cover
Contact Name
Ni Wayan Swarniti
Contact Email
jurnalaccarya@gmail.com
Phone
+6285739637227
Journal Mail Official
jurnalaccarya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kamboja No.17, Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Accarya
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 20850018     EISSN : 27228339     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Accarya, 2085-0018 (Print ISSN), 2722-8339 (Electronic ISSN) is the Journal of Education who published research articles and of theoretical articles in education which published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy, Dwijendra University. The journal is published twice a year every April and October published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: • Education • Language Teaching and Learning • Classroom Action Research • Morphology • Syntax • Phonology • Semantic • Pragmatic • Discourse Analysis • Translation • Comparative Linguistics History • Applied Linguistic
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya" : 13 Documents clear
PENGARUH POLA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGATASI PENYALAH GUNAAN NARKOBA PADA SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS DWIJENDRA DENPASAR Sila, I Made; Rai, Ida Bagus
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.047 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.640.%p

Abstract

ABSTRACTDrug abuse and dissemination is one of the criminal acts and it has become such a serious phenomenon that must be overcome and resolved by both the self, the society, the educational environment and the government. Schools as formal educational institutions need to take a serious handling by carrying out socialization in the community and education. Headmaster as a leader of educational institution need to make various innovations, especially in implementing leadership patterns to influence the behavior of institutions and subordinates, especially learners. A credible, transparent, accountable, and responsible headmaster pattern will be a good example for teachers and learners. This research was categorized into a qualitative research, because this research tried to describe the symptoms or facts as they are or naturally in verbal narrative (using words). Informants in this study were determined by purposive sampling technique. While the technique of data collection was done by interviewing, observation and documentation. Data analysis technique used was descriptive technique with induction and argumentation technique. From the results of the study note that the leadership pattern of headmasterwas very influential on the behavior of teachers and students. While the school effort was by the way of promotive, preventive, curative, rehabilitative and repressive. The advice I could give for headmaster is she/heshould always provide sufficient supervision for learners, because children or teenagers are vulnerable to drug abuse and for the government is it is advisable to continue to program the prevention of the dangers of drugs and to take firm action against the perpetrators of drugs crimes.Keywords, Leadership pattern, drugs abuseABSTRAKPenyalahgunaan dan penyebaran narkoba adalah sebagai salah satu perbuatan yang melanggar hukum dan telah menjadi fenomena yang begitu serius yang harus ditanggulangi dan selesaikan baik oleh diri sendiri, masyarakat, lingkungan pendidikan dan pemerintah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal perlu melakukan  penanggulangan yang serius dengan melaksanakan sosialisasi dilingkungan masyarakat dan pendidikan. Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan perlu melakukan berbagai inovasi terutama dalam menerapkan pola kepemimpinan untuk dapat mempengaruhi prilaku lembaga dan bawahannya terutama peserta didiknya.  Pola kepemimpinan kepala sekolah yang kredibel, transparan, akuntabel,  dan bertanggung jawab  akan merupakan contoh yang baik bagi guru dan peserta didik. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif, karena penelitian ini berusaha mendeksripsikan gejala atau fakta apa adanya atau secara alami secara naratif verbal (menggunakan kata-kata). Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling. Sedagkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah teknik deskriptif dengan teknik induksi dan argumentasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pola kepemimpinan Kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap prilaku guru dan siswa. Sedangkan upaya sekolah adalah  dengan cara promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan represif. Saran yang dapat saya berikan adalah bagi para kepala sekolah  hendaknya selalu memberikan pengawasan yang cukup bagi peserta didik, karena anak-anak atau remaja rentan menjadi korban penyalahgunaan narkoba dan bagi pemerintah disarankan untuk terus memprogramkan upaya-upaya pencegahan terhadap bahaya narkoba dan menindak tegas pelaku kejahatan narkoba. Kata kunci, Pola kepemimpinan, penyalahgunaan narkoba
STUDI KOMPARATIF TUGAS DAN FUNGSI PRESIDEN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN SEBELUM DAN SESUDAH AMANDEMEN UUD 1945 Rindawan, I Ketut
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.619 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.641.%p

