cover
Contact Name
Johannis Siahaya
Contact Email
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Phone
+6281322661998
Journal Mail Official
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Editorial Address
Ds. Daratan 2, Sendang Arum, Kec. Minggir, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta 55562
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TERUNA BHAKTI
ISSN : 2622514X     EISSN : 26225085     DOI : 10.47131
Jurnal Teruna Bhakti merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Agam Kristen Teruna Bhakti, Yogyakarta, dengan Scope: Teologi Sistematika, Teologi Biblika, Pendidikan Agama Kristen, Kepemimpnan Kristen, Teologi Praktika.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: Pebruari 2023" : 16 Documents clear
Teologi Transformasional sebagai Upaya Mereduksi Radikalisme dan Politik Identitas di Ruang Perjumpaan Digital Parhusip, Sarianto
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.165

Abstract

money. The threat of terrorism is a severe problem of local and global politics. Although Indonesia is known as a multicultural country, challenges arise from religious differences that can trigger conflict. Complicated and controversial identity politics make people's views more complex and massive and can potentially cause division. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the Transformational Theology Study highlights an active role in reducing radicalism and identity politics in the digital space. This effort is to build a more just and peaceful society in a globally connected digital era. We must strengthen social awareness, improve digital literacy, and create inclusive communities because it can pave the way to a more peaceful and harmonious world in a globally connected digital era. So, the role of this theology changes the paradigm of Christianity to understand the nature and dynamics of radicalism and identity politics in the digital space because transformation theology and its role in overcoming radicalism and identity politics must be actualized in layers of society, especially on the Christian side. Abstrak Radikalisme dan politik identitas di dunia maya telah menimbulkan keprihatinan dalam masyarakat dan uang public digital. adanya ancaman terorisme yang menjadi masalah serius dalam politik lokal maupun global. Meskipun Indonesia dikenal sebagai negara multikultural, tantangan muncul dari perbedaan agama yang bisa memicu konflik. Politik identitas yang rumit dan kontroversial membuat pandangan masyarakat semakin kompleks dan massif serta dapat berpotensi menyebabkan perpecahan. Menggunkan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa Kajian Teologi Transformasional menyoroti peran aktif dalam meredam radikalisme dan politik identitas di ruang digital. Ini adalah upaya untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan damai dalam era digital yang terkoneksi secara global. Haruslah memperkuat kesadaran sosial, meningkatkan literasi digital, dan membangun komunitas yang inklusif, Sebab hal itu dapat membuka jalan menuju dunia yang lebih damai dan harmonis di era digital yang terkoneksi secara global. Maka peran dari teologi ini mengubah paradigma kekristenan untuk mengerti hakikat dan dinamika radikalisme dan politik identitas di ruang digital, sebab adanya hakikat teologi transformasi dan perannya dalam penanggulangan radikalisme dan politik identitas harus diaktualisasikan dalam lapisan masyarakat terutama pada sisi kekristenan.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pembentukan Kepribadian Anak Sekolah Minggu Usia 11-15 Tahun Walangitan, Nofry J.
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v4i2.109

