cover
Contact Name
Ahmad Syamsuddin
Contact Email
syamsuddin.iyf@gmail.com
Phone
+6281290969387
Journal Mail Official
bimasislam.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Kantor Kementerian Agama, JL. MH. Thamrin No.6 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bimas Islam
ISSN : 19789009     EISSN : 26571188     DOI : https://doi.org/10.37302/jbi
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Bimas Islam adalah terbitan berkala ilmiah yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Terbit pertama kali pada tahun 2008 dalam bentuk cetak hingga tahun 2018 dan ditingkatkan menjadi Jurnal Elektronik (OJS) pada tahun 2019. Mendapat akreditasi dari LIPI pada tahun 2016. Jurnal ini memuat Ringkasan Hasil Penelitian, Tinjauan Teori, Artikel Ilmiah yang dikemas secara sistematis dan kritis di bidang Bimbingan Masyarakat Islam secara luas.
Articles 310 Documents
PENGANTAR DAN COVER JURNAL BIMAS ISLAM Marzuki, Angga
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6069.936 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i1.125

Abstract

Pada tahun 2019, Jurnal Bimas Islam (JBI) telah terbit secara daring (online) dengan menggunakan aplikasi Open Journal System (OJS) dan dalam bentuk hard copy (cetakan). Penerbitan artikel dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Hal ini merupakan komitmen dari seluruh anggota tim redaktur JBI yang telah bekerja secara optimal. Diharapkan seluruh artikel yang termuat dalam JBI memberi manfaat yang luas terutama bagi para peneliti, akademisi, pelaku dakwah dan ketersediaan bahan dakwah bagi penyuluh agama Islam serta para penghulu di seluruh Indonesia. Penerbitan Jurnal Bimas Islam tahun ini telah memasuki tahun ke 12. Pada tahun 2016 JBI telah mendapatkan sertifikat akreditasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Tantangan ke depan adalah bagaimana JBI terus memberi kontribusi terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan melalui penerbitan yang dilakukan secara konsisten dan tepat waktu. Seluruh tim juga memilki tanggungjawab untuk meningkatkan mutu dan kualitas JBI. Pada tahun 2020, JBI telah membuat schedule untuk mengajukan Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna) pada Kementerian Ristek RI. Pada penerbitan Vol. 12 Nomor 1 Tahun 2019 JBI telah memuat 7 artikel. Artikel tersebut telah lulus seleksi berdasarkan catatan para editor dan peer-review dari para mitra bestari/reviewer.
JURNAL BIMAS ISLAM Marzuki, Angga
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5972.174 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i2.129

Abstract

Pada tahun 2019, Jurnal Bimas Islam (JBI) telah terbit secara daring (online) dengan menggunakan aplikasi Open Journal System (OJS) dan dalam bentuk hard copy (cetakan). Penerbitan artikel dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Hal ini merupakan komitmen dari seluruh anggota tim redaktur JBI yang telah bekerja secara optimal. Diharapkan seluruh artikel yang termuat dalam JBI memberi manfaat yang luas terutama bagi para peneliti, akademisi, pelaku dakwah dan ketersediaan bahan dakwah bagi penyuluh agama Islam serta para penghulu di seluruh Indonesia. Penerbitan Jurnal Bimas Islam tahun ini telah memasuki tahun ke 12. Pada tahun 2016 JBI telah mendapatkan sertifikat akreditasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Tantangan ke depan adalah bagaimana JBI terus memberi kontribusi terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan melalui penerbitan yang dilakukan secara konsisten dan tepat waktu. Seluruh tim juga memilki tanggungjawab untuk meningkatkan mutu dan kualitas JBI. Pada tahun 2020, JBI telah membuat schedule untuk mengajukan Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna) pada Kementerian Ristek RI. Pada penerbitan Vol. 12 Nomor 2 Tahun 2019 JBI telah memuat 7 artikel. Artikel tersebut telah lulus seleksi berdasarkan catatan para editor dan peer-review dari para mitra bestari/reviewer.
DAKWAH BERBASIS PEDULI LINGKUNGAN (PENDAMPINGAN ROHANI DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT PADA KOMUNITAS PEDULI LINGKUNGAN “PUCANG RAHAYU” DESA PUCANGANOM, SRUMBUNG, MAGELANG, JAWA TENGAH) Herawati, Azizah; Mukarromah, Zainatul
Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.264 KB)

