cover
Contact Name
Febri Giantara
Contact Email
almutharahah@diniyah.ac.id
Phone
+6281365687847
Journal Mail Official
febrigiantara@diniyah.ac.id
Editorial Address
LPPM STAI Diniyah Pekanbaru Jl. Kuau No.001/ Jl. KH. Ahmad Dahlan No.100, Pekanbaru, Riau, Indonesia, 28121
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
ISSN : 20880871     EISSN : 27222314     DOI : http://doi.org/10.46781/al-mutharahah
Published by LPPM STAI Diniyah Pekanbaru, since Volume 1 Issue 1 June 2011. Al-Mutharahah is a magazine run by the LPPM STAI Diniyah Pekanbaru, which is regularly published every June and December. The magazine focuses on the latest topics on education, sharia economics, sharia banking, psychology, and the development of Islamic society. The writings in this journal are open to academics, researchers, and professionals to education. The scope of the Al-Mutharahah Journal focuses on the publication of scientific research results on: 1. Islamic religious education, 2. Islamic banking, 3. Islamic community development, 4. Islamic economy, 5. Islamic psychology, and 6. Islamic education for young children.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 160 Documents
Universalisme Islam Cosmopolitan Di Indonesia Dalam Prespektif Gus Dur Dan Cak Nur Hunain, Ishaq; Qomariyah, Fitriyatul; Ramadhana, Maghfiroh; Kamil, Moh
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 21 No 02 (2024): Jurnal Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v21i02.1167

Abstract

Abstract Indonesia is a multicultural country with various cultures, ethnicities, languages and religions. Islam is the religion with the most followers in Indonesia. In this case, there are many Muslim leaders in Indonesia who have different perspectives, so that an understanding of cosmopolitan Islamic universalism emerges in Indonesia, in which one of the characters is Nurcholis Madjid and Abdurrahman Wahid. This article will discuss the thoughts of the two figures in cosmopolitan Islamic universalism. The research method used in this research is a library research with the main sources being books, articles and relevant journals. The results of this study are that Islamic universalism according to Gus Dur is divided into three concepts of thought, the first being pluralism, democracy and indigenization. As for Cak Nur's thoughts, he views Islam as Cosmopolitan Universalism in line with Gus Dur's thoughts, which views Islam as a religion of rahmatal lil alamin which rejects the caliphate system because according to both of them what we need to echo is the value of Islam in life in society. Keywords: Universalisme Islam Cosmopolitan, Abdurrahman Wahid, Nurcholis Madjid Abstrak Indonesia merupakan negara multicultural dengan beragam budaya, suku, Bahasa dan agama. Agama Islam merupakan agama dengan pemeluk terbanyak di Indonesia. Dalam hal ini banyak tokoh muslim di Indonesia yang memiliki perspektif yang berbeda-beda, hingga muncullah pemahaman tentang universalisme Islam cosmopolitan di Indonesia, yang mana salah satu tokohnya adalah Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid. Artikel ini akan membahas tentang pemikiran kedua tokoh tersebut dalam universalisme Islam cosmopolitan. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah library reseach dengan sumber utama berupa buku, artikel dan jurnal yang relevan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah universalisme Islam menurut gus Dur terbagi dalam tiga konsep pemikiran yang pertama pluralisme, demokrasi dan pribumisasi. Adapun dalam pemikiran Cak Nur memandang Islam Universalisme Cosmopolitan selaras dengan pemikiran Gus Dur yang memandang Islam sebagai agama rahmatal lil alamin yang menolak system khilafah karena menurut keduanya yang perlu kita gaungkan adalah nilai Islam dalam kehidupan ditengah masyarakat. Kata Kunci: Universalisme Islam cosmopolitan, abdurrahman wahid, Nurcholis Majid
Analisis Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Volume Penjualan pada Umkm (Studi Kasus Bolu Bunda Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru) Irwandi, Irwandi
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 22 No 01 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i01.1196

