Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
452 Documents
HUBUNGAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PETANI DI KECAMATAN PANCENG
ARINA SABILA;
HESTI ZULVIYAH AL MUMTAZAH;
RISA ZUSNITA FITRI ANDA;
FIKI MINYATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.9934
Petani merupakan kelompok pekerja yang rentan mengalami gangguan sistem muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) akibat aktivitas fisik berat dan postur kerja yang tidak ergonomis. Aktivitas seperti mencangkul, membajak, menanam, dan mengangkut hasil pertanian dilakukan secara manual dalam posisi membungkuk, jongkok, atau mengangkat beban berulang kali, yang dapat menyebabkan keluhan pada otot dan rangka tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dengan keluhan MSDs pada petani di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi Rank Spearman dan melibatkan 130 petani dari 13 desa sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mendeteksi keluhan MSDs dan observasi Manual Task Risk Assessment (ManTRA) untuk menilai postur kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja punggung (p = 0,034; r = 0,186), leher/bahu (p = 0,033; r = 0,187), dan lengan bawah (p = 0,019; r = 0,206) dengan keluhan MSDs, meskipun dengan kekuatan korelasi yang lemah. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara postur pergelangan tangan dengan keluhan MSDs (p = 0,534). Dapat disimpulkan bahwa postur kerja tertentu berpengaruh terhadap keluhan MSDs pada petani, sehingga penting dilakukan perbaikan ergonomi untuk menurunkan risiko gangguan muskuloskeletal dan meningkatkan produktivitas kerja.
EFEKTIVITAS PENERAPAN E-PPGBM (ELEKTRONIK PENCATATAN DAN PELAPORAN GIZI BERBASIS MASYARAKAT) DALAM MENURUNKAN RISIKO STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BRABASAN KABUPATEN MESUJI
DWI YULIA MARITASARI;
FEBRIA LISTINA;
AGNESI UTARI;
DIAN RAHMA SAPUTRI;
DORO NURWATI;
AHMAD IKHLASUL KHOFI;
IPA ROTUA SINAGA;
NANDA DEWI UTAMI;
SHELVIA SUKMA WAHYU ANDIRA;
TRI INDARI ASTIANA;
YENI YURISKA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.9944
Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu inovasi pemerintah dalam percepatan penurunan stunting adalah e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat), sebuah sistem digital yang memantau status gizi balita secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan e-PPGBM dalam menurunkan risiko stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Brabasan, Kabupaten Mesuji. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 50 balita usia 6–24 bulan yang terdaftar dalam program e-PPGBM. Teknik pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada kader serta orang tua balita. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan prevalensi stunting setelah penerapan e-PPGBM. Sistem ini juga meningkatkan efisiensi pelaporan, mempercepat deteksi dini, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pemantauan gizi. Kendala seperti keterbatasan jaringan dan kemampuan teknis kader masih menjadi tantangan yang perlu ditangani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa e-PPGBM efektif dalam mendukung upaya penurunan stunting bila disertai dukungan pelatihan dan infrastruktur yang memadai.
