cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 245 Documents
MODIFIKASI BAHAN PENGGANTI KARET ROLLER TRACK PADA TANK AMX-13 Supriyono Supriyono; Margianto Margianto; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.564 KB)

Abstract

Tank AMX-13 adalah salah satu jenis kendaraan tempur berlapis baja dan beroda rantai yang memiliki daya gerak, daya kejut dan daya tembak yang handal, yang saat ini masih digunakan oleh TNI AD khususnya satuan Kavaleri. Saat ini Tank AMX-13 mengalami kendala terutama pada sistem penerus tenaga dan penggerak, diantaranya adalah roller track yang berfungsi untuk menahan beban rantai bagian atas dan sekaligus untuk meneruskan putaran rantai. Roller track (roda luncur) adalah roda kecil yang terbuat dari karet terletak disamping kiri dan kanan bodi tank yang berfungsi menyangga dan meneruskan putaran rantai, setiap roller track (roda luncur) terdiri dari satu roda dengan karet yang terpasang pada sumbu baja yang dibaut ke badan tank. Dari seluruh Tank AMX-13 yang ada roller track yang digunakan sebagian besar dalam kondisi rusak, bahkan hingga hancur akibat kurangnya suku cadang, karena komponen roller track tersebut sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrik pembuatnya.Dalam penelitian ini bahan dan pengujian yang digunakan antara lain NR, karbon black (N330), 6PPD, Mineral B, STA, CBS, ZnO, TMTD, Sulfur, TMQ dan Chamlook. Pengujian antara lain Kekerasan, kuat tarik, ketahanan kikis dan kekuatan rekat. Hasil pengujian fisika karet roller track adalah nilai kekerasan 81,33, nilai Kuat tarik 229,49 Kg/cm2, nilai ketahanan kikis 126,32 mm3 dan nilai kuat rekat adalah 5,35 Kg/cm2. Dari semua pengujian yang dilakukan, bahan yang baik untuk mengganti roller track yang asli adalah bahan modifikasi C
ANALISIS TEGANGAN SISA PADA PROSES QUENCHING BAJA PEGAS DAUN Ibrahim, Ibrahim
Jurnal Teknik Mesin Vol 15, No 01 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.14 KB)

Abstract

AbstrakAnalisis tegangan sisa pada proses quenching baja pegas daun. Telah dilakukan penelitian baja pegas daun yang diheat treatment pada suhu awal 500?  ditahan selama 20 menit, lalu dihardening hingga mencapai fasa austenit pada suhu 950? ditahan selama 40 menit. Kemudian salah satu sampel lansung di uji x ray difraction sebagai parameter kisi awal  dan sampel selanjutnya diquenching menggunakan media pendingin air dengan suhu 25? dan di normalizing dengan suhu ruang 27?. Identifikasi tegangan sisa dilakukan dengan sinar-X. Pengukuran struktur kisi dan pembuatan difaktogram menggunakan alat XPERT-PRO menggunakan Sumber copper Cu dengan panjang gelombang 1.54060µm,  tegangan 40 mA, Arus 35 Kv. Analisiss difaktogram menunjukkan beberapa puncak difraksi. Pada baja pegas daun tanpa perlakuan 2? = 44.5711°, 64.8230°, 82.1580°. Analisis difaktogram dari hasil quenching air memperlihatkan 2? = 41.8201°, 44.4943°, 82.2747° dan difaktogram proses normalizing udara 2? = 33.0817°, 39.1981°, 71.8683°. Dari  difaktogram memperlihatkan bahwa pendinginan menggunakan air dan udara menyebabkan tegagan tarik karena pergesearan puncak difraksi ke arah 2?. Tegangan sisa tarik pada media pendingin air sebesar 0,13353 kN/mm2 dan udara 0.0121 kN/mm2. Hasil analisis tegangan sisa menunjukkan regangan kisi pada baja pegas daun dengan pergeseran bidang kisi kristal karena metoda proses pemanasan dan pendinginan, dimana pada baja pegas daun hasil heat treatment meningkatkan kekuatan bahan akan tetapi memiliki kecenderungan  terjadi deformasi yang menyebabkan terjadi tegangan sisa.Kata kunci: Baja Pegas Daun, Difraksi Sinar-X, Tegangan Sisa. 
ANALISA LAJU KOROSI PADA BAJA S 45 C DENGAN MEDIA AIR LAUT Sofyan Eko Cahyo; Abdul Wahab
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.448 KB)

