cover
Contact Name
urnal Industry Xplore
Contact Email
industry.xplore@ubpkarawang.ac.id
Phone
+6289630201167
Journal Mail Official
industry.xplore@ubpkarawang.ac.id
Editorial Address
Jl. HS Ronggowaluyo Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Industry Xplore
ISSN : 25280821     EISSN : 25805479     DOI : 10.36805
Core Subject : Engineering,
Industry Xplore adalah Jurnal Ilmiah Teknik Industri, FTIK, Universitas Buana Perjuangan Karawang, sebagai wadah pengembangan bidang ilmu Teknik dan Manajemen Industri, berisi hasil kajian dan penelitian dari Dosen, Peneliti, serta Praktisi Industri. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Teknik Industri dan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Industry Xplore mulai terbit pada tahun 2016 dan sampai tahun 2019 telah mencapai 4 volume.
Articles 96 Documents
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PAKAN TERNAK DENGAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) PADA PERUSAHAAN PAKAN TERNAK DI KARAWANG Muhamad Sayuti
Industry Xplore Vol 3 No 1 (2018): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.521 KB) | DOI: 10.36805/teknikindustri.v3i1.358

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengendalian kualitas tersebut dapat dilakukan mulai dari bahan baku, selama proses produksi berlangsung sampai pada produk akhir dan disesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan dan diberlakukan oleh perusahaan. Pengendalian kualitas penting dilaksanakan, tidak hanya untuk usaha berkapasitas ekspor maupun usaha-usaha kecil, begitu pula perusahaan X di Karawang. Perusahaan Pakan Ternak Unit Karawang menyediakan sumber protein hewani melalui pakan ternak bermutu dan bertekad menjadi market leader di wilayah Jawa, dengan semangat "Tumbuh dan berkembang menuju kesejahteraan bersama" Dalam mewujudkan tekad tersebut Perusahaan Pakan Ternak Unit Karawang menerapkan "Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008" dengan melakukan perbaikan terus menerus yang mengacu pada persyaratan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Namun dalam proses produksi, tidak selamanya produk pakan ternak berhasil 100%. Hasil produksi perhari yaitu 28.000 kg dan yang mengalami kerusakan yaitu sekitar 7 karung. Standar kerusakan yang ditetapkan perusahaan yaitu berkisar dari 0,1 % - 1%. Karena produk yang dihasilkan beragam sehingga pengendalian kualitas dirasakan sangat penting, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengendalian kualitas produk pakan ternak Pada Perusahaan Pakan Ternak Kata Kunci : Produk cacat, Pengendalian Kualitas, Standar Kerusakan Produk
KAJIAN PERENCANAAN PERSEDIAAN YANG OPTIMAL DENGAN METODE EOQ PADA PT. XY Sri Suharti
Industry Xplore Vol 3 No 1 (2018): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.185 KB) | DOI: 10.36805/teknikindustri.v3i1.360

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besar jumlah atau quantity yang harus di pesan untuk masing-masing material per customer dengan menggunakan metoda EOQ, menentukan besar persediaan pengaman (Safety stock) yang ideal yang harus disediakan, menentukan waktu yang tepat untuk melakukan pemesanan kembali (Reorder point) dari masing-masing material per customer, menentukan biaya total persediaan material (TIC) yang harus dikeluarkan oleh PT. XYZ. Data penelitian merupakan data dari bulan Januari 2015 sampai dengan Desember 2015. Data yang diperoleh adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode EOQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelian yang optimal menurut Metode EOQ selama periode tahun 2015 untuk setiap kali pesan lebih besar daripada yang dilakukan perusahaan. Sedangkan total biaya persediaan (TIC) lebih kecil daripada yang dilakukan perusahaan yaitu dapat menghemat sebesar 60.5%. Implementasi metode EOQ dapat direkomendasikan untuk mengetahui kuantitas pemesanan atau pembelian optimal dengan tujuan meminimalkan biaya persediaan yang terdiri dari biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Kata Kunci : Persediaan, Economic Order Quantity, Reorder Point, Safety Stock, Total biaya persediaan, biaya pemesanan, biaya penyimpanan.
ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA TARUM KAB. KARAWANG Ade Suhara; Amallia .
Industry Xplore Vol 3 No 1 (2018): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.09 KB) | DOI: 10.36805/teknikindustri.v3i1.361

