cover
Contact Name
Theopilus Wilhelmus Watuguly
Contact Email
semuel.unwakoly1979@gmail.com
Phone
+6281229111976
Journal Mail Official
sciencemap.j@gmail.com
Editorial Address
Gedung Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Lt. 1 Jurusan Pendidikan Matematika dan Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Universitas Pattimura Poka - Ambon, Maluku, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Science Map Journal
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 26849429     EISSN : 26849429     DOI : https://doi.org/10.30598/jmsvol1issue12019
Science Map Journal (Scie Map J) merupakan peer-review journal yang diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan November oleh Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pattimura, Ambon. Scie Map J menerbitkan artikel original yang belum pernah atau sedang dipublikasikan pada jurnal yang lain, mencakup pendidikan matematika, pendidikan kimia, pendidikan fisika, pendidikan biologi dan ilmu-ilmu terapan.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2021): Science Map Journal" : 4 Documents clear
PENGGUNAAN LABORATORIUM VIRTUAL PHET DALAM MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI GERAK HARMONIK SEDERHANA Aldi Tupalessy; Cicylia Triratna Kereh; Sarlota Singerin
Science Map Journal Vol 3 No 2 (2021): Science Map Journal
Publisher : Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jmsvol3issue2pp47-55

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah model pembelajaran yang digunakan guru belum dapat meningkatkan penguasaan materi berdasarkan nilai rerata KKM mata pelajaran fisika 70, pada peserta didik kelas X IPA-1 SMA Negeri 5 Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan materi gerak harmonik sederhana menggunakan laboratorium virtual PhET dalam model discovery learning. Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan one-group pre-test and pro-test dengan sampel kelas X IPA-1 sebanyak 31 peserta didik yang di ambil secara acak (random). Data dalam penelitian ini dihimpun melalui instrumen tes dan non tes, instrumen tes berupa tes awal dan tes akhir sedangkan instrumen non tes berupa lembaran kerja peserta didik (LKPD). Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tes awal, 100 % peserta didik berada pada kualifikasi gagal, dengan rerata skor pencapaian adalah 35,82. Skor pencapaian maksimum adalah 68,4 sedangkan minimum adalah 25,3. Hasil analisis aspek kognitif selama proses pembelajaran berlangsung menggunakan laboratorium virtual PhET dalam model discovery learning menunjukan bahwa rerata skor pencapaian peserta didik adalah 95,63 yang pada kualifikasi sangat baik. Hasil ini dikumpulkan berdasarkan penyelesaian soal-soal yang terdapat dalam LKPD. Kemampuan peserta didik setelah pembelajaran memperlihatkan adanya perubahan. Rerata skor pencapaian tes akhir peserta didik mencapai 83,46 yang berada pada kualifikasi baik. Untuk hasil uji N-Gain diperoleh 0,7 yang berada pada kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan penguasaan materi setelah menggunakan laboratorium virtual PhET dalam model discovery learning
PENERAPAN BLENDED LEARNING TIPE ENRICHED VIRTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK KELAS X MATERI GERAK MELINGKAR DI SMA NEGERI 7 AMBON Kainama, Catzya Maria; Tamaela, Elsina Sarah; Latupeirissa, Asry N
Science Map Journal Vol 3 No 2 (2021): Science Map Journal
Publisher : Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kognitif peserta didik menggunakan model pembelajaran blended learning materi gerak melingkar pada peserta didik kelas X SMA Negeri 7 Ambon. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskritif dengan desain penelitian yaitu One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 7 Ambon, dengan sampel yang berjumlah 27 orang secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan tes pilihan ganda yang berjumlah 10 butir dan essay 5 butir untuk pre-tes dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tes kemampuan awal peserta didik sebelum menggunakan model pembelajaran blended learning yaitu 18,81. Diperoleh pencapaian yang paling rendah dengan nilai 6,00 dan yang tertinggi 51,00. Sehingga 27 (100%) peserta didik berada pada kualifikasi gagal (nilainya < 70). Sementara hasil tes akhir dimana 6 (22,22%) peserta didik berada pada kualifikasi sangat baik, 17 ( 62,96) peserta didik berada pada kualifikasi baik dan 4 (14,81%) berada pada kualifikasi cukup, dengan rata-rata pencapaiain tes formatif yaitu 84,74 berada pada kualifikasi baik. Uji gain dilakukan untuk melihat peningkatan kemampuan kognitif peserta didik terlihat bahwa 27 (100%) peserta didik mengalami peningkatan kognitif dengan rata-rata hasil yang diperoleh yaitu 0,8 berada pada kualifikasi tinggi. Hasil ini diperoleh karena perlakuan yang diberikan, dengan menggunakan model pembelajaran blended learning. Dapat disimpulkan model pembelajaran blended learning tipe enriched virtual dapat meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik pada materi gerak melingkar
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI TRIGONOMETRI Meylani J A Pattinama; Anderson L Palinussa; Hanisa Tamalene
Science Map Journal Vol 3 No 2 (2021): Science Map Journal
Publisher : Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jmsvol3issue2pp63-69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa kelas X SMA PGRI Oma Haruku yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) dan model pembelajaran Discovery Learning pada materi trigonometri. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (Experimental Research) dengan desain penelitian Post Test Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMA PGRI Oma Haruku yang terdiri dari dua kelas dengan jumlah 56 siswa dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yaitu siswa kelas X IPS1 dan siswa kelas X IPS2 yang berjumlah 56 siswa, dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal tes yang terdiri dari 6 soal uraian untuk tes akhir. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik uji t dan hasil penelitian menunjukan ada perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen satu dan kelas eksperimen dua yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) dan model pembelajaran Discovery Learning pada materi trigonometri. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan yang diperoleh yakni, nilai Sig. (2-tailed) lebih kecil dari nilai α = 0,05 yakni 0,019
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KUBUS DAN BALOK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION PADA SISWA SMP Christina Saija; Juliana Selvina Molle; Magy Gaspersz
Science Map Journal Vol 3 No 2 (2021): Science Map Journal
Publisher : Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jmsvol3issue2pp70-76

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan yang terjadi saat proses belajar mengajar dan pemahaman siswa dalam materi kubus dan balok masih kurang sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi kubus dan balok dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Group Investigation pada siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Ambon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang berlangsung selama 2 siklus. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada siklus I menunjukkan bahwa ketuntasan siswa adalah 53%. Selanjutnya pada siklus II ketuntasan siswa meningkat menjadi 80%. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa telah meningkat 27% dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) pada materi kubus dan balok.

Page 1 of 1 | Total Record : 4