cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 245 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF PADA OLI SCOOTER MATIC TERHADAP PERUBAHAN TEMPERATUR DALAM PEMANASAN MESIN Prasetya, Sigit; Hartono, Priyagung; Rahardjo, Artono
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.597 KB)

Abstract

Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan yang berhubungan. Beberapa pelumas sudah memiliki formula khusus yang aktif mengunci partikel carbon agar tidak terjadi penumpukan, formula ini berupa aditif yang terkandung dalam pelumas. Aditif diperlukan karena minyak dasar (base oil) penyulingan dari minyak mentah tidak bisa langsung dipakai sebagai pelumas dan harus ditambah aditif. Pelumas memegang peranan penting dalam proses pengisapan panas pada daerah suhu tinggi dan memindahkanya ke media lain yang lebih dingin dan tugas ini memerlukan sirkulasi pelumas dalam jumlah banyak dan konstan. Sangat sedikit sifat-sifat yang di miliki pelumas untuk mengendalikan suhu padahal penggunanaan yang sebenarnya dari pelumas cair yang terpenting adalah mengendalikan suhu Kenaikan suhu akan berakibat melemahkan ikatan molekul yang kemudian menurunkan viskositasnya, viskositas semua jenis fluida atau cairan akan menurun dengan naiknya suhu. Ini akan terlihat jelas dengan pelumasan yang berasal dari minyak bumi yang digunakan di dalam mesin otomotif. Pelumasharusmemilikikekentalanlebihtepatpadatemperaturtertinggiatautemperaturterendahketikamesindiop erasikan.Dengandemikian, olimemiliki grade (derajat) tersendiri yang diaturolehSociety of Automotive Engineers(SAE). Bilapadakemasanolitersebutterteraangka SAE 5W-30 berarti 5W (Winter) menunjukkan pada suhu dingin oli bekerja pada kekentalan 5 dan pada suhu terpanasakan bekerja pada kekentalan 30.
DESAIN MESIN PENYERUT JAGUNG MUDA DENGAN SKALA RUMAH TANGGA Qiron, Zainul
Jurnal Teknik Mesin Vol 12, No 01 (2019): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.574 KB)

Abstract

Desain mesin penyerut jagung muda dengan skala rumah tangga 
ANALISA PENGARUH PANJANG BELT CONVEYOR TERHADAP FREKUENSI REPAIR SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN LOCKING BOLT PADA SAMBUNGAN COLD SPLICING Widodo, Ach. Hadi; Hartono, Priyagung; Sujatmiko, Sujatmiko
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.31 KB)

