cover
Contact Name
Firmansyah
Contact Email
firmanyk@gmail.com
Phone
+6261- 6615683
Journal Mail Official
jurnaleduriligia@gmail.com
Editorial Address
Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan 20371, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
EDU RILIGIA: Journal of Islamic and Religious Education
ISSN : 25977377     EISSN : 25810251     DOI : http://dx.doi.org/10.47006
EDU RILIGIA: Journal of Islamic and Religious Education sciences formed in year 2017 with E-ISSN 2581-0251 with DECREE No. 0005.25810251/JI. 3.1/SK. ISSN/2017.07-27 July 2017 and P-ISSN 2597-7377 SK No. 0005.25977377/JI. 3.1/SK. ISSN/2017.09-19 September 2017. The study and judgment done by the experts (peer-reviewed). The journal is affiliated to the UIN graduate of North Sumatera Islamic Education study Program located in Medan. The purpose of this journal is to be a writing platform relating to education, research for students, alumni and other academic civitas related to the scope of this journal.
Articles 334 Documents
Kategorisasi Epistemologi Islam (Parepatetis, Illuminatis, dan Muta’aliyah) Hidayat Hidayat
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 4, No 4 (2020): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v4i4.12901

Abstract

Suhrawardi was a philosopher who had a very important influence in the development of Islamic philosophy. The theory of illumination (isyraqi) which is the fruit of Suhrawardi's work has provided a new view in the development treasures of Islamic philosophy which has been dominated by the Paripatetism since before. The birth of the Illumination School (Israqi) is an alternative to the weaknesses that exist in previous philosophies, especially Aristotelian peripatetics. According to Suhrawardi, the peripatetic philosophy which until then was considered the most superior turned out to contain various shortcomings. After seeing how big the influence of the philosophy of illumination in the discourse on the development of Islamic philosophy is, then conducting a study of it in depth and comprehensively becomes a very important thing to do. Therefore in this study will be discussed about; How about Suhrawardi's theory of illumination knowledge? And how did it contribute to the development of Islamic philosophy?
Implementasi Pembelajaran Aqidah Akhlak Melalui Metode Pembelajaran Berbasis Pengembangan Soft Skill Dedi Wahyudi; Nikma Pujiana Safitri
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 1 (2022): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i1.1217

Abstract

AbstrakPendidikan agama merupakan bagian pendidikan yang sangat penting yang berkenaan dengan aspek-aspek sikap dan nilai, antara lain akhlak, keagamaan dan sosial masyarakat. Dengan demikian tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa pendidikan Aqidah akhlak mutlak diberikan, terutama di lembaga-lembaga pendidikan Islam yang sasaran utamanya adalah untuk membentuk anak didik memiliki kemantapan iman/aqidah dan memiliki kebermaknaan yang mantap atas akhlaknya sehingga hubungan dengan Tuhannya berjalan dengan baik dan hubungan dengan manusia/alam sekitar berjalan secara harmonis. Agar pembelajaran dapat difahami serta peserta didik dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, perlu adanya model pembelajaran untuk menunjang pelaksanaan agar pembelajaran tentang qidah akhlak berjalan dengan lancar. Dengan menggunakan Model Pembelajaran Tentang Soft Skill tersebut, maka seseorang peserta didik diajarkan agar memiliki kemampuan berkomnikasi dan bersosisalisasi dengan lingkugan sosialnya. Soft skill termasuk pembelajaran yang paling bagus dan cocok untuk meningkatkan kemampuan serta pengembangan yang terdapat dalam diri seseorang.  Serta dalam mengimplementasikan untuk kehidupan sehari hari seseorang akan dilatih kejujurannya. Kepribadian dan kemampuan dasar apabila dikembangkan akan mendukung dalam sosialisai dikehidupan yang nyata. Soft skill sendiri akan menghasilkan kemampuan, etika serta tingkah laku. Kata kunci: Pendidikan Agama Islam, Aqidah Akhlak, Soft Skill 
PERKEMBANGAN ISLAM ZAMAN KEEMASAN BANI ABBASIYAH (650 M – 1250 M) Siti Syaidariyah Hasibuan
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 4 (2021): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v5i4.12934