Abstract

 Abstract This study aims to find out how the duties and functions of the president of the Republic of Indonesia according to the 1945 Constitution before and after the amendment and how differences in the Indonesian constitutional system before and after the amendments to the 1945 Constitution and to deepen the study material on Constitutional Law courses for students. In this study using descriptive, qualitative and literature study methods, where the data obtained were then analyzed from the prevailing laws and regulations. After being analyzed, the results of data analysis will be realized in the form of concise and clear data so that it is easy to understand. The results of the study show that the duties and powers of the president according to the 1945 Constitution after the amendment are the President of the Republic of Indonesia holding the power of the government of the country according to the Constitution. Thus the president functions as head of state and head of government. The fact that the function of the president as head of state can be seen from the elucidation of articles 10 to 15 which states that the power of the president as head of state. Whereas regarding the mechanism of accountability of the president in the 1945 Constitution, the President who is directly elected by the people through a general election is responsible for his performance and duties in his tenure according to the mandate and mandate of the state based on the applicable Law. Keywords: Tasks and Functions of the President, Before and After the Amendment of the 1945 Constitution of the Republic of IndonesiaAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tugas dan fungsi presiden Republik Indonesia menurut UUD 1945 sebelum dan setelah amandemen dan bagaimana perbedaan sistem ketatanegaraan Indonesia sebelum dan setelah amandemen UUD 1945 dan untuk memperdalam bahan kajian mata kuliah Hukum Tata Negara bagi mahasiswa. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif, kualitatif dan studi pustaka, dimana data yang diperoleh kemudian dianalisis dari sudut perundang-undangan yang berlaku. Setelah dianalisis selanjutnya hasil analisis data akan diwujudkan dalam bentuk data yang ringkas dan jelas sehingga mudah dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugas dan kekuasaan presiden menurut UUD 1945 setelah amandemen adalah Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan negara menurut Undang-Undang Dasar. Dengan demikian presiden berfungsi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Kenyataan fungsi presiden sebagai kepala negara dapat dilihat dari penjelasan pasal 10 sampai pasal 15 yang menyatakan bahwa kekuasaan presiden sebagai kepala negara. Sedangkan mengenai mekanisme pertanggungjawaban presiden dalam UUD 1945 adalah presiden yang dipilih langsung oleh rakyat melalui suatu pemilihan umum bertanggungjawab terhadap kinerja dan tugasnya dalam masa jabatanya sesuai mandat dan amanat negara berdasarkan Undang-Undang yang berlaku. Kata kunci : Tugas dan Fungsi Presiden, Sebelum dan Sesudah Amandemen UUD RI 1945 
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BELAJAR PADA ANAK AUTIS (STUDI KASUS DI SEKOLAH MADANIA CENTER BANJAR BUMI SARI DENPASAR BARAT) Sutika, I Made
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.705 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.642.%p

Abstract

ABSTRACTThe increasing numbers of autism children become an important issue. It is not only the responsibilty of medical personnel or psychologist, but also need the role of parents and teacher at school.  Besides an educator, teacher also has responsibilty to educate the students in forming their behaviors through character education. It becomes importance since it directs autism students become independent human and develop themselves based on their potential. Therefore, it could give the benefit for themselves and their environment. In line with that, the problem in this study could be formulated as follows: 1) how does the implementation of character education in forming autism studentsâ?? independent learning at Madania School Center Banjar Bumi Sari, West Denpasar? 2) what are the obstacles faced in implementing character education to form autism studentsâ?? independent learning at Madania School Center Banjar Bumi Sari, West Denpasar?  The purposes to be achieved in this study are: 1) To find out about the implementation of character education in forming autism studentsâ?? independent learning at Madania School Center Banjar Bumi Sari, West Denpasar. 2) To find out the obstacles faced in implementing character education in order to form autism studentsâ?? independent learning at Madania School Center Banjar Bumi Sari, West Denpasar. The methods of collecting the data used in this research were interview, observation and documentation methods, with the research subjects were the principal, teacher guardian and 3 (three) autism students who made the case. The data analysis techniques used was qualitative descriptive through data reduction, data presentation and conclusion. The results of this study showed that the implementation of character education in forming the autism independent learning, were: 1) By doing habitual, Activity of Daily Living (ADL) is known as self-development which refers to personal activities but has an impact related to human relationships. 2) Normalization and normative culture in schools by applying applicable morals. 3) Using an integrated learning model with the theme centre of intrest for meaningful learning. 4) Understanding individual child differences, therefore in implementing character education could develop and be independent according to his potential. Meanwhile the obstacles were the difficulty of understanding each autism student because of individual differences and also the lack of professional teacher attitude in learning and understanding deeply about pedagogic competency. Then the advice that could be conveyed in this study is the habitual of learning with the term self-development should be carried out consistently, collaboratively with the theme centre of intrest. The teachers should have a serious willingness to increase their knowledge to learn the behavior of autism students; therefore they become professionals in educating.Keywords: Character Education, Independent Learning, Autism Students  ABSTRAKMeningkatnya jumlah anak autis merupakan persoalan penting yang menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya bagian medis atau psikolog saja tetapi tidak kalah pentingnya juga peran orang tua dan guru di sekolah. Tugas guru di sekolah disamping sebagai pengajar juga mengemban tugas sebagai pendidik yakni dalam proses membentuk sikap, prilaku anak melalui  pendidikan karakter.. Hal tersebut berperan penting untuk mengarahkan anak autis menjadi manusia yang mandiri kemudian berkembang sesuai dengan potensi yang ada pada dirinya sehingga dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun lingkungan disekitarnya. Sejalan dengan tersebut di atas yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah penerapan pendidikan karakter dalam membentuk kemandirian belajar pada anak  autis di sekolah Madania Center Banjar Bumi Sari, Denpasar Barat? 2) Kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam menerapkan pendidikan karakter untuk membentuk kemandirian belajar pada anak autis di sekolah Madania Center Banjar Bumi Sari,Denpasar Barat? Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui tentang penerapan pendidikan karakter dalam membentuk kemandirian belajar pada anak   autis  di Sekolah Mediana Center Banjar Bumi Sari Denpasar Barat 2) Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam menerapkan pendidikan karakter untuk  membentuk kemandirian belajar pada anak autis di Sekolah Mediana Center Banjar Bumi Sari Denpasar barat. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, observasi dan dokumentasi, dengan subyek penelitian adalah Kepala sekolah, guru wali dan 3 (tiga) orang anak autis yang dijadikan kasus. Teknik analisis data yang digunakan adalah diskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendidikan karakter dalam membentuk kemandirian belajar pada anak autis adalah  ; 1) Dengan melakukan pembiasaan yakni Activity of Daily Living ( ADL )  dikenal dengan istilah bina diri yang mengacu pada kegiatan pribadi tetapi memiliki dampak yang berkaitan dengan human relationship. 2) Pembiasaan dan pembudayaan  yang normatif di sekolah dengan menanamkan akhlak yang aplikatif. 3)Menggunakan model pembelajaran yang terpadu dengan tema centre of intrest agar pembelajaran bermakna. 4) Memahami perbedaan individu anak agar dalam menanamkan pendidikan karakter dapat berkembang dan mandiri sesuai dengan potensinya Sedangkan kendala-kendalanya adalah sulitnya memahami masing-masing anak autis karena adanya perbedaan individu dan juga kurangnya sikap professional guru dalam mempelajarinya serta memahami secara mendalam tentang kompetensi pedagogik. Kemudian saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah pembiasaan pembelajaran dengan istilah bina diri hendaknya dilaksanakan secara konsisten, kolaboratif dengan tema center of intrest  Para guru hendaknya ada kemauan yang serius dalam menambah ilmu pengetahuan untuk mempelajari prilaku anak yang autis sehingga menjadi tenaga professional dalam mendidik.Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Kemandirian Belajar, Anak Autis
PANDANGAN HUKUM PIDANA TERHADAP KEJAHATAN KORPORASI (SUATU KAJIAN TEORITIS) Sujana, I Gede
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.664 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.645.%p