Abstract

Belt conveyor merupakan salah satu tipe dari beragam unit tansport handling. Fungsi peralatan ini adalah untuk mentransport baik untuk material proses maupun hasil produksi clinker maupun semen. Belt conveyor tersebut tersebar di berbagai area proses produksi PT. Semen Indonesia (Persero)Tbk Pabrik Semen Gresik Tuban mulai Crusher hingga Packer dan pelabuhan. Berdasarkan track record mengoperasikan peralatan tersebut, intensitas kerusakan masih sangat tinggi, karena pada sambungan cold splicing belt conveyor biasa perlahan mengelupas dan apabila tidak segera dilakukan repair akan mengakibatkan kerusakan yang lebih besar atau bahkan putus. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan locking bolt (fastener yang sudah di modifikasi). Setelah dibuat locking bolt dipasang pada sambungan belt conveyor, sebagai tempat penelitian dalam penyambungan tersebut adalah pada packer Tuban 1. Sehingga diteliti frekuensi repair terhadap variasi panjang belt conveyor dengan metode statistik. Dari berbagai pengamatan didapatkan hasil bahwa Ada pengaruh variasi panjang Belt Conveyor sebelum menggunakan Locking Bolt terhadap frekuensi repair untuk uji F (Fhitung=11,15>Ftabel=3,49), dan ada pengaruh antara hasil penyambungan Belt Conveyor Cold Splicing sebelum dan sesudah menggunakan Lockig Bolt terhadap frekuensi repair untuk uji T. Pada Lbelt=9,10 M didapat Thitung=5,17>Ttabel=3,18, Pada Lbelt=12,95 M didapat Thitung=5,14>Ttabel=3,18, Pada Lbelt=17,85 M didapat Thitung=3,83>Ttabel=3,18, Pada Lbelt=24,84 M didapat Thitung=27,78>Ttabel=3,18. .
PENGARUH PENCAMPURAN KARBON NANO TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBAKARAN DROPLET MINYAK JARAK (CRUDE JATROPHA OIL ) Ramadhan, Gugus Ilham
Jurnal Teknik Mesin Vol 15, No 01 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk dunia yang semakin pesat berdampak pada kebutuhan transportasi yang semakin meningkat. Hal ini berdampak pada bahan bakar fosil yang semakin menipis. Biodiesel menjadi solusi alternatif untuk bahan bakar terbarukan. Minyak jarak adalah minyak nabati yang paling tepat digunakan untuk biodisel karena tidak termasuk dalam minyak makan (edible oil). Minyak jarak tidak bisa langsung digunakan sebagai bahan bakar karena mempunyai viskositas 10 kali lebih tinggi dibanding minyak solar. Pembuatan biodiesel dengan cara pencampuran minyak nabati dengan  bio aditif lebih murah dari proses transesterifikasi dan emulsifikasi. Penelitian yang dilakukan mencampurkan bio aditif karbon nano dengan minyak jarak untuk mengetahui karakteristik pembakarannya. Variasasi campuran yang digunakan 1 ppm dan 5 ppm. Metode penelitian menggunakan metode droplet yang panaskan heater. Hasil penelitian menunjukkan penambahan karbon nano pada minyak jarak berpengaruh pada karakteristik pembakaran yang meliputi temperatur dan nyala api. Minyak jarak yang ditambahkan karbon nano memiliki laju pembakaran yang lebih cepat. Nyala api meliputi diameter, lebar, tinggi api mengalami perubahan bentuk dibandingkan minyak jarak murni.Kata kunci : Biodiesel , Minyak jarak , karakteristik pembakaran
PENGARUH PENAMBAHAN BROWNS GAS TERHADAP KINERJA MOTOR BENSIN YAMAHA VEGA ZR 115 CC Nurrosidin Nurrosidin; Abdul Wahab; Ena Marlina
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.275 KB)

Abstract

Brown's gas (HHO) is a mixture of H gas (Hydrogen) and O gas (Oxygen) in the ratio of 2:1 is generally produced from the electrolysis process. Electrolysis is the process of molecular breakdown HO (water) into Hand O the influence of electrical energy. HHO gas has a high energy when burned up to three times the energy of premium fuel per unit of weight and has excellent combustion properties that can be used to improve the performance of combustion and exhaust emissions from gasoline engines. research on HHO gas is already quite a lot. This paper is a study of experimental behavior for HHO effect on gasoline four-stroke engine twowheeler (motorcycle). HHO gas is injected into the combustion chamber through the intake manifold by varying the flow-rate of HHO by varying the revolution shaft engine. HHO injection varies at 0 ml/s, 1 ml/s, 2 ml / s, and 3 ml/s. Rotation of the motor also varies from 3000, 3500 rpm to 4200rpm performance. observation from this study is the engine performance (output power, sfc,), emissions (CO and HC). With the addition of HHO gas to gasoline motor can improve performance four-stroke enginePowerHHOgasincreaseson the addition of3ml/sby 27,6% with amotor rotationof 4000rpm, SFCdecreasedapproximately31.4% at 4000rpm. The addition ofHHOalsoimprove the quality ofthe exhaust gasof about20% COandHCcontentdecreases to27.6%.
PENGARUH MULTIPLE QUECHING TERHADAP PERUBAHAN KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA ASSAB 760 Rizal, Syaiful; Hartono, Priyagung; Raharjo, Artono
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.537 KB)

