cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 245 Documents
PENGARUH LAMA WAKTU ANODISASI TERHADAP KEKERASAN ALUMINIUM HASIL ANODIZING Aunur Rofiq; Margianto Margianto; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.292 KB)

Abstract

When positioned as a metal anode in an electrolysis process with acid electrolyte will generally be discharged corroded. This corrotion is caused because the metal is oxidized and dissolfes oxidation results in the electrolyte. How ever different if the metal is aluminium, niobium, tantalum, titanium, tungste or zirconium and electrolyt that used when electrolysis is diprotic acid such as sulfuric acid, phospate acid or chromic acid. Metal-metal will still be oxidized but is a result of oxidation of the oxide layer is not soluple in the electrlyt but rather sticks to the surface of the metal logam oxida actually very use full inte engineering bacause the oxide layer will provide protective and decorative properties and the metal. Anodizing aluminium is commonly used for decorative purposes in order to in crease the sale value or attrate anthusiasts at an aluminium produc, but the anodizing machine technique also widely used for the purpose of improving the mecanical properties of aluminium that has a low hardness (abourt 450 Hv). Anodizing process is done through a process of electrolysis which is influenced buy several conditions so that all the conditions of the electrolysis process can affect the out come anodizing.
PENGARUH CAMPURAN BAHAN BAKAR PERTALITE DENGAN NAPTHALEN (C_1O H_16 0) TERHADAP KINERJA MESIN MOTOR BENSIN BEAT 110 CC Mas Hudi Hudi
Jurnal Teknik Mesin Vol 14, No 01 (2020): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan transportasi akan berdampak pada jumlah kendaraan bermotor dan konsumsi bahan bakar. Konsumsi bahan bakar yang tinggi secara otomatis akan meningkatkan anggaran untuk transportasi, sehingga bahan bakar minyak dikembangkan dengan proses pencampuran (napthalen). Pertalite diluncurkan pada 24 Juli 2015 sebagai varian baru untuk konsumen bahan bakar minyak. Pertalite adalah bahan bakar minyak terbaru dari Pertamina dengan RON 90. napthalen dengan formula (C1O H16 0) adalah bahan berupa padatan putih lilin dengan dua cincin benzena terpadu, mudah menguap bahkan dalam bentuk padatan. Uap yang dihasilkan mudah terbakar dan kapur barus memiliki sifat serupa yang memungkinkannya menjadi hemat bahan bakar untuk meningkatkan angka oktan.Dalam studi ini, para peneliti menggunakan bahan bakar pertalite dan neptalene untuk menguji hasil emisi gas buang yang diproduksi menggunakan campuran nepthalene dan tanpa menggunakan campuran nepthalene. Hipotesis dalam penelitian ini adalah mencampur bahan bakar pertalite dengan napthalen (C1O H16 0).
ANALISA SISTEM KERJA EMS (ENGINE MANAGEMENT SYSTEM) DENGAN VARIASI TEMPERATUR AIR PENDINGIN DAN BEBAN KERJA PADA KONDISI STASIONER (ISC) KENDARAAN DAIHATSU XENIA Waluyo Waluyo
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.846 KB)

Abstract

EMS adalah sistem pengaturan pada engine untuk mengatur pencampuran udara dan BBM yang tepat, waktu pengapian yang akurat, serta pengontrolan sistem-sistem lain pada engine, sesuai dengan kondisi dan beban kerja pada kendaraan. Komponen EMS terdiri dari sensor-sensor, ECU dan actuator. Pengontrolan engine sepenuhnya diatur oleh ECU. Setelah mendapatkan data dari sensor sensor ECU akan memberikan signal ke actuator untuk mengontrol engine, sehingga kerja dari pada engine dapat terkontrol sesuai dengan kondisi dan keadaan engine. Pengaruh sensor temperatur air pendingin sangat besar pada saat stasioner (ISC). Metode penelitian ini dilaksanakan dengan cara memvariasikan temperatur air pendingin (ECT) untuk mendapatkan massa bensin, massa udara, air fuel ratio, putaran mesin, sudut pengapian, dan konsumsi bensin pada masing masing beban ISC. Hasil dari penelitian dan pengolahan data, diperoleh konsumsi bensin akan mengalami penurunan setiap terjadi kenaikan temperatur air pendingin . Pada beban AC berkisar antara 1,123 x 10-2 s.d 2,164 x 10-2 kg/jam, pada beban power steering berkisar antara 6,311 x 10-3 s.d 9,482 x 10-3 kg/jam, pada beban electrical load berkisara antara 6,608 x 10-3 s.d 7,876 x 10-3 kg/jam dan tanpa beban berkisar antara 6,024 x 10-3 s.d 7,920 x 10-3kg/jam. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh sensor ECT sangat besar terhadap kinerja engine pada putaran stasioner (ISC).
PERENCANAAN MESIN PEMOTONG SAMPAH NON ORGANIK KAPASITAS 25 KG/JAM Muhammad nurdianto farihul adhim
Jurnal Teknik Mesin Vol 14, No 02 (2020): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.613 KB)

