cover
Contact Name
Ahmad Syamsuddin
Contact Email
syamsuddin.iyf@gmail.com
Phone
+6281290969387
Journal Mail Official
bimasislam.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Kantor Kementerian Agama, JL. MH. Thamrin No.6 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bimas Islam
ISSN : 19789009     EISSN : 26571188     DOI : https://doi.org/10.37302/jbi
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Bimas Islam adalah terbitan berkala ilmiah yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Terbit pertama kali pada tahun 2008 dalam bentuk cetak hingga tahun 2018 dan ditingkatkan menjadi Jurnal Elektronik (OJS) pada tahun 2019. Mendapat akreditasi dari LIPI pada tahun 2016. Jurnal ini memuat Ringkasan Hasil Penelitian, Tinjauan Teori, Artikel Ilmiah yang dikemas secara sistematis dan kritis di bidang Bimbingan Masyarakat Islam secara luas.
Articles 310 Documents
PROBLEMATIKA PENDAYAGUNAAN ZAKAT PRODUKTIF DI BAZNAS JEPARA Sari, Aulia Candra
Jurnal Bimas Islam Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.138 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.65

Abstract

The aim of this studyanalyse the problem and constraint of zakat productive utilization in BAZNAS Jepara. The type of this study is qualitative with case study approach. Datas were obtained by interview, observation and documentationand analyzed by Milnes and Huberman model. The results of this study show that the zakat productive utilization in 2014, 2015 and 2016 are 0.074%, 1.1%, and 0.015%. The problematic form of the zakat productive utilization in BAZNAS Jepara varies according to the form of zakat productive distribution, but the problematic of mustahiq collection is the main problem. While the constraints in the zakat productive utilization in BAZNAS Jepara include: Management functions of zakat productive utilization has not been executed optimally, the amount of amil in BAZNAS Jepara is not in accordance with Zakat Law and mental mustahiq is not ready yet to be productive. The suggest for BAZNAS Jepara, in orderto improve the quality of Human Resources and carry out optimum management zakat productive utilization function. While the advice for mustahiq is to consult with BAZNAS Jepara and Social Office Jepara. Tujuan kajian ini adalah untuk menganalisis problematika dan kendala pendayagunaan zakat produktif di BAZNAS Jepara. Jenis kajian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dengan wawancara, observasi dan dokumentasi dan dianalisis dengan model Milnes and Huberman. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendayagunaan zakat produktif pada tahun 2014, 2015 dan 2016 adalah 0,074%, 1,1%, dan 0,015%. Bentuk problematika pendayagunaan zakat produktif di BAZNAS Jepara berbeda-beda sesuai dengan bentuk penyaluran zakat produktif, namun problem data mustahiq merupakan problematika utama. Adapun kendala dalam pendayagunaan zakat produktif di BAZNAS Jepara meliputi: Fungsi manajemen pendayagunaan zakat produktif belum dijalankan secara optimal, jumlah amil di BAZNAS Jepara belum sesuai dengan UU Zakat dan mental mustahiq yang belum siap menjadi produktif. Saran bagi BAZNAS Jepara, agar meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan menjalankan fungsi manajemen pendayagunaan zakat produktif secara optimal. Sedangkan saran bagi mustahiq adalah agar berkonsultasi dengan BAZNAS Jepara maupun Dinas Sosial Jepara
PEMBERDAYAAN DANA ZIS (ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH) DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL Rabitha, Daniel
Jurnal Bimas Islam Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.548 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.66

