cover
Contact Name
Febri Giantara
Contact Email
almutharahah@diniyah.ac.id
Phone
+6281365687847
Journal Mail Official
febrigiantara@diniyah.ac.id
Editorial Address
LPPM STAI Diniyah Pekanbaru Jl. Kuau No.001/ Jl. KH. Ahmad Dahlan No.100, Pekanbaru, Riau, Indonesia, 28121
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
ISSN : 20880871     EISSN : 27222314     DOI : http://doi.org/10.46781/al-mutharahah
Published by LPPM STAI Diniyah Pekanbaru, since Volume 1 Issue 1 June 2011. Al-Mutharahah is a magazine run by the LPPM STAI Diniyah Pekanbaru, which is regularly published every June and December. The magazine focuses on the latest topics on education, sharia economics, sharia banking, psychology, and the development of Islamic society. The writings in this journal are open to academics, researchers, and professionals to education. The scope of the Al-Mutharahah Journal focuses on the publication of scientific research results on: 1. Islamic religious education, 2. Islamic banking, 3. Islamic community development, 4. Islamic economy, 5. Islamic psychology, and 6. Islamic education for young children.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 160 Documents
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Membentuk Karakter Siswa di SMP Negeri 3 Tanjung Pura Langkat Selamat; Munawir Pasaribu; Sofyan
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 22 No 01 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i01.1506

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Islamic Religious Education (PAI) learning at SMP Negeri 3 Tanjung Pura Langkat and its impact on shaping students' character. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation studies. The results of the study indicate that the PAI learning process at SMP Negeri 3 is designed with a focus on character development, integrating values ​​such as honesty, responsibility, discipline, and tolerance. The implementation of learning is carried out using various methods, such as congregational prayer, short lectures, group discussions, and educational games. Evaluation is carried out through continuous assessment of students' academic and behavioral development, including daily observations and attitude assessments. This study concludes that PAI learning at SMP Negeri 3 has succeeded in making a positive contribution to the development of students' character, and the results can be a reference for other schools in implementing effective PAI programs. This study emphasizes the importance of cooperation in achieving optimal student character development through PAI.
Peran Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Profesionalisme Guru Di Madrasah Tsanawiyah Al Washliyah 44 Sei Rampah Yuhani; Akrim; Rizka Harfiani
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 22 No 01 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i01.1507

Abstract

Abstract This study aims to examine the role of the Madrasah Principal in enhancing teacher professionalism at Madrasah Tsanawiyah Al Washliyah 44 Sei Rampah. The research utilizes a qualitative method with a case study design. Data collection was conducted through observations, interviews, and documentation, then analyzed descriptively using triangulation techniques. The findings indicate that the Madrasah Principal plays a central role as a leader, innovator, and motivator in managing and developing the madrasah. The Principal promotes teacher professionalism through various training programs, awards for outstanding teachers, and by creating a conducive work environment. As an innovator, the Principal strives to keep up with advances in science and technology by developing relevant curricula and learning programs. Furthermore, the Principal’s role as a motivator is evident in their efforts to provide guidance and motivation to teachers, encourage commitment to tasks, and address any challenges that may arise in the teaching process. In conclusion, the Principal’s effective leadership, innovation, and motivation significantly influence teacher professionalism, ultimately improving the quality of education at the madrasah. Keywords: Madrasah Principal, teacher professionalism, innovation, education Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Kepala Madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru di Madrasah Tsanawiyah Al Washliyah 44 Sei Rampah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Madrasah memainkan peran sentral sebagai pemimpin, inovator, dan motivator dalam mengelola dan mengembangkan madrasah. Kepala Madrasah mendorong peningkatan profesionalisme guru melalui berbagai pelatihan, pemberian penghargaan bagi guru yang berprestasi, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Sebagai inovator, Kepala Madrasah berupaya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mengembangkan kurikulum dan program pembelajaran yang relevan. Selain itu, peran Kepala Madrasah sebagai motivator tercermin dari upayanya memberikan motivasi dan bimbingan kepada guru, mendorong komitmen terhadap tugas, serta mengatasi kendala yang mungkin timbul dalam proses pengajaran. Kesimpulannya, peran Kepala Madrasah yang efektif dalam memimpin, menginovasi, dan memotivasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengembangan profesionalisme guru, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah tersebut. Kata kunci: Peran, Kepala Madrasah, Profesionalisme.
Pembelajaran Pai Model Keberagamaan Inklusif Dalam Menanamkan Moderasi Beragama Bagi Siswa SMP Negeri 8 Tebing Tinggi Harahap, Zulkarnain; Munawir Pasaribu; Sofyan
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 22 No 01 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i01.1508