Abstract

AbstractThe development of corporations today is quite encouraging, which can be seen from the growth and development of the corporation itself, both in the number, the various fields of business, and the magnitude of which is almost dispersed throughout the major cities in Indonesia. The purpose of this study are: 1) To analyze the kind and form of an act committed by the corporation is said to be a crime corporations. 2) To analyze the Indonesian criminal law's view of a crime committed by a corporation whether the views are stipulated in the general provisions of the Criminal Code, as well as those stipulated in special provisions, namely the provisions of the Law outside the Criminal Code. 3) To analyze the form of accountability of the perpetrators of corporate crime, whether committed by an individual within a corporation or by the corporation itself. The analytical method used in this study, descriptive analysis after the legal material is processed, then analyzed qualitatively by trying to be embodied to the current social facts about the reality related to corporate crime and accountability. This qualitative analysis does not base its research on the collection of data from the research site, but its size is based on the fact that it is global (general), so the data or legal material that has been obtained is the fact that applicable, so that the a priori law material has enough to prove the truth. Therefore, the presentation of data and data analysis is described in essay form with a rather long sentence to discuss the issues raised in the formulation of the problem. Corporations as legal entities, then in the case of committing a criminal act, according to the provisions of the Criminal Code (Penal Code), can not be subject to criminal sanctions, as a legal entity or corporation is considered unable to commit a crime (Societas/university delinquere non potest) legal entity or corporation can not be criminal. The Corporations can not be prosecuted, because the Criminal Code only considers people (Natuurlijk persoon) as legal subjects, whereas koporasi is not considered a legal subject. However, in the provisions of legislation outside the Criminal Code, as well as in the Criminal Code Draft (Ius Constituendum), corporations are considered as legal subjects, so they can be held accountable under criminal law, and may be subject to criminal sanctions. And in accountability there are various systems in accordance with the formulation of existing legislation, among others: a) .Churcheers corporations as responsible makers and managers, b) .Corporations as makers and administrators responsible, c) .Corporations as makers and also as responsible.Keywords: Criminal Law, Corporate Crime. AbstrakPerkembangan korporasi dewasa ini cukup menggembirakan, yang dapat di saksikan dari tumbuh dan berkembangnya korporasi itu sendiri, baik dalam jumlah, macam bidang usahanya, maupun besarnya yang hampir tersebar diseluruh kota-kota besar di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk menganalisa macam dan bentuk  suatu perbuatan yang dilakukan oleh korporasi itu dikatakan sebagai kejahatan korporsi. 2) Untuk menganalisa pandangan hukum pidana Indonesia terhadap kejahatan yang dilakukan korporasi baik pandangan yang diatur di dalam ketentuan umum yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, maupun yang diatur dalam ketentuan khusus yaitu ketentuan Undang-Undang di luar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 3) Untuk menganalisa mengenai bentuk pertanggungjawaban dari pelaku kejahatan korporasi, baik perbuatan yang dilakukan perorangan yang berada dalam suatu korporasi, maupun yang dilakukan oleh korporasi itu sendiri. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini, analisis deskriptif setelah bahan hukum diolah, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan mencoba dijewantahkan kepada fakta sosial yang sedang belangsung tentang kenyataan yang berkaitan dengan kejahatan korporasi dan pertanggtungjawabannya. Analisis kualitatif ini tidak mendasarkan penelitiannya pada pengumpulan data dari tempat penelitian, tetapi ukurannya berdasarkan kenyataan yang bersifat global (umum), jadi data-data atau bahan hukum yang telah didapat itu merupakan kenyataanyang berlaku, sehingga bahan hukum itu apriori telah cukup membuktikan kebenarannya. Oleh karenanya penyajian data dan analisis datanya dideskripsikan dalam bentuk essay  guna membahas permasalahan yang diangkat dalam rumusan masalah. Korporasi sebagai badan hukum, maka dalam hal melakukan suatu tindak pidana, menurut ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), tidak dapat dikenakan sanksi pidana, karena badan hukum atau korporasi dianggap tidak dapat melakukan tindak pidana (Societas/universitas delinquere non potest), sehingga badan hukum atau korporasi tidak dapat dipidana.. Tidak dapat dipidananya Korporasi,  disebabkan karena KUHP hanya menganggap orang (Natuurlijk persoon) sebagai subyek hukum, sedangkan koporasi tidak dianggap sebagai subyek hukum. Namun dalam ketentuan peraturan perundang-undangan diluar KUHP, begitu juga didalam RUU KUHP (Ius Constituendum), korporasi sudah dianggap sebagai subyek hukum, sehingga dapat dimintakan pertangungjawaban menurut hukum pidana, serta dapat dikenakan sanksi pidana. Dan dalam pertanggungjawabannya terdapat berbagai system sesuai dengan perumusan dari perundang-undangan yang ada antara lain : a).Pengurus korporasi sebagai pembuat dan pengurus yang bertanggung jawab, b).Korporasi sebagai pembuat dan pengurus bertanggung jawab, c).Korporasi sebagai pembuat dan juga sebagai yang bertanggung jawab.Kata Kunci : Hukum Pidana, Kejahatan Korporasi. 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN KONSEP TRI HITA KARANA UNTUK PEMBELAJARAN TEMATIK DI SD KELAS III GUGUS 6 KECAMATAN ABIANSEMAL, BADUNG, BALI Winaya, I Made Astra; Okta Priantini, Dewa Ayu Made Manu; Widiastuti, Ni Luh Gede Karang
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.139 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.657.%p

