Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran
JURNAL PEDAGOGI DAN PEMBELAJARAN aims at becoming the publication center of education researches in instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational technology, and educational development.
Articles
585 Documents
Hubungan Perhatian Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa
Arifudin Mahmudi;
Joko Sulianto;
Ikha Listyarini
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v3i1.24435
Perbedaan pemberian perhatian orangtua terhadap siswa di SDN Banjarsari Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung diduga memiliki hubungan terhadap hasil belajar kognitif yang diperoleh siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah hubungan perhatian orangtua terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas IV. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian yaitu siswa kelas IV dan orangtua siswa kelas IV. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan data perhatian orangtua dengan kategori sangat cukup diperoleh 9 siswa dengan presentase 24,3%, perhatian orangtua dengan kategori cukup diperoleh 12 siswa dengan presentase 32,4%, perhatian orangtua dengan kategori kurang diperoleh 11 siswa dengan presentase 29,7%, perhatian orangtua dengan kategori sangat kurang diperoleh 5 siswa dengan presentase 13,6%. Rata rata hasil belajar kognitif siswa dengan kategori sangat baik diperoleh 20 siswa dengan presentase 54,1%, rata rata hasil belajar kognitif siswa dengan kategori baik diperoleh 11 siswa dengan presentase 29,7%, rata rata hasil belajar kognitif siswa dengan kategori cukup diperoleh 6 siswa dengan presentase 16,2%. Jadi,perhatian orangtua memiliki korelasi dengan hasil belajar kognitif siswa.
Hubungan Kedisiplinan Belajar dan Motivasi Belajar dengan Cara Belajar Peserta Didik
Yoga Pratama Putra;
M.Th.S.R. Retnaningdyastuti;
Agus Setiawan
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v3i1.24436
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kedisiplinan belajar dan motivasi belajar dengan cara belajar. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto untuk menggambarkan hubungan variabel independen (kedisiplinan belajar dan motivasi belajar dengan cara belajar) terhadap variabel dependen (cara belajar). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VIII SMP N 1 Kandangserang Pekalongan dengan jumlah 120 siswa. Kelas VIII A-D masing-masing diambil 5 orang dipergunakan untuk try out. Sampel dalam penelitian ini adalah 88 siswa kelas VIII SMP N 1 Kandangserang Pekalongan yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Alat pengumpulan data yang dipergunakan adalah skala kedisiplinan belajar, dan motivasi belajar dengan cara belajar. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 1 Kandagserang Pekalongan, sampel penelitian ini dipilih secara acak (Propotionate Random Sampling). Jenis data penelitian ini adalah data interval yang diperoleh dengan penyebaran skala likert. Hasil uji yang telah dilakukan mempunyai hasil sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai Sig.<α atau 0,000 <0,05 , sehingga dapat ditarik kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dan motivasi belajar dengan cara belajar siswa kelas VIII SMP N 1 Kandangserang Pekalongan.
Pembelajaran IPA dengan Model Pembelajaran Children Learning In Science Meningkatkan Hasil Belajar Ditinjau Dari Minat Belajar
Putu Ayu Windha Krismayoni;
Ni Ketut Suarni
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v3i2.25258
Rendahnya hasil belajar IPA siswa, mendorong perlunya menciptakan pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu caranya, yaitu dengan menggunakan model pembelajaran CLIS berbantuan media LKS. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran CLIS berbantuan media LKS terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari minat belajar siswa kelas V. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangannon equivalent post-test only control group. Populasi penelitian berjumlah 129 orang dengan jumlah sampel sebanyak 70 siswa yang diambil dengan teknik random sampling. Hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan instrumen tes pilihan ganda dan instrumen kuesioner, kemudian dilakukanuji prasyarat analisis, serta analisis data menggunakan AnavaAB. Hasil penelitian ini: 1) terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model CLIS berbantuan media LKS, 2) terdapat pengaruh interaksi antara model CLIS berbantuan media LKS dengan minat belajar terhadap hasil belajar IPA siswa, 3) terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang dibelajarkan dengan model CLIS berbantuan media LKS dengan siswa yang dibelajarkan model konvensional pada siswa yang memiliki minat belajar tinggi, 4) terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan modelCLIS berbantuan media LKS dengan siswa yang dibelajarkan model konvensional pada siswa yang memiliki minat belajar rendah. Dengan demikian penerapan model pembelajaran CLIS berbantuan media LKS oleh guru lebih inovatif dalam rancangan dan pelaksanaan sehingga sesuai dengan tujuan pembelajaran. Implikasi penelitian ini yaitu, model CLIS berbantuan media LKS sesuai untuk diterapkan, karena model ini dapat menambah minat siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan aktif, sehingga tujuan pembelajaran tercapai dan akan memengaruhi hasil belajar siswa.
