cover
Contact Name
Febri Giantara
Contact Email
almutharahah@diniyah.ac.id
Phone
+6281365687847
Journal Mail Official
febrigiantara@diniyah.ac.id
Editorial Address
LPPM STAI Diniyah Pekanbaru Jl. Kuau No.001/ Jl. KH. Ahmad Dahlan No.100, Pekanbaru, Riau, Indonesia, 28121
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
ISSN : 20880871     EISSN : 27222314     DOI : http://doi.org/10.46781/al-mutharahah
Published by LPPM STAI Diniyah Pekanbaru, since Volume 1 Issue 1 June 2011. Al-Mutharahah is a magazine run by the LPPM STAI Diniyah Pekanbaru, which is regularly published every June and December. The magazine focuses on the latest topics on education, sharia economics, sharia banking, psychology, and the development of Islamic society. The writings in this journal are open to academics, researchers, and professionals to education. The scope of the Al-Mutharahah Journal focuses on the publication of scientific research results on: 1. Islamic religious education, 2. Islamic banking, 3. Islamic community development, 4. Islamic economy, 5. Islamic psychology, and 6. Islamic education for young children.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 163 Documents
Fatwa MUI dan Eco-Masjid: Membangun Kesadaran Ekologis Umat Islam Melalui Pengelolaan Lingkungan di Masjid Armayanto, Harda; Sahidin, Amir
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.1770

Abstract

Abstract This article discusses the role of the fatwa of the Indonesian Ulema Council (MUI) in building ecological awareness of Muslims through the implementation of Eco-Masjid, a mosque that applies environmentally friendly principles to support the sustainability of nature. MUI itself has issued several fatwas related to environmental management, but their implementation at the mosque and community level is still limited. This article is qualitative in nature and based on library research (printed and digital data). Using this method, this article finds that the implementation of eco-friendly principles in mosques, such as waste management, renewable energy use, and greening, can strengthen the ecological message of MUI's fatwas. In addition, mosques have great potential to become centres of sustainability education and practice that can inspire the community. This article provides new insights on how MUI fatwa and Eco-Masjid concept can complement each other to create a community that is more concerned about environmental sustainability. Thus, this article not only suggests a model of fatwa implementation, but also offers a concrete solution to raise the awareness of Muslims in facing today's environmental challenges. Keywords: MUI Fatwa, Eco-Masjid, Ecological Awareness, Environmental Management. Abstrak Artikel ini membahas peran fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam membangun kesadaran ekologis umat Islam melalui implementasi Eco-Masjid, yaitu masjid yang menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan alam. MUI sendiri telah mengeluarkan beberapa fatwa yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, tapi implementasinya di tingkat masjid dan komunitas masih terbatas. Tulisan dalam artikel ini bersifat kualitatif dengan berbasis pada data kepustakaan, baik cetak maupun digital. Melalui metode tersebut, artikel ini menemukan bahwa penerapan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam masjid, seperti pengelolaan sampah, penggunaan energi terbarukan, dan penghijauan, dapat memperkuat pesan ekologis dari fatwa MUI. Selain itu, masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat edukasi dan praktik keberlanjutan yang dapat menginspirasi masyarakat. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana fatwa MUI dan konsep Eco-Masjid dapat saling melengkapi untuk menciptakan komunitas yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menyarankan model implementasi fatwa, tetapi juga menawarkan solusi konkret menumbuhkan kesadaran umat Islam dalam menghadapi tantangan lingkungan saat ini. Kata kunci: Fatwa MUI, Eco-Masjid, Kesadaran Ekologis, Pengelolaan Lingkungan.
Keterampilan Dasar Guru SKI dan Efektivitas Pembelajaran di MTs Nurul Falah Paluh Kecamatan Mempura Kabupaten Siak Lahagu, Siti Nuraini; Hatta, M
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.1812

