cover
Contact Name
Febri Giantara
Contact Email
almutharahah@diniyah.ac.id
Phone
+6281365687847
Journal Mail Official
febrigiantara@diniyah.ac.id
Editorial Address
LPPM STAI Diniyah Pekanbaru Jl. Kuau No.001/ Jl. KH. Ahmad Dahlan No.100, Pekanbaru, Riau, Indonesia, 28121
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
ISSN : 20880871     EISSN : 27222314     DOI : http://doi.org/10.46781/al-mutharahah
Published by LPPM STAI Diniyah Pekanbaru, since Volume 1 Issue 1 June 2011. Al-Mutharahah is a magazine run by the LPPM STAI Diniyah Pekanbaru, which is regularly published every June and December. The magazine focuses on the latest topics on education, sharia economics, sharia banking, psychology, and the development of Islamic society. The writings in this journal are open to academics, researchers, and professionals to education. The scope of the Al-Mutharahah Journal focuses on the publication of scientific research results on: 1. Islamic religious education, 2. Islamic banking, 3. Islamic community development, 4. Islamic economy, 5. Islamic psychology, and 6. Islamic education for young children.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 171 Documents
Fatwa MUI dan Eco-Masjid: Membangun Kesadaran Ekologis Umat Islam Melalui Pengelolaan Lingkungan di Masjid Armayanto, Harda; Sahidin, Amir
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.1770

Abstract

Abstract This article discusses the role of the fatwa of the Indonesian Ulema Council (MUI) in building ecological awareness of Muslims through the implementation of Eco-Masjid, a mosque that applies environmentally friendly principles to support the sustainability of nature. MUI itself has issued several fatwas related to environmental management, but their implementation at the mosque and community level is still limited. This article is qualitative in nature and based on library research (printed and digital data). Using this method, this article finds that the implementation of eco-friendly principles in mosques, such as waste management, renewable energy use, and greening, can strengthen the ecological message of MUI's fatwas. In addition, mosques have great potential to become centres of sustainability education and practice that can inspire the community. This article provides new insights on how MUI fatwa and Eco-Masjid concept can complement each other to create a community that is more concerned about environmental sustainability. Thus, this article not only suggests a model of fatwa implementation, but also offers a concrete solution to raise the awareness of Muslims in facing today's environmental challenges. Keywords: MUI Fatwa, Eco-Masjid, Ecological Awareness, Environmental Management. Abstrak Artikel ini membahas peran fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam membangun kesadaran ekologis umat Islam melalui implementasi Eco-Masjid, yaitu masjid yang menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan alam. MUI sendiri telah mengeluarkan beberapa fatwa yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, tapi implementasinya di tingkat masjid dan komunitas masih terbatas. Tulisan dalam artikel ini bersifat kualitatif dengan berbasis pada data kepustakaan, baik cetak maupun digital. Melalui metode tersebut, artikel ini menemukan bahwa penerapan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam masjid, seperti pengelolaan sampah, penggunaan energi terbarukan, dan penghijauan, dapat memperkuat pesan ekologis dari fatwa MUI. Selain itu, masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat edukasi dan praktik keberlanjutan yang dapat menginspirasi masyarakat. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana fatwa MUI dan konsep Eco-Masjid dapat saling melengkapi untuk menciptakan komunitas yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menyarankan model implementasi fatwa, tetapi juga menawarkan solusi konkret menumbuhkan kesadaran umat Islam dalam menghadapi tantangan lingkungan saat ini. Kata kunci: Fatwa MUI, Eco-Masjid, Kesadaran Ekologis, Pengelolaan Lingkungan.
Keterampilan Dasar Guru SKI dan Efektivitas Pembelajaran di MTs Nurul Falah Paluh Kecamatan Mempura Kabupaten Siak Lahagu, Siti Nuraini; Hatta, M
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.1812

