cover
Contact Name
Alfridus Gado
Contact Email
alfridusg@gmail.com
Phone
+6282144658484
Journal Mail Official
alfridusg@gmail.com
Editorial Address
Jurnal TEKNOSIAR Fakultas Teknik Universitas Flores Jl. Sam Ratulangi Ende Kelurahan Paupire Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende NTT
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
TEKNOSIAR
Published by Universitas Flores
ISSN : 19075197     EISSN : 27212270     DOI : https://doi.org/10.37478/teknosiar
Core Subject : Engineering,
TEKNOSIAR: Journal of Engineering is a media publication published twice a year (in April and October) by the Faculty of Engineering, University of Flores. The aim is as a forum for scientific communication and also disseminates research results, literature studies, funds in the form of design results, study results, case studies and modeling in engineering and engineering management with the scope of: Civil Engineering (structure, transportation, development of water resources , geotechnical engineering, and construction / project management), Architecture (theory, architecture history and design; Architectural science and technology; Urban architecture and urban design; Home and residential architecture; Interior and exterior design; Flores cultural architecture).
Articles 128 Documents
Pengaruh Derajat Kejenuhan Terhadap Perilaku Tanah Lempung di Lape Kabupaten Nagekeo Agustina Ie; Veronika Miana Radja; Yohanes Laka Suku
TEKNOSIAR Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1 April 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v20i1.7875

Abstract

Tanah lempung di wilayah Lape, Kabupaten Nagekeo, memiliki karakteristik yang dipengaruhi oleh kondisi iklim tropis dengan curah hujan tinggi dan periode kemarau yang cukup panjang. Variasi kadar air menyebabkan perubahan derajat kejenuhan yang signifikan, sehingga mempengaruhi perilaku mekanik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh derajat kejenuhan terhadap kekuatan geser, kompresibilitas, dan perubahan volume tanah lempung di Lape. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan derajat kejenuhan menyebabkan peningkatan potensi penurunan tanah dan pengembangan volume. Semakin tinggi derajat kejenuhan maka koefisien konsolidasi makin berkurang, indeks kompresi akan naik, dan koefisien pengembangan akan naik Dan sebaliknya semakin rendah derajat kejenuhan maka nilai koefisien konsolidasinya kecil, indeks kompresi menurun dan koefisien pengembangan akan turun
Analisis Komprehensif Degradasi Kekuatan Rekat Pada Antarmuka Struktur Komposit Baja-Beton Dengan Variasi Sistem Konektor Geser Fransiskus Xaverius Ndale; Alfridus Gado; Ireneus Kota
TEKNOSIAR Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1 April 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v20i1.7907

Abstract

Sistem struktur komposit baja-beton sangat bergantung pada integritas antarmuka melalui alat penyambung geser (shear connector) untuk mencapai aksi monolitik yang optimal. Namun, efisiensi kinerja struktur ini sering kali terdegradasi oleh penurunan kekuatan rekat (bond strength) akibat faktor lingkungan agresif dan beban mekanis jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mekanisme degradasi dan performa sisa dari berbagai tipe konektor (seperti headed stud, PBL, kanal, dan sistem hibrida) menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Berdasarkan sintesis terhadap lebih dari 20 literatur bereputasi (rentang tahun 2010–2025), data numerik dari hasil uji push out dianalisis untuk membandingkan kapasitas sisa dan modus kegagalan spesimen. Temuan utama menunjukkan bahwa korosi mengakibatkan penurunan kapasitas geser secara linear akibat reduksi penampang efektif, di mana korosi sebesar 2% dapat mereduksi kekuatan rekat hingga 80%. Selain itu, paparan suhu di atas 500°C ditemukan merusak matriks beton hingga menurunkan kekuatan tumpuan sebesar 60%. Secara komparatif, sistem konektor hibrida (PBL + Stud) menunjukkan resiliensi tertinggi dengan kapasitas grup mencapai 1940 kN berkat kontribusi tulangan penembus. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan sistem hibrida atau beton serat pada lingkungan agresif guna menjamin keberlanjutan struktur sesuai standar SNI 1729:2020.
Analisisis Hubungan Aksesibilitas Terhadap Tingkat Perkembangan Wilayah Desa Di Kecamatan Elar Selatan Kabupaten Manggarai Timur Andreas Bobola Monda; Valentinus Tan; Anisentus Frugal Wangka
TEKNOSIAR Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1 April 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v20i1.8016

