Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
452 Documents
KORELASI LEVEL EKSPRESI GEN HMGA2 DENGAN DISTRIBUSI DAN INTENSITAS PROTEIN HMGA2 PADA KANKER SERVIKS
SISCA SISCA;
MONICA DWI HARTANTI;
JIHAN SAMIRA;
MILADYA SYAMSU;
KIRANA RESTIGALUH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10058
Pendahuluan: Kanker serviks yang merupakan penyebab utama kematian wanita terkait kanker, dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV) tipe 16 dan 18 sebagai faktor risiko utama. Keterlambatan diagnosis dan kurangnya program skrining yang efektif menyebabkan sebagian besar kasus kanker serviks baru terdeteksi pada stadium lanjut, sehingga sulit ditangani secara efektif. Gen HMGA2, yang berperan penting dalam karsinogenesis, telah diteliti sebagai salah satu faktor yang berpotensi menjadi biomarker dalam deteksi dini dan penilaian perkembangan kanker serviks. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pengukuran ekspresi gen HMGA2 serta distribusi dan intensitas ekspresinya pada jaringan kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi korelasi antara ekspresi gen HMGA2 dengan distribusi dan intensitas ekspresinya pada jaringan kanker serviks. Metode: penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan menganalisis ekspresi gen HMGA2 melalui teknik qPCR dan distribusi serta intensitas protein HMGA2 menggunakan imunohistokimia (IHC). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil biopsi jaringan kanker serviks yang telah dikonfirmasi secara histopatologi. Hasil: Berdasarkan data demografi sampel penelitian, karakteristik usia responden menunjukkan bahwa sebagian besar sampel berada dalam rentang usia 45–59 tahun (60%), diikuti oleh kelompok usia di atas 60 tahun (30%), dan kelompok usia 19–44 tahun sebagai yang paling sedikit (10%). Walaupun secara kuantatif tidak berbeda signifikan (p>0,05), namun secara kualitatif, distribusi dan intensitas ekspresi HMGA2 memiliki perbedaan. Terdapat korelasi positif kuat dan signifikan antara ekspresi mRNA HMGA2 dengan intensitas ekspresi protein HMGA2 pada jaringan kanker serviks (r = 0,8175; p = 0,0247). Demikian halnya dengan ekspresi mRNA HMGA2 yang memiliki korelasi positif kuat dengan distribusi area ekspresi protein HMGA2 (r = 0,6684; p = 0,1007), namun tidak signifikan. Kesimpulan: Terdapat korelasi positif yang kuat antara ekspresi mRNA HMGA2 dengan intensitas dan distribusi protein HMGA2, walaupun tidak ditemukan korelasi yang signifikan pada distribusi protein HMGA2.
HUBUNGAN USIA IBU DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN GEJALA DEPRESI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS SAWAH LEBAR
MEPI SULASTRI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10222
Pendahuluan: Menurut data WHO, prevelensi kecemasan dan depresi pada negara maju sekitar 7-20% dan dinegara berkembang sekitar lebih dari 20%.Kecemasan terjadi pada ibu hamil terkait dengan kekhawatiran ibu hamil dengan kesejahteraan diri dan janinnya (Dwi et al., 2023). Di Indonesia terdapat 373.000.000 ibu hamil mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan yaitu sebanyak 107.000.000 orang (28,7%). dasarkan data Dinas Kesehatan Kota pada tahun 2018 terjadi peningkatan yang mengalami gejala-gejala depresi dan kecemasan menjadi 2,8% dari 7,524 ibu hamil (Dinkes Kota Bengkulu,2018) Penelitian ini bertujuan Mengetahui Hubungan Usia Ibu Dan Paritas Dengan Kejadian Gejala Depresi Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar. Metode: Jenis penelitian ini adalah urvey analitia dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 50 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan metode acindental sampling. Data informasi responden berupa hygiene kucing, sanitasi kendang dan hygiene perorangan dikumpulkan melalui proses pembagian kuesioner. Hasil dan Pembahasan: Hasil uji menunjukkan bahwa prevalensi yang mengalami depresi sebesar 40% dan didapatkan nilai p value 0,000 yang artinya ada hubungan umur dan paritas dengan depresi pada ibu hamil. Kesimpulan: Bagi petugas kesehatan agar dapat memberikan edukasi secara rutin terutama kepada ibu hamil dan juga meningkatkan pelayanan terhadap ANC untuk mencegah terjadi depresi.
