Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
452 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BULLYING PADA REMAJA SMA 9 KOTA BENGKULU
TAUFIANIE ROSSITA;
RINA RINA;
YESI PUTRI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10746
Pendahuluan: Bullying merupakan tindakan mengintimidasi seseorang melalui sikap, tindakan serta perkataan sehingga tidak terbatas pada penyiksaan secara fisik, namun juga pada psikis. Tindakan negatif tersebut termasuk mencoba melukai, membuat korban tidak nyaman, serta melakukan pemukulan, menendang, mendorong, mencekik dll atau bahkan secara verbal, misalnya mengancam, memanggil dengan nama yang tidak baik, mengolok-olok, melakukan gerakan tubuh yang melecehkan serta mengasingkan korban dari kelompoknya. Metode: Penelitian ini bersifat analitik korelatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 dengan populasi yaitu siswi SMAN 9 Kota Bengkulu. Metode pengambilan sampel dengan simple rondom sampling berjumlah 80 siswa. Data adalah data primer dengan menggunakan instrumentyaitu kuesioner. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisa statistik diperoleh nilai signifikan p value = 0,000 (p value ≤ α 0.05). Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri terhadap perilaku bullying pada siswa/siswi di SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Dengan nilai POR = 0,059 artinya kontrol diri rendah beresiko sebanyak 0,059 kali untuk perilaku bullyingnya tinggi. Kesimpulan: Peneliti mengharapkan agar dalam bergaul siswa lebih meningkatkan kontrol diri sehingga dengan adanya kontrol diri siswa mampu mengatur perilakunya agar terhindar dari perilaku yang menyimpang.
HUBUNGAN PERSEPSI KEBERMANFAATAN DAN KEMUDAHAN DENGAN MINAT PENGGUNA APLIKASI JKN MOBILE DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUKAMERINDU KOTA BENGKULU
NH. NOERAINI;
EVA YUNANI;
FOURNI ARDIANSYAH;
HETTY FUSPITA;
NURMAN JAYA;
ASRIZAL ASRIZAL;
ASLI ASLI;
NURHASANAH NURHASANAH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10789
Perkembangan teknologi digital di bidang kesehatan telah melahirkan aplikasi JKN Mobile, yang bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan Jaminan Kesehatan Nasional. Namun, tingkat penggunaan aplikasi masih rendah, khususnya di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. masalah dalam penelitian adalah rendahnya minat masyarakat dalam menggunakan aplikasi JKN Mobile. bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi kebermanfaatan dan persepsi kemudahan dengan minat penggunaan aplikasi JKN Mobile. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 48 responden diperoleh menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,3% responden memiliki persepsi kebermanfaatan tinggi, 62,5% memiliki persepsi kemudahan tinggi, dan 66,7% responden memiliki minat tinggi menggunakan aplikasi JKN Mobile. Hasil uji chi-square bivariat antara persepsi kebermanfaatan (p=0,020) dan persepsi kemudahan (p=0,005). Kesimpulannya, adanya hubungan signifikan antara persepsi kebermanfaatan dan persepsi kemudahan dengan minat penggunaan aplikasi. semakin tinggi persepsi kebermanfaatan dan kemudahan, semakin besar pula minat masyarakat dalam menggunakan aplikasi JKN Mobile.disarankan pihak Puskesmas dan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat dan cara penggunaan aplikasi JKN Mobile guna memperluas akses layanan kesehatan digital, terutama bagi masyarakat yang kurang melek teknologi.