cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 245 Documents
STUDI PERENCANAAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG Bastyo Tafano; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.96 KB)

Abstract

Kecamatan Ngunut merupakan salah satu kecamatan yang ada di sebelah barat Kabupaten Tulungagung dengan luas wilayah adalah 37,70 Km2. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut penduduk Kecamatan Ngunut tidak dapat mengandalkan air dari sumber air langsung seperti air permukaan dan hujan karena kedua sumber air yang mudah dijangkau tersebut sebagian besar telah tercemar baik langsung maupun tidak langsung Kajian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan air sumber sampai dengan tahun 2029 dan kondisi hidrolis yang ada. Simulasi WaterCAD v8 XM Edition. Besarnya kebutuhan air disesuaikan dengan permintaan daerah yang dilayani. Diketahui debit yang tersedia di Desa Pulotondo sebesar 50 liter/detik. Berdasarkan analisa hasil perhitungan diketahui bahwa besar total debit untuk bisa melayani 100% kebutuhan penduduk sebesar 13,423% detik untuk daerah pelayanan Desa Pulotondo. Perhitungan dilakukan dengan simulasi kondisi tidak permanen dengan kebutuhan air berubah sesuai dengan kebutuhan tiap jamnya. Berdasarkan hasil akhir simulasi dengan menggunakan program WaterCAD v8 XM Edition, bahwa sistem jaringan pipa dapat berjalan dengan baik. Hal ini berdasarkan kondisi tekanan, kecepatan dan headloss yang sudah sesuai dengan syarat perencanaan dan volume tandon yang mampu memenuhi kebutuhan air bersih di daerah studi.
PENGARUH VARIASI TEKANAN INJEKTOR DAN PUTARAN TERHADAP PERFORMA DAN GAS BUANG PADA MOTOR DIESEL Ashari, Apri; Wahab, Abd.; Junaedi, Ena Marlina
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.079 KB)

Abstract

The diesel fuel injection system is very important and closely related to combustion in diesel motors. The injector is a component of the diesel fuel injection system that serves to atomizes the into the combustion chamber. The combustion process in diesel motors is depend on the results of the injector fuel carburetion. The proper of injector pressure will produce better fuel carburetion and better combustion. This research aims to determine how much influence the fuel pressure in the injector of diesel engine performance and opacity smoke by setting the variation is tie up right or left to lessen the adjusting screw to add or reduce the fuel pressure. Diesel engine used were isuzu panther 2300 cc. In this experiment used engine test bed, in which the machine is placed on a stand, and then connected to dynamometer. The muffler is connected to smoke test. The parameters measured is the power, torque, specific fuel of consumption (SFC), effective specific fuel of consumption (ESFC) and opacity smoke. The results of experiment is seen the increase of power and torque after variation, and maximum at a pressure of 130 bar have 40,4 kW at 2500 rpm, and 16,8 kg.m at 1500 rpm. Pressure at 130 bar is better than pressure of 110 bar and 120 bar. The descending of opacity smoke result is seen at a pressure of 120 bar and 130 which have lowest 17,2 % and 16,8 % of opacity smoke at 1500 rpm, more advance engine turning is more high opacity smoke. More high pressure of injector and engine turning have is increase torque, effective power and reduce exhaust emission levels in diesel engine. But while the pressure increase then more high fuel consumption.
PENGARUH VARIASI PROSENTASE KATALIS NAHCO3 TERHADAP PRODUKSI BROWNS GAS PADA PROSES ELEKTROLISIS AIR DENGAN MENGGUNAKAN ALAT TIPE DRY CELL Taufik, M.Taufik; Margianto, Margianto; Marlina, Ena
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 01 (2017): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.986 KB)

