cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
alhikmah@iainlangsa.com
Phone
+6285260801133
Journal Mail Official
alhikmah@iainlangsa.ac.id
Editorial Address
Department of Communication and Islamic Broadcasting Studies The Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah State Institute for Islamic Studies Langsa Jalan Meurandeh - Kota Langsa
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
ISSN : 20869762     EISSN : 26550539     DOI : https://doi.org/10.32505/hikmah
Core Subject : Education,
It is a journal published by the Department of Communication and Islamic Broadcasting Studies of the Faculty of Ushuluddin, Adab, and Dakwah of IAIN Langsa.
Articles 169 Documents
Generasi Milennial dan Qanun Jinayat Aceh di Media Sosial: Tanggapan Terhadap Qanun Jinayat Pasal Kekerasan Seksual Dara Maisun
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 13 No 1 (2022): Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v13i1.3973

Abstract

Tulisan ini membahas tentang respon generasi millennial di media sosial terkait Qanun Jinayat Aceh terhadap korban kekerasan seksual perempuan dan anak. Informasi yang ditampilkan dalam edia sosial terkait Qanun Jinayat sangat mendiskriminasikan perempuan sebagai korban sehingga dianggap melanggar HAM dan dituntut untuk melakukan revisi terkait pasal 52 dan 55 terkait korban kekerasan seksual dimana korban diharuskan menghadirkan bukti bahwa telah terjadinya pelecehan. Hal ini menjadi isu yang terus menjadi pro-kontra. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penulisan ini adalah metode literatur dan menggunakan teori analisis wacana Sara Mills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial mampu merubah cara pandang akan Qanun Jinayat yang selama ini menjadi landasan hukum Syariat di Aceh. Adanya marjinalisasi perempuan pada setiap isu-isu perempuan di media sosial dan menggerakkan kaum millennial untuk menuntut dan memperjuangkan keadilan bagi para perempuan Aceh.
Komunikasi Interpersonal Guru terhadap Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Temanggung Miftahul Huda; Widya Fitriyani; Nanik Hidayati
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 13 No 1 (2022): Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v13i1.4043

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki hak yang sama dengan anak normal lainnya dalam segala aspek kehidupan. Termasuk dalam dunia Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal guru terhadap anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Temanggung dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis datanya menggunakan bentuk induktif dan deskriptif naratif. Hasil penelitian ini adalah bahwa Guru SLB Negeri Temanggung memiliki keterbukaan yang tinggi dalam berkomunikasi dengan siswa autis. Guru menggunakan strategi komunikasi empati dengan mengajak siswa autis untuk ikut bersosialisasi dan berinteraksi dengan yang lain agar siswa juga merasakan apa yang orang lain rasakan. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, menyimak, menulis, membaca dan berbicara sangat penting untuk siswa autis karena mereka membutuhkan pengarahan dan keuletan dalam belajar agar siswa autis juga bisa seperti siswa siswa normal pada umumnya.
Khazanah Islami (Khais): Inovasi Aplikasi Berbasis Mobile Sebagai Upaya Preventif Prokrastinasi Ibadah di Era Digital Irmawati; Abdul Aziz Ridha
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 13 No 2 (2022): Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v13i2.4595

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di era digital semakin maju dan berkembang pesat. Arus globalisasi semakin tidak terkendali, teknologi yang hakikatnya diciptakan untuk membuat hidup manusia menjadi semakin mudah dan nyaman. Namun tidak ada bidang kehidupan manusia yang bebas dari teknologi. Menurut Zalfa banyak orang yang mengaku Islam, tetapi melalaikan dan meremehkan kewajibannya sebagai umat Islam seperti melalaikan atau menunda waktu salat. Padahal salat merupakan salah satu kewajiban umat Islam yang harus ditunaikan. Permasalahan yang sering dijumpai dikalangan remaja adalah lebih senang menghabiskan waktu dengan hal yang tidak bermanfaat tanpa mengingat waktu. Oleh karena itu, penulis membuat sebuah solusi berdasarkan permasalahan yang ada dengan membuat sebuah aplikasi yang bernama Khazanah Islami: Inovasi Aplikasi Berbasis Mobile sebagai Upaya Preventif Prokrastinasi Ibadah di Era Digital. Metode yang digunakan Research and Development (R&B) sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan yang diambil dari buku, jurnal, maupun situs internet lima tahun terakhir yang berkaitan dengan objek penelitian dan internet searching. Aplikasi ini menyajikan fitur-fitur keislaman sebagai pengingat ibadah umat Islam sebagai upaya preventif prokrastinasi ibadah di era digital. Manfaat dari aplikasi Khazanah Islami yaitu sebagai solusi untuk mencegah terjadinya prokrastinasi ibadah di tengah aktivitas masyarakat yang sering melalaikan ibadah wajib sehingga aplikasi ini menjadi alternatif pengingat ibadah yang akan mendisiplinkan penggunanya dalam beribadah. Aplikasi ini juga dapat menambah wawasan keislaman seseorang karena disajikan fitur-fitur yang dapat diakses dengan mudah oleh pengguna.
Stratifikasi Terbuka Posisi Pekerja Hotel: Apakah Budaya Patriarki Ditegakkan? Almira Aulia Azzahra
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 13 No 2 (2022): Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v13i2.4673