PENILAIAN RISIKO LINGKUNGAN SARANA AIR BERSIH SEBAGAI DETERMINAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU TAHUN 2025
ANGGUN FEBRIANI;
RIANG ADEKO
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10223
Diare masih menjadi salah satu penyakit berbasis lingkungan yang berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada anak balita. Sumber air bersih seperti sumur gali yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan dapat menjadi media penularan penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran risiko pencemaran sarana air bersih terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa, Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 28 rumah tangga yang menggunakan sumur gali sebagai sumber air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sumur gali berada pada kategori risiko pencemaran tinggi (50%) dan amat tinggi (7%), berdasarkan kondisi fisik dan konstruksi sumur. Beberapa komponen sumur seperti lantai, bibir, dan jarak dari sumber pencemar diketahui tidak memenuhi standar kesehatan. Kesimpulannya, kondisi fisik sumur gali yang tidak memenuhi syarat sangat berpotensi meningkatkan kejadian diare pada balita. Diperlukan edukasi kepada masyarakat serta intervensi dari instansi kesehatan untuk meningkatkan kualitas sarana air bersih dan mencegah diare pada balita.
ANALISIS KESIAPAN RSUD LAWANG KABUPATEN MALANG MENUJU RUMAH SAKIT RAMAH LINGKUNGAN (GREEN HOSPITAL)
SUHARYANTA SUHARYANTA;
IRFANY RUPIWARDANI;
IKE DIAN WAHYUNI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10225
Studi ini berfokus pada kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lawang untuk menerapkan konsep Rumah Sakit Hijau, yang bertujuan untuk mendorong pelayanan kesehatan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan. Studi kasus deskriptif kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan peninjauan dokumen. Berdasarkan temuan, 72% dari sepuluh elemen penilaian Kementerian Kesehatan menunjukkan penerapan prinsip-prinsip Rumah Sakit Hijau. Manajemen makanan (100%) dan pengelolaan limbah (86%) merupakan elemen yang paling banyak dinilai, sementara efisiensi energi (38%) dan kebersihan lingkungan (50%) masih kurang. Izin lingkungan dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) telah tersedia di RSUD Lawang, tetapi belum ada Surat Keputusan atau tim Rumah Sakit Hijau resmi.
PENGETAHUAN, MOTIVASI, DAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA
IDOLA PERDANA SULISTYONING SUHARTO;
ENDANG MEI YUNALIA;
MARDIYANA MARDIYANA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10383
Pendahuluan: Masa remaja merupakan tahap krusial dalam proses perkembangan manusia. Remaja lebih rentan terhadap berbagai kondisi kesehatan, termasuk penyakit menular seksual, dibandingkan dengan populasi dewasa. Perilaku seksual berisiko ditandai dengan berbagai perilaku berbahaya seperti seks pranikah, berganti-ganti pasangan seksual, dan unprotected sex. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK N 03 Manokwari sebanyak 118 siswa dengan sampel sejumlah 91 siswa. Teknik samplingnya adalah simple random sampling. Variable independentnya adalah pengetahuan dan motivasi, sedangkan variable dependentnya adalah perilaku seksual pranikah pada remaja. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil uji Spearman Rank antara variable pengetahuan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja didapatkan nilai p value 0,000. Berdasarkan hasil uji Spearman Rank juga didapatkan bahwa koefisien korelasi adalah (-) 0,597. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual pranikah remaja di SMK Negeri 03 Kabupaten Manokwari dan ada hubungan antara motivasi dengan perilaku seksual pranikah remaja di SMK Negeri 03 Kabupaten Manokwari.