Abstract

ABSTRACT: PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang from 2012 to 2014 shows that profits continue to decline, if this continues to be allowed then PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang will suffer losses. Therefore the main problem in this study is how sales planning, cost planning and profit planning are expected by applying cost-volume-profit analysis and how the comparison between cost projections made by PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang with cost projections resulting from cost-volume-profit analysis. The data needed is secondary data obtained from PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang in the form of data on PDAM profits in 2011 - 2014, total costs in 2011 - 2014, details of elements of 2014 income and projections of company costs according to the project feasibility study made in 1998. The analytical method used is cost separation analysis, least square method trend, break-even analysis, sales forecast analysis, cost projection analysis, 2015 profit planning and comparison of company cost projections with cost projections resulting from profit-volume-profit analysis. ABSTRAK PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang dari tahun 2012 hingga tahun 2014 menujukkan keuntungan yang terus menurun, bila hal ini terus dibiarkan maka PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang akan mengalami kerugian. Oleh karena itu permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana perencanaan penjualan, perencanaan biaya dan perencanaan laba yang diharapkan dengan penerapan analisis biaya-volume-laba dan bagaimana perbandingan antara proyeksi biaya yang dilakukan PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang dengan proyeksi biaya hasil analisis biaya-volume-laba. Data yang diperlukan merupakan data sekunder yang diperoleh dari PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang berupa data keuntungan PDAM tahun 2011 - 2014, total biaya tahun 2011 – 2014, perincian elemen-elemen laba rugi tahun 2014 dan proyeksi biaya perusahaan menurut studi kelayakan proyek yang dibuat tahun 1998. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pemisahan biaya, metode least square trend, analisis impas, analisis forecast penjualan, analisis cost proyeksi, perencanaan laba tahun 2015 dan perbandingan proyeksi biaya perusahaan dengan proyeksi biaya hasil analisis biaya-volume-laba. Kata Kunci : Least Square Trend, Forecast
STRATEGI PRIORITAS PENENTUAN KEGIATAN USAHA PADA BADAN USAHA MILIK DESA Boy Man; Sani Suhardiman
Industry Xplore Vol 3 No 1 (2018): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.073 KB) | DOI: 10.36805/teknikindustri.v3i1.365

Abstract

Abstrak Strategi dalam menentukan jenis kegiatan usaha baru yang di harapkan oleh Desa Tanjungpakis adalah jenis kegiatan Industri Kecil Menengah (IKM), industri kecil ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa serta meningkatkan lapangan kerja dalam mengurangi angka pengangguran. Penggunaan metode dalam menentukan prioritas kegiatan pengembangan usaha baru, dengan menggunakan metode analisis menghasilakan kekuatan (Strength), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), ancaman (Threats) SWOT dan Metode Matrik Perbanding Eksponesial (MPE). Dari hasil analisis kondisi Desa berdasarkan potensi internal dan eksteranl yang dilakukan dengan metode SWOT, diperoleh skor total dari pengolahan data kuesioner Strength (4,08) dan Weaknesses (-2,78), sedangkan untuk total skor Opportunities (3,78) dan Threats (-2,84). Total skor hasil kuesioner kemudian dimasukan kedalam matrik SWOT kuadran, hasil skor sumbu y (0,65) dan x (0,06) menunjukan peluang – ancaman yang ada dalam menentukan jenis kegiatan usaha dapat disesuaikan dengan kekuatan – kelemahan. Berdasarkan hasil analisis SWOT dimana potensi desa yang mendukung berbagai jenis kegiata usaha dapat di ajukan sebagai rekomendasi, metode MPE digunakan untuk menentukan prioritas usaha. Hasil kriteria dan alternatif akan memunculkan nilai dari kuesiner MPE, dimana jenis usha pertambakan memiliki nilai tertinggi (12691), yang diikuti oleh pertambakan (8067), peternakan (841), jasa (66), dan perkebunan (55). Dari hasil penelitian diharapkan kegiatan usaha industri pakan dapat diterima dan terlaksana dalam memenuhi tujuan awal untuk perekonomian desa yang lebih baik. Kata kunci : Strategi Priorita Penentuan, Analisa SWOT, Metode MPE
ANALISIS KEMAMPUAN PROSES DAUR ULANG LARUTAN PENYAPU DI UNIT AQUASAVE DENGAN METODE TITIMETRI Akda Zahrotul Wathoni; Mofa Rozzy
Industry Xplore Vol 3 No 1 (2018): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.807 KB) | DOI: 10.36805/teknikindustri.v3i1.366