Abstract

Perkembangan dalam bidang energi alternatif sekarang ini tidak lain untuk menggantikan bahan bakar minyak bumi yang semakin terbatas, dalam penelitian ini akan membahas energi alternatif tentang gas HHO atau yang lebih dikenal dengan sebutan Browns Gas. Untuk mendapatkan gas HHO dapat dilakukan dengan proses elektrolisis air dengan bahan kimia NaHCO3 (Natrium Bikarbonat) sebagai katalisnya. Proses elektrolisis air ini yaitu dengan memisahkan molekul air H2O menjadi gas HHO 2H2 dan O2 (Hidrogen Hidrogen Oksigen) dengan bantuan arus listrik searah (DC) yang dialirkan melalui rangkaian plat Stainless Steel tipe 304 sebagai elektrodanya, plat tersebut berjumlah 10 yang terdiri dari 2 plat pada kutub (+) anoda, 1 plat pada kutub (-) katoda, dan 7 plat netral, ketebalan masing-masing plat 2 mm dengan jarak antar elektroda yaitu 2 mm yang disebut sebagai generator HHO. Dalam penelitian ini, akan memperhitungkan konsumsi daya, laju produksi gas HHO, dan effisiensi pada generator HHO tipe Dry Cell dengan berbagai macam variasi prosentase katalis NaHCO3 sebesar 3%, 4%, dan 5%. Hasil penelitian dan pengujian generator HHO tipe Dry Cell ini mendapatkan campuran katalis NaHCO3 terbaik yaitu pada prosentase 3% dalam 500 ml air aquades, dapat diketahui bahwa konsumsi Daya listrik generator HHO sebesar 15 watt, bisa menghasilkan produksi gas HHO sebesar 1,7500 ml/s, dengan effisiensi generator sebesar 75,93%.
PENGARUH PENGGUNAAN X- POWER TERHADAP PERFORMA PADA MESIN MOTOR 4 LANGKAH Susilo Adi Permono; Margianto Margianto; Priyagung Hartono
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.439 KB)

Abstract

Teknologi semakin tahun semakin maju dan berkembang, demikian pula persediaan bahan bakar minyak yang semakin menipis mengharuskan dilakukan penghematan dalam pemakaiannya, penghematan dapat dicapai salah satunya dengan meningkatkan effesiensi (penghematan) penggunaan bahan bakar saat ini perlu dilakukan, tanpa harus mengurangi performa kinerja pada mesin. Dalam dunia otomotif sudah banyak dilakukan untuk penghematan bahan bakar, misalnya dengan cara set-up atau servis secara rutin dan bahkan dengan cara penambahan alat untuk meningkatkan kualitas bahan bakar yang menggunakan magnet. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan tambahan X-Power. X-Power adalah sebuah alat yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas bahan bakar, dimana kualitas bahan bakar yang baik akan meningkatkan effisiensi pemakaian bahan bakar dan meningkatkan performa kerja mesin. Dengan menggunakan X-Power pada saluran bahan bakar terdapat pengaruh pada prestasi mesin yang signifikan terutama pada konsumsi bahan bakar dibandingkan dengan tanpa menggunakan X-Power. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh performa setelah menggunakan X-Power dan effisiensi penggunaan bahan bakar X-Power terhadap konsumsi bahan bakar. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode study lapangan dan study literature. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang sangat besar terutama pada konsumsi bahan bakar dibandingkan dengan tanpa menggunakan X-Power pada mesin motor Suzuki Shogun 125. Untuk putaran 1500 Rpm menghemat pemakaian bahan bakar sampai 6,76%. Untuk putaran 3000 Rpm menghemat pemakaian bahan bakar sampai 3,198%. Untuk putaran 4000 Rpm menghemat pemakaian bahan bakar sampai 3,86%. Pada daya Efektif dan Torsi yang menggunakan X-Power terdapat peningkatan daripada tanpa X-Power. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat disampaikan: 1) Perlu diadakan uji lanjutan penggunanan X-Power terhadap performa pada mesin selain motor Suzuki Shogun125. 2) Dalam melakukan kegiatan penelitian hendaknya memperhatikan keselamatan kerja dan kebersihan tempat.
ANALISA PENGARUH VARIASI PUTARAN SPINDEL DAN VARIASI GERAKAN MAKAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PEMBUBUTAN DALAM MATERIAL ST50 ; Hartono, Priyagung; Margianto, Margianto
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.844 KB)

Abstract

Lathe machining process is a process to produce engine parts or cylindrical part done by using lathe machine. The basic principles can be defined as the process of machining outer surface of cylindrical objects or flat lathe process and also the inner surface finish by the lathe process. Lathe itself is a process that feeds the workpiece cutting done by rotating the workpiece and then imposed on the chisel driven translational parallel to the spin axis of the workpiece. CNC lathe machines are widely used by manufacturing industries, training centers and schools such as NC machine CNC lathe is a machine that is capable of receiving the data by command, processing and output it in the form of movements on cutting tools. Spindle rotational speed, depth of cut, feeding and also includes geometry cutting tools affect the roughness of the workpiece. In this reseach would be seen whether there is influence spindle rotational speed, depth of cut, feeding and also includes geometry cutting tools at the EMCO CNC Turning Machines 242 against the workpiece of surface roughness. The research method used was experimental and statistical methods. The research was conducted at the Laboratory of Department of Mechanical Engineering, State Polytechnic of Malang. In this research used steel grade ST50 and type of cutting tools material grade is HSS, where the observation was performed 5 times and the variation of the cutting speed as much as 4 variations. Data collected by using the method of observation and documentation. The data obtained were then tested with SPSS 17 for Windows and Microsof Excel 2007. There are changes in surface roughness of the workpiece spindle rotational speed, depth of cut, feeding. The higher the rotation spindle, more smooth surface of the workpiece, and the deeper the depth of cut so more rough the surface of the workpiece. Judging from SPSS software test on the effect of cutting speed variation of the surface roughness of the workpiece obtained F table larger than F count and F Anova F1 count : 0,869 < Ftabel :3,86 and F2 hitung : 2,769 < Ftabel :3,86 with level of significant ? : 5%.
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KECEPATAN PUTAR TURBINE CYCLONE Alim, M. Sahirul; Margianto, Margianto; Hartono, Priyagung
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.171 KB)