URGENSI PELATIHAN DAN PEMBINAAN BAGI KADER INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) SEBAGAI BENTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
SUFIA FITRIANI;
SURYO EDIYONO
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10385
ILP atau Integrasi Layanan Primer adalah sebuah upaya untuk menata dan mengoordinasikan berbagai pelayanan kesehatan primer dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup bagi perseorangan, keluarga dan masyarakat. ILP tersebut dilaksanakan sepanjang proses, mulai dari janin, lahir, remaja, dewasa, dan tua. Maka untuk mendukung kesuksesan program tersebut, dibutuhkan bantuan dari para kader yang dapat membantu memberikan sosialisasi dan pelayanan kepada masyarakat secara langsung, disebut kader ILP. Berdasarkan data yang telah dihimpun oleh kader ILP dari bulan Januari sampai Juli 2025, menunjukkan tidak adanya kenaikan signifikan pada jumlah dan antusiasme masyarakat Desa Kendung, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi. Hal ini salah satunya dikarenakan belum adanya sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat serta kunjungan rumah yang seharusnya bisa meningkatkan kesadaran serta antusiasme mereka untuk datang ke Posyandu ILP. Tidak adanya sosialisasi dan edukasi kesehatan serta motivasi dari kader ILP Desa Kendung kepada masyarakat dikarenakan kurangnya pembinaan, pelatihan, pemahaman tugas serta pendampingan penuh dari para stakeholder terkait.
HUBUNGAN SIKAP DAN KERJA SAMA TIM PERAWAT DENGAN IMPLEMENTASI SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD M.YUNUS KOTA BENGKULU
FITRIANA FITRIANA;
SRI AMELIA;
CHESI DESVITA;
ZAHARA IZDHAR
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10403
Keselamatan pasien adalah jantung dari pelayanan kesehatan. Keselamatan sangat penting untuk penegakan diagnosa, tindakan kesehatan dan perawatan. Rumah sakit dituntut mampu mengimplementasikan sasaran keselamatan pasien untuk meminimalisir insiden keselamatan pasien. Data dari negara Inggris dalam Larasati dkk (2021), insiden mengenai keselamatan pasien menjadi pemicu ribuan orang cedera setiap tahunnya sehingga mengakibatkan 11.000 kematian. Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian dalam perawatan kesehatan. Penerapan sasaran keselamatan pasien tentunya di pengaruhi dari beberapa faktor salah satunya sikap dan kerja sama tim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sikap dan kerja sama tim dengan implementasi sasaran keselamatan pasien di RSUD M. Yunus Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat rawat inap di RSUD M. Yunus Kota Bengkulu. Jumlah sampel dalam penelitian ini 79 perawat. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November - Desember. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan sikap perawat dengan implementasi sasaran keselamatan pasien dengan p value 0,000 dan PR = 395 95% Cl = 216 - 721. Serta terdapat hubungan kerja tim dengan implementasi sasaran keselamatan pasien dengan nilai p value 0,003 dan PR = 1,879 95% Cl = 1,228-2,875. Hal ini menandakan bahwa sikap dan kerja sama tim berpengaruh terhadap implementasi sasaran keselamatan pasien. Ada hubungan antara sikap dan kerja tim dengan implementasi sasaran keselamatan pasien di RSUD M. Yunus Kota Bengkulu, dengan adanya sikap dan kerja sama tim yang baik tentunya dapat meningkatkan implementasi sasaran keselamatan pasien yang baik di rumah sakit.