Abstract

ABSTRAK Salah satu bahan penunjang yang penting untuk proses cetak intaglio yaitu larutan penyapu. Larutan merupakan larutan yang terdiri dari air lunak (softwater)±99%, soda kaustik ±0,3% dan surfaktan ±0,3%. Kualitas larutan penyapu harus dapat menyapu dan melarutkan tinta intaglio tersebut.Dalam proses produksinya, pembuatan larutan penyapu ini dilakukan secara daur ulang(recycling) dengan sistem close loop. Kulaitas hasil daur ulang larutan penyapu harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Untuk mengetahui apakah sistem tersebut mampu untuk selalu menyediakan larutan dengan kualitas yang baik,maka dilakukan analisis kapabilitas proses dengan melakukan analisis pada kadar soda kaustik (NaOH) pada larutan penyapu hasil daur ulang. Analisis kadar soda kaustik (NaOH) dilakukan dengan metode titimetri. Dari analisisi kapabilitas proses didapat nilai indeks Cpl >1, maka disimpulkan sistem unit aquasave capable. Keywords: titimetri, soda kaustik, larutan penyapu, kapabilitas
PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MEMINIMASI REJECT START DI MESIN EXTRUDER MENGGUNAKAN METODE PDCA DI PT WAHANA DUTA JAYA RUCIKA Annisa Indah Pratiwi; Yusuf Ari Wibowo
Industry Xplore Vol 3 No 1 (2018): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.25 KB) | DOI: 10.36805/teknikindustri.v3i1.367

Abstract

Abstrak Perkembangan bisnis meningkat semakin ketat memberikan dampak terhadap persaingan bisnis baik di pasar domestik maupun di pasar internasional. Salah satu cara agar bisa memenangkan kompetisi dengan,memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan oleh sehingga bisa mengungguli produk yang dihasilkan oleh pesaing. PT. Wahana Duta Jaya Rucika adalah sebuah perusahaan manufacture yang berdiri sejak tahun 1973 dengan hasil produksi berupa pipa PVC, fitting (sambungan pipa), dan lem penyambung pipa PVC untuk keperluan perpipaan maupun drainase Dalam kegiatan produksinya, perusahaan selalu berupaya agar menghasilkan produk yang baik dan menekan kerusakan produk atau reject yang tinggi dengan menetapkan standar toleransi reject sebesar 1,6 % dari jumlah produksi. Namun di dalam proses produksi dari beberapa data cacat product yang diambil reject start di mesin 21 selalu berada di tiga terbesar pada tiga bulan terakhir. Reject Start memberi kontribusi terbesar dibandingkan seluruh reject di Line 21 dan reject melebihi batas yang ditetapkan yaitu 281.33 % (Data bulan September-Oktober-November). Melihat permasalahan yang terjadi tersebut, oleh karena itu perusahaan memerlukan pengendalian kualitas yang berguna untuk mengurangi dan menekan terjadinya cacat produk sesuai dengan yang diharapkan. Dan kegiatan pengendalian kualitas tersebut dilakukan dengan menggunakan metode pengendalian kualitas dengan alat bantu dasar pengendalian kualitas (QC 7 tools) dan siklus Plan- Do-Check-Action(PDCA). Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa problem reject start di mesin extruder mengalami penurunan yakni reject start di mesin extruder mengalami penurunan yakni sebelum perbaikan adalah 281,33% menjadii 100% setelah perbaikan. Kata Kunci : PDCA, Seven Tools, Quality
ANALISA JUMLAH MESIN IDEAL UNTUK MENCAPAI KESEIMBANGAN LINI PRODUKSI DI PT. XYZ Afif Hakim
Industry Xplore Vol 4 No 1 (2019): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.051 KB) | DOI: 10.36805/teknikindustri.v4i1.599