Abstract

Kondisi transportasi di wilayah ini masih terkendala oleh jalan yang rusak dan belum beraspal, terutama pada musim hujan sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aksesibilitas terhadap tingkat perkembangan wilayah desa di Kecamatan Elar Selatan. Data yang digunakan untuk mengukur aksesibilitas meliputi waktu tempuh dan kondisi perkerasan jalan, sedangkan perkembangan wilayah diukur berdasarkan ketersediaan fasilitas umum pada setiap desa. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif untuk menentukan nilai aksesibilitas dan analisis skalogram untuk menilai tingkat perkembangan wilayah. Selanjutnya dilakukan analisis korelasi Pearson menggunakan aplikasi SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,577 dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,163. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara aksesibilitas dan perkembangan wilayah tergolong sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik. Pemerintah diharapkan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan pemerataan fasilitas umum guna mendukung aksesibilitas dan pembangunan wilayah. Selain itu, potensi ekonomi lokal seperti kopi, cengkeh, dan kakao perlu dikembangkan melalui pelatihan, penguatan kelembagaan desa, dan perluasan akses pasar. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain, seperti kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, jumlah penduduk, dan aktivitas perdagangan agar hasil penelitian lebih komprehensif.
Penataan Kawasan Wisata Hutan Mangrove Dengan Pendekatan Arsitektur Vernakuler Di Nangadhero Kabupaten Nagekeo Rizal Ilyas; Dian Fitriawati Mochdar; Fabiola T. A. Kerong; Petrus Vincentius Parera
TEKNOSIAR Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1 April 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v20i1.8029

Abstract

Hutan mangrove yang terletak di kawasan Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, ini menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Namun, kurangnya penataan kawasan, keterbatasan infrastruktur, dan belum adanya identitas arsitektural yang mencerminkan budaya lokal menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang penataan kawasan wisata mangrove dengan pendekatan arsitektur vernacular, yang menyelaraskan budaya lokal, karakter lingkungan sekitar, serta prinsip keberlanjutan. Metode penelitan bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulannya melalui survei lapangan, observasi kondisi eksisting, wawancara, serta dokumentasi visual. Data tambahan diperoleh dari studi pustaka mengenai arsitektur vernakular, konsep perancangan kawasan wisata alam, dan regulasi tata ruang daerah. Analisis ini berupa, analisa topografi, analisa aksebilitas, analisa sirkulasi, analisa view, analisa matahari, analisa angin, analisa kebisingan, analisa vegetasi, analisa parkir, analisa penzoningan, analisa pola penataan massa bangunan, analisa sistem utilitas. Untuk menggali potensi dan permasalahan yang ada, mengidentifikasi ciri khas arsitektur lokal, serta menentukan kebutuhan fasilitas wisata berbasis lingkungan. Rancangan akhir berupa konsep penataan kawasan wisata mangrove yang mengutamakan penerapan prinsip arsitektur vernacular menggunakan bahan bangunan alami, bentuk bangunan yang adaptif terhadap iklim lokal, serta pelibatan masyarakat dalam proses perancangan dan pengelolaan. Diharapkan rancangan ini dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menjaga kelestarian ekosistem dan memperkuat identitas budaya lokal.  
Evaluasi Kinerja Simpang Jalan Jenderal Ahmad Yani – Jalan Kesehatan – Jalan Patirangga Kota Maumere Kabupaten Sikka Yeremias Gelu; Erik Tjandra Widjaksono Widjaksono; Anisentus Frugal Wangka
TEKNOSIAR Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1 April 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v20i1.8042