Abstract

Abstract UMKM Bolu Bunda is one of the UMKMs in Pekanbaru which has been engaged in industry since its founding in 2000. UMKM Bolu Bunda uses the 4P components of the marketing mix: product, place, price and promotion. This research uses qualitative methods. Triangulation data sources include observation, interviews, and documentation. The purpose of this triangulation is to find out (1) Bunda's marketing strategy to increase the sales volume of Bolu Bunda MSMEs (2) how to increase sales volume at Bolu Bunda MSMEs. Primary and secondary data are components of data sources. Research source for Bolu Bunda MSME owners. The research results show that Bolu Bunda MSME owners use a 4P marketing mix strategy, namely product, price, place and promotion. They increase sales by increasing product supply, expanding reach both within the city and outside the city, adding flavors and innovations, and creating new menus.Keywords: Marketing, Strategy, Sales Volume Abstrak UMKM Bolu Bunda adalah salah satu UMKM di Pekanbaru yang bergerak dalam industri sejak berdirinya di tahun 2000, UMKM Bolu Bunda menggunakan komponen 4P bauran pemasaran: produk (product), tempat (place), harga (price), dan promosi (promotion). Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Sumber data triangulasi termasuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan dari triangulasi ini adalah mengetahui (1) strategi pemasaran Bunda untuk meningkatkan volume penjualan UMKM Bolu Bunda (2) bagaimana cara meningkatkan volume penjualan pada UMKM Bolu Bunda. Data primer dan sekunder adalah komponen sumber data. Sumber penelitian pemilik UMKM Bolu Bunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilik UMKM Bolu Bunda menggunakan strategi bauran pemasaran 4P, yaitu produk, harga, tempat, dan promosi. Mereka meningkatkan penjualan dengan meningkatkan pasokan produk, memperluas jangkauan baik dalam kota maupun luar kota, menambah rasa dan inovasi, dan membuat menu baru Kata Kunci : Strategi Pemasaran, Volume Penjualan
Nilai-Nilai Pendidikan Sosial Profetik Dalam Persfektif Al-Qur’an ( Tafsir Tematik Surat Ali Imran ayat 110) syahrizul, syahrizul
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 21 No 02 (2024): Jurnal Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v21i02.1205

Abstract

Abstract Prophetic social education is an educational approach that integrates spiritual, social, and moral values in an effort to build a just, prosperous, and virtuous society. The Qur'anic perspective offers guidance in creating a generation that is not only intellectually intelligent but also has high social awareness. In this context, Surah Ali Imran verse 110 provides important guidance regarding the role of Muslims as the best people born to benefit mankind. This verse teaches three main values of prophetic social education, namely justice, amar ma'ruf nahi munkar, and character development through compassionate da'wah and wisdom. Muslims, according to this verse, are expected not only to maintain a vertical relationship with God, but also to carry out social duties in building social welfare and peace. The thematic approach in the interpretation of this verse explores the essence of the role of Muslims in shaping a just and progressive society through education based on prophetic values. Thus, prophetic social education in the Qur'anic perspective emphasises the importance of integration between spiritual and social dimensions in creating positive changes in people's social Keywords: Khairu Ummah, humanization, liberation, transcendence Abstrak Pendidikan sosial profetik merupakan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, sosial, dan moral dalam upaya membangun masyarakat yang adil, sejahtera, dan berbudi pekerti luhur. Perspektif Al-Qur'an menawarkan panduan dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Dalam konteks ini, Surat Ali Imran ayat 110 memberikan petunjuk penting terkait peran umat Islam sebagai umat terbaik yang dilahirkan untuk memberi manfaat bagi umat manusia. Ayat ini mengajarkan tiga nilai utama pendidikan sosial profetik, yaitu keadilan, amar ma’ruf nahi munkar, dan pengembangan karakter melalui dakwah yang penuh kasih sayang dan hikmah. Umat Islam, menurut ayat ini, diharapkan tidak hanya menjaga hubungan vertikal dengan Tuhan, tetapi juga menjalankan tugas sosial dalam membangun kesejahteraan dan kedamaian sosial. Pendekatan tematik dalam tafsir ayat ini menggali esensi dari peran umat Islam dalam membentuk masyarakat yang adil dan berkemajuan melalui pendidikan yang berbasis padanilai-nilai profetik. Dengan demikian, pendidikan sosial profetik dalam perspektif Al-Qur'an menekankan pentingnya integrasi antara dimensi spiritual dan sosial dalam menciptakan perubahan positif dalam kehidupan sosial masyarakat. Kata Kunci : Khairu Ummah, humanisasi, liberasi, transendensi
Perkembangan Kebijakan Pesantren, Madrasah, dan Sekolah Islam Terpadu di Indonesia DR MURSAL, DR MURSAL
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 21 No 02 (2024): Jurnal Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v21i02.1220