Abstract

AbstractThis study aims to develop interactive multimedia-based learning media with the concept of Tri Hita Karana. This learning media is intended for third grade elementary school students because the theme of learning is a lot to discuss human behavior in maintaining good relations with fellow humans, the environment and God. The purpose of this research is (1) to produce interactive learning media with the concept of Tri Hita Karana that is valid, practical, and effective, (2) to know the validity of interactive multimedia learning media with the Tri Hita Karana concept for elementary school students, (3) knowing the level of practicality of multimedia learning media with the Tri Hita Karana concept for elementary students, and (4) knowing the effectiveness of interactive multimedia learning media with the Tri Hita Karana concept in increasing students' learning motivation in the classroom. The type of research used, namely research and development (R & D) adopted from the Dick and Carey model. The design of this study was carried out in several stages, namely: (1) Determination of learning materials and basic competencies to be achieved by students. (2) needs analysis. (3) Development of learning media. (4) Trial of learning media. The population in this study were all third grade elementary school students in the cluster 6 area of Abiansemal District, Badung Regency consisting of 4 schools. The population in this study was 72 students. The technique of determining samples by means of random sampling with those chosen to be the primary school sample 1 Abiansemal 14 people and primary school 2 Abiansemal 10 people. Data was collected using observation, validation, questionnaire, and learning outcome tests. After the collected data were analyzed descriptively qualitative. As for the results of his research, namely: First, the results of the study of the validity of the learning media are in the valid category and feasible to use. Second, the results of the study showed that the learning media developed had fulfilled the practicality requirements, namely: 1) the implementation of the learning media, 2) the teacher's response to the learning media, and 3) the students' response to the learning media. Third, the results of the study showed the test scores of students' learning outcomes obtained an average of 76.73 and from 24 students reached completeness 95.83% when viewed from the value of the minimum completeness criteria used by the researcher, namely 72. The average motivation score was 3 , 78 in the very high category. Therefore, the learning media developed can be said to be effective. Fourth, there are several obstacles faced in implementing media learning both from the readiness of teachers and students, but can be overcome.Keywords: Learning Media, Interactive Multimedia, Tri Hita Karana, Motivation, Learning Outcomes.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dengan konsep Tri Hita Karana. Media pembelajaran ini diperuntukan untuk siswa kelas III SD karena tema pembelajrannya banyak membahas perilaku manusia dalam menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, lingkungan dan Tuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif dengan konsep Tri Hita Karana yang berkualitas valid, praktis, dan efektif, (2) mengetahui validitas media pembelajaran  multimedia interaktif dengan konsep Tri Hita Karana untuk siswa SD, (3) mengetahui tingkat kepraktisan media pembelajaran multimedia dengan konsep Tri Hita Karana untuk siswa SD, dan (4) mengetahui efektivitas media pembelajaran multimedia  interaktif dengan konsep Tri Hita Karana dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu penelitian dan pengembangan (R&D) mengadopsi dari model Dick and Carey. Rancangan  penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu: (1) Penetapan Materi pembelajaran dan kompetensi dasar yang akan dicapai siswa. (2) Analisis kebutuhan. (3) Pengembangan media pembelajaran. (4) Uji coba media pembelajaran. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas III sekolah dasar yang ada di wilayah gugus 6 Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung yang terdiri dari 4 sekolah. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 72 orang siswa. Teknik penentuan sampel dengan cara random sampling dengan yang terpilih menjadi sampel SD 1 Abiansemal 14 orang dan SD 2 Abiansemal 10 orang. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, validasi, kuesioner, dan tes hasil belajar. Setelah data terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitiannya, yaitu: Pertama, Hasil penelitian validitas media pembelajaran berada pada kategori valid dan layak digunakan. Kedua, hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi syarat kepraktisan, yaitu: 1) keterlaksanaan media pembelajaran, 2) respon guru terhadap media pembelajaran, dan 3) respon siswa terhadap media pembelajaran. Ketiga, hasil penelitian menunjukkan nilai tes hasil belajar siswa didapatkan rata-rata 76,73 dan dari 24 orang siswa mencapai ketuntasan 95,83% jika dilihat dari nilai KKM yang digunakan peneliti yaitu 72. Adapun nilai rata-rata motivasi diperoleh sebesar 3,78 dengan kategori sangat tinggi. Oleh karena itu, media pembelajaran yang dikembangkan dapat dikatakan efektif. Keempat, terdapat beberapa kendala-kendala yang dihadapi dalam mengimplemantasikan media pembelajran baik dari kesiapan guru dan siswa, namun telah dapat diatasi.Kata kunci:  Media Pembelajaran, Multimedia Interaktif, Tri Hita Karana, Motivasi, Hasil belajar.
KEDUDUKAN SENTANA RAJEG DALAM PEWARISAN MENURUT AWIG-AWIG DI BANJAR MERANGGEN, DESA TANGKAS, KECAMATAN KLUNGKUNG KABUPATEN KLUNGKUNG Sudiarta, I Nengah
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.359 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.658.%p