Abstract

Mengingat Indonesia adalah Negara yang memiliki potensi energi surya yang cukup besar dengan letak geografisnya yang berada pada daerah tropis dimana temperatur sepanjang tahun konstan dengan suhu udara rata-rata 270 C.Energi surya menjadi salah satu energi alternatif dengan potensinya yang sangat besar, energi surya diyakini menjadi sumber energi utama di masa depan. dengan beberapa keunggulan energi surya seperti energi surya merupakan sumber energi yang hampir tak terbatas dan pemanfaatannya juga ramah lingkungan tidak menimbulkan polusi yang dapat merusak lingkungan.Salah satu bentuk memanfaatkan suhu udara panas cahaya atau sinar matahari dapat dikonversi menjadi energi mekanik untuk menggerakkan turbin. Adapun permasalahan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh temperatur terhadap kecepatan putar pada poros dan seberapa besar pengaruh tinggi cerobong terhadap kecepatan putar pada poros. Analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis statistik regresi. Hasil pengujian dan analisa data cerobong tinggi 80 cm Pada Suhu udara 450 C diperoleh kecepatan putar 86,33 rpm, Suhu udara 500 C diperoleh kecepatan putar 92 rpm dan Suhu udara 550 C diperoleh kecepatan putar 101,33 rpm. Hasil pengujian dan analisa data cerobong 100 cm pada Suhu udara 450 C diperoleh kecepatan putar 82,66 rpm, Suhu udara 500 C diperoleh kecepatan putar 103 rpm dan Suhu udara 550 C diperoleh kecepatan putar 108,66 rpm. Hasil pengujian dan analisa data cerobong 120 cm pada Suhu udara 450 C diperoleh kecepatan putar 104,66 rpm, Suhu udara 500 C diperoleh kecepatan putar 113 rpm dan Suhu udara 550 C diperoleh kecepatan putar 122 rpm. Dari data diatas menunjukkan bahwa semakin tingginya cerobong dan semakin tingginya suhu udara maka semakin tinggi pula putaran yang dihasilkan turbin cyclone.
Pengaruh Jenis Pahat Frais dengan Variasi Kecepatan Terhadap Kekasaran Permukaan baja ST 60 Firdaus, Wahyuan Aji
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pahat frais dengan variasi kecepatan mesin . Penelitian ini menggunakan baja  ST 60 dengan di proses face milling menggunakan pahat end milling cutter dengan diameter 10 mm dengan mata pahat 2 dan 4. Variasi Kecepatan spindle mesin menggunakan 1800 rpm dan 2000 rpm. Setelah proses pengerjaan milling , dilanjutkan dengan pembuatan 3 spesimen untuk pengujian kekasaran permukaan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah proses milling dengan menggunakan pahat end mill diameter 10 mm 2 mata pahat dan 4 mata pahat dengan kedalaman 4 mm variasi kecepatan spindle 1800rpm dan 2000 rpm terhadap kekasaran permukaan baja ST 60 bahwa pengefraisan menggunakan pahat end mill dengan 4 mata pahat dan variasi putaran spindle 2000 rpm mempunyai rata-rata yang kerataan nya optimal atau kecil dibandingkan pengefraisan dengan menggunakan 2 mata pahat di variasi putaran spindle 1800 rpm. Setiap penambahan mata pahat frais dan kecepatan spindle mesin menunjukkan peningkatan nilai kekasaran permukaan. Berdasarkan hasil penelitian dan perbandingan dapat disimpulkan bahwa hasil uji kekasaran menunjukkan sedikit perbedaan antara pengefraisan menggunakan pahat end milling dengan 2 mata pahat dan 4 mata pahat dan variasi spindle mesin.   Kata kunci : Mesin Frais (milling),Pahat end milling cutter, Kekasaran permukaan, Variasi kecepatan spindle, Baja ST 60.
Analisis Kekuatan Tarik Dan Struktur Mikro mengunakan Pengelasan SMAW Kampuh U Ganda Baja ST 42 Aditya Dwi Laksono