Abstract

This study was conducted on BAZNAS Serang district in early 2016. This research seeks to understand ZIS funds empowerment and the reason for selecting empowerment programs by BAZNAS Serang district. This study uses a qualitative-descriptive approach. This study resulted in an understanding of ZIS fund empowerment program by BAZNAS Serang district prioritized for the poor (8 asnaf, except gharimin). In addition, utilization is aimed more at scholarship programs, religious institutions assistance, home surgery, business capital assistance, skills training, clean water, health, ibn sabil, and muallaf. In general, the percentage of ZIS funds empowerment for Muslims in Serang district is 90% for 8 asnaf and 10% for utilization. Theprogram choice is based on the region needs that are adjusted to the direction of the Serang district development. This study recommends the needed control management tool for BAZNAS in zakat funds empowerment. Penelitian ini dilakukan pada BAZNAS kabupaten Serang di awal tahun 2016. Penelitian ini berusaha memahami pemberdayaan dana ZIS dan alasan pemilihan program pemberdayaan oleh BAZNAS kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Penelitian ini menghasilkan pemahaman program pemberdayaan dana ZIS oleh BAZNAS kabupaten Serang diprioritaskan pada fakir dan miskin (8 asnaf, kecuali gharimin). Selain itu, pendayagunaan lebih ditujukan pada program beasiswa, bantuan lembaga keagamaan, bedah rumah, bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, air bersih, kesehatan, ibnu sabil, dan muallaf. Secara umum presentase pemberdayaan dana ZIS untuk umat Islam di kabupaten Serang 90% untuk 8 asnaf dan 10% untuk pendayagunaan. Pilihan program didasarkan pada kebutuhan wilayah yang disesuaikan dengan arah pembangunan daerah kabupaten Serang. Penelitian ini merekomendasikan bahwa, dibutuhkan perangkat manajemen kontrol bagi BAZNAS dalam pemberdayaan dana zakat
GERAKAN EKONOMI KEAGAMAAN DAN POLITIK IDENTITAS MUSLIM PEDESAAN Nugraha, Firman
Jurnal Bimas Islam Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.976 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.67

Abstract

The purpose of writing this article is to describe how the Islamic economy in the form of Baitul Maal wat Tamwil can portray itself as a representation of economic social movements in rural Moslems. The economic social movement is sustained by the Islamic identity politic in rural areas. Being a pious Moslem is the dream of every one. The one of characteristics of kaaffah in religion is to apply the values ??of Islam in all life dimensions including in the economy activity. With the study setting in Arjasari sub-districtBandung Regency and focus of this study is collectiving action on members of BMT Beyond Funds. The study was carried out through observation and interviews. The result of study shown there is a role of political identity in the success of BMT Beyond Funds as a movement of Islamic finance amid the economic struggle of rural Moslem agriculture in Arjasari. The Islamic identity politic appears in the social structure of rural communities with the majority of Moslems. The power of identity politic also gets a place through awareness, strategy and legitimacy. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan bagaimana ekonomi Islam yang secara akademik lebih dikenal dengan ekonomi syariah dalam wujud baitul maal wat tamwil dapat memerankan dirinya sebagai representasi gerakan sosial ekonomi Islam bagi muslim perdesaan. Gerakan sosial ekonomi Islam ini sendiri ditopang oleh politik identitas Islam di perdesaan.Menjadi Muslim yang kaaffah, adalah dambaan setiap umat Islam.Salahsatu ciri kaaffah dalam beragama adalah menerapkan nilai-nilai agama Islam dalam seluruh dimensi kehidupan tidak terkecuali dalam perekonomian. Dengan setting kajian di Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung serta fokus kajian pada BMT Dana Akhirat, dimana studi dilakukan dengan observasi dan wawancara, dapat ditunjukkan bahwa ada peran politik identitas dalam keberhasilan BMT Dana Akhirat untuk menjadi oase pembiayaan syariah ditengah pergulatan ekonomi pertanian Muslim perdesaan di Arjasari. Politik identitas Islam tampak dalam struktur sosial masyarakat pedesaan dengan mayoritas beragama Islam.Kekuatan politik identitas ini juga mendapatkan tempat melalui kesadaran, strategi dan legitimasi
UPAYA BAZNAS JEPARA DALAM MENANAMKAN KESALEHAN SOSIAL PELAJAR MELALUI PROGRAM PEKAN PEDULI SOSIAL (PPS) Ridwan, Murtadho
Jurnal Bimas Islam Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.944 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.68

