Articles
169 Documents
Urgensi Komunikasi Interpersonal Dalam Al-Qur’an Sebagai Pustakawan
Muhamad Bisri Mustofa;
Siti Wuryan;
Rosidi
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 11 No 2 (2020): Volume 11 Nomor 2, Juli-Desember 2020
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v11i2.2544
Perkembangan dari keilmuan komunikasi dan keislaman berefek kepada pandangan komunikasi secara umum dan kepada konsep-konsep keislaman, diantaranya Komunikasi interpersonal atau disebut juga komunikasi antar pribadi memiliki keterkaitan dalam bidang komuinkasi islam, di tinjau dari berbagai aspek diantara nya pada hubungan antar sesama manusia. Al-Qur’an menyebutkan berbagai makna terkait hubungan antara sesama manusia dalam hal ini disebut sebagai komunikasi interpersonal yaitu konsep Qaulan Sadidan, Qaulan Maysura, Qaulan Layyinan, Qaulan Kariman, Qaulan Ma’rufa dan Qaulan Baligha. Kaitan dengan hal ini penulis akan membahas lebih lanjut tentang urgensi komunikasi interpersonal dalam bingkai komunikasi islam terhadap pustakawan, sebagai seorang pengelola perpustakaan yang memiliki kemampuan komunikasi interpersonal. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka yang di berbagai leteratur seperti jurnal, buku dan lain-lain. Metode literature reviu, yaitu mengkaji konsep komunikasi interpersonal dari buku dan jurnal hasil penelitian. Data dari hasil penelitian ini dianalisa secara kualitatif, artinya data kepustakaan dianalisis secara mendalam, holistik, dan komprehensif dengan teknik analisis content. Ditinjau dari teori-teori komunikasi interpersonal dalam perspektif komunikasi Islam, lebih fokuskan kepada proses penyampaian pesan atau informasi dari pustakawan, dengan menggunakan kaedah dan prinsip komunikasi yang berdasarkan kepada Alquran dan Hadis. Proses penyampaian pesan kepada audien secara langsung atau melalui media menjunjung kebenaran yang diajarkan oleh agama dikolaborasikan dalam bentuk pelayanan seorang pustakawan. Dalam proses ini seorang pustakwan dapat lebih menerapkan bentuk komunikasi interpersonal kepada para pembaca dengan berlandaskan kepada Al-Qur’an.
Filterisasi Hoax Dari Kemajuan Teknologi Komunikasi dan Informasi
Bahtiar
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 11 No 2 (2020): Volume 11 Nomor 2, Juli-Desember 2020
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v11i2.2545
Kemajuan teknologi yang semakin pesat saat ini semakin memudahkan kehidupan manusia. Namun disisi lain kemajuan teknologi itu malah menggiring manusia pada ketergantungan secara berlebihan dan hilang kepercayaan diri. Sehingga manusia memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk saling menjatuhkan, menguasai lewat fitnah dan berita bohong. Besarnya pengaruh negative dari kemajuan teknologi tersebut, maka sudah seharusnya pemerintah sebagai pengendali dari kemajuan teknologi melakukan filterisasi. Terutama terhadap berbagai informasi menyimpang dan dapat merusak kebangsaan (hoax). Langkah ini dapat dilakukan oleh pemerintah dengan memanfaatkan jasa para hacker untuk meretas dan membangun banteng pertahanan terhadap informasi hoax dari kemajuan teknologi komunikasi dan informasi tersebut. Selain itu, kita sebagai manusia, juga harus membangun kesadaran diri sebagai mahkluk paling tinggi diatas dunia. Sehingga kemajuan teknologi yang notabanenya dilahirkan oleh manusia, tidak menjadi boomerang yang akhirnya menguasai kehidupan manusia.
Upaya Preventif Prostitusi dan Pelecehan Seksual Dalam Perspektif Dakwah
Penmardianto;
Heru Permana Putra
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 12 No 1 (2021): Volume 12 Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v12i1.2625
Kejahatan seksual baik dalam bentuk prostitusi maupun dalam bentuk pelecehan seksual semakin meningkat dewasa ini dalam kehidupan masyarakat, hampir setiap saat kita dengar informasi terjadinya kejahatan seksual. Kejahatan ini sangat membahayakan masyarakat secara keseluruhan, karena dampak yang ditimbulkan dari kejahatan seksual ini sungguh luar biasa mengerikan, diantaranya: terganggunya stabilitas kehidupan sosial, maraknya penyakit menular/kelamin (aids), terganggunya ketahanan kehidupan keluarga dan lain sebagainya. Oleh sebab itu kejahatan seksual ini merupakan masalah besar bagi masyarakat yang harus dicarikan solusinya. Islam memberikan solusi untuk menyelesaikan persoalan besar ini, yaitu melalui jalan dakwah. Untuk itu dakwah harus mampu menjadi solusi agar kejahatan seksuaal ini dapat diminimalisir, kapan perlu dihentikan. Maka dakwah harus mampu mengambil langkah kongkrit, agar setiap perlakuan dan kegiatan yang akan menjerumuskan kepada kejahatan seksual ini bisa di putus matarantainya. Maka dalam artikel ini membahas prostitusi dan pelecehan seksual dalam tinjauan dakwah.
