cover
Contact Name
Febri Giantara
Contact Email
almutharahah@diniyah.ac.id
Phone
+6281365687847
Journal Mail Official
febrigiantara@diniyah.ac.id
Editorial Address
LPPM STAI Diniyah Pekanbaru Jl. Kuau No.001/ Jl. KH. Ahmad Dahlan No.100, Pekanbaru, Riau, Indonesia, 28121
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
ISSN : 20880871     EISSN : 27222314     DOI : http://doi.org/10.46781/al-mutharahah
Published by LPPM STAI Diniyah Pekanbaru, since Volume 1 Issue 1 June 2011. Al-Mutharahah is a magazine run by the LPPM STAI Diniyah Pekanbaru, which is regularly published every June and December. The magazine focuses on the latest topics on education, sharia economics, sharia banking, psychology, and the development of Islamic society. The writings in this journal are open to academics, researchers, and professionals to education. The scope of the Al-Mutharahah Journal focuses on the publication of scientific research results on: 1. Islamic religious education, 2. Islamic banking, 3. Islamic community development, 4. Islamic economy, 5. Islamic psychology, and 6. Islamic education for young children.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 180 Documents
Keadilan sebagai Syarat Poligami dalam Islam manto, sudarmanto; Neli, Jumni
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.2000

Abstract

Abstrak Keadilan adalah syarat mendasar bagi diperbolehkannya poligami dalam Islam, namun interpretasinya masih diperdebatkan baik dalam praktik sosial maupun regulasi hukum. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis keadilan sebagai prasyarat poligami dari perspektif hukum Islam dan implementasinya dalam sistem hukum perkawinan di Indonesia. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-yuridis dengan meneliti sumber-sumber hukum Islam klasik dan kontemporer, undang-undang nasional—khususnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam—dan literatur ilmiah yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa keadilan dalam poligami mencakup dimensi material dan non-material, termasuk dukungan finansial, perlakuan emosional, dan perlindungan hak istri dan anak. Dalam hukum positif Indonesia, prinsip-prinsip ini ditegakkan melalui mekanisme perizinan berbasis pengadilan di bawah prinsip monogami sebagai dasar perkawinan. Meskipun demikian, realisasi keadilan dalam poligami masih menantang, terutama dalam menilai keadilan non-material dan menangani praktik poligami yang tidak terdaftar. Artikel ini menggarisbawahi perlunya penegakan hukum yang lebih kuat, kebijaksanaan yudisial, dan pendidikan sosial untuk memastikan bahwa poligami dipraktikkan sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan Islam.   Kata kunci: keadilan, poligami, hukum Islam, hukum perkawinan, Pengadilan Agama    Abstrak Keadilan merupakan syarat utama dalam kebolehan poligami menurut ajaran Islam, namun pemaknaannya sering menimbulkan terjadinya dalam praktik sosial dan peraturan hukum. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep keadilan sebagai syarat poligami dalam perspektif hukum Islam serta implementasinya dalam sistem hukum perkawinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif, melalui kajian terhadap sumber-sumber hukum Islam klasik dan kontemporer, peraturan perundang-undangan nasional, khususnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan dalam poligami mencakup aspek materiil dan non materiil, antara lain keadilan nafkah, perlakuan emosional, dan perlindungan hak istri serta anak. Dalam konteks hukum positif Indonesia, prinsip keadilan tersebut diupayakan melalui mekanisme perizinan di Pengadilan Agama dengan asas monogami sebagai prinsip dasar perkawinan. Namun penerapan keadilan secara ideal masih menghadapi kendala dalam praktik, terutama terkait pembuktian keadilan non-materi dan fenomena poligami tidak tercatat. Artikel ini menekankan pentingnya penegakan regulasi, peran hakim, serta edukasi sosial untuk memastikan poligami dilaksanakan sesuai dengan prinsip keadilan Islam. Kata kunci : keadilan, poligami, hukum Islam, hukum perkawinan, Pengadilan Agama
Moderate Enlightenment Based on The Qur'an in Islamic Higher Education: Social-Cultural Education Strategies to Achieve Sustainable Development Goal (SDG) 16 : Enlightenment Based on The Qur'an in Islamic Higher Education: Social-Cultural Education Strategies to Achieve Sustainable Development Goal (SDG) 16 Ulya, Miftah; Ari Masyhuri, Ahmad; Chairunnisa, Chairunnisa; A Jawwas, Fahmi; Wijaya, Subur
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.2065