Abstract

The relationship between humans as God's creation and the Creator himself will be well established if believers are aware of their sins and come to God, mainly because of God's mercy, which has atoned for human sins. In living their lives, believers try to please God and are considered a total offering. The efforts made by humans often exceed normal limits, especially for teenagers. Often, children carry out their existence, which is considered suitable to satisfy their desires. One of our tasks that has not been thoroughly carried out in special ministry education for teenagers is conveying the truth about the Lord Jesus. Therefore, how can we convey the truth to children worldwide about the Kingdom of God, one of which is through Christian Religious Education, taught to every human being from toddlers to the elderly, so that they can better feel our essence. as humans? Christian Religious Education's relationship with children, of course, depends on the individual concerned, whether he understands enough about Christian religious education. In every learning process of Christian Religious Education. In every Christian Religious Education learning process, learning media helps teachers in conveying messages or abstract concepts to children, for children aged 11-15 years. Abstrak Hubungan antara manusia sebagai ciptaan Tuhan dengan sang Pencipta itu sendiri akan terjalin dengan baik apabila orang percaya sadar akan dosa-dosanya dan datang pada Tuhan dan terutama karena kemurahan Tuhan yang telah menebus dosa manusia. Dalam menjalani kehidupannya, orang-orang percaya selalu berusaha menyenangkan hati tuhan dan dianggap sebagai persembahan total. Upaya yang dilakukan manusia sering melewati batas norma secara khusus anak remaja. Anak sering melakukan existensinya yang dianggap sudah benar untuk memuaskan keinginannya sendiri. Salah satu hal yang menjadi tugas kita yang belum dilaksanakan secara penuh dalam pendidikan pelayanan secara khusus pada anak-anak remaja adalah menyampaikan kebenaran tentang Tuhan Yesus. Oleh karena itu, bagaimana kita dapat menyampaikan kebenaran bagi anak diseluruh dunia tentang kerajaan Allah salah satunya adalah melalui Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang diajarkan kepada setiap insan mulai dari usia balita hingga lansia agar lebih mengalami hakekat kita sebagai manusia. Hubungan PAK dengan anak-anak tentu berpaut kepada pribadi yang bersangkutan, apakah dia hanya cukup mengerti saja tentang pendidikan Agama Kristen. Dalam setiap proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Dalam setiap proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, media pembelajaran sangat menolong Guru dalam menyampaikan pesan atau suatu konsep abstrak pada anak. Bagi anak usia 11-15 tahun.
Kepemimpinan Kristiani dalam Mengupayakan Kerukunan Sosial: Sebuah Pendekatan Teologis dan Implementasi Praktis Rining, Robertson; Siahaya, Karel Martinus
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.157

Abstract

Christian leadership is also required to positively or positively impact the social environment. Christian leadership exists to respect each other between religions in society and social communities and to maintain mutual feelings between religious communities to avoid friction between religious communities. Using a descriptive qualitative method, it can be concluded that integrating Christian values into the leadership of Christian leaders can be an effective instrument in building a just, harmonious, and peaceful community, as well as creating an environment that promotes harmony, mutual respect, and mutual prosperity. Moreover, harmony is the foundation of Christian leadership, which must emulate what Jesus did in actualizing his leadership. And, of course, Christian Values in Leadership must be practically implemented in God's people and social communities. Abstrak Kepemimpinan kristiani juga dituntut untuk membawa pengaruh positif atau berdampak baik dalam lingkungan sosial. Sebab kepemimpinan kristiani ada untuk saling hormat menghormati antar agama di dalam masyarakat, dan komunitas sosial, dan untuk saling menjaga perasaan antar umat beragama untuk menghindari adanya gesekan antar umat beragama. Menggunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai Kristen ke dalam kepemimpinan pemimpin Kristen dapat menjadi instrumen yang efektif dalam membangun komunitas yang adil, harmonis, dan berdamaian, serta menciptakan lingkungan yang mempromosikan kerukunan, saling menghargai, dan kesejahteraan bersama. Terlebih dengan jelas bahwa kerukunan sebagai Fondasi Kepemimpinan kristiani yang harus meneladani apa yang Yesus lakukan dalam mengaktualisasikan kepemimpinannya. Dan tentunya harus diimplementasi secara praktis Nilai-nilai Kristen dalam Kepemimpinan kepada umat Tuhan dan komunitas sosial.
Relevansi Pelayanan Eksorsisme Lanjutan Tjokrohandoko, Soewarto; Gidion, Gidion; Susilo, David Priyo
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.152

