cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 245 Documents
ANALISA DAN MODIFIKASI UNSUR PADUAN KARET PENGGANTI SEAL PENGEREMAN PADA KENDARAAN TRUK BEDFORD Sudiyono Sudiyono; Margianto Margianto; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.45 KB)

Abstract

Truk Bedford adalah salah satu jenis kendaraan satuan bantuan tempur. Pada saat ini kondisi pengereman khususnya di bagian tidak memproduksi (dihentikan oleh pabriknya di inggris pada tahun 1999) permasalahan di atas dilakukan penelitian karet berjenis NBR 80-NR 20, NBR modifikasi, karet modifikasi NBR 80 56,9Shore A, Kekuatan Tarik 89,58 kg/cm 6,97 % Hasil nilai ini sebanding dengan untuk dilaksanakan uji coba.
PENGARUH PENAMBAHAN BAKAN BAKAR MINYAK JARAK (Jatropha Oil) DAN BIOADITIF TERHADAP PERFORMA DAN EMISI GAS BUANG PADA MESIN DIESEL Walid Najibullah; Abdul Wahab; Ena Marlina
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.331 KB)

Abstract

Diesel engine is a kind of combustion where fuel is ignited by the high temperature gas is compressed. Comparison with the fuel-air mixture, the incoming air to be compressed in adiabatic so that the temperature becomes higher, then the air combined with sprayed oil slowly in a state of almost isobars. Biodiesel is an alternative fuel that can be used directly or blended with diesel fuel in diesel engines. The purpose of this research to study the characteristics of alternative fuel diesel engine (torque, power, specific fuel consumption, and exhaust emissions) on a standard diesel engine. The test is performed with experimental tests on diesel engines with biodiesel fuel 90% and the addition of castor oil 10%, while the percentage bioadditive as much as 0.5% and 9.5% castor oil on the stationary engine rev 200rpm. The results showed that the maximum value of 14.3 kg m torque, specific power of 28.6 kW at a constant 2000 rpm rotation and the needs of specific fuel 0.775 kg / kWh in a mixture of castor oil and biodiesel by 10% and 90%. While the lowest smoke gas opacity 23% on bioadditive mixture of clove oil on castor oil as much as 9.5% and 0.5%. Diesel engines with a constant rotation makes torque, effective power and specific fuel consumption is less than perfect, while the addition of castor oil and clove oil bioadditive of the fuel can lower the concentration of gas fumes in diesel engines.
PENGARUH TEMPERATUR DAN HOLDING TIME DENGAN PENDINGIN YAMACOOLANT TERHADAP BAJA ASSAB 760 Adi Rachmat Setya Utama; Abdul Wahab; Nur Robbi
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.146 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui Pengaruh Temperatur dengan Pendingin Yamacoolant terhadap struktur mikro dan kekerasan baja karbon ASSAB 760, (2) Mengetahui pengaruh variasi Holding Time dengan media pendingin Yamacoolant terhadap struktur mikro dan kekerasan baja karbon ASSAB 760, Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Obyek dalam penelitian ini menggunakan baja karbon sedang ASSAB 760, produk dari Associated Swedish Steels AB (Assab Steels) Stockholm, Swedia, dengan kandungan kimia 0,42- 0,50 % C, 0,60 % Mn, 0,30 % Si dan 0,04 S %. Teknik Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam tabel, histogram, grafik dan foto struktur mikro. Sebagai parameter input pada penganalisisan data meliputi : variasi temperatur (800 C, 840 C, dan 880 C), variasi Holding Time (15 menit, 25 menit, dan 35 menit), struktur mikro, dan kekerasan. Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan tingkat kekerasan dan struktur mikro yang terbentuk. Dari hasil pengujian kekerasan didapatkan tingkat kekerasan tertinggi pada spesimen temperatur 840 C dengan Holding Time 15 menit sebesar 51,7 HRC berturut-turut menuju posisi terendah yaitu spesimen temperatur 800 C dengan Holding Time 15 menit sebesar 47,3 HRC, spesimen temperatur 840 C dengan Holding Time 25 menit sebesar 44,3 HRC, spesimen temperatur 880 C dengan Holding Time 15 menit sebesar 43,3 HRC, spesimen temperatur 880 C dengan Holding Time 25 menit sebesar 42 HRC, spesimen temperatur 840 C dengan Holding Time 35 menit sebesar 35 HRC, spesimen temperatur 800 C dengan Holding Time 25 menit sebesar 30,7 HRC, spesimen temperatur 880 C dengan Holding Time 35 menit sebesar 28 HRC, spesimen temperatur 800 C dengan Holding Time 35 menit sebesar 23,6 HRC, dan paling rendah spesimen raw material sebesar 7,6 HRC. Pengujian struktur mikro menunjukkan struktur mikro raw materials terdiri dari ferite dan Pearlite dengan bentuk dan besar kristal yang berimbang sesuai dengan kandungan karbon yang sebesar 0,42- 0,50 % dan pada kelompok spesimen hardening yang di quench dengan Yamacoolant didapatkan struktur mikro baru yaitu martensite yang merupakan struktur utama dalam peningkatan kekerasan baja. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi temperatur dan variasi Holding Time dengan media pendingin Yamacoolant dapat mengubah struktur mikro dan meningkatkan kekerasan dari baja ASSAB 760 dengan nilai kekerasan tertinggi pada spesimen temperatur 840 C dengan Holding Time 15 menit sebesar 51,7 HRC.
PENGARUH PASIR CETAK DENGAN TAMBAHAN SERBUK BATU, SERBUK KAYU DAN AIR GULA TERHADAP CACAT POROSITAS DAN KEKASARAN PERMUKAAN HASIL PENGECORAN LOGAM PADUAN AL-SI Sarip Hidayatulloh
Jurnal Teknik Mesin Vol 12, No 01 (2019): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.614 KB)

