cover
Contact Name
Ria Riski Marsuki, S.S., MTCSOL
Contact Email
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Longda Xiaokan : Journal of Mandarin Learning and Teaching
ISSN : 25285734     EISSN : 27151611     DOI : -
Core Subject : Education,
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching menerbitkan artikel ilmiah di bidang pendidikan dan pembelajaran bahasa Mandarin
Articles 96 Documents
Analisisi Fungsi dan Makna Kata Interjeksi Bahasa Mandarin dalam Animasi Mo Dao Zu Shi karya Mo Xiang Tong Xiu
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v5i2.40909

Abstract

Animasi Mo Dao Zu Shi adalah salah satu animasi fantasi yang dibuat oleh Mo Xiang Tong Xiu, animasi dua dimensi yang berlatar dunia spiritual yang dikemas dengan suasana menarik, unik, menyenangkan, dengan perpaduan bahasa dan suara yang tepat.  Kata interjeksi adalah kata atau ekspresi yang muncul sebagai ucapan sendiri dan mengungkapkan perasaan atau reaksi spontan. Dalam penelitian ini peneliti melakukan analisis untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kata interjeksi bahasa mandarin yang terdapat dalam animasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1). Untuk mengidentifikasi kata interjeksi Bahasa Mandarin yang ada dalam Animasi Mo Dao Zu Shi karya Mo Xiang Tong Xiu. (2). Untuk mendeskripsikan fungsi dan makna kata interjeksi Bahasa Mandarin dalam animasi Mo Dao Zu Shi karya Mo Xiang Tong Xiu. Penelitian skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian skripsi ini adalah menggunakan cara menyumak dan mencatat.Hasil dari penelitian skripsi ini adalah (1). Hasil mengidentifikasi kata interjeksi Bahasa Mandarin adalah sebagai berikut kata interjeski yang ditemukan dalam animasi ini sebanyak 23 kata interjeksi. (2). Hasil mendeskripsikan fungsi dan makna kata interjeksi Bahasa Mandarin adalah sebagai berikut fungsi dan makna kata yang digunakan dalam animasi Mo Dao Zu Shi ini terdapat 57 makna kata interjeksi.Mo Dao Zu Shi animation is one of the fantasy animations created by Mo Xiang Tong Xiu, a two-dimensional animation set in the spiritual world that is packed with an interesting, unique, fun atmosphere, with the right mix of language and sound. Interjection words are words or expressions that appear as self-utterances and express spontaneous feelings or reactions. In this study, the researcher conducted an analysis to identify and describe the mandarin interjection words contained in the animation. The aims of this research are (1). To identify the Chinese interjection words in Mo Dao Zu Shi Animation by Mo Xiang Tong Xiu. (2). To describe the function and meaning of Chinese interjection words in Mo Dao Zu Shi animation by Mo Xiang Tong Xiu. This research uses descriptive qualitative research method. The data collection technique used in this research is to use listening and taking notes. The results of this study are (1). The results of identifying the Chinese interjection words are as follows the interjection words found in this animation are 23 interjection words  (2). The results of describing the function and meaning of Chinese interjection words are as follows the function and meaning of the words used in this Mo Dao Zu Shi animation, there are 57 meanings of interjection words.
Analisis Metode Penerjemahan Subtitle Film Animasi White Snake Prissila Agusdtine; Rudy Sofyan; Niza Ayuningtias
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v5i1.39126

Abstract

Terjemahan adalah mentransfer arti atau makna dari satu bahasa ke bahasa lain. Namun makna yang disampaikan tidak boleh melenceng agar terjemahannya dapat dipahami dan berterima. Dalam melakukan kegiatan penerjemahan, sangat penting untuk memperhatikan penggunaan metode penerjemahan karena jika terdapat penggunaan metode penerjemahan yang kurang sesuai maka akan mengakibatkan hasil terjemahan menjadi kurang baik. Penerjemahan dapat dilakukan ke dalam berbagai media dan salah satunya adalah film. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis metode penerjemahan subtitle film animasi White Snake berdasarkan teori yang dikembangkan oleh Peter Newmark . Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan data berupa kata, frasa, klausa serta kalimat dalam subtitle film animasi White Snake dan metode pengumpulan data menggunakan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 186 data yang diteliti terdapat 7 metode penerjemahan Newmark yang diterapkan dalam menerjemahkan film yaitu 4 metode mengacu pada bahasa sumber yang terdiri dari penerjemahan kata-demi-kata 5 (2,68%), penerjemahan harfiah 27 (14,51%), penerjemahan setia 44 (23,65%) dan penerjemahan semantik 41 (22,04%), serta 3 metode mengacu pada bahasa sasaran yang terdiri dari penerjemahan bebas 32 (17,20%), penerjemahan idiomatik 1 (0,53%) dan penerjemahan komunikatif 36 (19,35%). Metode penerjemahan yang paling banyak diterapkan penerjemah dalam menerjemahkan film animasi White Snake adalah penerjemahan setia dengan mempertahankan struktur gramatikal bahasa sumber.
Hubungan Antara Kemampuan Membaca Dengan Kemampuan Menerjemahkan Teks Berbahasa Mandarin Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Angkatan 2018
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v5i2.40905