Abstract

Pengukuran jumlah mesin ideal sangat diperlukan untuk melihat kapasitas produksi mencukupi ataukan tidak yang pada akhirnya akan menentukan kelancaran pengiriman barang jadi kepada customer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menghitung kecukupan jumlah mesin di tiap lini yang ada dengan mempertimbangkan waktu siklus, proporsi cacat, jumlah permintaan dan efisiensi mesin yang ditetapkan oleh perusahaan. Dengan penambahan ini, diharapkan tidak akan ada kerja lembur untuk mengejar target produksi. Hasil pengecekan terhadap jumlah mesin menunjukkan bahwa agar tercapainya keseimbangan lintasan produksi sehingga nantinya dapat meningkatkan kapasitas produksi, terdapat beberapa mesin tertentu yang memerlukan penambahan unit yaitu total sebanyak 15 unit untuk 14 Operation (masing-masing Operation membutuhkan 1 unit tambahan tetapi ada 1 Operation yang membutuhkan 2 tambahan unit mesin). Disamping itu ada juga mesin tertentu yang perlu dilakukan pengurangan unit untuk tujuan efisiensi yaitu sebanyak 3 unit mesin dari 2 Operation. Hal ini dikarenakan kapasitasnya sudah memenuhi permintaan tanpa mesin-mesin tersebut, dan sebagian besar jumlah mesin dinilai sudah ideal antara kebutuhan secara teoritis dengan keadaan saat ini. Kata Kunci: Jumlah mesin ideal, kapasitas produksi, waktu siklus, proporsi cacat, efisiensi
ANALISIS DAN ESTIMASI BIAYA BUBUR ORGANIK DAN PUDING RASA MITRA PROCIL KARAWANG Annisa Indah Pratiwi
Industry Xplore Vol 4 No 1 (2019): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.474 KB) | DOI: 10.36805/teknikindustri.v4i1.600

Abstract

Analisis dan estimasi biaya diperlukan untuk mengetahui besar biaya produksi, harga pokok produksi, Break Even Point dan mengetahui profit suatu produk. Hal ini juga berlaku di outlet Mitra Sehat Indonesia (Procil) Karawang yang banyak mendapatkan order dari pelanggan, sehingga peneliti tertarik untuk menganalisis perusahaan Mitra Procil Karawang tersebut dengan menggunakan metode service hours dalam menghitung penggunaan asset secara penuh, full costing method dalam menentukan Harga Pokok Produksi (HPP), gross margin pricing (Mark Up) method dalam menentukan harga jual dan Break Even Point dalam menentukan minimal batas penjualan untuk mendapatkan keuntungan. Dari hasil penelitian selama periode satu bulan diperoleh Harga Pokok Produksi sebesar Rp. 7.791.594, Harga Pokok Penjualan sebesar Rp. 9.739.492, harga jual per unit bubur organik sebesar Rp. 3.500, harga jual per unit puding sebesar Rp. 2.500, BEP unit bubur organik sebesar 861,8 porsi, BEP Rupiah bubur organik sebesar Rp. 3.016.300, BEP unit puding sebesar 214 cups, BEP Rupiah pudding sebesar Rp. 536.729 dan total profit sebesar Rp. 15.079.000. Kata Kunci: Harga Pokok Produksi, harga jual, Break Even Point, keuntungan
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA IKM SEMPRONG DI KABUPATEN KARAWANG Muhamad Sayuti
Industry Xplore Vol 4 No 1 (2019): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.927 KB) | DOI: 10.36805/teknikindustri.v4i1.601