Abstract

Some Christian figures state that the exorcism service is only relevant in the era of the Ancient Church, which was still thick with the context of idol worship and is no longer relevant today. The deliverance service is generally also understood as one carried out only once in a prayer meeting per person, without any other deliverance prayers or further spiritual guidance. The purpose of this study is to find an explanation of the post-departure prayer service that is relevant. The research method used is descriptive qualitative. The study results showed three forms of post-delivery prayer services: observation of the causes of possession by the power of darkness, continued deliverance prayers, and spiritual guidance. A church that does only one deliverance prayer service for each person (without any follow-up service) is the same as allowing eight evil spirits to return and destroy that person.AbstrakAda tokoh Kristen yang menyatakan bahwa pelayanan pelepasan (eksorsisme) hanya relevan di masa Gereja Purba yang masih kental dengan konteks penyembahan berhala, dan tidak lagi relevan pada masa kini. Pelayanan pelepasan umumnya juga dipahami sebagai pelayanan yang dilakukan hanya satu kali pertemuan doa saja pada tiap pribadi, tanpa ada doa pelepasan lanjutan ataupun bimbingan rohani lanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menemukan penjelasan tentang pelayanan pasca doa pelepasan yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga bentuk pelayanan pasca doa pelepasan, yaitu observasi penyebab kerasukan kuasa kegelapan, doa pelepasan lanjutan dan bimbingan rohani. Gereja yang melakukan hanya satu kali pelayanan doa pelepasan pada tiap pribadi (tanpa ada pelayanan lanjutan), sama halnya dengan memberikan kesempatan delapan roh jahat untuk kembali dan menghancurkan orang itu
Panggilan Gereja dalam Memperjuangkan Keadilan Sosial bagi Kelompok Marginal: Sebuah Tantangan Etis-Teologis Rusli, Rusli; Balang, Nekson
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.137

Abstract

Social justice has become a significant concern in Paul's theology, especially in his letters to the New Testament Church. However, this concept's application and relevance in today's marginalized communities requires deep understanding and wise application. This research aims to investigate theological views on social justice and analyze the challenges and calls they pose for the church in today's marginalized communities. Using qualitative research methods with a literature study approach, data obtained from the analysis is compiled and synthesized to understand views on social justice comprehensively. So, it can be concluded that with a theology of social justice, the church can face the challenges faced by marginalized communities more effectively. Understanding justice from an ethical-theological perspective will bring the church a responsible attitude to fighting for justice for marginalized people as a form of concern and involvement in its calling. Abstrak Konsep keadilan sosial telah menjadi perhatian utama dalam konteks teologi Paulus, terutama dalam surat-suratnya kepada Jemaat Perjanjian Baru. Namun, aplikasi dan relevansi konsep ini dalam konteks masyarakat marginal saat ini memerlukan pemahaman yang mendalam dan penerapan yang bijaksana. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pandangan teologis tentang keadilan sosial dan menganalisis tantangan serta panggilan yang ditimbulkannya bagi gereja dalam konteks masyarakat marginal saat ini. Menggunakan metode Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literature di mana data yang diperoleh dari analisis disusun dan disintesis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang pandangan tentang keadilan sosial. Maka dapat disimpulkan bahwa teologi tentang keadilan sosial, gereja dapat menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh masyarakat marginal dengan lebih efektif. Dengan memahami keadilan dalam persepktif etis-teologis, hal ini akan membawa gereja pada sikap yang bertanggung jawab untuk memperjuangkan keadilan bagi kaum marginal, sebagai bentuk kepedulian dan keterlibatan dalam panggilannya.
Model Kepemimpinan Kristen Inovatif-Efektif: Sebuah Tawaran dalam Merespons Tantangan di Era Disruptif Parhusip, Akdel
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.71

Abstract

Christian leadership cannot be separated from church ministry, so the challenge of actualizing the church in the digital era full of disruption issues must be accompanied by the empowerment of gifts by the leader, in addition to equipping oneself with various other digital capabilities. This is needed to respond to the challenges of the digital era that require innovative abilities. This article offers a leadership model that can respond to challenges in the digital disruption era. Using descriptive analysis methods, it was found that the situation and needs in the digital era require an effective and innovative service response. In conclusion, Christian leadership must be innovative and effective to respond to the digital disruption era.  AbstrakKepemimpinan Kristen tidak dapat dipisahkan dari pelayanan gerejawi, sehingga tantangan pengaktualisasian gereja di era digital yang penuh dengan isu dirupsi harus dibarengi dengan pemberdayaan karunia oleh pemimpin selain melengkapi diri dengan berbagai kemam-puan digital lainnya. Hal ini dibutuhkan demi menjawab tantangan era digital yang membutuh-kan kemampuan yang inovatif. Artikel ini bertujuan menawarkan sebuah model kepemimpinan yang dapat menjawab tantangan di era disrupsi digital. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif, didapati bahwa situasi dan kebutuhan di era digital membutuhkan respons pelayanan yang efektif dan inovatif. Kesimpulannya, kepemimpinan Kristen harus bersifat inovatif dan efektif agar dapat merespons situasi di era disrupsi digital. 

Page 2 of 2 | Total Record : 16