cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 245 Documents
PENGARUH PUTARAN RUNNER TERHADAP DAYA LISTRIK YANG DIHASILKAN DENGAN MEMVARIASI UKURAN NOZZLE PADA PROTOTYPE TURBIN PELTON M. Syamsul Arif; Margianto Margianto; Ena Marlina
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.016 KB)

Abstract

The development model of the turbine at this time began to do, especially in hydropower(Hydroelectric), along with the times and is also influenced by the needs of the energy needed byhumans, it is impossible to rely on energy will be exhausted and difficult updated later that we usetoday, for example, such as: coal, fossil, gas, and petroleum. At this time, a lot of literature that saysresearchers began to look at the energy of water back to its usefulness in use now and in the future.Utilization of water energy that was developed at the moment is the use of water-based micro-hydroenergy ranging from small to large sizes, depending on how high fall of water needed and alsodepends on how much the speed of the water flow in order to gain significant power. In this case, theanalysis uses centrifugal pump types as the engineering of H falling water to help produce water inorder to speed the pace of play Pelton turbine runner of the prototype. From the analysis of dataretrieval from Pelton turbine prototype obtain the following results rate of rotation runner Peltonturbine prototype more domonan on the size of the nozzle diameter of 4 mm 90 when the valveopening of the nozzle of 3 mm, and 5 mm, which resulted in the rate of rotation of 258 runners Rpmand also generate electric power of 0.835 Watt, while the value of the fluid flow rate (Q) generated asmuch as 3.92 x 10-4
PENGARUH PENGGUNAAN MATERIAL KOMPOSIT DENGAN STAINLEES PADA SUDU TERHADAP KINERJA PROTOTIPE TURBIN PELTON Huda, Fiqih Nurul
Jurnal Teknik Mesin Vol 15, No 01 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.505 KB)

Abstract

Pengaruh penggunaan material komposit dengan stainlees pada sudu terhadap kinerja prototipe turbin pelton. Telah dilakukan di kampus Universitas Islam Malang pada penelitian ini dibatasi Material sudu yang digunakan dari komposit serat fiber dan stainlees, turbin yang digunakan adalah jenis turbin pelton dengan daya 12 watt, nozel yang di pakai berjumlah 3 buah dengan jarak 50mm, transmisi yang digunakan menggunakan v-belt, sudu runner turbin menggunakan material komposit serat resin dengan jumlah sudu 20 buah. Dengan memvariasi material sudu dengan menggunakan komposit dan stainlees akan mendapatkan nilai pengaruh terhadap torsi dan daya pada protoype turbin pelton. Hasil torsi dan daya listrik tertinggi terjadi pada penggunaan maeterial komposit menghasilkan nilai torsi 0,219 Nm dan daya listrik 5,51 watt. Dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin ringan material pada pada turbin dapat meningkatkan torsi dan meningkatkan daya listrik pada prototipe turbin pelton
KARAKTERISTIK BROWNS GAS HASIL ELEKTROLISIS H2O DENGAN MENGGUNAKAN NAHCO3 Ena Marlina
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.448 KB)

Abstract

Global warming issues and the depletion of fossil fuel reserves encourage the finding of new alternative fuel that is renewable, easy to find, manage and expected able to shift the dependency to the fossil fuel and alternative fuel that has environmentally friendly emission. One of alternative fuel such as HHO (Browns Gas), results of water electrolysis by using electric current. Electrolysis is process of water molecule (H2O) disentanglement become hydrogen (H2) and oxygen (O2) with reaction triggering energy of electricity. The process can be run when two electrodes was placed in water and direct current pass through between the two electrodes. Hydrogen was formed at the cathode, while oxygen at anode. And to improve the conductivity of electricity and production of HHO gas (Brown gas) that produced in the process, it need additional catalyst, in the research was NaHCO3 (Sodium Bicarbonate) with percentage variation of 2,5; 5; 7,5; 10; 12,5 and 15%, that was dissolved in the aquadest water. The results showed that the more NaHCO3 dissolved in the water the higher electric current that passing through in the electrolyte. NaHCO3 10% percentage has the highest HHO generator efficiency, that was 18.954%.
PENGARUH VARIASI JARAK NOZLE PADA MODEL SUDU TURBIN PELTON BERBAHAN ACRYLIC TERHADAP DAYA TURBIN Rochmat, Nur
Jurnal Teknik Mesin Vol 13, No 01 (2019): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.567 KB)

