cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2012): dwijenAGRO" : 7 Documents clear
STRUKTUR PASAR DAN KERAGAAN TATANIAGA JERUK SIAM KINTAMANI Widyantara, Wayan; Rustini, Made
dwijenAGRO Vol 3 No 1 (2012): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.774 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.1.281.%p

Abstract

Konsumsi jeruk oleh penduduk Bali yang jumlahnya 3.890.575 jiwa akan memengkosumsi jeruk sebanyak 31.526 ton/th. Dengan produksi jeruk sebanyak 99.150 ton/th, maka terjadi surplus produksi jeruk. Untuk itu perlu dicarikan solusi agar harga tidak jatuh pada musim panen, yang dapat berakibat kepada turunya penerimaan petani jeruk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur pasar dan keragaan pasar jeruk dalam tataniaga jeruk siamkintamani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar jeruk siam kintamani bestruktur monopoli, dengan derajat monopoli tertinggi terjadi pada pedagang pengumpul. Dalam keragaan pasar nampak bahwa pedagang besar/antar pulau mempunyai share keuntungan paling besar 54,47% (lebih dari 50%). Kata kunci : Struktur pasar, keragaan pasar, monopoli ,  keuntungan, jeruk siam kintamani.
KEKUATAN-KEKUATAN YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN SOSIAL DI MASYARAKAT Sumada, Made
dwijenAGRO Vol 3 No 1 (2012): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.749 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.1.282.%p

Abstract

            Pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah sering kali memberikan hasil yang kurang memuaskan karena adanya beberapa hambatan. Kondisi ini perlu diatasi dengan pendekatan-pendekatan tertentu kepada masyarakat sebagai penerima program pemerintah. Berkenaan dengan hal ini, agen-agen pembaharu harus mempertimbangkan dan mengidentifikasi factor-faktor yang memperngaruhi difusi inovasi. Terdapat tiga kekuatan besar yaitu kekuatan pendorong, kekuatan bertahan dan kekuatan pengganggu. Pendekatan alternatif yang perlu diimplementasikan adalah partisipatif dalam bentuk proses persuasi. Proses ini diarahkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pembangunan dan menumbuhkan rasa memiliki dan rasa bertanggung jawab.Kata kunci: pemberdayaan, partisipasi, difusi, and persuasi
PERILAKU PETANI TERHADAP TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN KAKAO: KASUS DI SUBAK-ABIAN ASAGAN, KECAMATAN SELEMADEG TIMUR, KABUPATEN TABANAN Goya Suwastawa, I Nyoman
dwijenAGRO Vol 3 No 1 (2012): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.06 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.1.283.%p

Abstract

Salah satu komoditas andalan pada sektor perkebunan yang memiliki nilai ekonomis adalah kakao. Kualitas kakao yang dihasilkan di Indonesia tidak kalah dengan kakao dunia yang dihasilkan di Ghana dan Pantai Gading apabila dilakukan fermentasi secara baik. Kondisi alam seperi cuaca yang tidak menentu, pengembangan kakao Indonesia termasuk di Bali masih menghadapi masalah yang kompleks seperti rendahnya produktivitas dan kualitas buah dan biji kakao yang dihasilkan oleh para petani. Sentra tanaman kakao di Bali adalah di kabupaten Tabanan termasuk di Subak-abian Asagan, Kecamatan selemadeg Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap petani dan pengetahuan mengenai teknik pemeliharaan tanaman kakao, mengetahui intensitas interaksi petani dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan menggambarkan faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam pemeliharaan tanaman kakao di Subak-abian Asagan. Sampel yang diambil adalah sebanyak 50 petani dari total populasi 79 oranng dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan adalah data primer dan sekunder dengan menggunakan teknik kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif.           Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sikap petani tergolong setuju terhadap teknik pemeliharaan kakao dengan rata-rata pencapaian skor sebesar 78,50  % dari skor maksimal. Rata-rata tingkat pengetahuan petani mengenai teknik pemeliharaan kakao adalah termasuk pada kategori tinggi, yaitu dengan rata-rata pencapaian skor sebesar 72,00 % dari skor maksimal. Rata-rata tingkat intensitas interaksi petani dengan PPL mengenai teknik pemeliharaan kakao di Subak-abian Asagan adalah tergolong tinggi, yaitu dengan rata-rata pencapaian skor sebesar 70,00 %. Beberapa faktor penghambat dalam penerapan teknik pemeliharaan tanaman kakao di Subak-abian Asagan adalah: (i) terbatasnya modal usahatani; (ii) tanaman yang relatif tua; dan (iii) serangan hama dan penyakit.Kata kunci: Kakao, sikap, pengetahuan, interaksi dna teknik pemeliharaan tanaman kakao
HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN PENGETAHUAN PETANI TERHADAP PENGENDALIAH HAMA PBK: KASUS DI SUBAK-ABIAN ASAGAN, KECAMATAN SELEMADEG TIMUR, KABUPATEN TABANAN Pushpha, Anak Agung Gde
dwijenAGRO Vol 3 No 1 (2012): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.056 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.1.284.%p