Abstract

Abstrack In Indonesian history, there are 3 Islamic educational institutions that are interesting to study, namely Islamic boarding schools and integrated Islamic schools. The emergence of these 3 institutions was motivated by government policy conditions and political, economic, social conditions and the needs of the community itself. The research question that this research wants to answer is what are the dynamics of Islamic education institutions, Islamic boarding schools, madarsahs and integrated Islamic schools. Meanwhile, the research methods used in this research are descriptive, analytical and argumentative methods. Where the author looks for sources in the form of journals, books, articles related to the dynamics of Islamic educational institutions, Islamic boarding schools, madrasas. The results of the research in this study are that Islamic boarding schools and integrated Islamic schools are Islamic educational institutions that grow and develop in accordance with the needs and desires of the community itself, although these 3 institutions have their own characteristics and characteristics. Islamic boarding schools prioritize religion, madrasas 70 general 30 religions, while integrated Islamic schools prioritize aspects of Tahfizh, language and moral cultivation. Keywords: Islamic boarding school, Madrasah, Integrated Islamic School. Abstrak Dalam Sejarah Indonesiaada 3 lembaga pendidikan Islam yang menarik untuk dikaji yaitu pesantren madrsah dan sekolah Islam terpadu. Munculnya ke 3 lembaga tersebut dilatar belakangi oleh kondisi kebijakan pemerintah dan kondisi politik, ekonomi, sosial beserta kebutuhan dari masyarak itu sendiri. Pertanyaan penelitian yang ingin dijawanb dalam penelitian ini adalah bagaimana dinamika kelembagaan Pendidikan Islam, pesantren, madarsah dan sekolah Islam terpadu. Sedangkan metode penelitian yang dibuat dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriftif, analitik dan argumentatif. Dimana penulis mencari sumber –sumber berupa jurnal, buku, artikel yang berkaitan dengan dinamika perkembangan lembaga pesantren, madrasah. Hasil penelitian dalam kajian ini adalah bahwa pesantren madrsah dan sekolah Islam terpadu merupakan lembaga pendidikan Islam tumbuh dan berkembangan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat itu sendiri, walaupun 3 lembaga ini mempunyai ciri dan khas masing masing. Pesantren mengedepankan agama, madrasah 70 umum 30 agama Sedangkan sekolah Islam terpadau mengedepankan aspek Tahfizh, bahasa dan penaman ahlak. Kata Kunci : Pesantren, Madrasah, Sekolah Islam Terpadu.
Pembelajaran Anak Usia Dini Berbasis Fitrah dalam Mengenal Allah Arfan, Surya; Yasin, Arbi
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 21 No 02 (2024): Jurnal Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v21i02.1222

Abstract

Artikel ini membahas tentang pentingnya pembelajaran anak usia dini yang berbasis fitrah dalam mengenal Allah. Fitrah, sebagai potensi dasar manusia yang suci dan cenderung kepada kebenaran, menjadi landasan utama dalam membentuk pemahaman tauhid sejak dini. Konsep fitrah ini disebutkan dalam Al-Qur'an, khususnya Surah Ar-Rum ayat 30, yang menyatakan bahwa manusia diciptakan sesuai ajaran Islam. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak dan memperhatikan tahap perkembangannya akan memaksimalkan potensi fitrah tersebut.Metode pembelajaran yang digunakan haruslah menarik, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, seperti bermain, bernyanyi, dan bercerita. Melalui metode-metode tersebut, anak diajak untuk mengenal Allah melalui ciptaan-Nya, merasakan kasih sayang Allah dalam setiap aspek kehidupan, dan meneladani sifat-sifat Allah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan fitrah manusia dan Pendidikan anak usia dini , serta buku-buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang penerapan pembelajaran berbasis fitrah dalam mengenalkan Allah pada anak usia dini. Pembelajaran Anak Usia Dini Berbaisis Fitrah ini diharapkan berdampak positif terhadap perkembangan spiritual anak, menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, dan membentuk akhlak mulia
Penerapan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Moderasi Beragama di Madrasah Aliyah Swasta Kabupaten Pelalawan Zamsiswaya; Jisman; Handayani, Satri
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 22 No 01 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i01.1403