Model Pembelajaran Make A Match Berbantuan Media Kartu Gambar Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
I Made Adistha Gosachi;
I Gusti Ngurah Japa
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v3i2.25260
Pembelajaran berlangsung kurang efektif sehingga siswa mengalami kendala ketika menerima atau memahami materi matematika, kurangnya partisipasi serta keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, dipertengahan pembelajaran siswa kurang memperhatikan pembelajaran, kurangnya penggunaan media menyebabkan semangat belajar siswa menurun dan cepat bosan sehingga berdampak terhadap hasil belajar siswa, tidak semua siswa bisa berkonsentrasi dalam waktu yang relatif lama dan kemampuan pemahaman peserta didik dalam mata pelajaran matematika berbeda-beda. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Make A Match berbantuan media kartu gambar terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SD. Jenis penelitian adalah ekperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan desain post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD yang berjumlah 70 siswa. Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan teknik sampling purposive. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan menggunakan metode tes objektif berupa tes pilihan ganda. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial yaitu uji-t. Berdasarkan analisis deskriptif, diperoleh bahwa retata skor kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan dengan retata kelompok kontrol (19,47 > 17,59). Uji-t diperoleh hasil bahwa t= 2,65, dan p (taraf signifikan 5%) = 1,995. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Make A Match berbantuan Media Kartu Gambar berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV di SD Lab Singaraja. Model model pembelajaran Make A Match berbantuan Media Kartu Gambar dapat diaplikasikan pada pelajaran matematika di sekolah dasar sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa secara maksimal pada pelajaran matematika.
Question Box Dalam Pembelajaran IPS Dengan Model Creative Problem Solving Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa
Ni Made Rosita Dewi;
I Wayan Widiana
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v3i2.25262
Belum optimalnya hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Gugus XI Kecamatan Buleleng menjadi alas an utama dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berbantuan media Question Box terhadap hasil belajar IPS. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan non equivalent post-test only control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus XI Kecamatan Buleleng yang berjumlah 118 orang. Dari populasi tersebut kemudian diambil sampel dengan teknik random sampling sehingga diperoleh sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen tes objektif dalam bentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh thitung = 2,384 sedangkan ttabel = 1,995 pada taraf signifikan 5 % untuk derajat kebebasan 36 + 34 – 2 = 68. Berdasarkan kriteria penghitungan karena thitung > ttabel maka terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Creative Problem Solving dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Dari hasil analisis uji-t tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Creative Problem Solving berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPS siswa. Implikasi penelitian ini yaitu model Creative Problem Solving berbantuan media Question Box sesuai untuk diterapkan, karena model ini dapat melatih siswa untuk berpikir kritis dalam menyelesaikan setiap permasalahan secara kreatif, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Model Discovery Learning Berbasis Outdoor Study Terhadap Hasil Belajar IPA
A. A. Ega Paramita Paramita;
Ni Wayan Rati;
I Gde Wawan Sudatha
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v3i2.25353
Pembelajaran IPA saat ini dapat dikatakan kurang efektif. Hal tersebut dikarenakan belum maksimalnya penerapan model pembelajaran inovatif yang dapat merangsang siswa aktif dalam proses pembelajaran, sehingga hal tersebut akan berdampak pada hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model discovery learning berbasis outdoor study dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 178 siswa. Sampel diambil menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 47 siswa. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan metode tes yaitu dengan tes pilihan ganda. Berdasarkan hasil analisis data deskriptif diperoleh rata-rata hasil belajar IPA di kelas eksperimen 77,8 termasuk kategori sangat tinggi dan di kelas kontrol 49,75 termasuk kategori sedang. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa thitung sebesar 41,11 dan ttabel dengan dk = 45pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,01. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa model discovery learning berbasis outdoor study memberikan pengaruh terhadap hasil belajar IPA. Dengan adanya model discovery learning berbasis outdoor study dapat dijadikan sebagai pedoman atau acuan guru dalam merancang proses pembelajaran khususnya dalam pembelajaran IPA.
Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Examples Non Examples Berbantuan Media Power Point
Ni Kadek Ayu Widyawati;
Dewa Nyoman Sudana
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v3i3.25583
Rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V SD disebabkan pembelajaran yang masih berpusat pada guru, dan guru jarang menggunakan media dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan cara menggunakan model pembelajaran Examples Non-Examples berbantuan media Power Point. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Examples Non-Examples berbantuan media Power Point terhadap hasil belajar IPA. Jenis penelitian ini yaitu Eksperimen Semu dengan desain penelitian Non-equivalent Post-test Only Control Group Design. Populasi pada penelitian ini berjumlah 134 orang. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling, sehingga diperoleh sampel 22 orang sebagai kelompok kontrol dan 20 orang sebagai kelompok eksperimen. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa tes berbentuk pilihan ganda yang terdiri dari 25 butir soal. Data yang dikumpulkan yaitu data hasil belajar IPA yang dianalisis menggunakan uji-t. Data dianalisis menggunakan uji t dan diperoleh hasil thitung sebesar (5,06) dengan taraf signifikansi 5% diperoleh hasil ttabel sebesar (2,02). Hal ini berarti bahwa (thitung > ttabel)sehingga H0 ditolak dan H1diterima, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang diberikan perlakuan dan kelompok siswa yang tidak diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran examples non examples berbantuan power point. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran Examples Non-Examples berbantuan media Power Point berpengaruh terhadap hasil belajar IPA.