Abstract

Religious moderation has become a strategic agenda in Islamic higher education, especially in Malay communities faced with the challenges of religious polarization and the strengthening of extremist narratives. This study aims to analyze moderate Islamic preaching based on the Qur'an as a socio-cultural strategy in supporting the creation of peace and social justice in line with Sustainable Development Goal (SDG) 16. This study uses a qualitative approach with a thematic interpretation (maudhu'i) method combined with socio-religious analysis. The primary data consists of verses from the Qur'an that emphasize the principle of moderation, such as the concept of ummatan wasaṭan (QS. al-Baqarah [2]: 143) and the method of wise preaching (QS. an-Naḥl [16]: 125). while secondary data comes from academic literature on da'wah, religious moderation, and Islamic higher education in the Malay context The results of the study show that moderate Qur'anic da'wah in Islamic universities operates through three main dimensions: epistemic moderation through balanced interpretation of the Qur'an, pedagogical moderation through inclusive campus da'wah practices, and socio-cultural moderation in harmony with Malay cultural wisdom. These three dimensions contribute to strengthening social harmony, preventing religious extremism, and forming peaceful academic communities, as emphasized in the principles of justice and peace (QS. an-Naḥl [16]: 90). The core of this research lies in the interpretation of Islamic da'wah not only as a religious activity, but as an institutional and cultural mechanism of Islamic higher education in supporting sustainable peacebuilding and strengthening SDG 16.
Munakahat dan Fulfillment of Family Livelihood: A Normative Analysis of Islamic Law Yanti, Novi; Candra, Eki; Tutrisno, Irwan; Utami, Nazwa Yunissa; Dari, Wulan
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.2092

Abstract

This study is motivated by the importance of munakahat in Islamic jurisprudence as a normative framework governing marital relationships, particularly regarding the obligation of family maintenance (nafaqah). In contemporary social contexts, economic dynamics and shifting family roles have raised various challenges in understanding and implementing this obligation. Therefore, this research aims to analyze the concept of munakahat and the fulfillment of family maintenance from the perspective of normative Islamic jurisprudence. This study employs a qualitative method with a normative doctrinal approach through library research. Primary data sources include the Qur’an, hadith, and classical fiqh texts, while secondary sources consist of books and contemporary scholarly journal articles. Data analysis is conducted using content analysis and comparative examination of juristic opinions. The findings indicate that the obligation of maintenance is a legal consequence of the marriage contract, carrying both moral and legal responsibility. Islamic jurisprudence on munākahāt also demonstrates flexibility in determining maintenance standards based on the husband’s capacity and socio cultural context (‘urf). In conclusion, the concept of maintenance within munakahat functions not merely as a legal obligation but as a mechanism for ensuring justice and strengthening Muslim family resilience.
Pengaruh Program Keluarga Harapan Terhadap Kesejahteraan Ekonomi Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Rokan Hilir Khoirul Amri; Indra Praja Siregar
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 23 No. 01 (2026): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v23i01.1201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program keluarga harapan terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga penerima manfaat di Kabupaten Rokan Hilir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian adalah keluarga penerima manfaat PKH kabupaten Rokan Hilir yakni Kecamatan Bangko sebagai kecamatan induk dan kecamatan Rantau Kopar sebagai kecamatan hasil pemekaran yang berjumlah 97 responden. Teknik pengambilan sampel adalah teknik Cluster Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian kuesioner dan mendapatkan data sekunder. Kemudian, analisis data meliputi analisis deskriptif, pengujian hipotesis yang dianalisis dengan menggunakan uji regresi linier sederhana Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa program keluarga harapan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga penerima manfaat. Pada variabel Program Keluarga Harapan dengan menggunakan uji t di ketahui t hitung (9,613 ) > t tabel (1,985) dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05, maka Program Keluarga Harapan berpengaruh signifikan terhadap Kesejahteraan Ekonomi Keluarga Penerima Manfaat PKH kabupaten Rokan Hilir.
Disonansi Kognitif Mahasiswa PAI dan Masyarakat pada Praktik Pengobatan Tradisional : Analisis Terhadap Manifestasi Religiositas dan Budaya Perdukunan di Kabupaten Kerinci Rinda Olga Tari; Albertos Damni
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 23 No. 01 (2026): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v23i01.2014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan masyarakat terhadap dukun sebagai alternatif pengobatan tradisional. Meskipun pengobatan modern terus berkembang, praktik perdukunan masih bertahan dan digunakan oleh sebagian masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap unsur spiritual, faktor budaya, keterjangkauan biaya, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan formal merupakan alasan utama masyarakat memilih dukun sebagai solusi pengobatan. Di sisi lain, muncul sikap skeptis dari kelompok masyarakat yang lebih terpapar pada pendidikan formal dan informasi kesehatan modern. Perdukunan saat ini menghadapi tantangan berupa regulasi kesehatan dan pengaruh paradigma pengobatan berbasis bukti. Namun demikian, praktik ini menunjukkan kemampuan adaptif melalui integrasi dengan teknologi, termasuk penggunaan media digital. Dengan demikian, perdukunan berada di antara tradisi dan modernitas, dan kelangsungannya sangat dipengaruhi oleh dinamika sosial, ekonomi, dan perkembangan teknologi kesehatan.
The Role of The Naqsabandiyah Khalidiyah wa Qadiriyah Order Practice in Strengthening The Values of Multicultural Islamic Education at The Darut Taqwa Islamic Boarding School in Mojokerto Mohammad Khoirul Anam; Ahmad Ma’ruf; Askhabul Kirom
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 23 No. 01 (2026): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v23i01.2061