Abstract

Permasalahan gender dan budaya patriarki bukanlah hal yang asing lagi. Gender merupakan proses keyakinan bagaimana laki-laki dan perempuan seharusnya bertindak, sehingga hal ini tidak dipengaruhi oleh faktor biologis melainkan dapat dipengaruhi oleh sosial, adat, dan budaya. Dunia kerja atau karir merupakan hal yang akan dilalui oleh setiap orang dalam hidupnya, baik itu bekerja secara mandiri maupun kelompok. Namun tidak semua jenis pekerjaan menerima berbagai jenis pekerja. Salah satu pekerjaan yang menerima berbagai jenis pekerja adalah hotel. Hotel memiliki lapisan struktur yang terdiri dari banyak orang dan posisi, termasuk pekerja wanita. Dunia kerja merupakan dunia yang keras bagi kaum wanita. Hal ini dikarenakan keterbatasan kesempatan yang diberikan kepada wanita. Tidak semua orang familiar dengan posisi pekerjaan yang ada di hotel, juga jarang sekali orang yang minat dalam bidang perhotelan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah posisi kerja di hotel membatasi wanita untuk berkarir, serta untuk mengetahui posisi apa saja yang bisa ditempati wanita bila bekerja di perhotelan. Untuk menunjang keberlangsungan penelitian ini, maka digunakan metode studi kasus untuk mengambil data dan informasi yang diperlukan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah termasuk dalam teori kepuasan kerja, yakni teori keseimbangan (equity theory). Teori ini cocok dengan penelitian tentang penempatan posisi kerja antara wanita dan pria, untuk melihat apakah keadilan pada posisi kerja di perhotelan sudah ditegakkan atau masih menggunakan budaya patriarki, dan melihat apakah segala posisi yang ada di perhotelan diperkenankan untuk melibatkan tenaga kerja wanita.
Implementasi Komunikasi Perusahaan di Era Digital: Studi Analisis Pada Portal Website amartha.com Akhyarsyah Agya
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 13 No 2 (2022): Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v13i2.4913

Abstract

Digitalisasi media telah mengubah lini kehidupan manusia, baik dari segi kehidupan pribadi, maupun kehidupan bersosial dengan manusia lainnya. Peralihan kehidupan bisnis konvensional menjadi digital membawa perubahan dalam proses berlangsungnya perusahaan, termasuk komunikasi perusahaan. Media digital mampu menjadikan proses komunikasi perusahaan berubah ke arah yang terintegrasi, efektif, cepat, dan mudah untuk dijangkau. Amartha merupakan sebuah perusahaan pendanaan mikro yang menggunakan produk-produk media digital sebagai dasar operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penggunaan serta penyebaran komunikasi perusahaan khususnya pada pihak eksternal perusahaan dengan memanfaatkan website dan media sosial Instagram, Twitter dan Facebook. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, library research (penelitian pustaka) dengan pendekatan deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan Amartha telah memanfaatkan produk media digital seperti website dan media sosial dengan sangat baik, walaupun masih dibutuhkan kesolidan tim, serta penyelarasan konten memaksimalkan komunikasi perusahaan khususnya kepada pihak eksternal perusahaan.
Bloodshed and Meaning for the Life of the Sumbanese in the Pasola Tradition Lambok Hermanto Sihombing; Maria Paskalia Aninda
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 13 No 2 (2022): Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v13i2.5055

Abstract

Indonesia has various performing arts. One of them is Pasola, a traditional war tradition from West Sumba, NTT region. This study aims to investigate the meaning and philosophical principles underlying the Pasola tradition. The research is classified as cultural research employing qualitative descriptive techniques. According to Edward Burnett Tylor (1832-19721), culture is a complex system consisting of learned human knowledge, belief, art, morals, law, conventions, abilities, and habits. To investigate the Pasola tradition, a descriptive qualitative strategy is employed by referencing multiple literature sources and observations from interviews broadcast on social media platforms such as YouTube. The objective of this paper is first to comprehend the philosophical significance of the Pasola tradition of the West Sumba tribe in greater depth. Second, raise everyone's awareness of the need to establish a pattern of subject-subject interactions or relationships to establish a healthy relationship between humans and nature. As a result, the government stakeholders are helped by society to implement sustainable development promoting cultural preservation.
Konstruksi Mahasiswa Nonmuslim Kota Surabaya Terhadap Tren Lepas Pasang Jilbab di Media Sosial Ailsa Fitri Shafwa; Agus Machfud Fauzi
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 13 No 2 (2022): Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v13i2.5108

