cover
Contact Name
Eko Sumartono
Contact Email
ekosumartono@relawanjurnal.id
Phone
+6282138129668
Journal Mail Official
ekosumartono@relawanjurnal.id
Editorial Address
Faculty of Health Studies, Universitas Dehasen Bengkulu Jl. Merapi Raya No.Kel, Kebun Tebeng, Kec. Ratu Agung, Kota Bengkulu, Bengkulu 38226
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
ISSN : 23387033     EISSN : 27220613     DOI : https://doi.org/10.37676/jnph.v8i1
Core Subject : Health,
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year.  Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ).  It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles 471 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BULLYING PADA REMAJA SMA 9 KOTA BENGKULU TAUFIANIE ROSSITA; RINA RINA; YESI PUTRI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10746

Abstract

Pendahuluan: Bullying merupakan tindakan mengintimidasi seseorang melalui sikap, tindakan serta perkataan sehingga tidak terbatas pada penyiksaan secara fisik, namun juga pada psikis. Tindakan negatif tersebut termasuk mencoba melukai, membuat korban tidak nyaman, serta melakukan pemukulan, menendang, mendorong, mencekik dll atau bahkan secara verbal, misalnya mengancam, memanggil dengan nama yang tidak baik, mengolok-olok, melakukan gerakan tubuh yang melecehkan serta mengasingkan korban dari kelompoknya. Metode: Penelitian ini bersifat analitik korelatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 dengan populasi yaitu siswi SMAN 9 Kota Bengkulu. Metode pengambilan sampel dengan simple rondom sampling berjumlah 80 siswa. Data adalah data primer dengan menggunakan instrumentyaitu kuesioner. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisa statistik diperoleh nilai signifikan p value = 0,000 (p value ≤ α 0.05). Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri terhadap perilaku bullying pada siswa/siswi di SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Dengan nilai POR = 0,059 artinya kontrol diri rendah beresiko sebanyak 0,059 kali untuk perilaku bullyingnya tinggi. Kesimpulan: Peneliti mengharapkan agar dalam bergaul siswa lebih meningkatkan kontrol diri sehingga dengan adanya kontrol diri siswa mampu mengatur perilakunya agar terhindar dari perilaku yang menyimpang.
HUBUNGAN PERSEPSI KEBERMANFAATAN DAN KEMUDAHAN DENGAN MINAT PENGGUNA APLIKASI JKN MOBILE DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUKAMERINDU KOTA BENGKULU NH. NOERAINI; EVA YUNANI; FOURNI ARDIANSYAH; HETTY FUSPITA; NURMAN JAYA; ASRIZAL ASRIZAL; ASLI ASLI; NURHASANAH NURHASANAH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10789

Abstract

Perkembangan teknologi digital di bidang kesehatan telah melahirkan aplikasi JKN Mobile, yang bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan Jaminan Kesehatan Nasional. Namun, tingkat penggunaan aplikasi masih rendah, khususnya di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. masalah dalam penelitian adalah rendahnya minat masyarakat dalam menggunakan aplikasi JKN Mobile. bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi kebermanfaatan dan persepsi kemudahan dengan minat penggunaan aplikasi JKN Mobile. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 48 responden diperoleh menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,3% responden memiliki persepsi kebermanfaatan tinggi, 62,5% memiliki persepsi kemudahan tinggi, dan 66,7% responden memiliki minat tinggi menggunakan aplikasi JKN Mobile. Hasil uji chi-square bivariat antara persepsi kebermanfaatan (p=0,020) dan persepsi kemudahan (p=0,005). Kesimpulannya, adanya hubungan signifikan antara persepsi kebermanfaatan dan persepsi kemudahan dengan minat penggunaan aplikasi. semakin tinggi persepsi kebermanfaatan dan kemudahan, semakin besar pula minat masyarakat dalam menggunakan aplikasi JKN Mobile.disarankan pihak Puskesmas dan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat dan cara penggunaan aplikasi JKN Mobile guna memperluas akses layanan kesehatan digital, terutama bagi masyarakat yang kurang melek teknologi.
INFEKSI VIRUS MPXV: MEKANISME INFEKSI, RESPONS IMUN, DAN METODE DIAGNOSTIK VIRUS MARDHAH SASTRI UTAMI; RESVA MEINISASTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11357