Abstract

ABSTRACTIn the community there are known three family systems, namely the Patrilineal Family System, namely the child connects himself to the father (unilateral male lineage father relative), the Matrilineal Family System, namely the child connects with the mother (unilateral female lineage mother), and The Parental System is that the child connects with both parents (bilateral fathers and mothers). From the existence of the three family systems, especially in Bali, the Patrilineal Family System is adopted, this marriage is based on blood relations according to the father line or Purusa. The familial system adopted by Balinese is a patrilineal family system, that is, the wife joins her husband and becomes a husband's husband. In the execution of marriage, the woman will switch to the place of the family of the man and then the woman becomes a member of the man. In reality, not all families have sons, as happened in Banjar Meranggen, Tangkas Village,  sub-district, Klungkung   there are several families that have no sons and the family appoints their daughter as Sentana Rajeg to continue their descent and bound by father-ayahan or obligations that have been arranged awig-awig the traditional village of banjar. With the existence of these problems so the writer can determine the suitable title in this study. In this study aims to find out about the position of a person who is positioned as Sentana Rajeg according to the awig awig applicable in Banjar Meranggen Tangkas Klungkung.   In this study the techniques used are documentation techniques, events, libraries, data processing techniques in a qualitative and comparative descriptive way. Based on the formulation of the problem in the results of this study the authors can provide conclusions, namely the Position of Sentana Rajeg in inheritance according to Awig-Awig in Banjar Meranggen, Tangkas Village, Klungkung District Klungkung, Klungkung regency is the role of women changing their status as male roles (purusa) and according to adat he has the right to all property belonging to his family and has the right to manage it, while the rights and obligations, namely the rights of Sentana Rajeg are entitled to receive all inheritance belonging to his family and his obligation is to maintain the continuity of the family and continue the family lineage so as not to put down.Keywords: Sentana Rajeg, Inheritance according to Awig awig, Descendants ABSTRAKDi masyarakat dikenal ada tiga sistem kekeluargaan, yaitu Sistem Kekeluargaan Patrilineal yaitu anak menghubungkan diri dengan ayah (kerabat ayah garis keturunan laki-laki secara unilateral), Sistem Kekeluargaan Matrilineal yaitu anak menghubungkan diri dengan ibu (kerabat ibu garis keturunan perempuan secara unilateral), dan Sistem Parental yaitu anak menghubungkan diri dengan kedua orang tuanya (kerabat ayah dan ibu secara bilateral). Dari adanya tiga sistem kekeluargaan tersebut, khususnya di Bali dianut Sistem Kekeluargaan Patrilineal, perkawinan ini didasarkan pada pertalian darah menurut garis bapak atau Purusa. Sistem kekeluargaan yang dianut pada masyarakat Bali adalah system kekeluargaan Patrilineal, yaitu si istri ikut suami dan menjadi kerabat suami. Dalam pelaksanaan perkawinan, si wanita akan beralih tempat kekeluarga si pria dan selanjutnya si wanita menjadi anggota si pria. Dalam kenyataannya tidak semua keluarga mempunyai anak laki-laki, seperti yang terjadi di banjar Meranggen, Desa Tangkas, kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung ada beberapa keluarga yang tidak mempunyai anak laki-laki dan keluarga tersebut mengangkat anak gadisnya sebagai Sentana Rajeg untuk meneruskan keturunan serta terikat oleh ayah-ayahan atau kewajiban-kewajiban yang sudah diatur awig-awig desa adat banjar teresebut.  Dalam penelitian ini teknik yang dipergunakan adalah teknik dokumentasi, wawacara, perpustakaan, teknik pengolahan data dengan cara deskriptif kualitatif dan komperatif.  Berdasarkan rumusan masalah dalam hasil penelitian ini penulis dapat memberikan kesimpulan, yaitu Kedudukan Sentana Rajeg dalam pewarisan menurut Awig-Awig di Banjar Meranggen, Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung adalah pihak peran wanita berubah statusnya sebagai peran laki-laki (purusa) dan menurut adat ia mempunyai hak atas segala harta benda milik keluarganya dan berhak mengelolanya, sedangkan Hak dan kewajiban, yaitu hak Sentana Rajeg berhak menerima segala harta warisan milik keluarganya serta kewajibannya adalah mempertahankan kelangsungan keluarga dan meneruskan garis keturunan keluarganya agar tidak putung.Kata Kunci : Sentana Rajeg, Pewarisan menurut Awig awig, Keturunan