Abstract

Abstraksi Dakwah Islam tidak selalu identik dengan kegiatan keagamaan berbasis masjid atau mushalla. Dakwah Islam kini telah mengambil peran yang lebih luas dengan beragam kegiatan sosial kemasyarakatan. Penyuluh Agama Islam (PAI) yang memiliki tugas dan fungsi melakukan pembinaan keagamaan, juga telah bertransformasi menjadi penggerak perubahan, tidak hanya mengurus masjid dan mushalla. Green dakwah yang dikembangkan Penyuluh Agama Islam di Desa Pucanganom ini menegaskan bahwa dakwah Islam juga dapat menggerakkan pelestarian alam. Dakwah Islam tidak selalu identik dengan kegiatan keagamaan berbasis masjid atau mushalla. Dakwah Islam kini telah mengambil peran yang lebih luas dengan beragam kegiatan sosial kemasyarakatan. Penyuluh Agama Islam (PAI) yang memiliki tugas dan fungsi melakukan pembinaan keagamaan, juga telah bertransformasi menjadi penggerak perubahan, tidak hanya mengurus masjid dan mushalla. Green dakwah yang dikembangkan Penyuluh Agama Islam di Desa Pucanganom ini menegaskan bahwa dakwah Islam juga dapat menggerakkan pelestarian alam.   Abstract Islamic mission is not always identically with religious activities based on mosques or prayer rooms. Islamic mission now has taken the wider role with various social activities. Religious counselor of Islam (PAI) has a duty and function of religious development, has also been transformed into an agent of change, not only taking care of mosques and prayer rooms. Green missiondeveloped byReligious counselor of Islam in Pucanganom Village confirmed that the mission of Islam is also can drive nature conservation. Islamic mission is not always identically with religious activities based on mosques or prayer rooms. Islamic mission now has taken the wider role with various social activities. Religious counselor of Islam (PAI) has a duty and function of religious development, has also been transformed into an agent of change, not only taking care of mosques and prayer rooms. Green missiondeveloped byReligious counselor of Islam in Pucanganom Village confirmed that the mission of Islam is also can drive nature conservation.
PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM MEREDUKSI KONFLIK DAN MENGINTEGRASIKAN MASYARAKAT (STUDI KASUS KONFLIK PELAKSANAAN SHALAT TARAWIHDI KECAMATAN BANDAR DUA KABUPATEN PIDIE JAYA) Mukhlisuddin, Mukhlisuddin
Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.982 KB)

Abstract

Abstraksi Penyuluh agama Islam Kecamatan Bandar Dua menyikapi konflik pelaksanaan shalat tarawih dengan berbagai upaya. Penyuluh agama Islam fungsional dan honorer bertindak sebagai sebagai fasilitator dan bersikap netral dalam menghadapi perbedaan yang mengarah kepada konflik horizontal yang lebih besar.Dialog menjadi media yang dikembangkan dengan melibatkan sebanyak mungkin pihak ataupun tokoh agama. Melalui dialog, beberapa pemahaman yang sebelumnya tampak bertentangan, dapat bersanding secara damai dan tidak memunculkan konflik.   Abstract Religious Conselour of Islam of Bandar Dua Sub-district addressing conflict in the implementation of tarawih prayers with various efforts. Religious Counselor of Islam and officer act as a facilitator and to be neutral in facing differences that leads to greater horizontal conflicts. Dialogue becomes developed media by involving as many parties or religious figures. Through dialogue, some understandings that previously seemed contradictory, can be coupled with peacefully and without conflict.
PARADIGMA BARU KOMUNIKASI ANTARUMAT BERAGAMA DI KOTA PALU Zulfiah, Zulfiah
Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.679 KB)

