cover
Contact Name
Johan Danu Prasetya
Contact Email
johan.danu@upnyk.ac.id
Phone
+628122771984
Journal Mail Official
johan.danu@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. SWK Jl. Ring Road Utara No.104, Ngropoh, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan
ISSN : 25497197     EISSN : 2549564x     DOI : https://doi.org/10.31315
JMEL (Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan) is a journal organized by the Faculty of Mineral Technology, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta. The aim of this journal publication is to disseminate the research results and conceptual thoughts that have been achieved in the focus area of geosciences. JMEL, particularly focuses on the main problems in the development and application of the geosciences areas as follows: Geological Science and engineering Energy and Mineral Resources Geophysics and Geochemistry Geomatika Petroleum Geoscience and Engineering Mining and Metallurgy Engineering Disaster Management Environmental Sciences and Engineering Geoheritage and Geotourism
Articles 112 Documents
Penentuan Trapping Number pada Uji Core Flooding Surfaktan “B” Untuk Meningkatkan Perolehan Minyak Lapangan “X” Indah Widiyaningsih
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v1i1.1769

Abstract

Injeksi surfaktan merupakan salah satu jenis EOR yang sesuai untuk memperbaiki efisiensi pendesakan pada reservoir. Surfaktan merupakan zat aktif yang dapat menurunkan tegangan antar muka air-minyak sehingga tekanan kapiler pada daerah penyempitan pori-pori akan turun yang menyebabkan minyak sisa dapat didesak dan diproduksikan. Injeksi surfaktan dilakukan untuk mengoptimalkan injeksi air yang telah dilakukan sebelumnya. Dari injeksi surfaktan yang dilakukan ini diharapkan dapat mendesak minyak dan mendapatkan peningkatan recovery. Tahap pertama pada penelitian ini adalah dengan melakukan uji core flooding pada sampel batuan reservoir dan Surfaktan “B”. Dari hasil core flooding dilakukan sensitivitas trapping number dengan menggunakan simulator. Parameter Trapping Number diperlukan untuk mengetahui proses perubahan wetabilitas yang terjadi di reservoar akibat dilakukannya injeksi surfaktan. Untuk selanjutnya parameter tersebut digunakan sebagai input pada skenario pengembangan Lapangan “X”. Pada uji sensitivitas trapping number didapatkan besarnya DTRAPW dan DTRAPN sebelum dan sesudah injeksi surfaktan masing-masing sebesar -5 dan -2. Peningkatan recovery factor yang didapat dari uji core flooding adalah sebesar 9,25% dan hasil dari simulasi reservoir Lapangan “X” setelah dilakukan sensitivitas trapping number menunjukkan hasil yang mendekati yaitu sebesar 9.77%.
Magmatism and Geothermal Potential in Pandan Volcano East Java Indonesia Isao Takashima; Dwi Fitri Yudiantoro
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2018): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v2i2.2214

Abstract

Pandan volcano is a volcano formed on Tertiary sedimentary rocks from the Kendeng zone deposited in the basin of East Java. In addition to generating petroleum potentials, such as Cepu and Bojonegoro oil fields, this area also generates geothermal potential. As a source of heat from the geothermal system is igneous rock formed from the magmatism process. The type of rock formed by the process of magmatism in the Pandan geothermal system is basaltic-andesitic and hornblende andesite are medium-high K calk alkaline affinity located in the island arc. The interaction of hot rock from post magmatism process with hydrothermal fluid resulted in the manifestation of hot springs and calcite travertine in the study area. Prediction of the subsurface temperature of hot water from geothermometer silica analysis contained in Banyukuning and Jarikasinan show cristobalite Beta equilibrium (70oC) and quartz temperature (120oC). To study about magmatism and geothermal fluid using petrographic method and petrochemical analysis (X-ray fluorescence spectrometry method) to the sample of igneous rock. While to study the fluid type and geothermometer of geothermal fluid using data from previous researchers. This research study is expected to provide additional information on the field of geothermal and magmatism in this area.
Analisis Degradasi Penutup Hutan Di Perkotaan Menggunakan Model Forest Canopy Density Studi Kasus : Kota Bandar Lampung Adam Irwansyah Fauzi; Agung Budi Harto; Dudung Muhally Hakim; Redho Surya Perdana
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v3i2.3057