Abstract

The The objectives of this study are: 1. To describe the form of practice of the Naqsabandiyah Khalidiyah Wa Qadiriyah order applied in the lives of studens at the Darut Taqwa Ngembeh Dlanggu Mojokerto Islamic Boarding School 2. To analyze the implications of the practice of the Naqsabandiyah Khalidiyah Wa Qadiriyah order in strengthening multicultural Islamic education at the Darut Taqwa Ngembeh Dlanggu Mojokerto Islamic Boarding School. This study uses a qualitative approach, the type of research used is ethnographic research. Primary data sources were obtained from the caretaker of the Islamic boarding school and the mursyid of the Naqsabandiyah Khalidiyah Wa Qadiriyah order KH. M. Manshur Bahruddin, ustadz, congregation and students who follow the practice of the Naqsabandiyah Khalidiyah Wa Qadiriyah order. While secondary data sources were obtained from the books of scholars, the books of the Darut Taqwa Islamic boarding school order, books, and the results of relevant previous research. In this study, data collection techniques used observation, interview and documentation. Data analysis employed the Spradley model, which includes domain analysis, taxonomic analysis, componential analysis, and cultural theme analysis.
A Descriptive Analysis of Adolescent Girls Affected by Child Marriage: Empirical Evidence from Tasikmalaya, Indonesia Bambang Rustanto; Tuti Kartika; Aryohaji Istyawan; Ayi Haryani; Pribowo Pribowo
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 23 No. 01 (2026): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v23i01.2062

Abstract

Pernikahan anak secara luas diakui sebagai pelanggaran hak anak, namun remaja di banyak daerah pedesaan tetap sangat rentan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dalam “Laporan Statistik Pemuda Indonesia” 2024 menunjukkan bahwa 21,49% anak muda di Indonesia menikah pada usia 18 tahun atau lebih muda, 18,55% menikah dalam kelompok usia 16-18 tahun, sedangkan 2,39% menikah sebelum usia 16 tahun. Meskipun penelitian global telah dilakukan secara ekstensif, bukti empiris tentang pengalaman hidup remaja putri di pedesaan Indonesia, khususnya di Jawa Barat, masih terbatas. Studi ini mengeksplorasi pengalaman remaja putri yang terdampak pernikahan anak di Desa Sukaharja, Sariwangi, Tasikmalaya, Indonesia. Dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan tinjauan dokumen. Lima remaja putri yang dipilih secara purposif, yang semuanya telah menjalani pernikahan agama yang tidak terdaftar, berperan sebagai informan kunci. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan wawasan utama. Temuan menunjukkan bahwa perkawinan anak terkait dengan kerentanan sosial ekonomi dan rendahnya pencapaian pendidikan, yang dipicu oleh kehamilan di luar nikah, rasa malu sosial, dan sanksi adat. Konsekuensinya meliputi putus sekolah, kurangnya sertifikasi formal, pengucilan sosial, dan masa depan yang tidak pasti. Persepsi masyarakat bervariasi, dipengaruhi oleh adat istiadat setempat, media sosial, dan pendidikan kesehatan reproduksi yang terbatas. Temuan ini menyoroti perlunya intervensi terkoordinasi, termasuk penyebaran Undang-Undang No. 16/2019, pembentukan forum perlindungan anak, dan pengembangan inisiatif desa ramah anak, yang menyediakan strategi berbasis bukti untuk melindungi remaja di pedesaan Indonesia.
Perspektif Siyasah Syari'ah terhadap Ketidakstabilan Regulasi dan Kepercayaan Investor Global: Studi Kasus Relokasi Tekno-Industri di Asia Tenggara bobby ferly; Nurus Shalihin Nurus; Ikhwan Matondang Ikhwan; Muchlis Bahar Muchlis Bahar; Elfia Elfia
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 23 No. 01 (2026): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v23i01.2071