Abstract

As time goes on, the human need for metals increases. Thus encouraging small and large industrial entrepreneurs to compete to meet the needs of their consumers. casting is the process of melting metal in the smelter's kitchen, then pouring it into the mold and allowing it to freeze until it can be removed from the mold. one of the factors that can affect the quality of the results of the castings is sand mold, including the composition of the sand mold and the design of the channel system (gatting system). In this study, the aim was to analyze the variation of sand composition with addition of stone powder, wood powder, and sugar water to the porosity and roughness of metal surfaces as a result of casting Al-Si alloy metal. The material used in this study is used piston and composition of cement 5%, 6% sugar water and 4% wood powder, Banyuwangi sand composition of 60%, 55% and 50%, rock powder composition of 25%, 30% and 35% . From the results of this study, the value of porosity test results obtained from castings with the smallest value lies in the composition of sand with 50% stone powder with 35% the value of 0.26%, while the roughness test results obtained from the castings found the smallest value in the composition of sand with powder 60% stone with 25% at 1.17 μm.
PENGARUH PROSENTASE FRAKSI MASSA NaOH (NATRIUM HIDROKSIDA) SEBAGAI KATALIS DALAM PROSES ELETROLISIS DENGAN MENGGUNAKAN ELEKTROLISER TIPE DRY CELL Novan Yoga Prasetya; Abdul Wahab; Ena Marlina
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 01 (2017): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.226 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of variations in the percentage of the mass fraction of NaOH (sodium hydroxide) to the performance of the HHO (Brown Gas) produced using electrolysis method by using the tool elektroliser type of dry cell electrode and the neutral plate using 304 stainless steel with insulation between electrodes using a rubber O- ring. HHO gas production performance observed in this study is the electric power used to produce HHO gas from each vasiari percentage of mass fraction, the rate of production of each variation percentage of mass fraction as well as the efficiency of HHO gas production of each variation percentage mass fraction. Electrolysis is the decomposition of the compound water (H2O) into molecules of hydrogen and oxygen (HHO) electricity use direct current (DC) in the electrolyte solution. This process happens when two electrodes (anode and cathode) are placed in distilled water and direct current (DC) which directly flows through the system. In this study, sodium hydroxide as a catalyst dissolved in distilled water in to speed the process of electrolysis. Percentage mass fraction of sodium hydroxide varies from 4% - 6%. The results showed that the electric power used for the production of HHO gas increased seirirng increase in the percentage of the mass fraction of sodium hydroxide and reaches a maximum value at porsentase mass fraction of 6%, amounting to 93 watts, at a rate produks HHO gas and efficiency HHO generator increases and reaches a maximum value the percentage of the mass fraction of sodium hydroxide 4% at 203.75 ml / s.
Analisis Perbandingan Surface Roughness Dan Geometry Chip Pada Proses Turning Menggunakan Mesin CNC Ilham Julio Mariansyah
Jurnal Teknik Mesin Vol 15, No 01 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.084 KB)