Abstract

Absrtaksi Kerukunan antar umat beragama merupakan kunci sukses pembangunan nasional. Sebagai bangsa dengan keragaman Bahasa, agama dan budaya, seluruh pihak dituntut mampu menjaga kerukunan dan harmoni dalam keragaman ini. Penyuluh Agama Islam (PAI) sebagai pemegang tanggung jawab pembinaan umat Islam di tingkat Kecamatan, telah mengambil peran dalam penguatan kerukunan antar umat beragama di Kota Palu, Sulawesi Tengah. PAI tidak hanya berdakwah di lingkungan umat Islam, namun berpartisipasi dengan elemen pemeluk agama lainnya untuk memperkuat kerukunan melalui Bahasa dialog.   Abstract Inter-religious harmony is a key of success for national development. As a nation with diversity of languages, religions and cultures, all parties demanded to maintain peace and harmony in this diversity. Religious Counselor of Islam (PAI) as the responsibility holder of Moslems community development in the sub-district level, has taken a role in strengthening the harmony between inter-religious community in Palu, Central Sulawesi. PAI is not only preached at Moslem community level, but also participating with elements of other faiths to strengthen harmony through dialogue language.
PENYULUHAN ISLAM DI ERA MODERN: POTRET DAKWAH SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PROFETIK Ahmad Said, Hasani; Ibnu Nur, Sunandar
Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi Di sejumlah negara berkembang seperti di Asia Tenggara, media melakukan perannya yang dilukiskan sebagai ?agen pembangunan?. Munculnya konsep informasi masyarakat (information society) di Indonesia saat ini semakin diperkuat dengan hadirnya era digitalisasi informasi. Salah satunya adalah Televisi sebagai media komunikasi massa yang efektif di Indonesia akhir-akhir ini cukup banyak pula digunakan sebagai alat pendidikan dan siaran keagamaan. Di zaman maju seperti sekarang ini dakwah tidak cukup disampaikan dengan lisan tanpa bantuan alat-alat modern yang sekarang ini dikenal dengan sebutan alat-alat atau media komunikasi massa, yaitu; pers (percetakan), radio, film dan televisi. Kata-kata yang terucapkan dulu terbatas jarak antara ruang dan waktu. Sekarang sudah tidak ada halangan lagi. Beberapa media baik elektronik maupun cetak, keduanya sama-sama berperan besar dalam mempercepat informasi dan kabar yang baru saja terjadi di tempat lain. Kenyataan membuktikan bahwa hubungan antara manusia sekarang ini hampir-hampir tidak bisa menghindarkan diri dari pemakaian alat-alat komunikasi massa. Bahkan menurut Carl Hovlan, ciri yang menonjol bagi abad 20 ini ialah kenyataan bahwa kita hidup dalam abad teknologi informasi. Tulisan ini akan mengungkap media komunikasi masa melalui Televisi dalam rangka mempermudah sarana dakwah.   Abstract In developing countries such as in Southeast Asia, the media has done the rolethat described as ?development agent? The emergence of information society concept in Indonesia today is strengthened by the presence of digital information era. One of them is television as effective mass communication media in Indonesia. Lately, it is simply being used as an educational tool and a religious broadcast. At times advance as today, da?wah or mission is not enough to delivered by oral without additional of modern tools that well known as mass media for communication function, such as; press (printing), radio, film and television. The words first uttered by limited distance between space and time. Now there are no more obstacles. Some medias, both electronic and print, they both play a big role in speed up delivering information and news that just happened in other place. The fact proves that the relationship between people today can hardly avoid the use of the means of mass communication. Even according to Carl Hovlan, a prominent feature of the 20th century is the fact that we live in the age of information technology. This article will reveal the future through television media communication in order to facilitate the means of da?wah.
DAKWAH DAN TRADISI LITERASI DI PONDOK PESANTREN: STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN AL-ANWAR, SARANG, REMBANG, JAWA TENGAH Romdhoni, Ali
Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.95 KB)

