cover
Contact Name
Junior Hendri Wijaya
Contact Email
thejournalish@gmail.com
Phone
+6282326796566
Journal Mail Official
thejournalish@gmail.com
Editorial Address
Jl.Patukan Gamping Tengah, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
TheJournalish: Social and Government
ISSN : -     EISSN : 27225402     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Thejournalish: Social and Government bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau ide konseptual, tinjauan literatur dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan. Ketentuan penerbitan manuskrip tidak pernah dipublikasikan atau tidak diajukan di jurnal lain, manuskrip yang berasal dari nasional dan internasional. Jurnal TheJournalish sudah ber ISSN: 2722-5402 (media online). Selanjutnya Thejournalish: Social and Government dikelola oleh CV The Journal Publishing. TheJournalish juga bekerjsama dengan Community of Government Observer (CGO) Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya UIGM. Thejournalish: Social and Government berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang sosial dan bidang pemerintah. Adapun ruang lingkup sebagai berikut: SOCIAL: Bidang Kebijakan Sosial, Kesejahteraan Sosial, Kemiskinan, Bencana Alam dan Sosial, CSR, Inovasi Sosial, Pemberdayaan Sosial, dan Lingkup ilmu yang terkait lainnya. GOVERNMENT: Governance, Politics Government, E-Government, Pemerintahan Daerah, Pemerintahan Desa, Governability, Kepemimpinan Strategis dan Inovatif, dan Lingkup ilmu yang terkait. Thejournalish: Social and Government menerbitkan 4 kali dalam setahun yang dimulai dari edisi bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Setiap naskah yang dikirim ke Jurnal The
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue" : 25 Documents clear
Effect Of Nitrogen Fertilization And Irrigation Scheme On Growth, Production And Metane (Ch4) Emissions In Paddy Rice Cultivation Didik Purwanto; Tumiar K. Manik; Paul Benyamin Timotiwu; Eko Pramono
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.596

Abstract

Pemanasan global yang ditandai dengan naiknya temperatur permukaan bumi disebabkan oleh kenaikan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) seperti metana (CH4), karbondioksida (CO2), dan dinitrogen oksida (NO2) di atmosfer. Emisi gas metana telah banyak diteliti dan didapatkan bahwa budidaya padi sawah merupakan sumber utama dari emisi metana sektor pertanian. Indonesia sebagai negara dengan beras sebagai makanan pokok sangat perlu melakukan penelitian tentang emisi gas metana dari budidaya padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai dengan Maret 2022 di sawah petani, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh skema irigasi dan dosis pupuk yang berbeda terhadap pertumbuhan, hasil panen dan emisi gas CH4 dalam budidaya sawah. Penelitian ini menggunakan desain faktorial dengan 3 ulangan. Skema irigasi sebagai faktor pertama dengan 2 taraf yaitu irigasi terputus (IR1) dan irigasi tergenang (IR2) sedangkan faktor nitrogen sebagai faktor kedua dengan 3 taraf yaitu 0 kg N/ha (N0), 50 kg N/ha (N50), 100 kg N/ha (N100. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot gabah per rumpun, bobot gabah per petak percobaan, berat brangkasan dan emisi gas CH4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh tunggal perlakuan pemberian pupuk nitrogen menunjukkan pengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman, bobot gabah per rumpun, produksi gabah kering panen (GKP) dan berat brangkasan. Perlakuan skema irigasi terputus dan pemberian pupuk nitrogen dosis 100 kg N/ha berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan dan produksi gabah. Emisi gas metana mengikuti fase pertumbuhan tanaman, dosis pupuk N dan skema irigasi; secara umum perlakuan irigasi terputus menghasilkan emisi metana ( CH4) lebih rendah dibandingkan perlakuan irigasi tergenang.
Dapatkah Akses Listrik Meningkatkan Ketahanan Pangan Di Indonesia? Sri Juli Asdiyanti Samuda
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.597

