cover
Contact Name
Johan Danu Prasetya
Contact Email
johan.danu@upnyk.ac.id
Phone
+628122771984
Journal Mail Official
johan.danu@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. SWK Jl. Ring Road Utara No.104, Ngropoh, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan
ISSN : 25497197     EISSN : 2549564x     DOI : https://doi.org/10.31315
JMEL (Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan) is a journal organized by the Faculty of Mineral Technology, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta. The aim of this journal publication is to disseminate the research results and conceptual thoughts that have been achieved in the focus area of geosciences. JMEL, particularly focuses on the main problems in the development and application of the geosciences areas as follows: Geological Science and engineering Energy and Mineral Resources Geophysics and Geochemistry Geomatika Petroleum Geoscience and Engineering Mining and Metallurgy Engineering Disaster Management Environmental Sciences and Engineering Geoheritage and Geotourism
Articles 112 Documents
METODE MT, CSAMT, DAN TDEM TERINTEGRASI UNTUK MENDESAIN MODEL KONSEPTUAL PANAS BUMI LAPANGAN WAYANG WINDU JAWA BARAT hafiz hamdalah
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v1i2.2039

Abstract

Lapangan Panas Bumi Wayang Windu, Jawa Barat merupakan lapangan yang sudah beroperasi dan dalam tahap pengembangan. Untuk meningkatkan produksi maka harus ditemukan area prospek baru dengan membangun konseptual model panas bumi yang lebih detil. Metode Magnetotelluric (MT), Controlled Source Audio-Frequency Magnetotelluirc (CSAMT), dan Time Domain Electromagnetic (TDEM) merupakan metode geofisika elektromagnetik yang efektif dalam menggambarkan konseptual panas bumi berdasarkan kontras nilai resistivitas batuan di bawah permukaan. Efek heterogenitas medium di dekat permukaan menyebabkan efek pergeseran statik pada kurva resistivitas semu, sehingga perlu dikoreksi menggunakan data Time Domain Electromagnetic (TDEM). Informasi geologi berupa struktur sesar dan variasi litologi serta informasi suhu, kedalaman reservoar dan kondisi litologi bawah permukaan dari data lubang bor diperlukan pada tahap interpretasi. Hubungan antara slope resistivitas, gradien resistivitas (RG), serta gradien suhu dapat digunakan memprediksi klasifikasi potensi sumur dari produksi sangat tinggi sampai sangat rendah. Interpretasi model resistivitas bawah permukaan menunjukan nilai resistivitas overburden >40 ohm.m, batuan penudung <5 ohm.m, batuan reservoar >5 – 40 ohm.m, dan sumber panas >100 ohm.m. Kedalaman top of reservoir bervariasi dari 750 – 900 meter di bawah permukaan. Integrasi data geofisika, geologi, dan sumur menghasilkan model konseptual panas bumi lapangan Wayang Windu yang merepresentasikan zona up flow, out flow, primary recharge, secondary recharge, patahan, rekahan, dan sebaran litologi bawah permukaan. 
Karakteristik Sedimen Melayang dan Sedimen Dasar pada Sungai Bompon, Sub DAS Bompon, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Maola Maqdan; Ekha Yogafanny; Andi Sungkowo; Muhammad Anggri Setiawan; Junun Sartohadi
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v3i1.2893

Abstract

Proses geomorfologi seperti erosi dan longsor sangat aktif terjadi di Sub DAS Bompon yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Material yang tererosi tersebut tersedimentasi di Sungai Bompon. Material sedimen yang berada pada Sungai Bompon berasal dari tanah permukaan yang tererosi, erosi tebing sungai, dan erosi dasar sungai. Karakteristik sedimen yang berada di Sungai Bompon perlu diketahui guna mengetahui upaya pengelolaan daerah aliran sungai terpadu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik sedimen melayang dan sedimen dasar pada sungai Bompon pada bagian hulu, tengah dan hilir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei, metode pemetaan, metode analisis laboratorium dan metode matematis. Hasil penelitian menunjukan bahwa debit muatan sedimen melayang pada bagian hulu sungai rata-rata sebesar 55,322 ton/tahun dengan hubungan antara debit aliran dan debit muatan sedimen melayang yang dirumuskan dalam Qs = 9,12119 Q -0,12828 dengan r (korelasi) = 0,9768. Debit muatan sedimen dasar pada hulu sungai rata-rata sebesar 0,323 ton/tahun. Pada bagian tengah sungai, debit muatan sedimen melayang memiliki rata-rata sebesar 945,570 ton/tahun dengan hubungan antara debit aliran dan debit muatan sedimen melayang dapat dirumuskan dalam Qs = 23,9113 Q -0,58204 dengan r (korelasi) = 0,98178. Debit muatan sedimen dasar pada bagian tengah sungai rata-rata sebesar 2,077 ton/tahun. Pada bagian hilir sungai, debit muatan sedimen melayang memiliki rata-rata sebesar 8297,002 ton/tahundengan hubungan antara debit aliran dan debit muatan sedimen melayang dapat dirumuskan dalam Qs = 42,3715 Q -1,14840 dengan r (korelasi) = 0,95373 dan debit muatan sedimen dasar yang dihasilkan rata-rata sebesar 5,975 ton/tahun.
Arah Arus Purba Formasi Bapang Daerah Dayu dan Sekitarnya Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah Fikri Prasetyo; Mahap Maha; Ediyanto Ediyanto
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v1i1.1772