Abstract

Penelitian ini berfokus pada persepsi dari mahasiswa nonmuslim terhadap adanya trend lepas jilbab yang terdapat dalam media sosial. Pada masa ini media, sosial dapat mempengaruhi kehidupan setiap manusia yang menggunakannya. Media sosial juga menjadi tempat bagi setiap individu untuk mengekspresikan diri. Jilbab merupakan sebuah simbol penting dalam agama Islam bagi para pemeluknya. Dalam prakteknya masih ditemukan fenomena dari muslimah yang menggunakan jilbab dalam kehidupan sehari-hari, namun ketika di media sosial tidak menggunakan jilbab sebagai simbol penting dari agama islam. Penelitian ini menafsirkan perspektif dari mahasiswa nonmuslim dalam melihat fenomena tersebut. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman dari mahasiswa nonmuslim melihat fenomena tersebut yang dikaji melalui sosiologi agama. Menggunakan teori interaksi simbolik untuk melihat pemaknaan dari persepsi mahasiswa nonmuslim ketika melihat fenomena lepas pasang jilbab di media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dengan kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi untuk menganalisis realitas dengan melihat pengalaman dari mahasiswa perempuan muslim kota Surabaya yang pernah melakukan lepas pasang jilbab di media sosial melalui teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna agama islam tetap tersampaikan dengan baik meskipun terdapat fenomena lepas pasang jilbab di media sosial.
Analisis Resepsi Milenial Terhadap Ageisme Pada Film Senior Year Nur Alfia Chumairo; Yudiana Indriastuti
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 13 No 2 (2022): Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v13i2.5336

Abstract

Film merupakan salah satu bentuk media komunikasi yang berisikan suatu pesan untuk disampaikan kepada khalayak. Namun penerimaan khalayak terhadap pesan tersebut tentunya akan berbeda sesuai dengan latar belakang masing-masing individu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan khalayak yakni milennials tentang adanya ageisme di dalam film Senior Year. Adapun pada penelitin ini menggunakan metode penelitian berupa analisis resepsi milik Stuart Hall yang membagi penerimaan khalayak menjadi tiga kategori posisi, yakni; dominant hegemonic code, negotiated code dan opposittional code. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti berupa wawancara mendalam dengan informan yang telah memenuhi syarat ketentuan yang dibutuhkan di dalam penelitian ini. Dengan mengolah data dan menganalisis hasil wawancara mendalam terhadap penerimaan informan-informan tentang ageisme di dalam film Senior Year, menggunakan teori encoding-decoding milik Stuart Hall dengan keempat informan yang memiliki referensi dan pengalaman yang berbeda. Maka di dapatkan hasil bahwa informan pertama dan ketiga berada pada posisi dominant hegemonic code, informan kedua berada pada posisi negotiated code dan informan keempat berada pada posisis opposittional code.
Urgensi Literasi Digital Tengku dalam Membangun Kerukunan Umat Beragama Ibnu, Muslem
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 14 No 1 (2023): Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v14i1.5956

Abstract

Digital literacy skills are very important today. Someone who has good digital literacy skills is a person who is independent and skilled in finding information, and has the ability to choose the type of information needed and present it effectively. As an opinion leader, Tengku must master digital literacy so that he is not mistaken in conveying messages to his followers. This will help prevent inter-religious conflicts in society and promote inter-religious harmony.
Penerapan Komunikasi Media Massa dalam Mempromosikan Layanan Pernikahan di KUA Sunggal Farid, Ahmad Salman
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 14 No 1 (2023): Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v14i1.4733

Abstract

This study examines mass media communication activities carried out by the Office of Religious Affairs (KUA) of Sunggal District in Deli Serdang Regency in promoting marriage services to the surrounding Muslim community. The implementation of KUA's duties in providing the best service to Muslim audiences should be supported by mass media instruments that explain the processes, procedures, and administrative matters that are the success of marriage in Islam. Adopting descriptive qualitative methods in this study look at the current situation and condition of marriage services at KUA Sunggal so that natural objects can provide a detailed description of the application of mass media communication in it. The data were then obtained by observation, in-depth interviews with informants from the Head of KUA and extension workers as well as official documentation on all matters relating to the object of research. The results of this study found that the role of mass media communication was still weak so efforts were needed and real actions in revitalizing, upgrading, and adjusting to publicity to the public in the era of technological progress 5.0 in the KUA work area, Sunggal District.

Page 11 of 17 | Total Record : 169


Filter by Year

2017 2025