Abstract

Dalam kemajuan industri di Indonesia membuat teknologi semakin maju, namun tak bias dipungkiri bahwah tiaptiap industry pasti mempunyai masalah yang tidak sedikit, masalah yang hamper selalu ada seperti masalah korosi. Korosi merupakan kerusakan material yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan disekelilingnya, proses korosi oleh reaksi kimia juga diakibatkan oleh proses elektrokimia yang melibatkan perpindahan elektronelektron dari reduksi ion logam maupun pengendapan logam dari asam. Meliputi udara embun, air laut, air danau, air sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju korosi baja S45C dengan variasi waktu 2, 4, 6, hari. Dari hitung uji F f hitung < f tabel yaitu 2,4866 < 5,14 maka H0 diterima, artinya bahwa tidak ada perbedaan nilai laju korosi pada baja S45C mulai tanggal 27, 29, 1.Hasil penelitian menunjukkan pada larutan air laut utara nilai rata-rata adalah 0,0008357332 mils per tahun. dan pada larutan air laut selatan nilai rata-rata adalah 0,000826293 mils per tahun.
MENGANALISA GANGGUAN PADA 331 WEIGHT FEEDER 2 UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DI PT. SEMEN GRESIK (PERSERO).Tbk PABRIK TUBAN Nelson Sulistiono; Abdul Wahab; Artono Raharjo
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1311.002 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa gangguan pada 331 weight feeder 2. Dimana Weight feeder berfungsi sebagai menimbang dan menjaga kompisisi dari setiap bahan baku sesuai dengan set piont yang diberikan. Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan seven tool yang meliputi Lembar Pemeriksaan, Diagram Kendali, Histogram, Diagram Control Chart, Diagram Pareto, Statifikasi dan Diagram Ishikawa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dari Seksi Evaluasi Proses dan CCR ( Central Control Room) mengenai umpan material yang akan di proses di dalam Vertical Roller. Data yang diperoleh akan di masukkan kedalam lembar pemeriksaan yang meliputi maximum, mean, minimal, range, median dan standart deviasi. Data pada lembar pemeriksaan kemudian di lakukan perhitungan diagram kendali -R untuk memperoleh perbandingan sebelum terjadi perbaikan dan sesudah perbaikkan. Hasil dari perhitungan diagram kedali -R di masukkan pada histogram dan diagram control chart, sehingga terlihat grafik dan batasan-batasan alur weight feeder yang di uji. Selain pengujian dari data weight feeder yang didapat dari Seksi Evaluasi Proses dan CCR ( Central Control Room), penulis juga meneliti banyaknya gangguan pada motor weight feeder yang sering trip. Data di peroleh dari seksi intrument yang kemudian dimasukkan pada diagram pareto. Kemudian gangguan tersebut dicari akar permasalahannya dengan cara Stratifikasi dan Diagram ishikawa. Dari hasil Diagram Ishikawa didapat cara perbaikkan yang tepat atau penambahan alat untuk mengurangi resiko gangguan pada 331 weight feeder 2.
PENGARUH BAHAN BAKAR PREMIUM DENGAN SHELL TERHADAP KINERJA MESIN MOTOR KMHE “HAIZUM” Ubaidillah, Achmad Wildan
Jurnal Teknik Mesin Vol 15, No 01 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.147 KB)

Abstract

The need for transportation will have an impact on the number of motorized vehicles and on fuel consumption. The consumption of high fuel oil will automatically increase the budget for transportation, so that the mixing of fuel oil aims to get better combustion, one of which is mixing with a premium shell. At this time the researchers conducted a study relating to the comparison of the performance produced and the extent of the mileage produced by Premium and Shell fuels, from this study is expected to provide accurate information about the use of appropriate fuels, researchers also use motors KMHE Haizum as a test material for performance and maximum mileage produced from both types of fuel. With the hope it can be applied to various types of motorcycles. The method used in this study uses quantitative descriptive methods and direct field studies so that the data obtained is truly accurate and can be trusted. For the hypothesis in this study is which fuel has better performance, and which distance is farthest by using Premium fuel, Shell, and a mixture of the two fuels. The test results and the calculation of the use of specific fuels in energy-efficient car vehicles "HAIZUM" with a volume of 25 ml produces RPM = 5225 for premium with SFC (specific fuel usage = 0.00000091 kg / kWsec. energy saving "HAIZUM" with a volume of 25 ml produces RPM = 6975 for premium with SFC (specific fuel usage = 0.00000041 kg / kWsecond..
ANALISA PENGARUH PERBEDAAN VARIASI JUMLAH SUDU UNTUK OPTIMALISASI DAYA LISTRIK PADA TURBIN ANGIN SAVONIUS BERTINGKAT Misbahudin Misbahudin; Abdul Wahab; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 01 (2017): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.894 KB)