Abstract

The teachings of zakat, infaq and alms can form society that has the character to bear, ensure, and love each other. These qualities are the character of caring for others by giving. Charity Week (PPS) is Jepara BAZNAS program whose objects are students. The program aims to train students to care for others. This study aims to determine the implementation of the PPS program and to find out how the efforts of Jepara BAZNAS in instilling students' social charity through the PPS program. The approach used a qualitative approach with observation, interviews, and documentation as a data collection method. Data analysis used an analysis of the Miles and Huberman model. The results of the study show that the implementation of the PPS program began in 2011 and is carried out in the fourth week of August. Students in Jepara from PAUD, kindergarten, elementary / MI level at junior high school / MTs, senior high school / vocational high school / MA are asked to set aside pocket money for a week. Other results show that the Charity Week (PPS) program is an effort of BAZNAS Jepara in instilling student social charity because there is an element of giving and caring in PPS program which are two of the ten indicators of social charity. PPS acquisition has always increased in last three years shows that the spirit of students to give each other always grow. The reason to give is a sense to care for others and they realize that the money they set aside will benefit to the others. Ajaran zakat, infak dan sedekahdapatmembentuk masyarakatmemilikisifatsalingmenanggung,salingmenjamin,dan salingmengasihiantarsesama. Sifat-sifat tersebut merupakan sifat peduli terhadap sesama dengan cara memberi. Pekan Peduli Sosial (PPS) merupakan program BAZNAS Jepara yang objeknya adalah para pelajar. Program tersebut bertujuan melatih pelajar untuk peduli terhadap sesama. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program PPS dan untuk mengetahui bagaimana upaya BAZNAS Jepara dalam menanamkan kesalehan sosial pelajar melalui progam PPS. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Analisis data yang dipakai adalah analisis model Miles and Huberman. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan program PPS dimulai pada tahun 2011 dan dilaksanakan setiap tahun di minggu keempat bulan Agustus. Para pelajar Jepara mulai dari tingkat PAUD, TK, SD/MI SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan mahasiswa diminta untuk menyisihkan uang saku selama sepekan. Hasil lain menunjukkan bahwa program PPS menjadi upaya BAZNAS Jepara dalam menanamkan kesalehan sosial pelajar dikarenakan di dalam PPS terdapat unsur memberi (giving) dan peduli (caring) yang merupakan dua dari sepuluh indikator kesalehan sosial. Perolehan PPS yang selalu meningkatpada tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa semangat suka memberi pelajar selalu tumbuh. Alasan mereka memberi adalah rasa peduli terhadap sesama dan mereka sadar bahwa uang yang mereka sisihkan akan bermanfaat bagi orang lain
PENGARUH PENGELOLAAN MASJID TERHADAP PEMBERDAYAAN UMAT DI KOTA SURABAYA Nuriyanto, Lilam Kadarin
Jurnal Bimas Islam Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.809 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.69

Abstract

The masjid function is not only as a ritual worship place (mahdhah), but also extensive social worship (ghair mahdhah) in the fields of economic, education, social culture and others. In this study aims to determine the magnitude of the masjid management value and people empowerment in Surabaya city, and to find out the relationship between them. The method used is pure quantitative, by spreading form against 100 respondents in five sub-districts in Surabaya City which are randomly selected. The conclusion of this study is the masjid management level in the city of Surabaya is 76.46 which is categorized as Very Good, while the level of people empowerment in Surabaya city is 78.95 which is categorized as Very Good. The relationship between them is the influence between the masjid management and the people empowerment in Surabaya city, which is 65.1%. This figure is quite significant, meaning that as much as 65.1% empowerment of the people can be explained by the masjid management, while the remaining 34.9% must be explained by other factors. The magnitude of the influence ranges from 0 to 1, where getting closer to number 1 will mean better. Fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual (mahdhah) saja, tetapi juga ibadah sosial yang luas (ghair mahdhah) dibidang ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan lainnya. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tinglat nilai pengelolaan masjid dan pemberdayaan umat di Kota Surabaya, serta untuk mengetahui hubungan keduanya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif murni, dengan menyebarkan angket terhadap 100 responden (jamaah) di lima kecamatan di Kota Surabaya yang dipilih secara acak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat nilai pengelolaan masjid di Kota Surabaya sebesar 76,46 yang masuk kategori sangat baik, sedangkan tingkat nilai pemberdayaan umat di Kota Surabaya sebesar 78,95 yang masuk kategori sangat baik. Hubungan keduanya ada pengaruh antara pengelolaan masjid terhadap pemberdayaan umat di Kota Surabaya, yaitu sebesar 65,1%. Angka ini cukup signifikan, artinya bahwa sebesar 65,1% pemberdayaan umat dapat dijelaskan oleh pengelolaan masjid, sedang sisanya sebesar 34,9% harus dijelaskan oleh faktor yang lain. Besaran pengaruh berkisar antara 0 sampai dengan 1, dimana semakin mendekati angka 1 akan berarti semakin baik
ISLAM PLURALIS DAN MULTIKULTURALISME Rouf, Abdul
Jurnal Bimas Islam Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1579.222 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.70

