Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
452 Documents
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN MINUM OBAT DAN EFIKASI DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA PTB DI SAMARINDA
ERNI WINGKI SUSANTI;
SHERLY YUNITA;
NIDA AMALIA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10026
Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) adalah masalah kesehatan global yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Keberhasilan pengobatan ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam meminum obat dan efikasi diri pasien dalam menghadapi proses pengobatan. Kedua faktor ini sangat penting untuk mencapai kualitas hidup yang optimal bagi pasien PTB. Metode: Studi ini menggunakan metodologi kuantitatif dan desain cross-sectional dengan total sampling berjumlah 32 responden. Instrumen yang digunakan yaitu General Self-Efficacy Scale (GSES) digunakan untuk mengukur efikasi diri, Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) digunakan untuk mengukur kepatuhan pengobatan dan St. George's Respiratory Questionnaire (SGRQ) digunakan untuk mengukur kualitas hidup. Uji statistik yang digunakan adalah uji fisher’s exact dengan tingkat signifikansi 0.05. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi kepatuhan minum obat pasien PTB sebesar 78,1% berada pada kategori kepatuhan rendah. Efikasi diri sebesar 68,8% dengan kategori efikasi diri tinggi dan 75% kualitas hidup pasien PTB dengan kategori kualitas hidup baik. Hasil uji fisher's exact menunjukkan bahwa nilai p untuk variabel kepatuhan minum obat adalah sebesar 0,646 (p-value >0,05) dan nilai p untuk variable efikasi diri adalah 0,681 (p-value >0,05) dengan kualitas hidup pada penderita PTB. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien PTB di Puskesmas Sempaja Kota Samarinda. Kedua faktor tersebut perlu sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup pasien PTB, khususnya melalui penguatan peran PMO dan edukasi pasien.
STUDI EKSPLORATIF PEMANFAATAN BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM IMUNISASI DI PUSKESMAS CEMPEDAK KECAMATAN TANAH JAMBO AYE KABUPATEN ACEH UTARA
FAUZAN RIANDA;
SURNA LASTRI;
HANIFAH HASNUR
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10027
Pendahuluan: Program imunisasi adalah salah satu upaya krusial dalam pencegahan penyakit menular dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, data di Puskesmas Cempedak menunjukkan bahwa meskipun dukungan dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) cukup signifikan, dengan total dana sekitar Rp 120 juta per tahun, partisipasi masyarakat dalam program ini masih rendah. Salah satu permasalahan utama adalah kurangnya kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap manfaat imunisasi, yang mengakibatkan sejumlah ibu balita enggan membawa anaknya untuk mendapatkan vaksinasi. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi Pelaksanaan Program Imunisasi dengan pemanfaatan dana BOK di Puskesmas Cempedak Kabupaten Aceh Utara Tahun 2024. Metode: Penelitian ini bersifat kualitatif yang dilaksanakan pada tanggal 20-28 Juni tahun 2024 dengan jumlah informan 7 orang. Data utama penelitian ini adalah data primer dilengkapi dengan data sekunder. Data sekunder di ambil dari Puskesmas Cempedak. Data primer didapatkan dengan melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview) dengan Kepala Puskesmas, Kepala Bidang Imunisasi Puskesmas Cempedak dan Kader Posyandu, dianalisis menggunakan metode eksploratif dengan 3 aspek yaitu input, proses dan output. Hasil Dan Pembahasan: Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat Kebijakan khusus dalam Pelaksanaan Program Imunisasi, pendanaan kegiatan Pelaksanaan Program Imunisasi berasal dari dana BOK sekitar 10 juta perbulan, sarana & prasarana yang terdapat sudah baik dan mumpuni, namun perlu di tingkatkan lagi untuk fungsi dan kegunaannya. Kesimpulan: Pelaksanaan Program Imunisasi sudah berjalan dengan baik, tetapi belum maksimal dikarenakan masih banyak masyarakat yang tidak bersedia untuk membiarkan anaknya di Imunisasi dengan berbagai macam alasan seperti terpengaruhi isu imunisasi haram dan merasa imunisasi tidak penting. Saran pada penelitian ini kepada pihak Puskesmas Cempedak agar dapat meningkatkan frekuensi dan intensitas penyuluhan mengenai manfaat dan pentingnya imunisasi, khususnya di posyandu dan melalui media lokal. Gunakan metode komunikasi yang lebih menarik dan mudah dipahami, seperti video pendek, brosur, dan diskusi langsung dengan masyarakat.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PENDERITA DIABETES MELITUS TERHADAP PENGOBATAN DI UPT PUSKESMAS ROWOREJO
DWI YULIA MARITASARI;
BELLA SUSMITA;
MIEKO JONATHAN SAPUTRA;
IWAN SATRIAWAN;
M ELDI SYAHFERY;
SYUHADA RAUDHOHNI;
ALDESTIA KHOIRUL ANISA;
YOSA RIMA NOVALISA;
MAYA AULIA PUTRI;
REGGINA SEVILLA;
FEBRIA LISTINA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10028