PENGGUNAAN BAHASA BALI DAN BAHASA INGGRIS DALAM SEMINAR AKADEMIK BERBAHASA INDONESIA DI DENPASAR BALI Ferryanti, Ni Putu
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.884 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.659.%p

Abstract

ABSTRACT                The massive development of information and technology (IT) is affected every sector of Indonesian peopleâ??s life. One of it is in language sector. Nowadays, Indonesian language is not wholly used by people even in formal situation. Hence, a research regarding in what level of Indonesian sentence pattern affected by the use of Balinese and English language in Indonesian academic seminar and how is the impact of then intensity of usage of those languages towards Indonesia language. The aims of this research are to recognize in what level the use of Balinese and English language emerging on Indonesian sentence pattern and to analyze the impact of those language to Indonesian language in terms of their intensity of usage on academic seminar in Denpasar, Bali. The data source was taken from the academic seminar held by Dwijendra University, Udayana University, and The Public Hindu Dharma Insitute Denpasar, Bali. Further, the data was collected by using note taking and interviewing technique. The speakers and participants at the seminars were interviewd to collect the data. Qualitative research method was used to explain the analysis descriptively, while quantitative research method was used to display the intensity of the emerging of Balinese and English language at the Indonesian language academic seminar in form of table. As the results of the research, there are 36 words, 15 phrase, and 6 sentences of Balinese and English language emerged at the level of sentence pattern on Indonesian language and there are two impacts regarding the intensity of those languages, namely positive and negative impacts. The positive impact is regarding the enrichment of Indonesian language vocabulary, while the negative one is degrading the official function of Indonesia language for Indonesian society.Key words: Balinese Language, English Language, Indonesian Language, Impact, Academic Seminar ABSTRAKPesatnya perkembangan informasi dan teknologi (IT) tentu mempengaruhi segala lini dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah dari lini bahasa. Dewasa ini bahasa Indonesia tidak hanya melulu dipergunakan secara utuh dan menyeluruh bahkan dalam kondisi yang formal sekalipun. Oleh karena itu, penelitian tentang dalam level apa sajakah dan bagaimanakah dampak intensitas penggunaan bahasa Bali dan bahasa Inggris terhadap seminar akademik berbahasa Indonesia di Denpasar, Bali menjadi sangat signifikan untuk dilakukan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui level struktur kalimat dalam bahasa Indonesia yang menggunakan bahasa Bali dan bahasa Inggris serta untuk menganalisis dampak dari intensitas penggunaan bahasa Bali dan bahasa Inggris dalam seminar akademik berbahasa Indonesia di Denpasar, Bali. Sumber data dari penelitian ini diambil langsung dari seminar akademik yang diadakan oleh universitas Dwijendra, Universitas Udayana, dan Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar, Bali. Data dikumpulkan dengan mencatat penggunaan bahasa Bali dan bahasa Inggris selama seminar berlangsung serta mewawancarai para narasumber dan peserta yang mengikuti seminar-seminar tersebut. Metode kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data yang terlah dikumpulkan, sementara metode kuantitatif juga digunakan untuk menyajikan data yang berkaitan dengan intensitas penggunaan bahasa Bali dan Bahasa Inggris dalam bentuk tabel. Adapun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terdapat 36 kata dalam pada level kata, 15 frasa dalam level frasa, dan  6 kalimat dalam level kalimat bahasa Bali dan bahasa Inggris yang muncul dalam seminar akademik berbahasa Indonesia di Denpasar, Bali. Sementara intensitas penggunaan bahasa Bali dan bahasa Inggris dalam seminar tersebut memberikan dampak positif dalam perbendaharaan bahasa Indonesia serta dampak negatif yang berkaitan dengan eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi bangsa Indonesia.Kata Kunci: Bahasa Bali, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Dampak, Seminar Akademik
COMMUNICATION STRATEGIES USED BY ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT STUDENTS OF DWIJENDRA UNIVERSITY IN LEARNING PROCESS Triana Juliari, I Gusti Ayu Indah
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.533 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.663.%p

