cover
Contact Name
Made Aristia Prayudi
Contact Email
prayudi.acc@gmail.com
Phone
+6281217800661
Journal Mail Official
jmpp.undiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana 11, Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata
ISSN : 26549719     EISSN : 27147835     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jmpp.v2i2
The journal is committed to a broad range of topics including tourism and travel management, leisure and recreation studies and the emerging field of event management. It contains both theoretical and applied research papers, and encourages the submission of the results of collaborative research undertaken between academia and industry
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2022)" : 18 Documents clear
PERANAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DALAM MENINGKATKAN KINERJA COOK DI KITCHEN DEPARTMENT HOTEL HARPER PURWAKARTA BY ASTON Willma Fauzzia; Resma Rahmayani; Rina Dwi Handayani
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v5i2.46858

Abstract

Hotel Harper Purwakarta By Aston merupakan salah satu hotel di kabupaten Purwakarta, salah satu bagian Hotel Harper Purwakarta yang memiliki peran besar yaitu kitchen department. Salah satu tugas pokoknya adalah mengolah, memproses, dan memasak makanan dari  bahan makanan mentah menjadi produk siap saji. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif, dengan mengumpulkan data-data melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Adapun maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tugas dan tanggung jawab cook di kitchen department Hotel Harper Purwakarta, peranan dan pengimplementasian SOP kitchen department Hotel Harper Purwakarta. Dari hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa tugas dan tanggung jawab seorang cook di kitchen department Hotel Harper Purwakarta sangat dibutuhkan keberadaannya, yaitu melaksanakan pengolahan makanan di kitchen hotel. Di kitchen department terdapat beberapa peraturan yang harus dilaksanakan oleh seorang cook seperti melaksanakan SOP. Ada beberapa SOP yang belum dilaksanakan oleh seorang cook, seperti tidak memakai uniform yang sesuai dengan standard grooming dan mengolah makanan tidak sesuai dengan standard recipe.
SERTIFIKASI CHSE (CLEANLINESS, HEALTH, SAFETY, & ENVIRONMENT) TERHADAP OBJEK WISATA SEBAGAI WUJUD PEMENUHAN HAK WISATAWAN Viona Amelia; Danang Prasetyo
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v5i2.49461

Abstract

Hak wisatawan merupakan sebuah nilai mutlak yang harus dipenuhi sebagai bentuk kewajiban pengelola wisata agar kepuasan wisatawan dapat dicapai. Sebagai strategi pemenuhan hak wisatawan tersebut, maka Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencanangkan program sertifikasi CHSE (cleanliness, health, safety, environment sustainability) sebagai bentuk jaminan kesehatan, keamanan, kebersihan serta keberlanjutan lingkungan. Program tersebut didesain agar setiap lini pariwisata memenuhi standar pelayanan yang sesuai dengan kondisi persiapan normalisasi pasca pandemi Covid-19. Maka penelitian studi literatur ini dilakukan untuk memberikan ulasan tentang penelitian-penelitian yang bertema tentang penerapan program sertifikasi CHSE khususnya pada sejumlah objek daya tarik wisata di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur yang bersumber dari artikel-artikel ilmiah yang diperoleh dari mesin pencarian google dan google scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada artikel-artikel terkait disebutkan penerapan program sertifikasi CHSE telah dilaksanakan sesuai dengan standar. Adapun pemenuhan aspek kesehatan, kebersihan dan keamanan lingkungan cukup mempengaruhi kepuasan wisatawan selama melakukan kegiatan wisata, namun penerapan program CHSE ini, bukanlah strategi pamungkas untuk mengembalikan kepercayaan dan meningkatkan kepuasan wisatawan. Perlu sinergi dari berbagai sisi, yakni standar protokol kesehatan, pelayanan yang prima, serta daya tarik dan fasilitas wisata yang memadai.
A Implementasi Strategi Bertahan dan Berkembang Wisata Kuliner Di Era New Normal: - Putu Eka Wirawan; I Made Sudjana; A.A Ayu Arun Suwi Arianty; I Gusti Ayu Melistyari Dewi
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v5i2.49652