Abstract

Tujuan perencanaan mesin pemotong sampah ini agar sampah dapat didaur ulang menjadi barang yangbermanfaat.Tujuan perencanaan mesin pemotong botol air mineral adalah(1) Memperdalam pengetahuan tentang konstruksi mesin pemotong botol air mineral. (2) Membantu masyarakat dalam pengepakan bahan plastik untuk proses daur ulang. (3) Mengurangi polutan di lingkungan sekitar.Hasil dari penelitian ini adalah hasil cepatnya pisau mesin potong botol air mineral adalah 188, 496 mm3/min, untuk sekali pemotongan menghasilkan 42,160 N/min, didalam sekali siklus perputaran mengalami 6 kali pemotongan menghasilkan 25,296 Kg/jam.
ANALISA ELIMINASI BREAKDOWN PADA VERTICAL MILL DENGAN METODE PDCA TULTA Agung Nugroho; Priyagung Hartono; Sujatmiko Sujatmiko
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.092 KB)

Abstract

Equipment VRM merupakan suatu peralatan yang berfungsi sebagai penggiling semen dengan tipe vertikal, dimana metode penggilingan menggunakan roller dan table dengan tekanan tinggi serta terinstalasi separator didalamnnya untuk proses separasi. Dalam pengoperasian VRM selama ini, sering terjadi breakdown yang dikarenakan vibrasi maksimum. Timbulnya permasalahan ini mengakibatkan terganggunya target produksi di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. serta mengakibatkan menurunnya semangat kerja operator karena sulitnya dalam mengoperasikan pealatan. Berdasarkan permasalahan ini peneliti merumuskan masalah Apakah vibrasi maksimum dalam operasional VRM dapat dieliminasi dengan memodifikasi interlock auto Counter Pressure? Hasil penelitian menunjukkan frekuensi terjadinya vibrasi maksimum pada VRM berkurang secara drastis, selain itu operator semakin mudah dalam mengoperasikan peralatan. Berdasarkan implementasi, dengan modifikasi pada interlock system dapat disimpulkan bahwa program auto Counter Pressure dalam mengeliminasi breakdown pada VRM yang disebabkan vibrasi maksimum.
Analisa Struktur Mikro Pada Baja S35C Akibat Variasi Posisi Pengelasan SMAW Mokhammad Nursalim
Jurnal Teknik Mesin Vol 12, No 01 (2019): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.608 KB)