Abstract

Salah satu faktor utama terjadinya perubahan iklim yang sedang berlangsung saat ini adalah akibat emisi yang ditimbulkan oleh degradasi hutan, yaitu mencapai sekitar 20% dari seluruh emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Di Indonesia, degradasi hutan salah satunya banyak terjadi di kawasan perkotaan, tak terkecuali di Kota Bandar Lampung. Mengingat peran hutan yang begitu vital, banyak bidang-bidang keilmuan yang diaplikasikan untuk mengamati fenomena degradasi hutan, tak terkecuali teknologi penginderaan jauh (inderaja). Salah satu metode pengolahan citra yang sering diaplikasikan untuk mengamati hutan adalah model Forest Canopy Density (FCD). FCD merupakan suatu model yang dikembangkan oleh Atsushi Rikimaru untuk keperluan analisis dan pemantauan perkembangan hutan secara kuantitatif. Dari hasil pengolahan data dan analisis, antara rentang tahun 2009 hingga tahun 2015, Kota Bandar Lampung mengalami degradasi hutan sebesar 1002,75 ha. Meskipun demikian, secara keseluruhan degradasi terjadi pada kawasan budidaya yaitu mencapai 92,03%, sedangkan kawasan lindung hanya terdegradasi sebesar 7,97%. Selain itu, terdapat beberapa wilayah teridentifikasi mengalami peningkatan persentase penutup hutan, diantaranya terdapat pada kawasan hutan, permukiman dan pesisir pantai.
Efektifitas Pemanfaatan Fly Ash Batubara Sebagai Adsorben Dalam Menetralisir Air Asam Tambang pada Settling Pond Penambangan Banko PT. Bukit Asam (Persero), Tbk Alieftiyani Paramita Gobel
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2018): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v2i1.2113

Abstract

Penanganan AAT yang banyak dilakukan di perusahaan tambang batubara dengan cara pengapuran masih kurang efektif karena penggunaan kapur hanya untuk meningkatkan pH rendah menjadi pH netral, namun tidak dapat menurunkan kandungan logam Fe dan Mn. Aplikasi penggunaan fly ash skala laboratorium dengan volume AAT 250ml menunjukkan bahwa adanya penambahan massa fly ash dan kecepatan pengadukan terjadi peningkatan pH dan penurunan konsentrasi logam Fe dan Mn.  Fly ash batubara mengandung senyawa mineral utama yaitu kuarsa (SiO2) dan mullite (Al6Si2O13) yang berperan pada proses adsorpsi antara logam berat dengan adsorben fly ash dalam larutan mengandung air. Berdasarkan hasil analisis, efektifitas massa fly ash terhadap perubahan kadar pH rata-rata sebesar 63,11%. Selanjutnya efektifitas massa fly ash terhadap perubahan konsentrasi logam Fe rata-rata sebesar 85,95%, sedangkan efektifitas massa fly ash terhadap perubahan konsentrasi logam Mn rata-rata sebesar 81,77%. Oleh karena itu, kapasitas adsorpsi logam Fe lebih besar daripada kapasitas adsorpsi logam Mn yaitu kapasitas adsorpsi logam Fe sebesar 4,938 mg/g sedangkan kapasitas adsorpsi logam Mn sebesar 4,296 mg/g mengikuti model adsorpsi isotherm Freundlich.
Potensi Kandas Batuan Berdasarkan Metode Markland, dan Zona Rawan Longsor di Daerah Kaliwader, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Sari Bahagiarti Kusumayudha; Azwar Thamrin; Heru Sigit Purwanto
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v3i2.2190