Makna Simbolis Pesan Dakwah dalam Film Cahaya Cinta Pesantren
Muhammad Syarifuddin;
Agus Riyadi
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 12 No 1 (2021): Volume 12 Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v12i1.2719
Film Cahaya Cinta Pesantren merupakan film yang mengangkat tema tentang perjalanan santri menempuh pendidikan. Isinya menyajikan makna simbolis dan nilai-nilai yang sangat religius. Film ini diproduksi oleh fullframe pictures, mengadopsi dari novel best seller karya Ira Madan, film ini sangat ampuh sebagai berdakwah melalui media. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana makna denotasi, konotasi dan mitos dalam film cahaya cinta pesantren? Selanjutnya, pesan-pesan dakwah apa saja yang terkandung dalam film cahaya cinta pesantren? Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif, dengan metode Analisis Semiotika Roland Barthes, maksudnya penulis meneliti dan mengkaji tanda-tanda dalam film dengan menganalisis simbol-simbol dan adegan-adegan yang menampilkan tentang dakwah, dalam hal ini pesan-pesan dakwah yang terkandung didalamnya. Semiotika Roland Barthes juga menekankan baik pada makna denotasi, konotasi dan mitos. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa pesan dakwah yang terkandung dalam film cahaya cinta pesantren diantaranya berkaitan dengan ajaran islam yakni Akidah, Syari’ah, akhlak.
Interaksionisme Simbolik Tagar ShopeeBunuhUMKM DalamTrending Topic Twitter
Rosselina Mulya Rahma;
Farid Pribadi
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 12 No 1 (2021): Volume 12 Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v12i1.2740
Canggihnya teknologi pada zaman sekarang berdampak pada kemudahan manusia dalam mengerjakan dan melakukan aktivitasnya. Seperti yang kita ketahui, saat ini kita tidak perlu susah-susah membeli sesuatu dengan mengunjungi lokasi perbelanjaan yang hendak dituju. Pada zaman yang serba canggih saat ini kita cukup mengunduh aplikasi belanja online, lalu kita bisa belanja kebutuhan yang kita butuhkan melalui aplikasi tersebut. Harga-harga barang dalam aplikasi tersebut juga beragam ada yang paling murah hingga paling mahal. Selain itu, kita juga bisa membeli barang-barang dari luar negeri dengan harga yang cukup murah. Pada Februari 2021, ada sebuah pagar yang sempat menjadi trending topic di Twitter, yaitu #ShoppeBunuhUMKM. Banyak juga warganet Indonesia yang ikut menulis cuitannya di Twitter perihal #ShopeeBunuhUMKM. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian terhadap #ShopeeBunuhUMKM dengan menggunakan teori interaksionisme simbolik. metode penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata ada pro dan kontra yang terjadi dalam #ShopeeBunuhUMKM dalam trending topic Twitter.
Analisis Teknik Siar Deddy Mahendra Desta Dalam Membawakan Program Acara Televisi dan Radio
Mochammad Sinung Restendy;
Aryanti Mu’ti;
Ulfa Rizky Anugerah;
Tsani Najiah
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 12 No 1 (2021): Volume 12 Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v12i1.2796
Program siaran sudah banyak yang dinikmati dari dulu hingga sekarang di berbagai media yang telah ada. Para penyiar radio atau televisi salah satunya menyajikan berbagai informasi atau bahkan hiburan. Deddy Mahendra Desta merupakan salah satu dari banyak penyiar yang memiliki multitalent di Indonesia diantaranya menjadi presenter dan penyiar radio. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mengkaji bahan penelitian melalui tayangan program, referensi keilmuwan dan pandangan pakar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Deddy Mahendra Desta benar benar mampu menguasai program dengan skill dan pengetahuannya, antara lain: mengatur tempo, membangun mood,balance, personal viewer dan word economy.
Pembentukan Keluarga Shaleh Dalam Komunikasi Islam: Studi Komparasi Penafsiran Al-Qur’an
Muhammad Roni;
M. Anzaikhan
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 12 No 1 (2021): Volume 12 Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v12i1.2825
Pembentukan keluarga shaleh seharusnya bukan hanya dimulai ketika dalam masa kandungan, lebih dari itu Islam melalui sumber ajarannya menuntun umatnya untuk memulai membentuk keluarga shaleh dimulai dari cara dan kriteria memilih pasangan hidup yang tepat. Memilih pasangan hidup dan mendidik anak semuanya membutuhkan komunikasi yang ideal sebagaimana yang dianjurkan dalam Al-Quran. Metode penelitian yang akan penulis gunakan adalah komparasi analisis teks terhadap tafsir-tafsir Al-Quran. Teknik pengumpulan data bagi penelitian ini adalah studi perpustakaan yaitu dengan menelaah bahan-bahan dari teori-teori yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas berdasarkan buku-buku yang berhubungan serta dapat mendukung atau menyokong penelitian penulis. Sumber data primer adalah ayat-ayat Al-Quran yang dipilih beberapa ayat-ayat tentang keluarga shaleh dan komunikasi dalam Islam. Hasilnya, ditemukan Kata ‘shaleh’ atau ‘saleh’ sebanyak 143 kali dalam Al-Quran, sedangkan kata ‘keluarga’ ditemukan 67 kali. Setelah dilakukan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Allah menginformasikan dalam Al-Quran dalam membentuk keluarga shaleh sangat dipengaruhi oleh faktor komunikasi baik dalam hidup berindividu maupun kelompok.
