cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO" : 8 Documents clear
ANALISIS USAHATANI WORTEL (DOUCUS CAROTA) (KASUS DI DESA PANCASARI, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG) Rewa, Katrina Hada; Pushpha, Anak Agung Gde
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.148 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.344.%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui penerimaan usahatani wortel; (2) untuk mengetahui pendapatan bersih usahatani wortel; (3) Untuk mengetahui usahatani wortel menguntungkan atau tidak di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini di laksanakan di Desa Pancasari,Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali dan pemilihan lokasinya di lakukan secara sengaja (purposive) Jumlah petani sebagai sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan usahatani wortel Rp 9.500,000,00/ luas garapan yaitu 20 are atau 47.500,000,00/ ha. Rata â?? rata produksi yang di hasilkan 1.000 kg/ luas garapan atau 5.000 kg/ha. Rata â?? rata harga yang di peroleh oleh petani Rp 9.500,00 dengan kisaran antara Rp 8.000,00 sampai dengan Rp 10.000,00.berdasarkan pada analisa usahatani, rata- rata pendapatan usahatani wortel sebesar Rp 7.521,100,00/ luas garapan atau sebesar 37.190.500,00/ ha.Kata Kunci : penerimaan, pendapatan, wortel
PENGETAHUAN DAN SIKAP PETANI TERHADAP USAHATANI CABE RAWIT (KASUS DI SUBAK BUMBUNGAN, DESA BUMBUNGAN, KABUPATEN KLUNGKUNG) Dwipayana, I Kadek Krisna; Dananjaya, I Gusti Agung Nyoman
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.233 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.345.%p

Abstract

Cabe rawit merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura. Tanaman ini termasuk jenis sayuran dan buah-buahan. Cabe rawit dibudidayakan oleh banyak petani. Berdasarkan hal tersebut, diangkat judul penelitian Pengetahuan dan Sikap Petani terhadap Pertanian Cabe Rawit. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui sikap petani mengenai usahatani cabe rawit; (2) untuk mengetahui pengetahuan petani mengenai usahatani cabe rawit; (3) untuk mengetahui tingkat intensitas interaksi antara petani dengan mahasiswa PPL mengenai pengembangan usahatani cabe rawit; dan (4) untuk menggambarkan hubungan antara sikap dan pengetahuan petani dan (5) interaksinya dengan mahasiswa PPL mengenai usahatani cabe rawit di Subak Bumbungan, Desa Bumbungan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling atau secara sengaja dengan pertimbangan. Subak Bumbungan berpotensi untuk pengembangan usahatani cabe rawit dan belum pernah dilakukan penelitian tentang usahatani cabe rawit. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 86 orang, sedangkan sampel penelitian ini adalah sebanyak 50 orang, yang diambil secara simple random sampling (acak sederhana). Metode analisisnya menggunakan Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan petani anggota Subak Bumbungan Desa Bumbungan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung; mengenai pengembangan usahatani tanaman cabe rawit adalah tergolong tinggi (74,50). Rata-rata sikapnya adalah tergolong setuju (80,50)  terhadap pengembangan usahatani tanaman cabe rawit. Sedangkan rata-rata tingkat intensitas interaksi antara petani dengan mahasiswa PPL termasuk dalam kategori sedang  (70,50). Melalui analisa statistika Chi Square diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang nyata antara pengetahuan dengan sikap petani mengenai pengembangan usahatani tanaman cabe rawit. Selain   itu, terdapat juga hubungan yang nyata antara tingkat intensitas interaksi antara anggota subak dan juga antara anggota subak dengan agen/aparat penyuluh, dengan tingkat pengetahuan dan sikap petani terhadap inovasi yang diberikan dalam hal ini teknologi pengembangan tanaman cabe rawit.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Caberawit
NILAI EKONOMI DALAM USAHATANI CABE PAPRIKA MELALUI SISTEM GREEN HOUSE (KASUS DI DESA CANDIKUNING, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN, PROVINSI BALI) Sukerena, Wayan
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.243 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.346.%p