STRATEGI PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA REMAJA MELALUI PERUBAHAN GAYA HIDUP DI KECAMATAN WIRADESA
YULIS INDRIYANI;
TEGUH IRAWAN;
CAHYA KAMILATUS ZAHRAH;
NAYLA AZ ZAHRA;
IRENE SURYAKUNISA;
AFISKA ALFERA FEBIA EL SYANI;
DINDA AMELIA;
ALDY SANY SYAHPUTRA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.9974
Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit yang tidak hanya diderita oleh kalangan dewasa saja, melainkan pada kalangan remaja. Diabetes Melitus adalah penyakit tidak menular yang sampai saat ini masih menjadi perhatian di Indonesia. Penelitian ini dimaksudkan untuk menerapkan strategi pencegahan Diabetes Melitus tipe 2 pada remaja melalui perubahan gaya hidup di Kecamatan Wiradesa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan melalui wawancara mendalam. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dengan melibatkan informan masyarakat di Kecamatan Wiradesa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, yaitu pemilahan informan dengan mempertimbangkan kesesuaian subjek terhadap tujuan yang dibutuhkan dalam penelitian. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan Wiradesa meliputi kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan kepada remaja melalui posyandu remaja di Wilayah Puskesmas Wiradesa. Strategi ini dilakukan dengan pendekatan edukatif di sekolah dan komunitas, serta skrining kesehatan secara berkala. Meskipun pelaksanaan program ini telah sesuai dengan SOP dan memiliki dukungan penuh oleh SDM serta fasilitas yang memadai, keberhasilannya masih belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh rendahnya partisipasi remaja akibat keterbatasan waktu, minat yang rendah, dan kurangnya pemahaman mengenai pentingnya pencegahan diabetes melitus. Kesimpulan: Program pencegahan Diabetes Melitus tipe 2 pada remaja yag dilakukan di Wilayah Puskesmas Wiradesa telah dilaksanakan melalui kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan secara rutin, khususnya melalui posyandu remaja. Namun, rendahnya pasrtisipasi remaja dalam mengikuti kegiatan program pencegahan diabetes melitus ini, menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh puskesmas Wiradesa dan Posyandu di Wilayah Kecamatan Wiradesa.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN KEPUTUSAN PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA DI SMP NEGERI 2 BONGOMEME
RONA FEBRIYONA;
ANDI NUR AINA SUDIRMAN;
WIDYA Y. ISA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.9975
Pendahuluan: Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial di Indonesia, dengan salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan keputusan pernikahan usia dini pada remaja di SMP Negeri 2 Bongomeme. Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, yang melibatkan 60 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara statistik. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 responden, 25,0% memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik, 36,7% cukup, dan 38,3% kurang. Sebanyak 65% responden mendukung pernikahan dini, sementara 35% tidak mendukung. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan yang kurang cenderung lebih mendukung pernikahan dini dibandingkan mereka yang memiliki pengetahuan yang baik, dengan p-value 0,011 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan keputusan menikah usia dini. Kesimpulan: peningkatan edukasi tentang kesehatan reproduksi sangat diperlukan untuk mengurangi angka pernikahan dini di kalangan remaja.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RISIKO PENGGALIAN BATU CURI DI PT X SUBANG
CICI MAULIDA AZZAHRAH;
CUT ALIA KEUMALA MUDA;
EKA CEMPAKA PUTRI;
FIERDANIA YUSVITA;
ASEP SAEPULLOH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10000
Pendahuluan: Pertambangan batu merupakan salah satu kegiatan yang memiliki risiko tinggi yang dapat dilihat dari risiko kesehatan dan keselamatan kerja. Perlu dilakukan manajemen risiko dengan mengidentifikasi bahaya dan risiko berdasarkan proses kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bahaya dan risiko pada proses penggalian batu curi di PT X Subang tahun 2025. Metode: Metode penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi langsung. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2025. Informan pada penelitian ini yaitu operator excavator bucket, safety officer, pengawas lapangan, dan manajer operasional. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penggalian batu curi memiliki bahaya dan risiko kesehatan lebih tinggi daripada bahaya dan risiko keselamatan seperti virus dan bakteri yang berisiko iritasi kulit, ruam, batuk. Paparan debu yang berisiko gangguan pernapasan dan iritasi mata. Postur kerja janggal berisiko kelelahan otot dan gangguan otot rangka. Kebisingan dari excavator bucket berisiko gangguan pendengaran. Konflik antar pekerja yang berisiko gangguan kecemasan. Beban kerja berlebih untuk mengejar target yang belum tercapai sebelumnya berisiko kelelahan mental. Kesimpulan: Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dilakukan sosialisasi SOP, melanjutkan proses identifikasi bahaya dan risiko dengan salah satu metode penilaian risiko, serta melakukan monitoring dan evaluasi laporan P2H secara berkala, serta membuat dokumentasi risiko tersendiri dari dokumen lainnya.
