cover
Contact Name
Harvina Sawitri
Contact Email
averrous@unimal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
averrous@unimal.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Jl. Meunasah Uteunkot Cunda Lhokseumawe, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh
ISSN : 24775231     EISSN : 25028715     DOI : https://doi.org/10.29103/averrous
Core Subject : Health,
Averrous: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh (Averrous: Malikussaleh Journal of Medicine and Health - Averrous: MJMH*) is a peer-reviewed and open-access journal. Publishes by the Faculty of Medicine Universitas Malikussaleh in collaboration with the Institute for Research and Community Service (LPPM) Universitas Malikussaleh, which focuses on disseminating research findings that cover a wide range of subjects in medicine and health from basic medical and health sciences, applied sciences, and public health research. Original research papers, case studies, reviewed-articles are acceptable. Averrous: MJMH journals are published twice a year May and November. All research articles published in website Averrous: MJMH is free-downloaded according to the open access policy.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Averrous, Vol. 5: No. 2 (November, 2019)" : 20 Documents clear
DEMAM REUMATIK AKUT Fitriany, Julia; Annisa, Iis
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 5: No. 2 (November, 2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.754 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v5i2.2078

Abstract

Demam reumatik akut adalah konsekuensi autoimun dari infeksi streptokokus grup A. Demam reumatik akut menyebabkan respon inflamasi umum dan penyakit yang mengenai jantung, sendi, otak dan kulit secara selektif. Infeksi Streptococcus beta hemolyticus grup A pada tenggorok selalu mendahului terjadinya demam reumatik, baik pada serangan pertama maupun serangan ulangan. Manifestasi klinis demam reumatik dibagi menjadi manifestasi klinis mayor yaitu artritis, karditis, korea, eritema marginatum dan nodulus subkutan. Manifestasi klinis minor yaitu demam, artralgia, peningkatan LED dan C-reactive protein dan pemanjangan interval PR. Penatalaksanaan pada demam reumatik/penyakit jantung reumatik berupa eradikasi dari kuman Streptococcus beta hemolyticus grup A, obat-obat analgesik dan antiinflamasi, diet, istirahat dan mobilisasi serta pengobatan lain yang diberikan sesuai klinisnya seperti pengobatan korea.
KECELAKAAN LALULINTAS : PERLUKAH MENDAPATKAN PERHATIAN KHUSUS? Syahriza, Muhammad
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 5: No. 2 (November, 2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.755 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v5i2.2083

Abstract

Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab utama kematian akibat cedera baik di negara berkembang ataupun negara  maju.  Angka  kejadian  kecelakaan  lalu  lintas  terus  meningkat  setiap  tahunnya  seiring  dengan meningkatnya pengguna kenderaan bermotor terutama di negara berkembang dengan pendapatan rendah dan menengah.  Tulisan  ini  bertujuan untuk  memberikan gambaran terkait  kecelakan  lalu  lintas  yang  terjadi di kawasan Asia Tenggara terutama di Negara Indonesia. Metode yang digunakan adalah dengan menganilisa laporan yang berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas secara global, regional dan lokal khususnya kasus yang terjadi di Indonesia. Dari laporan yang ada,, kasus kecelakaan lalu lintas di hampir semua negara mengalami peningkatan yang diikuti oleh dampak berupa penignkatan angka kematian (mortality rate) dan kecacatan lama (Disability-Adjusted Life Years). Kondisi ini menjadi permasalahan yang besar dibidang kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, perhatian dari seluruh pihak sangat diharapkan agar penurunan angka ke matian dan kecacatan akibat kecelakaan lalu lintas bisa dicapai sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030.
EXTENSIVELY DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS (XDR TB) Siregar, Sarah Rahmayani
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 5: No. 2 (November, 2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.524 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v5i2.2079

