cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 245 Documents
PENGARUH SPEEDSPARK OPEN LOOPER TERHADAP DAYA dan EMISI GAS BUANG (CO) MOTOR VIXION 150CC Ach Muhaimin
Jurnal Teknik Mesin Vol 14, No 02 (2020): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia otomotif, penambahan dan modifikasi pada kendaraan adalah hal yang biasa, tetapi juga menuntut keselamatan pengemudi (safety riding) dan tidak mengganggu lingkungan sekitarnya, memodifikasi ban kecil yang sangat berisiko bagi pengemudi adalah salah satu contoh buruk bagi pengemudi. Modifikasi yang kurang terkontrol akan membuat kendaraan boros bahan bakar dan polusi yang dihasilkan lebih banyak. Pengaruh penggunaan speedspark open looper pada motor Yamaha Vixion 150 cc pada tahun 2014 menunjukkan hasil perbedaan yang lebih baik dari standar, dengan hasil uji daya yang lebih tinggi (HP) dan emisi gas buang yang lebih rendah (CO) yang menunjukkan bahwa perangkat ini cocok untuk dipasang pada sepeda motor Yamaha Vixion 150 cc pada tahun 2014. Speedspark open looper adalah alat manipulasi sensor O2 yang berfungsi untuk memanipulasi data yang dikirim oleh sistem ECU (unit kontrol elektronik).
PENGARUH JARAK SEMPROT NOZZLE TERHADAP PUTARAN POROS TURBIN DAN DAYA LISTRIK YANGDIHASILKAN PADA PROTOTYPE TURBIN PELTON Mulyadi Mulyadi; Margianto Margianto; Ena Marlina
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.526 KB)

Abstract

Pelton turbineis animpulseturbine, the turbineis driven by the kinetic energy ofthe water. Spray(jet) on thehigh-speed waterbucketandrunnerafterrunnermovesthe waterat low speed, which meansmost ofthe energyis notabsorbedbythe runner. The water pressurein and outof the bladeisatmosfir.Turbinpressurepeltonisthe best exampleof theimpulseturbine. Theturbineis operatedbyoneormorejets(nozzle) of waterinto thebucketat thecenteraround theparameterof therunner. Power comesfrom theforceof waterfromhigh-pressure impingementimpulseturbinebucketsso named turbin pelton. One of themost importantcomponents of pelton turbin is nozzle, the distancebetween thenozzleand the bladecanaffect the bladeturbinerotating speed. In addition, the distance between thenozzleof therunnerdeterminesthe point offallingwater, because thenozzlemusthavea proper distanceso thatturbine bladescan receivea goodimpulse. From the test results influence the distance the spray nozzle to the rotation runner and the electric power generated in the prototype turbine Pelton, with a distance of spray 50 mm, 60 mm, 70 mm valve opening is 30?, 60? and 90?, it can be concluded as follows: Acquisition rate of rotation runner Pelton turbine prototype that is highest at a distance of 50 mm spray nozzle when the valve opening 90 with a rotation rate of 428.67 rpm runner, generating electric power of 10.57 watts, with the fluid flow rate (Q) generated as much as 0.00082 m /s, while for the lowest round at a distance of 70 mm when the spray valve opening 30? with 381.00 rpm rotation speed, generating electrical power 9.84 Watt, the fluid flow rate (Q) generated as much as 0.00074 m/s. fluid flow velocity higher acquisition prices are at a distance of 50 mm semprotm nozzle when the valve opening is 13.93 m/s 90. With the mass flow rate of 0.82 m/s. In the case of fluid mass flow rate the greater the valve opening, the greater the mass flow rate of the fluid and the fluid flow generated. The highest result of the mass flow rate of fluid that is at a distance of 50 mm when the spray valve opening 90 obtain fluid mass flow rate of 0.82 kg/s and produce a flow rate (Q) as much as 0.00082 m/s.
ANALISA PERENCANAAN POMPA HIDRAULIK RAM Muhammad Rizki Mulia; Abdul Wahab; Priyagung Hartono
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.308 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara kerja dari pompa hidraulik ram kemudian merencanakan proses pembuatan dan estimasi biaya produksi dari pompa hidraulik ram tersebut. Tentang dasar-dasar pompa hidraulik ram, fungsi, dan cara kerja pompa hidraulik ram. Indentifikasi Komponen-komponen Pompa Hidraulik Ram, meliputi komponen-komponen pembuatan pompa dan pembuatan gambar. Perencanaan proses permesinan non konvesional dan harga pokok produksi, meliputi operasi pembuatan masing-masing komponen pompa hidraulik ram, perakitan, dan estimasi biaya pembuatan pompa hidraulik ram. Kesimpulan terakhir bahwa pengadaan komponen dari pompa hidram sebagian dilakukan dengan proses pemesinan non konvesional. Proses pemesinan non konvesional pembuatan komponen dari pompa hidram sangat sederhana, kita hanya membutuhkan mesin bubut, mesin frais, mesin gurdi, dan mesin las, tidak membutuhkan proses pemesinan khusus. Dari hasil survey di pasaran dan data-data yang didapat dari PT. Mitra Pratama, serta estimasi waktu proses tiap komponen, dihasilkan harga pokok produksi dari pompa hidram adalah Rp. 5,296,599,-
PERBANDINGAN JENIS ELEKTRODA RB-26 DAN RD-260 TERHADAP KEKUATAN TARIK PADA BAJA KARBON SEDANG ST 42 DENGAN VARIASI KETEBALAN Nasoikhul Ibad; Priyagung Hartono; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan adalah penyambungan dua buah logam baik dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa tambahan bahan. Dari beberapa jenis las ada salah satu jenis yaitu las SMAW yang sering di gunakan pada kegiatan pengelasan. Tujuan di adakan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan elektroda pada pengelasan SMAW dengan menggunakan Baja sedang ST 42 dengan menggunakan Variasi elektroda dan ketebalan bahan. Metode yang di pakai dalam penelitian ini adalah dengan pengujian Tarik yang di lakukan di Lab Teknik Mesin POLINEMA, dari hasil data yang di peroleh dan setelah proses pengolahan data di peroleh hasil bahwa terdapat pengaruh yang siknifikan pada variasi ketebalan, dan pada variasi penggunaan elektroda RB-26 dan RD-260 tidak ada pengaruh yang siknifikan serta hasil yang terahir adalah terdapat pengaruh yang siknifikan pada kombinasi penggunaan kedua variasi tersebut.Kata kunci: Uji Tarik, Pengelasan, Elektroda RB-26 dan Elektroda RD-260, ST 42, variasi ketebalan, Anova, Uji F dan Uji t.
ANALISA PERPINDAHAN PANAS MESIN EKSTRAKSI SARI IKAN UNTUK MENGHASILKAN ALBUMIN YANG BEKUALITAS DENGAN KAPASITAS 1 KILOGRAM Sholehuddin Sholehuddin; Abdul Wahab; Artono Raharjo
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.255 KB)