Abstract

Sejalan dengan peningkatan pertumbungan ekonomi dunia. Maka, pemakaian energi juga akan mengalami peningkatan, terutamanya pada kebutuhan energi listrik. Dengan semakin banyaknya kebutuhan akan energi listrik ini akan berdampak buruk jika tidak adanya sumber energi baru yang bisa dipakai untuk mensuplai energi listrik tersebut. Dalam hal ini energi angin memiliki potensi untuk dijadikan pembangkit listrik. Angin adalah udara yang bergerak karena adanya perbedaan suhu udara. Tenaga angin bisa sangat besar dan keberadaannya terus ada dan bisa menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. Untuk mengkonversi energi angin menjadi energi listrik kita perlu sebuah alat yang dinamakan turbin angin. Turbin angin sendiri adalah suatu alat yang memanfaatkan daya dorong angin untuk bergerak. Turbin angin sendiri dibagi menjadi 2 yaitu: turbin angin poros horisontal dan turbin angin poros vertikal. Cara kerja dari turbin angin mengkonversi energi angin menjadi energi listrik adalah ketika angin berhembus turbin angin dipasang pada arah aliran angin sehingga angin menabrak sudu - sudu turbin angin sehingga turbin angin berputar, kemudian putaran dari turbin angin diteruskan ke generator untuk diubah menjadi energi listrik. Guna untuk memenuhi kebutuhan energi listrik maka dilakukannya penelitian tentang pengaruh variasi jumlah sudu terhadap optimalisasi daya listrikpada turbin angin savonius bertingkat. Penelitian ini dilakukan dengan jalan eksperimental yaitu melihat secara langsung bagai mana pengaruh variasi jumlah sudu terhadap daya listriknya. Dengan memvariasikan 2 sudu dibawah dan 2,3,4 sudu diatas, 3 sudu dibawah dan 2,3,4 sudu diatas, dan 4 sudu dibawah dan 2,3,4 sudu diatas. Hasil dari penelitian tersebut didapatkan daya listrik tertinggi sebesar 4,19 watt dengan efisiensi turbin 1,1% pada variasi 4 sudu dibawah dan 4 sudu diatas, akan tetapi pada variasi sudu 2 dibawah dan 3 sudu diatas terjadi efisiensi tertinggi yaitu 1,5 % dengan daya listrik sebesar 3,34 watt. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin banyak jumlah sudu yang dipakai daya listrik yang dihasilkan semakin besar juga, akan tetapi efisiensi dari turbin angin tersebut akan semakin kecil seiring bertambahnya jumlah sudu, ini dikarenakan semakin banyak jumlah sudu semakin besar pula beban yang ditimbulkan oleh turbin angin savonius.
ANALISIS BRAKE SHOE MOBIL TOYOTA AVANZA VELOZ 1,5 SISTEM PENGEREMAN DENGAN PEMBEBANAN 300 KG sanjaya, yudi
Jurnal Teknik Mesin Vol 14, No 01 (2020): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan adalah bagian terpenting dalam kehidupan sehari-hari seperti di tempat kerja, di jalan atau di dalam rumah, serta kendaraan yang kita gunakan sehari-hari seperti helm, sabuk pengaman, jaket dan lain-lain. Di kendaraan kita harus ada rem yang berfungsi untuk memecah kecepatan kendaraan. Sangat penting, banyak sistem rem saat ini menggunakan drum dan cakram cakram dengan bantuan semburan cairan, dan juga pemeliharaan dan inspeksi komponen rem harus dilakukan. dilakukan setiap 20.000 km (1 tahun). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jarak dan waktu pengereman pada mobil Toyota Avanza Veloz 1.5 dengan kecepatan 50, 70, 90 km / jam dengan beban 300 kg. Mengetahui dampak pengereman terhadap keausan rem.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa jarak pengereman pada kecepatan 50 km / jam adalah 60,43 meter, pada 70 km / jam adalah 86,9 meter dan untuk kecepatan 90 km / jam 120,7 meter, ini dipengaruhi oleh mobil yang lebih tinggi kecepatan semakin kecil gaya gesekan yang terjadi yang menghasilkan jarak pengereman yang semakin lama. Waktu pengereman pada kecepatan 50 km / jam adalah 9,58 detik, pada 70 km / jam adalah 11,17 detik dan untuk kecepatan 90 km / jam adalah 16,17 detik. ini dipengaruhi oleh semakin tinggi kecepatan mobil semakin kecil gesekan yang terjadi yang mengakibatkan waktu pengereman mobil untuk berhenti membutuhkan waktu yang lebih lama. Akibat pengereman pada kecepatan 50 km / jam kampas rem berkurang 0,05 mm, maka kampas rem 70 km / jam berkurang 0,07 mm, kampas rem 90 km / jam berkurang 0,09 mm.
ANALISA PERBANDINGAN MODEL KAMPUH LAS U DAN DOUBLE U PADA PENGELASAN SMAW TERHADAP KEKUATAN TARIK BAJA EB 1730 M.Rizqi Al Fajar; Artono Rahardjo; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.559 KB)