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi kronis menular yang masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Tuberkulosis (TB) sebagian besar akan mengalami penyembuhan dengan pengobatan. Namun tidak semua penyakit TB sembuh dengan pengobatan. Hal ini disebabkan pengobatan dari TB yang belum terlaksana dengan baik sehingga dapat pula menyebabkan terjadinya resistensi terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT), berupa Multidrug Resistant Tuberkulosis (MDR TB) dan Extensively Drug Resistant Tuberculosis (XDR TB). XDR TB adalah TB yang disebabkan oleh strain yang resistensi terhadap isoniazid dan rifampisin, disertai resisten terhadap salah satu fluorokuinolon dan salah satu dari tiga obat injeksi lini kedua (amikasin, kapreomisin atau kanamisin). XDR TB diperkenalkan tahun 2006 ketika terjadi epidemi yang sangat fatal di Afrika Selatan. XDR-TB dapat ditularkan melalui bakteri yang disebarkan oleh orang yang sudah terkena resistensi obat. Diagnosis XDR-TB ditegakkan dengan uji sensitiviti obat atau Drug Susceptibility Testing (DST), bukan sekedar berdasarkan gambaran foto toraks dan adanya faktor resiko yang ada pada seseorang. WHO telah merancang strategi Directly Observed Treatment Short Course (DOTS-Plus) untuk mengelola TB M/XDR di negara-negara miskin sumber daya. Revisi National Tuberculosis Programme (RNTCP) di bawah DOTS-Plus akan menggunakan rejimen pengobatan standar (STR) kategori IV, yang terdiri dari 6 obat (kanamisin, levofloxacin, etionamid, sikloserin, pirazinamid, dan etambutol) selama 6-9 bulan fase intensif dan 4 obat (levofloxacin, ethionamide, cycloserine, dan ethambutol) selama 18 bulan dari fase lanjutan. Penyembuhan tergantung pada tingkat resistensi obat, tingkat keparahan penyakit dan apakah sistem kekebalan pasien terganggu.
KUALITAS PELAYANAN ANC DAN PERILAKU IBU HAMIL DALAM MENCEGAH TERJADINYA BBLR DI RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA KABUPATEN ACEH UTARA TAHUN 2019 Andayani, Nelly; Asfriyati, Asfriyati; Aulia, Destanul
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 5: No. 2 (November, 2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.814 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v5i2.2084

Abstract

Kejadian bayi lahir denganberat badan lahir rendah (BBLR) disebabkan oleh banyak faktordan masih sering terjadi serta menjadi masalah kesehatan reproduksi. Hal tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui perilaku ibu selama masa kehamilan. Kualitas pelayanan ANC diduga menjadi faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu hamil dalam pencegahan BBLR. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kualitas pelayanan ANC dan perilaku ibu hamil dalam pencegahan BBLR. Jenis penelitian ini survei analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Cut Meutia. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 58 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan cara analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-squaredengan tingkat kepercayaan 95% (?=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang menyatakan kualitas pelayanan ANC baik (55,2%), menyatakan kurang baik (44,8%). Perilaku pencegahan BBLR pada bayi menunjukkan bahwa sebagian besar perilaku responden baik (60,3%), kurang baik (39,7%). Kualitas pelayanan ANC dengan perilaku ibu hamil dalam pencegahan BBLR pada bayi di Rumah Sakit Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara, p = 0,000< 0,05. Disarankan kepada pihak Rumah Sakit Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara membuat leaflet yang disebarkan kepada setiap ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilan, atau membuat poster yang ditempel di dinding sehingga mudah dibaca oleh pengunjung (ibu hamil) tentang pencegahan BBLR.
HUBUNGAN USIA, LAMA BEKERJA DAN DURASI KERJA DENGAN KELUHAN KELELAHAN MATA PADA PENJAHIT SEKTOR USAHA INFORMAL DI KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2018 Maulina, Nora; Syafitri, Laila
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 5: No. 2 (November, 2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.522 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v5i2.2080

