cover
Contact Name
Rizki Susanto
Contact Email
jrtie.pai.2018@gmail.com
Phone
+6285345430860
Journal Mail Official
Rizkisusanto.pai@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjend Suprapto, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE)
ISSN : 26228203     EISSN : 26225263     DOI : https://doi.org/10.24260/jrtie
JRTIE mengundang para cendekiawan, peneliti, pengkaji, peminat, dan mahasiswa untuk menyumbangkan hasil penelitian dan pemikirannya tentang Pendidikan Agama Islam yang mencakup penelitian pustaka dan penelitian lapangan dengan berbagai perspektif, seperti; hukum, filsafat, mistisisme, sejarah, seni, teologi, sosiologi, antropologi, ilmu politik dan lain-lain. Naskah yang diserahkan kepada JRTIE adalah artikel yang belum diterbitkan, tidak sedang dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain dan semua orang yang berhak atas kepenulisan telah disebutkan namanya dan telah menyetujui versi terakhir dari naskah yang diserahkan.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 8 Documents clear
TRADISI MANDI PENGANTIN DAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM (Studi Kearifan Lokal Masyarakat Muslim Melayu Padang Tikar) Rizki Susanto; Mera Muharani
Journal of Research and Thought on Islamic Education Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.55 KB) | DOI: 10.24260/jrtie.v2i2.1455

Abstract

Mandi pengantin merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh banyak suku di Indonesia dengan nama yang berbeda-beda seperti: Siraman (Jawa), Badudus (Banjar), dan lainnya. Indonesia sebagai negara yang terdiri dari suku bangsa yang beragam, memiliki berbagai tradisi yang hadir dalam kehidupan bermasyarakat, salah satu yang melestarikan tradisi mandi pengantin ini adalah masyarakat Melayu Padang Tikar. Tradisi Mandi Pengantin Melayu adalah salah satu tradisi dalam kehidupan masyarakat Melayu yang syarat akan nilai-nilai luhur di dalamnya sehingga perlu dilestarikan. Fokus penelitian ini adalah pembahasan mengenai Tradisi Mandi Pengantin Masyarakat Melayu Padang Tikar dengan pertanyaan penelitian yang ingin dijawab antara lain: Pertama, alat dan bahan yang diperlukan untuk mandi pengantin; Kedua, prosesi atau pelaksanaan mandi pengantin; dan Ketiga, nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi mandi pengantin. Kata Kunci: Tradisi Mandi Pengantin, Melayu, Nilai-Nilai Pendidikan
EPISTEMOLOGI BAYANI, IRFANI DAN, BURHANI MUHAMMAD ABED AL-JABIRI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM MEREKONSTRUKSI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Bagus - Mustakim
Journal of Research and Thought on Islamic Education Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.129 KB) | DOI: 10.24260/jrtie.v2i2.1277

Abstract

In recent times, the learning of Islamic Religious Education (PAI) has been perceived to be closer to a radical religious perspective and intolerant behavior. This perspective is very likely to develop because PAI is indeed constructed ideologically. This ideological style is because the PAI curriculum comes from products of Islamic thought in the dogmatic era of codification. PAI dogmatism is caused by the partiality of epistemology in the construction of the PAI curriculum. In order to be able to get out of the ideological-dogmatic style, this partiality must be stopped. PAI can utilize the epistemological division carried out by Muhammad Abed Al-Jabiri. Al-Jabiri developed three epistemologies in comprehensive Arabic reasoning. The epistemology consists of bayani, irfani, and burhani reasoning. These three epistemologies can break the epistemological partiality of PAI and replace it to become more comprehensive and integrative. This article aims to find the formula for the three epistemological relations of al-Jabiri in order to reconstruct the PAI curriculum. The author uses a literature study of the work of Muhammad Abed Al-Jabiri to find a theoretical framework for the epistemology of bayani, irfani, and burhani. This framework was then formulated in the PAI curriculum and looked for the form of relations between the three epistemologies. The author developed an integrative circular relationship pattern using a thematic learning approach on PAI. Through thematic learning, the construction of knowledge built into PAI learning is the result of the integration of three epistemologies that are circularly interconnected. Through this approach also, students will be accustomed to constructing knowledge using three epistemologies in an integrative and circular manner.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak pada Kisah Uwais Al Qarni Ubai Dillah
Journal of Research and Thought on Islamic Education Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.397 KB) | DOI: 10.24260/jrtie.v2i2.1396