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak pada pengelolaan industri pariwisata di Bali yang juga berdampak luas bagi kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi bertahan dan mengembangkan wisata kuliner di era New Normal di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Analisis data yang digunakan adalah analisis model miles dan Huberman, dan penarikan kesimpulan yang akan disajikan secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi survival dan development dapat dicapai melalui upaya: Pertama, sosialisasi program standardisasi protokol kesehatan. Kedua, pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kelembagaan. Ketiga, adalah pembuatan buku panduan wisata kuliner yang lengkap dan menarik. Keempat adalah media sosial sebagai bagian dari media promosi seperti Instagram, Facebook, dan media sosial lainnya. Kelima, pelayanan ekstra bagi wisatawan yang akan berkunjung dengan menyuguhkan wisata kuliner dengan cita rasa yang tidak pernah berubah.
Strategi Pemasaran Konsep Satu Pintu Kopi Bowongso sebagai Daya Tarik Wisata Kuliner Kota Wonosobo Damiasih Damiasih; Dewi Kurniawati
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v5i2.49660

Abstract

Kabupaten Wonosobo adalah kabupaten yang terkenal akan wisatanya, yaitu pariwisata alam dan  wisata kulinernya. Salah satu wisata kuliner minuman saat ini yang sedang terkenal yaitu Kopi Bowongso. Minuman kopi memang saat ini sedang terkenal di kalangan tua maupun muda. Kopi Bowongso tumbuh dan dikelola di Desa Bowongso oleh Bina Sejahtera. Kopi ini mulai diperkenalkan sejak tahun 2013. Kopi Bowongso memiliki cita rasa yang unik dan aftertaste caramel yang menjadikannya sebagai kopi terenak di tingkat nasional. Strategi pemasaran “Satu Pintu” mampu mengangkat nama desa dan membuat kopi ini terkenal. Saat ini konsumen Kopi Bowongso tidak hanya warga lokal, akan tetapi juga mancanegara. Selain menjual kopi, Bina Sejahtera juga menjual agrowisata kepada para tamunya. Wisata sekaligus belajar mengenai pembudidayaan kopi. Akan tetapi, masih terdapat beberapa faktor yang kurang mendukung Kopi Bowongso. faktor-faktor tersebut berupa aksesibilitas, sarana prasarana, dan keamanan, dan teknologi yang masih kurang. Di balik itu semua, meminum kopi merupakan sebuah tradisi dari desa. Sehingga harus selalu dilestarikan. Kopi Bowongso harus didukung untuk menjadi produk unggulan dan daya tarik wisata kuliner dari Wonosobo.
Peran Koko Cici Jakarta Dalam Promosi Destinasi Budaya Tionghoa Studi Kasus Petak 9 Jakarta : Peran Koko Cici Jakarta Dalam Promosi Destinasi Budaya Tionghoa Studi Kasus Petak 9 Jakarta Hari Iskandar
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v5i2.50015

Abstract

Indonesia kaya akan berbagai macam adat istiadat, budaya dan suku. Keanekaragaman ini membuat Indonesia menjadi kaya di mata dunia. Salah satu budaya yang kental dengan negara Indonesia adalah budaya tionghoa yang sudah menjadi satu keluarga dari budaya Indonesia sendiri. Kota Jakarta sebagai ibukota Negara Indonesia merupakan destinasi tujuan wisata dimana didalam nya terdapat Petak 9 yang menjadi salah satu destinasi Budaya Tionghoa. Di Kota Jakarta, terdapat Duta Ambasador Budaya Tionghoa Yaitu Koko Cici Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana melakukan wawancara langsung dengan narasumber dari tahun 2018, 2019, dan 2021. Hasil yang didapat adalah Peran keterlibatan Koko Cici Jakarta pada pengembangan serta pelestarian pariwisata dan kebudayaan karena mereka merupakan ujung tombak cerminan muda-mudi yang berkepribadian baik untuk menjadi contoh bagi masyarakat. Peran berikutnya adalah sumber informasi kepada wisatawan yang dating ke destinasi tersebut untuk alat bantu promosi. Harapannya Duta Wisata Koko Cici Jakarta mampu bersinergi dengan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta adalah strategi yang digunakan mengembangkan bidang kepariwisataan dengan ikut melibatkan duta wisata Koko Cici sebagai pemuda pemudi daerah yang memiliki ketertarikan terhadap bidang pariwisata tidak hanya untuk mengembangkan namun juga melestarikan dan mempromosikan pariwisata dan kebudayaan Tionghoa khususnya kawasan Pecinan petak sembilan.
Pengaruh Jenis Kelamin dan Usia Terhadap Kecenderungan Berwisata Selama Pandemi COVID-19 Rini Hudiono
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v5i2.50060