Abstract

Dari bagian mesin, sering dijumpai suatu bahan yang diperlukan kekerasan dan keliatanya, misalnya poros transmisi dan roda gigi saat mengalami perpindahan perseneling, poros transmisi dan roda gigi mengalami beban puntir. Kemudian memperoleh hasil yang baik, komponen-komponen dari mesin-mesin tersebut selanjutnya diberi perlakuan panas seperti pengerasan, penempaan, penemperan yang bertujuan memperbaiki sifat-sifat logam tersebut. Proses Hardening adalah pemanasan yang dilakukan untuk mendapatkan kekerasan dari bahan, adapun prosesnya mula-mula baja dipanaskan sampai pada daerah atau diatas temperatur kritis, kemudian dilanjutkan dengan pendingin cepat, pada setiap operasi perlakuan panas, laju pemanasan merupakan faktor yang penting. Media pendingin yang digunakan adalah oli dan udara, untuk uji material ASSAB 760 dilakukan struktur mikro dan kekerasan, hasil penelitian menunjukkan untuk kekerasan material tanpa perlakuan diperoleh hasil 527,56 HVN dan struktur mikro diketahui perlit 87,3% dan ferrit 12,7%. Pendingin oli di peroleh hasil 570 HVN dan struktur mikro diketahui perlit 38,4%, ferrit 34,5%, dan martensit 27,1%. Pendingin udara diperoleh hasil 468,73 HVN dan struktur mikro di ketahui perlit 44,3%, ferrit 15,7%, dan martensit 36,9%.
PRODUKSI BAHAN BAKAR HASIL PROSES PIROLISIS SAMPAH PLASTIK PP MENGGUNAKAN VARIASI PENDINGINAN Rofiq, Khosnor
Jurnal Teknik Mesin Vol 15, No 02 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan akan pencemaran lingkungan semakin hari semakin serius. Limbah rumah tangga merupakan penyumbang tertinggi pencemaran lingkungan. Limbah berbahan plastik merupakan limbah anorganik yang sulit untuk terurai di tanah, pembakaran sampah kerap dilakukan untuk mengurangi timbunan sampah platik. Pembakaran sampah juga menyebabkan polusi udara, oleh sebab itu dibutuhkan tindakan yang serius dalam menangani permasalah tersebut seperti melakukan daur ulang sampah dengan metode pirolisis sampah lastik. Pirolisis adalah proses dekomposisi termal tanpa melibatkan oksigen, dengan cara ini masalah akan pencemaran tanah dan udara oleh limbah plastik akan berkurang dan didapatkannya kembali bahan-bahan yang lebih berguna seperti bahan bakar cair. Proses pirolisis pada penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pengaruh variasi media pendinginan pada tabung kondensor terhadap flowrate bahan bakar. Media pendingin yang digunakan adalah air biasa dan air dengan suhu dibawah 10?. Interfal waktu yang digunakan yaitu 30 menit dan 60 menit. Hasil percobaan menunjukkan penggunaan media pendingin mempengaruhi flowrate bahan bakar. Penggunaan air dengan suhu dibawah 10? sebagai media pendingin pada tabung kondensor flowrate yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan air biasa sebagai media pendingin, kareana semakin rendah suhu media peningin, maka semakin cepat proses kondensasi didalam tabung kondensor.Kata kunci : sampah plastik, polypropylene, pirolisis, pendingin, flowrate.
PENGGUNAAN GENERATOR HHO TIPE DRY CELL UNTUK MEMPRODUKSI BROWNS GAS DENGAN KATALIS NaCl Hadi Mutakkim; Abdul Wahab; Ena Marlina
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 01 (2017): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.864 KB)