Abstract

Di Provinsi Bali, kakao merupakan salah satu komoditas utama yang diandalkan pada subsektor perkebunan. Peningkatan harga biji kakao di pasar internasional tidak sepenuhnya bisa dinikmati oleh petani kakao di Indonesia, karena petani menghadapi masalah hama penggerek buah kakao (PBK), sehingga produktivitas kebun mereka umumnya turun, selain masih rendahnya kualitas biji kakao. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap petani terhadap pengendalian hama Penggerek Buah Kakao di Subak-abian Asagan, Desa Gadungan Kecamatan Selemadeg Timur; dan hubungan antara pengetahuan dengan sikap petani mengenai pengendalian hama Penggerek Buah Kakao. Sebanyak 50 petani (dari 79 petani) diambil sebagai sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan mencakup data primer dan sekunder dengan menggunakan teknik kuesioner, wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif dan statistika (Chi Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sikap petani terhadap pengendalian hama PBK adalah  setuju dengan rata-rata pencapaian sckor 80,20  % dari skor maksimal. Rata-rata tingkat pengetahuan petani adalah tinggi, dengan rata-rata pencapaian skor sebesar 70,00 % dari skor maksimal. Terdapat hubungan yang nyata antara sikap dengan tingkat pengetahuan petani mengenai pengendalian hama PBK yang diperoleh dari hasil analisis Chi Square, dimana besarnya nilai x2 hitung adalah 8,001 dan lebih besar dari pada nilai x2 tabel (5 %) yang besarnya 3,841.Disarankan bahwa agar didorong terimplementasikannya pngendalian hama PBK di tingkat petani melalui penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, dan diperlukan adanya penelitian lebih lanjut mengenai aspek ekonomis penggunaan teknologi pengendalian hama PBK sehingga dapat ditunjukkan adanya manfaat ekonomis/tingkat keuntungan bagi petani setelah menerapkan teknologi tersebut.Kata kunci: Sikap, pengetahuan pengendalian hama penggerek buah kakao
MEMPERKUAT MODAL SOSIAL DALAM PENGELOLAAN HUTAN Susantini, Putu
dwijenAGRO Vol 3 No 1 (2012): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.162 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.1.285.%p

Abstract

Pengelolaan hutan harus diarahkan pada upaya mencegah erosi dan memlihara fungsi hutan itu sendiri. Pemerintah dan masyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar hutan memiliki tanggung jawab untuk kegiatan tersebut. Untuk mencapai tujuan pengelolaan hutan, pemerintah disarankan untuk memperkuat modal sosial masyarakat lokal. Modal sosial   akan memberikan nilai ekonomis guna memotivasi dan memfasilitasi masyarakat secara individual maupun kelompok untuk memiliki akses pada sumber daya finansial, informasi dan lain sebagainya. Kondisi ini dapat dilakukan dengan cara pendekatan partisipatif pada masyarakat local sehingga mereka mampu untuk membuat perencanaan, mengambil keputusan dan mengelola sumberdaya local melalui usaha bersama.Kata-kata kunci: Pengelolaan hutan, modal social, partisipasi dan usaha bersama
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERDASARKAN PADA KATEGORI ADOPTER Sedana, Gede
dwijenAGRO Vol 3 No 1 (2012): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.371 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.1.286.%p

Abstract

Pembagian anggota sistem sosial ke dalam kelompok-kelompok adopter didasarkan pada tingkat keinovatifannya dikenal dengan kategori adopter, yaitu innovator, early adopter, early majority, late majority, dan laggard. Dalam proses komunikasi pembangunan, golongan early majority perlu diprioritaskan di antara golongan adopter lainnya sehingga perhatian, ketersediaan biaya, tenaga dan waktu serta sumber daya lainnya dicurahkan pada golongan ini. Penerimaan adopsi oleh early majority selanjutnya akan lebih cepat diikuti oleh late majority karena perilakunya sangat dipengaruhi oleh perilaku dari golongan early majority.Diperlukan adanya pilihan saluran komunikasi yang tepat untuk meningkatkan tingkat adopsi suatu inovasi yang diseminasikan di dalam masyarakat.  Pada tahap pembentukan pengetahuan hendaknya digunakan media massa untuk menyebarluaskan informasi tentang adanya inovasi tersebut. Selanjutnya digunakan saluran komunikasi interpersonal yang bersifat persuasif dan personal pada tahap persuasi.Kata kunci: Adopter, komunikasi, pembangunan, adopsi
TEKNOLOGI PRODUKSI SAYURAN ORGANIK Situmeang, Yohanes Parlindungan; Udayana, I Gusti Bagus
dwijenAGRO Vol 3 No 1 (2012): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.323 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.1.287.%p

Abstract

Organic vegetables can be cultivated, both in the lowlands and highlands. Organic vegetables are: spinach, kale, cabbage, broccoli, green beans, carrots, potatoes, peas, peppers, tomatoes, cabbage, lettuce, scallions, and others. However, organic vegetable production can not meet people's needs in terms of quantity, quality, and continuity.Preparation of guidelines for organic vegetable production aims to provide a general guide to implement organic cultivation of vegetables in accordance with the applicable standards so that the resulting product can actually be accounted for, qualified, competitive, safe for consumption, environmentally friendly and sustainable.Application of organic farming must follow the rules completely correct according to Standard Operating Procedures (SOP) norm-based farming is good and right (Good Agriculture Practices / GAP), with several activities, namely: site selection, land conversion, manufacture of organic fertilizer, pesticide manufacture of plant, land preparation, seed preparation, seeding, planting, fertilizing, watering, thinning, crop protection and harvesting.Keywords: Technology, Production and Organic Vegetables

Page 1 of 1 | Total Record : 7