Abstract

AbstrakDari hasil pengujian ini, perbedaan jarak semprotan nozzle terhadap putaran runner sangat berpengaruh terhadap daya listrik yang di hasilkan oleh turbin pelton. Dengan jarak semprotan yang bervariasi yaitu 50 mm, 60 mm, dan 70 mm dengan bukaan katup sebesar 30º, 60º dan 90º akan diperoleh kesimpulan sebagi berikut : Perbedaan jarak semprotan nozzle dan bukaan katup sangat berpengaruh terhadap putaran poros turrbin, poros alternator dan daya listrik yang dihasilkan. Perolehan laju putaran runner turbin pelton yang paling tertinggi berada di jarak semprotan nozzle 50 mm pada pembukaan valve 90º dengan laju putaran altenator sebesar 2369 rpm,akan menghasilkan daya listrik sebesar 58,03 watt dengan debit aliran fluida (Q) yang di hasilkan sebanyak 15,2 .10-4 m3/s sedangkan di putaran rendahnya terdapat di jarak semprotan nozzle 70 mm pada pembukaan valve sebesar 30º dengan laju putaran altenator sebesar 918 rpm menghasilkan daya listrik 10,20 watt, dengan debit aliram fluida (Q) yang di hasilkan sebanyak 10,0 .10-4  m3/s. Untuk perolehan harga yang tertinggi kecepatan aliran fluida di dapat pada jarak semprotan nozzle 50 mm pada pembukkan valve sebesar 90º adalah 16,67 m/s. Dengan laju aliran massa fluida sebesar 1,51 kg/s. Semakin besar pembukaan valve di dalam laju aliran massa fluida, maka akan besar juga laju aliran massa fluida dan debit aliran fluida yang di hasilkan. Nilai laju aliran massa fluida yang paling tinggi ialah pada jarak 50 mm saat bukaan katup 90º memperoleh laju aliran massa fluida sebesar 1,51 kg/s dan menghasilkan debit aliran 15,2 .10-4 m3/s. Kata kunci : Turbin Pelton, putaran runner ,putaran altenator,debit aliran, rpm, daya listrik.
PERANCANGAN ALAT PENDAUR ULANG SAMPAH PLASTIK METODE INJECTION MOULDING UNTUK PEMANFAATAN PRODUK TATAKAN CANGKIR Azhar, Kholijul
Jurnal Teknik Mesin Vol 15, No 02 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.287 KB)

Abstract

AbstrakPermasalahan yang harus dihadapi oleh masyarakat secara umum semakin beragam dizaman yang modern ini. Salah satu diantaranya adalah masalah pengelolahan sampah baik itu sampah organik maupun sampah anorganik. Hingga saat ini penanganan masalah sampah belum sampai ke taraf yang optimal dan maksimal. Salah satu upaya untuk mengurangi dampak buruk sampah plastik bagi lingkungan adalah pendaur ulang (recyle). Oleh karena itu diperlukan sebuah alat pendaur ulang sampah plastik dengan metode injection moulding menggunakan tuas pendorong untuk penekanan manual. Gaya tekan yang dibutuhkan bervariasi karena disebabkan perbedaan suhu pemanasan yang digunakan pada pengujian alat pendaur ulang sampah plastik, pada suhu 220°C didapat viskositas plastik HDPE sebesar 410 N.s/m2 sehingga gaya tekan tuas yang dibutuhkan sebesar 52,6 N, pada suhu pemanasan 240°C gaya tekan tuas lebih rendah yaitu 47 N, gaya tekan ini disebabkan karena viskositas yang didapat 330 N.s/m2, sedangkan pada suhu pemanasan 260°C gaya penakan tuas sangat rendah jika dibandingkan dengan dua variasi suhu sebelumnya yaitu 43 N dengan tingkat viskositas 290 N.s/m2 dan plastik HDPE meleh sepenuhnya.Kata kunci : daur ulang samaph HDPE, injection moulding, tatakan cangkir.
PENGARUH VARIASI JUMLAH SUDU TERHADAP DAYA LISTRIK YANG DIHASILKAN PADA PROTOTYPE TURBIN PELTON Mohammad Ulinnuha; Margianto Margianto; Ena Marlina
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.249 KB)