Abstract

Progress in the field of welding technology is a technique of using metal welding because of the existence of buildings and machinery made using welding techniques. The method used in this study was experimental, and this study used S35C low carbon steel with the composition: C = 0.32-0.38 Si = 0.15-0.35 Mn = 0.60-0.90 P = 0.030 S = 0.035. 2G, 3G and 4G, from the results of this study in terms of calculations from the proportion test, the white color comparison 2G with 3G Fhitung −1.38 > Ftabel -1, 64, the proportion of white 2G with 4G Fhitung -1.60 > Ftabel - 1.64, the proportion of 3G white color with 4G F count -1.51> Ftable- 1.64, the proportion of black color is 2G with 3G Fhitung -3.49 > Ftabel - 1.64, the proportion of black is 2G with 4G Fhitung -1,60 > Ftabel - 1.64, it can be set aside from the comparison of white and black between the variations of 2G, 3G, 4G, there is no difference, and also from the trials of white and black f, the results of Fhitung 0.39 < Ftabel 3,35 it is concluded that the white and black microstructure of welding position 2G, 3G and 4G is no different.
PENGARUH CATALYTIC CONVERTER ALUMUNIUM TIPE SARANG LEBAH TERHADAP EMISI GAS BUANG MOTOR DIESEL Bambang Hariyanto; Abdul Wahab; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor diesel merupakan jenis motor pembakaran dalam yang dimana bahan bakar menyala akibat tekanan kompresi yang tinggi didalam silinder. Perbandingan campuran udara dengan bahan bakar, waktu penginjeksian bahan bakar, dan jumlah oksigen yang terkandung dalam udara kering disekitar, merupakan aspek operasional yang mempengaruhi kerja motor diesel tersebut tuajuan penelitian ini untuk mempelajari karakteristis motor diesel ( Torsi, daya dan emisi gas buang ) penelitian dilakukan dengan uji ekperimental pada mesin diesel, dengan menambahkan catalytic converter pada bagian kenalpot mesin disel tersebut, pada putaran 1500, 2000 dan 3000 rpm. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perubahan torsi dan daya akibat penggunaan catalytic converter pada mesin diesel, torsi awal jika di rata”kan tiap rpm adalah 136,04 Nm torsi setelah menggunakan catalytic converter 136,04. Sedangkan pengurangan kadar kepekatan asap (opacity smoke) sebelum menggunakan catalytic converter 11,08% setelah menggunakan catalytic converter 6,77% (jika di ambil rata-ratanya tiap rpm). pengaruh catalytic converter pada kandungan zat CO, sebelum menggunakan catalytic converter 8,53% setelah menggunakan catalytic converter menjadi 7,7% (diambil dari rata-rata tiap rpm). Pada kandungan zat CO2 sebelum menggunakan catalytic converter 10,8% setelah menggunakan catalytic converter menjadi 10,2% jika di ambil rata-rata tiap rpmnya. Pada kandungan zat O2 sebelum menggunakan catalytic converter 6,63% setelah mennggunakan catalytic converter menjadi 6,8% di ambil dari rata-rata tiap rpm, bisa di simpulkan pemasangan catalytic converter pada mesin diesel tidak menggangu kinerja atau performa mesin diesel tersebut, malahan cukup berpengaruh dalam mengurangi kandungan zat-zat racun yang di hasilkan oleh mesin diesel tersebut. Keywords: Diesel Engine, catalytic converter, emisi gas buang
PRODUKSI PIROLISIS SAMPAH PLASTIK LDPE MENGUNAKAN VARIASI PENDINGINAN Junaedi Hidayatullah
Jurnal Teknik Mesin Vol 15, No 02 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembanya penduduk di dunia berdampak  besar pada limbah sampah plastik khususnya non organik, karena membutuhkan waktu puluhan tahun supaya bisa terurai. Permasalah limbah sampah plastik semakin hari semakin besar sehingga dibutukan alat pengolah limbah sampah plastik yaitu alat pirolisis. Pirolisis adalah suatu metode pengolahan sampah plastik tanpa melibatkan oksigen didalam tabung reaktor, pengolahan sampah plastik dengan metode pirolisis mempunyai ke unggulan tidak menimbulkan asap dan dapat mengurangi sampah plastik dengan waktu yang singkat. Metode penelitian ini, menggunakan plastik jenis (LDPE) berat 500 gram, dengan variasi pendingin dan tanpa pendingin selama 30 dan 60 menit. Hasil dari analisa pengolahan data proses pirolisis sampah plastik, waktu dan temperatur sangat berpengaruh terhadap banyak atau sedikitnya minyak yang dihasilkan, penggunan pendingin dan tidak menggunakan pendingin dapat mempengaruhi warna dan hasil bahan bakar. Panjang lintasan menuju tabung kondensor juga mempengaruhi terhadap flowrate bahan bakar. Semakin panjang lintasan menuju tabung kondensor maka proses kondensasi akan semakin lama, bahan bakar yang dihasilkan akan semakin lama dan sebaliknya. Hasil bahan bakarpun lebih bening mengunakan pendinginan di bandingkan tanpa pendingin.  Kata kunci : Pirolisis ; bahan bakar hasil pirolisis ; Plastik LDPE, flowrate, pendingin dan tanpa pendingin
Perancangan Mesin Press Tembakau Dengan Menggunakan Mikrokontroler AT89C51 Muhammad Taqiyyuddin Alawiy
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.999 KB)

Abstract

Kemajuan teknologi membawa dampak yang sangat positif bagi kehidupan manusia, khususnya perkembangan dibidang elektronika yang terjadi dari waktu ke waktu dapat mengantisipasi berbagai permasalahan yang dialami oleh manusia, dari hal-hal yang dianggap rumit hingga hal-hal yang sederhana sekalipun, demikian pula dalam kehidupan sehari-hari maupun didalam dunia perindustrian, kesemuanya ini tidak bisa terlepas dari teknologi. Perencanaan mesin press tembakau dengan menggunakan mikrontroler AT89C51 dan rangkaianrangkaian penunjangnya, antara lain sensor gerak dimana keluarannya dimasukan ke rangkaian mikrokontroler, bila sensor mendeteksi suatu barang yang melewatinya maka sensor akan memberikan sinyal kepada rangkaian mikrokontoler dengan berlogika 1 (high), kemudian rangkaian mikrokontroler akan memulai urutan kerja sistemnya dengan menghentikan konveyor dan meneruskan perintahnya ke mesin press dengan berlogika 1 juga, sehingga mesin press akan mulai turun untuk mengepress barang (tembakau) yang ada dibawahnya sampai rangkaian mekanis mesin press menyentuh limit switch1 (sensor posisi) sehingga mesin press akan kembali naik sampai rangkaian mekanis mesin press menyentuh limit switch2 (sensor posisi), kemudian rangkaian mikrokontroler akan mematikan mesin press dan mengahiri kerja sistem serta akan memulai kembali ke proses awal, urutan kerja sistem ini akan berulang dengan sendirinya sesuai urutan kerja sistem yang telah diprogramkan pada mikrokontroler AT89C51 sampai dimatikannya sistem.
Pengaruh Pengggunaan Busi Iridium dan Nikel Terhadap Emisi Gas Buang CO dan HC Pada Mesin 4-langkah walan yudhi rismandara
Jurnal Teknik Mesin Vol 14, No 01 (2020): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.194 KB)

Abstract

Mengkomparasikan besar emisi CO dan HC saat menggunakan busi satu dan dua busi

Page 11 of 25 | Total Record : 245