Abstract

Abstraksi Tradisi literasi di dunia Pesantren berkontribusi besar dalam penguatan dakwah di Nusantara. Tradisi literasi adalah satu di antara metode dakwah yang berkembang di Nusantara. Pesantren selain sebagai lembaga pendidikan, juga menjadi motor dakwah bi al-kitâbah, atau dakwah melalui tulisan. Riset ini menarik karena terdapat karya ilmiah yang ditulis oleh para pimpinan pesantren tidak terpublikasikan secara luas, kecuali dikonsumsi oleh para santri di lingkungan pesantren bersangkutan. Buku-buku yang ditulis masyarakat pesantren perlu diketahui oleh publik. Selain bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan pesantren, juga bisa menjadi media dakwah. Sejauh penelusuran penulis, belum ada hasil penelitian ilmiah yang secara khusus mengkaji tradisi literasi di lingkungan pondok pesantren. Meskipun, beberapa upaya rintisan sudah dilakukan.   Abstract The tradition of literacy in Pesantren world give a big contribution significantly to strengthen da?wah in the archipelago. The tradition of literacy is one of the methods of da?wah that develops in the archipelago. Pesantren apart as an educational institution, is also a motor of da?wah bi al-kitabah as proselytizing through writing. This research is interesting because there are scientific papers written by the leaders of pesantrens which are not widely published, unless consumed by the students in boarding schools. The books were written by pesantren community need to be known by the public. In addition, to increase public  trust to the education institution of pesantren. It could be also a da?wah  media. As far as the author searches, there has been no scientific studies that specifically examine the tradition of literacy in the boarding school environment. Although, some pioneering efforts already made.
PERAN BIMBINGAN KEAGAMAAN DALAM PENANGGULANGAN KENAKALAN REMAJA Andria, Tri
Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.548 KB)

Abstract

Abstraksi Kenakalan remaja merupakan problematika nasional yang juga harus mendapat perhatian serius dari seluruh elemen bangsa. Tidak hanya mengakibatkan kerugian materil, kenakalan remaja tak jarang memunculkan kerusakan moralitas generasi bangsa. Bimbingan keagamaan adalah salah satu peran yang diambil untuk menanggulanginya. Melalui Bahasa agama, kenakalan remaja sesungguhnya dapat dicegah. Melalui bimbingan keagamaan, potensi kenakalan remaja dapat dicegah secara dini, dan pada saat bersamaan dibangun pemahaman yang utuh tentang akhlak. Pola bimbingan keagamaan di SMK Al-Farisi menegaskan bahwa peran agama sangat penting dalam mencegah maupun menanggulangi kenakalan dimaksud.   Abstract Juvenile delinquency is national problematics should receive serious attention from all elements of the nation. The impact is not only in material lose, juvenile delinquency is often issued morality damage of the nation's generation. Religious support is one of the roles taken to mitigate them. Through the religious language, juvenile delinquency could have been avoided. Through religious guidance, potential juvenile delinquency can be prevented, and at the same time building the understanding of morality. The pattern of religious guidance at SMK Al-Farisi asserted that religion has very important role in preventing and tackling delinquency itself.
PEMIKIRAN FIKIH MALIKI TENTANG PERNIKAHAN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM UU PERKAWINAN ALJAZAIR kosasih, engkos
Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.742 KB)