Abstract

Pendahuluan: Cacar mpox merupakan penyakit menular yang telah menginfeksi manusia ke manusia dalam beberapa tahun kebelakang. Penyakit ini disebabkan oleh virus MPXV, virus ini merupaja virus DNA untai ganda linier. Virus MPXV dapat menginfeksi manusia dan melakukan replikasi didalam tubuh tanpa dikenali oleh sistem imun. Virus ini memiliki imun escape untuk melakukan penghindaran dari sel-sel fagosit didalam tubuh yang menyebabkan respons imun innate dan adaptif tidak teraktivasi maksimal. Pentingnya pemahaman secara molekuler tentang virus MPXV sehingga pengembangan pemeriksaan laboratorium, pengobatan infeksi, dan vaksinasi terhadap virus MPXV dimasa mendatang. Metode: Penulisan ini menggunakan studi review literatur dari berbagai jurnal dan sumber ilmiah yang membahas tentang virus MPXV. Review literatur ini dimulai dari tinjauan pustaka, tinjauan ini akan mengetahui struktur, genom, siklus hidup, respons imun tubuh, imun escape, dan pemeriksan laboratorium virus MPXV. Review literatur ini sebagai referensi untuk mengetahui sel imun yang berperan dalam penanganan virus monkeypox. Penulis menggunakan google scholar, researchGate, dan PubMed untuk mengumpulkan berbagai jurnal dari literatur yang membahas virus monkeypox. Kesimpulan: Virus MPXV memiliki kemampuan untuk melakukan replikasi dan penghindaran sistem imun. Memahami struktur, proses replikasi, siklus hidup, mekanisme molekuler yang mendasari imun escape dapat digunakan untuk pengembangan metode diagnostik, pengobatan, dan vaksin MPXV dimasa mendatang. Penelitian tentang virua MPXV akan sangat penting untuk memajukan pemahaman kita tentang interaksi virus-inang dan mengembangkan strategi yang efektif.
KOMPETENSI KLINIS DAN EFIKASI DIRI TERHADAP PERILAKU CARING DENGAN KETERIKATAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING MARIA SUZANNA K SALEKY; ANDRY ANDRY; IDRUS JUS’AT
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11402

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini dilandaskan hasil observasi awal yang menginformasikan tentang peningkatan insiden keselamatan pasien di tahun 2023 dibandingkan tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap secara empiris pengaruh kompetensi klinis dan efikasi diri terhadap perilaku caring dengan keterikatan kerja sebagai variabel intervening. Metode: Jenis penelitian termasuk dalam kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi yang digunakan adalah perawat rawat inap. Teknik sampling menggunakan non-probability, dengan perhitungan menggunakan rumus slovin tingkat kesalahan 5%, sehingga ditemukan jumlah sampel sebanyak 133 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan metode analisa menggunakan analisa three box method serta SEM. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisa membuktikan bahwa secara simultan kompetensi klinis, efikasi diri dan keterikatan kerja berpengaruh terhadap perilaku caring. Kesimpulan: Kompetensi klinis dan efikasi diri berpengaruh terhadap keterikatan kerja. Keterikatan kerja mengintervensi hubungan kompetensi klinis dan efikasi diri terhadap perilaku caring.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MATA PADA PENGGUNA KOMPUTER BAGIAN OPERASIONAL DI PT. X TAHUN 2025 SHELA DAMAYANTI; IZZATU MILLAH; EKA CEMPAKA PUTRI; MIRTA DWI RAHMAH RUSDY
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11477