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar kita memahami bagaimana pentingnya sejarah tentang kebudayaan Islam, yang dengan ini kita dapat mengetahui bagaimana sejarah tentang perjuangan para Nabi untuk memperjuangkan agama kita dari zaman mereka hingga saat ini. Salah satu sejarah yang dapat kita ketahui yaitu sejarah tentang Perkembangan Islam Periode/ Zaman Keemasan (Pada tahun 650 M – 1250 M ) Bani Abbasiyah, yang mana Pemerintahan dinasti Abbasiyah dinisbatkan kepada Al- Abbas, paman Rasulullah, sementara Khalifah pertama dari pemerintahan ini adalah Abdullah Ash- Sahffah bin Muhammad bin Ali Bin Abdulah bin Abbas bin Abdul Muthalib.Pada tahun 132 H/750 M, oleh Abul abbas Ashsaffah,dan sekaligus sebagai khalifah pertama. Selama lima Abad dari tahun 132-656 H (750 M- 1258 M). Penelitian ini menggunakan metode sejarah sosial. Data yang diperoleh akan dianalisis dan disajikan secara deskriptif dengan cara memilih topik, mengumpulkan sumber, memverifikasi data, menginterpretasikannya dan untuk selanjutnya dilakukan rekonstruksi agar menjadi penjelasan yang utuh dan komprehensif sehingga mudah dimengerti dan dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Pada zaman keemasan ini kita dapat mengetahui sejarah berdirinya Dinasti Abbasiyah beserta Khalifah-Khalifah bani Abbasiyah begitu pula dengan bagaimana runtuhnya Dinasti Abbasiyah tersebut yang kita ketahui bahwa itu terdapat karena dua faktor tertentu yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Interactive Learning Media Using Articulate Storyline 3 in Minang Kabau Culture Cours in Informastic And Computer Engineering Education IAIN Bukit Tinggi Ahmad Baqi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 4 (2022): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i4.13311

Abstract

This research is motivated by learning Minangkabau Culture which in general the material is only in the form of delivering papers with the lecture method. In its delivery, lecturers use minimal learning media in class and the use of adequate technological facilities is still underutilized by lecturers so that boring learning methods have an impact on student interest in learning to be low. This study uses the Research And Development (R&D) method using the 4D version approach, namely Define, Design, Develop, and Disseminate. using Luther Sutopo's multimedia development model which consists of 6 stages, namely concept, design, collecting material, assembly, testing and distribution. The product test used in this study is the validity test using the Aiken's "v" formula, the practicality test using the Moment Kappa formula, and the effectiveness test using the Gain Score formula. Based on the three tests, it was found that the product was valid with a value of 0.88, practical with a value of 0.94 and effective with a value of 0.87. This product can make it easier for students to understand and repeat the material that has been conveyed by the lecturer and make it easier for the lecturer to deliver learning material so that the lecture process becomes valid, practical and effective.
PERTUMBUHAN INSTITUSI PENDIDIKAN AWAL DI INDONESIA Saiful Bahri
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 2 (2021): April-Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v5i2.12917

Abstract

Islamic educational institutions are a sub-system of the community or nation system. Therefore, in its operations, it always refers to and is responsive to the needs and developments of the community. Thus, Islamic educational institutions must be organized by the demands and aspirations of the community because without this. It will be difficult to achieve progress and development in Islamic education in Indonesia. From various previous explanations about early institutions in Indonesia, as a first step, they have contributed significantly to the development of Islamic education among Indonesian Muslims. Among several Islamic educational institutions, mosques, meunasah, dayah, pesantren, surau and finally madrasas have emerged, which have a significant role and continue to experience development and progress with their respective characteristics until now. However, the current function has changed significantly because of the changing and dynamic conditions.
PASCA KONFLIK SYARA YANG TERJADI DI KABUPATEN ACEH SINGKIL Salamah Salamah
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 1 (2021): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v5i1.12908

Abstract

Human resources are the main component for the success of educational programs at universities in order to realize their vision and mission. Universities must have a complete human resource management system in accordance with planning and development needs. The complexity of the problem of PT requires quality resources to make PT as a diploma-giving institution that makes a full contribution to the issues or problems of the nation. Human resource quality development needs to be made so that it becomes a guideline for human resource management both at the university level and study programs by implementing a quality cycle in the form of planning, implementation, and monitoring-evaluation flows. Thus, the development of quality at the university level is expected to encourage the development of activities that are able to improve the quality of human resources both intellectually, academically and personally. This research on policy innovation for the development of quality lecturers at STAI Al-Hikmah Medan uses an interpretive/post positivistic paradigm with a qualitative approach. The meaning of the interpretive/post positivistic paradigm is that social reality is actually meaningful. according to the observations of researchers so far, there are still many obstacles and shortcomings, both in terms of planning and in the implementation and evaluation. Research findings regarding the implementation of lecturer quality development developed at STAI Al-Hikmah in innovation of lecturer quality development policies, including aspects of planning, implementation, evaluation and monitoring of lecturers still do not meet the standards, this can be seen from a number of phenomena that have surfaced (especially in STAI Al-Hikmah Medan) include: 1) the absence of a systematized lecturer development program starting from the acceptance of lecturers until the end of the lecturer's duties (retirement); 2) there is no more comprehensive knowledge grouping and identification of appropriate lecturer specializations.
Pentingnya Pendidikan Akhlak Pada Anak Usia Dini Ardiyanti, Siti
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i2.13166

