cover
Contact Name
Muhammad Nuh Rasyid
Contact Email
muhammadnurasyid@iainlangsa.ac.id
Phone
+6285372689775
Journal Mail Official
al_ikhtibar@iainlangsa.ac.id
Editorial Address
https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/ikhtibar/about/editorialTeam
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Al-Ikhtibar : Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 2406808X     EISSN : 25500686     DOI : https://doi.org/10.32505/ikhtibar
Jurnal ini adalah jurnal Jurusan Pendidikan Agama Islam yang merupakan ekspektasi dari artikel yang konsen pada problematika dan fenomena dunia pendidikan islam, keagamaan dan kebudayan. Artikel ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, atau kajian teoritis yang berkaitan dengan isu-isu pendidikan islam yang berkembang saat ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 285 Documents
Efektivitas Asesmen Digital dan Konvensional dalam Mengukur Kemampuan Pemecahan Masalah Sains: Systematic Literature Review Ria Rahayu; Hilda Mazlina; Naiva Azzahira
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 01 (2026): Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sains merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang efektivitas pengukurannya sangat dipengaruhi oleh pendekatan asesmen yang digunakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif efektivitas asesmen digital dan konvensional dalam mengukur kemampuan pemecahan masalah sains serta mengidentifikasi kelebihan dan keterbatasannya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review mengikuti pedoman PRISMA 2020 terhadap artikel lima tahun terakhir yang diperoleh dari berbagai basis data jurnal bereputasi dan nasional. Dari 27 artikel yang teridentifikasi, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen digital lebih efektif dalam mengungkap proses berpikir, strategi, dan refleksi peserta didik, sedangkan asesmen konvensional lebih konsisten dalam mengukur hasil kuantitatif dengan tingkat validitas dan reliabilitas yang stabil. Kesimpulannya, tidak terdapat satu pendekatan asesmen yang mutlak unggul; efektivitas pengukuran optimal dapat dicapai melalui pemanfaatan asesmen digital dan konvensional secara komplementer sesuai dengan tujuan dan konteks pembelajaran sains.
Analisis Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Ahklak Mulia Siswa Sekolah Dasar Syamsiah Z Syamsiah Z; Tasya Febriyanti Tasya Febriyanti; Fitri Indriani Fitri Indriani; Muhibuddin Muhibuddin, M.Pd
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 01 (2026): Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, anak usia sekolah dasar mengalami ketergantungan dalam penggunaan gadget yang dapat mempengaruhi pembentukkan akhlak mulia siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gadget terhadap akhlak mulia siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain deskriptif eksplanatori yang berorientasi kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SD IT Al-Marhamah Langsa dengan melibatkan sepuluh siswa kelas III dan satu guru kelas sebagai informan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur, dan angket sederhana sebagai data pendukung. Data kualitatif dianalisis menggunakan model analisis interaktif, sedangkan data kuantitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menggunakan gadget dengan durasi yang relatif sedang terutama pada aktivitas hiburan seperti bermain gim dan menonton video. Secara umum akhlak mulia siswa berada pada kategori cukup baik yang tercermin dalam perilaku religius, kedisiplinan, tanggung jawab dan sikap sosial. Namun pada sebagian kecil siswa ditemukan kecenderungan fokus belajar dan kedisiplinan menurun terutama pada siswa dengan durasi penggunaan gadget yang lebih tinggi dan minim pendampingan. Temuan ini menegaskan bahwa dampak penggunaan gadget terhadap akhlak mulia siswa sekolah dasar bersifat kontekstual dan dipengaruhi oleh pola penggunaan serta peran pendampingan orang tua dan guru.
Korelasi Antara Pemanfaatan YouTube Dengan Motivasi Mahasiswa Dalam Menjadi Guru Praktik Pada Program Studi PAI Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo Himmatul Bariroh; Ainol; Nuramin
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 01 (2026): Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media digital menuntut mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dalam mendukung kesiapan menjadi guru praktik. Pemanfaatan YouTube sebagai media pembelajaran memiliki potensi dalam meningkatkan motivasi mahasiswa, namun penggunaannya belum optimal dan masih terbatas pada fungsi umum sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan YouTube dengan motivasi mahasiswa dalam menjadi guru praktik. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasi. Sampel penelitian berjumlah 105 mahasiswa kelas A, B, C, dan D Program Studi PAI Universitas Islam Zainul Hasan Genggong melalui teknik simple random sampling dengan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket (kuesioner), kemudian dianalisis dengan uji korelasi menggunakan rumus pearson product moment dengan bantuan microsoft excel. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pemanfaatan YouTube dengan motivasi mahasiswa dalam menjadi guru praktik dengan nilai r hitung (0,66) > r tabel (0,19) yang termasuk kategori kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan YouTube secara tepat dapat meningkatkan motivasi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi guru praktik.
Optimalisasi Pengelolaan Dana Pendidikan Di SD Negeri 5 Nisam Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Nurhafni; Yusra; Sonny Muhammad Ikhsan Mangkuwinata
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 01 (2026): Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ideally, educational fund management should be effective, transparent, accountable, and participatory. However, obstacles such as delays in the disbursement of School Operational Assistance (BOS) funds and low stakeholder participation are still frequently encountered in elementary schools. This study aims to analyze the optimization of educational fund management at SD Negeri 5 Nisam as an effort to improve learning quality. The novelty of this research lies in the analysis of optimization strategies directed at enhancing stakeholder participation, management transparency, and budget allocation based on school priority needs. Employing a mixed-methods approach, data were collected through interviews, observations, documentation, and questionnaires distributed to teachers and parents. The results indicate that educational fund management at SD Negeri 5 Nisam has been implemented fairly well through a systematic organizational structure based on the School Activity and Budget Plan (RKAS). Fund optimization has a positive impact on improving learning facilities and the quality of the teaching-learning process, although challenges remain regarding community participation and the stability of BOS fund distribution.
Disrupsi ChatGPT dan Otoritas Keilmuan Pendidikan Islam: Sebuah Analisis Epistemologis Abd Wahid; Jumriani; Irwani Lisaw
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 01 (2026): Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital disruption has affected the construction of knowledge in education, including Islamic education. Not only as a means of facilitating learning, but it can also influence the way students learn, validate, and legitimize knowledge as a stand-alone epistemic authority. The purpose of this study is epistemological, which aims to investigate the impact of the use of ChatGPT on the authority of knowledge in Islamic education with a focus on the validity of knowledge, sanad, the role of teachers, and the emergence of algorithmic epistemic authority. This study uses qualitative research methods with the design of systematic literature review (SLR), PRISMA, thematic content analysis, and hermeneutic-critical analysis based on Islamic epistemology. Data collection was conducted from primary literature related to epistemology and current scientific articles related to ChatGPT in the field of Education. According to the results of the study, ChatGPT has successfully obtained algorithmic epistemic authority, which is based on its ability to respond quickly, linguistically, and comprehensively, without being tied to ulama in the Quran, its lack of moral authority, and its failure to hold any epistemic responsibility in Islamic epistemology. Thus, ChatGPT will never be able to become a teacher as murabbi, muaddib, and the keeper of scientific isnaad. The position of ChatGPT in Islamic education should not be as Marji'iyyah (as the main reference authority), but as wasilah (with a Supporting Role). The main problem of AI in Islamic education is not only the technical problem of using technology, but also the repositioning of knowledge authority in the era of digital transformation.