Abstract

Religious pluralism, internal and external conflicts between religious adherents are real phenomena that remain turbulent in various parts of the world without exception Indonesia. Religious pluralism is one of the post-modernism era fundamental characteristics, specifically confronting a religious person with a dilemmatic situation because he must define himself (who has truth claim) in the midst of other religions and understandings that also have validity. Especially in our country which consists of many religions (Hinduism, Buddhism, Christianity, Catholicism, Confucianism and Islam). Adherents of these religions must live in harmony and peace within the framework of the Indonesia Unitary Republic and each of the people has absolute freedom to choose religion and belief in accordance with their beliefs. However, the conditions of tolerance and peace have not been realized well in our country. In this simple paper, the author tries to provide an Qur'anic perspective on the building national unity concept and religious harmony through a pluralist and inclusive religious understanding as well as giving a place to the multiculturalism principles to support efforts to realize an attitude of openness in order to reach a tolerant - inclusive society. Pluralisme agama, konflik intern dan ekstern antar pemeluk agama adalah fenomena riil yang tetap bergolak di berbagai belahan bumi tanpa kecuali Indonesia. Pluralisme agama merupakan salah satu karakteristik fundamental dari era post-modernisme, secara khusus menghadapkan seorang beragama kepada situasi yang dilematis karena ia harus mendefinisikan dirinya (yang memiliki truth claim) di tengah-tengah agama dan paham lain yang juga mempunyai keabsahan. Khususnya di negara kita yang terdiri banyak agama (Hindu, Budha, Kristen, Katolik, Kong Hucu dan Islam). Pemeluk agama-agama ini, harus hidup rukun dan damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan masing-masing dari rakyat mempunyai kebebasan mutlak untuk memilih agama dan kepercayaan sesuai dengan keyakinan mereka. Namun demikian, kondisi toleran dan damai belum terwujud secara baik dinegeri kita ini. Dalam tulisan sederhana ini, penulis mencoba memberikan suatu perspektif Alquran tentang konsep membangun kesatuan bangsa dan kerukunan beragama melalui pemahaman agama yang pluralis dan inklusif  serta memberi tempat pada prinsip-prinsip multikulturalisme untuk mendukung upaya mewujudkan sikap keterbukaan demi menggapai masyarakat yang toleran ? inklusif
MAJELIS PERCIKAN IMAN: MEMBANGUN HARMONI DI TENGAH HETEROGENITAS ORGANISASI KEAGAMAAN KOTA BANDUNG Saepudin, Juju
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.862 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i1.76

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang peran Majelis Percikan Iman (MPI) dalam membangun harmoni ditengah heterogenitas organisasi keagamaan di Kota Bandung. Tema ini penting untuk dikaji karena banyak ditemukan gesekan-gesekan diantara majelis taklim disebabkan perbedaan faham dan pandangan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi pustaka terhadap berbagai dokumen yang terkait dengan tema penelitian. Berdasarkan hasil analisis secara induktif dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pertama, model pembawaaan Ustadz Aam Amirudin yang ramah, santai dan tidak menyudutkan kelompok tertentu dalam proses kajian menjadi daya tarik bagi jamaah MPI yang berasal dari berbagai kalangan usia dan organisasi keagamaan. Kedua, berbagai jawaban yang diberikan Ustadz Aam Amirudin dalam sesi tanya-jawab selalu memberikan alternatif dalam setiap permasalahan, namun demikian tetap tegas dan jelas sehingga menjadi kenyamanan tersendiri bagi mustami. Ketiga, MPI membuka peluang bagi dai-dai lain yang berasal dari Nahdhatul Ulama, Persatuan Islam, Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam dan organisasi keagamaan lainnya atau praktisi akademisi untuk menjadi narasumber dan saling bahu membahu dalam rangka mencerdaskan umat, sehingga terjalin harmoni ditengah heterogenitas keberagamaan. Keempat, MPI hadir untuk memadukan nilai-nilai agama dengan budaya dan kearifan lokal yang yang diimplementasikan melalui model dakwah dengan mengedepankan spirit harmoni.  Kata Kunci: Majelis Percikan Iman, Dakwah, Harmoni, Organisasi Keagamaan, Bandung.   Abstract This article presents the results of research on the role of Majelis Percikan Iman (MPI) in bulding harmony in the heterogeneity of religious organizations in the Bandung city. This theme is important to study because there were many frictions between majelis taklim due to differences in ideas and views. This research was conducted with a descriptive qualitative approach. Data collection was done by interviewing, observing and studying literature on various documents related to the research theme. Based on the results of inductive analysis, some conclusions could be drawn as follows: First, the model of Ustadz Aam Amirudin's delivery which was friendly, relaxed and did not impeach certain groups in the learning process was the main attraction for MPI members from various ages and religious organizations. Second, various answers given by Ustadz Aam Amirudin in the question-and-answer session always provided alternatives in every problem, but remain decisive and clear, so that it brought a cosiness for the listeners. Third, MPI opened up opportunities for other Dai from Nahdhatul Ulama, Persatuan Islam, Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam and other religious organizations or academic practitioners to be speakers in order to create a mutual support to educate the people, so that harmony was established in the heterogeneity of religiosity. Fourth, MPI is present to integrate religious values with culture and local wisdom that are implemented through the da'wah model by promoting the spirit of harmony. Keywords: Majelis Percikan Iman, Harmony Dakwah, Religious Organization and Bandung City.
MENJADI BERDAYA DAN MANDIRI; PENGELOLAAN DANA ZAKAT OLEH MUSTAHIK DI PROVINSI RIAU Muhammad Agus Noorbani
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.94 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i1.79