Abstract

Pendahuluan: Kondisi subjektif yang dikenal sebagai kelelahan mata disebabkan oleh penggunaan komputer intensif dalam jangka waktu lama yang membuat mata lelah. WHO memperkirakan bahwa 4,24% dari populasi global, atau 285 juta orang, menderita gangguan penglihatan. Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024 dari APJII menunjukkan bahwa tingkat penetrasi internet di negara ini telah meningkat menjadi 79,5%. Pada tahun 2023, Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa 23,59% penduduk DKI Jakarta menggunakan komputer. Menurut hasil studi pendahuluan yang dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner di PT.X, didapatkan hingga 80% responden mengalami kelelahan mata, termasuk keluhan penglihatan ganda pada 4 responden, penglihatan kabur 8 responden, dan kesulitan fokus pada 5 responden. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti variabel-variabel yang berhubungan dengan kelelahan mata di kalangan pengguna komputer PT. X bagian operasional. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dan metodologi kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 82 responden dan 46 responden dipilih sebagai sampel menggunakan rumus uji hipotesis untuk dua proporsi yang berbeda. Metode pengambilan sampel penelitian yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling. Penelitian ini dilaksanakan antara tanggal 8 Desember 2025 dan 7 Januari 2026. Data diperoleh melalui pengumpulan data primer. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data univariat dan bivariat. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini menunjukkan, persentase tertinggi karyawan yang mengalami kelelahan mata sebanyak 42 orang (91,3%), karyawan yang berusia ≤ 40 tahun sebanyak 29 orang (63%), karyawan dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 27 orang (58,7%), karyawan yang memiliki masa kerja >3 sebanyak 43 orang (93,5%), kelainan refraksi sebanyak 40 orang (87%), dan durasi penggunaan komputer ≤ 8 jam per hari sebanyak 26 orang (56,5%), dan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kelelahan mata (p-value = 0,024). Kesimpulan: Sebagai upaya preventif terhadap risiko kelelahan mata perlu dilakukannya pemeriksaan mata secara rutin minimal 1 tahun sekali, pekerja yang memiliki kelainan refraksi disarankan menggunakan kacamata sesuai hasil refraksinya dan menggunakan lensa anti radiasi, mengedukasi karyawan dengan acara health talk, dan penerapan istirahat mata.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN TAHUN 2025 AUULIA FUJINA; HARTIAN PANSORI; TUTI ROHANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11482

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Pino Raya tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 89 ibu yang memiliki balita usia 24–60 bulan yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Variabel independen meliputi usia perkawinan ibu, tingkat pengetahuan ibu, riwayat berat badan lahir rendah (BBLR), kondisi sanitasi lingkungan, dan pola asuh, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada analisis bivariat (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat BBLR merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting, di mana balita dengan riwayat BBLR memiliki risiko 3,8 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan balita tanpa riwayat BBLR (OR = 3,828; p = 0,029). Selain itu, usia perkawinan ibu juga menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian stunting. Disimpulkan bahwa kejadian stunting dipengaruhi oleh faktor biologis, maternal, dan lingkungan, dengan BBLR sebagai determinan utama. Intervensi pencegahan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil, pencegahan BBLR, edukasi gizi, serta perbaikan sanitasi dan pola asuh.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI KABUPATEN MUKOMUKO TAHUN 2025 ETRIK ADRIANTY; BERLIAN KANDO SIANIPAR; HARTIAN PANSORI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11483

Abstract

Pendahuluan: Kekerasan seksual terhadap anak menjadi permasalahan serius di Dunia dan termasuk di Indonesia. Kekerasan seksual memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan perkembangan sosial anak. Tingginya angka tersebut mengindikasikan bahwa perlindungan terhadap anak masih sangat lemah dan terdapat berbagai faktor yang memengaruhi terjadinya kekerasan seksual ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Kabupaten Mukomuko. Metode: Jenis penelitian secara deskriftif analitik dengan menggunakan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh orang tua anak yang mengalami kekerasan seksual pada tahun 2025 yaitu berjumlah 21 kasus. Cara pengambilan sampel pada penelitian adalah dengan menggunakan tehnik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan/kriteria tertent. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis uji univariat sebagian responden 23 orang (54,7%) Pendidikan rendah, sebagian responden 22 orang (52,4%) memiliki status ekonomi tinggi, lebih sebagian responden 24 orang (57,1%) pola asuh orang tua permisif, sebagian responden 28 orang (52,4%) memiliki pengaruh teman sebaya pengaruh positif. Analisis Bivariat Ada pengaruh faktor pendidikan orang tua, pola asuh dan teman sebaya terhadap Kekerasan Seksual Terhadap Anak, tidak ada pengaruh faktor sosial ekonomi orangtua terhadap Kekerasan Seksual Terhadap Anak. Analisis multivariat bahwa faktor yang paling dominan adalah faktor pendidikan orang tua. Kesimpulan: Upaya pencegahan perlu dilakukan secara terpadu melalui peningkatan peran keluarga, pendidikan seksual yang tepat sejak dini, penguatan sistem perlindungan anak, serta keterlibatan aktif masyarakat dan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
PENGETAHUAN FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG DAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN JANTUNG FATIMAH KHOIRINI; DERISON MARSINOVA BAKARA; ALMAINI ALMAINI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11484