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk dan kendaraan bermotor di Kota Maumere menyebabkan peningkatan mobilitas masyarakat dan kepadatan lalu lintas, khususnya pada simpang tak bersinyal Jalan Jenderal Ahmad Yani – Jalan Kesehatan – Jalan Patirangga. Simpang ini bernilai strategis karena menghubungkan kawasan perdagangan, pendidikan, dan permukiman, namun belum dilengkapi dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) sehingga memicu kemacetan dan konflik lalu lintas pada jam sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja eksisting simpang serta menentukan kelayakan pemasangan APILL berdasarkan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan (geometrik dan volume lalu lintas) selama tiga hari pada jam sibuk pagi, siang, dan sore , sementara data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi terjadi pada jam puncak pagi sebesar 25.697 skr/jam. Nilai derajat kejenuhan simpang didapati telah melebihi batas ideal yang disyaratkan MKJI 1997, disertai dengan tundaan rata-rata yang tinggi dan tingkat pelayanan simpang yang rendah. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pemasangan APILL pada simpang Jalan Jenderal Ahmad Yani – Jalan Kesehatan – Jalan Patirangga dinilai sangat layak dan diperlukan guna mengurangi konflik pergerakan, menurunkan tundaan, serta meningkatkan keselamatan dan tingkat pelayanan Simpang.
Analisis Kinerja Waktu Dan Biaya Pada Proyek Pembangunan Gedung Labkesda Ende Menggunakan Metode Earned Value Maximus Raja; Yohanes Laka Suku; Veronika Miana Radja
TEKNOSIAR Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1 April 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v20i1.8065

Abstract

ABSTRACT The construction project of the Regional Health Laboratory Building (LABKESDA) in Ende requires effective time and cost control to ensure that project implementation runs according to the planned schedule and budget. During its implementation, discrepancies occurred between the planned schedule and the actual progress in the field, resulting in project delays. This study aims to analyze the time and cost performance of the LABKESDA Ende building construction project using the Earned Value method. The analysis was conducted through the indicators of Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), Actual Cost of Work Performed (ACWP), Cost Variance (CV), Schedule Variance (SV), Cost Performance Index (CPI), and Schedule Performance Index (SPI). The research method used was descriptive quantitative analysis using project weekly reports, time schedules, and project budget plans (RAB) as research data. The data were analyzed using the Earned Value concept to determine the efficiency level of project cost and time performance. The results showed that the BCWP value was lower than BCWS, indicating that the project experienced implementation delays. Negative SV values and SPI values below 1 indicate that the project time performance did not meet the planned schedule. Meanwhile, CPI values close to or greater than 1 indicate that project costs were still relatively efficient and under control. Project delays were influenced by several factors, including delays in material procurement, weather conditions, changes in field work, limited labor resources, and weak project control. Based on the results of the study, the Earned Value method proved capable of providing quantitative and comprehensive information regarding the actual project condition and can therefore be used as a basis for decision-making in construction project time and cost control. Keywords: project performance, time and cost control, Earned Value, BCWS, BCWP, ACWP. ABSTRAK Proyek pembangunan Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA) Ende merupakan salah satu proyek konstruksi yang memerlukan pengendalian waktu dan biaya secara efektif agar pelaksanaannya berjalan sesuai dengan rencana. Dalam pelaksanaannya, proyek mengalami ketidaksesuaian antara jadwal rencana dan realisasi pekerjaan di lapangan yang berdampak pada keterlambatan pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja waktu dan biaya pada proyek pembangunan Gedung LABKESDA Ende menggunakan metode Earned Value. Analisis dilakukan melalui indikator Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), Actual Cost of Work Performed (ACWP), Cost Variance (CV), Schedule Variance (SV), Cost Performance Index (CPI), dan Schedule Performance Index (SPI). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data berupa laporan mingguan proyek, time schedule, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Data dianalisis menggunakan konsep Earned Value untuk mengetahui tingkat efisiensi biaya dan waktu pelaksanaan proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BCWP lebih kecil dibandingkan BCWS, yang mengindikasikan bahwa proyek mengalami keterlambatan pelaksanaan. Nilai SV yang bernilai negatif dan nilai SPI yang berada di bawah 1 menunjukkan bahwa kinerja waktu proyek belum sesuai dengan jadwal rencana. Sementara itu, nilai CPI yang mendekati atau lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa penggunaan biaya proyek masih berada dalam kondisi yang relatif efisien dan terkendali. Keterlambatan proyek dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain keterlambatan pengadaan material, kondisi cuaca, perubahan pekerjaan di lapangan, keterbatasan tenaga kerja, serta lemahnya pengendalian proyek. Berdasarkan hasil penelitian, metode Earned Value terbukti mampu memberikan gambaran kondisi aktual proyek secara kuantitatif dan komprehensif sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengendalian waktu dan biaya proyek konstruksi. Kata kunci: kinerja proyek, pengendalian waktu dan biaya, Earned Value, BCWS, BCWP, ACWP.
Analisis Korelasi Nilai CBR Tanah Laboratorium Dengan Pengukuran DCP Lapangan Pada Tanah Dasar (Subgrade) (Studi Kasus Kawasan BSB Kota Semarang) Muhammad Hasby S. S; Darrel Izdihar Shada Danendra; H. Pratikso; Lisa Fitriyana
TEKNOSIAR Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1 April 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v20i1.8075