Abstract

Cabe Paprika merupakan bahan pangan yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, komoditas ini disebut penting karena sebagai bahan bumbu masak  yang sangat diperlukan  oleh  Hotel, Restoran, Rumah Makan dan bahkan setiap rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan dalam usahatani  cabe paprika melalui sistem green house; (2) Untuk mengetahui tingkat pendapatan usahatani  cabe paprika melalui sistem green house; (3) Mengetahui R/C ratio dalam usahatani  cabe paprika melalui sistem green nhouse; (4) Kendala-kendala yang dihadapi dalam usahatani  cabe paprika melalui sistem green house di  Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Penelitian ini dilakukan di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan dengan populasi 76 orang dan sampel diambil sebanyak 38 orang dengan metode sampel random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis usahatani.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan untuk usahatani  cabe paprika melalui sistem green house adalah sebesar Rp 146.039.000,00 per luas garapan, yaitu 10,03 are dalam satu musim tanam. Rata-rata produksi  cabe paprika per luas garapannya (10,03 are) adalah mencapai 16.048 kg. Rata-rata harga yang diperoleh petani  adalah sebesar Rp 30.000/kg,  Berdasarkan pada perhitungan analisa usahatani, rata-rata pendapatan petani dari usahatani cabe paprika melalui sistem green house adalah sebesar Rp  335.401.000,00 /luas garapan/musim tanam. Hasil perhitungan perbandingan antara total penerimaan  dengan total biaya yang dikeluarkan (R/C) diperoleh R/C rasio sebesar  3,30 Ini berarti bahwa setiap tambahan satu unit biaya akan memberikan tambahan penerimaan sebesar 3,30 unit penerimaan.Kata Kunci : cabe paprika, green house, nilai ekonomi.
PERANAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (PPL) DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI SISTEM GREEN HOUSE CABAI PAPRIKA (KASUS PADA PETANI DI DESA CANDIKUNING, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN) Suarsana, I Nyoman
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.4 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.347.%p

Abstract

Kabupaten Tabanan selain pusat pertanian, Tabanan juga merupakan salah satu tujuan wisata di Bali. Produktivitas yang dicapai petani masih rendah, sementara  kebutuhan cabai paprika akan terus meningkat dengan demikian besar kemungkinan prilaku pengetahuan dan sikap petani terhadap teknologi budidaya cabai paprika belum memada.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap dan pengetahuan petani dalam penerapan sistem teknologi green house cabai paprika di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Lokasi penelitan dipilih secara purposive sampling atau secara sengaja yaitu pada petani di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan . Dengan  keterbatasan waktu, dan tenaga, serta tidak semua petani  dijadikan unit penelitian, sehingga dilakukan sampling dengan teknik �simple random sampling�, jumlah petani pemilihan sampel yang diambil adalah sebanyak 50 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik kuesioner, wawancara, dan observasi.Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisi Chi Square.Hasil penelitian menunjukan Sikap petani terhadap penerapan teknologi sistem green house cabai paprika adalah setuju dengan rata- rata pencapaian skornya  adalah 68,04% Pengetahun petani terhadap penerapan teknologi sistem green house cabai paprika tergolong tinggi yaitu: dengan rata-rata pencapaian skornya  adalah 73.46%  . Tingkat interaksi antara petani dengan PPL dalam penerapan sistem teknologi green house cabai paprika di Desa Candukuning termasuk tinggi, yang mana rata-rata pencapaian skornya 70,34%. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan pengetahuan petani, dan antara intensitas interaksi dengan pengetahuan dan sikap.Dapat disarankan beberapa hal yaitu diperlukan adanya peningkatan intensitas penyuluhan mengenai teknologi sistem green house guna meningkatkan pengetahuan petani sekaligus sikap petani.Kata Kunci :sikap ,pengetahuan,interaksi,penyuluhan,green house  
STRATEGI PEMASARAN CABE PAPRIKA DI DESA CANDIKUNING, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN Febriyanto, Gede Riyan
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.363 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.348.%p