Abstract

This study analyzes the impact of regulatory instability on global investor trust from the perspective of Siyasah Syari'ah, with a focus on techno-industrial investment relocation in Southeast Asia during 2024–2025. Using a qualitative normative-juridical method with a comparative case study approach, this research examines three pivotal cases: Apple's iPhone 16 ban in Indonesia, Tesla's Gigafactory cancellation, and NVIDIA's expansion into Vietnam. The study applies three core Siyasah Syari'ah concepts Gharar Siyasi (political uncertainty), Hifz al-Mal (protection of wealth), and Maslahah Mursalah (public interest) as analytical lenses to evaluate government investment policies. Findings reveal that Indonesia's erratic protectionist approach, including sudden product bans and an oversized bureaucracy, constitutes Gharar Siyasi, thereby undermining investor confidence and causing capital flight to Vietnam, which demonstrably applied the principle of Maslahah through incentive-based policies (Decree 182/2024). The study concludes that legal certainty is both a rational economic requirement and a moral-religious obligation in Islamic governance. Policy recommendations are offered for Indonesia to reform its regulatory approach toward a more transparent, incentive-oriented, and Shari'ah-compatible investment environment.
Ruang Lingkup Analisis Transformasi Kurikulum Berbasis Teknologi dalam Menghadapi Tantangan dan Peluang Pendidikan di Era Digital Cindy Zamerliya; Ira Mutia; Selviana; Adrian; Sri Wahyuni; Syatia Aranni
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 23 No. 01 (2026): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v23i01.2090

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis transformasi kurikulum berbasis teknologi dalam menghadapi tantangan dan peluang pendidikan di era digital. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama dalam cara belajar, akses informasi, dan interaksi antara guru dan siswa. Transformasi kurikulum menjadi penting untuk menyesuaikan sistem pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman, tidak hanya dalam aspek pengetahuan, tetapi juga dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta literasi digital. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis teknologi mampu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penggunaan media digital, pembelajaran yang lebih fleksibel, serta pendekatan yang interaktif. Namun, terdapat beberapa tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya kemampuan digital, dan kurangnya akses teknologi. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat seperti peningkatan literasi digital, integrasi teknologi, serta pemanfaatan model pembelajaran yang adaptif agar transformasi kurikulum dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Rekonstruksi Etika Lingkungan: Manifestasi Teologi Islam dalam Menanggulangi Krisis Ekologi di Indonesia Siti Nafilatul Munawwaroh; Muhammad Suyudi; Ahmad Yusam Thobroni
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 23 No. 01 (2026): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v23i01.2154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep dan implementasi etika lingkungan dalam perspektif Islam sebagai solusi atas krisis ekologi di Indonesia. Secara normatif, Indonesia telah memiliki berbagai instrumen hukum dan regulasi terkait pelestarian lingkungan, serta munculnya gerakan konservasi komunitas yang bersifat sporadis. Namun demikian, bencana antropogenik seperti banjir besar dan deforestasi masih masif terjadi, termasuk rentetan bencana di wilayah Sumatera pada tahun 2025 yang mengindikasikan degradasi moral kolektif. Hal ini menunjukkan kegagalan paradigma antroposentrisme dalam pengelolaan alam yang hanya berbasis pada aspek teknis-formal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), penelitian ini membedah literatur otoritatif keagamaan dan data sekunder terkait kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam menawarkan kerangka etika lingkungan komprehensif berbasis prinsip khalifah (stewardship) dan tawazun (natural balance), di mana alam dipandang sebagai entitas sakral yang memiliki hak perlindungan moral. Strategi diseminasi etika ini perlu dilakukan secara kontekstual melalui tiga ranah strategis: penguatan karakter dalam keluarga, integrasi kurikulum pada institusi pendidikan Islam, dan optimalisasi peran ulama sebagai figur otoritas moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi kesadaran ekologis berbasis nilai teologis merupakan instrumen vital untuk melengkapi kelemahan regulasi formal dalam memulihkan kelentingan alam demi kemaslahatan generasi mendatang.

Filter by Year

2018 2026