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nilai California Bearing Ratio (CBR) laboratorium dan hasil pengujian lapangan menggunakan metode Dynamic Cone Penetrometer (DCP) pada tanah dasar di wilayah Kota Semarang, BSB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi dan regresi linier untuk menentukan tingkat hubungan antara kedua parameter tersebut. Data penelitian diperoleh dari pengujian CBR laboratorium dan pengujian DCP lapangan yang dilakukan di beberapa titik pengujian tanah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CBR laboratorium dan hasil pengujian DCP lapangan memiliki korelasi yang cukup kuat. Daya dukung tanah dipengaruhi oleh kadar air, kepadatan tanah, dan kondisi lapangan aktual selama pengujian. Analisis regresi menunjukkan bahwa metode DCP dapat digunakan sebagai pendekatan untuk memperkirakan nilai CBR lapangan secara cepat dan praktis. Penggunaan metode DCP dianggap lebih efisien untuk mengevaluasi kondisi tanah dasar karena relatif sederhana dan dapat langsung diterapkan di lapangan. Berdasarkan temuan penelitian, metode DCP dapat digunakan sebagai metode pengujian cepat alternatif untuk mengevaluasi daya dukung tanah dasar pada proyek konstruksi jalan dengan tetap mempertimbangkan kondisi tanah setempat.
Perancangan Alat Pengukur Arus Air Pada Saluran Terbuka Berbasis Sensor YF-S201 Dan Arduino Mega 2560 Zakarias Bala Beda; Fathur Rohman; Siegfried Syafier
TEKNOSIAR Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1 April 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v20i1.8379

Abstract

Pengukuran kecepatan arus air pada saluran terbuka merupakan salah satu parameter penting dalam analisis hidraulika, khususnya untuk perhitungan debit, perencanaan jaringan irigasi, dan evaluasi kinerja saluran air. Namun, metode pengukuran konvensional yang umum digunakan di lapangan masih memiliki keterbatasan dari segi akurasi, kepraktisan, serta biaya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji alat pengukur kecepatan arus air pada saluran terbuka yang sederhana, ekonomis, dan mudah digunakan di lapangan. Alat yang dirancang menggunakan sensor aliran air YF-S201 berbasis mekanisme baling-baling sebagai pendeteksi kecepatan aliran. Data dari sensor diproses menggunakan mikrokontroler Arduino Mega 2560 yang ditampilkan secara langsung melalui seven segment display. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Hidraulika Universitas Langlangbuana dengan pengujian pada beberapa kondisi aliran, yaitu pada permukaan, tengah dan dasar aliran. Hasil penelitian menunjukkan alat yang dirancang mampu mengukur dan menampilkan kecepatan arus air secara real-time dengan tingkat keandalan yang cukup baik. Perbedaan hasil pengukuran antara alat dan metode manual masih berada dalam batas toleransi yang dapat diterima. Alat ini dinilai layak digunakan sebagai alternatif alat ukur kecepatan arus air pada saluran terbuka, khususnya untuk saluran irigasi skala kecil hingga menengah dengan keterbatasan biaya dan peralatan.

Page 13 of 13 | Total Record : 128