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan tinggi dari penderitanya. Namun, masih banyak pasien diabetes melitus yang belum patuh menjalani pengobatan secara teratur, sehingga meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan neuropati. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepatuhan pengobatan adalah tingkat pengetahuan dan sikap penderita terhadap penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap penderita diabetes melitus terhadap kepatuhan dalam menjalani pengobatan di UPT Puskesmas Roworejo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes melitus yang aktif menjalani pengobatan di UPT Puskesmas Roworejo sebanyak 43 orang dan diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang terdiri dari tiga bagian yaitu tingkat pengetahuan, sikap, dan kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian dilaksanakan di Desa Lumbirejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran pada bulan Mei hingga Juli 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur, dan data dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat dengan teknik statistik Spearman Rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang baik, serta tingkat kepatuhan pengobatan yang baik juga. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,001) dan sikap (p = 0,004) dengan kepatuhan pengobatan penderita diabetes melitus. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan secara berkala guna memperbaiki pengetahuan dan membentuk sikap positif pasien terhadap pengobatan agar mendorong kepatuhan yang lebih baik.
ANALISIS MANAJEMEN DAN PERILAKU MEROKOK ELEKTRIK PADA ANGGOTA ORGANISASI BOOST VAPING DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH
KARMILA KARMILA;
FAUZI ALI AMIN;
DEDDY ANDRIA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10030
Pendahuluan: Rokok elektrik merupakan suatu alat yang diciptakan untuk mengubah nikotin menjadi asap berbeda dari rokok biasa. World Health Organization (WHO) mengistilahkan rokok elektrik sebagai Electronic Nicotine Delivery System (ENDS). Perilaku merokok elektrik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah pengetahuan sikap, peran teman sebaya dan gaya hidup. Tujuan penelitian untuk menganalisis perilaku merokok elektrik pada anggota komunitas vapor di wilayah Kota Banda Aceh Tahun 2023. Metode: Penelitian ini bersifat kualitatif yang dilaksanakan pada 20 - 25 Juni tahun 2023 dengan jumlah 16 informan dalam penelitian ini yaitu empat pengurus masing-masing 1 o ketua dan 1 sekretaris, selanjutnya 2 orang koordinator dan 12 orang lagi terdiri dari 2 kelompok,1 kelompok berkerja dan 1 kelompok tidak bekerja masing- masing terdiri dari 6 orang dalam satu kelompok. Data utama penelitian ini adalah data primer. Data primer didapatkan dengan melakukan Indepth Interview (wawancara mendalam) pada anggota komunitas vapor di wilayah Kota Banda Aceh. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas mayoritas pengguna rokok elektrik mengatakan bahwa rokok elektrik lebih aman digunakan daripada rokok tembakau sehingga lebih memilih menggunakan rokok elektrik dan perilaku perokok elektrik yaitu menggunakan rokok elektrik hanya disaat berkumpul dengan teman satu komunitas saja atau disaat ingin menenangkan diri. Hal lain yang ditemukan oleh peneliti adalah pengetahuan tentang bahaya yang terkandung dalam rokok elektrik tersebut masih kurang, sikap pengguna rokok elektrik yang tidak sepenuhnya baik, peran teman dalam pergaulan sehari-hari dan kemauan untuk mengikuti perkambangan zaman. Kesimpulan : Diharapkan Kepada para anggota komunitas pengguna vapor diwilayah Kota Banda Aceh agar dapat mengkondisikan diri untuk tidak sembarangan merokok di tempat-tempat umum. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh bagian promosi kesehatan agar melakukan penyuluhan secara berkesinambungan tentang bahaya daripada kandungan rokok elektrik.
PENGARUH SELF TALK DAN TERAPI AFIRMASI POSITIF TERHADAP QUALITY OF LIFE PASIEN HARGA DIRI RENDAH DI RSKJ SOEPRAPTO PROPINSI BENGKULU
LOZA NANDELA;
AGUNG RIYADI;
SARIMAN PARDOSI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10031
Pendahuluan: Harga diri rendah merupakan kondisi psikologis yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup pasien gangguan jiwa. Self talk dan terapi afirmasi positif adalah dua pendekatan non-farmakologis yang berpotensi meningkatkan persepsi diri pasien secara positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi self talk dan afirmasi positif terhadap kualitas hidup pasien dengan harga diri rendah di RSKJ Soeprapto Propiinsi Bengkulu. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test post-test. Sebanyak 34 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 3 hari dengan frekuensi 2 kali sehari masing-masing selama 30 menit. Instrumen penelitian berupa kuesioner WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : Rata-rata skor kualitas hidup meningkat dari 60,21 menjadi 65,38 setelah intervensi. Uji statistik Wilcoxon menghasilkan p-value : 0,0001 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terapi self talk dan afirmasi positif terhadap peningkatan kualitas hidup pasien harga diri rendah. Kesimpulan : Terapi self talk dan afirmasi positif terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dengan harga diri rendah. Terapi ini dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis dalam rehabilitasi psikososial di rumah sakit jiwa.