Abstract

Hubungan antara akses listrik dan ketahanan pangan telah diteliti selama beberapa tahun namun belum seluruhnya didukung dengan bukti empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi peran akses listrik terhadap ketahanan pangan pada tingkat kabupaten/kota di Indonesia antara tahun 2018 hingga 2021. Hasil menunjukkan adanya keterkaitan spasial antara ketahanan pangan kabupaten/kota dengan wilayah sekitaran yang memiliki kesamaan karakteristik. Berdasarkan estimasi Spatial Error Model (SEM), penelitian ini menemukan adanya peran positif kapasitas terpasang pembangkit listrik terhadap indeks ketahanan pangan di Indonesia. Sementara, jumlah gardu tidak secara signifikan memengaruhi ketahanan pangan. Hasil ini diharapkan dapat mendorong pembuat kebijakan untuk memprioritaskan investasi pada infrastruktur ketenagalistrikan, yang dapat meningkatkan ketahanan pangan di kabupaten/kota. Variabel lain seperti share industri terhadap PDRB, PDRB per kapita, dan indeks pembangunan gender juga secara signifikan memengaruhi ketahanan pangan di Indonesia.
Ketahanan Pangan, Air, Energi Dan Pertanian: Analisis Sebaran Spasial Dan Clustering Provinsi Di Indonesia Aditya Idris; Muh Hizbul ZM
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.598

Abstract

Ketahanan pangan menjadi hal yang diupayakan terutama bagi negara yang memiliki penduduk yang sangat banyak, guna memenuhi kebutuhan pangan penduduknya, termasuk Indonesia.. Nilai indeks ketahanan pangan dapat dibangun dari beberapa indikator diantaranya air, energi dan pertanian serta ketahanan pangan itu sendiri. Saat ini ketahanan pangan menjadi isu strategis karena menjadi indikator dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran spasial dari indikator yang digunakan serta melihat perkembangan indikator ketahanan pangan, air, energi dan pertanian berdasarkan klasterisasi provinsi di Indonesia. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dari berbagai instansi terkait dengan menggunakan tujuh variabel berdasarkan indikator-indikator tersebut. Klasterisasi ini dianalisis menggunakan metode K-Medoids berdasarkan model terbaik. Nilai indeks DBI menghasilkan dua klaster yang dikategorikan sebagai provinsi dengan peningkatan terbaik dari indikator-indikator yang digunakan. Klaster 1 yang terdiri dari 14 Provinsi lebih baik dibandingkan dengan klaster 2 dari sisi indikator air, energi dan pertanian. Sedangkan klaster 2 yang terdiri dari 20 Provinsi lebih baik dari indikator ketahanan pangan. Upaya dalam menguatkan ketahanan pangan, air, energi dan pertanian di provinsi-provinsi di Indonesia dapat dilakukan berdasarkan hasil klasterisasi yang telah dilakukan. Prioritas kebijakan provinsi pada klaster 1 dapat difokuskan pada memperkuat ketahanan pangan, sedangkan klaster 2 fokus pada peningkatan indikator air, energi dan pertaniannya.
Ekonomi Biru: Peluang Implementasi Regulasi Di Indonesia Muhammad Rafi Darajati
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan peluang implementasi prinsip ekonomi biru dalam pengaturan tata kelola kelautan Indonesia. Hal ini menjadi penting dikarenakan kebijakan Pemerintah hendaknya selalu berorientasi kepada pembangunan kelautan yang berkelanjutan. Sebagai sebuah negara kepulauan, maka pembangunan bidang kelautan harus dijadikan arus utama dalam kebijakan pembangunannya. Penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengukur seberapa besar upaya yang telah dilakukan para pemangku kepentingan sehubungan dengan pengelolaan kelautan yang berbasis ekonomi biru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi kelautan yang berbasis ekonomi biru dapat menjadi andalan dalam peningkatan pendapatan Indonesia di masa yang akan depan sehingga dapat mewujudkan diri sebagai Poros Maritim Dunia. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia memiliki kesempatan dan kewajiban untuk menata ulang tata kelola kelautan nasional yang selaras dengan alam. Temuan dari hasil penelitian ini berupa strategi langkah kebijakan yang dapat dijalankan, yaitu dengan cara menselaraskan dan mengutuhkan tatanan hukum laut; menguatkan dan mensinergikan kelembagaan dan kerjasama kelautan; mengutuhkan dan mengintegrasikan data dan informasi laut; dan menumbuh kembangkan riset dan teknologi kelautan.
HIBISC RICE: Beras Analog Berbahan Umbi Garut (Maranta Arundinacea L.) dan Bunga Sepatu (Hibiscus Rosa Sinensis L.) Sebagai Inovasi Makanan Pokok Fungsional Antari Arlita Leniseptaria; Indah Saraswati; Eva Annisaa; Anfa Adnia Fatma
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.600