Abstract

Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan industri yang semakin berkembang di Indonesia. Industri ini merupakan salah satu yang tahan dari kerisis ekonomi, sehingga bisa menjadi alternatif usaha untuk di kembangkan. Kue semprong merupakan hasil dari industri kecil dan menengah yang di kembang di Karawang. Kue semprong merupakan makanan khas Karawang, sehingga banyak sekali orang membeli kue ini sebagai oleh-oleh khas daerah. Produksi kue semprong sangat berpengaruh terhadap permintaan dari konsumen, tetapi selain permintaan yang mempengaruhi yaitu jumlah tenaga kerja. Penelitian ini akan meneliti bagaimana penentuan kapasitas produksi untuk menentukan jumlah pegawai yang dipekerjakan, sehingga dapat mempengaruhi kapasitas produksi. Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan waktu baku, waktu standard an waktu normal, dari masing-masing kegiatan pengelolahan bahan, pencetakan dan pengemasan. Dengan rata-rata produksi 848 perbulan, dibutuhkan tenaga kerja masing-masing kegiatan diatas yaitu membutuhkan karyawan sebanyak 25 orang dalam satu kegiatan. Jumlah karyawan tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kapasitas produksi. Kata Kunci : Kapasitas Produksi, produktivitas, IKM Semprong
PEMANFAATAN METODE PENGECEKAN PASIR ALTERNATIF (BY VOLUME) UNTUK MEMPERSINGKAT WAKTU PENERIMAAN DELIVERY PASIR PADA PERUSAHAAN BETON N. Neni Triana
Industry Xplore Vol 4 No 1 (2019): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.617 KB) | DOI: 10.36805/teknikindustri.v4i1.602

Abstract

Penggunaan pasir merupakan bahan baku utama yang digunakan pada industri beton dan keberadaanya bergantung kepada sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui, sebagai bahan baku utama maka mutu pasir juga sangat berpengaruh terhadap kekuatan beton seperti pada penelitian sebelumnya “kadar lumpur mempengaruhi terhadap kuat tekan beton, semakin kecil kadar lumpur, maka kuat tekan beton dan berat jenis beton akan semakin tinggi”(Purwanto, Yulita Arni Priastiwi, 2012), sehingga untuk mendapatkan kualitas pasir yg sesuai standar diperlukan proses pengecekan menggunakan metode by weight yang memerlukan waktu ± 2 hari untuk sampel satu mobil=32.4 ton. Sedangkan kebutuhan pasir perusahaan beton berkisar antara 15-20 mobil/hari, sehingga proses penerimaan delivery akan terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan dan membuat validasi dengan metode pengecekan alternative selain by weight yaitu (by volume) sehingga proses pengecekan menjadi lebih cepat dan dampaknya akan mempercepat proses penerimaan delivery dari supplier pasir. Metode yang digunakan adalah regresi linier dengan membuat perbandingan antara pengecekan by weight dengan by volume. Hasil pengujian regresi linier didapatkan nilai Korelasi, R = 0,95754 1, menyatakan korelasi yang sangat kuat. Dengan demikian berarti, variabel pengetesan kadar lumpur pasir dengan metode by volume memiliki hubungan yang sangat kuat terhadap hasil pengetesan kadar lumpur pasir dengan metode by weight. Nilai R2hasil pengetesan kadar lumpur pasir dengan metode by weight 91,69%, sisanya 8,31% dipengaruhi faktor-faktor lain, seperti; pemilihan dan pengambilan sampel, metode pengerjaan test (human error) dan faktor lingkungan pada saat pengetesan (suhu dan angin. Perbandingan ini membuktikan metode pengecekan by volume dapat dijadikan alternatif untuk mempercepat waktu penerimaan supply pasir dari supplier. Keywords : Beton, By weight, By Volume, delivery, Regresi linier, Pasir.

Page 2 of 10 | Total Record : 96