Abstract

Daerah penelitian secara administrasi terletak di daerah Dayu dan sekitarnya, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Bagian Utara dari daerah penelitian dibatasi oleh Desa Bukuran, disebelah Timur dibatasi oleh Desa Jembangan, disebelah Barat dibatasi oleh Desa Krandowahono, dan disebelah Selatan dibatasi oleh Desa Rejosari. Stratigrafi daerah penelitian terdiri atas enam satuan litostratigrafi dengan urutan dari tua ke muda adalah Formasi Puren (Pliosen Awal-Akhir), Formasi Cemoro (Plistosen Awal), Formasi Bapang (Plistosen Awal-Tengah), Formasi Pohjajar (Plistosen Tengah), Mud Vulcano (Plistosen Akhir) mengintrusi satuan yang lebih tua sebelumnya, dan satuan Endapan Aluvial (Holosen) yang menumpang tidak selaras di atas batuan yang lebih tua. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian dipengaruhi oleh deformasi kedua Zona Kendeng yang berarah utara - selatan. Penelitian arah arus purba di daerah Dayu, menggunakan hasil pengukuran arah sumbu struktur sedimen cross-bedding yang tersebar di Formasi Bapang. Berdasarkan hasil pengukuran arah sumbu cross-bedding di delapan belas lokasi pengukuran, disimpulkan bahwa arah arus purba Formasi Bapang mengarah ke baratlaut dengan tinggian di sebelah tenggara. Arah arus purba Formasi Bapang berpola Unimodal (Tucker, 2003) yang mencirikan lingkungan pengendapan Fluvial, dengan material vulkanik yang diperkirakan bersumber dari sebelah tenggara lokasi penelitian.
Kadar BOD dan COD Air Lindi dengan Perlakuan Fitoremidiasi Tanaman Teratai (Nymphaea Sp.) dan Apu-Apu (Pistia stratiotes L.) (Studi Kasus TPA Jetis Purworejo) Eni Muryani; Ika Wahyuning Widiarti
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2018): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v2i2.2389

Abstract

Phytoremediation is one of alternative methods to remove pollutant in leachate. Leachate from Jetis Landfill was applied in this research. The purposes of the study were to analysis the change of BOD and COD concentration using Nymphaea sp. and Pistia stratiotes L. and to observe plants condition.The research was carried out by laboratory experiment. Tools and materials used in this research were reactors with 50 L capacity, 455 L of leachate, 12 pcs of Nymphaea sp., 120 pcs of Pistia stratiotes L., 12 kg of palm fiber, and 120 kg of gravel. There were 25 reactors consisted of 1 control reactor, 12 reactors with 3 day of resident time (H3) and 12 reactors with 7 days of resident time (H7). Each of reactors is filled with 15-20 L of leachate which consisted of only plant reactors (T or A) and palm fiber, gravel and plant reactors (TIK or AIK).  Each reactor was tested the BOD and COD. Plant conditions were observed daily. Changes of BOD and COD levels for each treatment presented in graphs then analysed descriptively.The results showed that BOD and COD levels of each reactor were lower than control. The difference was relatively small. The AIK-H7 reactor was the most optimum in reducing BOD levels, although the percentage of reduction only 24.11%.  In TIK-H7, the COD level was 576 mg/L, the reduction percentage reached 23,6%. The plant observation, found on the 3rd day of treatment, the leaves of the Nymphaea sp. have begun to decay, while the leaves of the Pistia stratiotes L. have started to dry and turn yellow. On the 7th day the whole plant was died. Phytoremediation with Nymphaea sp. and Pistia stratiotes L. in this research was not maximum to remove BOD and COD in leachate of Jetis Landfill.
Analisis Pengelolaan Logistik dalam Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi di BPBD Kabupaten Sumbawa 2018 Aminah Mimin; Eko Teguh Paripurno; Puji Lestari
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v4i1.3046