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan upaya yang dilakukan untuk membantu mengembangkan dan mengarahkan jiwa individu dari sifat bawaannya menuju peradaban yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan betapapentingnya pendidikan akhlak pada anak usia dini dan melihat bagaimana penerapan akhlak pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena penelitian ini berhubungan dengan fenomena sosial di sekolah, yaitu menganalisis pendidikan anak usia dini di TK An-Nizzam pada masa setelah covid-19. Teknikpengumpulan data yang utama dilaksanakan peneliti adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. melalui prosedur observasi lapangan, pengambilan data, dan analisis data penelitian. Peneliti melakukan crosscheck mengenai kevalidan data kepada guru dan para murid TK An-Nizzam.Proses pembelajaran anak usia dini dihimbau untuk melaksanakan pembelajaran di kelas masing-masing. Guru tetap memantau perkembangan murid dalam pentingnya akhlak dan memberikan arahan kepada murid di TK An- Nizzam. Teknik pengumpulan data yang utama dilaksanakan peneliti adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan peneliti yaitu dengan langkah-langkah: Reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Pendidikan akhlak anak dilakukan sejak dini, sebelum watak dan kepribadiannya terpengaruh lingkungan yang tidak parallel dan dari tuntunan agama. Oleh karena itu,dalam mendidik anak usia dini perlu adanya perhatian khusus bagi orang tua maupun guru dalam memperhatikan pendidikan akhlak anak. Karena baik dan buruknya perilaku anak, bergantung pada pendidikan yang diberikan kepada anak tersebut sejak usia dini, jika anak terebut menjadi anak yang baik dan begitu pula sebaliknya. Maka dalam hal ini perlu adanya Kerjasama antara orangtua dan guru agar anak usia dini dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang mempunyai akhlak yang mulia dan islami.
Kebangkitan Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam Non Formal: Majelis Ta’lim Muslim Muslim
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 4, No 3 (2020): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v4i3.12884

Abstract

Wacana Intelektual Keagamaan Islam di Indonesia dan Timur Tengah Irvan Mustofa Sembiring
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 1 (2022): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i1.10380

Abstract

Pada zaman sekarang ini, bagi warga Indonesia yang melakukan rihlah ilmu pengetahuan ke Timur Tengah, timbul anggapan pada sebahagian orang bahwa seseorang yang melakukan rihlah tersebut akan membawa dampak negatif kepada Indonesia. Padahal semenjak Islam masuk ke Nusantara hubungan antara Nusantara dengan Timur Tengah telah terjalin. Sebanarnya, bagaimana wacana intelektual keagamaan Islam di Indonesia dengan Timur Tengah?. Penelitian ini menggunakan metode sejarah (history). Penelitian ini menginformasikan bahwa pertama, persentuhan intelektual Islam Indonesia dengan Timur Tengah telah berlangsung  semenjak Islam masuk ke Nusantara. Kedua, keintelektualan Islam di Indonesia ini semakin berkembang ketika kaum Muslim Nusantara mengadakan perjalanan ke Timur Tengah melalui ibadah haji, menuntut ilmu dan menetap di wilayah Timur Tengah, lalu mengembangkannya di Nusantara. Ketiga, intelektual keagamaan Islam di Indonesia muncul setelah adanya proses Islamisasi adalah aliran sufi. Keempat, kemudian keintelektualan Islam ini terus berkembang yang mengarah kepada fiqih seperti mazhab syafi’i, juga aliran akidah seperti ahlus sunnah wa al jamaah. Kelima, intelektual Islam di Indonesia masuk pada era modern dengan tokohnya seperti kaum muda yang ada di Minangkabau seperti Haji Muhammad Djamil Djambek, Haji Abdullah Ahmad, Haji Abdul Karim Amrullah dan Haji Muhammad Thaib Umar, yang telah lama menggali ilmu di Timur Tengah. Kata Kunci: Wacana, Intelektual, Indonesia, Timur Tengah
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI-ORGANISASI ISLAM: MUHAMMADIYAH, NAHDATUL ULAMA DAN JAMI’ATUL WASHLIYAH M Fadli
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 3 (2021): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v5i3.12930

Abstract

Awareness of organization with a very high effort and imbued with feelings of nationalism and religion led to developments and a new era in education and teaching. With full awareness, the leaders of the movement tried to change the backwardness of the Indonesian people through the implementation of national education. Their efforts are realized by establishing schools and madrasas with a modern system by adopting a Western education system that teaches general subjects and religious subjects. Evidence of this development is until the birth of Islamic universities in Indonesia. The role of these organizations can be extraordinary, both in the fields of economy, education, politics and in achieving independence for the Indonesian state. We also feel this until now where many Islamic organizations still exist and maintain stability in Indonesia within a government.