Abstract

Abstract Learning process, as schools serve as a microcosm of society. This study aims to develop and implement an inclusive Islamic religious education learning model to instill a sense of religious moderation in students at SMPN 8 Tebing Tinggi. The method used is Research and Development (R&D) following the Borg & Gall model, starting from preliminary studies and data collection, formulating an inclusive learning model, expert validation and revision of product implementation, and field testing. Then the learning model is poured into the Merdeka Curriculum learning module with learning techniques that support inclusivity such as Student Teams Achievement (STAD), Problem-Based Learning (PBL), and Project-Based Learning (PjBL). After the model is formed, expert validation is carried out, followed by an initial trial on a number of students to identify potential improvements and adjustments. At the development stage, the learning model is perfected. The results of this study prove that the inclusive learning model can instill a sense of religious moderation in students. Keywords: Islamic Religious Education, Inclusive Model, Religious Moderation Abstrak Sekolah merupakan tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, terutama melalui proses pembelajaran, karena sekolah berfungsi sebagai miniatur dari kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplemen tasikan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis keberagamaan inklusif guna menanamkan sikap moderasi beragama bagi siswa di SMPN 8 Tebing Tinggi. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengikuti tahapan Borg & Gall, dimulai dari studi pendahuluan dan pengumpulan data, merumuskan model pembelajaran inklusif, uji validasi ahli dan revisi implementasi produk serta uji lapangan. Kemudian model pembelajaran dituangkan pada modul ajar Kurikulum Merdeka dengan teknik pembelajaran yang mendukung inklusivitas seperti Student Teams Achievement (STAD), Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL). Setelah model terbentuk, dilakukan validasi ahli kemudian dilakukan uji coba awal terhadap sejumlah siswa untuk mengidentifikasi potensi perbaikan dan penyesuaian. Pada tahap pengembangan, model pembelajaran disempurnakan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa model pembelajaran inklusif dapat menanamkan sikap moderasi beragama bagi siswa. Kata Kunci: Pembelajaran PAI, Model Inklusif, Moderasi beragama.
Strategi Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Pemahaman Akhlak Mulia pada Pelajaran PAI di Sekolah Neni, Neni
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 22 No 01 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i01.820

Abstract

Tujuan penulisan tulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui berkenaan dengan strategi penerapan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan pemahaman akhlak mulia pada pelajaran PAI di sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Disekolah hari ini sebagaimana disebutkan dari beberapa penelitian menyebutkan guru-guru lebih banyak mengambil jalan pintas dalam mengajar dikelas khususnya berkenaan dengan peningkatan mutu akhlak mulia yang mana integrasi antara awidah (keyakinan) dan akhlak (moralitas) pada pembelajaran PAI lebih banyak diajarkan dengan metode ceramah dan penugasan. Padahal aqidah dan akhlak memiliki korelasi yang sangat erat dalam membentuk perilaku siswa dalam lingkungan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itulah diperlukan strategi yang benar-benar efektif dan efesien dalam proses pembelajarannya untuk mendapatkan hasil yang benar-benar sampai kepada tujuan pembelajaran yang dalam hal ini adalah penerapan pembelajaran berbasis masalah. Peningkatan mutu aqidah dan akhlak mulia pada pelajaran PAI disekolah dapat dilakukan dengan pembelajaran berbasis masalah yang mana melalui pemecahan masalah tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan penguatan akhlak mulia’
Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Pola Asuh Orang Tua dan Teman Sebaya Terhadap Akhlak Siswa di Sekolah Menengah atas Negeri Se-Kota Pekanbaru Wahyuni, Sri
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 21 No 02 (2024): Jurnal Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v21i02.833