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi strategi â?? strategi berkomunikasi yang digunakan oleh  mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dalam proses pembelajaran. Penelitian ini fokus pada jenis â?? jenis dan alasan siswa menggunakan strategi â?? strategi berkomunikasi. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa semester lima Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Dwijendra. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa instrumen â?? instrumen, antara lain lembar observasi, catatan lapangan, dan pedoman wawancara. Jenis â??jenis dari strategi berkomunikasi dikumpulkan melalui melakukan observasi dan mencatat hal â?? hal penting yang terjadi pada proses pembelajaran, sementara itu metode wawancara digunakan untuk mengetahui alasan Mahasiswa dalam menggunakan strategi â?? strategi tersebut dalam proses pembelajaran. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa ada 8 jenis strategi â?? strategi berkomunikasi yang digunakan oleh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Strategi â?? strategi tersebut adalah message abandonment dari avoidance strategies, approximation, literal translation, code switching, and stalling or time gaining from compensatory strategies, appeal for assistance and non-linguistic signals/mime from conscious transfer, and asking for repetition of interactional strategy. Stalling or time gaining strategi merupakan strategi yang paling sering digunakan oleh Mahasiswa. Strategi tersebut terjadi sebanyak 12 kali di dalam proses pembelajaran. Alasan mahasiswa menngunakan strategi â??strategi tersebut karena mereka tidak tahu beberapa kata dalam bahasa Inggris dan agar teman â?? temannya mengerti tentang topic yang sedang didiskusikan.Kata Kunci: Strategi - strategi Berkomunikasi, Pelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing, Pengajaran Bahasa Inggris, Proses Pembelajaran ABSTRACTThe purpose of this research is to investigate Communication Strategies used by English Education Department Students Dwijendra University in learning process. It focuses on types and the students reasons toward the use of Communication Strategies. The subjects of this research were the fifth semester of English Education Department Students at Dwijendra University. In collecting the data, the researcher used some instruments, namely: observation sheet, field note, and interview guide. The types of Communication Strategies were gathered by observing and take note for the important thing in learning process, while the interview method was used to know the studentsâ?? reason in using those strategies in learning process.  The results of this research showed that there were 8 types of Communication Strategies used by English Education Department Students. Those strategies were message abandonment from avoidance strategies, approximation, literal translation, code switching, and stalling or time gaining from compensatory strategies, appeal for assistance and non-linguistic signals/mime from Conscious transfer, and asking for repetition of interactional strategy. Stalling or time gaining strategy was the most frequently used by the students. It occurred for 12 times in learning process. The reasons of the students used those strategies because they do not know the English of certain words and in order to make their friends understand about the topic being discussed.Keywords: Communication Strategies, EFL, English Language Teaching, Learning Process
THE IMPACT OF PROJECT-BASED INSTRUCTION ON STUDENTS’ ENGAGEMENT AND SPEAKING SKILLS Septyarini Putri Astawa, Ni Luh Putu Ning
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.811 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.664.%p