Abstract

ABSTRAKTahun 2018 Kabupaten Sumbawa mengalami gempa dengan kekuatan 6,9 SR yang mengakibatkan 15 kecamatan yang terkena dampak bencana gempa bumi, tercatat sebanyak 7253 unit rumah rusak, dengan rincian rusak berat 4932, rusak sedang 1395, rusak ringan 1205, kemudian 38 orang cidera, dan 4 orang meninggal. Saat terjadi bencana kegiatan penanganan darurat yang dilakukan selain evakuasi masyarakat serta pertolongan darurat juga dilakukan penyediaan logistik. Oleh karena itu, berdasarkan peraturan yang berlaku, BPBD sebagai penanggungjawab dalam menanggulangi bencana perlu melakukan mengelola logistik guna terpenuhinya kebutuhan korban  gempa.  Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan logistik yang dilakukan di BPBD Kabupaten Sumbawa. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif karena ingin menggambarkan secara jelas kegiatan pengelolaan logistik dalam menjalankan Peraturan pengelolaan logistik sesuai yang telah ditetapkan.. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa BPBD dalam mengelola logistik belum menerapkan prinsip tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat pelaporan sesuai dengan peraturan BNPB Nomor 4 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Logistik dan Peralatan.                                                                                      Kata kunci : BPBD Kabupaten Sumbawa, Gempa Bumi, Pengelolaan Logistik
Optimasi Intermittent Gas lift Pada Sumur AB-1 Lapangan Brownfield Mia Ferian Helmy
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2018): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v2i1.2182

Abstract

Gas lift is one of the artificial lift method that has mechanism to decrease the flowing pressure gradient in the pipe or relieving the fluid column inside the tubing by injecting amount of gas into the annulus between casing and tubing. The volume of  injected gas was inversely proportional to decreasing of  flowing  pressure gradient, the more volume of gas injected the smaller the pressure gradient. Increasing flowrate is expected by decreasing pressure gradient, but it does not always obtained when the well is in optimum condition. The increasing of flow rate will not occured even though the volume of injected gas is abundant. Therefore, the precisely design of gas lift included amount of cycle, gas injection volume and oil recovery estimation is needed. At the begining well AB-1 using artificial lift method that was continuos gas lift with PI value assumption about 0.5 STB/D/psi. Along with decreasing of production flow rate dan availability of the gas injection in brownfield, so this well must be analyze to determined the appropriate production method under current well condition. There are two types of gas lift method, continuous and intermittent gas lift. Each type of gas lift has different optimal condition to increase the production rate. The optimum conditions of continuous gaslift are high productivity 0.5 STB/D/psi and minimum production rate 100 BFPD. Otherwise, the intermittent gas lift has limitations PI and production rate which is lower than continuous gas lift.The results of the analysis are Well AB-1 has production rate gain amount 20.75 BFPD from 23 BFPD became 43.75 BFPD with injected gas volume 200 MSCFPD and total cycle 13 cycle/day. This intermittent gas lift design affected gas injection volume efficiency amount 32%.
Kesiapsiagaan Pengunjung Pusat Perbelanjaan Modern Terhadap Bahaya Kebakaran di Lippo Plaza Yogyakarta Try Udjang Ismail; Puji Lestari; Eko Teguh Paripurno
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v3i2.3036

Abstract

Data  tahun  2015  menunjukkan  Indonesia  menepati  urutan  ketiga  frekuensi  kejadian  kebakaran  sebanyak  20-100.000 pertahun  dengan  korban  200-1.000  jiwa.  Pusat  perbelanjaan  sebagai  tempat  yang  berpotensi  terjadi  kebakaran disebabkan  oleh  penggunaan  listrik  yang  berlebihan.  Kesiapsiagaan  berperan  penting  dalam  meminimalkan  risiko korban  jiwa  akibat  kebakaran  di  bangunan  gedung.  Sebanyak  35%  korban  selamat  disebabkan  oleh  kemampuan  diri sendiri  untuk melindungi diri. Tujuan penelitian untuk mengetahui seberapa besar kesiapsiagaan pengunjung ter hadap bahaya  kebakaran.  Selain  itu,  menilai  pengaruh  langsung,  pengaruh  tidak  langsung  dan  pengaruh  total pengetahuan pengunjung  tentang  bencana,  kemampuan  rencana  darurat,  peringatan  dini  dan  mobilisasi  sumber  daya  terhadap kesiapsiagaan. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pengambilan sampel secara Accidental sampling, sedangkan  analisis  data  menggunakan  statistik  deskriptif  dan  analisis  jalur.  Hasil  penelitian  menunjukkan  rata-rata kesiapsiagaan  pengunjung  sebesar  55%.  Mobilisasi  sumber  daya  sebagai  indikator  kesiapsiagaan  yang  memberikan pengaruh  total  paling  besar  yaitu  43,68%,  s edangkan  indikator  yang  memberikan  pengaruh  total  paling  kecil  yaitu peringatan dini 13,5%. Pengelola gedung perlu melengkapi sarana-prasarana keselamatan kebakaran agar kesiapsiagaan pengunjung meningkat.Kata  Kunci:  Kebakaran,  Kesiapsiagaan, Lippo Plaza,  Pengunjung 
ANALISIS GERAKAN MASSA BERDASARKAN SIFAT FISIK MEKANIK TANAH DAERAH KALIJAMBE, KECAMATAN BENER, KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH Yanuar Nursani Indriani; Sari Bahagiarti Kusumayudha; Heru Sigit Purwanto
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v1i2.2080