Abstract

Munculnya pandemi Covid-19 di Indonesia sejak Maret 2020 membawa dampak yang sangat signifikan bagi seluruh sektor kehidupan. Salah satunya sektor pariwisata yang terkena dampak cukup besar, dimana seluruh kegiatan industri pariwisata harus dihentikan. Beberapa studi kasus menyatakan bahwa beberapa masyarakat yang berusia dibawah 25 tahun dan perempuan cenderung senang melakukan kegiatan wisata, akan tetapi hal tersebut terkendala dengan penyebaran Covid-19 yang terus memakan korban. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis kelamin dan usia terhadap kecenderungan berwisata selama masa pandemi COVID-19. Teknik pengambilan sampel adalah random probability sampling menggunakan analisis regresi linier berganda. Sedangkan variabel bebas atau variabel independen ada dua variabel yaitu Jenis Kelamin (X1) dan (X2) adalah usia dan Kecenderungan Berwisata (Y).  Hasil penelitian diperoleh Usia dan Jenis Kelamin berpengaruh secara signifikan secara positif terhadap kecenderungan berwisata selama masa pandemi COVID-19. Semakin tua usia orang tersebut maka semakin cenderung orang tersebut dalam melakukan kunjungan wisata dan sebaliknya. Sementara itu, Nilai positif pada jenis kelamin menunjukan adanya perbedaan jumlah responden yang cenderung melakukan kunjungan wisata dimana jumlah pengunjung perempuan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pengunjung oleh laki-laki selama masa pandemi COVID-19.
Penerapan CHSE Dalam Peningkatan Citra Daya Tarik Wisata Selama Pandemi Covid-19 Di Daya Tarik Wisata Taman Tirta Gangga Desa Adat Ababi Ni Putu Sinta Sandyarini; Gde Indra Bhaskara
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v5i2.50213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi CHSE sesuai standar SOP CHSE dan upaya peningkatan citra daya tarik wisata di Taman Tirta Gangga. Jenis data yang digunakan yaitu kualitatif yang bersumber dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengumpulan informan menggunakan purposive sampling dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukka bahwa penerapan CHSE di Taman Tirta Gangga sesuai pedoman CHSE bagi daya tarik wisata. Upaya peningkatan produk wisata dan pelayanan melakukan kampanye iklan, promosi berkelanjutan, media sosial, kualitas produk dan pelayanan, bekerjasama dengan influencer, mengadakan festival, menaikkan mutu dan berkembang.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Loyalitas Karyawan Front Office Grand Hyatt Jakarta Andari Tirtadidjaja; Rendy Sarudin
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v5i2.50839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh: (1) Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhdap loyalitas karyawan (2) Loyalitas Karyawan Grand Hyatt Jakarta.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif . Objek penelitian ini adalah Gaya Kepemimpinan dari pada Front Office Leader serta Budaya Organisasi Grand Hyatt Jakarta, sedangkan subjek penelitian adalah Karyawan Front Office Grand Hyatt Jakarta, dengan tujuan untuk mengetahui bentuk dari loyalitas terhadap perusahaan dengan mengambil sample jenuh, dengan menyebarkan kuesioner keseluruh karyawan Front Office. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Adanya dari korelasi dari Gaya Kepemimpinan serta Budaya Organisasi serta memiliki hubungan terhadap loyalitas karyawan sebesar 0,849; menunjukan bahwa hubungan yang dimiliki  oleh Gaya Kepemimpinan serta Budaya Organisasi terhadap loyalitas karyawan dapat dikategorikan dalam tingkat hubungan yang kuat dan memiliki hubungan yang nyata atau signifikan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variabel bebas berpengaruh sebesar 70% dan 30% lainnya dipengaruhi oleh variabel-variabel yang tidak dibahas oleh penulis. Regresi linear  berganda dari Gaya Kepemimpian dan Budaya Organisasi terhadap Loyalitas Karyawan adalah: Y = 2.699 + 0.057 +1.277 . Dari persamaan di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai regresi berganda dari Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Loyalitas Karyawan sebesar 1.277; dapat diartikan bahwa setiap penilaian dari responden terhadap variable loyalitas karyawan meningkatkan rasa kesetiaan terhadap hotel.

Page 2 of 2 | Total Record : 18