Abstract

ABSTRAKTulisan ini bertujuan untuk menyajikan hasil studi tentang Dampak Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) pada keterampilan berbicara siswa dan bagaimana kegiatan PjBL meningkatkan proses belajar siswa. Siswa kelas VII dari sekolah menengah pertama di Bali-Indonesia dilibatkan untuk bergabung dengan kelas intervensi selama 10 minggu. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran yang tertanam dimana data kuantitatif dikumpulkan melalui tes berbicara, dan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara, checklist observasi, dan tes kuesioner terbuka. Paired samples t-test diadministrasikan dalam menganalisis data kuantitatif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan model aliran Miles dan Huberman (1994). Analisis menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan berbicara siswa. Peningkatan belajar siswa juga diamati dalam hal antusiasme, kepercayaan diri, kreativitas, kemampuan belajar secara mandiri dan kolaboratif. Penelitian ini mendukung implementasi PjBL yang meningkatkan keterampilan berbicara dan keterlibatan siswa dalam proses belajar.Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Proyek, Bahasa Inggris sebagai bahasa asing, keterampilan berbicara, proses belajar mengajar ABSTRACTThis paper aims to present the result of a study on the effect of Project-Based Learning (PjBL) on studentsâ?? speaking skills and how the activities enhance studentsâ?? learning process. Grade VII students from a junior high school in Bali-Indonesia were invited to join 10 weeks of the intervention class. This study employed an embedded mixed-method design in which quantitative data were collected through speaking test, and the qualitative data were collected through interview, observation checklist, and open-ended questionnaire test. Paired samples t-test was administered in analyzing the quantitative data, while the qualitative data were analyzed descriptively using Miles and Hubermanâ??s (1994) flow model. The analysis shows a significant effect on studentsâ?? speaking skills. Studentsâ?? learning enhancement was also observed in term of critical thinking skill, creativity, communicative, and collaborative learning ability. This study supports the implementation of PjBL which enhances studentsâ?? speaking skills and learning process.Keywords: Project-Based Learning, English as foreign language, speaking skills, teaching and learning process
THE EFFECT OF USING POWTOON AUDIOVISUAL MEDIA UPON THE STUDENTS’ WRITING ACHIEVEMENT OF THE THIRD SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT FACULTY OF TEACHER TRAINING AND PEDAGOGY DWIJENDRA UNIVERSITY Yuniari, Ni Made
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.375 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.668.%p

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ada atau tidak pengaruh signifikan dari Media Audiovisual Powtoon terhadap pencapaian dari Menulis Mahasiswa Semester Tiga Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra. Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, hipotesis null diformulasikan. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah cluster random sampling. Dua grup dipilih sebagai sampel penelitian antara lain grup kontrol dan grup eksperimen. Ada 15 orang dipilih sebagai grup eksperimen dan 15 orang dipilih sebagai grup kontrol. Grup kontrol diajarkan dengan menggunakan power point biasa dan grup eksperimen diajarkan dengan menggunakan Media Audiovisual Powtoon. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa mahasiswa yang diajarkan dengan menggunakan Media Audiovisual Powtoon memiliki pencapaian dalam menulis yang lebih baik daripada mahasiswa yang diajarkan dengan menggunakan power point biasa. Hal ini dapat dilihat dari skor mean dari grup eksperimental yaitu 75.18 dan skor mean dari grup kontrol yakni 66.00. Selain itu, hasil dari analisis t-test menunjukkan bahwa t0 yakni 5.000. Ini lebih tinggi dari nilai tcv yakni 1.96 (α=0.05).Hal tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara dua grup. Dalam hal ini hipotesis null ditolak. Dengan kata lain, terdapat pengaruh yang signifikan dalam pencapaian menulis mahasiswa semester tiga prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang diajar dengan menggunakan Media Audiovisual Powtoon dan mahasiswa yang diajar dengan menggunakan power point biasa.Kata Kunci: Pengaruh, Media Audiovisual Powtoon, Pencapaian Menulis. ABSTRACTThis research aimed at investigating whether or not there was any significant effect of Powtoon Audiovisual Media upon the third semester students of English Education Department Faculty of Teacher Training and pedagogy. On the basis of the purpose of the research, there was a null hypothesis formulated. The sampling technique used in this research was cluster random sampling. Two groups were selected as the samples of research. They are the control group and the experimental group. There were 15 students selected as the experimental group and 15 students were selected as the control group. The control group was taught by using Conventional power point and the experimental group was taught by using Powtoon audiovisual media. The result of the data analysis showed that students who were taught by using the Powtoon Audiovisual Media performed better achievement in writing than those who were taught by implementing conventional power point. It was shown from the mean score of the experimental group which was 75.18 and the mean score of control group was 66.00. Moreover, the result of t-test analysis showed that the to was 5.000. It was higher than the value of tcv at 1.96 (α=0.05). It indicated that the difference between the two groups was significant. In this case, the null hypothesis was rejected. In other words, there is a significant effect in the writing achievement of the third semester students of English Education Department taught by using Powtoon Audiovisual Media and those who taught by using conventional power point.Key words: Effect, Powtoon Audiovisual Media, Writing Achievement.

Page 1 of 2 | Total Record : 13