Abstract

Salah satu pengujian yang digunakan untuk mengetahui sifat mekanis logam adalah uji tarik (tensile test). Uji tarik adalah suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu bahanmaterial dengan cara memberikan beban gaya berlawanan arah. Hasil yang didapatkan dari pengujiatarik sangat penting untuk rekayasa teknik dan desain produk karena menghasilkan data kekuatan material. Dan penujian material dilakukkan di Universitas Brawaijaya Malang. Berdasarkan hasil penelitian dari pengujian dan evaluasi data serta pembahasan pada proses pengelasan kampuh terhadap sifat sifat mekanik dapat di ambil kesimpulkan bahwa Bentuk kampuh secara signifikan mempengaruhi sifat mekanik baja karbon EB 1730. Hasil penelitian pada pengujian dengan menggunakan kampuh U adalah 566,4 N/mm2 sedangkan menggunakan kampuh double U adalah 582,4 N/mm2. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada hubungan antara bentuk kampuh dengan sifat mekanik yang berarti Kampuh double U memiliki kekuatan tarik lebih tinggi
PERENCANAAN PEMBEBANAN STATIS RANGKA SEPEDA LISTRIK MENGGUNAKAN SOFTWARE SOLIDWORKS 2016 udin, Jamal
Jurnal Teknik Mesin Vol 12, No 01 (2019): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.009 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan perencanaan pembebanan statis pada rangka atau frame sepeda listrik bebahan material Aluminium Alloys seri 6061 dengan menggunakan Software Solidworks 2016 dengan pembebanan beban pengendara yang diasumsikan memiliki beban 50 kg, 70 kg, dan 90 kg. Dengan tujuan untuk mengetahui distribusi tegangan von mises, displacement, FOS (factor of safety) yang terjadi pada rangka. Nilai safety factor dari hasil pembebanan harus lebih dari satu, rangka dikatakan gagal apabila safety factor mempunyai nilai lebih kecil atau sama dengan satu. Pembebanan rangka atau frame pada penelitian ini terpusat pada seat tube karena pada bagian ini merupakan tumpuan bagi pengendara. Setelah proses simulasi dan analisa dilakukan, didapatkan tegangan tertinggi pada pembebanan 90 kg sebesar 4,906 dan serta nilai FOS (factor of safety) ter rendah sebesar 11,240, sehingga dapat disimpulkan semakin besar nilai beban yang diberikan semakin besar pula nilai tegangan yang terjadi tetapi semakin kecil nilai FOS (factor of safety). Pada penelitian ini frame dengan beban 50 kg, 70, kg dan 90 kg, dirasa aman bagi pengendara.Kata kunci: Frame, Aluminium Alloys seri 6061, Solidworks 2016, von mises stress, displacement, Factor Of Safety
PERENCANAAN MESIN PENGADUK ADONAN KERUPUK JENIS PADDLE UNTUK HOME INDUSTRI Salman Alfarisi; Priyagung Hartono; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di indonesia merupakan negara yang paling terkenal dengan masakan khas daerahnya, kerupuk merupakan makanan ringan favorit masyarakat di indonesia baik dari kalangan atas maupun bawah. Permasalahan yang timbul saat ini adalah proses pengadukan adonan untuk membuat kerupuk, masih menggunakan pengadukan dengan sistem manual atau dengan menggunakan tangan sambil di remas-remas yang kurang efektif dan memerlukan waktu yang cukup lama. Mesin pengaduk adonan ini menggunakan motor listrik, cara kerja mesin pengaduk yaitu setelah motor listrik dihidupkan maka putaran dari motor akan memutar pulley dan sabuk transmisi, akan memnggerakkan pulley pada gear box yang mengakibatkan poros mesin berputar poros tersebut akan memutar pengaduk yang terpasang pada poros. Dari hasil percobaan mesin didapat kapasitas 80,64 kg/jam. Sedangkan hasil dari analisa dan perhitungan perencanaan mesin maka diperoleh spesifikasi serta masing-masing komponen yang terdapat pada mesin tersebut, seperti motor listri yang digunakan adalah 0,5 hp dengan kecepatan putaran motor 1400 rpm. Pengaduk berdiameter 220 mm, luas tabung adonan 250 mm, tinggi tabung 300 mm dan bervolume maksimal 14 liter, pulley motor 50 mm dan pulley poros 50 mm untuk bahan poros dengan diameter S30C 17 mm, untuk sabuk menggunakan sabuk V type A -19, ratio gear box 1:40 jadi kecepatan yang keluar dari gear box adalah 35 rpm.Kata kunci : Kerupuk, Prinsip kerja pengaduk, Motor listrik

Page 9 of 25 | Total Record : 245