Abstract

Laut mengandung jutaan ekosistem yang salah satunya adalah ikan. Pengolahan ikan yang baik merupakan suatu hal yang penting. Kurangnya tenaga pengolahan ikan menjadikan ikan hanya sebagai media konsumsi. Dalam tubuh manusia butuh protein terutama pada seseorang yang fatologis/sakit parah, maka diperlukan Albumin dan itu terdapat pada sari ikan yang terlebih dahulu di ekstraksi. Mesin ekstraksi sari ikan adalah mesin untuk mengambil Albumin ikan. Albumin ikan itu sendiri adalah susunan terkecil dari protein dengan sistem penguapan. Untuk menghasilkan kualitas Albumin ikan yang baik harus menggunakan teknik ekstraksi sari ikan yang baik. Salah satunya adalah mengontrol suhu yang bertujuan mencegah kerusakan protein. Karena Albumin itu sendiri sangat dipengaruhi oleh suhu. Maka perlu diadakannya alat pengatur suhu yang pemanasannya secara elektronik. Mesin ekstraksi sari ikan yang direncanakan ini adalah jenis pembakaran luar, dimana posisi pemanasnya ada dibagian bawah tabung penyangrai. Bahan bakar pemanasnya pada perencanaan ini adalah memakai listrik. Cara proses pemanasan dari mesin ekstraksi sari ikan ini adalah panas dari listrik yang dihasilkan kompor listrik merambat ke tabung ekstraksi dengan cara keduanya di tempelkan dan selanjutnya akan memanaskan air dan ikan yang ada didalam tabung ekstraksi tersebut.
IMPLEMENTASI METODE PDCA SEVEN STEP UNTUK MENEKAN FREKUENSI GANGGUAN MISSALIGNMENT PADA MESIN COOLER TUBAN-2 DI PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK Hari Surijanto; Margianto Margianto; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.58 KB)