Model Circuit Learning Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPS Siswa Kelas V SD
Desak Anom Taryunita;
I Gusti Ngurah Japa
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v3i3.25584
Hasil kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V masih tergolong rendah berdasarkan pencatatan dokumen siswa yang belum mencapai KKM lebih besar di bandingkan siswa yang sudah mencapai KKM yakni dari 122 siswa, 84 siswa tidak mencapai KKM atau persentase keseluruhan siswa yang belum mencapai KKM yaitu 69% dan siswa yang sudah mencapai KKM 38 siswa atau presentase siswa yang telah mencapai KKM yaitu 31%. Hal tersebut terjadi dikarenakan kurang adanya variasi dalam penggunaan model serta media pembelajaran dan kurangnya suasana belajar yang kondusif. Signifikan atau tidaknya Model Pembelajaran Circuit Learning Berbantuan Media Audio Visual Tarhadap Kompetensi Pengetahuan IPS Siswa Kelas V SD menjadi tujuan dalam penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent Post-Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 122 siswa, teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data kompetensi pengetahuan IPS adalah tes, dengan jenis tes objektif dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 25 butir. Data yang dikumpulkan yaitu data kompetensi pengetahuan IPS yang dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian setelah diberikan perlakuan yaitu mendapatkan rata-rata hasil post-test pada kelompok eksperimen sebesar 20,38 dan pada kelompok kontrol sebesar 17,35 dengan taraf signifikansi 5% diperoleh thitung sebesar (4,59) dan ttabel sebesar (2,01). Karena rata-rata hasil kompetensi pengetahuan pada kelompok eksperimen lebih besar dari pada kelompok kontrol dan diperoleh hasil perhitungan thitung > ttabel berarti dapat ditarik simpulan model pembelajaran Circuit Learning berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD.
Korelasi Antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Sikap Religius
Putu Ersa Septiani;
I Komang Sudarma;
I Ketut Dibia
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v3i2.25649
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan sikap religius. Dalam penelitian ini, Terdapat tiga jenis pola asuh yang akan diteliti, yaitu pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V pada SD Gugus VI Widyastawa Kecamatan Gerokgak dengan jumlah sampel sebanyak 132 siswa yang ditentukan menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data pola asuh orang tua dan sikap religius siswa diperoleh melalui kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Uji hipotesis dalam penelitian ini adalah teknik analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan positif antara pola asuh orang tua tipe demokratis dengan sikap religius Siswa Kelas V SD Gugus VI Widyastawa Kecamatan Gerokgak, yang dibuktikan dengan rxy hitung (0.99) > rtabel (0.143) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dengan kategori hubungan sangat kuat dengan kontribusi sebesar 98%, (2) terdapat hubungan positif antara pola asuh orang tua tipe permisif dengan sikap religius, dibuktikan dengan rxy hitung (0.58) > rtabel (0.143) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dengan kategori hubungan cukup dengan kontribusi sebesar 34%, dan (3) terdapat hubungan positif antara pola asuh orang tua tipe otoriter dengan sikap religius yang dibuktikan dengan rxy hitung (0.79) > rtabel (0.143) bermakna terdapat hubungan signifikan dengan kategori hubungan kuat dengan kontribusi sebesar 62%. Jadi, pola asuh orang tua yang paling dominan adalah pola asuh orang tua tipe demokratis. Hasil penelitian memberikan simpulan yaitu terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan sikap religius Siswa Kelas V SD Gugus VI Widyastawa Kecamatan Gerokgak. Saran dalam penelitian ini, hendaknya dalam kegiatan pembelajaran guru selalu memupuk sikap religius dengan cara tetap mengawali kegiatan dengan berdoa yang baik sehingga terjadi pembiasaan pada anak untuk menunjukaan sikap religius yang baik
Pembelajaran PPKn dengan Model VCT Bermuatan Nilai Karakter Meningkatkan Kompetensi Pengetahuan Siswa
I Wayan Wira Astawa;
Made Putra;
I.B Gede Surya Abadi
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v3i2.25677
Kurang optimalnya hasil kompetensi pengetahuan PPKn siswa akibat kurangnya penggunaan model pembelajaran atau metode yang variatif sehingga membuat peserta didik menjadi bosan ketika pembelajaran berlangsung menjadi salah satu alasan penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran VCT bermuatan nilai karakter terhadap kompetensi pengetahuan PPKn kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD dengan jumlah 324 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 44 orang untuk kelas eksperimen dan berjumlah 44 orang untuk kelas kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode tes dalam bentuk tes pilihan ganda yang sudah divalidasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial menggunakan rumus uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kompetensi pengetahuan PPKn antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran VCT bermuatan nilai karakter dan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dengan nilai thitung > ttabel (8,468 > 1,988) dengan taraf signifikansi 5%. Sehingga H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran VCT bermuatan nilai karakter berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan PPKn. Model ini bisa digunakan guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik dalam kegiatan pembelajaran.