Abstract

Water energy can be utilized for generating electricity by exploiting the available potential energy (potential falls and the flow rate). Because energy future is a problem that has always been the concern of every nation, most countries, including Indonesia, the supply of energy is still rely on fossil fuels are limited and thinning, the potential of fossil energy sources in Indonesia and the world are expected to run out within a certain time due to the addition of consumption as well as industrial development increases. Based on data from national energy management 2005-2025 issued by the Ministry of Energy and Mineral Resources (MEMR) in 2005, reserves of oil, gas and coal in Indonesia will be depleted within a certain time. The aim in this research was to determine how many blades are used to determine how much power is generated at the prototype turbine pelton turbine. From these results it appears that the rate of rotation runners are more with the?dominant in the use of blade 20 with the valve opening 90 resulting rotational speed reaches 412 rpm, and generates electric power of 10.66 Watts. while the value of the fluid flow rate (Q) generated as much as 8.4 x 10-4 m/s. the number of blade 18 produces a flow rate of 107.01 m/s.?As for the velocity of fluid flow at the valve opening 90 however generate a fluid flow value of 8.4 x 10-4 m/
DESAIN MESIN PENGAYAK KECAMBAH KACANG HIJAU (TAUGE) prasetyo, Archie
Jurnal Teknik Mesin Vol 14, No 01 (2020): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum, sebelum kecambah kacang hijau siap dipasarkan, para petani harus melakukan pengayakan untuk memisahkan kecambah dari kulitnya, yang sebagian besar masih menggunakan alat tradisional, yaitu dengan pengayakan menggunakan bambu. Metode ini sebenarnya kurang efektif jika terus dipertahankan, karena membutuhkan banyak energi dan waktu, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang selalu ingin dilayani segera. Untuk mengatasi masalah ini, penulis membuat ?Desain Mesin Pengayak Kecambah Kacang Hijau?.Mesin pengayak ini menggunakan listrik rumah tangga sebagai sumber tenaga penggerak. Untuk cara kerjanya, yaitu setelah sakelar motor listrik dihidupkan, mesin akan mulai bekerja dan rotasi motor ditransmisikan ke poros engkol melalui katrol yang terhubung ke motor, V-belt dan katrol terhubung ke poros engkol. Kemudian poros engkol akan berputar dan memindahkan batang penghubung secara timbal balik, sehingga bingkai ayakan akan bergerak. Untuk roda yang dipasang pada rangka ayakan, dan rel pada rangka mesin berfungsi untuk meminimalkan gesekan.Dari hasil perhitungan perencanaan yang diwujudkan dengan mendesain mesin, mesin tersebut diperoleh dengan spesifikasi, yaitu kerangka mesin berukuran panjang 1350 mm, lebar 800 mm, tinggi 1150, dan untuk ayakan total 1 dengan 900 mm panjangnya, lebar 800 mm, tinggi 35 mm. Motor listrik yang digunakan adalah 0,75 HP dengan kecepatan putaran 1.400 rpm, dan sistem transmisi yang digunakan adalah tipe-V belt nomor 67, motor puli dengan diameter 50 mm, sedangkan pulley poros 350 mm. Untuk poros, memiliki dimensi panjang 420 mm dengan diameter 25 mm, dan bantalan yang digunakan adalah bantalan alur bola radial tipe tertutup dengan angka 6005 ZZ. Mesin ini memiliki kapasitas bagian saringan 1,91 m3 / jam dan kapasitas alirannya 746,27 kg / jam.
ANALISA PENGARUH PENGUNAAN ELEKTRODA RB 2.6 DAN RB 3.2 TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PADA PENGELASAN Bayu Priambodo; Artono Raharjo; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.145 KB)