Abstract

Abstract Islamic Cultural History (SKI) learning plays an important role in shaping students’ religious character; however, several issues are still found in practice, such as suboptimal basic teaching skills, conventional methods, and limited learning media. The problem formulation of this study concerns the insufficient mastery of basic teaching competencies and limited instructional support, which affect the effectiveness of SKI learning. This research aims to examine the basic teaching skills of SKI teachers and the effectiveness of learning at MTs Nurul Falah Paluh, Mempura District, Siak Regency. The study employed a descriptive qualitative approach with interviews, observations, and documentation as data collection techniques. The subjects included the principal, SKI teacher, and students from grades VII, VIII, and IX. The findings show that the SKI teacher has applied several basic teaching skills—such as opening lessons with prayer, providing explanations, and creating active interaction—although the learning pattern remains conventional. Learning effectiveness is reflected in students’ participation in reading, answering questions, and taking notes, as well as their enthusiasm for SKI lessons. However, effectiveness is not yet optimal due to limited use of apperception, lack of method variation, and restricted learning media. Supporting factors include the principal’s support, teacher motivation, and student enthusiasm, while inhibiting factors involve limited facilities and afternoon class schedules that reduce student concentration. Overall, SKI learning at MTs Nurul Falah Paluh is considered reasonably effective but still requires innovative strategies and improved facilities to optimize learning outcomes. Keywords: basic teaching skills, learning effectiveness, Islamic Cultural History, madrasah. Abstrak Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius peserta didik, namun dalam praktiknya masih ditemukan permasalahan seperti keterampilan dasar mengajar guru yang belum optimal, metode yang cenderung konvensional, serta keterbatasan media pembelajaran. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah kurang maksimalnya kompetensi dasar mengajar guru dan dukungan pembelajaran, sehingga berdampak pada efektivitas proses pembelajaran SKI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan dasar guru SKI dan efektivitas pembelajaran di MTs Nurul Falah Paluh Kecamatan Mempura Kabupaten Siak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru SKI, serta siswa kelas VII, VIII, dan IX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SKI telah menerapkan beberapa keterampilan dasar mengajar seperti membuka pelajaran dengan doa, memberikan penjelasan, serta menciptakan interaksi aktif dengan siswa, meskipun pola pembelajaran masih bersifat konvensional. Efektivitas pembelajaran tampak dari partisipasi siswa dalam membaca bergiliran, menjawab pertanyaan, dan mencatat materi, serta antusiasme mereka terhadap pelajaran SKI. Namun demikian, efektivitas belum maksimal karena apersepsi kurang diterapkan, metode kurang bervariasi, dan media pembelajaran terbatas. Faktor pendukung mencakup dukungan kepala madrasah, motivasi guru, dan antusiasme siswa, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas dan jadwal belajar pada siang hari yang menyebabkan berkurangnya konsentrasi siswa. Dengan demikian, pembelajaran SKI di MTs Nurul Falah Paluh tergolong cukup efektif, namun tetap memerlukan strategi inovatif dan peningkatan fasilitas agar hasil belajar lebih optimal. Kata kunci: keterampilan dasar guru, efektivitas pembelajaran, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), pendidikan madrasah
Religious Moderation Policy Implementation in the Structure of the Merdeka Curriculum in Senior High Schools: Study in Public and Private Senior High Schools Sahudi, Sahudi; Mukhsin, Mukhsin; Hidayatulloh, Yayat; Rindiani, Ani; Alfani, Ilzam Hubby Dzikrillah
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.1869