Abstract

Abstraksi Hukum keluarga di negara-negara Islam layak untuk dicermati sebagai bahan kajian akademis. Kelahiran upaya taqnin dalam masalah ahwâl as-sakhsiyyah ini sangat bermanfaat bagi tajdîd atau pembaharuan hokum islam. Madzhab maliki memiliki keunikan dan kekhususan metode istinbath yang memungkinkan adanya variasi hasil ijtihad yang bervariatif pula. Penulis berkesimpulan bahwa daya pengaruh madzhab maliki dalam hokum keluarga Aljazair itu sangat nampak. Pasal-pasal dalam hokum keluarga banyak mengadopsi pemikiran madzhab maliki walaupun tetap mengakomodasi madzhab lainnya. Dominasi maliki tidak menghalangi adanya pasal-pasal lain yang justru bersikap diametral dengan madzhab maliki itu sendiri. Teori implementasi hokum malikiyyah ini bersifat tekstualis, namun kodifikasi hukum dalam prakteknya cenderung bersifat kontekstualis.   Abstract Family law in Islamic countries worth to be observe as an academic study materials. Birth of taqnin efforts in the problem of ahwal as-sakhsiyyah is very beneficial for tajdid or renewal of Islamic law. Maliki madhhab have unique and specific istinbath method that allows for variation of ijtihad which makes varied as well. The writer concludes that power influence maliki madhhab in the Algerian family law is clearly appear. Articles in family law adopted by Maliki madhhab even though it keeps accommodating another madhhab thought. The domination of Maliki madhhab does not interfere the existence of other articles which are diametrically Maliki madhhab itself. This theory Malikiyyah law implementation is textual, but the codification law in practice tends to be contextualist.
ADMINISTRASI PERKAWINAN DI DUNIA ISLAM MODERN tholabi kharlie, ahmad
Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.122 KB)

Abstract

Abstraksi Seiring dengan tuntutan perkembangan zaman, regulasi tentang pencatatan perkawinan mulai diberlakukan di negeri-negeri muslim mutakhir. Ada yang hanya sekadar menonjolkan aspek formalisme an sich tanpa berpengaruh terhadap substansi hingga pada tataran kriminalisasi yang menjatuhkan sanksi kepada para pelanggarnya, layaknya para pelaku kriminal.Meskipun demikian, dalam kajian fikih klasik, pembahasan tentang pencatatan perkawinan tidak dapat dijumpai dalam berbagai literatur. Pencatatan baru mencuat ketika perkembangan dunia kian kompleks dan problematika kehidupan umat manusia di muka bumi menjadi semakin rumit. Oleh karena itu, ketentuan hukum perkawinan positif yang berlaku di berbagai negeri muslim menyangkut pencatatan perkawinan ini merupakan lompatan pemikiran dalam diskursus hukum keluarga di dunia Islam mutakhir. Dalam arti kata lain, telah terjadi keberanjakan (point of departure) yang tidak hanya mengambil bentuk pengembangan format, namun lebih dari itu, pemberlakuan ketentuan pencatatan perkawinan telah mengantarkan hukum munakahât mencapai performa yang ideal dan patut diapresiasi.   Abstract Based on the demands of today, the regulation on registration of marriages started to be valid in some Muslim countries. There is only some highlight formalism aspects of an sich which has no effect on the substance at the level of criminalization which penalizing the offenders, like criminals. However, in the study of classical fiqh, the discussion about the registration of marriage can not be found in the literature. New registration appears when the world development more complex and problems of human life on the earth becoming complicated. Therefore, the positive marriage legal provisions applicable in various Muslim countries concerning the registration of marriage which is a leap of thought in the discourse of family law in the Islamic world. In the other words, there is point of departure which is not only take the development format, but more than that, the marriage registration provisions application has led munakahât to achieve ideal performance and should be appreciated.

Page 8 of 31 | Total Record : 310


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Bimas Islam Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Bimas Islam Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Bimas Islam Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Bimas Islam Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Bimas Islam Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Bimas Islam Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Bimas Islam 2021 Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Bimas Islam 2021 Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020 Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020 Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 3 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 3 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 10 No. 4 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 4 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 9 No 4 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 4 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 3 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 3 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 4 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 4 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 3 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 3 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 2 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 2 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 1 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 1 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 7 No. 2 (2014): Jurnal Bimas Islam More Issue