STUDI OBSERVASIONAL IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RISIKO PADA PROSES LOADING KONTAINER DI OPEN YARD PT. X JAKARTA UTARA TAHUN 2024
CUT ALIA KEUMALA MUDA;
FIERDANIA YUSVITA;
DHEA JULIA ANDANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10001
Suatu aktivitas loading unit mobil di area open yard ke dalam kontainer memiliki bahaya dan risiko yang melibatkan sumber daya manusia yang ahli, lingkungan kerja, proses, bahan, mengoperasikan alat pendukung pengangkatan serta pengangkutan berupa forklift. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko yang terjadi pada proses loading kontainer di open yard PT.X Jakarta Utara tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi observasional. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahaya yang dominan muncul pada bahaya keselamatan yaitu operator tidak ahli serta alat yang digunakan tidak layak pakai dan tidak sesuai, sumber bahaya kesehatan yang sering terjadi yaitu posisi kerja tidak ergonomis dan debu kontainer. Risiko utama yang teridentifikasi meliputi menabrak operator lain, kerusakan alat, salah menggunakan alat, pekerjaan tertunda, paparan hawa panas pada operator, keluhanan MSDS, serta gangguan pernafasan dan juga pendengaran. Beberapa kendala yang dihadapi dalam proses loading meliputi cuaca ekstrim, tingginya aktivitas loading, kurangnya pengawasan, serta area loading dock yang terbatas. Selain itu, ditemukan bahwa manajemen risiko di PT.X belum diterapkan secara optimal sehingga belum dilakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Bahaya keselamatan yang sering terjadi yaitu perilaku tidak aman dan bahaya fisik. Bahaya kesehatan yang sering terjadi yaitu bahaya kimia dan bahaya ergonomi. Berdasarkan fakta diatas, diperlukan pihak manajemen dan unit K3 melakukan pengawasan secara rutin untuk mengurangi potensi kecelakaan, penyakit akibat kerja, dan meningkatkan keselamatan serta kesehatan kerja di area open yard.
FAKTOR PENENTU KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS GAYA BARU 5 KABUPATEN LAMPUNG TENGAH 2025
DWI YULIA MARTISARI;
FEBRI LISTIANA;
SINDY CANTIKA VALENTINA;
DIAJENG ANGGEELIR ZAHRANA;
DENI IRAWAN;
ALFINA FAUZIAH;
MAYA ARMI APRILIA;
TAUPIQURRAHMAN TAUPIQURRAHMAN;
AMALIA NURFAIDA PUTRI;
ANASTASIA SIWI UTAMI;
INTAN PRATIWI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10002
Faktor Penentu Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Gaya Baru 5 Kabupaten Lampung Tengah 2025. Kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis (TB) merupakan salah satu kunci utama keberhasilan pengobatan dan pencegahan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien TB di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gaya Baru 5 Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan sejumlah responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur yang mengukur pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, serta keterlibatan pengawas menelan obat (PMO). Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik, sikap positif, dukungan keluarga yang kuat, dan keterlibatan aktif PMO memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepatuhan pasien. Mayoritas responden berada pada usia produktif dan berasal dari latar belakang sosial ekonomi menengah ke bawah, dengan pendidikan terakhir SMP atau SMA dan bekerja sebagai buruh atau petani. Faktor individu seperti pengetahuan dan sikap menjadi penentu utama kepatuhan, sementara dukungan sosial dari keluarga dan peran aktif PMO menjadi faktor penguat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi faktor individu, sosial, ekonomi, dan pelayanan kesehatan secara bersama-sama memengaruhi keberhasilan pengobatan TB.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN GIGI TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA SISWA KELAS 1 DI SD NEGERI 19 KOTA BENGKULU
DELTA APRIANTI;
DANUR AZISSAH RS
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10011