Abstract

Abstract This study analyzes the implementation of the religious moderation policy within the Merdeka Curriculum in senior high schools, focusing on a comparison between Public and Private Senior High Schools. Using a qualitative approach with a multiple-case study design, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis at two schools in Bandung City. The findings reveal significant variations in implementation strategies between the two types of schools. The Public Senior High School employed a structural-formal approach through the development of project modules and integration into curriculum instruments, while the Private Senior High School adopted a cultural-contextual approach through supplements to religious education materials and the habituation of values. This contrast highlights the context-dependent nature of policy translation, where institutional identity significantly shapes the implementation pathway. Key determinants of successful implementation included visionary leadership, teacher capacity, and support from the school ecosystem, with the main challenges being administrative burden, limited resources, and social pressures. This study concludes that the effectiveness of implementing the religious moderation policy heavily depends on ~~seach~~ each school's ability to develop strategies aligned with its institutional characteristics and socio-cultural context. The research implications emphasize the importance of flexible and differentiated policy approaches, as well as strengthening school capacity to adapt the national curriculum according to the specific conditions of each educational unit. Keywords: Merdeka Curriculum, Multiple-Case Study, Policy Implementation, Religious Moderation, Secondary Education Abstrak Studi ini menganalisis implementasi kebijakan moderasi agama dalam Kurikulum Merdeka di sekolah menengah atas, dengan fokus pada perbandingan antara Sekolah Menengah Atas Negeri dan Swasta. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen di dua sekolah di Kota Bandung. Temuan menunjukkan variasi signifikan dalam strategi implementasi antara kedua jenis sekolah. Sekolah Menengah Atas Negeri menerapkan pendekatan struktural-formal melalui pengembangan modul proyek dan integrasi ke dalam instrumen kurikulum, sementara Sekolah Menengah Atas Swasta mengadopsi pendekatan kultural-kontekstual melalui penambahan materi pendidikan agama dan pembiasaan nilai-nilai. Kontras ini menyoroti sifat penerjemahan kebijakan yang tergantung konteks, di mana identitas institusional secara signifikan membentuk jalur implementasi. Faktor penentu keberhasilan implementasi meliputi kepemimpinan visioner, kapasitas guru, dan dukungan dari ekosistem sekolah, dengan tantangan utama berupa beban administratif, sumber daya terbatas, dan tekanan sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas implementasi kebijakan moderasi agama sangat bergantung pada kemampuan masing-masing sekolah untuk mengembangkan strategi yang selaras dengan karakteristik institusional dan konteks sosio-budaya mereka. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan kebijakan yang fleksibel dan terdiferensiasi, serta penguatan kapasitas sekolah untuk menyesuaikan kurikulum nasional sesuai dengan kondisi spesifik masing-masing lembaga pendidikan. Kata kunci: Kurikulum Merdeka, Moderasasi Agama, Pelaksanaan Kebijakan, Pendidikan Menengah, Studi Kasus Multi
Pengembangan Profesionalisme Guru melalui Kecerdasan Komunikasi Digital" (ProTeach 4.0: Professional Teaching di Era Industri 4.0) : Indonesia Namora , Dian; Zahra, Zahraratul Hubbah; Fiqri , Dwi Fiqri Qurniawan; Wahyuni, Sri
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.1559

Abstract

Dalam era Industri 4.0, pengembangan profesionalisme guru menjadi semakin penting untuk menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kecerdasan komunikasi digital dalam meningkatkan profesionalisme guru. Melalui pendekatan ProTeach 4.0, penelitian ini mengidentifikasi keterampilan komunikasi digital yang diperlukan bagi guru untuk beradaptasi dengan teknologi dan metode pengajaran modern. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei dan wawancara dengan guru dari berbagai jenjang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecerdasan komunikasi digital tidak hanya memperbaiki interaksi antara guru dan siswa, tetapi juga meningkatkan kolaborasi antar rekan sejawat serta keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran. Temuan ini menekankan pentingnya pelatihan dan pengembangan berkelanjutan bagi guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan inovatif. Dengan demikian, pengembangan profesionalisme guru melalui kecerdasan komunikasi digital menjadi kunci untuk mencapai tujuan pendidikan yang relevan di era digital saat ini.
Ideology and Social Process of Veil Use Among Generation Z: A Social Construction Approach Mohamad Rohman; Fahrurrazi, A.M.; Raharja, Hatta
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.1631