Abstract

Pengelasan adalah suatu proses pengelasan dua logam sejenis yang dilaksanakan dalam keadaan cair.Tujuan Untuk mengetahui suatu hasil pengelasan perlu di lakukan suatu pengujian hasil pengelasan bisa menggunakan metode nondestruktif (tidak merusak) contoh uji kekerasan, uji mikro struktur, dan metode desrtruktif (pengujian merusak) contoh uji tarik, uji bending. perumusan masalah dalam hal ini adalah untuk mengetahui bagaimana sifat mekanik baja ST 60 terhadap kekuatan tarik dan kekerasan dengan menggunakan eletroda RB 3,2 mm dan RB 2,6 mm. Hasil penelitian uji tarik dengan elektroda RB 3.2 mm adalah 680,1273(MPa) dan elektroda RB 2,6 mm adalah 622,0353 (MPa), jadi dapat disimpulkan penggunaan pada pengelasan terhadap nilai kekuatan tarik(MPa) menggunakan elektroda 3,6 lebih besar nilai kekuatan tarik dengan penggunaan elektroda RB 2,6 mm. Pengujian kekerasan(HVN) terhadap baja ST 60 dengan menggunakan elektroda RB 3,2 mm adalah 314,2 (HVN) dan elektroda RB 2,6 mm adalah 233(HVN), jadi dapat disimpulkan penggunaan pada pengelasan terhadap nilai kekerasan(HVN) pada baja ST 60 lebih besar nilai kekerasan dengan penggunaan elektroda RB 3,2 mm.
Perencanaan Mesin Pemotong Pakan Ternak Sapi Kurnia Wahyudi; Unung Lesmanah; Margianto Margianto
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era saat ini perkembangan teknologi telah banyak membantu manusia khususnya memudahkan pekerjaan yang timbul dalam kehidupan dengan adanya penemuan baru di bidang teknologi, Permaslahan yang sering timbul dalam proses pemotongan pakan ternak ialah masih menggunakan system manual atau tenaga manusia, yang kurang efektif dan bisa memakan waktu yang lama selain hal tersebut proses pemotongan pakan ternak kurang lembut. Oleh karena itu penulis membuat “Perencanaan Mesin Pemotong Pakan Ternak Sapi” Yang berfungsi untuk memroses pemotongan dengan waktu yang relatif singkat, Bahan pakan yang di gunakan adalah rumput gajah, Mesin pemotong pakan ternak menggenukan bahan bakar bensin sebagai sumber tenaga penggerak, cara kerja mesin pemotong rumput pakan ternak sapi yaitu setelah motor bensin di hidupkan, maka putaran dari motor akan memutar puli dan sabuk transmisi, akan menggerakan puli pada mesin yang mengakibatkan poros mesin berputar, poros tersebut akan memutar pisau pemotong yang terpasang pada poros. Dari hasil analisa dan perhitungan dari perencanaan mesin dengan kapasitas 250 kg / jam maka diperoleh spesifikasi masing-masing komponen yang terdapat pada mesin tersebut, Seperti motor bensin yang digunakan adalah 5,5 HP dengan kecepatan putaran motor 1800 rpm. Jumlah pisau 2 pisau dengan tebal masing-masing  4 mm, pulli motor 45 mm dan pulli poros 101 mm, untuk bahan poros dengan diameter S30C 25 mm. Untuk sabuk menggunakan sabuk V tipe A. Bantalan yang digunakan adalah jenis bantalan gelinding. Untuk dimensi alat ini adalah panjang 3800 mm, lebar 2900 mm, dan tinggi 4400 mm.             Kata kunci : Pakan Ternak Sapi, Mesin Pemotongan, Kapasitas, Motor Bensin
PENGARUH BAHAN BAKAR PERTAMAX DAN PERTALITE TERHADAP MOBIL HEMAT ENERGI “HAIZUM “ Fahrizal amin, Achmad Nauvalil
Jurnal Teknik Mesin Vol 15, No 02 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.001 KB)

Abstract

ABSTRAKTransportation in the Globalization era focuses on fuel efficiency that is efficient or environmentally friendly, therefore a KMHE event is held which aims to encourage the creation of a transportation that has good fuel efficiency. This study aims to determine effect use of pertamax and Pertalite fuels on energy-efficient cars "Haizum" and calculate the AFR and heating values of the two fuels. This test is done manually and to find out which fuel is more efficient at variations in engine speed in the numbers 4000 - 5500 RPM with a distance of 150 M to get a comparison of specific fuel consumption. results fuel consumption of Pertamax better than pertalite seen from the heating value of HHV and LHV, this shows that the fuel of Pertamax is better because the higher HHV value, the lower exhaust emissions due to the high HHV value indicates all condensed fuel becomes liquid so that little exhaust gas emissions. The AFR value indicates the number 15: 1 which means that the fuel which is misted is burning completely in the combustion chamber.

Page 10 of 25 | Total Record : 245