Abstract

PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk., adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang industri persemenan. PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk., saat ini merupakan market leader yang menguasai sekitar 45% market share, dari total pasar semen di Indonesia. Persaingan dalam industri semen di Indonesia semakin kompetitif, maka perlu bagi para pelaku usaha dalam industri ini (semen) untuk selalu melakukan berbagai inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi bagi perusahaan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi downtime peralatan/mesin. Cooler merupakan salah satu alat utama (critical machine) yang mempunyai downtime cukup tinggi. Dalam menganalisa faktor dominan yang menyebabkan downtime mesin Cooler ini, penulis menggunakan metode PDCA seven step. Hasil evaluasi yang membandingkan downtime sebelum dan sesudah perbaikan membuktikan bahwa proses pemecahan masalah berhasil dan memberi dampak frekuensi downtime menurun dari 9 (Sembilan) kali menjadi 1 (satu) kali, durasi downtime dari 181.66 Jam menjadi 91.36 Jam, Loss Production karena downtime Cooler berkurang dari Rp.181.328.830.000,00 menjadi Rp.8.982.430.000,00, serta total saving cost sebesar Rp.39.063.667.426,13. Proses pengolahan data dalam pemecahan masalah dengan metode PDCA seven step akan lebih mudah dilakukan dengan adanya dukungan beberapa alat dari QC seven tools dan brainstorming. Dalam penelitian ini disarankan agar sebaiknya perusahaan menerapkan metode PDCA seven step sebagai salah satu metode inovasi dalam upaya peningkatan efektivitas performance peralatan, serta melakukan penerapan metode PDCA seven step pada peralatan yang lain, agar timbul keselarasan dalam upaya mencapai produktivitas perusahaan. Dan melakukan penerapan PDCA secara terus-menerus (continuous improvement) bagi pengembangan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. di masa mendatang.
ANALISA PENGARUH KECEPATAN PUTAR YANG DIHASILKAN TURBINCYCLONE TERHADAP DAYA GENERATOR SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK SKALA RENDAH Apolinaris Epa; Margianto Margianto; Sujatmiko Sujatmiko
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.257 KB)

Abstract

The main purpose of Ringin this research is to get performance turbines on a wind farm that is great to know the influence of the speed of the generated power against dial and large minimum speed to be able to produce power. Testing with variable test i.e. chimney height 80 cm 100 cm, 120 cm and variations of air temperature 45 0C, 50 0C, 55 0C. Research parameters measured is to get round the turbine, the generator voltage generator, round, strong currents. The test result data is processed to get a power generator. Processing is then presented in the form of graphics, the best generator Performance is the highest output power. From the author's research proved that the existence of the influence between the chimney and the high temperature difference against a revolving turbine speed. The higher the chimney and air temperature obtained power, torque and efficiency round increasing anyway. The rate of rotation of the turbine Cyclone higher on high chimney size 120 cm at temperatures of 55 degrees that produce the rate of rotation of the runner of 139.5 Rpm and also generate electric power of 5.471 Watts while the value of efficiency (?) high earned the most rounds is as much 58.784%
Analisis Perbandingan Kekasaran Permukaan Pada Proses Turning Muhammad Anshori; Priyagung Hartono; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu karakteristik geometris yang ideal dari suatu komponen adalah permukaan yang halus. Untuk mendapatkan produk berkualitas maka harus dilakukan proses pemesinan yang baik. Kekasaran permukaan adalah salah satu akibat yang disebabkan oleh kondisi pemotongan dari proses pemesinan. Beberapa parameter yang berpengaruh terhadap kekasaran permukaan proses bubut seperti: jenis material dan kecepatan benda kerja. Dengan tujuan mengetahui kekasaran permukaan proses bubut, dilakukan pengujian dengan material ST. 42 dan ST. 60 dalam menghasilkan suatu produk. Pengujian dilakukan untuk menganalisa pengaruh jenis material dan kecepatan benda kerja, dengan parameter pemesinan yang ditentukan dan konstan, diantaranya kecepatan benda kerja, gerak makan, kedalaman potong. Pengujian tersebut dilakukan berulang kali, bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh jenis material dan kecepatan benda kerja secara teoritis dan empiris. Dengan menggunakan Surftest 301 untuk mendapatkan data kekasaran permukaan hasil proses pembubutan. Dari hasil penelitian, nilai kekasaran terendah adalah 4,26 terdapat pada  jenis material ST. 42 dengan kecepatan 224 rpm. Ditinjau dari perhitungan teori analysis of variance two way  dengan interaksi maka didapatkan hasil Fhitung = 11,7826 > Ftabel = 5,32 maka dapat disimpulkan bahwa jenis material dan kecepatan berinteraksi dalam menentukan kekasaran permukaan. Jadi perlakuan terhadap jenis material memberikan pengaruh yang berbeda terhadap nilai kekasaran permukaan dengan kecepatan benda kerja yang berbeda. Kata kunci: kekasaran permukaan, material, putaran.
PENGARUH VARIASI PUTARAN DAN DEBIT AIR TERHADAP EFEKTIFITAS RADIATOR Nur Robbi
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.871 KB)