Abstract

Kemampuan membaca merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam pendidikan Bahasa mandarin. Selain itu, membaca membantu siswa untuk memahami kata-kata yang dibaca, mengidentifikasi arti kata, menerka arti kata yang belum dikenal, menangkap ide pokok bacaan, menangkap perincian, dan memahami maksud penulis. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Data dan sumber data diperoleh dari 16 mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Mandarin angkatan 2018 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang tahun ajaran 2020/2021. Dari hasil analisis data penelitian menunjukan bahwa kemampuan membaca seorang mahasiswa sangat mempengaruhi kemampuan menerjemahkan mahasiswa itu sendiri, yakni sebesar 90,7%. Dilihat dari hasil skoring yang dilakukan pada mahasiswa aspek intonasi, lafal dan kelancaran dalam membaca memiliki pengaruh yang paling signifikan. Kurangnya kemampuan mahasiswa dalam menerjemahkan teks berbahasa mandarin disebabkan oleh beberapa faktor seperti, kesalahan jeda, kesalahan penggunaan nada, dan kesalahan pengucapan atau pelafalan sebuah karakter.Reading ability is a very important thing in Mandarin language education. In addition, reading helps students to understand the words they read, identify the meaning of words, the meaning of unfamiliar words, capture the main idea of reading, capture details, and understand the author's intent. The research method uses quantitative research methods. The research approach uses a descriptive analysis approach. Data and data sources were obtained from 16 students of the 2018 Mandarin Language Education Department, Faculty of Language and Arts, Semarang State University for the 2020/2021 academic year. From the results of the analysis of research data shows that the ability to read a student greatly affects the ability to translate the students themselves, which is equal to 90.7%. Judging from the results of scoring conducted on students, intonation, pronunciation and assessment in reading have the most influence. The lack of students' ability in translating Chinese texts is caused by several factors, such as pause errors, incorrect use of tone, and errors in pronunciation or pronunciation of a character.
Nilai Moral Pada Tokoh Utama Dalam Film “Shéi De Qīngchūn Bù Mímáng” Sutri Sumi Lumban Toruan; Intan Erwani
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v5i1.39125

Abstract

Judul penelitian adalah “Nilai Moral Pada Tokoh Utama Dalam Film “Shéi de Qīngchūn Bù Mímáng”. Nilai moral merupakan cerminan nilai sikap manusia yang telah diterapkan sejak kecil pada diri seseorang yaitu baik ataupun buruknya. Sebagaimana cerminan nilai moral tersebut dapat dilihat dari perilaku, tindakan dengan melibatkan isi hati dan pemikiran. Sehingga penulis tertarik untuk menganalisis lebih dalam lagi mengenai nilai moral karena nilai moral sangat penting dalam kehidupan manusia sebagai makhluk yang bersosialisasi. Selain itu, penulis memilih nilai moral karena pentingnya nilai moral untuk diterapkan kepada semua orang sehingga terinspirasi akan sikap dari tokoh Lin Tian Jiao yang memiliki sikap nilai moral individual. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai moral individual yang ditunjukkan oleh tokoh utama dalam film dalam Shéi de Qīngchūn Bù Mímáng. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang menyajikan data dalam bentuk kalimat. Pengumpulan data menggunakan teknik menonton, menyimak dan mencatat. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan tiga bentuk nilai moral individual dalam film. Tiga bentuk nilai moral individual meliputi: nilai moral kejujuran, nilai moral keberanian, dan nilai moral bertanggung jawab.
Analisis Nilai Moral Dalam Film The Unbetable Karya Meng Yuan
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v5i2.40906