Abstract

Abstrak Artikel ini mengkaji ideologi di balik perempuan Generasi Z di Indonesia yang mengenakan jilbab dan bagaimana mereka menginternalisasi serta mengeksternalisasikannya dalam masyarakat yang sering memandangnya sebagai bentuk kesopanan yang tidak biasa. Banyak penelitian telah dilakukan tentang jilbab, namun isu ini tetap menarik. Meskipun jilbab merupakan fenomena global, signifikansi ideologisnya sangat dipengaruhi oleh faktor sosiologis dan psikologis. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa Generasi Z di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang mengenakan jilbab. Data dianalisis menggunakan pedoman semi-terstruktur dan direkam, dan hasilnya disajikan apa adanya, tanpa diedit. Sumber data sekunder meliputi tulisan akademis, seperti buku dan jurnal. Dengan menggunakan teori konstruksi sosial Berger, analisis ini mengeksplorasi bagaimana pemahaman perempuan-perempuan ini tentang jilbab membentuk konsep diri mereka dan bagaimana mereka mempromosikan penerimaan masyarakat melalui proses eksternalisasi dan internalisasi. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan jilbab tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kenyamanan, pengendalian diri, dan faktor sosiologis seperti perlindungan, dan tidak terkait dengan radikalisme Untuk mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan moderat, kebijakan universitas harus mendorong dialog antar kelompok dan penerimaan yang lebih besar terhadap beragam praktik kesopanan. Kata kunci: Tabir, Ideologi; Eksternalisasi; Internalisasi; dan Proses Sosial  Abstrak Artikel ini mengkaji ideologi di balik perempuan Generasi Z di Indonesia yang memakai cadar dan bagaimana mereka menginternalisasi dan mengeksternalisasikannya dalam masyarakat yang sering memandangnya sebagai bentuk kesopanan yang tidak biasa. Banyak penelitian telah dilakukan tentang cadar, namun masalah ini tetap menarik. Meskipun cadar adalah fenomena global, signifikansi ideologisnya sangat dipengaruhi oleh faktor sosiologis dan psikologis. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa Generasi Z di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang mengenakan cadar. Data dijelaskan menggunakan pedoman semi-terstruktur dan dicatat, dan hasilnya disajikan apa adanya, tanpa pengeditan. Data sekunder bersumber dari tulisan akademis, seperti buku dan jurnal. Dengan menggunakan teori konstruksi sosial Berger, analisis ini mengeksplorasi bagaimana pemahaman perempuan ini tentang kadar membentuk konsep diri mereka, dan bagaimana mereka mempromosikan penerimaan masyarakat melalui proses eksternalisasi dan internalisasi. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan cadar tidak dipandang melulu sebagai kewajiban, tetapi dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kenyamanan, pengendalian diri, serta faktor sosiologis seperti perlindungan, dan tidak terkait dengan radikalisme. Untuk menumbuhkan masyarakat yang lebih inklusif dan moderat, kebijakan universitas harus mendorong dialog antarkelompok dan penerimaan yang lebih besar terhadap praktik penutupan aurat yang beragam. Kata Kunci: Cadar; Ideologi; Eksternalisasi; Internalisasi; dan Proses Sosial
Dialog Ekoteologis Katolik-Islam: Studi Komparatif atas Ensiklik Laudato Si’ Paus Fransiskus dan Konsep Amanah terhadap Alam dalam Islam Senda, Siprianus Soleman; Sie, Fladimir; Minggu, Yulianus; Raja Mau, Paternus; Ergon, Isfilus; S. Senda, Siprianus; Yohanes Vianey, Watu; Naif, Oktovianus
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.1872

Abstract

The global ecological crisis calls for deeper interreligious reflection on humanity’s relationship with creation. The Catholic Church, through Pope Francis’ encyclical Laudato Si’, and Islam, through its doctrine of amanah (trusteeship) toward nature, both affirm humanity’s moral responsibility as stewards of creation. Yet, in social and religious practices, these ecological values are often overlooked due to dominant anthropocentric and exploitative paradigms. This study proposes an eco-theological dialogue framework that positions environmental theology as an ethical meeting ground between Catholic and Islamic traditions. Using a qualitative comparative textual analysis of Laudato Si’ and Islamic classical and contemporary sources on amanah, the study finds a profound convergence: the Earth is a divine trust that must be cared for with love, justice, and spiritual responsibility. Both traditions reject environmental exploitation and advocate for faith-based ecological conversion. This dialogue thus provides an ethical foundation for interreligious collaboration toward integral ecology and peace with creation. Keywords: ecotheology, eco-theological dialogue, Laudato Si’, Amanah
Praktik Hutang Rentenir dan Implikasinya terhadap Pengembangan Masyarakat Islam: Studi Kasus di Nagori Pulo Pitu Marihat Yasyah Sinaga, Yeni
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.1896

