cover
Contact Name
M Ali Rusdi
Contact Email
saojurnal@iainpare.ac.id
Phone
+6285257099481
Journal Mail Official
saojurnal@iainpare.ac.id
Editorial Address
http://almaiyyah.iainpare.ac.id/index.php/almaiyah/about/contact
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan
ISSN : 1979245X     EISSN : 25489887     DOI : https://doi.org/10.35905/almaiyyah
Fokus Jurnal AL-MAIYYAH adalah mengintegrasikan isu-isu gender ke berbagai kalangan, khusususnya bagi pihak-pihak yang konsern dalam mengkaji, meneliti dan melakukan gerakan-gerakan pemberdayaan perempuan pada berbagai dimensi kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan. Sub tema yang terkait dengan gender dalam isu agama, pendidikan, hukum, politik, psikologi, sosiologi, sejarah, budaya dan bahasa.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2020): AL-MAIYYAH" : 14 Documents clear
WAWASAN HADIS TENTANG HUBUNGAN MAHRAM KARENA PENYUSUAN Suarning, Suarning; Jalil, Abdul; Muliati, Muliati
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.629 KB) | DOI: 10.35905/almaiyyah.v13i1.696

Abstract

Studi ini bertujuan untuk melakukan kajian wawasan hadis tentang hubungan mahram karena penyusuan. Metode yang digunakan yaitu metode tematik dengan pendekatan historis. Pendekatan lainnya digunakan adalah pedagogis, sosiologis, linguistik dan teologis normatif dalam memahami hadis.Teknik analisis menggunakan analisis tekstual, kontektual, dan intertekstual.Wawasan hadis Nabi tentang mahram sesusuan menunjukkan dengan adanya penyusuan memberikan kemutlakan terjadinya pengharaman perkawinan dari dan atas yang terkait dengan penyusuan.Semua anak yang menyusu secara langsung digolongkan anak sesusuan menyebabkan terjadinya hubungan mahram. Proses sampainya air susu ibu tersebut ke dalam rongga perut bayi, maka secara kontekstual air susu ibu yang telah menyenangkan sibayi dapat mengakibatkan status hukum mahram. Untuk itu seorang perempuan ketika hendak mengambil keputusan untuk anak susuan hendaknya berhati-hati dengan memperhatikan frekuensi susuan, kualitas ataupun kadar susuan, serta waktu atau batas umur susuan.
ACTIVE COPING IBU YANG MEMILIKI ANAK TUNA GRAHITA DI KOTA SORONG Ituga, Almuhaimin Sarnav; Alman, Alman
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.849 KB) | DOI: 10.35905/almaiyyah.v13i1.701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentangactive coping ibu yang memiliki anak tuna grahita di kota Sorong ditinjau dari kemampuan pengambilan keputusan, perbaikan situasi, pemaknaan, dan berpikir positifdalam mengatasi problem anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi yang melibatkan tiga orang responden yaitu ibu yang memiliki anak kandung dengan tuna grahita ringan, sedang, dan berat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa:1) Ditinjau dari kemampuan pengambilan keputusan, ibu memiliki keinginan besar merencanakan bimbingan intensif pada anak. 2) Ditinjau dari perbaikan situasi, ibu memasukkan anak ke sekolah umum setelah itu memindahkan ke sekolah luar biasa, memberikan terapi dan pemeriksaan dokter. 3) Ditinjau dari pemaknaan,ibu bisa menerima kondisi anak, memandang bahwa anaknya memiliki kekurangan, dan berkeyakinan bahwa semua pemberian Tuhan pasti ada hikmahnya. 4) Ditinjau dari berpikir positif, ibu berkeyakinan bahwa suatu saat anak dapat tumbuh normal, tetap optimis, berharap dengan kondisi anak bisa membuatnya masuk surga. Berdasarkan empat aspek active coping, ibu dengan anak tuna grahita ringan menunjukkan usaha lebih keras dalam mengoptimalkan kemampuan anaknya.Sedangkan untuk ibu yang memiliki anak tuna grahita sedang dan berat menunjukkan lebih banyak pemaknaan terhadap situasi yang dihadapinya.
POTENSI PEREMPUAN ACEH DALAM PENDIDIKAN Wirianto, Dicky
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.089 KB) | DOI: 10.35905/almaiyyah.v13i1.702