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan kasus penyakit jantung setiap tahunnya dapat dikontrol dari faktor resiko yang dapat dimodifikasi. Faktor pendorong melakukan perubahan prilaku salah satunya dengan pengetahuan dan merupakan kunci dalam meningkatkan kesadaran menjalankan prilaku hidup sehat. Ketakutan dan kecemasan dialami oleh keluarga jika ada anggota keluarganya yang masuk rumah sakit. Jika keluarga yang mengalami kecemasan tentunya tidak dapat berpikir jernih, tidak dapat memberikan perawatan yang maksimal dan tidak dapat memberikan semangat bagi pasien jantung untuk menjalani perawatan Metode: Penelitian deskripsi korelasi dengan metode cross sectional untuk hubungan pengetahuan keluarga tentang resiko penyakit jantung dan tingkat kecemasan keluarga pasien jantung. Sampel merupakan keluarga pasien jantung yang mengantar berobat pasien ke Rumah Sakit. Sampel berjumlah 58 responden dengan tehnik accidental sampling. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas, sedangkan mengukur tingkat kecemasan keluarga pasien jantung dengan menggunakan modifikasi lembar checklist cemas HARS. Analisis bivariat menggunakani uji chi square. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan antara kecemasan keluarga pasien jantung dengan jenis kelamin. Sebagian besar pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung termasuk dalam kategori berpengetahuan baik. Sebagian kecil keluarga pasien jantung mengalami kecemasan. Tidak ada hubungan pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Tidak ada hubungan pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung dengan tingkat kecemasan. Hendaknya pihak rumah sakit dapat memberikan tindakan keperawatan misalnya pendidikan kesehatan tentang risiko penyakit jantung kepada keluarga pasien jantung terutama kepada keluarga yang tingkat pengetahuannya rendah serta dapat memberikan tindakan keperawatan pada keluarga pasien yang mengalami kecemasan.
ANALISIS KADAR INDEKS ERITROSIT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS YANG MENJALANI PENGOBATAN DENGAN OAT DI KOTA BENGKULU GUNTUR BARUARA; AVRILYA IQORANNY SUSILO
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11487

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Pengobatan TB menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) diketahui dapat mempengaruhi parameter hematologi, yaitu Isoniazid, Rifampisin, Etambutol, Pirazinamid, dan Streptomisin. Morfologi eritrosit dan termasuk indeks eritrosit yang berperan penting dalam evaluasi anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar indeks eritrosit pada penderita TB yang menjalani pengobatan dengan OAT di Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross sectional dengan sampel sebanyak 30 penderita TB yang sedang menjalani pengobatan OAT. Data kadar indeks eritrosit diperoleh melalui pemeriksaan menggunakan alat hematologi diff 5 dan dianalisis secara deskriptif. Hasil dan Pembahasan: Penelitian menunjukkan rerata kadar MCV 100,42 fL, MCH 31,08 pg, dan MCHC 30,04 g/dL. Sebagian besar responden memiliki MCV tinggi (80%), MCH normal (70%), dan MCHC rendah (53,3%). Berdasarkan fase pengobatan, terjadi peningkatan kadar MCV dan MCH pada fase lanjutan, sedangkan MCHC cenderung menurun. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi OAT dapat menyebabkan perubahan morfologi eritrosit melalui efek terhadap metabolisme vitamin B12, folat, dan hemoglobin yang tercermin dari perubahan indeks eritrosit responden. Kesimpulan: Penderita TB yang menjalani pengobata OAT mengalami perubahan indeks eritrosit yang mencerminkan adanya pengaruh pengobatan terhadap status hematologi responden.
PEMANTAUAN KEPADATAN LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT DBD DI TPA AIR SEBAKUL KOTA BENGKULU FUAD MUZAKIN; HAIDINA ALI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11493

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO), sekitar 390 juta kasus infeksi virus dengue terjadi setiap tahun di seluruh dunia, dengan sekitar 96 juta kasus menunjukkan manifestasi klinis. Wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan salah satu kawasan dengan beban kasus tertinggi. Di Indonesia, Tujuan Penelitian Untuk mengetahui tingkat kepadatan larva nyamuk Aedes aegypti di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul Kota Bengkulu. Metode : Penelitian ini menggunakan metode surveilans deskriptif dengan pendekatan kuantitatif fokus pada pemantauan larva nyamuk. Hasil : Hasil dari penelitian ini ada 25 wadah yang di periksa 12 wadah posisif jentik seperti plastik kresek dan pembungkus lunak di angka 20% di susul dengan styrofoam 12% kaleng bekas minuman 8% serta botol plastik 8 % dengan container indeks 48% yang masih termasuk tinggi. Saran : Diharapakan Pemerintah daerah dan pengelola TPA perlu melakukan pengelolaan lingkungan yang lebih baik, terutama dengan menutup atau menimbun wadah yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk.