untuk mengembangkan karakter anak sesuai dengan tujuan pendidikan karakter yang diharapkan.
Indeks, Pedoman Penulisan Editor
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks
Proses Adopsi Teknologi Generative Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan: Perspektif Teori Difusi Inovasi Shiddiq Sugiono
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v9i1.4859

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses yang dapat dilakukan dalam adopsi teknologi generative artificial Intelligence (AI) melalui perspektif teori difusi inovasi sehingga dapat memaksimalkan kebermanfaatannya. Metode yang digunakan adalah meta-sintesis dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari literatur Scopus yang dipublikasikan pada November 2023 – April 2024. Hasil meta-sintesis menunjukkan terdapat beberapa cara yang perlu dilakukan dalam mendukung proses adopsi generative AI, yaitu memahami potensi dan risiko, menanamkan nilai-nilai dasar penggunaan AI, meningkatkan kompetensi penyusunan prompt, meningkatkan penggunaan dan uji generative AI di dalam kelas, serta kolaborasi antar aktor dalam sektor pendidikan. Proses adopsi generative AI dihadapkan pada beberapa dilema dan tantangan. Dilema tersebut adalah menurunkan integritas akademik sehingga diperlukan penanaman nilai dasar penggunaan disamping perlunya keterampilan teknis dalam menyusun prompt. Tantangan lainnya adalah masih tertutupnya sistem pendidikan terhadap teknologi AI. Oleh karena itu, setiap aktor pendidikan harus berkolaborasi dalam menyosialisasikan generative AI, membuat kebijakan yang tepat untuk mengujicobakan AI, dan mengembangkan kurikulum agar teknologi generative AI dapat menjadi bagian dari pembelajaran. Kesimpulan, proses adopsi teknologi generative AI dalam dunia pendidikan menimbulkan dilema dan diperlukan kolaborasi para pemangku kepentingan pendidikan agar kehadiran teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dalam pembelajaran.
Persepsi Guru terhadap Pemanfaatan ChatGPT dalam Mengem bangankan Soal Literasi Membaca: Studi Kasus pada Sekolah Menengah di Provinsi Riau Muhammad Mukhlis
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v9i1.4873

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi guru terhadap pemanfaatan ChatGPT dalam merancang soal literasi membaca dan mengkaji prompt yang digunakan guru untuk merancang soal. Penelitian ini menerapkan instrumen kuesioner dan wawancara dengan melibatkan 120 guru Bahasa Indonesia yang ada di Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap pemanfaatan ChatGPT dalam merancang soal literasi membaca rata-rata bersifat positif. Dengan menggunakan prompt yang telah didesain dengan baik, guru dapat membuat soal literasi membaca yang kompleks. Namun demikian, peran esensial guru tidak dapat digantikan dengan adanya ChatGPT. Kesimpulan, di tengah respon positif terhadap kemanfaatan ChatGPT, guru harus terampil dalam mengevaluasi soal literasi membaca yang dihasilkan dari ChatGPT dan menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa.
Primary School STEM Education Innovation through ICT Integration for Teacher Competency Development: A Systematic Literature Review Syahrir Syahrir; Pujiriyanto Pujiriyanto; Musdalifa As; Fahrul Arfandi M. Nur; Sakinah Fitri
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v9i1.4896

Abstract

This study examines the integration of Information and Communication Technology (ICT) to enhance STEM learning in primary schools. Conducted via a systematic literature review (SLR) following PRISMA guidelines, articles from 2020 to 2024 were analyzed using Scopus. The findings underscore the profound impact of ICT integration on bolstering STEM education in primary settings. Effective implementation requires tailored teacher training programs and a comprehensive understanding of primary education dynamics. Despite challenges, addressing the nuanced needs and perceptions within primary education is imperative for advancing the quality of STEM education. Consequently, providing teachers with requisite support, including targeted training initiatives and a nuanced grasp of primary education requirements, is vital for fortifying the efficacy of STEM education in the future. To conclude, fostering a synergy between STEM and ICT yields significant enhancements in primary school learning outcomes.
Pengaruh Desentralisasi Fiskal dan Sistem Manajemen Pendidikan terhadap Mutu Sekolah Dasar di Kota Malang Teguh Triwiyanto; Desi Eri Kusumaningrum
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v9i1.4929

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh desentralisasi fiskal dan sistem manajemen pendidikan terhadap mutu sekolah dasar. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan hipotesis. Populasi penelitian berjumlah 195 sekolah dasar neger di Kota Malang, Jawa Timuri. Pengambilan sampel dilakukan secara acak berstrata dan teknik pengambilan sampel probabilitas di mana total populasi dibagi menjadi kelompok berdasarkan kecamatan yang homogen. Jumlah sampel penelitian yang digunakan sejumlah 22 sekolah dasar negeri. Hasil penelitian menunjukkan desentralisasi fiskal berpengaruh tidak signifikan terhadap mutu sekolah tetapi terdapat pengaruh signifikans positif sistem manajemen pendidikan terhadap mutu sekolah dasar. Dengan demikian, desentraliasai fiskal dan manajemen pendidikan adalah faktor yang menentukan hasil pendidikan dan gabungan dampak keduanya bersifat sinergis dalam meningkatkan mutu sekolah.