Abstract

Abstrak Praktik rentenir (bergaji tinggi) masih menjadi mekanisme pembiayaan informal yang banyak digunakan oleh masyarakat Muslim pedesaan, meskipun bertentangan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Studi ini bertujuan untuk menganalisis praktik rentenir di Nagori Pulo Pitu Marihat, Kecamatan Ujung Padang, dengan meneliti bentuk-bentuknya, persepsi masyarakat Muslim, faktor-faktor yang mendorong ketergantungan, dan implikasinya terhadap pembangunan masyarakat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih melalui purposive sampling, melibatkan 10 informan utama yang terdiri dari petani kecil, pedagang informal, buruh harian, dan ibu rumah tangga, serta 5 informan pendukung, termasuk pemimpin agama, pejabat desa, dan anggota keluarga informan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Temuan menunjukkan bahwa praktik rentenir beroperasi melalui pinjaman berbunga tinggi, kesepakatan lisan, dan skema pembayaran yang kaku, yang melemahkan kemandirian ekonomi rumah tangga. Persepsi masyarakat terbagi menjadi tiga pola utama: paksaan, normalisasi praktik, dan kesadaran agama tanpa akses yang memadai terhadap pembiayaan alternatif. Temuan ini menekankan bahwa pembangunan komunitas Islam membutuhkan intervensi struktural melalui penguatan literasi keuangan Islam dan lembaga ekonomi Islam di tingkat desa.  Kata kunci: Praktik Peminjaman Uang, Pengembangan Komunitas Islam, Pembangunan Ekonomi, Studi Kasus Kualitatif   Abstrak Praktik hutang rentenir masih menjadi mekanisme pembiayaan informal yang banyak digunakan masyarakat pedesaan Muslim, meskipun bertentangan dengan prinsip ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik hutang rentenir di Nagori Pulo Pitu Marihat Kecamatan Ujung Padang dengan menelaah bentuk praktik, persepsi, masyarakat Muslim, faktor pendorong ketergantungan, serta dorongannya terhadap pengembangan masyarakat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Infrorman dipilih melalui teknik puposive sampling  yang melibatkan 10 informan utama, terdiri atas petani kecil, pedagang informal, buruh harian, dan ibu rumah tangga, serta 5 informan pendukung yaitu tokoh agama, aparat Nagori, dan anggota keluarga informan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik rentenir   berlangsung melalui pinjaman berbunga tinggi, akad lisan, dan skema pengembalian yang ketat, yang meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga. Persepsi masyarakat mendalami dalam tiga pola utama: keterpaksaan, normalisasi praktik, dan kesadaran keagamaan tanpa dukungan alternatif pembiayaan yang memadai. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan masyarakat Islam menuntut intervensi struktural melalui penguatan literasi keuangan syariah dan kelembagaan ekonomi Islam di tingkat Nagori.  Kata kunci : Hutang Rentenir, Pengembangan Masyarakat Islam, Studi Kasus Kualitatif
Abdul Rahman Model Pembelajaran Student-Centered Learning Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Profesional Abad 21: Model Pembelajaran, Student-Centered Learning, Guru Profesional, Abad 21 abdul rahman, abdul rahman; Nasution, Baktiar; Erpida Nasution, Juni; Nasution , Asraini Nasution
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.1909

Abstract

This study aims to analyze the strategic role of the Student-Centered Learning (SCL) model in shaping and enhancing the competence of 21st-century professional teachers. Amidst technological disruption and shifting global educational paradigms, the teacher's role is required to transform from a mere information deliverer (Teacher-Centered) into a facilitator and learning designer. This research employs a qualitative approach with a library research method to review scientific literature, policy documents, and best practices related to SCL implementation. The results indicate that the application of SCL functions as an effective catalyst for teacher professional development. Through the process of designing and facilitating active learning, such as Project-Based Learning and differentiated instruction, teachers simultaneously hone pedagogical competence, deepen professional subject mastery, and enhance adaptive social and personality skills. Furthermore, the demands of SCL in the digital era drive the improvement of teachers' digital literacy through the utilization of Learning Management Systems (LMS) and Artificial Intelligence (AI). This study concludes that SCL is not merely a necessity for students but a crucial means to realize a teacher profile that is reflective, innovative, and relevant to contemporary demands.
Merajut Keberagaman : Diversitas Sosiokultural dalam Pendidikan Agama Islam di Indonesia Navisah Al Ainiyah; Rofiqoh , Nihayatur; Qotrunnada Fuadiyah, Fina; Adib Nuruzzaman, Muhammad; Toha Sobirin, Muhammad
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.1914