Abstract

Kelelahan mata adalah gangguan pada mata karena otot-otot akomodasi mengalami stres saat harus melihat objek yang berukuran kecil dan pada jarak yang dekat. Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya kelelahan mata adalah usia, lama bekerja, dan durasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, lama bekerja dan durasi kerja dengan keluhan kelelahan mata pada penjahit sektor usaha informal di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden.Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang selanjutnya dianalisis menggunakan analisis chi square. Hasil penelitian didapatkan penjahit yang mengalami kelelahan mata sebanyak 66,7%, gambaran usia penjahit yang terbanyak adalah 26 sampai 35 tahun (35%),  lama kerja terbanyak adalah diatas 3 tahun (68,3%), dan durasi kerja terbanyak adalah 3 sampai 7 jam perhari (73,3%). Analisis statistik menggunakan uji chi square menunjukkan p value > 0,05. Kesimpulan  penelitian ini tidak terdapat hubungan usia, lama bekerja dan durasi kerja dengan keluhan kelelahan mata pada penjahit sektor usaha informal di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe tahun 2018.
MCCUNE-ALBRIGHT SYNDROME (MAS) Mardiati, Mardiati; Maulina, Fury
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 5: No. 2 (November, 2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.525 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v5i2.2085

Abstract

McCune-Albright Syndrome (MAS) adalah suatu penyakit yang etiologinya adalah akibat mutasi gen guanine nucleotide binding alpha stimulating (GNAS1) pada masa embrionik. Mutasi gen GNAS1 ini terjadi pada masa kehamilan dan secara acak yang akan menghasilkan sebagian sel tubuh yang normal dan sebagian lainnya akan mengalami mutasi, fenomena ini yang disebut mosaicism. Sindrom ini memiliki tiga tanda klinis yaitu, displasia fibrosa, pigmentasi kulit (cafe-au-lait), dan disertai puibertas prekoks. Diagnosis MAS biasanya berdasarkan pemeriksaan klinis, radiografi, biopsi dan uji genetik. Aspek yang paling penting dari konseling kepada keluarga adalah untuk memberikan pengetahuan kepada keluarga bahwa penyakit ini tidak menular, juga tidak berhubungan dengan lingkungan atau dari kelompok etnis tertentu. Penatalaksanaan terhadap MAS adalah berdasarkan manifestasi klinis yang muncul dan membutuhkan kerjasama tim yang melibatkan  bedah orthopedi, bedah plastik dan ahli endokrin.
INKOMPATIBILITAS ABO PADA NEONATUS DI UTD PMI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2018 Akbar, Teuku Ilhami Surya; Ritchie, Ni Ken; Sari, Nurmala
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 5: No. 2 (November, 2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.612 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v5i2.2081

Abstract

Inkompatibilitas ABO atau ketidak cocokan golongan darah ABO pada neonatus merupakan salah satu penyebab ikterik patologis atau hiperbilirubinemia. Inkompatibilitas golongan darah ABO umumnya penyakit yang tidak berat, namun perlu penanganan sebaik-baiknya karena jika tidak dapat berdapak buruk bayi neonatus. Inkomptabilitas ABO terjadi pada 12% kehamilan, tetapi hanya 2% yang berkaitan dengan hemolisis berat. Ibu biasanya memiliki golongan darah O dan janin memiliki golongan darah A, B atau AB. Penelitian ini melihat prevalensi ABO inkompatibilitas pada neonatus  dan penanganan yang dilakukan di UTD PMI Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presentase inkompatibilitas ABO di UTD PMI Kota Banda Aceh dan juga penanganan yang selama ini dilakukan. Metoda penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan data menggunakan data sekunder.  Total sampel berjumlah  4.500 kasus. Hasil penelitian menunjukkan presentase Inkompatibilitas ABO pada neonatus sebesar 0,5% dan diberikan penanganan berupa fototerapi dan transfusi darah. Kesimpulannya 1/20 neonatus yang diperiksakan darahnya di UTD PMI Kota Banda Aceh mengalami inkompatibilitas ABO, diharapkan ibu hamil dapat mengetahui golongan darahnya sebelum persalinan dan melakukan pemeriksaan terkait resiko inkompatibilitas.
PENGARUH PEMBERIAN TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Mulyani, Nunung Sri; Arnisam, Wiqayatun; Ermi, Putri
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 5: No. 2 (November, 2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.431 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v5i2.2086