Abstract

Tingginya konsumsi beras sebagai bahan makanan pokok sumber karbohidrat memicu terjadinya peningkatan konsumsi dan ketergantungan terhadap beras, sehingga diperlukan upaya diversifikasi pangan. Beras analog merupakan beras tiruan (artificial rice) yang bentuk maupun komposisi gizinya mirip seperti beras padi yang dibuat dengan menambahkan bahan baku dan tambahan dengan formulasi yang tepat untuk mencukupi kebutuhan gizi dan menekan dampak negatif penggunaan beras padi yang tinggi indeks glikemik (IG) sebagai pemicu diabetes melitus (DM). Garut (Maranta arundinacea L.) merupakan tanaman pangan lokal, sumber karbohidrat, kaya serat, dan rendah IG. Penambahan bahan lain yang mendukung sifat fungsional dapat berasal dari bunga sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.), yang terbukti tidak bersifat toksik, meningkatkan aktivitas makrofag penderita DM, dan menurunkan kadar glukosa darah, sehingga kondisi hiperglikemia dapat ditekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menganalisis stabilitas, efektivitas, dan toksisitas formulasi beras analog berbahan umbi garut dan bunga sepatu. Penelitian ini dilakukan secara in vivo pada sampel uji darah manusia (relawan) untuk menentukan IG pada perlakuan konsumsi glukosa murni (standar), nasi padi, dan formula nasi analog. Selanjutnya dilakukan uji identifikasi, evaluasi, dan analisis stabilitas, efektivitas, serta toksisitas formulasi beras analog. Hasil penelitian membuktikan bahwa F5 (dengan formula umbi garut 57.8%, bunga sepatu 5.1%, mocaf 12.6%, GMS 0.6%, dan air 23.9%) memiliki komposisi dan tekstur beras analog terbaik, serta efektif menurunkan kadar glukosa darah (mg/dL), menekan efek hiperglikemi, tidak bersifat toksik, serta mempertahankan berat badan dan meringankan derajat kerusakan pankreas, hepar, dan ginjal penderita DM. Hal itu terjadi karena adanya mekanisme penghambatan enzim α-amilase oleh α-amilase inhibitor.
Digitalisasi Desa Berbasis Aplikasi “Simpeldesa”: Inovasi Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan Di Desa Cibiru Wetan Armelin Yudianti; Rafif Sakti Utama; R. Farhan Syahir H. Wibowo
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.601

Abstract

Digitalisasi desa dapat berkontribusi terhadap pembangunan nasional, khususnya dalam konteks ketahanan pangan. Melalui pendekatan observasi lapangan dan wawancara dengan berbagai pihak di Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung. Adapun penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana digitalisasi desa dapat berkontribusi terhadap pembangunan nasional, khususnya dalam konteks ketahanan pangan, sehingga dapat memberikan jawaban bahwa digitalisasi bukan hanya konsep abstrak tetapi dapat diwujudkan dan memberikan manfaat nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi desa berpotensi dalam mendukung pembangunan nasional khususnya mengenai ketahanan pangan melalui peningkatan ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan. Penelitian ini menghasilkan referensi bagi desa-desa lain di Indonesia dalam mengimplementasikan digitalisasi sebagai salah satu strategi pembangunan, serta memberikan wawasan baru bagi pemerintah daerah dan stakeholder terkait dalam merumuskan kebijakan pembangunan desa yang berorientasi pada ketahanan pangan.
Peran KKN-PPM UGM Dalam Pengembangan Kesadaran Masyarakat Untuk Penyediaan Air Bersih Dan Sanitasi Layak Di Daerah Istimewa Yogyakarta Amin Susiatmojo; Sari Handayani; Nanung Agus Fitriyanto; Djarot Heru Santosa; Rustamaji Rustamaji
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.602