Abstract

Di Provinsi Bali juga merupakan salah satu penghasil paprika di Indonesia, meskipun lahan paprika di Bali tidak seluas lahan paprika di Jawa Barat, namun usahatani paprika di Bali dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi  pemasaran cabe paprika di Desa Candikuning. Dan mengetahui kendala-kendala pemasaran cabe paprika yang di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.Penelitian ini dilakukan di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Lokasi penelitian ini ditentukan secara purposive sampling.Jumlah populasi petani cabe paprika dalam penelitian ini sebanyak 76 orang petani,dan yang ditetapkan sebagai anggota sampel berjumlah 36 orang petani,  dengan menggunakan tehnik pengambilan data petani secara acak dan sederhana(â??Simple Random Samplingâ?).Strategi pemasaran yang digunakan oleh petani diDesa Candikuning adalah melalui â??4Pâ? yaitu : produk, harga, saluran distrubusi, dan promosi. Dari segi produk yang dihasilkan oleh petani sampel di Desa Candikuning yaitu berupa produk segar yang memiliki kualitas grade super, sedang, dan kecil, dari segi harga disesuaikan dengan kualitas cabe paprika, saluran distribusi di Desa Candikuning yaitu pedagang pengepul langsung mendatangi petani ke kebun untu memanen cabe paprika yang sudah matang dan pengepul langsung membawa peralatan pengukur berat berupa timbangan dan bahan-bahan untuk pengemasan, promosi petani sampel di Desa Candikuning masih minimnya pengetahuan sehingga belum melakukan promosi ke supermarket maupun ke hotel-hotel.Adapun kendala-kendala yang dihadapi oleh petani cabe paprika diantaranya dari tingkat harga, hama dan penyakit, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia.Kata Kunci : Paprika, Strategi, Pemasaran
SALURAN DAN MARJIN PEMASARAN KOPI (KASUS DI KELOMPOK TANI MERTA SARI, DESA PENGLUMBARAN, KABUPATEN BANGLI) Arya, I Komang; Yastini, Ni Nengah
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.573 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.349.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1) Mengetahui Saluran Pemasaran kopi di Kelompok tani Merta Sari Desa penglumbaran, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli; (2) Mengetahui Marjin Pemasaran dan bagian keuntungan serta biaya yang timbul di masing-masing Lembaga Pemasaran di Kelompok Merta Sari Penglumbaran, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Merta Sari Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.Penentuan lokasi penilitian dilakukan dengan metode â??purposive samplingâ?. Jumlah petani sampel yang diambil adalah sebanyak 25 dari 40 populasi dengan mengguanakan sample random sampling.Biaya pemasaran (Marketing Cost) adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapat pesanan pelanggan dan penyerahan produk atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen akhir.Margin pemasaran bukanlah satu indikator yang menentukan efisiensi pemasaran suatu komoditas. Salah satu indikator lain adalah dengan membandingkan harga yang dibayarkan oleh konsumen akhir atau biasa disebut dengan farmerâ??s share, dan dinyatakan dalam persentase. Farmerâ??s Share memiliki hubungan negative dengan margin pemasaran, sehingga semakin tinggi pemasaran maka bagian yang akan diperoleh petani semakin rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran di Desa Penglumbaran (1)Petaniâ??Pedagang Pengumpulâ??Pedagang Besarâ?? Konsumen (2) Petani â?? Pedagang Pengumpul â??Konsumen. Berdasarkan pengolahan data secara statistik maka didapatkan margin pemasaran melalui saluran I sebesar Rp3.700,00 saluran pemasaran II sebesar Rp4.100,00. Margin Pemasaran pada saluran II paling besar. Hal ini disebabkan oleh jenis-jenis lembaga pemasaran yang terlibat pada saluran I lebih banyak dibandingkan pada saluran II.Kata Kunci : saluran, marjin pemasaran, kopi
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP PETANI DALAM FERMENTASI BIJI KAKAO (KASUS DI SUBAK ABIAN PANGKUNG SAKTI I, DESA ANGKAH, KABUPATEN TABANAN) Monek, Wilibrordus; Sedana, Gede
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.293 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.350.%p