Abstract

Abstract This study examines the implementation of the Islamic Religious Education (IRE) curriculum based on religious moderation at Private Madrasah Aliyah in Pelalawan Regency. Using a qualitative-descriptive approach, the study aims to: (1) analyze the policy foundation and implementation of the IRE curriculum; (2) identify the supporting and hindering factors in its implementation; (3) describe the concept of religious moderation from the perspective of the teachers; and (4) design a curriculum based on religious moderation. The findings of the study show that: (1) the IRE curriculum has been implemented, supported by the tolerant cultural roots of the community, government regulations, and other facilities; (2) challenges include the lack of understanding among educators about the broader values of religious moderation and insufficient supervision; (3) the concept of religious moderation among teachers emphasizes nine core values of moderation: Tawassuth (the middle path), Tawazun (balance), I’tidal (steadfastness), Tasamuh (tolerance), Musawah (equality), Syura (consultation), Ishlah (reform), Al-Muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah (preserving relevant old traditions while adopting better new practices), and Tathawwur wa Ibtikar (innovation); and (4) the realization of the Islamic Religious Education curriculum design based on religious moderation, in both written curriculum and hidden curriculum formats. This design is based on the Qur'an and Hadith. Keywords: Curriculum, Islamic Religious Education, Religious Moderation Abstrak Penelitian ini mengkaji penerapan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis moderasi beragama di Madrasah Aliyah Swasta Kabupaten Pelalawan. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis dasar kebijakan dan penerapan kurikulum PAI; (2) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya; (3) menggambarkan konsep moderasi beragama dari perspektif guru; dan (4) merancang desain materi kurikulum berbasis moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan kurikulum telah dilaksanakan, didukung oleh budaya masyarakat yang toleran, regulasi pemerintah, dan sarana prasarana; (2) kendala yang dihadapi meliputi kurangnya pemahaman pendidik terhadap nilai-nilai moderasi dan minimnya pengawasan; (3) konsep moderasi beragama di kalangan guru menekankan sembilan nilai utama moderasi: Tawassuth (jalan tengah), Tawazun (keseimbangan), I’tidal (ketegasan), Tasamuh (toleransi), Musawah (egaliter), Syura (musyawarah), Ishlah (reformasi), Al-Muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah (melestarikan tradisi lama yang relevan dan mengadopsi hal baru yang lebih baik), serta Tathawwur wa Ibtikar (inovatif); dan (4) terwujudnya desain materi kurikulum PAI berbasis moderasi beragama, baik dalam bentuk written curriculum maupun hidden curriculum. Desain ini didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadits. Kata kunci: Kurikulum, Pendidikan Agama Islam, Moderasi Beragama
Implementasi Konsep Benchmarking untuk Meningkatkan Kinerja Institusi Pendidikan RUSLAN; Aminah, Siti
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 22 No 01 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i01.1520