Abstract

Indonesia sangat berkepentingan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) untuk memastikan bahwa program-program pembangunan berjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan. Hal tersebut mengingat SDGs turut memberikan jalan bagi upaya terwujudnya target-target pembangunan, terlebih agenda didalamnya memiliki tujuan penting untuk kesejahteraan masyarakat dunia, keadilan, dan kemakmuran. Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (DPkM UGM) turut dilibatkan oleh UGM untuk mempercepat upaya-upaya pencapaian SDGs ini. Agenda SDGs DPkM UGM antara lain menyertakan program-program SDGs pada Kuliah Kerja Nyata (KKN PPM UGM) yang hasilnya nanti disinergikan dengan konsern DPkM UGM pada kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat, hilirisasi penelitian berbasis pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kesejahteraan sosial, dan aspek-aspek keserasian lingkungan lainnya. Salah satu agenda SDGs DPkM UGM adalah mengembangkan kesadaran air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat dengan sebaran di beberapa lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Agenda ini diawali dengan pembuatan nota kerjasama antara DPkM UGM dan pemerintah kabupaten yang ditetapkan sebagai lokasi kegiatan KKN PPM UGM. Selama 2 bulan berada di lapangan, mahasiswa KKN PPM UGM didampingi oleh tenaga ahli dari berbagai fakultas di lingkungan UGM agar dapat menstransfer teknologi tepat guna secara efektif dan efisien. Antusiasme, kerjasama, dan partisipasi masyarakat sangat penting untuk memperbaiki lingkungan dan mewujudkan kehidupan yang bermartabat dan berkelanjutan.
Peningkatan Produksi Biobutanol dengan Penambahan Surfaktan pada Fermentasi Ekstraksi dan Hidrolisis Enzimatik Menggunakan Clostridium SaccharoperbutylacetonicumN1-4 M. Zikrillah; Husnul Khotimah; Dimas Nur Herdianto; Maktum Muharja
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.603

Abstract

Kebutuhan energi baru terbarukan semakin meningkat, biobutanol merupakan energi alternatif yang potensial karena memiliki sifat seperti bensin. Namun, toksisitas dalam produksi biobutanol adalah masalah serius. Penambahan surfaktan diduga dapat mencegah toksisitas dalam produksi biobutanol karena menekan pergerakan mikroba dan meningkatkan kinerja produksi biobutanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan surfaktan terhadap proses hidrolisis dan fermentasi dalam produksi biobutanol. Penelitian ini diawali dengan proses pretreatment, depectination, delignifikasi, hidrolisis enzimatik, dan fermentasi ABE untuk mengubah kulit kakao menjadi produk biobutanol. Penambahan surfaktan Tween 80 dan (PEG 6000) dapat meningkatkan kinerja proses hidrolisis enzimatik serta penambahan surfaktan dapat mendukung proses fermentasi menggunakan bakteri Clostridium Saccharoperbutylacetonicum N1-4. Hidrolisis enzimatik dilakukan dengan sampel pretreatment enzim Selulase ditambahkan variasi 0,1-10; dan 15 FPU/g. Sampel dengan optimum enzyme loading dipilih untuk hidrolisis enzimatik dengan surfaktan nilai pro-analisis Tween 80 dan PEG 6000 dengan konsentrasi 0,025% b/v. Hasil yang diperoleh dari hidrolisis enzimatik menunjukkan bahwa diperoleh konsentrasi gula pereduksi tertinggi bila penambahan surfaktan PEG 6000 adalah sebanyak 0,025% b/v adalah 9,24 g/L. Penambahan Tween 80 Surfaktant meningkatkan kinerja produksi biobutanol sebesar 26,535 g/L. Oleh karena itu, terbukti penambahan surfaktan dalam proses hidrolisis enzimatik dan fermentasi ABE dapat meningkatkan produksi biobutanol sebagai energi alternatif yang potensial pengganti bensin.
Cooperative Farming: Sebuah Strategi Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan Nur Hikmah; Egy Oktavian Pranata
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.604