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekspor tinggi. Di Bali, kakao merupakan salah satu komoditas andalan yang mampu menyediakan lapangan kerja bagi petani dan keluarganya, sumber pendapatan dan menambah devisa Negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor â?? faktor yang mempengaruhi sikap petani dalam fermentasi biji kakao di Subak Abian Pangkung Sakti I dan faktor yang paling dominan yang mempengaruhi sikap petani dalam fermentasi biji kakao.Penelitian ini dilakukan di Subak Abian Pangkung Sakti I, Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan yang dipilih secara purposivesampling. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 49 orang petani, dengan menggunakan teknik sensus.Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder.Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regesi linear berganda kemudian data diolah menggunakan komputerisasi program SPSS versi 20.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi sikap petani dalam fermentasi biji kakao adalah luas lahan, lama pendidikan, tenaga kerja, dan harga jual.Namun faktor Luas lahan dan tenga kerja yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap sikap petani dalam fermentasi biji kakao.Sedangkan faktor lama pendidikan dan harga jual tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap petani dalam fermentasi biji kakao.Faktor yang paling dominan yang mempengaruhi sikap petani dalam fermentasi biji kakao adalah tenaga kerja.Kata kunci : Kakao, sikap, fermentasi, produksi, dan penyuluhan.
SIKAP DAN PENGETAHUAN PETANI TERHADAP PENGELOLAAN RUMPUT LAUT (EUCHEMA COTTONII) (KASUS DI KELOMPOK TANI GILI PASIR PUTIH DESA BATUMULAPAN, KECAMATAN NUSA PENIDA, KABUPATEN KLUNGKUNG) Sanjaya, Made Arya Wira
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.655 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.351.%p

Abstract

Pengelolaan rumput laut di Kecamatan Nusa Penida telah berkembang menjadi salah satu sentra produksi rumput laut karena didukung oleh kondisi geografis yang sesuai untuk perkebunan rumput laut.Usaha pengelolaan rumput laut yang sebagian besar masih dilakukan dalam sekala kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap, pengetahuan dan intensitas interaksi petani dengan PPL mengenai pengelolaan rumput laut di kelompok tani Gili Pasir Putih Desa Batumulapan Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dan hubungan antara ketiga variabel tersebut.Lokasi penelitian ini adalah Kelompok Tani Gili Pasir Putih Desa Batumulapan Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung yang terpilih secara purposive sampling.Semua petani anggota Kelompok Tani Sebanyak 32 orang diambil sebagai responden.Data dikumpulkan dengan menggunakan tehnik kuisioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi.Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis Chi Square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan petani mengenai pengelolaan rumput laut adalah tergolong tinggi dengan skor 74,50% dari skor maksimal. Rata-rata sikap terhadap pengelolaan rumput laut adalah setuju dengan skor 72,20% dari skor maksimal. Rata-rata tingkat intensitas interaksi antara petani anggota kelompok dengan PPL termasuk sedang dengan skor 50% dari skor maksimal.Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan pengetahuan, dan antara intensitas interaksi dengan pengetahuan dan sikap petani.Dapat disarankan beberapa hal yaitu diperlukan adanya peningkatan intensitas penyuluhan mengenai pengelolaan rumput laut dan kegiatan pelatihan-pelatihan yang partisipatif guna mendorong peningkatan motivasi petani dalam melakukan perbaikan-perbaikan dalam pengelolaan rumput laut termasuk pemasaran.Kata Kunci : sikap, pengetahuan, rumput laut

Page 1 of 1 | Total Record : 8