Abstract

Abstract This study aims to gain new insights that can serve as a reference for academics and education practitioners in formulating policies oriented toward optimizing the concept of benchmarking to improve the performance of educational institutions. Benchmarking has been proven to be an effective method for improving the performance of educational institutions. However, its success heavily depends on institutional readiness, stakeholder involvement, and continuous evaluation. The implementation of benchmarking faces various challenges, such as the lack of institutional preparedness for change, limited resources, and difficulties in obtaining valid and relevant comparative data. Other challenges include minimal stakeholder involvement and the absence of continuous evaluation. To overcome these obstacles, clear strategies, strong support from various parties, the use of technology, and inter-institutional collaboration are required. The selection of an appropriate type of benchmarking is also a key factor in ensuring success. Competitive benchmarking helps institutions enhance their academic competitiveness by comparing their performance with direct competitors. Functional benchmarking focuses on specific aspects, such as teaching methods or curriculum management, to improve operational efficiency and service quality. Meanwhile, internal benchmarking enables institutions to compare performance across units or departments to identify best practices internally before seeking external comparisons. In addition to adopting best practices from other institutions, it is essential for educational institutions to maintain their unique characteristics and distinctive culture. Benchmarking is not merely a process of imitation but a means to develop institutional potential and identity to remain competitive without losing the qualities that make them unique. With a structured, continuous, and institution-specific approach to benchmarking, this method can serve as an effective strategy for improving the long-term performance of educational institutions. Keywords: Benchmarking, educational institution performance Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh wawasan baru yang dapat menjadi rujukan bagi akademisi dan praktisi pendidikan dalam merumuskan kebijakan yang berorientasi pada optimalisasi konsep benchmarking dalam meningkatkan kinerja institusi pendidikan. Benchmarking telah terbukti sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan kinerja institusi pendidikan. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan institusi, keterlibatan stakeholder, serta evaluasi yang berkelanjutan. Implementasi benchmarking menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya kesiapan institusi terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya, serta kesulitan dalam memperoleh data pembanding yang valid dan relevan. Tantangan lain yang dihadapi adalah minimnya keterlibatan stakeholder dan evaluasi yang tidak berkelanjutan. Untuk mengatasi hambatan ini, diperlukan strategi yang jelas, dukungan dari berbagai pihak, serta pemanfaatan teknologi dan kerja sama antar lembaga. Pemilihan jenis benchmarking yang sesuai juga menjadi faktor kunci keberhasilan. Benchmarking kompetitif membantu institusi meningkatkan daya saing akademik dengan membandingkan kinerja dengan pesaing langsung. Benchmarking fungsional berfokus pada aspek tertentu, seperti metode pengajaran atau manajemen kurikulum, guna meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan. Sementara itu, benchmarking internal memungkinkan institusi membandingkan kinerja antar unit atau departemen di dalamnya untuk mengidentifikasi praktik terbaik secara internal sebelum mencari perbandingan eksternal. Selain mengadopsi praktik terbaik dari institusi lain, penting bagi lembaga pendidikan untuk mempertahankan ciri khas dan budaya unggulnya. Benchmarking bukan sekadar proses meniru, melainkan sarana untuk mengembangkan potensi dan identitas institusi agar tetap kompetitif tanpa kehilangan karakter yang telah menjadi keunggulan. Dengan penerapan benchmarking yang terstruktur, berkelanjutan, dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing institusi, metode ini dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kinerja lembaga pendidikan dalam jangka panjang. Kata Kunci: Benchmarking, kinerja institusi pendidikan
CARING FOR THE EARTH WITH EDUCATION: INTEGRATING QUR'ANIC VALUES IN EARLY CHILDHOOD EDUCATION ulya, miftah; Ari Masyhuri, Ahmad; Chairunnisa, Chairunnisa; Bakir, Moh.; Muchammad, Achmad
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 22 No 01 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i01.1543