DETERMINAN PERILAKU WANITA USIA SUBUR DALAM UPAYA DETEKSI DINI IVA TEST DI PUSKESMAS MPUNDA KOTA BIMA
MUTMAINNI MUTMAINNI;
SOLIKHAH SOLIKHAH;
TRI WAHYUNI SUKESI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10034
Pendahuluan: Penelitian ini untuk menganalisis determinan perilaku wanita usia subur dalam upaya deteksi dini IVA Test di Puskesmas Mpunda Kota Bima. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bima cakupan deteksi dini kanker leher rahim di Kota Bima termasuk daerah yang memiliki cakupan rendah dalam deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA. Berdasarkan analisis masalah maka rumusan masalah yang didapat yakni, dianalisis deterninan perilaku wanita usia subur dalam deteksi IVA test di Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda Kota Bima Tahun 2024. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 240 wanita usia subur usia 30 tahun- 50 tahun, dengan sampel sebanyak 79 responden. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pendidikan, pengetahuan, peran suami, peran tenaga kesehatan dan peran kader dengan perilaku WUS dalam deteksi dini IVA test nilai p value <0,05. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan motivasi dan sosial budaya dengan perilaku WUS dalam deteksi dini IVA test. Berdasarkan hasil uji regresi logistik bahwa tingkat pendidikan menjadi variabel yang dominan berhubungan dengan dengan perilaku WUS dalam melakukan IVA test di Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda Tahun 2024. Kesimpulan: Berdasarkan hasil disimpulkan bahwa variabel yang dominan berhubungan dengan perilaku WUS dalam melakukan IVA test di Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda Tahun 2024 adalah pendidikan. Bagi Puskesmas Mpunda disarankan untuk mewajibkan setiap WUS yang ingin ber KB untuk juga melakukan deteksi dini IVA test, dengan demikian cakupan deteksi dini akan meningkat bersamaan dengan program lainnya. Bagi tenaga kesehatan untuk lebih meningatkan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat deteksi dini kanker leher rahim dengan IVA test. Sosialisai paling efektif melalui dokter yang memeriksa pasien, dengan demikian informasi yang didapatkan lebih akurat dan pasien dapat berkonsultasi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SISWA MIN 5 HALUT DESA SUPU KECAMATAN LOLODA TIMUR KABUPATEN HALMAHERA UTARA
RAHMAT YORANDA SAPUTRA;
YUSUP SAKTIAWAN;
SEPTIA DWI CAHYANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10049
PHBS di sekolah merupakan kumpulan perilaku peserta didik, guru dan seluruh warga sekolah dalam mencegah penyakit dan berperan aktif menjaga lingkungan sehat dengan tujuan mewujudkan sekolah bersih dan sehat. Data profil Puskesmas Supu tahun 2023 menunjukkan persentase anak usia 5-19 tahun yang menderita diare sebanyak 22 kasus (30,1%), dan penyakit kulit sebanyak 20 kasus (37%). Hal ini menunjukkan tingginya angka kasus akibat pengaruh faktor lingkungan terhadap anak di Desa Supu. Berdasarkan observasi awal di SD MIN 5 Halut menunjukkan penerapan PHBS pada anak belum terlaksana dengan baik, masih ada peserta didik yang tidak menerapkan CTPS dan tidak membuang sampah pada tempatnya terbukti dengan masih adanya sampah yang berserakan di lingkungan sekolah. Menerapkan perilaku PHBS disekolah dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit akibat faktor lingkungan dengan membiasakan hidup bersih dan sehat sejak dini. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik. Dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Analisa hasil penelitian ini menggunakan uji Spearman-rank. Hasil dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa MIN 5 Halut Desa Supu dengan nilai signifikansi atau p value = 0,288 (>0,05) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa MIN 5 Halut Desa Supu dengan nilai signifikansi atau p value = 0,253 (>0,05).
KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 GERIATRI DI POLIKLINIK GERIATRI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ANUTAPURA PALU
RIRIEN HARDANI;
KHILDAH KHAERATI;
ANDI BUNGA SINGKARRU;
NURUL AMBIATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10051
Pendahuluan: Prevalensi diabetes melitus (DM) di Indonesia menunjukkan trend yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Laporan Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi DM cenderung semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia dan mencapai puncaknya pada kelompok usia 55 – 74 tahun. Pada pasien geriatri, DM berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas hidup pasien DM geriatri yang melakukan pengobatan rawat jalan di poliklinik geriatri RSUD Anutapura Kota Palu, serta hubungannya dengan faktor demografis pasien (jenis kelamin, IMT, pekerjaan dan tingkat pendidikan). Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain observasional prospektif di mana sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik demografis, jenis pengobatan, manifestasi klinis serta persepsi kualitas hidup pasien melalui kuesioner SF-36. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dan uji korelasi Perason Hasil dan Pembahasan: Kualitas hidup pasien relatif baik pada domain keterbatasan emosional, kesehatan mental, fungsi sosial dan nyeri tubuh, tetapi buruk pada domain fungsi fisik, keterbatasan fisik, vitalitas dan kesehatan umum. Tidak terdapat korelasi bermakna antara kualitas hidup dengan faktor demografis pasien (p > 0,05). Kesimpulan: Kualitas hidup pasien DM geriatri cenderung rendah pada aspek fisik namun masih menunjukkan hasil yang baik pada aspek mental dan emosional. Faktor demografis tidak berkontribusi signfikan sehingga faktor lain yang bersifat klinis, psikososial dan sprilitual perlu dipertimbangkan dalam penelitan maupun intervensi selanjutnya memahami faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien DM geriatri secara lebih holistik.
ANALISIS PEMANTAUAN PARAMETER FISIK AIR DARI SARANA AIR (SUMUR GALI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BERINGIN RAYA KOTA BENGKULU
ROIDA MARGARETHA MANALU;
HAIDINA ALI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10052
Latar belakang: Air merupakan kebutuhan mendasar dalam kehidupan manusia, namun tidak semua sumber air layak untuk dikonsumsi atau digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan Penelitian untuk mengetahui analisis parameter fisik air dari saran air (sumur gali) Di Wilayah Kerja Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu.Metode Penelitian: Penelitian menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan atau mendeskripsikan fenomena, karakteristik, atau keadaan suatu objek dan subjek yang diteliti. Hasil : 76 sampel air sumur gali dan mengacu pada standar Permenkes No. 2 Tahun 2023, diketahui untuk kekeruhan sekitar 52 sampel (68.42%) memenuhi syarat, sedangkan 24 sampel (31.58%) tidak memenuhi syarat. Untuk parameter warna, sebanyak 32 sampel (42.10%) memenuhi syarat, dan 44 sampel (57.89%) tidak memenuhi syarat. Pada parameter bau, terdapat 59 sampel (77.63%) memenuhi syarat, dan 17 sampel (22.37%) tidak memenuhi syarat. Untuk parameter suhu air untuk keperluan higien dan sanitasi 76 sampel masih sesuai dengan standar suhu ±3°C dari suhu udara, pada parameter total padatan terlarut (TDS), sebanyak 65 sampel (85.53%) memenuhi syarat dan 11 sampel (14.47%) tidak memenuhi syarat. Dari 76 sampel untuk tingkat risiko kontaminan 65.79% berada dalam kategori persentase sedang. Sebagian sampel tergolong dalam kategori rendah 19.74% dan tinggi 11.84%, sedangkan hanya 2 sampel (2.63%) yang menunjukkan kategori amat tinggi >75% Saran : Disarankan agar masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu lebih memperhatikan kualitas fisik air dari sumur gali yang digunakan sehari-hari, seperti kejernihan, bau, dan warna air. Masyarakat juga perlu melakukan pemeliharaan sumur secara rutin dan memastikan konstruksi sumur sesuai standar agar kualitas air tetap aman dan layak digunakan.
HUBUNGAN ANTARA SIKLUS MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 2 BONGOMEME
RONA FEBRIYONA;
ANDI NUR AINA SUDIRMAN;
NADIA AHMAD
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10057
Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri, terutama yang disebabkan oleh defisiensi zat besi. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap anemia adalah kehilangan darah selama menstruasi, terutama jika siklus menstruasi tidak teratur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 2 Bongomeme. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian dipilih dengan teknik total sampling yang melibatkan 60 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai siklus menstruasi dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat ukur digital. Hasil dan Pembahasan: Analisis statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,029 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara siklus menstruasi dengan kejadian anemia. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa siklus menstruasi yang tidak teratur berhubungan dengan kejadian anemia. Oleh karena itu, diperlukan pola makan sehat yang kaya akan zat besi untuk pencegahan anemia pada remaja putri.