Abstract

Film The Unbeatable karya Meng Yuan, adalah film yang sangat erat kaitannya dengan nilai moral yang peneliti kaji. Nilai moral adalah nilai yang mendorong manusia untuk berbuat atau melakukan sesuatu, dan merupakan sumber motivasi yang cenderung mampu mengatur dan membatasi tindakan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mendeskripsikan nilai moral yang terdapat dalam film The Unbeatable karya Meng Yuan berdasarkan teori konfusianisme tentang ajaran “五行” (wǔxíng) yang terdiri dari (1)仁(rén) kemanusiaan, (2)义(yì) kebenaran, (3)礼( lǐ) kesopanan, (4)智 (zhì) kebijaksanaan, (5)圣(shèng) kesucian. Dalam penelitian ini peneliti melakukan analisis untuk mengidentifikasikan dan mendeskripsikan nilai moral “五行” (wǔxíng) dengan menggunakan teori Konfusianisme dalam manuskrip Guodian Chujian Yu Chu Wenhua yang terdapat dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis film tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan cara menyimak dan mencatat. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada film tersebut ditemukan hasil nilai moral 仁 (rén) kemanusiaan yang merupakan nilai moral yang paling banyak ditemukan pada film ini yang terdapat tujuh data, dan nilai moral礼( lǐ) kesopanan merupakan nilai moral paling sedikit yang hanya terdapat satu data dan智 (zhì) kebijaksanaan terdapat dua data, dan ditemukan义(yì) kebenaran terdapat empat data , dan 圣 (shèng) kesucian terdapat empat data.The movie entitled Unbeatable by Meng Yuan very close related with the researcher studies about moral value. Moral value is a basic value that encourage human to do or make something and one of the motivation sources to set and limits human tendencies in their behavior. The aim of the research is to describes moral values that be found on a movie Unbeatable by Meng Yuan bases on confucianism theory that learn about “五行” (wuxíng) which consist of (1) 仁(rén) humanity, (2) 义 (yì) truth, (3) 礼 ( li) courtesy, (4) 智 (zhì) wisdom, (5)圣(shèng) chastity. In this research, The researcher is doing analysis to identificate and describes moral value 五行” (wǔxíng) by using confucianism theory in Guodian Chujian Yu Chu Wenhua manuscript that depicted in the movie related. In this research, the researcher is using descriptive qualitative method to analyse the movie. The data has been collected by heeding and taking notes. The result of this research that already done from the movie is the researcher found moral value 仁 (rén) humanity that spotted the most in the movie which giving seven data, moral value 礼 ( lǐ) courtesy at the least as spotted only one data, 智 (zhì) wisdom spotted there are two data, 义 (yì) truth spotted four data, and 圣 (shèng) spotted 4 data.  
The overview of SWOT analysis on MBKM implementation in chinese language education study program FBS UNNES with partner universities and institutions Anggraeni anggraeni; Retno Purnama Irawati; Rina Supriatnaningsih; Anes Desti Safitri
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v6i1.45198

Abstract

The MBKM policy, based on regulations from the Directorate General of Higher Education of the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia in 2020, is a form of giving autonomous freedom for educational institutions, independence from complicated bureaucracy and also freedom for students to choose their desired program they have wanted to choose. Regarding implementing the MBKM program, the Chinese Language Education Study Program FBS UNNES still encounters many obstacles. (1) Curriculum similarity between study programs or universities. In addition, (2) educational information systems between universities are different and sometimes do not support students and lecturers outside the university. (3) Regarding the partnership, the Chinese Language Education Study Program FBS UNNES has partnered with several universities but has not partnered with more parties. This study aims to analyze the strengths, weaknesses, opportunities and challenges. This qualitative research utilizes a phenomenological research design. Phenomenology in this study refers to the SWOT analysis. The results of the study resulted in 4 SWOT strategies, namely (1) Strengths and Opportunities, (2) Weaknesses and Challenges, (3) Strengths and Challenges, (4) Weaknesses and Opportunities. The most critical strategy that must be carried out is to create a communicative, effective and transparent network system, open a more comprehensive network of relations, provide more opportunities for students and lecturers, and disseminate information about the implementation of MBKM informative and compelling.
Contrasting the Usage of Punctuations in Chinese and Indonesian Language Asmuliyati Nahnu; Ria Riski Marsuki
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v6i1.44990