Pendahuluan: World Health Organization (WHO) Pada tahun 2018, angka peristiwa karies gigi permanen dilaporkan sebesar 2,3 miliyar permasalahan serta angka peristiwa karies pada gigi sulung sebesar 560 juta permasalahan. Amerika Serikat mempunyai prevalensi paling tinggi dengan 84% peristiwa karies, diiringi oleh Tiongkok dengan 76% dari karies, Brazil dengan 53, 6% dari karies serta Asia dengan 75, 8% dari karies (WHO, 2018). Tujuan : untuk mengetahui Efektivitas Edukasi Kesehatan Gigi Terhadap Perilaku Pencegahan Karies Gigi Pada Siswa Kelas 1 di SD negeri 19 Kota Bengkulu. Metode : Desain penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group pre-post test design, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 anak Kelas 1 di SD negeri 19 Kota Bengkulu, Dengan menggunakan teknik porpusive sampling dan alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner.. Analisa data menggunakan Uji wilcoxon test dengan derajat signifikansi α 0,001. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa dari 48 responden sebelum diberikan edukasi kesehatan, ada 37,5% anak memiliki perilaku negative dan ada 62,5% anak memiliki perilaku positif, setelah diberikan edukasi kesehatan, ada 85,4% anak memiliki perilaku positif dan ada 14,6% anak memiliki perilaku negative. Hasil analisis bivariat ada Pengaruh Efektivitas Edukasi Kesehatan Gigi Terhadap Perilaku Pencegahan Karies Gigi Pada Siswa Kelas 1 di SD negeri 19 Kota Bengkulu dengan nilai p 0,001 ≤ 0,005. Diharapkan SD Negeri 19 Kota bengkulu bagi guru untuk tetap dilakukan pelatihan menggosok gigi secara berkelanjutan dan berulang-ulang dengan menggunakan metode media video animasi agar kemampuan siswa lebih sempurna dalam melakukan gosok gigi secara mandiri.
HUBUNGAN KONDISI KESEHATAN IBU DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI JANGKA PANJANG
CICI ARLITA;
DENI MARYANI;
NENG KURNIATI;
KURNIA DEWIANI;
DAMAYANTI DAMAYANTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10012
Pendahuluan: Masalah utama kependudukan di Indonesia yaitu pertumbuhan penduduk yang tinggi. Dalam rangka menekan laju pertumbuhan penduduk, pemerintah melaksanakan berbagai program pembangunan salah satunya Keluarga Berencana (KB). Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan usaha pemerintah dalam menekan pertumbuhan penduduk. Pasangan Usia Subur (PUS) dapat menentukan pilihan kontrasepsi sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya berdasarkan informasi yang telah dipahami, termasuk keuntungan, kerugian dan faktor yang mempengaruhi metode kontrasepsi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan MKJP di wilayah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik menggunakan desain cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 sampel dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan kondisi kesehatan (p value 0,569) tidak ada hubungan dengan pemilihan MKJP (p value > 0,05) dengan pemilihan alat kontrasepsi jangka panjang di wiliyah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2025
DWI YULIA MARITASARI;
FEBRIA LISTINA;
DIAN ANJARWATI;
MEYTA RUSLINA;
YUNI INKASARI;
LINDA ROSANTI;
IDAWATI TAMPUBOLON;
KALISA KHARISMADINA;
NABIL HERIANSA;
VIVI EVIYANTI;
BRYAN SATRIA PERDANA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10020
Pendahuluan: Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Kabupaten Lampung Selatan. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS karena perilaku berisiko dan kurangnya pengetahuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Natar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 86 remaja usia 14–21 tahun dipilih menggunakan teknik stratified sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Ditemukan hubungan antara pengetahuan, sikap, dan dukungan orang tua dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Kesimpulan: Pengetahuan yang baik, sikap positif, dan dukungan orang tua yang memadai berperan penting dalam meningkatkan perilaku pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja. Upaya peningkatan edukasi dan keterlibatan keluarga perlu diperkuat dalam program pencegahan HIV/AIDS.