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pola Asuh Orang Tua Dan Teman Sebaya Terhadap Akhlak Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri Se-Kota Pekanbaru. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif sampel penelitian ini adalah siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri Se-Kota Pekanbaru sebanyak 363 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analis data menggunakan Regresi Linier dan Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pembelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akhlak siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri Se-Kota Pekanbaru. Hal ini ditunjukkan dengan hasil t hitung lebih besar dari t tabel 0,140 > 0,102) dengan nilai sig. 007 < 0,005. Dengan besar kontribusi 20%. Pola Asuh Orang Tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akhlak siswa. Hal ini di tunjukkan dengan hasil t hitung lebih besar dari t tabel (0,190 > 0,102)dengan nilai sig. 0,000 < 0,005. Dengan besar kontribusi 39%. Teman Sebaya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akhlak siswa. Hal ini di tunjukkan dengan hasil t hitung lebih besar dari t tabel (0,122 > 0,102)dengan nilai sig. 0,020 < 0,005. Dengan besar kontribusi 15%. Terdapat pengaruh signifikan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pola Asuh Orang Tua Dan Teman Sebaya Terhadap Akhlak Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri Se-Kota Pekanbaru. Hal ini ditunjukkan dengan hasil nilai F hitung > F tabel (8,026 > 2,61). dengan besar konstribusi 63%. Ini berarti sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 63%.’ Kata Kunci: Pembelajran PAI, Pola Asuh Orang Tua, Teman Sebaya dan Akhlak. ABSTRACT This research aims to determine the influence of Islamic religious education learning from parenting patterns from parents and peers on student morals in state high schools throughout the city of Pekanbaru. This research is field research with a quantitative approach. The research sample was 363 students at State Senior High Schools in Pekanbaru City. Data collection techniques use questionnaires and documentation. Data analysis techniques use Linear and Multiple Regression. The results of this research indicate that Islamic Religious Education Learning has a significant influence on the morals of students in State Senior High Schools throughout the City of Pekanbaru. This is indicated by the calculated t result being greater than the t table 0.140 > 0.102) with a sig value. 007 < 0.005. With a contribution of 20%. Parenting styles have a significant influence on student morals. This is shown by the calculated t result being greater than the t table (0.190 > 0.102) with a sig value. 0.000 < 0.005. With a contribution of 39%. Peers have a significant influence on student morals. This is shown by the calculated t result being greater than the t table (0.122 > 0.102) with a sig value. 0.020 < 0.005. With a contribution of 15%. There is a significant influence of Islamic Religious Education Learning on the Parenting Patterns of Parents and Peers on the Morals of Students in State High Schools throughout the City of Pekanbaru. This is shown by the results of the calculated F value > F table (8.026 > 2.61). with a contribution of 63%. This means that the contribution of the influence of the independent variable to the dependent variable is 63%.' Keywords: PAI Learning, Parenting Patterns, Peers and Morals.
Pengembangan Model Pendidikan Berbasis Integrasi Ilmu Dan Islam Di Universitas Islam Riau Yenni Yunita; Karim, Nazir; Alpizar, Alpizar
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 22 No 01 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i01.869