Jaulah sebagai Metode Dakwah: Analisis Komunikasi Islam Jamaah Tabligh di Kota Langsa
Masdalifah Sembiring;
Muhammad Mukhlis
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 12 No 1 (2021): Volume 12 Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v12i1.2935
Jaulah merupakan kegiatan berkeling-keliling yang dilakukan satu kelompok jamaah dengan mendatangi masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah yang dilakukan pada waktu sore hari sebelum tiba shalat Magrib . Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui prinsip-prinsip dalam metode Jaulah serta pengaruhnya ke masyarakat kota Langsa berbasis konsep komunikasi Islam. Data penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dengan jumlah informan yang tidak terbatas. Analisis data menggunakan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika dianalisis berdasarkan teori komunikasi Islam, metode Jaulah sudah sesuai dengan substansi dari komunikasi Islam, yaitu menggunakan prinsip dan kaedah komunikasi yang terdapat dalam al-Quran dan Hadis. Cara yang digunakan adalah mengajak kepada ma’ruf dan mencegah kemungkatan, menasehati dan menegur. Dalam hal ini, komunikasi Islam senantiasa mengubah perlakuan buruk individu atau khalayak sasaran kepada perlakuan yang baik. Setelah melakukan metode Jaulah, dapat disimpulkan bahwa metode Jaulah bisa dikatakan cukup berhasil. Para Jamaah Tabligh telah mendapatkan pengakuan dari masyarakat penerima dakwah bahwa hanya dengan usaha para jamaah, pengetahuan dan pemahaman keagamaan mereka bertambah dan melalui pesan-pesan dakwah yang disampaikan para Jamaah Tabligh, masyarakat dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Are Prospective Counsellors Able to Listen Emphatically? (A Study among Counselling University Students in Indonesia)
Dedy Surya
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 12 No 1 (2021): Volume 12 Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v12i1.2767
Listening ability determines the success of counselling sessions. Counsellors must be able to listen to the various problems presented by their participants wholeheartedly. This research aims to illustrate the ability of emphatic listening among counselling students in Indonesia. This descriptive quantitative study involved 318 participants (88.7% women) aged 18-23 years (M= 19.24, SD=1.108) voluntarily selected through convenience sampling. The emphatic listening skills were measured using The Active-Emphatic Listening Scale by Bodie (2011) using Google Form. Based on statistical analysis, it was found that empathic listening to counselling students was classified as high. The study also argues that there are differences in empathy listening skills based on the environment in which they live. At the same time, differences in sex, age, and study year did not determine differences in listening empathetically. This study confirmed that the environment in which a person grows up has implications for empathy.
Urgensi Psikologi Massa dalam Perencanaan Dakwah di Youtube
Lailatur Rofidah
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 12 No 2 (2021): Volume 12 Nomor 2, Juli-Desember 2021
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v12i2.3008
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana urgensi psikologi massa dalam perencanaan dakwah di Youtube. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan kajian pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Data didapatkan dari artikel, buku, website, dan berita online. kemudian data dianalisa menggunakan pendekatan psikologi massa. Hasil dari penelitian ini menunujukkan bahwa, berdakwah melalui Youtube menjadikan netizen sebagai mitra dakwah, untuk mencapai tujuan dakwah, pendakwah harus menyusun perencanaan dakwah. Dalam perencanaan dakwah urgensi psikologi massa terdapat pada analisis khalayak, dimana analisis khalayak dapat dianalisa dari segi psikografis. Psikologi massa menyebutkan bahwa tindakan atau perilaku individu dapat melebur jika ia tergabung dalam massa yang kemudian membentuk perilaku kolektif. Perilaku kolektif netizen dapat dilihat dari tab trending di Youtube, dimana video yang mendapat banyak penonton dan sedang tren saat itu, akan ditampilkan di beranda trending topik dan akan mempengaruhi netizen untuk ikut menonton. Kesimpulannya perencanaan dakwah perlu dilakukan pendakwah sebelum masuk ke lapangan. Sebagaimana tujuan dakwah untuk dapat mempengaruhi, dan mengubah perilaku mitra dakwah agar sesuai dengan tuntunan agama. Maka seorang pendakwah harus dapat memahami karakter netizen, serta media yang tepat untuk berdakwah sehingga mudah ditemui dan dipahami.