EVALUASI SANITASI TEMPAT-TEMPAT UMUM MELALUI INSPEKSI KESEHATAN LINGKUNGAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PASAR IKAN KOTA BENGKULU
YUSMIDIARTI YUSMIDIARTI;
RIANG ADEKO
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10405
Sanitasi tempat-tempat umum (TTU) memiliki peran penting dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi sanitasi berbagai jenis tempat umum di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu melalui kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif observasional dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan pengisian formulir IKL sesuai standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Objek penelitian meliputi rumah ibadah (masjid), sekolah dasar, pasar tradisional, jasa boga/katering, hotel, depot air minum isi ulang (DAMIU), rumah makan, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar TTU telah memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan dengan skor kepatuhan di atas 75%, namun masih ditemukan berbagai kekurangan pada aspek pengelolaan sampah, ketersediaan sarana cuci tangan, pencahayaan, serta pengendalian vektor, terutama pada pasar dan beberapa sekolah dasar. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pengawasan sanitasi dan peningkatan manajemen kesehatan lingkungan secara berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa IKL merupakan instrumen efektif dalam mengidentifikasi risiko kesehatan lingkungan di TTU dan dapat menjadi dasar perencanaan intervensi sanitasi yang lebih tepat sasaran.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KETERATURAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PUSKESMAS TABA LAGAN KABUPATEN BENGKULU TENGAH
KINTAN ANISSA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10653
Pendahuluan: Angka kematian ibu dan bayi merupakan tolak ukur dalam menilai derajat kesehatan suatu bangsa, oleh karena itu pemerintah sangat menekankan untuk menurunkan. Angka kematian ibu bayi melalui program-program kesehatan. Kematian dan kesakitan ibu hamil masih merupakan masalah besar di Negara berkembang. WHO memperkirakan di seluruh dunia setiap tahunnya lebih dari 585.000 ibu meninggal saat hamil atau bersalin. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi pengetahuan ibu hamil pemeriksaan Antenatal Cere Di Puskesmas Taba Lagan Bengkulu Tengah. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah Observasional Analitik dengan rancangan crosssectional merupakan rancangan penelitian yang menekankan waktu pengukuruan dan pendekatan. Populasi dalam penilitian ini adalah ibu hamil yang trimester III yang berkunjung ke Puskesmas Taba Lagan Bengkulu Tengah. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian tentang pengetahuan ibu hamil mayoritas dalam katagori cukup sebanyak 12 responden (43,3%), baik sebanyak 6 responden (17,1%). Dan minoritas kurang sebanyak 17 responden (48,6%). Dari hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas katagori frekuensi kunjungan ibu hamil teratur 9 responden (25,7%), katagori tidak teratur 26 responden (74,3%). Dengan demikian dapat disimpulkan mayoritas frekuensi kunjungan ibu di puskesmas taba lagan adalah tidak teratur melakukan pemeriksa kankehamilan sebanyak 26 responden (74,3%). Kesimpulan: Kesimpulan dari hasil chi-square Hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan keteraturan antenatalcare di puskesmas taba lagan, dengan derajat kepercayaan (a) 0,05 maka diperoleh hasil p-value 0,001.
PERBEDAAN PENURUNAN PEMBENGKAKAN PAYUDARA SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN KOMPRES DAUN SIRIH HIJAU PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUNAS HARAPAN KABUPATEN REJANG LEBONG
NURUL MAULANI;
LETY ARLENTI;
RISMAYANI RISMAYANI;
KARMILA KARMILA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10654
Pendahuluan: Penyebab hambatan dalam pemberian ASI eksklusif adalah pembengkakkan payudara ibu pasca salin. Pemberian ASI Ekslusif di Kabupaten Rejang Lebong mengalami menurunan dari tahun 2023 hingga 2025. Pada tahun 2023 dengan persentase (23,9%), tahun 2024 mengalami penurunan (22,9%). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang mengalami pembengkakan payudara di wilayah kerja Puskesmas Tunas Harapan Kabupaten Rejang Lebong, dengan sampel 27 orang ibu nifas yang diambil dengan menggunakan total sampling. Pengukuran pembengkakkan payudara dengan menggunakan skala Six Point Self Rate Engorgemen Scala (SPES) Hasil dan Pembahasan: Analisis data dilakukan uji normalitas dengan shapiro-wilk, selanjutnya karena data tidak berdistribusi normal menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil (p-value) 0,000 (p<0,05) yang menunjukan terdapat Perbedaan penurunan pembengkakan payudara sebelum dan sesudah dilakukan kompres daun sirih hijau pada ibu nifas. Kesimpulan: Diharapkan bidan dapat meningkatkan kualitas promosi kesehatan yang dapat diberikan kepada ibu nifas untuk mempersiapkan kelancaran pengeluaran ASI seperti melakukan pemberian kompres daun sirih hijau.