Abstract

AbstrakSurface roughness dan geometry chip menjadi pertimbangan utama didalam proses pemesinan, terutama pada proses pembubutan. Parameter yang berpengaruh terhadap surface roughness dan geometry chip dalam proses bubut adalah kedalaman pemakanan dan kecepatan  spindel. Dengan tujuan mengetahui surface roughness dan geometry chip pada proses bubut, dilakukan pengujian dengan material ST. 60 sebagai upaya mendapatkan surface roughness dan geometry chip sesuai harapan. Dilakukan pengujian untuk menganalisis variasi putaran spindel, dengan pemesinan dan parameter konstan. Untuk mengetahui perbedaan kecepatan putaran spindel secara teoritis dan empiris dilakukan uji berulangkali. Dengan menggunakan Mitutoyo SJ-210 dan Micrometer untuk mendapatkan data surface roughness dan geometry chip setelah di turning. Dari hasil analisis didapatkan nilai surface roughness yang rendah adalah 0.214 µm pada variasi kecepatan spindel 4000 rpm dan geometry chip kontinyu. Ditinjau dari analisis uji F two way dengan interaksi maka didapatkan hasil  = 4.30520 <  = 4.75 maka dapat disimpulkan bahwa variasi kecepatan putaran spindel dengan kedalaman yang sama tidak bereaksi terhadap hubungan nilai rasio pemampatan tebal chip dan surface roughness.Kata kunci: surface roughness, geometry chip, kecepatan putaran spindel.
Analisa Sistem Pembakaran Pada Mesin Diesel Lokomotif CC 201 Artono Rahardjo; Muhammad Edwin Hakim; Abdul Wahab
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.809 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisa sistem pembakaran pada mesin diesel lokomotif CC 201. Disini akan dibahas bagaimana sistem pembakaran dari lokomotif ini, dimulai dari pengisian bahan bakar sampai pada hasil akhirnya yaitu gas buangnya. Lokomotif CC201 ini adalah buatan General Electric Amerika Serikat dengan nomer seri GE U 18, meskipun harus dicatat disini bahwa tidak semua lokomotif CC 201 ini adalah dari model GE U 18, karena sebagian adalah hasil modifikasi dari model BB 203. Penelitian dilakukan di depo kereta api Blitar, lokomotif yang digunakan sebagai obyek penelitian adalah lokomotif KA Penataran Jurusan Surabaya Blitar. Penelitian dilakukan dengan mengevaluasi pemakaian bahan bakar, kecepatan operasi rata-rata terhadap jenis perawatan yang dilakukan setiap satu perjalanan pulang-pergi. Dari hasil penelitian didapat bahwa kinerja mesin ini sangat dipengaruhi oleh perawatan yang dilakukan, kondisi pengoperasian dilapangan dan usia dari mesin ini sendiri.
PERENCANAAN PERBEDAAN SISTEM TRANSMISI PADA TURBIN ANGIN SAVONIUS BERTINGKAT TERHADAP PUTARAN GENERATOR Wahyu Hidhayatulloh
Jurnal Teknik Mesin Vol 13, No 02 (2019): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2004.564 KB)

Abstract

Angin merupakan energi terbarukan yang selama ini kita dapatkan secara Cuma-Cuma yang tak tehitung jumlahnya dan tidak akan pernah habis meskipun setiap hari kita pakai. Di Indonesia sendiri saat ini untuk pemanfaatan energi angin masih tergolong rendah. Dengan kecepatan angin yang masih dibawah 10 m/s membuat rendahnya pemanfaatan energi angin sebagai salah satu energi terbarukan. Berbeda halnya dengan pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber dari solar cell yang setiap tahunya semakin meningkat.. Untuk penelitian kali ini peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif , dimana peneliti mencari gambaran secara sitematis untuk memperoleh data dan melakukan pengamatan secara langsung selama penelitian. Sselain itu, peneliti juga melakukan pengamatan secara langsung baik dilapangan untuk mendapat keterangan tentang gejala-gejala yang terjadi pada saat penelitian seagai syarat dari metode Observasi, dimana hasil dari penelitian ini nantinya akan dikaitkan dengan pokok-pokok permaslahan yang akan dibahas. Berdasarkan Hasil penelitian dapat dilihat daya listrik yang dihasilkan oleh transmisi rantai sedikit lebih besar dibandingkan transmisi belt, dengan nilai terbesar pada transmisi rantai yaitu 0,1137 Watt dan nilai yang terkecil yaitu 0,034 Watt pada transmisi rantai. Sedangkan pada transmisi belt dihasilkan nilai teringgi yaitu 0,092 Watt, dan nilai terendah pada transmisi belt yaitu 0,015. Sedangkan untuk kecepatan generator didapatkan nilai terbesar pada transmisi rantai 408 rpm dan nilai terkecil 329,333 rpm, sedangkan pada transmisi belt didapatkan nilai terbesar 393,333 rpm dan nilai terkecil 298 rpm. Dari data tersebut sudah dapat diketahui bahwa dengan menggunakan variasi transmisi dapat memberi pengaruh meskipun kecil terhadap arus listrik yang dihasilkan.
SIMULASI PEMBUATAN DAN ANALISIS CHASING POWERBANK BERBASIS AUTODESK INVENTOR 3D Rizky Hanandhita Pratama; Priyagung Hartono; Nur Robbi
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.154 KB)