Abstract

Abstract Riau Islamic University was established in 1962 with the main objective of integrating Islamic values ​​in the implementation of higher education. Since its inception, UIR has been committed to eliminating the dichotomy between general knowledge and religious knowledge, as well as overcoming the secularization of knowledge. This study aims to develop an educational model based on the integration of knowledge and Islam at Riau Islamic University. This type of research is research and development (Research and Development) or R & D which uses the ADDIE model. The results of this study are First, the concept of integrating Islam and knowledge has existed since the establishment of this campus. Several educational values ​​that can be integrated into knowledge are spread across various courses, including: (1) Morals, described as 6 values: Sincerity, Honesty, Trustworthiness, Kindness, Togetherness, and Justice. (2) Knowledge, described as 2 values: Intelligence and Hard work. (3) Charity, described as the value of preaching. Second, the Education Model based on "ISI (Integration of Science and Islam)" offers how to integrate science with Islam or vice versa. This can be done first by using Nash/text in the form of Verses or Hadith, namely conveying learning of study materials/science materials by explaining verses of the Qur'an or Hadith that are relevant to the science theory being taught. Second, using an analysis model that is Imani or Syar`i, namely conveying learning of science materials by explaining aspects of faith or sharia contained or relevant to science materials. Keywords: Model, Education, Integration of Science and Islam. Abstrak Universitas Islam Riau didirikan pada tahun 1962 dengan tujuan utama mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Sejak awal berdirinya, UIR berkomitmen untuk menghilangkan dikotomi antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama, serta menanggulangi sekularisasi ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendidikan berbasis integrasi ilmu dan Islam di Universitas Islam Riau. Jenis penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangan (Research and Devlopment) atau R & D yang menggunakan model ADDIE. Hasil penelitian ini adalah Pertama, konsep integrasi Islam dan ilmu sudah ada sejak berdirinya kampus ini. Beberapa nilai Pendidikan yang bisa di integrasi dalam ilmu pengetahuan tersebar dalam berbagai mata kuliah diantranya: (1)Berakhlak, dijabarkan menjadi 6 nilai: Keikhlasan, Kejujuran, Amanah, Kebaikan, Kebersamaan, dan Keadilan. (2) Berilmu, dijabarkan menjadi 2 nilai: Kecerdasan dan Kerja keras. (3) Beramal, dijabarkan menjadi nilai dakwah. Kedua, Model Pendidikan berbasis “ISI (Integration of Science and Islam)” ini menawarkan bagaimana cara mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan Islam atau sebaliknya. Hal ini bisa di lakukan pertama dengan menggunakan Nash/teks berupa Ayat atau Hadis, yaitu menyampaikan pembelajaran bahan kajian/materi sains dengan menjelaskan ayat Al-Quran atau Hadis yang relevan dengan teori sains yang diajarkan. Kedua, menggunakan model analisis yang bersifat Imani atau Syar`i, yaitu menyampaikan pembelajaran materi sains dengan menjelaskan aspek akidah atau syari`ah yang terkandung atau relevan dengan materi sains. Kata Kunci: Model, Pendidikan, Integrasi Ilmu dan Islam,
Tafaqquh Fid Din: Interpretasi Perti Sumbar terhadap Ayat dan Hadis Jihad dalam Upaya Pembangunan Umat Hafizzullah; Sukri, Mhd Alfahjri; Syafriwaldi
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 21 No 02 (2024): Jurnal Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research aims to describe how the interpretation of the Religious Institution of the Islamic Tarbiyah Union (PERTI) in West Sumatra about jihad, as well as to explain the institution's stance on terrorist actions carried out under the guise of jihad. A qualitative method is employed in this study, with data gathered through interviews, documentation, and literature reviews, including books, scholarly articles, religious texts, and news reports. The research is guided by Peter L. Berger's social construction theory to elucidate the construction of the religious institution PERTI in West Sumatra regarding the meaning of jihad. The findings indicate that PERTI in West Sumatra interprets jihad in verses and hadiths as a form of striving in the field of educating the community (tafaqquh fid din). This understanding of jihad is then internalized into various educational programs, ranging from elementary levels such as kindergarten and primary school to secondary school, high school, and even higher education institutions. Moreover, PERTI explicitly rejects the interpretation of jihad as warfare within the Indonesian context. The jihad undertaken by PERTI is characterized as moderate. This research contributes to enhancing the understanding of stakeholders and the general public about the diverse and moderate interpretations of jihad. It also demonstrates that religious institutions in Indonesia have their own interpretations of jihad, such as PERTI Sumatera Barat. Keywords: Meaning of Jihad, PERTI West Sumatra, Tafaqquh fid din Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana interpretasi lembaga Keagamaan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Sumatera Barat tentang jihad, serta menjelaskan sikap lembaga keagamaan tersebut terhadap aksi teror yang mengatasnamakan jihad. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka baik itu dari buku, artikel ilmiah, kitab, dan pemberitaan. Dengan mempedomani teori konstruksi sosial Peter L Berger untuk menjelaskan kontruksi lembaga keagamaan PERTI Sumbar tentang makna jihad. Hasil penelitian menunjukkan, PERTI Sumatera Barat memaknai jihad dalam ayat dan hadis dalam bentuk perjuangan dalam bidang Pendidikan umat (tafaqquh fid din). Pemahaman tentang jihad tersebut kemudian di internalisasikan ke berbagai bentuk program pendidikan yang mulai dari tingkat dasar baik TK, SD, menengah, atas bahkan perguruan tinggi. Kemudian PERTI dengan nyata menolak makna jihad dalam artian perang untuk konteks Indonesia. Jihad yang dilakukan PERTI bersifat moderat. Penelitian ini berkontribusi dalam menambah pemahaman pemangku kepentingan dan masyarakat umum dalam memahami jihad yang begitu beragam dan juga bersifat moderat. Ini juga menunjukkan bahwa lembaga keagamaan di Indonesia memiliki pemaknaan jihad sendiri seperti PERTI Sumatera Barat. Kata kunci: Makna Jihad, PERTI Sumbar, Tafaqquh fid din
Komparasi Penggunaan Media Sosial dan Budaya Akademis terhadap Etika Berbusana Muslim Mahasiswa di Kota Mataram Setiawati, Geta; Suhadah; Endang Rahmawati
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 21 No 02 (2024): Jurnal Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v21i02.986