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan bagian yang tidak bisa5dipisahkan dari pertumbuhan dan perkembangan9industri karena memiliki peran yang penting8dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Hampir tidak mungkin8suatu pembangunanykonstruksi yang mengunakan logam tidak melibatkan unsur pengelasan. Penelitian ini mengunakan baja karbon rendah jenis ST 42 yang dilakukan pengelasan mengunakan variasi arus 80 A, 100 A dan 120 A dengan elektroda E6013.  Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan Tarik dan7struktur mikro pada baja ST542 setelah pengelasan. Dari hasi penelitian diperoleh keksimpulan bahwa nilai kekuatan tarik pada arus 80 A memiliki rata-rata 417,6 N/mm2 dengan persentase perlit 43,955 dan ferrit 56,045. Pengunaan arus 100 A menghasilkan kekuatan tarik 462,4 N/mm2 dengan dengan persentase perlit 52,284 dan ferrit 47,716 sedangkan pada pengunaan arus 120 A menghasilkan nilai kekuatan tarik 483,733 N/mm2 dengan persentase perlit 65,657 dan ferrit 34,343. Berubahnya8nilai kekuatan tarik7dari4hasil pengelasan terjadi akibat adanya_perubahan perbedaan8struktur mikro yang terjadi selama proses pengelasan berlangsung, Semakin3banyak dan6rapat posisi unsur perlite9maka9menunjukkan kekuatan tarik semakin8besar dan begitu pula sebaliknya.
Perancangan Mesin Bending Begel (RING) Dengan Sistem Pnematik Hasan, Miftahul
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerancangan mesin bending begel dengan sistem pneumatic merupakan perangkat mesin untuk memudahkan dalam pembuatan bending begel dengan mengandalkan system pneumatic. Dengan adanya mesin bending begel maka pekerjaan dalam pembuatan begel ini akan lebih cepat dan presisi dalam pembuatan behel. Tujuan dari perencanaan pneumatic adalah mengembangkan dan menguji rancangan mesin dengan sistem semi otomatis menggunakan Arduino untuk meningkatkan produksi. Batasan masalah pada perencanaan ini meliputi hanya membahas perancangan mesin bending begel, menggunakan kontrol semi otomatis mikrokontroler arduino dengan aktuator pembengkok menggunakan air pneumatic valve, pengujian mesin bending dilakukan pada besi polos diameter 8 mm, Perhitungan dan analisis perancangan meliputi Segi cara kerja alat dalam pembuatan bending begel besi polos 8 mm. Hasil Perancancangan mesin bending begel dapat membuat bentuk persegi dengan sudut 900. Serta waktu produksinya yang cepat.
ANALISIS UJI TARIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA HASIL PENGECORAN ALUMUNIUM DAN MAGNESIUM MENGGUNAKAN VARIASI PENDINGIN Aulia, Moh Zakaria
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh uji tarik dan struktur mikro pada pengecoran alumunium dan magnesium dengan variasi pendingin. Alumunium yang digunakan dalam penelitian ini adalah alumunium piston dengan sempel uji 589/20-S1517 (%) alumunium 76,08 standar deviasi 0,198 dan magnesium menggunakan magnesium batang. Pada penelitian ini menggunakan 9 spesimen uji tarik dan 3 spesimen uji mikro dan pendingin air 5 liter , air cuka 5 liter dan udara 270c. Hasil penelitian ini menyimpulkan  nilai rata-rata kekutan tarik tertinggi terdapat pada variasi media pendingin udara 14,538 KN/mm2 sedangkan nila rata-ratai kekuatan tarik terendah terdapat pada variasi air cuka 9,986 KN/mm2. Kemudian nilai rata-rata struktur mikro ferit tertinggi terdapat pada variasi media pendingin air cuka 250,4, sedangkan nilai rata-rata terendah terdapat pada variasi udara 135,4 dan nilai rata-rata struktur mikro perlit tertinggi terdapat pada variasi media pendingin udara 191,4, sedangkan nilai rata-rata terendah terdapat pada variasi media pendingin air cuka 129,6.Kata kunci: Uji tarik, Struktur Mikro, Variasi Pendingin.