Abstract

Daerah penelitian secara administratif berada di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Secara geomorfologi, bentuk lahan daerah tersebut terdiri dari Perbukitan Struktural (S1), Lembah Homoklin (S2), Dataran Alluvial (F1), Tubuh Sungai (F2), dan Dataran Limpah Banjir (F3). Lito-stratigrafi daerah penelitian mulai dari batuan tertua, disusun oleh Satuan Breksi-vulkanik Kaligesing, Satuan Lava-andesit Kaligesing, kedua satuan berumur Oligosen Akhir hingga Miosen Awal, Satuan Batugamping-pasiran Sentolo berumur Miosen Tengah – Pliosen Awal (N14 – N19), dan Satuan endapan alluvial berumur recent. Di daerah penelitian juga dijumpai intrusi andesit berumur Oligosen Akhir – Miosen Awal. Struktur geologi berupa kekar dan sesar secara umum mempunyai orientasi Timurlaut – Baratdaya termasuk reverse left slip fault, dan Baratlaut – Tenggara, merupakan right lateral slip fault. Dari hasil analisis kestabilan lereng terhadap enam lokasi lereng batu berdasarkan metode Markland, diketahui bahwa lereng Wadas berpotensi longsor tipe wedge failure dan planar slide, lereng Kaliwader 1 berpotensi longsor tipe wedge failure, lereng Kaliwader 2 berpotensi longsor tipe wedge failure, lereng Kaliwader 3 berpotensi longsor tipe wedge failure, lereng Kaliwader 4 tidak berpotensi longsor, dan lereng Ngargosari berpotensi terjadi longsoran tipe wedge failure dan tipe planar slide. Penanggulangan longsor dapat dilakukan dengan melakukan pelandaian lereng dan atau metode trap/terasering.
Zona Kemampuan Geologi Teknik untuk Pemukiman Daerah Prambanan dan Sekitarnya Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Wisnu Aji Dwi Kristanto; I Gde Budi Indrawan; Salam Via Febriyanti
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v4i1.3177

Abstract

Kebutuhan lahan untuk pemukiman meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk yang kian pesat. Penyediaan lahan pemukiman yang baik, wajib memperhatikan kemampuan lahan berdasarkan kondisi geologi teknik untuk memastikan kesesuaian lahan. Penelitian zona kemampuan geologi teknik untuk pemukiman di daerah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dibatasi koordinat 442800mE-449800mE dan 9136500mN-9142000mN dengan luas daerah penelitian 38,5 km2. Penelitian zona kemampuan geologi teknik untuk pemukiman berupa rumah sederhana dengan pondasi dangkal berukuran 1x1m2 disusun berdasarkan analisis peta daya dukung batuan dan tanah, kemudahan penggalian, kemiringan lereng, kedalaman muka airtanah, dan kerentanan bencana geologi daerah penelitian melalui analytic hierarchy process. Hasil penelitian kempampuan geologi teknik untuk pemukiman dibagi menjadi: daerah perbukitan memiliki nilai kemampuan geologi teknik untuk pemukiman sangat rendah, rendah dan menengah, sedangkan daerah dataran memiliki nilai kemampuan geologi teknik untuk pemukiman tinggi pada sebagian besar area, menengah di daerah sekitar sungai besar, dan kemampuan geologi teknik sangat rendah untuk daerah sepanjang sungai besar. Kata Kunci: kemampuan geologi teknik; pemukiman; analytic hierarchy process
KEBERADAAN DAN KETERSEDIAAN AIR TANAH DI KOTA MAGELANG Puji Pratiknyo
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v1i2.1749

Abstract

Kota Magelang merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah yang perkembangannya relatif cepat di berbagai sektor. Selaras dengan perkembangan Kota Magelang di berbagai sektor tersebut membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan percepatan perkembangan dan kelangsungan kehidupan.  Salah satu yang dibutuhkan adalah sumberdaya alam yang berupa air. Karena sumberdaya air permukaan yang jumlahnya terbatas maka perlu dukungan sumber daya air tanah.Dengan menggunakan peta tematik yang menggambarkan kondisi sumber daya air yang ada di Kota Magelang, yaitu Peta Hidrogeologi dan Peta Cekungan Air Tanah, dan dengan metode perhitungan menggunakan rumus Hukum Darcy dapat diketahui keberadaan dan besarnya ketersediaan air tanah.Hasil yang didapatkan adalah bahwa air tanah di Kota Magelang berada pada 2 kelompok akuifer, yaitu: 1). Akuifer dengan sistem aliran melalui ruang antar butir, setempat melalui rekahan dan 2). Akuifer dengan melalui rekahan dan ruang antar butir. Besarnya ketersediaan air tanah di Kota Magelang dengan menggunakan Peta Hidrogeologi berbeda dengan hasil perhitungan ketersediaan air tanah dengan menggunakan Peta Cekungan Air Tanah. Besar ketersediaan air tanah berdasarkan Peta Hidrogeologi adalah  8,04 Juta m3/th. Sedangkan hasil perhitungan ketersediaan air tanah dengan menggunakan Peta Cekungan Air Tanah adalah 9,18 Juta m3/th.
Hubungan Batu Gamping Formasi Sentolo dan Breksi Vulkanik Kulon Progo: Sebuah Koreksi Stratigrafi Studi Kasus di Daerah Wonotopo, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Sari Bahagiarti Kusumayudha; Delvianus Kaesmetan; Heru Sigit Purwanto
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v3i1.2102