Abstract

Knowing the punctuation marks in Chinese and Indonesian is very important. Therefore, in order to avoid mistakes or inaccuracies in the use of punctuation marks, this research was conducted to clearly describe the similarities and differences in the use of punctuation marks in Mandarin and Indonesian.This study is a descriptive qualitative research using the literature method and the contrastive analysis method. The results show that of the 12 punctuation marks in this study, there are 7 punctuation marks that have the same form and use, 3 punctuation marks that have different forms with the same use, and there are 2 punctuation marks in Mandarin that are not found in Indonesian.
Analysis of Similiarities and Differences Between Bugis and Han Ethnicities in Marriage Tradition Nirdayanti M; Sri Khaerani Rahman
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v6i1.44959

Abstract

Indonesia and China are countries that are now increasingly opening up opportunities for cooperation in various sectors. This has made many people and entrepreneurs take advantage of this opportunity to get involved in it. This can be seen from the surge of immigrants from China to Indonesia, Indonesia to China, bringing their own provisions and goals. However, because different countries and different cultures can trigger cultural conflicts, as a result, this creates a need for both countries to have cultures with each other. Therefore this article focuses on culture, it shows the culture of marriage from one of the ethnicities of the two countries, the Bugis and Han ethnicities. In addition, this research allows people to gain insight into differences and similarities in ethics, traditions and cultural values and kinship between cultures. Applying comparative methods, literature surveys and secondary data analysis to show the similarities and differences in the marriage culture of the Bugis and the Han people, by reviewing the marriage traditions and the meaning of marriage of the two ethnicities. This research reveals that traditional culture plays a major role in every marriage culture, history, to religion.
Development of Monopoly Media in Zhongguo Lvyou Course, Mandarin Language Education Study Program, Semarang State University Risma Aprilia Widodo; Anggraeni Anggraeni; Lispridona Diner; Dian Yuni Pamuji
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v6i1.46077

Abstract

The course is a course that aims to increase knowledge about tourist attractions in China. Learning activities for the course use learning media such as powerpoint presentations and textbook summaries, it is known that this does not attract students interest in learning. Based on this, the researcher decided to develop learning media, especially monopoly game learning media in the course so that it attracts more students' interest in learning activities. The aims of this study were (1) to describe the needs of lecturers and students for Monopoly game learning media in the course of the Chinese Language Education Study Program, Semarang State University. (2) Describe the procedure for developing Monopoly game media in the course, Mandarin Language Education Study Program, Semarang State University. (3) Describe the results of expert validation of the Monopoly game media in the course of the Chinese Language Education Study Program, Semarang State University. The research method used is the R and D (Research and Development) research method, namely through 5 stages: (1) Potential Problems, (2) Data Collection, (3) Product Design, (4) Design Validation (5) Design Revision. The results of the validation by material experts showed that the monopoly game learning media in the course of the Semarang State University Mandarin Education Study Program received an overall average score of 86.9, which means that the media is very suitable for use in learning. The results of validation by media experts showed that the monopoly game learning media in the course of the Semarang State University Mandarin Education Study Program received a score of 85.1, which means that the media is suitable for use in learning.
Development of Learning Media Based on Car Racing Games In Mandarin Subjects For Class X Pangudi Luhur Don Bosko High School Semarang Anggi Novita Sari Prasetyo; Anggraeni Anggraeni; Rina Supriatnaningsih; Sheyra Silvia Siregar
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v6i1.46078

Abstract

By promoting fun and exciting learning, researchers develop a product that can be used in the teaching and learning process with a view to increasing the learning motivation of all students in learning and assisting eduacators in making it easier for an educator to deliver lessons. The purpose of this study is  1) to describe the result of the analysis of the needs of students and teacher on the development of car racing game media in Mandarin class in X class at Pangudi Luhur Don Bosko high school 2) to describe the prototype of the development of car racing game media in X class at Pangudi Luhur Don Bosko high school 3) to describe the result of expert validation on the development of car racing game media in X class at Pangudi Luhur Don Bosko high school developed by researchers.   The study uses research and development methods with five stages, namely 1. Potential problems, 2. Data collection, 3. Product design, 4. Product validation, 5. Product revision.  From the results of the analysis of interviews with subject teachers and analysis of needs questionnaires  student agree with development of  game- based learning media that are creative, effective and fun.  The validation result show that the car racing game-based learning media gets an average score of 87 from media expert and 87,5 from material expert, both of which show a score of 4 which means the media is very feasible to use. The media is then corrected according to suggestions and input from expert.

Page 9 of 10 | Total Record : 96