Abstract

Bencana tanah longsor hampir setiap musim hujan selalu menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia. Wilayah Indonesia yang rawan akan bencana tanah longsor antara lainKabupaten Purworejo, Jawa Tengah, khususnya Kecamatan Bener. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geologi di daerah tersebut,terdiri dari litologi berupa material gunung api,derajat pelapukan tinggi, dan memiliki bentuk lahan dengan kemiringan lereng yang curam.Pada lereng curam tersebut sering kali terdapat bidang lemah yang terbentuk di antara batuan segar yang kedap air dengan tanah pelapukan yang lebih poros, sehingga berpotensi menjadi bidang gelincir. Kondisi lereng yang tidak memenuhi kriteria keamanan dan tidak terpantau akan menjadi ancaman bagi kehidupan disekitarnya,bahkan dapat menimbulkan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis gerakan tanah, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng, dan menyusunmodelpenanggulangan sertapengurangan dampak gerakan massa yang terjadi.
Analisis Faktor Erodibilitas Tanah Penyebab Erosi di Area Tambang Batubara Site Melak Arisdiansyah Putra; Ratna Widyaningsih; Mohammad Nurcholis
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v3i1.2896

Abstract

Open-pit coal mining as done by the coal mining site Melak have a impact on the surrounding natural environment. The impact of mining operations is that the land becomes unproductive and erosion is very high because of loosing its vegetation on ex-mining land. Vegetation influence the sensitivity of the soil to withstand destruction and transportation by rain and surface runoff and the occurrence of landslides. Analysis of soil erodibility factors seen from the physical-chemical properties of soil is one of the causes of erosion by using organic element parameters, soil structure, permeability, texture. The observation location was carried out on the disposal slope and low wall in-pit that has been revegetation with the hydroseeding technique. This research was carried out by making a design of erosion and sedimentation plots in the form of a zinc boundary measuring 2 x 2 m2, each box divides into three columns. The division of three columns in each box is done to get representative repetition data. Taking soil samples is carried out in each box using a sample ring.
Zonasi Rawan Bencana Tanah Longsor Dengan Metode Analsis GIS: Studi Kasus Daerah Semono dan Sekitarnya Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Tara Shinta Dewi; Sari Bahagiarti Kusumayudha; Heru Sigit Purwanto
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v1i1.1773

Abstract

Kecamatan Bagelen dan Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah termasuk wilayah yang berpotensi longsor cukup tinggi. Hal ini terbukti dari banyaknya kejadian gerakan tanah, dan telah menimbulkan baik kerusakan fisik maupun korban jiwa. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan dan menganalisis potensi gerakan tanah dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Pengamatan langsung di lapangan dilakukan dengan memperhitungkan faktor internal (litologi dan struktur geologi) serta faktor eksternal (kemiringan lereng, curah hujan, dan tataguna lahan). Metode kuantitatif menggunakan analisis berbasis Geographic Information System (GIS) dengan parameter yang diberi bobot, meliputi litologi, struktur geologi, kemiringan lereng, curah hujan dan tata guna lahan. Daerah penelitian memiliki topografi bergelombang berlereng curam yang didominasi oleh batuan penysusun berupa lava dan breksi piroklastik yang telah mengalami pelapukan cukup lanjut serta memiliki rata-rata curah hujan 2164mm/tahun. Penelitian ini menghasilkan peta zonasi rawan longsor yang terbagi menjadi tiga zona yaitu zona rendah di desa Kemanukan, Piji, Clapar Kecamatan Bagelen; zona sedang di desa Somongari, Semagung, Hargorojo, Kecamatan Bagelen dan zona tinggi di desa Semono dan Durensari Kecamatan Bagelen, Desa Jatirejo Kecamatan Kaligesing serta Desa Hargotirto Kecamatan Kokap. Tipe gerakan tanah yang ada adalah aliran dan rayapan. Hasil penelitian dibaharkan dapat dimanfaatkan sebagai informasi dasar untuk melakukan mitigasi bencana, dan pembangunan wilayah.

Page 2 of 12 | Total Record : 112