Abstract

Abstract The rapid advancement of digital technology, particularly the pervasive use of social media platforms such as TikTok, has empowered society, especially among students, to express their creativity. Social media has evolved beyond being a mere outlet for self-expression; it now significantly influences consumer behavior, particularly in the realms of online shopping and promotional strategies. The objective of this research is to compare the impact of social media usage (X1) and academic culture (X2) on the ethical considerations of Muslim attire among university students. In this study, a quantitative methodology utilizing linear regression is employed, involving 91 female students in the city of Mataram. The research instrument consists of an online questionnaire distributed to respondents. The data analysis technique applied is the t-test. The research findings reveal a t-test value of 0.773 with a significance level (Sig.) of 0.441. These results indicate that the comparison between social media usage (X1) and academic culture (X2) concerning the ethical considerations of Muslim attire among university students does not yield a statistically significant difference. In detail, the t-test value approaching zero (0.773) suggests that the difference between the means of the two groups (social media usage and academic culture) is not statistically significant. Furthermore, a significance level (Sig.) greater than the commonly used threshold (0.441 > 0.05) emphasizes that there is insufficient statistical evidence to reject the null hypothesis. The null hypothesis posits that there is no significant difference between social media usage and academic culture concerning the ethical considerations of Muslim attire among university students. Consequently, it can be concluded that within the examined sample of female students, the utilization of social media and academic culture does not significantly influence the ethical considerations in Muslim attire. The research is important for understanding how social media and academic culture influence the Islamic dress ethics of students in Mataram City, which can assist educational institutions in designing policies and programs that support ethical values within the academic environment. Furthermore, the findings of this study also provide a foundation for further research on the relationship between social media, academic culture, and dress ethics, as well as their impact on student character development. Keywords: Social Media, Academic Culture, Ethics Of Muslim Dress. Abstrak Pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan media sosial seperti platform TikTok, masyarakat, terutama kalangan pelajar, semakin terbuka untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Media sosial tidak hanya menjadi wadah ekspresi diri, tetapi juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen, terutama dalam konteks belanja online dan strategi promosi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dampak penggunaan media sosial (X1) dan budaya akademis (X2) terhadap etika berbusana muslim mahasiswa. Dalam penelitian ini, metode kuantitatif dengan menggunakan regresi linear digunakan, dan subjek penelitian melibatkan 91 mahasiswi yang ada di kota mataram. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket yang disebarkan secara online kepada responden. Teknik analisis data yang diterapkan adalah uji t-test. Hasil riset menunjukkan bahwa nilai t-test sebesar 0.773 dengan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0.441. Hasil ini menunjukkan bahwa perbandingan antara penggunaan media sosial (X1) dan budaya akademis (X2) terhadap etika berbusana muslim mahasiswa tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Secara rinci, nilai t-test yang mendekati nol (0.773) menandakan bahwa perbedaan antara rata-rata kedua kelompok (penggunaan media sosial dan budaya akademis) tidak signifikan secara statistik. Selain itu, nilai signifikansi (Sig.) yang lebih besar dari tingkat signifikansi yang umumnya digunakan (0.441 > 0.05) menegaskan bahwa tidak ada cukup bukti statistik untuk menolak hipotesis nol. Hipotesis nol ini menyatakan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara penggunaan media sosial dan budaya akademis terhadap etika berbusana muslim mahasiswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa, pada sampel mahasiswi yang diteliti, penggunaan media sosial dan budaya akademis tidak secara signifikan berpengaruh terhadap etika berbusana muslim. Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana media sosial dan budaya akademis mempengaruhi etika berbusana muslim mahasiswa di Kota Mataram, yang dapat membantu institusi pendidikan dalam merancang kebijakan dan program yang mendukung nilai-nilai etika dalam lingkungan akademis. Selain itu, hasil penelitian ini juga memberikan dasar bagi studi lebih lanjut mengenai hubungan antara media sosial, budaya akademis, dan etika berbusana, serta dampaknya terhadap pengembangan karakter mahasiswa. Kata kunci: Media sosial, Budaya Akademis, Etika Berbusana Muslim.
Diskursus Aliran-aliran Filfsafat Pendidikan dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Umam Addzaky, Khoirul; Sukiman
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 21 No 02 (2024): Jurnal Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v21i02.1072