Abstract

Ketahanan pangan termasuk dalam tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) kedua yaitu menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara air, energi, dan pertanian untuk ketahanan pangan berkelanjutan serta mengindentifikasi model cooperative farming untuk strategi ketahanan pangan berkelanjutan. Metode penelitian ini adalah literature review atau kajian kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah 1) Ketahanan pangan berkelanjutan dibutuhkan sinergi antara air, energi dan pertanian. Tiga komponen tersebut memiliki hubungan ketergantungan satu sama lain. Proses produksi pangan membutuhkan air dan energi untuk mencapai produksi pertanian dengan kualitas yang baik. Air berperan penting dalam pertumbuhan tanaman dan energi berperan sebagai teknologi yang menunjang proses persiapan hingga pemanenan sehingga tercipta produksi pertanian yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pangan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang atau disebut dengan ketahanan pangan berkelanjutan. 2) Mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan diperlukan ketahanan dalam kestabilan air, energi, pertanian, dan ketersediaan akses distribusi untuk menghasilkan produk dengan kuantitas dan kualitas. Dengan menerapkan model cooperative farming melalui aspek sosial, ekonomi, dan teknologi diharapkan dapat mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Pertumbuhan Dan Kandungan Lipid Mikroalga Yang Dikultur Menggunakan Pupuk Walne Dan Ekstraksi Menggunakan Metode Microwave Assisted Extraction Sebagai Bahan Baku Biofuel Yang Berkelanjutan Sarifah, Sarifah; Iba, Wa; Zaeni, Ahmad
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.605

Abstract

Mikroalga adalah salah satu bahan baku bio-fuel generasi ketiga yang potensi untuk dikembangkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kandungan lipid mikroalga yang dikultur menggunakan pupuk Walne dan diekstraksi menggunakan metode microve assisted extraction. Kultur mikroalga terdiri dari 3 perlakuan yaitu mikroalga jenis Chlorella vulgaris, Nannochloropsis sp. dan Tetraselmis chuii dalam media Walne dengan 3 kali ulangan. Kepadatan sel awal kultur mikroalga adalah 10 x 104 sel.mL¯¹. Kultur dilakukan selama 8 hari dengan menghitung kepadatan setiap 2 hari sekali menggunakan improved neubeur haemocytometer. Salinitas media kultur adalah 32 psu dengan intensitas cahaya 19.03 µmol m−2 s−1, pH 8 dan 12:12 fotoperiod. Pemamanen dilakukan dengan menambahkan etanol 10 mL ke dalam kultur mikroalga kemudian dikeringkan selama 1 hari, selanjutnya ditimbang beratnya dan dilakukan analisis lipid menggunakan microwave dengan daya 450 watt. Pertumbuhan dari ketiga jenis mikroalga yang tertinggi pada Nannochloropsis sp. sebesar 165,1 x 104 sel.mL¯¹, sedangkan pertumbuhan sel terendah pada C. vulgaris 31,01 x 104 sel.mL¯¹. Kandungan lipid mikroalga yang tertinggi terdapat pada T. chuii sebesar 37,44 %, sedangkan kadar lipid terendah terdapat pada C. vulgaris sebesar 23,07%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstraksi mikroalga hijau menggunakan microwave dengan daya rendah mampu menghasilkan lipid yang cukup tinggi.

Page 1 of 3 | Total Record : 25