Abstract

Secara historis perempuan Aceh memainkan peranan penting baik sebagai pemimpin, panglima perang, budayawan maupun tokoh penting lainnya. Pasca konflik, tsunami dan perdamaian di Aceh, perempuan di Aceh tetap memainkan peranan penting dalam berbagai bidang, baik dalam pemerintahan, politik, budaya maupun pendidikan sehingga apa yang pernah berlaku sebelumnya tetap berkesinambungan hingga saat ini dengan pola dan model yang berbeda. Penulisan ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana potensi yang dimiliki perempuan Aceh khususnya dalam pendidikan sehingga didapatkan jawaban tentang peran dan fungsi perempuan di Aceh dalam kancah dunia pendidikan. Hasil penulisan ini menemukan bahwa perempuan Aceh memiliki potensi yang besar, tidak hanya sama dalam dunia pendidikan tetapi perempuan juga mampu mengakses lebih banyak secara kuantitas. Terbukti banyaknya perempuan Aceh yang memiliki akses menjadi guru, dosen, bahkan professor. Hal ini juga didukung oleh Qanun yang berlaku di Aceh saat ini tentang perlindungan dan pemberdayaan perempuan.Dalam penulisan ini dapat disimpulkan bahwa budaya Aceh dalam perlakukan antara anak perempuan dan laki-laki saat ini tidak berbeda dalam akses pendidikan sehingga masing-masing dapat menentukan arah pendidikan yang ingin ditempuh.
RELEVANSI KESETARAAN GENDER DAN PERAN PEREMPUAN BEKERJA TERHADAP KESEJAHTERAAN KELUARGA DI INDONESIA (PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM) Fitriyaningsih, Putri Dyah Ayu; Munawan, Fita Nurotul Faizah
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.019 KB) | DOI: 10.35905/al-maiyyah.v13i1.703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah terkait relevansi kesetaraan gender dan status perempuan bekerja terhadap kesejahteraan keluarga di Indonesia berdasarkan perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data sekunder yaitu dokumentasi. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa tidak ada dikotomi ruang publik bagi perempuan maupun laki-laki dalam pekerjaan. Keduanya memiliki hak dan kewajiban yang sama. Islam sebagai agama rahmatan lil alamin pun secara tegas menerangkan tentang kebebasan manusia berkarya dan bekerjasama dalam ?amar ma?ruf nahi munkar?. Di samping itu, dalam lingkup kenegaraan di Indonesia, perhatian atas kesetaraan hak dan kewajiban bekerja juga diatur dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Dengan adanya kesetaraan gender dalam pekerjaan ini, memberikan peluang bagi perempuan untuk ikut serta dalam memenuhi perekonomian keluarga. Sehingga secara langsung akan merubah sumber pendapatan rumah tangga yang awalnya hanya 1 (satu) sumber yaitu suami menjadi 2 (dua) sumber yaitu suami dan istri. Terbentuknya sinergitas antara laki-laki dan perempuan dalam sektor domestik maupun publik, akan meningkatkan kesejahteraan keluarga, baik material (keuangan) maupun non material.
PERLINDUNGAN PEREMPUAN MELALUI PERJANJIAN PRA NIKAH (RESPON TERHADAP ISU HUKUM DAN GENDER) Muttaqin, Muhammad Ngizzul; Rosadi, Miftah
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.664 KB) | DOI: 10.35905/al-maiyyah.v13i1.709

Abstract

Masalah dan kesalahpahaman dalam keluarga adalah suatu keniscayaan dan manusiawi. Cita-cita akan terciptanya sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia merupakan sebuah keharusan dan perintah dari Undang-undang. Salah satu amanat yang diberikan oleh Undang-undang dalam rangka menanggulangi problematika dalam rumah tangga adalah ?perjanjian pra nikah?. Dalam era kontemporer saat ini, perjanjian pra nikah diperlukan dalam rangka melindungi kepentingan perempuan. Dimana perempuan dalam isu gender kontemporer ini mempunyai peran dan kemampuan sebagaimana laki-laki. Kajian ini menggunakan analisa deskriptif-kualitatif melalui kajian pustaka (library research), dimana tulisan ini berupaya mengungkap pentingnya perjanjian pra nikah sebagai upaya melindungi kepentingan perempuan guna merespon isu hukum dan gender kontemporer, Temuan dalam penelitian ini menujukkan bahwa perlindungan perempuan bisa diminimalisir dan diantisipasi dengan perjanjian pra nikah. Sementara dalam isu hukum dan gender, perjanjian pra nikah bisa dilakukan sebelum dan sesudah pernikahan untuk mengatur semua hal yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak guna menghilangkan diskriminasi dan penindasan terhadap perempuan.
PEMIKIRAN ISLAM KONTEMPORER TENTANG REPOSISI KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Natardi, Natardi; Hamzah, Ali; Witro, Doli
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.736 KB) | DOI: 10.35905/al-maiyyah.v13i1.711