Abstract

Prevalensi hipertensi pada orang dewasa diseluruh dunia sebesar 26,4% dan di Indonesia sebesar 9,5%. Di Provinsi Aceh sebesar 30,1% dan di Aceh Selatan sendiri sebanyak 3255 orang menderita hipertensi. Teh hijau mengandung kombinasi zat yang tidak dimiliki minuman lain diantaranya kafein, L-Theanine dan epigalokatekin galat. Ketiga zat ini saling bersinergi sehingga mampu melindungi jantung dengan membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian teh hijau (Camellia sinensis) terhadap tekanan pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bersifat Quasy Experiment dengan desain pre-post kontrol grup. Sampel berjumlah 42 orang, terbagi 21 kelompok perlakuan dan 21 kelompok tanpa perlakuan. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Penelitian  ini dilaksanakan  pada  bulan Februari tahun 2017. Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik terhadap pemberian  teh  hijau  (Camellia  sinensis)  pada  penderita  hipertensi  adalah sebesar 25,33 mmHg, sedangkan rata-rata penurunan tekanan darah diastolik terhadap pemberian teh hijau (Camellia sinensis) pada penderita hipertensi adalah sebesar 9,47 mmHg. Ada pengaruh pemberian teh hijau (Camellia sinensis) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Labuhanhaji Kabupaten Aceh Selatan (p ?0,05). Diharapkan teh hijau dapat dimanfaatkan atau digunakan oleh penderita hipertensi sebagai alternatif terapi herbal agar tekanan darah tetap normal dan stabil.
ANALISIS KERENTANAN KESEHATAN PENDUDUK PRA-BENCANA BANJIR DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Utariningsih, Wheny; Adiputra, Agung
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 5: No. 2 (November, 2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.892 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v5i2.2077

Abstract

Upaya penanggulangan bencana salah satunya berfokus pada kesehatan masyarakat dalam menghadapi krisis saat bencana alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan kesehatan masyarakat Aceh Barat Daya terhadap bencana banjir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yakni dengan menjelaskan fenomena yang ada melalui angka-angka untuk menggambarkan karakteristik individu atau kelompok serta menilai sifat dari kondisi-kondisi yang tampak terjadi saat kejadian bencana di Kabupaten Aceh Barat Daya. Kajian kerentanan terhadap bencana banjir menunjukkan bahwa jumlah penduduk terpapar terbanyak berada di Kecamatan Susoh dengan nilai keterpaparan tinggi yaitu 22.763 jiwa. Selain jumlah penduduk terpapar, kajian kerentanan juga menunjukkan bahwa jumlah kelompok rentan terhadap bencana banjir tertinggi untuk penyandang disabilitas yaitu 128 jiwa dan 462 jiwa penduduk miskin yang berada di Kecamatan Tangan-Tangan. Perempuan juga merupakan salah satu kelompok rentan, dari 145.726 penduduk di Kabupaten Aceh Barat Daya sekitar 50,4% atau 73.449 merupakan perempuan.  Salah satu permasalahan kesehatan yang memburuk akibat bencana banjir di Kabupaten Aceh Barat Daya adalah meningkatnya potensi kejadian penyakit menular maupun penyakit tidak menular, seperti: 1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA); 2. Diare; 3. Penyakit kulit; 4. Gastritis; 5. Leptospirosis; 6. Conjungtivitis; 7. Typhus abdominalis. Kasus penyakit tersebut sering meningkat secara signifikan, bahkan beberapa diantaranya menjadi kejadian luar biasa (KLB) yang tidak jarang disertai kematian.
KANKER KOLOREKTAL Nouva, Nouva; Sayuti, Muhammad
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 5: No. 2 (November, 2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.437 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v5i2.2082

Abstract

Kanker kolorektal adalah suatu tumor maligna yang muncul dari jaringan epitel dari kolon atau rektum. Kanker kolorektal ditujukan pada tumor ganas yang ditemukan di kolon dan rektum. Diagnosis kanker kolorektal dapat dilakukan secara bertahap, antara lain melalui anamnesis yang tepat, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium, baik dari laboratorium klinik maupun laboratorium patologi anatomi. Etiologi kanker kolorektal hingga saat ini masih belum diketahui

Page 1 of 2 | Total Record : 20