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian mengenai pengelolaan dana zakat oleh para mustahik di Provinsi Riau. Penelitian kualitatif ini menggunakan rancangan studi kasus yang mengkaji pengelolaan dana zakat di empat lembaga zakat, yaitu BAZNAS Kota Pekanbaru, BAZNAS Kabupaten Siak, LAZ Ibadurrahman Kabupaten Bengkalis, dan LAZ Swadaya Ummah Kota Pekanbaru. Hasil kajian ini menemukan bahwa sebagian besar mustahik penerima bantuan untuk program ekonomi produktif belum mengalami peningkatan taraf hidup yang cukup baik atau sejahtera. Tingkat keberhasilan program ini di masing-masing lembaga zakat dapat ditaksir berada pada kisaran kurang dari 20%. Upaya yang dilakukan para mustahik dalam mendayagunakan bantuan dari lembaga-lembaga zakat sebagian besar dilakukan secara intuitif dan belum terprogram secara berkelanjutan dalam pengembangan ekonomi produktif.Muzakki yang menyalurkan dana ZIS ke Baznas lebih banyak pegawai negeri sipil,sedangkan muzakki yang menyalurkan dana ZIS mereka ke lembaga zakat yang dikelola masyarakat merupakan muzakki individual yang beragam atau perusahaan skala kecil, menengah, bahkan hingga skala besar. Kata kunci; zakat, pemberdayaan, ekonomi produktif, Riau   Abstract This paper presents the results of research on the management of zakat funds by mustahiks in Riau Province. This qualitative study uses a case study design that examines the management of zakat funds in four zakat institutions, BAZNAS Kota Pekanbaru, BAZNAS Siak Regency, LAZ Ibadurrahman Kabupaten Bengkalis, and LAZ Swadaya Ummah Pekanbaru. The results of this study found that most of the beneficiary mustahik for productive economic programs had not experienced an increase in the standard of living that was good enough or prosperous. The success rate of this program in each zakat institution can be estimated to be in the range of less than 20%. The efforts made by the mustahik in utilizing the assistance of zakat institutions are mostly carried out intuitively and have not been programmed on an sustainability basis in the development of a productive economy. Muzakki who distributed ZIS funds to Baznas more civil servants, whereas muzakki who channel their ZIS funds to zakat institutions that are managed by the community are diverse individual muzakki or small, medium, or even large-scale companies. Keywords; zakat, empowering, productive economy, Riau
ASPEK HUKUM BANK WAKAF MIKRO DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN BERBASIS PESANTREN DI INDONESIA Siska Lis Sulistiani; Yunus, Muhammad; Bayuni, Eva Misfah
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.127 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i1.86