Abstract

Abstrak: Persoalan pendidikan akhlak hingga saat ini masih harus diutamakan, terlebih jika kita melihat kondisi akhlak umat akhir-akhir ini, saat ini umat Islam mengalami kemerosotan akhlak. Dalam Islam pendidikan akhlak ini akan menjadi petunjuk hubungan manusia dengan manusia maupun hubungan manusia dengan rabbnya, demikian juga sebaliknya pendidik mempunyai peran yang sangat penting dalam pendidikan akhlak anak, baik pendidikan di rumah atau di sekolah. Menyikapi fenomena tersebut salah satu cara yang tepat dalam pendidikan akhlak adalah melalui kisah. Pada penelitian ini peneliti mengambil judul Nilai-nilai Pendidikan Akhlak pada Kisah Uwais Al Qarni. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keteladanan yang terdapat pada kisah Uwais Al Qarni dan menganalisis Nilai-nilai pendidikan akhlak pada kisah Uwais Al Qarni. Hasil dari penelitian ini adalah pada kisah Uwais Al Qarni terdapat beberapa keteladanan dan nilai pendidikan akhlak didalamnya. 1. Kisah keteladanan Uwais Al Qarni yaitu Kisah berbakti kepada ibunya, Uwais Al Qarni pergi ke Madinah, Uwais Al Qarni bertemu dengan Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, Uwais Al Qarni wafat. 2. Nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam kisah Uwais Al Qarni adalah Berbakti kepada orang tua, tawadhu, zuhud, sabar dan cinta Rasul.
MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DAN PRINSIP-PRINSIPNYA DALAM PENDIDIKAN ma'ruf zahran
Journal of Research and Thought on Islamic Education Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.532 KB) | DOI: 10.24260/jrtie.v2i2.1405

Abstract

Proses pembelajaran senantiasa melibatkan interaksi satu sama lain. Adapun Quantum Learning merupakan model pembelajaran yang didasarkan pada pengalaman empirik bahwa segala hal membentuk peristiwa pembelajaran tersebut—meliputi pengajar, kondisi psikis “pebelajar”, lingkungan, suasana proses pembelajaran—menjadi penentu dari keberhasilan proses pembelajaran. Apabila merujuk pada hasil aktivitas pembelajaran, maka prestasi “pebelajar” seringkali menjadi ukuran keberhasilan. Quantum Learning merupakan model pembelajaran revolusioner, yang prinsip utamanya menekankan bahwa minat belajar merupakan dasar dari proses pembelajaran itu sendiri. Hal tersebut berarti juga bahwa meminimalisasi tingkat stress “pebelajar” adalah penting. Quantum Learning yang terdapat dalam setiap pembelajaran yang dapat diterapkan, sebagaimana 1)menciptakan suasana yang menggairahkan, 2)perencanaan yang dinamis, 3)pemberdayaan landasan belajar yang kukuh, 4)penataan lingkungan belajar, dan 5)pemberdayaan keterampilan belajar.
MANTRA MAKAN DALAM KELAMBU MASYARAKAT BUGIS DENDRENG DESA GEDUNG INTAN MEMPAWAH Kajian Kata Khusus dan Islamisasi melalui Mantra Muchammad Djarot
Journal of Research and Thought on Islamic Education Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.631 KB) | DOI: 10.24260/jrtie.v2i2.1450