Abstract

Gender merupakan salah satu dari sekian wacana yang bisa dibilang kekinian yang banyak menarik perhatian berbagai kalangan mulai dari kalangan remaja, aktivis, akademisi, peneliti, dan pemerintah bahkan ulama. Wacana ini bermaksud menutup ketidakadilan sosial yang berlandaskan perbedaan jenis kelamin yang betujuan mewujudkan kesetaraan laki-laki dan perempuan pada aspek sosialnya. Hingga sekarang, wacana gender bisa dikelompok setidaknya menjadi empat bagian, yakni sebagai suatu gerakan, sebagai diskursus kefilsafatan, perkembangan dari isu sosial ke isu keagamaan, dan sebagai pendekatan dalam studi agama. Tulisan ini mengkaji mengenai perspektif kesetaraan gender yang dipahami oleh kaum feminis muslim. Secara umum dapat disebutkan bahwa tujuan perjuangan feminisme adalah mewujudkan kesetaraan, harkat, dan kebebasan perempuan dalam memilih dan mengelola kehidupannya, baik di dalam maupun di luar rumah tangga.
Wawasan Hadis Tentang Hubungan Mahram Karena Penyusuan Suarning, Suarning; Jalil, Abdul; Muliati, Muliati
Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/almaiyyah.v13i1.696

Abstract

The aims of this study was to conduct a hadist insight into the relationship of mahram due to breastfeeding. The method used was the thematic method with a historical approach. Other approaches was used such as pedagogical, sociological, linguistic and normative theological in understanding hadist. The analysis technique was used textual, contextual, and intertextual analysis. The Insight of the Prophet's hadist about sibling’s mahram shows the existence of breastfeeding provides the absolute prohibition of marriages from and above associated with breastfeeding. All children who were breastfeeding directly and sprayed ware classified as children of sesusuan causing a mahram relationship. The process of giving breastfeedingto the baby, then contextually breast milk that has been pleasurable the baby can result in the legal status of mahram. For this reason, a woman when she wants to make a decision for breastfeeding children should be careful with regard to the frequency of breast milk, quality or content of breast milk, as well as the time or age of breast milk.
Active Coping Ibu yang Memiliki Anak Tuna Grahita di Kota Sorong Ituga, Almuhaimin Sarnav; Alman, Alman
Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/almaiyyah.v13i1.701

Abstract

This study aims to obtain a picture of active coping of mother with a mentally disabled children in terms of decision making abilities, situation improvement, meaning, and positive thinking in overcoming children's problems. This study used a qualitative method with a phenomenological study approach involving three respondents, mother who have biological children with mild, moderate, and severe mental disability. The results of this study indicate that: 1) In terms of decision making ability, mothers have a great desire to plan intensive guidance to the children. 2) In terms of improving the situation, the mother puts the child in a public school after that she transfers to the developmental school, provides therapy and a doctor's examination. 3) Judging from the meaning, the mother can accept the condition of the child, see that the child has a deficiency, and believes that all the gifts of God must have wisdom. 4) In terms of positive thinking, the mother believes that one day the child can grow normally, remain optimistic, hoping that the child's condition can make them go to heaven. Based on the four aspects of active coping, mothers with mildly disabled children show more effort in optimizing their children's abilities. Whereas for mothers who have moderate and severe mentally disabled children, they show more meaning to the situation they are facing.
Potensi Perempuan Aceh dalam Pendidikan Wirianto, Dicky
Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/almaiyyah.v13i1.702

Abstract

Historically the Acehnese women play an important roles either as leaders, commandos of wars, experts of cultures or other sorts of leaders. Post conflict, tsunami, and peace in Aceh, women in Aceh continue to play an important role in various fields of government, politics, culture, and education. These roles have been preserved until now with different patterns and models. This research is aimed to find out the potential of Acehnese women especially in education fields relating to their roles and functions. The results of this research found that Acehnese women have a big power in education fields. Evidently there are many Acehnese women who have access to become teachers, lecturers, and even professors. More ever they have more quantity to access it. Furthermore, this situation is also supported by the current Qanun in Aceh concerning the protection and empowerment of women. It can be concluded that the culture of Aceh have put the equality level among girls and boys to access the education based on their passion in it.
Relevansi Kesetaraan Gender dan Peran Perempuan Bekerja terhadap Kesejahteraan Keluarga di Indonesia (Perspektif Ekonomi Islam) Fitriyaningsih, Putri Dyah Ayu; Munawan, Fita Nurotul Faizah
Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/al-maiyyah.v13i1.703

Abstract

This study aims to identify problems related to the relevance of gender equality and the status of working women to family welfare in Indonesia based on an Islamic economic perspective. This study uses descriptive qualitative research methods with secondary data provided is documentation. The results of this study indicates that there is no dichotomy of public space for women and men in work. Both have the same rights and obligations. Islam as a religion rahmatan lil alamin also expressly explains about human freedom to work and cooperate in "amar ma'ruf nahi munkar". In addition, within the scope of statehood in Indonesia, attention to equality of rights and obligations to work is also regulated in Law No. 13 of 2003 concerning employment. Gender equality in this work provides opportunities for women to participate in meeting the family economy. So that it will directly change the source of household income which initially only 1 (one) source, that is husband, becomes 2 (two) sources, namely husband and wife. The establishment of synergy between men and women in the domestic and public sectors, will improve family welfare, both material (financial) and non-material.

Page 1 of 2 | Total Record : 14