Abstract

Powerbank Desk Portable adalah produk yang dihasilkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa. Powerbank ini memiliki bentuk yang tidak biasa,ini dikarenakan fungsi dari Powerbank ini tidak hanya digunakan untuk menyimpan daya listrik untuk mencharge gatget, namun juga berfungsi sebagai meja lipat. Dikarenakan bentuknya adalah meja yang menahan beban yang berat,sehingga kekuatan dari chasing Powerbank ini dipertanyakan. Hal ini menjadi alasan mengapa analisis terhadap kekuatan chasing Powerbank ini dilakukan agar diketahui beban maksimum yang dapat ditopang. Penelitian ini dilakukan dengan penerapan simulasi pada software Autodesk Inventor 2013 untuk mengetahui gagal tidaknya desain yang dibuat dengan beban yang diterima. Dari hasil simulasi dan perhitungan software yang dilakukan pada chasing Powerbank yang terbuat dari Polmetil metakrilat (PMMA) atau sering disebut akrilik, diperoleh beban maksimal yang dapat ditopang oleh chasing Powerbank sebesar 196 N dengan safety faktor 4,5 ul. Jadi dapat disimpulkan bahwa chasing Powerbank yang dibuat aman dan layak digunakan
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI BERAT ROLLER PADA SISTEM CVT (CONTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION) TERHADAP PERFORMA SEPEDA MOTOR HONDA BEAT 110cc TAHUN 2009 Rudi Salam
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.126 KB)

Abstract

Meningkatnya mobilitas masyarakat pada saat ini dan didukung dengan kurang representatifnya transportasi umum di Indonesia membuat industri otomotif mobil maupun sepeda motor berkembang dengan pesat. Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan transportasi mendorong industri-industri otomotif semakin bersaing dalam memasarkan produk mereka khususnya di Indonesia. Dan produk dari industri otomotif yang paling diminati di Indonesia adalah kendaraan roda dua atau sering disebut dengan sepeda motor. Pada masa sekarang ini sepeda motor matic sangat cocok untuk dipakai karena tidak perlu lagi memindahkan gigi karena sudah disetel otomatis. Hal yang membedakan sepeda motor matic dengan jenis sepeda motor tipe lainnya terletak pada sistem transmisinya. Pada sepeda motor matic menggunakan sistem transmisi otomatis yang disebut dengan cvt (continuously variable transmission). Perbedaan dasar cvt dibandingkan dengan pemindah tenaga lain adalah cara meneruskan torsi atau daya dari mesin ke roda. Pada penelitian ini dilakukan penggantian variasi berat roller dengan berat 10gr, 13gr, dan 14gr. Dengan variasi berat yang berbeda ini yang nantinya akan diteliti lebih lanjut tentang dampak perubahan performa yang dihasilkan. Diharapkan modifikasi ini mampu meningkatkan performa mesin honda beat yang optimal. Dari penelitian yang telah dilakukan antara variasi berat roller adalah roller 14gr menghasilkan daya efektif (Ne) yang lebih besar daripada roller 10gr dan 13gr. Pada penelitian konsumsi bahan bakar (fc), roller 10gr dan 13gr memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih irit daripada roller 14gr pada putaran 3500 4000rpm. Sedangkan pada penelitian konsumsi bahan bakar spesifik efektif (sfce), pada putaran 2000-3500rpm roller 10gr memiliki konsumsi bahan bakar spesifik efektif paling tinggi. Sedangkan pada putaran 4000rpm roller 10gr, 13gr dan 14gr memiliki konsumsi bahan bakar spesifik efektif yang hampir sama.