Abstract

Masyarakat Bugis Dendreng merupakan salah satu masyarakat Bugis yang tinggal di Desa Gedung Intan kecamatan Segedong kabupaten Mempawah. Pada dasarnya masyarakat Bugis Dendreng ini bukanlah penduduk asli di desa tersebut melainkan pendatang yang telah lama menetap, namun masyarakat tersebut tetap menjaga kebudayaan dan tradisi berupa sastra lisan yang berbentuk mantra yaitu mantra Makan dalam Kelambu. Bagi masyarakat Bugis Dendreng, mantra Makan dalam Kelambu sudah menjadi tradisi yang harus dilakukan karena menurut kepercayaan masyarakat tersebut upacara ritual kehidupan sangat sakral dan merupakan salah satu bentuk kepercayaan yang masih dipercayai sampai sekarang. Secara metodologis, penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Kata khusus dalam sastra lisan mantra Makan dalam Kelambu memainkan peranan penting dalam masyarakat Bugis Dendreng dan merupakan bentuk ungkapan masyarakat Bugis Dendreng agar dalam setiap pelaksanaan pesta perkawinan dapat berjalan dengan lancar. Mantra menjadi pilihan para pendakwah karena masyarakat praIslam sangat percaya dengan hal-hal yang bersifat mistik dan kekuatan gaib. Mantra tertentu dianggap dapat memberi perlindungan, pengasihan, dan pengobatan serta kemenangan dalam sebuah pertandingan dan/atau peperangan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif, pengumpulan data yang digunakan adalah metode melalui metode observasi dan dokumentasi. Kata Kunci: Kata Khusus, Islamisasi, Mantra
PENGEMBANGAN MATERI AJAR ADAB BERMEDIA SOSIAL PADA KURIKULUM 2013 Budiyono Budiyono
Journal of Research and Thought on Islamic Education Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.009 KB) | DOI: 10.24260/jrtie.v2i2.1406

Abstract

Cognitive human potential from through experiences, learning and the process of interaction and the almighty. Knowledge and experience forming personality can be according to life’s need. The purpose of education is not only cognitive capacity building, but also attitude and moral learning. Paradigm this paper will dicuss the development of social media adab material into the curriculum 2013. Adab is moral consideration, in acting on the basis of consideration of rules, rules and norms apply. Having an awareness that everything ini this world has been arranged by the Creator. So, in acting able to be fair to all even creatures that are though not liked. The social sphere in the curriculum 2013 based on Minister of Education and Culture Regulation number 21 of 2016 about Content Standards for Primary core competencies for learning from elementary school (SD) and junior high school (SMP) and high school and vocational (high school/vocational) which programs for strength social interaction behavior, such as; disciplined, confident, honest, responsif, pro-active, caring (mutual cooperation, cooperation, tolerance, peace) polite and responsible. Social media is a means of social intercourse online in cyberspace. The users of social media communication interact with send messages, share (networking). The author on this paper offers an arrangement of teaching materials for curriculum in 2013 for integrating social media through the MUI Fatwa number 24 of 2017 about laws and gudelines on social Media as the source of teaching material. Keywords : Adab, Social Media, Curriculum 2013
ISLAMIC EDUCATION STUDENTS’ PERSPECTIVE ABOUT ENGLISH SUBJECT sulaiman sulaiman sulaiman
Journal of Research and Thought on Islamic Education Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.036 KB) | DOI: 10.24260/jrtie.v2i2.1451

Abstract

This research aims to know the perspective of Islamic students about English subject. It reveals the questions such as: 1) what is the perspective of Islamic studies students towards English Subject in State Islamic Institute Pontianak?, 2) how does English learning process help Islamic studies students in State Islamic Institute Pontianak enrich their field study knowledge?. The research used mixed method. To answers the first research question, survey was used as research method, and questioner was used as instrument. Meanwhile, to answer the second research question, qualitative approach was chosen as method to gain answer. Interview was used as data collecting technique. The finding found that Islamic education students had positive perception dealing with the importance of learning English. The result also showed that English learning process on most of students’ perspective had not been effective and it did not give much contribution in increasing students’ English ability which deals with their disciplines. In conclusion, positive perception of students about the importance of learning English was not facilitated enough by learning process. Keywords: Students’ Perspective, Islamic Education Students, English Subject.
MODEL PEMBELAJARAN OTENTIK DALAM MATA PELAJARAN PAI syaefudin achmad
Journal of Research and Thought on Islamic Education Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.901 KB) | DOI: 10.24260/jrtie.v2i2.1415

Abstract

Islamic education is a very important subject to make the learners understand the religion of Islam perfectly. But in reality, the purpose of Islamic religious education subjects is not always achieved. The average learner only understands the theories in Islamic religious education subjects as well as practicing them. They have not been able to practise theory in everyday life. Authentic learning methods can be an alternative to mejudkan the objective of learning to study the Islamic education in the maximum. An authentic learning Model is a learning that allows students to explore, discuss, and establish meaningful concepts and relationships, involving real problems and projects relevant to learners and Implemented through several stages.

Page 1 of 1 | Total Record : 8