Abstract

Abstract Early childhood education (ECE) plays an important role in shaping children's character and values from an early age. The integration of Qur'anic values in ECD can provide a strong moral and spiritual foundation for children. This article explores how Qur'anic values can be integrated in the ECD curriculum to care for the earth and support sustainable development. This research method is Library Research using a qualitative approach through textual and contextual analysis of Quranic verses. The discussion is descriptive by describing, explaining, and reporting a situation. Furthermore, various terms are arranged based on the deductive and inductive approaches. Through the deductive approach, it is hoped that it can provide answers from the Qur'an to the identification of relevant Qur'anic values and their integration strategies in the Early Childhood Education curriculum. The results show that Qur'anic values such as responsibility as khalifah on earth (Surah Al-Baqarah [2]: 30), the importance of protecting the environment (Surah Ar-Rum [60]: 41), and social justice (Surah An-Nisa [4]: 135) can be integrated in various aspects of early childhood education. Integration strategies including project-based learning, play activities that support environmental awareness, and a holistic approach that includes spiritual, moral, and social aspects are needed in grounding education in Early Childhood Education. The integration of Qur'anic values in Early Childhood Education can raise children's awareness about the importance of protecting the environment and caring for the earth. Sustainability-focused education can shape a generation that is more responsible and committed to preserving nature. Challenges in implementation include the need for training for educators and provision of adequate resources. From the foregoing it can be concluded that integrating Qur'anic values in early childhood education is an important step towards shaping the character of children who care about the environment and support sustainable development. This approach not only provides a strong moral foundation but also helps create a better future for future generations.
Pentingnya Pengembangan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fajriati, Ruliana; Susanti, Utia Virli
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 22 No 01 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i01.1737

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum PAUD. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yalitu penelitian kualitatif. Keberhasilan pada impelemntasi kurikulum ini dipengaruhi oleh peran fasilitator dalam menerapkan pembelajaran berbasis kerangka kerja yang terorganisasi yang memut rencana, isi, dan tata cara pembelajaran sebagai sarana bagi peserta didik untuk meningkatkan mutu pendidikan yang diberikan kepada peserta didik. Dalam survei dan observasi disekolah PAUD adzikra ditemukan bahwa lembaga PAUD yang telah menerapkan pendekatan kurikulum yang lebih fleksibel dan inovatif, seperti Kurikulum Merdeka dan STEAM, menunjukkan hasil yang lebih baik dalam hal perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak. penerapan kurikulum merdeka dan inovasi yang dikembangkan gurunya sangat efektif. Selain itu, hasil survei menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan kurikulum PAUD. Ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan komunitas dalam pengembangan kurikulum yang efektif.
Tantangan Guru PAI Dalam Menghadapi Era Digital 5.0 Di Madrasah Aliyah Darul Ulum Pulau Kijang Indragiri Hilir Trimono, Trimono; Hasan; Bainar; Aisyah, Azni
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 22 No 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to examine the challenges faced by Islamic Education (PAI) teachers in adapting to the Digital Era 5.0 at MA Darul Ulum Pulau Kijang, Indragiri Hilir, Riau. The Digital Era 5.0 requires teachers to master information technology in the learning process, including planning, implementation, and evaluation. Based on field observations, it was found that some teachers still rely on traditional methods, lack skills in using digital devices, and face limitations in facilities and infrastructure. This research identifies four main challenges faced by PAI teachers: operating digital platforms such as PMM, designing technology-based lessons, creating interactive learning experiences, and using digital assessment tools. To overcome these challenges, teachers engage in self-directed learning, peer discussions, and participate in both online and offline training programs. The study concludes that improving teachers’ digital competence is essential to support the effectiveness of learning in the era of digital transformation. Keywords: Challenges, of PAI Teachers, Digital Era 5.0 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi era digital 5.0 di MA Darul Ulum Pulau Kijang, Indragiri Hilir, Riau. Era digital 5.0 menuntut guru untuk mampu menguasai teknologi informasi dalam proses pembelajaran, baik dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Berdasarkan studi lapangan, ditemukan bahwa sebagian guru masih menggunakan metode tradisional, kurang terampil dalam menggunakan perangkat digital, serta menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini mengidentifikasi empat tantangan utama yang dihadapi guru PAI, yaitu keterampilan mengoperasikan platform digital seperti Platform Merdeka Mengajar (PMM), kemampuan merancang pembelajaran berbasis teknologi, menciptakan pengalaman belajar yang interaktif, dan penggunaan alat evaluasi digital. Untuk mengatasi hal tersebut, para guru melakukan berbagai upaya seperti pembelajaran mandiri, diskusi dengan rekan sejawat, dan mengikuti pelatihan baik daring maupun luring. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi digital guru sangat penting guna menunjang efektivitas pembelajaran di era transformasi digital. Kata Kunci: Tantangan, Guru PAI, era digital 5.0,