Abstract

Menurunnya produksi minyak mentah di Indonesia menjadi beban bagi bangsa Indonesia. Oleh karena, itu dibutuhkan energi alternatif atau suatu inovasi baru yang bertujuan untuk penghemat pemakaian bahan bakar minyak pada kendaraan. Salah satu alternatif tersebut adalh penggunaan bahan bakar hidrogen (H2). Untuk memperoleh gas hidrogen dapat dilakukan dengan cara memecah senyawa air (H2O) menjadi gas hidrogen hidrogen oksigen (HHO) atau browns gas yaitu melalui proses elektrolisis dengan bantuan arus listrik searah. Pada penelitian ini menggunakan generator HHO tipe dry cell dengan elektroda yang berupa plat stainless steel 304 dan menggunakan katalis NaCl (Natrium Klorida) dengan variasi prosentase 4; 5; dan 6 % yang masing masing dilarutkan pada aquades sebanyak 500 ml. Karakteristik yang diketahui meliputi konsumsi daya yang digunakan oleh generator, laju produksi browns gas, dan efisiensi generator HHO. Hasil penelitian dan pengujian generator tipe dry cell ini diperoleh generator terbaik dengan prosentase katalis 6 % diperoleh data hasil pengujian dengan daya yang digunakan sebesar 66 Watt, laju produksi browns gas yang dihasilkan sebanyak 0,0034 l/s dan efisiensi generator HHO sebesar 33,59 %.
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS KULIT KOPI KAPASITAS 34 KG/JAM Roziqi, Achmad
Jurnal Teknik Mesin Vol 14, No 01 (2020): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan perkebunan kopi rakyat cukup pesat di Indonesia, salah satunya di Takenon yang merupakan ibukota Kabupaten dan terletak di Aceh Tengah, yang perlu didukung oleh kesiapan fasilitas dan metode yang tepat mengolah biji kopi. Kopi adalah minuman favorit rakyat Indonesia, baik dari kelas atas maupun dari kelas bawah, baik pria maupun wanita, dari berbagai daerah di Indonesia, yang memiliki karakteristik berbeda, rasa dan rasa serta ukuran kopi. Pengolahan biji kopi di industri rumahan umumnya dilakukan secara manual melalui empat tahap, yaitu pelepasan kulit tanduk, pengeringan, proses penggorengan, dan powdering. Tetapi kualitas biji kopi yang dihasilkan tidak optimal karena jumlah biji kopi yang tidak utuh atau pecah sehingga sangat mempengaruhi kualitas kopi atau bias dikatakan masih menggunakan sistem tradisional. Dari permasalahan di atas penulis merancang alat pengupas kulit kopi pada alat pengolah kopi ini membutuhkan pemisah yaitu antara kulit dan biji kopi, untuk itu dapat ditunjuk judul sesuai dengan topiknya. di atas adalah "Mesin pengupas kulit kopi dengan kapasitas 160 kg / jam"Dalam perencanaan mesin pengupas biji kopi, ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar perencanaan dapat berjalan dengan lancar, yaitu untuk tahap awal peneliti melakukan studi literatur dan melakukan beberapa tahap pengamatan agar perangkat menjadi merancang dan mempelajari sistem kerja pada perangkat yang akan dirancang. Setelah peneliti menemukan sistem kerja yang diinginkan maka peneliti kemudian melakukan desain dan mendesain ulang sistem kerja agar mendapatkan hasil yang lebih optimal dibandingkan dengan peneliti sebelumnya dan setelah semua tahapan telah dilakukan maka peneliti kemudian melakukan perhitungan alat yang direncanakan. untuk menghasilkan hasil. satu kesimpulan yang diinginkan.Berdasarkan data yang telah diperoleh, sebuah hasil penelitian ditarik dengan, Spesifikasi pengupas kulit kopi dengan kapasitas 160 kg / jam, ukuran mesin panjang 1000 mm x lebar 500 mm x tinggi 1000 mm, menggunakan tenaga penggerak dalam bentuk motor listrik ¼ 1400 rpm HP, dan sistem transmisi mesin pengupas kopi menggunakan motor listrik. Komponennya berupa 3 katrol, katrol motor berdiameter 50 mm, dan 2 katrol pemisah kulit, v-belt tipe A nomor 45, satu poros padat berdiameter 1 inci.
29PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI KOIL TERHADAP DAYA MESIN PADA MOTOR YAMAHA MIO SOUL TAHUN 2011 Aulia Febryan; Abdul Wahab; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.088 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggantian variasi Coil terhadap daya mesin pada sepeda motor Yamaha Mio Soul tahun 2011, tanpa mengatur celah dari busi yaitu masih sesuai standart pabrikkan dengan celah pada yaitu 0,6 mm sampai 0,8 mm. dan untuk mengungkit rumor yang beredar dikalangan anak muda dan orang awam yang ingin meningkatkan daya mesin motor. apakah benar dengan memvariasi coil akan meningkatkan daya mesin motor, maka dari itu peneliti melakukan penelitian tentang variasi coil. Dengan menggunakan coil standard didapat hasil rata-rata daya (HP) sebesar 10,867, terjadi penurunan pada coil imitation didapat hasil rata-rata daya (HP) 10,6 dan pada coil racing terjadi penurunan yang signifikan pada hasil rata-rata daya (HP) sebesar 10,367. Jadi dapat disimpulkan kalau penggunaan coil Standard, coil imitation dan coil racing terdapat pengaruh yang signifikan terhadap daya (HP) pada motor bensin 4 langkah 1 silinder Yamaha Mio Soul Tahun 2011. Kata

Page 6 of 25 | Total Record : 245