Abstract

This article examines the important role of education in managing sociocultural diversity in Indonesia, which is a diverse country. Sociocultural diversity, which includes differences in ethnicity, religion, gender, and culture, is an integral part of Indonesian society. Islamic Religious Education (IRE) has great potential to promote tolerance, inclusivity, and social cohesion in this diverse context. Through literature review, this study analyzes how IRE can be effectively implemented to address diversity. The concepts of Jean Piaget and Lev Vygotsky's cognitive psychology theories are important foundations for understanding how students construct religious understanding in their socio-cultural context, with a focus on the interaction between individual cognitive development and the influence of the social environment in the internalization of multicultural values. A culturally responsive learning approach and the integration of multicultural values into the PAI curriculum are key. However, the article also identifies challenges such as a lack of teacher training and resistance to change. To that end, collaboration between schools, teachers, parents, and the community is necessary to create an inclusive and peaceful learning environment. Innovation in PAI teaching methods, such as contextual approaches, project-based learning, and the use of technology, is also important for the relevance and effectiveness of religious education in Indonesia.
Integrasi Platform Digital Untuk Kelas Interaktif dalam Pembelajaran PAI Rofiqoh, Nihayatur; Syamsul Maarif, Mohammad; Azizah, Khoridatul; Kholilullah, Mohammad; Toha Sobirin, Muhammad
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.1624

Abstract

Abstrak ( Constantia 11, ditebalkan) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi tiga platform digital, yaitu Google Classroom, Quizizz, dan Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS) dalam menciptakan kelas interaktif berbasis nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan berbagai data dari sejumlah artikel ilmiah yang berkaitan dengan penggunaan platform digital dalam pembelajaran kelas interaktif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara sistematis dan dikaji secara konseptual untuk meneliti integrasi platform digital, seperti Google Classroom, Quizizz, dan Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS), dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Pendidikan Agama Islam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ketiga platform tersebut dapat saling melengkapi dalam menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif yang sesuai dengan gaya belajar generasi saat ini. Media digital seperti Moodle, Google Classroom, dan Quizizz tidak lagi hanya diposisikan sebagai alat bantu teknis dalam proses pembelajaran tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi pembelajaran yang sistematis dan adaptif. Implementasi platform digital ini menjembatani kesenjangan antara kebutuhan pedagogis modern dan tuntutan era digital, khususnya dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam.  Kata kunci: Literasi digital, platform digital, pembelajaran interaktif, Pendidikan Agama Islam.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi tiga platform digital, yaitu Google Classroom, Quizizz, dan Learning Management System (LMS) dalam menciptakan kelas interaktif berbasis nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi pustaka (studi literatur). Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan berbagai data dari sejumlah artikel ilmiah yang berkaitan dengan pemanfaatan platform digital dalam pembelajaran kelas interaktif. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis secara sistematis serta ditelaah secara konseptual guna mengkaji integrasi platform digital, seperti Google Classroom, Quizizz, dan Learning Management System (LMS), dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Temuan menunjukkan bahwa integrasi ketiga platform dapat saling melengkapi dalam menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan sesuai dengan gaya belajar generasi masa kini. Media digital seperti Moodle, Google Classroom, dan Quizizz tidak lagi diposisikan semata-mata sebagai alat bantu teknis dalam proses pembelajaran, melainkan telah menjadi bagian integral dari strategi pembelajaran yang sistemik dan adaptif. Implementasi platform digital ini mampu menjembatani kebutuhan pedagogis modern dengan tuntutan zaman yang serba digital, khususnya dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, platform digital, pembelajaran interaktif, literasi digital.