Abstract

Wakaf memainkan peran ekonomi dan sosial yang sangat penting dalam sejarah Islam. Wakaf berfungsi sebagai sumber pembiayaan bagi sarana ibadah, pendidikan, pelayanan sosial dan pertahanan. Banyak pengembangan sektor ekonomi Islam atau perbankan syariah yang dikaitkan dengan wakaf, tidak terkecuali di tahun 2017 Pemerintah bersama OJK menginisiasi adanya Bank Wakaf Mikro sebagai upaya menjawab permasalahan kemiskinan, yang bekerjasama dengan lembaga berbasis pesantren di Indonesia. Istilah Bank wakaf mikro dipilih karena pihak pemerintah mengharapkan agar inti dari dana yang disebar ke masyarakat tetap terjaga intinya tanpa mengurangi manfaatnya, selain itu dinamai Bank Wakaf Mikro dikarenakan operasi BWM ini berada di lingkungan pesantren. Selama perkembangannya BWM ini, menggunakan istilah bank wakaf mikro dalam penamaan lembaganya akan tetapi dari dasar hukum dan bentuk dari badan hukumnya justru sangat jauh dari penamaannya.Badan hukum dari BWM ini adalah Koperasi, sedangkan izin usaha BWM adalah lembaga keuangan mikro syariah sehingga pengawasannya berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normative dengan menggunakan data sekunder dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Kata kunci: Hukum, Bank, Wakaf, Mikro, Indonesia. Abstract Waqf plays a very important economic and social role in Islamic history, waqf serves as a source of funding for religious facilities, education, social services and defense. Many developments in the Islamic economic sector or Islamic banking are associated with waqf, not least in 2017 The Government and OJK initiated the Micro Waqf Bank as an effort to address the problem of poverty, in collaboration with pesantren-based institutions in Indonesia. The term micro waqf bank was chosen because the government expects that the core of the funds distributed to the community is maintained intact without reducing its benefits, besides it is named the Micro Endowment Bank because the BWM operation is in the pesantren environment. During the development of this BWM, the term micro waqf bank was used in naming its institutions, but from the legal basis and form of legal entities it was very far from naming it. under the Financial Services Authority (OJK). This study uses a normative juridical research method using secondary data using qualitative descriptive analysis. Keywords: Law, Bank, Waqf, Micro, Indonesia.
URGENSI ‘URF DALAM TRADISI MALE DAN RELEVANSINYA DALAM DAKWAH ISLAM DI JEMBRANA-BALI Saihu, Made
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.27 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i1.91

Abstract

Tulisan ini membahas tentang strategi dakwah di Jembrana-Bali melalui sarana ?urf yaitu pada tradisi male. Tulisan berfokus menelusuri dampak dari strategi ?urf atau kearifan lokal terhadap proses interaksi dan integrasi yang mengarah pada praktik damai pada masyarakat Hindu dan Muslim di Jembrana-Bali. Sumber data diperoleh adalah melalui observasi dan wawancara tak terstruktur selama bulan Maret sampai Juni 2019. Tulisan ini berupa penelitian lapangan dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil dari tulisan ini memperlihatkan bahwa dakwah Islam melalui ?urf yang mewujud dalam tradisi male dapat menumbuh-kembangkan pemahaman kebhinekaan, menumbuhkan ketertarikan umat Hindu kepada Islam, serta dapat membentuk karakter masyarakat Hindu dan Muslim di Jembrana menjadi humanis, toleran, dan inklusif, sehingga mengarah pada proses asosiasi, integrasi, komplementasi dan sublimasi. Kata Kunci: ?Urf, Dakwah, Male, Asosiasi, Integrasi, Komplementasi, Sublimasi.   Abtract This paper discusses the da'wah strategy in Jembrana-Bali through the means of f urf, namely in the male tradition. Writing focuses on exploring the impact of the ?urf strategy or local wisdom on the process of interaction and integration which leads to peaceful practices of Hindu and Muslim communities in Jembrana-Bali. The source of the data obtained is through unstructured observations and interviews from March through June 2019. This paper is in the form of field research using a case study method. The results of this paper show that Islamic preaching through the 'urf' which manifests in the male tradition can foster diversity understanding, foster Hindu interest in Islam, and can shape the character of Hindu and Muslim communities in Jembrana to be humanist, tolerant and inclusive, thus leading in the process of association, integration, complementation and sublimation. Keywords: ?Urf, Dakwah, Male, Association, Integration, Complementation, Sublimation.

Page 6 of 31 | Total Record : 310


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Bimas Islam Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Bimas Islam Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Bimas Islam Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Bimas Islam Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Bimas Islam Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Bimas Islam Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Bimas Islam 2021 Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Bimas Islam 2021 Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020 Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020 Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 3 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 3 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 10 No. 4 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 4 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 9 No 4 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 4 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 3 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 3 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 4 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 4 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 3 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 3 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 2 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 2 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 1 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 1 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 7 No. 2 (2014): Jurnal Bimas Islam More Issue