Abstract

Fisiografi Jawa Tengah oleh Van Bemmelen (1949) dibagi menjadi enam zona, yaitu Dataran Aluvial Utara Jawa, Antiklinorium Serayu Utara, Kubah dan Punggungan pada Zona Depresi Tengah, Zona Depresi Tengah dengan Gunung-gunung Api Kuarter, dan Pegunungan Selatan. Daerah Wonotopo dan sekitarnya termasuk di dalam Kubah Kulon Progo. Litostratigrafi di daerah ini dari umur tua ke muda, secaraberturut-turutadalah Formasi Nanggulan, Formasi Kaligesing, Formasi Dukuh, Formasi Jonggrangan, Formasi Sentolo, serta endapan gunung api Kuarter dan endapan aluvial. Pada umumnyapara peneliti terdahulu (Van Bemmelen, 1949; Pringgoprawiro dan Riyanto, 1987;Rahardjo, dkk, 1995) menyebutkan bahwa hubungan stratigrafi antara batuan vulkanik di Kubah Kulon Progo dan satuan batugamping terutama Formasi Sentolo yang berada di atasnya adalah tidak selaras. Penelitian ini menemukan kontak langsung secara selaras dan menjemari antara breksi vulkanik dan batugamping berlapis Sentolo.Oleh sebab itu hal ini menjadi koreksi atau pengayaan khasanan ilmu pengetahuan atas hubungan stratigrafi antara kedua formasi.
Evaluasi Efisiensi Proses Crude Oil Dehydration di CGS 5 Lapangan X Provinsi Riau Novia Rita1a; Rasyid Gani Hadi1b
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v1i1.1770

Abstract

CGS 5 Lapangan X memiliki sebuah fasilitas OTP (Oil Treating Plant)  yang mana  dari hasil analisa perhitungan retention time dalam proses crude oil dehydration diperoleh rata-rata laju alir fluida terproduksi yang diolah sebesar 434.247 bfpd dan retention time aktual rata-rata selama 42,878 jam, sementara retention time berdasarkan desain operasi dengan laju alir fluida terproduksi 440.000 bfpd yaitu selama 22,399 jam. Hasil perhitungan jumlah demulsifier rata-rata yang digunakan di CGS 5  adalah sebesar 102 ppm, dimana hal ini melebihi target yang sudah disepakati yaitu 90 ppm. Berdasarkan hasil evaluasi efisiensi proses crude oil dehydration CGS 5 yang diperoleh, maka seharusnya tidak diperlukan penambahan retention time dan demulsifier karena kadar BS&W di dalam minyak mentah tersebut masih memenuhi standar kualitas yaitu dibawah 1% (batasan kadar BS&W menurut Standar  API), dimana rata-rata kandungan BS&W di CGS 5 sebesar 0,54%.
Analisis Continuous Wavelet Transform (CWT) Anomali Residual Medan Gravitasi Di Situs Geologi Karangsambung Kebumen Jawa Tengah Wahyu Hidayat; Wrego Seno Giamboro
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2018): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v2i2.2368

Abstract

Gravity method is a passive geophysical method that provides information on the distribution of rock density below the surface. The gravity method has a weakness at the level of ambiguity in determining the depth of the anomaly. This study aims to determine the depth of the anomaly using Continuous Wavelet Transform (CWT) analysis to overcome the value of ambiguity, so that the results obtained have a high degree of accuracy. The research method is data survey / acquisition and data analysis. This research was conducted in Karangsambung Kebumen, Central Java with the acquisition of gravitational data as many as 56 measurement points. The results of data acquisition then analyzed included reading to mGal, tool height correction, drift, tides, latitude, free air correction, Bouguer correction, and field correction. The results of this correction obtained Complete Bouguer Anomalies (ABL) values which were then reduced to flat fields and regional-residual anomaly filters. The next step is CWT analysis by making incisions on residual anomaly maps. The results showed that the source of the anomaly was between ± 39.2 - 122.9 meters.

Page 4 of 12 | Total Record : 112