Abstract

Pendinginan merupakan sistem pendukung suatu mesin yang bekerja dan beroperasi. Keberadaan sistem pendingin akan begitu dirasakan terutama pada mesin mesin dengan kapasitas yang besar. Pada mesin yang menggunakan sistem pendinginan air (water cooling system) terdapat dua rangkaian sistem kerja, yaitu aliran air yang mengambil panas dari mesin (cooling effect) dan udara yang mendinginkan air pada radiator (heating effect). Kedua fluida kerja itu merupakan aspek utama sistem pendinginan. Penelitian ini hanya meneliti pengaruh debit aliran air terhadap efektifitas radiator. Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini ialah adakah pengaruh debit aliran air terhadap efektifitas radiator. Tujuan penelitian ini ialah untuk meneliti pengaruh debit aliran air terhadap efektifitas radiator. Obyek penelitian ialah seperangkat alat uji berupa radiator tester yang terdiri dari beberapa komponen dan alat ukur yang terintegrasi dan merupakan hasil rakitan para penyusun. Alat ini digunakan untuk pengambilan data dengan menggunakan mesin DAIHATSU CLASSY type HC 16 valve. Desain penelitian yang digunakan ialah eksperimen, dengan cara memanipulasi suatu variabel tertentu untuk melihat efek yang terjadi dari tindakan tersebut. Variabel bebas ialah (1000, 1500, 2000, 2500, 3000) rpm berdasarkan pada putaran mesin di dapat debit aliran air (0.011, 0.016, 0.024, 0.028, 0.033) m3/menit. Variabel terikat ialah efektifitas radiator. Setiap pengujian dilakukan pengambilan data sebanyak tiga kali. `Berdasarkan pengambilan data yang telah dilakukan terdapat pengaruh putaran mesin dan debit aliran air terhadap efektifitas radiator, dimana semakin meningkat putaran mesin dan debit air semakin meningkat pula efektifitas radiatornya.Pada pengambilan menit pertama terlihat bahwa untuk debit aliran 0.011 m3/menit nilai efektifitasnya 0.021 pada debit aliran 0.016 m3/menit nilai efektifitasnya 0.058 pada debit aliran 0.024 m3/menit nilai efektifitasnya 0.094 pada debit aliran 0.028 m3/menit nilai efektifitasnya 0.137 pada debit aliran 0.033 m3/menit nilai efektifitasnya 0.188. Pada pengambilan data tersebut terlihat bahwa makin meningkatnya debit aliran air makin meningkat pula nilai efektifitas yang dihasilkan. Keadaan ini dapat terlihat bahwa debit aliran air aliran 0.024 m3/menit dengan nilai efektifitas 0.648 pada waktu penahanan 30 menit mempunyai nilai efektifitas yang lebih tinggi dibanding dengan debit aliran 0.016 m3/menit dengan nilai efektifitas 0.60 dan debit aliran air 0.011 m3/menit dengan nilai efektifitas0.624 pada waktu penahan yang sama Melihat uraian di atas dapat disimpulkan bahwa variasi putaran mesin dan debit aliran air mempengaruhi nilai efektifitas pendinginan radiator. Hendaknya penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan mengganti jenis mesin yang diuji, mengganti jenis radiator, dan pada mesin yang dikenai dengan pembebanan.
MENURUNKAN DEVIASI TARGET PRODUKSI CLINKER AKIBAT PENGGANTIAN HAMMER DI PLANT TUBAN 2 PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. DENGAN MENGGUNAKAN METODE PDCA DAN SEVEN TOOLS Setyawan Adi Siswanto; Abdul Wahab; Artono Raharjo
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.875 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan perfomance Clinker Crusher dengan menekan frekuensi penggantian Hammer Clinker Crusher hanya satu tahun sekali sehingga target produksi dapat tercapai bahkan melebihi target RKAP yang ditetapkan perusahan. Sumber data diambil dari laporan produksi Seksi Perencanaan Bahan dan Produksi dan laporan harian Seksi Pemeliharaan Mesin Kiln & Coal Mill 1-2 PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk. Adapun metode yang akan digunakan dalam penelititan ini adalah menggunakan metode plan, do, check, action atau yang sering disebut PDCA, serta menggunakan Seven Tools. Adapun langkah-langkahnya antara lain mengumpulkan data dan identifikasi masalah, menganalisa penyebab, menguji dan menentukan penyebab dominan, membuat rencana dan melaksanakan perbaikan, meneliti hasil, membuat standar baru, serta mengumpulkan data baru dan menentukan rencana berikutnya. Berdasarkan penerapan metode PDCA dan Seven Tools yang dilakukan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa performance Clinker Crusher Tuban 2 meningkat sehingga deviasi target produksi clinker dapat ditekan dan frekuensi penggantian Hammer Clinker Crusher hanya setahun sekali yang sebelumnya 6 kali dalam setahun. Untuk langkah perbaikannya pun disarankan dapat diimplementasikan pada Clinker Crusher yang lain yang mempunyai tipe alat yang sama di Plant Tuban 1 & Plant Tuban 3 PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.