Abstract

Abstract Islamic Cultural History (SKI) learning plays an important role in shaping students’ religious character; however, several issues are still found in practice, such as suboptimal basic teaching skills, conventional methods, and limited learning media. The problem formulation of this study concerns the insufficient mastery of basic teaching competencies and limited instructional support, which affect the effectiveness of SKI learning. This research aims to examine the basic teaching skills of SKI teachers and the effectiveness of learning at MTs Nurul Falah Paluh, Mempura District, Siak Regency. The study employed a descriptive qualitative approach with interviews, observations, and documentation as data collection techniques. The subjects included the principal, SKI teacher, and students from grades VII, VIII, and IX. The findings show that the SKI teacher has applied several basic teaching skills—such as opening lessons with prayer, providing explanations, and creating active interaction—although the learning pattern remains conventional. Learning effectiveness is reflected in students’ participation in reading, answering questions, and taking notes, as well as their enthusiasm for SKI lessons. However, effectiveness is not yet optimal due to limited use of apperception, lack of method variation, and restricted learning media. Supporting factors include the principal’s support, teacher motivation, and student enthusiasm, while inhibiting factors involve limited facilities and afternoon class schedules that reduce student concentration. Overall, SKI learning at MTs Nurul Falah Paluh is considered reasonably effective but still requires innovative strategies and improved facilities to optimize learning outcomes. Keywords: basic teaching skills, learning effectiveness, Islamic Cultural History, madrasah. Abstrak Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius peserta didik, namun dalam praktiknya masih ditemukan permasalahan seperti keterampilan dasar mengajar guru yang belum optimal, metode yang cenderung konvensional, serta keterbatasan media pembelajaran. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah kurang maksimalnya kompetensi dasar mengajar guru dan dukungan pembelajaran, sehingga berdampak pada efektivitas proses pembelajaran SKI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan dasar guru SKI dan efektivitas pembelajaran di MTs Nurul Falah Paluh Kecamatan Mempura Kabupaten Siak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru SKI, serta siswa kelas VII, VIII, dan IX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SKI telah menerapkan beberapa keterampilan dasar mengajar seperti membuka pelajaran dengan doa, memberikan penjelasan, serta menciptakan interaksi aktif dengan siswa, meskipun pola pembelajaran masih bersifat konvensional. Efektivitas pembelajaran tampak dari partisipasi siswa dalam membaca bergiliran, menjawab pertanyaan, dan mencatat materi, serta antusiasme mereka terhadap pelajaran SKI. Namun demikian, efektivitas belum maksimal karena apersepsi kurang diterapkan, metode kurang bervariasi, dan media pembelajaran terbatas. Faktor pendukung mencakup dukungan kepala madrasah, motivasi guru, dan antusiasme siswa, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas dan jadwal belajar pada siang hari yang menyebabkan berkurangnya konsentrasi siswa. Dengan demikian, pembelajaran SKI di MTs Nurul Falah Paluh tergolong cukup efektif, namun tetap memerlukan strategi inovatif dan peningkatan fasilitas agar hasil belajar lebih optimal. Kata kunci: keterampilan dasar guru, efektivitas pembelajaran, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), pendidikan madrasah
Religious Moderation Policy Implementation in the Structure of the Merdeka Curriculum in Senior High Schools: Study in Public and Private Senior High Schools Sahudi, Sahudi; Mukhsin, Mukhsin; Hidayatulloh, Yayat; Rindiani, Ani; Alfani, Ilzam Hubby Dzikrillah
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.1869

Abstract

Abstract This study analyzes the implementation of the religious moderation policy within the Merdeka Curriculum in senior high schools, focusing on a comparison between Public and Private Senior High Schools. Using a qualitative approach with a multiple-case study design, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis at two schools in Bandung City. The findings reveal significant variations in implementation strategies between the two types of schools. The Public Senior High School employed a structural-formal approach through the development of project modules and integration into curriculum instruments, while the Private Senior High School adopted a cultural-contextual approach through supplements to religious education materials and the habituation of values. This contrast highlights the context-dependent nature of policy translation, where institutional identity significantly shapes the implementation pathway. Key determinants of successful implementation included visionary leadership, teacher capacity, and support from the school ecosystem, with the main challenges being administrative burden, limited resources, and social pressures. This study concludes that the effectiveness of implementing the religious moderation policy heavily depends on ~~seach~~ each school's ability to develop strategies aligned with its institutional characteristics and socio-cultural context. The research implications emphasize the importance of flexible and differentiated policy approaches, as well as strengthening school capacity to adapt the national curriculum according to the specific conditions of each educational unit. Keywords: Merdeka Curriculum, Multiple-Case Study, Policy Implementation, Religious Moderation, Secondary Education Abstrak Studi ini menganalisis implementasi kebijakan moderasi agama dalam Kurikulum Merdeka di sekolah menengah atas, dengan fokus pada perbandingan antara Sekolah Menengah Atas Negeri dan Swasta. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen di dua sekolah di Kota Bandung. Temuan menunjukkan variasi signifikan dalam strategi implementasi antara kedua jenis sekolah. Sekolah Menengah Atas Negeri menerapkan pendekatan struktural-formal melalui pengembangan modul proyek dan integrasi ke dalam instrumen kurikulum, sementara Sekolah Menengah Atas Swasta mengadopsi pendekatan kultural-kontekstual melalui penambahan materi pendidikan agama dan pembiasaan nilai-nilai. Kontras ini menyoroti sifat penerjemahan kebijakan yang tergantung konteks, di mana identitas institusional secara signifikan membentuk jalur implementasi. Faktor penentu keberhasilan implementasi meliputi kepemimpinan visioner, kapasitas guru, dan dukungan dari ekosistem sekolah, dengan tantangan utama berupa beban administratif, sumber daya terbatas, dan tekanan sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas implementasi kebijakan moderasi agama sangat bergantung pada kemampuan masing-masing sekolah untuk mengembangkan strategi yang selaras dengan karakteristik institusional dan konteks sosio-budaya mereka. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan kebijakan yang fleksibel dan terdiferensiasi, serta penguatan kapasitas sekolah untuk menyesuaikan kurikulum nasional sesuai dengan kondisi spesifik masing-masing lembaga pendidikan. Kata kunci: Kurikulum Merdeka, Moderasasi Agama, Pelaksanaan Kebijakan, Pendidikan Menengah, Studi Kasus Multi