cover
Contact Name
Febry Ichwan Butsi
Contact Email
ichwan.butzi@gmail.com
Phone
+6283161745174
Journal Mail Official
ejurnal@stikpmedan.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi "Pembangunan" Jalan Sisingamangaraja No. 84 Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
ISSN : -     EISSN : 26227290     DOI : -
Jurnal Communique ini memuat artikel ilmiah yang berasal dari hasil penenelitian dan kajian komunikasi. Kajian ini berasal dari berbagai macam cakupan yakni kajian media , jurnalisme, humas, komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran, dan kajian yang relevan dengan ilmu komunikasi. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yakni pada bulan April, dan Otober.
Articles 184 Documents
KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA DAN DOSEN PEMBIMBING DALAM MENYELESAIKAN BIMBINGAN SKRIPSI (Studi Pada Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Angkatan 2020 FISIP UIN Raden Fatah Palembang) Ariza Melinda; Eraskaita Ginting; M. Arif Setiawan
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v8i2.768

Abstract

This study aims to analyze interpersonal communication between students and their supervisors during the thesis guidance process. This study uses symbolic interaction theory, which views that meaning in communication is formed through social interaction and interpretation of symbols that emerge during the guidance process. The method used is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews and observations of students from the class of 2020 and their supervisors. The results show that interpersonal communication during thesis guidance occurs through verbal and nonverbal communication. Verbal communication is evident in students' ability to ask questions, explain revisions, and respond to lecturer feedback systematically. Meanwhile, nonverbal communication is reflected through facial expressions, eye contact, gestures, and tone of voice that influence the atmosphere of the interaction. The interactions that occur show the development of students' attitudes from anxiety to confidence during the guidance process. This study also found several obstacles in thesis guidance, such as academic unpreparedness, psychological anxiety, time constraints, and decreased motivation to make revisions. Overall, symbolic interaction between students and their supervisors forms a shared understanding that supports the smooth completion of the thesis.
KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM PENAGIHAN TUNGGAKAN BIAYA REKENING AIR (STUDI PERUMDA TIRTA MUSI PALEMBANG) Muhammad Rizqi Akbar; Komaruddin ,; Putri Citra Hati
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v8i2.770

Abstract

This study aims to analyze the application of persuasive communication in the process of collecting water bill arrears at Perumda Tirta Musi Palembang and identify communication barriers encountered in its implementation. The background of this study is based on the still high number of customers who are in arrears, even though billing activities are carried out routinely and continuously. This study uses a qualitative approach using the Source Credibility Theory which emphasizes that if the communicator or speaker shows himself to be credible or in other words a speaker with high credibility will be more effective in changing opinions. Data were obtained through observation, and in-depth interviews with Perumda Tirta Musi Palembang officers, as well as documentation. The results of the study indicate that Perumda Tirta Musi Palembang has implemented persuasive communication through an empathetic, humanistic, and educational approach in billing activities. Officers convey information about arrears in polite, clear, and non-intimidating language, and adjust the way the message is delivered to the customer's socio-economic conditions. This study also found communication barriers originating from internal and external factors. These barriers affect the effectiveness of message delivery and the level of customer compliance in paying water bills. This study concludes that persuasive communication plays a crucial role in increasing customer understanding and awareness of water bill payment obligations, although the results are not yet fully optimal. Therefore, it is necessary to improve staff competency through communication training, strengthen information systems, and develop more effective communication media to reduce payment arrears.
Dinamika Komunikasi Antarbudaya Karo Bukan Batak (KBB) dalam Perdebatan Media Sosial Remaja Putra Barus; Austin Ernest Antariksa Tumengkol
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v8i2.771

Abstract

Perdebatan daring mengenai klaim identitas Karo Bukan Batak (KBB) telah mengemuka di media sosial dan menimbulkan konflik simbolik sekaligus ruang negosiasi identitas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pola komunikasi antarbudaya yang muncul dalam perdebatan media sosial seputar KBB. Metode yang digunakan adalah netnografi dan analisis wacana kritis (CDA) terhadap 12 thread publik terpilih di Facebook, Instagram, YouTube, dan X pada periode Januari 2023–Juli 2024. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola utama: (1) resistensi identitas oleh kelompok KBB melalui penolakan label “Batak” dengan legitimasi bahasa, adat, dan sejarah; (2) konfrontasi simbolik dari kelompok kontra melalui reifikasi istilah “Batak” serta penggunaan pelabelan dan stereotip; dan (3) hadirnya ruang dialog multikultural terutama pada thread dengan moderasi aktif atau aktor mediatif. Dinamika ini menggambarkan bagaimana strategi akomodasi dan divergensi (Communication Accommodation Theory) serta negosiasi identitas (Identity Negotiation) dijalankan secara performatif di ruang digital, sementara affordance platform seperti algoritma dan fitur interaksi memperkuat kecenderungan polarisasi kecuali ada intervensi moderatif. Secara keseluruhan, komunikasi antarbudaya KBB di media sosial bersifat ambivalen—memperbesar potensi konflik namun sekaligus membuka peluang edukasi multikultural—dengan implikasi praktis pada desain moderasi, literasi digital, dan kebijakan dialog antar-etnis.
KONSTRUKSI MAKNA LABELLING PEKERJA SENI MALAM HARI DI KOTA MEDAN Nadra Ideyani Vita; Maharani Miftahul Zannah; Austin Ernst Antariksa; Mauza Perdana Lubis
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v8i2.793

Abstract

Pekerjaan sebagai pelaku seni malam hari, seperti disc jockey (DJ) dan dancer, kerap mendapatkan pelabelan negatif dari masyarakat karena dianggap bertentangan dengan norma sosial yang berlaku, terutama bagi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses konstruksi makna pada pelabelan, pengalaman, serta dampak pelabelan yang diterima pekerja seni malam hari di HS Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, didukung oleh teori konstruksi makna, fenomenologi Alfred Schutz, dan teori labelling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam kepada enam informan disc jockey dan dancer, serta dua narasumber, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengonstruksi makna label negatif berdasarkan penampilan fisik, jam kerja malam, dan asosiasi dengan konsumsi minuman beralkohol, tanpa memahami bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari ekspresi seni. Pengalaman informan menunjukkan bahwa meskipun stigma sosial tetap melekat, sebagian besar pekerja tidak merasa terganggu dalam interaksi sosial sehari-hari. Dampak pelabelan yang dirasakan meliputi tekanan psikologis, penurunan kepercayaan diri, dan potensi diskriminasi, namun pekerjaan ini juga memberikan pengakuan sosial, relasi, dan penghasilan yang memadai bagi informan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi publik untuk mengurangi stigma serta penguatan tata kelola tempat hiburan malam agar profesi pekerja seni tetap dipandang sebagai bentuk ekspresi seni yang sah.