Abstract

This study aims to examine the influence of various schools of educational philosophy on the development of Islamic Religious Education curriculum. The research method used was a literature study of various literature sources related to the schools of education philosophy and Islamic Education curriculum. The results showed that there are several main philosophical schools that influence the development of Islamic Education curriculum, such as essentialism, perennialism, progressivism, and reconstructionism. Each of these schools provides a different perspective on the objectives, content, methods, and evaluation of PAI learning. The PAI curriculum needs to be developed by considering the strengths and weaknesses of each of these philosophical schools. The conclusion of this study is that the development of PAI curriculum cannot be separated from the discourse of educational philosophy schools. A comprehensive understanding of the various philosophical schools will help curriculum designers in formulating objectives, selecting content, methods, and evaluations that are appropriate for effective and meaningful PAI learning. Keywords: Philosophy of Education, PAI curriculum, curriculum development
Konsep Penciptaan dan Reproduksi Manusia: Integrasi Islam dan Sains Serta Implikasinya dalam Pendidikan Agama Islam herlini; Risnawati; Muharrani
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 21 No 02 (2024): Jurnal Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v21i02.1099

Abstract

Abstract This research discusses the concept of human creation and reproduction in Islam, as well as the integration between religious teachings and science, particularly science, with a focus on its implications in Islamic religious education. The purpose of this research is to analyze the Islamic understanding of human creation and reproduction and how modern scientific knowledge, such as embryology, can contribute to enriching this understanding in an educational context. The research method used is a literature review by analyzing Islamic theological sources, current scientific literature on reproduction and embryology, and a study of the Islamic religious education curriculum. The results show that the understanding of human creation in Islam can be integrated with scientific knowledge in order to strengthen religious education. This integration not only improves students' understanding of both fields, but also demonstrates the harmony between religious teachings and science. The conclusion of this study is that collaboration between the Islamic concept of human creation and scientific knowledge has the potential to improve the quality of Islamic religious education, as well as foster a critical and open attitude among students towards the relationship between faith and science. Keywords: human creation; human reproduction; Islamic religious education; integration of Islam and science Abstrak Penelitian ini membahas konsep penciptaan dan reproduksi manusia dalam Islam, serta integrasi antara ajaran agama dan ilmu pengetahuan, khususnya sains, dengan fokus pada implikasinya dalam pendidikan agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman Islam tentang penciptaan manusia dan proses reproduksi, serta bagaimana pengetahuan ilmiah modern, seperti embriologi, dapat berkontribusi dalam memperkaya pemahaman tersebut dalam konteks pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis sumber-sumber teologi Islam, literatur ilmiah terkini mengenai reproduksi dan embriologi, serta studi tentang kurikulum pendidikan agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman tentang penciptaan manusia dalam Islam dapat diintegrasikan dengan pengetahuan ilmiah dalam rangka memperkuat pendidikan agama. Integrasi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap kedua bidang tersebut, tetapi juga memperlihatkan keselarasan antara ajaran agama dan ilmu pengetahuan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kolaborasi antara konsep Islam tentang penciptaan manusia dan pengetahuan sains berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, serta menumbuhkan sikap kritis dan terbuka di kalangan peserta didik terhadap hubungan antara iman dan ilmu. Kata Kunci: penciptaan manusia; reproduksi manusia; pendidikan agama Islam; integrasi Islam dan sains.